• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MODEL KOREOGRAFI ANAK UNTUK PEMBELAJARAN TARI DI SEKOLAH DASAR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN MODEL KOREOGRAFI ANAK UNTUK PEMBELAJARAN TARI DI SEKOLAH DASAR."

Copied!
134
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Hafida Kholifatul Janah
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Seni Tari
  • Topik: Pengembangan Model Koreografi Anak untuk Pembelajaran Tari di Sekolah Dasar
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang pentingnya pengembangan model koreografi anak untuk pembelajaran tari di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya tari yang sesuai dengan karakteristik anak dan lingkungan mereka. Dengan memahami perkembangan anak, penata tari dapat menciptakan karya yang relevan dan bermanfaat bagi pembelajaran seni tari. Penelitian ini juga merumuskan masalah, tujuan, dan manfaat yang diharapkan dari pengembangan model ini.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menguraikan tantangan dalam pembelajaran seni tari di sekolah dasar, termasuk ketidakcocokan materi dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan koreografi yang sesuai dengan karakteristik dan minat anak, serta lingkungan mereka, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfokus pada bagaimana prosedur pengembangan dan bentuk koreografi anak untuk pembelajaran tari di sekolah dasar dapat diimplementasikan. Ini menjadi panduan utama dalam penelitian untuk mengeksplorasi dan mengembangkan model yang efektif.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan model koreografi anak yang sesuai untuk pembelajaran tari di sekolah dasar. Dengan model ini, diharapkan pembelajaran seni tari dapat dilakukan dengan lebih efektif dan menyenangkan bagi anak-anak.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini meliputi kontribusi teoritis bagi pengembangan pembelajaran seni tari dan manfaat praktis bagi guru, siswa, dan pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif materi pembelajaran yang kreatif dan relevan.

1.5. Batasan Istilah

Batasan istilah menjelaskan definisi penting seperti koreografi anak, anak sekolah dasar, dan model yang digunakan dalam penelitian. Ini penting untuk memahami konteks dan fokus penelitian.

II. KAJIAN TEORI

Kajian teori membahas berbagai aspek penting dalam pembelajaran seni tari di sekolah dasar, termasuk tujuan, materi, proses, dan alokasi waktu. Teori-teori ini memberikan dasar bagi pengembangan model koreografi anak yang sesuai dengan kurikulum dan karakteristik siswa.

2.1. Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Dasar

Pembelajaran seni tari di sekolah dasar harus dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Hal ini mencakup pemilihan materi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak, serta proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

2.2. Koreografi Anak

Koreografi anak adalah karya tari yang diciptakan khusus untuk anak, mengacu pada karakteristik usia dan lingkungan mereka. Proses pembuatan koreografi melibatkan penelitian dan pemahaman tentang gerakan yang sesuai dengan kemampuan anak.

2.3. Karakteristik Anak Sekolah Dasar

Karakteristik anak sekolah dasar mencakup aspek fisik, sosial, dan kognitif yang mempengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi dengan seni tari. Memahami karakteristik ini sangat penting dalam merancang pembelajaran yang efektif.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) untuk mengembangkan model koreografi anak. Prosedur pengembangan mengikuti langkah-langkah yang sistematis untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi kriteria kelayakan.

3.1. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan mencakup penelitian awal, perencanaan, pengembangan format produk, uji coba, revisi, dan produk akhir. Setiap langkah dirancang untuk memastikan bahwa model yang dihasilkan efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

3.2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan angket untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang kebutuhan dan karakteristik siswa. Data ini penting untuk menginformasikan proses pengembangan model koreografi.

3.3. Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengevaluasi keefektifan model yang dikembangkan. Hasil analisis digunakan untuk melakukan revisi dan perbaikan pada model koreografi yang dihasilkan.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model koreografi anak yang dikembangkan dapat diterima dan diaplikasikan dalam pembelajaran tari di sekolah dasar. Proses pengembangan yang sistematis menghasilkan produk yang layak dan efektif untuk siswa.

4.1. Proses Pengembangan

Proses pengembangan meliputi beberapa tahap, dari penelitian awal hingga produk akhir. Setiap tahap dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa model yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

4.2. Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model koreografi anak dapat diterima oleh siswa dan guru. Pembahasan mencakup analisis tentang bagaimana model ini dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa dalam seni tari.

4.3. Kelemahan Produk

Meskipun model yang dikembangkan menunjukkan hasil yang positif, terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan dalam variasi gerakan dan kebutuhan untuk pelatihan lebih lanjut bagi guru.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembelajaran seni tari di sekolah dasar.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan menyatakan bahwa pengembangan model koreografi anak memberikan dampak positif terhadap pembelajaran tari di sekolah dasar. Model ini sesuai dengan karakteristik anak dan dapat meningkatkan minat serta keterampilan mereka dalam seni tari.

5.2. Saran

Saran diberikan untuk guru dan peneliti selanjutnya agar terus mengembangkan dan mengeksplorasi model pembelajaran yang inovatif dalam seni tari, serta melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas model yang diterapkan.

Referensi Dokumen

  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni
  • Bapak Kusnadi, M.Pd
  • Ibu Ni Nyoman Seriati, M.Hum
  • Pemerintah Kabupaten Sleman
  • SD Negeri Cebongan

Gambar

Tabel 1. Daftar tema kelas IV, V, VI
Tabel 2. Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
Tabel 3. Struktur kurikulum SD/MI
Gambar 1: Skema komposisi awal.
+7

Referensi

Dokumen terkait

tradisional di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan pola lantai  Membandingkan bentuk penyajian gerak tari. tradisional tempat tinggal siswa dengan

tari(unsur tenaga, ruang, dan waktu). Penjelajahan berdasarkan ide atau isi gerak, hal ini ditujukan untuk membantu individu dalam menghayati gerak secara langsung,

 Membandingkan gerak tari di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan fungsi, simbol, jenis, dan nilai estetis  Membandingkan bentuk. penyajian

 Membandingkan gerak dasar tari di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan fungsi, simbol, jenis, dan nilai estetis.  Membandingkan bentuk penyajian

Kenyataan ini tampaknya sesuai dengan pendapat Burton (dalam Kraus 1977) bahwa proses pembelajaran tari menekankan pada kesadaran tubuh dan diri siswa, penguasaan

Bagian dasar dari berlian mewakili usia paling dini dari anak yang diperkenalkan pada tema-tema keterampilan dan konsep gerak. Fokus

ekstrakurikuler tari. Pembelajaran ini dimaksud agar siswa paham dengan materi yang dipelajari dan dapat mengkreativitaskan ragam gerak yang diberikan menjadi 1 tarian utuh

Guru menyediakan media audio-visual sebagai pelengkap dalam berlatih gerak tari, peneliti membuka pelajaran diawali dengan doa dan absensi siswa, peneliti bertindak sebagai guru bidang