• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

e-ISSN : 2807-8632

Published by: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

2179 Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

Syamsiah

Email: [email protected]

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti (BP) di mana hasil belajar siswa kurang maksimal. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan di setiap siklusnya. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran menunjukkan peningkatan secara bertahap. Dilihat pada tingkat keaktifan siswa , pada siklus I, 18 siswa (72%) yang aktif dan meningkat menjadi 25 siswa ( 100 %) pada siklus II. Pengamatan tentang kegiatan belajar mengajar pada siklus I, 21 aspek (84 %) memperoleh kreteria baik, dan meningkat menjadi 24 aspek (96 %) pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan secara bertahap. Pada siklus I, 18 siswa (72%) yang tuntas dengan daya serap siswa mencapai 76,2 %. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 25 siswa (100%) yang mencapai ketuntasan dengan daya serap (83,8%).

Kata Kunci : Strategi think pair share, Pembelajaran PAI

Pendahuluan

Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam proses kedewasaan manusia yang hidup dan berkembang, nampaklah kenyataan bahwa manusia selalu berubah dan perubahan itu merupakan hasil belajar. Hal ini berarti bahwa dalam pendidikan terjadi sebuah proses pengubahan sikap dan tingkah laku. Proses pembelajaran di sekolah sebagai suatu aktivitas mengajar dan belajar yang di dalamnya terdapat dua subyek yaitu guru (pendidik) dan siswa sebagai peserta didik. Tugas dan tanggung jawab utama dari seorang guru adalah menciptakan

(2)

2180

Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

pembelajaran yang efektif, efisien, kreatif, dinamis, dan menyenangkan. Hal ini berimplikasi pada adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek pembelajaran yaitu guru sebagai penginisiatif awal, pembimbing dan fasilitator dengan peserta didik sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pembelajaran itu sendiri. Untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar maka diperlukan sebuah interaksi edukatif dalam proses pembelajaran (Surawan,2019)

Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran pokok yang tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi lebih menekankan pada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu guru Pendidikan Agama Islam hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor (Surawan,2019). Materi Ketika Bumi Berhenti Berputar termasuk dalam aspek keimanan. Pada umumnya materi keimanan dipelajari siswa dengan cara mendengarkan ceramah guru. Pada tahun pelajaran 2020/2021 dari hasil diskusi dengan guru PAI yang sebelumnya mendapat tugas mengajar di kelas VI diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran seperti itu siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan belajar ini hanya 40%. Selain itu hasil tes formatif yang diberikan menunjukkan bahwa hanya 60% siswa yang tuntas dalam belajar dengan daya serap 65. Temuan penelitian ini juga mendukung penelitian dilakukan sebelumnya oleh: (1) penelitian Simamora (2014) menunjukkan minat belajar siswa kelas eksperimen meningkat yaitu siklus I 63,22% dan pada siklus II 71,42%. Menghadapi kondisi seperti ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas untuk menemukan suatu cara atau teknik pembelajaran yang didukung oleh media pembelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat meningkatkan hasil belajaranya.

Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dengan Media Audio Visual pada Ketika Bumi Berhenti Berputar diharapkan siswa dapat memperoleh pengetahuan yang berkesan dan bermakna. Dengan demikian bagi siswa akan lebih termotivasi untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam perilaku hidup sehari-hari. Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share merupakan model pembelajaran kooperatif yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi. Prosedur yang digunakan dalam model think pair share dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, merespon dan saling membantu (Trianto, 2010). Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa model pembelajaran think pair sare dapat meningkatkan hasil belajar. Seperti Suharlik

(3)

e-ISSN : 2807-8632

Published by: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

2181 Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

(2011) menyatakan bahwa dalam pembelajaran biologi, terdapat pengaruh strategi pembelajaran think pair share terhadap daya retensi siswa, dan terdapat pengaruh interaksi strategi pembelajaran think pair share dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif siswa. Ambarwati (2012) menyatakan bahwa penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa meningkat secara signifikan dilihat dari nilai gain setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Hasil penelitian Sukasari (2012) juga menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Model pembelajaran think pair share terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap thinking (berpikir), pairing (berpasangan), dan sharing (berbagi). Pada tahap think siswa harus berpikir sendiri tentang jawaban atas permasalahan yang diberikan oleh guru. Berpikir merupakan proses kognitif, yaitu suatu aktivitas mental untuk memperoleh pengetahuan. Ketika harus berpikir, maka akan ada dialog dengan diri sendiri. Pada tahap pair, siswa akan berpasangan untuk mendiskusikan hasil berpikir mereka sebelumnya. Dalam berdiskusi diperlukan beberapa keterampilan berpikir, antara lain: mengenal masalah;

menemukan cara-cara yang dapat dipakai untuk menangani masalah-masalah tersebut; mengumpulkan dan menyusun informasi yang diperlukan;

memahami dan menggunakan bahasa yang tepat dan jelas; menganalisis data;

dan menarik kesimpulan. Keterampilan-keterampilan berpikir ini merupakan landasan untuk berpikir kritis. Sedangkan pada tahap share, siswa akan berbagi dengan seluruh kelas. Pada tahap ini diperlukan diperlukan kemampuan untuk mengatakan sesuatu dengan penuh percaya diri.

Mengingat permasalahan di atas sangat luas dan keterbatasan kemampuan serta keterbatasan waktu, maka permasalahan penelitian ini dibatasi untuk memfokuskan pembahasannya. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini, yaitu pentingnya persiapan dalam hal perencanaan pembelajaran khususnya pembelajaran PAI dan BP menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pangeran pada Mata Pelajaran PAI dan BP dan menyiapkan contoh video pembelajaran. Pentingnya guru untuk menguasai Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI dan BP dan menampilkan contoh video pembelajaran.

Adapun tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VI SDN 4 Tungkaran Pangeran setelah menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan media audio visual. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa yaitu dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya penguasaan

(4)

2182

Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

kompetensi pada materi, bagi guru, dapat meningkatkan pengetahuan dan penguasaan keterampilan mengelola proses belajar mengajar dan bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan strategi pembelajaran yang kreatif dan dinamis dalam upaya mencapai Standar Proses Pembelajaran.

Dengan demikian setiap tahap yang terdapat dalam model pembelajaran think pair share merupakan keterampilan berpikir, landasan berpikir kritis, dan definisi keterampilan berpikir kritis. Temuan penelitian ini juga mendukung penelitian dilakukan sebelumnya oleh: (1) penelitian Simamora (2014) menunjukkan minat belajar siswa kelas eksperimen meningkat yaitu siklus I 63,22% dan pada siklus II 71,42%. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul : Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share dengan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pokok Bahasan Ketika Bumi Berhenti Berputar Kelas VI SDN 4 Tungkaran Pangeran Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Tahun Pelajaran 2021/2022.

Metodologi Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan alokasi waktu 8 jam pelajaran, 2 kali pertemuan dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Apabila pada siklus I belum memperlihatkan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka akan dilanjutkan pada siklus berikutnya (siklus II). Data penelitian ini akan dikumpulkan dengan menggunakan beberapa metode pengumpulan data yang disesuaikan dengan tuntutan data dari masing-masing rumusan permasalahan.

Data yang diperoleh haruslah valid dan reliabel, untuk menunjang penelitian agar berjalan dengan lancar. Berkaitan dengan rumusan permasalahan pada penelitian ini maka ada dua jenis data yang diperlukan yakni keterampilan berpikir kreatif siswa dan hasil belajar siswa. Data hasil belajar PAI dan BP dan sikap siswa kelas VI SD diperoleh melalui tes hasil belajar dengan menggunakan pilihan ganda (multiple choise) dan tes untuk sikap berupa kuisioner. Tes tersebut kemudian di validasi. Untuk memperoleh data-data yang mendukung keberhasilan penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi untuk mengetahui situasi dan aktivitas siswa dalam melakukan aktivitas belajar melalui sharing dan penggunaan media audio visual dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, tes kognitif digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai materi dan wawancara untuk mengetahui pendapat siswa.

(5)

e-ISSN : 2807-8632

Published by: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

2183 Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

Hasil Penelitian

Peningkatan hasil belajar siswa untuk menguasai kompetensi keimanan kepada hari akhir nampak setelah membandingkan hasil penelitian yang dicapai pada siklus I dan II, baik dari segi aktivitas siswa maupun aktivitas guru selama pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar siswa melalui tes tertulis pada akhir pelajaran serta respon siswa tentang proses pembelajaran itu sendiri. Peningkatan hasil belajar siswa ini berkaitan erat dengan modifikasi langkah- langkah pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa. Dalam hal ini siswa termotivasi untuk mengerahkan seluruh aktivitas mentalnya, memusatkan perhatiannya (konsentrasi), agar dapat menemukan dan mengidentifikasi hal-hal pokok/penting dari materi atau bahan ajar. Untuk selanjutnya siswa lebih mempermantap pemahamannya tentang materi dengan mengajarkan atau saling membagi antar satu dengan yang lain.

Pemahaman materi lebih ditingkatkan lagi melalui penggunaan media audio visual yang ditayangkan melalui Video/ youtube. Sehingga siswa bukan hanya sekedar menguasai secara kognitif materi keimanan kepada hari akhir, akan tetapi memberi kesan yang lebih mendalam bagi pembentukan sikap dan perilaku hidupnya sehari-hari. Untuk lebih mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) yang dikolaborasikan dengan penggunaan media audio visual sangat membutuhkan keahlian dan kepiawaian guru, baik dalam hal pengaturan efisisensi waktu, pengeloalaan kelas, maupun dalam penggunaan perangkat pendukung. Meskipun hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) yang dikolaborasikan dengan penggunaan media audio visual namun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan pada kegiatan belajar mengajar yang menunjukkan ada beberapa siswa yang hanya memperhatikan tayangan gambar tapi kurang memperhatikan narasi lisan maupun yang tertulis. Hal ini diantisipasi oleh guru dengan cara memperbesar volume suara pada speaker.

Adapun hal yang perlu diperhatikan oleh guru antara lain adalah dengan pemberian motivasi bagi siswa hendaknya dilakukan dengan tepat dan berkesinambungan. Hal ini dimaksudkan agar siswa bersemangat dan berminat untuk mengikuti kegiatan belajar, pengorganisasian dan pengelolaan waktu dilakukan seefektif dan seefisien mungkin. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak berhenti atau terfokus pada satu tahapan kegiatan saja, penggunaan media hendaknya dipersiapkan dengan matang sebelum kegiatan belajar dimulai dan memberikan penekanan khusus (intens) pada materi pokok dan yang penting dilakukan untuk lebih memantapkan pemahaman , ingatan siswa serta penerapan keimanan pada hari akhir dalam sikap hidup sehari-hari.

(6)

2184

Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

Berdasarkan pengamatan hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes tertulis 72 %. yang tuntas. Sedangkan daya serap siswa adalah 76,2 %. Di samping itu masih terdapat 7 orang siswa 28 % yang belum tuntas Sehingga dengan melihat kenyataan ini diperlukan tindakan lebih lanjut karena belum mencapai kriteria keberhasilan siswa dalam belajar. Pada siklus I terdapat beberapa kelemahan dalam proses pembelajaran. Hal ini tampak dalam hal-hal seperti siswa belum termotivasi untuk segera menyelesaikan tugas pada lembar kerja berpasangan. Ada siswa yang enggan untuk mengerjakan tugas bersama pasangannya, sehingga estimasi waktu yang telah ditetapkan oleh guru tersita untuk mengarahkan dan membimbing siswa supaya dapat bekerja bersama pasangannya. Hasil penelitian ini memberikan hasil yang berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Suharlik (2011) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran integrasi think pair share dan resiprocal teaching dan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif siswa. Husni (2013) juga membuktikan bahwa terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PKn siswa. Ketika siswa melakukan kegiatan pembelajaran, siswa akan berpikir tentang materi pelajaran. Kegiatan berpikir akan terjadi apabila siswa menyadari bahwa materi tersebut tidaklah sederhana. Jika siswa terbiasa menerima dari guru, dan jarang diajak untuk berpikir tentang suatu materi, maka mereka tidak akan terbiasa untuk melakukan kegiatan berpikir.

Bisa jadi siswa belum terbiasa untuk melakukan kegiatan berpikir, sehingga dalam model pembelajaran TPS, yakni dalam tahap thinking, siswa belum sepenuhnya melakukan kegiatan berpikir.

Kemungkinan kedua, dalam tahap pairing, siswa yang seharusnya berdiskusi untuk bertukar pikiran, saling mengisi dan saling membelajarkan, namun kenyataannya ada beberapa kelompok pasangan yang tidak melaksanakan hal tersebut. Hal ini disebabkan ada beberapa anggota kelompok yang kurang bertanggung jawab dalam kelompoknya, dan hanya menggantungkan kepada anggota kelompok yang lain. Dengan demikian, keterampilan berpikir tidak terlalu digunakan dalam model pembelajaran yang diterapkan. Kemungkinan ketiga, soal yang diberikan jumlahnya terlalu banyak sehingga siswa kekurangan waktu untuk menyelesaikannya. Atau, bisa juga karena soalnya terlalu sulit sehingga hasil belajar yang diperoleh masih rendah. Kemampuan rata-rata siswa yang rendah juga dapat mengakibatkan hasil belajar yang rendah. Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Temuan dalam penelitian ini memberikan petunjuk bahwa berpikir kritis tidak mempengaruhi model pembelajaran yang digunakan dalam meningkatkan hasil belajar. Model

(7)

e-ISSN : 2807-8632

Published by: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

2185 Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

pembelajaran yang digunakan lebih berperan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Pada model pembelajaran konvensional, kegiatan yang dilakukan yakni mencari informasi dari berbagai sumber terkait materi yang dipelajari dan permasalahan yang diberikan, dan menyajikan hasil pencariannya secara individu. Pada model ini, tahap-tahap pembelajarannya kurang mengeksplorasi keterampilan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa, sehingga siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi kurang terakomodir oleh model pembelajaran konvensional. Pada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TPS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pada kedua model tersebut terlihat bahwa siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah memberikan hasil belajar yang lebih tinggi pada kelompok TPS dibandingkan dengan kelompok konvensional. Hal ini bia dijelaskan bahwa, pada model pembelajaran TPS terdapat tahap pairing, di mana pada tahap ini siswa akan berpasangan untuk mendiskusikan apa yang telah mereka pikirkan. Ketika siswa berpasangan dan berdiskusi maka akan ada interaksi tatap muka.

Meningkatnya hasil belajar pada siswa yang mempunyai keterampilan berpikir kritis rendah yang mengikuti model pembelajaran TPS bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain: 1) siswa sudah mulai terbiasa untuk berkolaborasi antar anggota kelompok sehingga terbentuk kelompok yang efektif, 2) masing- masing siswa merasa ikut bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh, 3) siswa termotivasi untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dalam penelitian ini, diduga adanya kolaborasi inilah yang menyebabkan hasil belajar siswa pada model TPS lebih baik dibandingkan model konvensional. Berdasarkan hasil dan temuan dalam penelitian ini, hasil belajar PAI dapat ditingkatkan dengan penerapan model pembelajaran TPS. Implikasi berdasarkan temuan hasil penelitian ini adalah, pertama, penggunaan model pembelajaran think pair share dapat dipertimbangkan untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas terutama dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada kemungkinan keterampilan berpikir kritis sebagai variabel terikat. Hal ini bisa dilihat dari kenaikan hasil belajar pada siswa dengan keterampilan berpikir kritis tinggi maupun rendah pada model pembelajaran TPS. Kemungkinan model TPS yang diterapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, sehingga hasil belajar yang diperoleh pun akan meningkat. Ketiga, model pembelajaran TPS yang diterapkan dapat meningkatkan hasil belajar baik pada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi maupun rendah, dan pada siswa yang

(8)

2186

Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

memiliki keterampilan berpikir kritis rendah, hasil belajar justru meningkat signifikan pada model pembelajaran yang diterapkan. Dengan demikian, model ini sangat cocok diterapkan apabila ingin meningkatkan hasil belajar terutama pada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah. Penerapan model pembelajaran think pair share ini disertai catatan bahwa diperlukan kesiapan dan keterlibatan siswa secara aktif agar penerapan model pembelajaran ini menjadi efektif. Sebagai konsekuensinya, proses pembelajaran di sekolah memerlukan partisipasi aktif dari siswa, dan perlu pembiasaan agar siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang tercapai dan diperoleh siswa dari evaluasi tes tertulis pada akhir pembelajaran mengalami peningkatan,untuk siklus I 18 siswa (72 %) yang telah mencapai ketuntasan belajar dan masih terdapat 7 siswa (28 %) yang belum mencapai ketuntasan belajar dengan daya serap siswa mencapai 76,2 %. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 25 orang (100 %) yang mencapai ketuntasan dalam belajar dengan daya serap siswa mencapai 83,8 %, pengamatan tentang aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, 18 siswa (72 %) yang aktif dan 7 siswa (28 %) yang cukup aktif. Pada siklus kedua siswa yang aktif meningkat menjadi 25 orang (100 %).

Pengamatan tentang kegiatan belajar mengajar pada siklus I, 21 aspek (84 %) yang memperoleh kriteria baik dan 4 aspek (16 %) yang memperoleh kriteria cukup. Pada siklus kedua meningkat menjadi 24 aspek (96 %), melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan media audio visual siswa dapat mengoptimalkan kemampuan mentalnya untuk beraktivitas, belajar dalam suasana yang menyentuh qalbu serta penuh kebersamaan yang pada gilirannya membantu siswa mencapai ketuntasan belajar pada materi iman pada hari akhir. Selain itu pembelajaranpun menjadi lebih bermakna.

Daftar Pustaka

Bada & Olusegun, S. 2015. Constructivism Learning Theory: A Paradigm for Teaching and Learning. IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-JRME) Volume 5, Issue 6 Ver. I (Nov. - Dec. 2015), PP 66-70.

Bahri, Syaiful dan Aswan Zain. 2014. Strategi Belajar Mengajar,Jakarta : RinekaCipta.

(9)

e-ISSN : 2807-8632

Published by: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

2187 Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

Munir. 2010. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komnuasi, Bandung:

Alfabeta

Rusmono. 2012. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning itu Perlu : untuk meningkatkan Profesionalitas Guru. Bogor : Ghalia Indonesia

Siregar, Evelin. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor : Ghalia Indonesia Gagne.

Sudjana Nana. 2011. Definisi Hasil Belajar. Jakarta : Alfabela

Suprijono, Dalam. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta : Pustaka Belajar Hartono. 2016. Pendidikan Integratif. Purbalingga: Kaldera Institute

Surawan, 2019, "Peningkatan Prestasi Belajar PAI dengan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas VI Muhammadiyah Sumbermulyo Bantul Yogyakarta", Journal of Classroom Action Reseach, Vol. 1, No. 1

Surawan, 2019. “Pola Internalisasi Nilai Keislaman Keluarga Muhammadiyah Dan Islam Abangan”, Jurnal Hadratul Madaniyah, Vol. 4, No.2

Surawan. (2020). Dinamika Dalam Belajar : Sebuah Kajian Psikologi Penelitian. Yogyakarta : K-Media.

(10)

2188

Vol. 1 No. 1 September 2021 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pedidikan Agama Islam

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian dari latar belakang penyusunan proposal ini, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : “ Apakah bisnis surat kabar yang dikerjakan oleh

Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk meneliti secara rinci fenomena dan gejala sosial yang terjadi secara nyata dan apa adanya.Penelitian ini menggunakan

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Faktor Resiko Terjadinya Diabetic

Perbedaan yang bermakna ini dapat dilihat dari rata-rata persen penurunan kadar gula darah puasa pada kontrol negatif tidak berada dalam satu subset yang sama

K1 (konsentrasi air kelapa 20%) berpengaruh pada jumlah tunas diduga karena sitokinin, auksin dan giberelin dalam larutan mampu mendukung pertumbuhan tunas cabang

Adanya pengaruh layanan konseling individu dengan teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik ditandai dengan: (a) peserta didik sudah mampu menjalankan

Penelitian ini membuktikan bahwa perceived usefulness, perceived credibility, dan social influence memberikan pengaruh yang signifikan terhadap intensitas penggunaan layanan

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis kemasan yang digunakan, yaitu botol PET dan blister terhadap umur simpan dari kapsul buah dan sayur Freeze Dried yang