• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Bola. (Bersama Olahraga Laju Asia) Research and Learning Physical Education

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Bola. (Bersama Olahraga Laju Asia) Research and Learning Physical Education"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 67

Jurnal Bola

(Bersama Olahraga Laju Asia)

Research and Learning Physical Education

ISSN: 2655-1349 (print) ISSN: 2655-1357(online)

Halaman 67 - 74

Volume 4 Nomor 1Tahun 2021

PENGARUH METODE LATIHAN INTERVAL TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER SD NEGERI 007 BATAM

KOTA

Andrian1 Iska Noviardila1

1Program Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai e-mail: [email protected]

Abstrak

Metode Latihan Interval adalah bentuk latihan paling populer dari latihan pengulangan, latihan ini membuat peserta tidak jenuh karna jarak yang akan ditempuh bervariasi.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberartian dan seberapa besar pengaruh Metode Latihan Interval terhadap Kecepatan Lari 100 Meter. Jenis penilitian ini adalah penelitian Eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design.

Populasi penelitian yaitu siswa Putra Ekstrakurikuler Atletik SDN 007 Batam Kota terdiri dari 15 orang siswa putra. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan interval (X) dengan kecepatan lari 100-meter (Y) pada siswa. Hasil dibuktikan dengan jumlah data pretest 100,42 dengan nilai rata- rata 6,69 dan jumlah data posttest adalah 109,31 dengan nilai rata-rata 7,29 dengan peningkatan data (nilai beda) sebesar 8,90 dengan nilai rata-rata 0,59. Disimpulkan bahwa latihan interval berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa putra ekstrakurikulker atletik SDN 007 Batam Kota.

Kata kunci: Latihan Interval; Atletik; Kecepatan Lari; 100 meter

(2)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 68

Abstract

Interval training method is the most popular form of exercise of repetition exercise, this exercise makes participants unsaturated because the distance to be traveled varies.

The research aimed to find out the meaning and how much influence the Interval Training Method has on the 100 Meter Running Speed. The type of research was experimental research with the One-Group Pretest-Posttest Design approach. The research population was the student of Extracurricular Athletic SDN 007 Batam City consisted of 15 male students. This research was an experimental study and analyzed by Microsoft Excel. The results showed that there was a significant influence between interval training (X) and 100-meter (Y) running speed in students. The results were evidenced by the amount of pretest data 100.42 with an average value of 6.69 and the number of posttest data was 109.31 with an average value of 7.29 with an increase in data (different values) of 8.90 with an average value of 0.59. It was concluded that interval training affected the running speed of 100 meters in male's students of SDN 007 Batam City athletic extracurricular.

Keywords : Interval Training; Athletics; Running Speed; 100 meters

(3)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 69

PENDAHULUAN

Sekolah Dasar Negeri 007 Batam Kota adalah salah satu sekolah negeri di Batam yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Sekolah Dasar Negeri 007 Batam Kota turut ambil bagian dalam membina siswa untuk memenuhi tuntutan prestasi di semua cabang olahraga, termasuk cabang Atletik. Dengan pembinaan yang dilakukan secara sungguh-sungguh sudah selayaknya memiliki atlet tangguh yang berprestasi.

Hasil observasi pada tanggal 23 April 2019, diperoleh bahwa berkurangnya peserta didik dari SDN 007 Batam Kota yang ambil untuk menjadi atlet dalam event- event seperti Pekan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan, karena kurangnya minat peserta didik dalam cabang olahraga atletik, sehingga menyebabkan rendahnya prestasi atlet terutama dicabang atletik lari 100 meter atau sptint. Selain itu penghambat rendahnya prestasi disebabkan kurangnya sarana dn prasarana yang memadai untuk peserta didik berlatih, selain itu penyebabnya adalah kurangnya kualitas pelatih atau guru dalam mendidik peserta didik untuk giat berlatih dicabang atletik, hal ini yang membuat rendahnya fisik peserta didik yang membuat peserta didik kurang termotivasi dalam mengikuti kegiatan ini.

Metode Latihan Interval adalah bentuk latihan paling popular dari latihan pengulangan, dan pelatih pada umumnya lebih sering menggunakan metode latihan ini sebab latihan yang dilakukan dibagi dalam jarak yang lebih pendek dan beragam, sehingga peserta tidak jenuh karna jarak yang akan ditempuh bervariasi. Salah satu bentuk latihan yang di gunakan untuk meningkatkan kecepatan berlari adalah lari interval. Latihan Interval adalah sistim latihan yang diselangi interval - interval berupa masa – masa istirahat ( Kardjono, 2010 ).

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, terlihat bahwa perlu pelatih Atletik belum memiliki kesamaan pendapat tentang Pengaruh metode Latihan Interval terhadap peningkatan Kecepatan Lari 100 Meter pada siswa ekstrakurikuler SDN 007 Batam Kota, sehingga perlu diterapkannya metode latihan interval yang baik untk meningkatkan kecepatan lari 100 meter. Hal ini lah yang menarik perhatian penulis untuk meneliti sejauh mana “Pengaruh Metode Latihan Interval dalam Meningkatkan Kecepatan Lari 100 Meter Siswa Putra Ekstrakurikuler Atletik SDN 007 Batam Kota.”

Apakah terdapat pengaruh Metode Latihan Interval terhadap Kecepatan Lari 100 Meter Pada Siswa Putra Ektrakukrikuler SD Negeri 007 Batam Kota?. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui keberartian dan seberapa besar pengaruh Metode Latihan Interval terhadap Kecepatan Lari 100 Meter.

Latihan merupakan aktivitas olahraga/jasmani yang sistematik, dilakukan dalam waktu lama, ditingkatkan secara progresif dan individual yang mengarah kepada ciri- ciri fungsi psikologis dan fisiologis manusia untuk mencapai sasaran yang ditentukan (Bompa, 1994).

a. Tujuan Latihan

Adapun secara garis besar sasaran dan tujuan latihan antara lain untuk:

1. Meningkatkan kualitas fisik dasar secara umum dan menyeluruh.

2. Mengembangkan dan meningkatkan potensi fisik yang khusus.

3. Menambah dan menyempurnakan teknik.

(4)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 70

4. Mengembangkan dan menyempurnakan strategi, taktik, dan pola bermain.

5. Meningkatkan kualitas dan kemampuan psikis olahragawan dalam bertanding.

b. Prinsip-Prinsip Latihan

Prinsip latihan merupakan hal – hal yang harus ditaati, dilakukan atau dilaksankan agar tujuan latihan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan (Lubis, 2013: 12).

1. Hakikat Metode Latihan Interval

Kent (1994) menjelaskan bahwa latihan interval adalah suatu sistem latihan yang dilakukan secara berganti-ganti antara melakukan kegiatan latihan (interval kerja) dengan periode kegiatan yang berintensitas rendah (periode sela) dalam suatu tahap latihan. Fox, Bowers dan Foss (1994) menerangkan bahwa latihan interval adalah suatu sistem latihan fisik, yang mana fisik dibebani dengan kerja yang teratur dan berulang-ulang bergantian dengan periode sela yang cukup.

2. Hakekat Kecepatan

Dalam ilmu fisika, kecepatan didefinisikan sebagai jarak persatuan waktu.

Kecepatan merupakan salah satu unsur penting pada beberapa cabang olahraga tertentu, seperti: Atletik pada nomor lari, sepak bola, renang, dan sebagainya.

Beberapa pendapat yang memberikan pengertian tentang kecepatan:

Menurut Robinson (1976), kecepatan bergerak adalah kualitas yang memungkinkan orang bergerak, melaksanakan gerakan-gerakan yang sama atau tidak sama secepat mungkin.

METODE

Jenis penilitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Eksperimen dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design. Pada desain terdapat pretest, sebelum diberikan perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat. Karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan (Sugiono, 2016:73-74).

Seperti yang telah dijabarkan oleh peneliti ini bertujuan untuk menemukan dan mengetahui tentang ada tidaknya pengaruh Metode Latihan Interval terhadap Kecepatan Lari 100 Meter pada Siswa Putra Ekstrakurikuler Atletik SDN 007 Batam Kota.

Penelitian ini mengunakan jenis penelitian eksperimen yang bertujuan mengetahui pengaruh antara satu variable dengan variable lain berdasarkan eksperimen. Dengan melakukan dua kali tes yaitu tes awal (pretest) kecepatan lari 100 meter sebelum sampel malakukan metode latihan interval dan tes akhir (posttest) setelah sampel melakukan metode latihan interval 8 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 2 kali dalam seminggu.

Analisis data pada penelitian ini dibantu dengann perhitungan Microsoft Excel.

Berikut teknik analisis data dalam penelitian ini, yakni Data yang dikumpul dari pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji-t.

(5)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 71

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Pengujian persyaratan analisis dimaksudkan untuk menguji asumsi awal yang dijadikan dasar dalam menggunakan teknik analisis variansi. Asumsi adalah data yang dianalisis diperoleh dari sampel yang mewakili populasi berdistribusi normal, dan kelompok-kelompok yang dibandingkan berasal dari populasi yang homogen. Untuk itu pengujian yang digunakan yaitu uji normalitas.

Uji normalitas dilakukan dengan uji Lilliefors dengan taraf signifikan 0,05 dengan hasil dari pengujian persyaratan sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan uji Lilliefors, hasil uji normalitas terhadap variabel penelitian yaitu latihan interval (X) dan hasil test kecepatan lari 100 meter (Y) dapat dilihat pada tabel 9 sebagai berikut:

Tabel 4. 1.

Uji Normalitas Data Hasil Test Kecepatan Lari 100 Meter Variabel

L 0 Max

L

Tabel

Hasil Pretes Kecepatan Lari 100 Meter 0,0186 0, 220 Hasil Postes Kecepatan Lari 100 Meter 0,0879 0,

220 Sumber: Data Olahan Penelitian 2012

Dari Tabel di atas terlihat bahwa data hasil pretes kecepatan lari 100 meter setelah dilakukan perhitungan menghasilkan L0 Max sebesar 0,0186 dan Ltabel sebesar 0,220. Ini berarti L0 Max lebih kecil dari Ltabel. Dapat disimpulkan penyebaran data hasil pretes kecepatan lari 100 meter adalah berdistribusi normal. Untuk pengujian data hasil kecepatan lari 100 meter posttes menghasilkan L0 Max 0,0879 lebih kecil dari Ltabel sebesar 0,220. Dapat disimpulkan bahwa penyebaran data hasil kecepatan lari 100 meter posttes adalah berdistribusi normal.

2. L – Uji ‘t’

Berdasarkan analisis uji t menghasilkan thitung sebesar 9,56 dan ttabel sebesar 1,761. Berarti thitung > ttabel. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan interval (X) dengan hasil tes kecepatan lari 100 meter (Y) pada siswa putra ekstrakurikuler atletik SDN 007 Batam Kota, pada taraf alfa 0,05 dengan tingkat kepercayaan 95%.

Tabel 3. Elemental compositions of sampling sites

Site TiO2

(wt%)

Al2O3 (wt%)

MnO (wt%)

MgO (wt%)

Na2O (wt%)

GIJ 0.5 16.4 0.19 2.74 3.00

GPW 0.78 19.0 0.18 4.57 2.55

GSR 0.62 16.3 0.17 3.09 3.09

KLB 0.67 15.7 0.14 5.07 2.59

(6)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 72

KSG 1.90 17.1 0.15 3.79 3.33

PWH 0.58 20.9 0.12 1.55 3.00

SKP 0.68 17.8 0.16 3.12 2.75

Pembahasan 1. Hasil Pretest

Berdasarkan hasil pretest yang dilakukan pada hari Kamis, 10 Juni 2021 terhadap sample penelitian, dimana sample melakukan lari 100 Meter sebelum sample melakukan latihan interval terdapat 8 orang sampel yang memiliki waktu kurang baik yang tidak sesuai dengan norma waktu menurut teori, dan 5 orang sampel yang memiliki standar waktu menurut teori, dan 2 orang sampel memiliki waktu yang baik sesuai ketentuan waktu normal.

Untuk mengetahui hasil pretest dapat dilihat tabel berikut ini:

Tabel 4. 2.

Analisis Hasil Pretest Kecepatan Lari 100 Meter ( Detik )

STATISTIK PRETEST

Sampel 15

Mean 6,69

Std. Deviation 0,56

Variance 0,31

Minimum 5,92

Maximum 7,86

Sum 100,42

Sumber: Data Olahan Penelitian 2021 2. Tindakan

Metode Latihan Interval yaitu latihan lari cepat menempuh jarak menggunakan waktu 10 detik yang dilakukan berulang-ulang ( repetisi 8 kali) dilaksankan pada hari jumat dan sabtu tanggal 11, 12 juni 2021 dengan intensitas sub maksimal, yaitu 85- 90% dari kecepatan maksimal. Diantara ulangan/repetisi diselingi dengan waktu istirahat yang singkat (8 detik). Pengulangan latihan disusun dalam beberapa set (3 set), dan diantara set juga diselingi dengan interval istirahat ( 2-3 menit). Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan kecepatan lari 100 meter. Metode latihan inerval 10 detik menrut hasil peneliti yang lebih mempengaruhi lari 100 meter, sementara latihan interval 30 detik menurut hasil peneliti masih belum ada pengaruh lari 100 meter.

Selain itu latihan interval lari cepat yang menggunakan waktu 30 detik yang dilakukan secara berulang-ulang dimana sample mengalami peningkatan dari hasil sebelumnya. Dimana peneliti untuk mendapat hasil yang maksimal peneliti melakukan 8 kali pertemuan latihan interval sehingga hasil yang tercapai sesuai harapan peneliti

(7)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 73

3. Postest

Setelah sampel melakukan latihan interval lari cepat dimana terdapat peningkatan kecepatan lari 100 Meter yang rasakan oleh sampel itu sendiri. Diawal terdapat 8 sampel yang memiliki waktukurag baik dalam lari 100 meter, ternyata setelah dilakukan latihan interval hanya 1 orang sampel yang masih memiliki waktu yang kurang baik. 7 orang sampel memili waktu yang cukup, 4 orang sampel memiliki waktu yang baik dan 3 orang sampel memiliki waktu yang sangat baik. Artinya latihan interval akan memberikan pengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter dalam olahraga atletik.

Setelah dilaksanakan penelitian yang diawali dari pengambilan data hingga pada pengolah data yang akhirnya dijadikan patokan sebagai pembahasan hasil penelitian sebagai berikut: pengaruh latihan interval (X) dengan hasil tes kecepatan lari 100 meter (Y) pada siswa putra ektrakurikuler atletik SDN 007 Batam Kota, ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara dua variabel tersebut di atas.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan interval (X) dengan kecepatan lari 100 meter (Y) pada siswa putra ekstrakurikuler SDN 007 Batam Kota. Hasil tersebut ditunjukkan dengan data hasil penelitian sebagai berikut:

jumlah data pretest adalah 100,42 dengan nilai rata-rata 6,69 ( 44,6 % ) dan jumlah data posttest adalah 109,31 dengan nilai rata-rata 7,29 ( 48, 6 % ), data tersebut menunjukan terdapat peningkatan data (nilai beda) sebesar 8,90 dengan nilai rata-rata 0,59 ( 3, 93 % ). Kemudian analisis uji t menghasilkan thitung sebesar 9,56 dan ttabel sebesar 1,761. Berarti thitung > ttabel. Dapat disimpulkan bahwa latihan interval berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa putra ekstrakurikulker atletik SDN 007 Batam Kota yang dibutuhkan untuk mendukung frekuensi saat melakukan latihan dalam meningkatkan hasil kecepatan lari 100 meter pada siswa putra ekstrakurikuler atletik SDN 007 Batam Kota

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 2010 prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta.

Rineka Cipta.

Carr G.A 1997.Atletik untuk sekolah. Diterjemahkan Eri Desmarini N. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Djumidar. 2001. Dasar – Dasar Atletik. Jakarta. Universitas Terbuka, Depdiknas.

Dr. Emral, M.Pd. 2017. ( Bompa. 2009 : 31 ). Pengantar Teori dan Metodologi Pelatihan Fisik. Depok. Prenada Media.

--- ( Bompa. 1994 ). Metodologi Latihan Olahraga. Malang.

--- ( Bowers dan Fox 1992 ). Pengantar Teori dan Metodologi Pelatihan Fisik. Depok. Prenada Media.

(8)

Jurnal Bola (Bersama Olahraga Laju Asia) Nomor 4 Volume 1, Januari 2021 74

--- ( Fox, Bowers dan Foss 1994 ). Pengantar Teori dan Metodologi Pelatihan Fisik. Depok. Prenada Media.

--- ( Hadi. 2007 : 57 ). Pengantar Teori dan Metodologi Pelatihan Fisik. Depok. Prenada Media.

--- ( Lubis. 2013 : 12 ). Pengantar Teori dan Metodologi Pelatihan Fisik. Depok. Prenada Media.

--- ( Lubis. 2013 : 15 ). Pengantar Teori dan Metodologi Pelatihan Fisik. Depok. Prenada Media

Eddy Purnomo dan Dapan. 2017. Dasar-dasar Gerak Atletik.Yoyakarta.

Harsuki. 2003. Belajar Berlatih Gerak – Gerak Dasar Atletik dalam Bermain. Jakarta.

Raja Grafindo Persada.

Setyo Budiwanto. 2012. ( Bompa 1994 ). Metodologi Latihan Olahraga.

Malang.Universitas Malang.

Setyo Budiwanto. 2012. Metodologi Latihan Olahraga. Malang.

Setyo Budiwanto. 2012. Metodologi Latihan Olahraga. Malang. Universitas Malang. ( Martin dalam Nossek 1982 ) Dasar –dasar Kepelatihan Olahraga.

Sugiyanto dan Sudjarwo, 1991 Perkembangan dan belajar gerak. Jakarta.

Sugiyono. 2016. Metodologi penelitian. Bandung. Alfabeta.

Tjung Hauw Sin. 2020. ( Aharkey 1986 ) Buku Ajar Pengantar Ilmu Melatih. Jakarta.

Ikatan Konsoler Indonesia.

Tjung Hauw Sin. 2020. Buku Ajar Pengantar Ilmu Melatih. Jakarta. Ikatan Konsoler Indonesia.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005. Tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Wiarto, Giri. 2013. ( Yoyo Bahagia 2000 : 11 ) Atletik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Yudi, Mulyanto,T Metode Latihan Ilmu lari cepat 100 meter. Jurnal optek olahraga Volume, No 3 september 2005.

http://sekolah-dasar.blogspot.com/2011/05/karakteristik-dankebutuhan-anak-usia.html.

http://trigonalmedia.google.com.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai bawahan kepala sekolah seorang guru harus menerapkan ketentuan administratif sekolah secara ketat kepada murid-murid, namun di lain pihak tanggung jawab moral sebagai

Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian

Dengan website, huruf / font yang digunakan harus terbaca, dari informasi kawasan Paralayang Gunung Panten Majalengka hingga olahraga paralayangnya sendiri, karena

Masalah yang sering muncul dalam pengoperasionalan sebuah resort salah satunya berasal dari sistem informasi suatu departemen yang dapat berpengaruh pada

Java bukan turunan langsung dari bahasa pemrograman manapun, juga sama sekali tidak kompetibel dengan semuanya.. Java memiliki keseimbangan menyediakan mekanisme

Adapun jenis data yang dikumpulkan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) ini meliputi Data tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Data

Zeolit merupakan suatu bahan stabilisasi tanah sangat cocok digunakan untuk meningkatkan kondisi tanah atau material tanah tidak stabil atau tanah lunak seperti kadar air

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna berat jenis urine sebelum dan sesudah aktivitas fisik maksimal (p = 0,564) dan submaksimal (p =