• Tidak ada hasil yang ditemukan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Buku Cerita Bergambar Lakon Wayang Asli Indonesia: studi kasus Lakon Antareja T1 692010046 BAB V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Buku Cerita Bergambar Lakon Wayang Asli Indonesia: studi kasus Lakon Antareja T1 692010046 BAB V"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

65

BAB 5

KESIMPULAN dan SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian dengan menggunakan kuisioner kepada target

audience, dapat disimpulkan bahwa perancangan Buku Cerita Bergambar Lakon

Wayang Antareja berhasil. Target tertarik dengan buku yang disajikan dan

menjadi tahu tentang cerita Antareja. Action figure yang terdapat dalam produk ini

juga semakin menambah minat target. Selain itu dengan adanya perancagan ini

secara tidak langsung ikut berpartisipasi memperkenalkan cerita-cerita wayang

kepada masyarakat terutama remaja.

5.2 Saran

Saran yang didapat untuk perancangan ini sebagai bentuk pengembangan

lebih lanjut adalah kedepannya media yang digunakan tidak hanya lewat buku

tetapi media lainnya juga dan juga kedepannya lakon-lakon lainnya dapat juga

Referensi

Dokumen terkait

Buku ini nantinya juga dapat digunakan menjadi salah satu media promosi bagi pengrajin batik Salatiga untuk memperkenalkan batik Salatiga pada masyarakat di dalam

6.1.2 Lakon wayang kulit “Petruk Dadi Ratu” merupakan lakon carangan carangan yang dibawakan sesuai dengan ideologi seorang dalang dalam membawakan pagelaran

Di samping fungsi buku sebagai media komunikasi massa, buku juga memiliki nilai untuk mendorong budaya yang kuat, di antaranya buku adalah tempat penyimpanan budaya yang

Membuat buku cerita bergambar yang berisi informasi tentang sejarah dan keunikan Drumblek untuk media komunikasi massa yang lebih menarik.

Pembuatan tugas akhir ini bertujuan membuat sebuah buku cerita bergambar tentang sejarah dan keunikan Drumblek sebagai media komunikasi massa untuk menambah sumber

Media buku pop up cerita bergambar karena dinilai lebih tepat digunakan sebagai media pembelajaran pendidikan multikultural dasar untuk anak usia dini “6-8” dibandingan

Persamaan dengan penelitian ini adalah penggunaan media yaitu buku cerita bergambar yang mengangkat sejarah cerita lokal, sedangkan perbedaannya penelitian ini yang lebih fokus pada

Hasil dari perancangan media untuk mengenalkan Wayang Landung akan diterapkan dalam dua kelompok media, yaitu media utama adalah dalam bentuk buku cerita ilustrasi yang