• Tidak ada hasil yang ditemukan

JPPD: Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JPPD: Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

JPPD: Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar | p-ISSN 2337-4543 | e-ISSN 2776-2467 Vol. 9 No.1, Juni 2022 | Hal 28-32

Roni Rodiyana,Wina Dwi Puspitasari, Ari Yanto: Media Flashcard Untuk Optimalisasi Hasil Belajar 28

JPPD: Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar

Available online https://ejournal.upi.edu/index.php/ppd/index

MEDIA FLASHCARD UNTUK OPTIMALISASI HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR

Roni Rodiyana1, Wina Dwi Puspitasari2, Ari Yanto3 Universitas Majalengka, Indonesia

e-mail: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected] Sejarah Artikel

Diterima 06/06/2022 Disetujui 26/06/2022 Diterbitkan 30/06/2022

ABSTRACT

In their intellectual development, elementary school students are at the stage of concrete thinking. Everything the teacher conveys must be realistic and can develop all the abilities that exist in the child, forming an attitude of developing various student abilities, especially the ability to live in the midst of society in dealing with social problems so that they can be responsible and independent. The method in searching for article data sources is carried out through the e-resources database of National Library of Indonesia, PMC, Ebsco, ProQuest and Google scholar (2015-2021) to retrieve relevant articles published in English and Indonesian. Based on the results of the literature review, there needs to be a solution, namely by using flashcard image media, image media is a medium that can generate motivation and stimulation in learning besides that media is also a means to convey messages to be conveyed into visual communication symbols. In particular, graphics also function to attract attention, clarify the presentation of ideas, illustrate or decorate facts that will be quickly forgotten or ignored if they are not graphic. Flashcards are very suitable for practicing speaking skills spontaneously by using certain sentence patterns so that learning objectives will be achieved optimally, especially in student learning outcomes

Keywords: Learning Outcomes, Flashcard Media

ABSTRAK

Dalam perkembangan intelektualnya siswa sekolah dasar berada pada tahap berpikir konkrit.

Semua yang guru sampaikan harus realistis dan dapat mengembangkan segala kemampuan yang ada pada diri anak, membentuk sikap pengembangan berbagai kemampuan siswa, khususnya kemampuan untuk hidup ditengah-tengah masyarakat dalam menangani masalah- masalah sosial agar dapat bertanggung jawab dan mandiri. Metode dalam pencarian sumber data artikel dilakukan melalui database e-resources Perpusnas, PMC, Ebsco, ProQuest dan Google scholar (2015-2021) untuk mengambil artikel yang relevan yang diterbitkan dalam Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil literature review perlu adanya solusi yaitu dengan menggunakan media gambar flashcard, media gambar merupakan media yang dapat membangkitan motivasi dan rangsangan dalam pembelajaran selain itu media juga merupakan sarana untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan kedalam simbol- simbol komunikasi Visual. Secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang akan cepat dilupakan

(2)

Penulis 1, Penulis 2: [Judul Singkat] 29 atau diabaikan bila tidak di grafiskan. Flashcard sangat cocok untuk melatih keterampilan

berbicara secara spontan dengan menggunakan pola-pola kalimat tertentu sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal khususnya dalam hasil belajar siswa.

Kata kunci: Hasil Belajar, Media Flashcard

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditunda- tunda lagi oleh setiap manusia untuk meningkatkan tarap hidup sepanjang masa. Oleh karena itu, maka setiap manusia harus memperoleh pendidikan secara berjenjang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Peranan pendidikan sangat penting dalam proses peningkatan kemampuan dan daya saing suatu bangsa dimata dunia. Pendidikan dapat dikatakan sebagai kunci keberhasilan suatu negara, dan kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemajuan pendidiknnya. Melalui pendidikan, suatu bangsa dapat berdiri dengan mandiri, kuat dan berdaya saing tinggi dengan cara membentuk generasi muda yang bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berkarakter, cerdas, serta memiliki keterampilan. Hal tersebut sejalan dengan Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Pasal 1 ayat 1 yang menjelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Siswa sekolah dasar mempunyai tahap perkembangan kognitif yang berbeda dari siswa sekolah pada jenjang berikutnya. Dalam perkembangan intelektualnya siswa sekolah dasar berada pada tahap berfikir konkrit,

semua yang guru sampaikan harus mereka buktikan sendiri dengan mata mereka, salah satunya pembelajaran IPS, pembelajaran IPS adalah cabang dari ilmu-ilmu sosial yang mengkaji berbagai ilmu sosial yang mencakup kehidupan sosial dan humaniora, yaitu : sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Yang dijadikan sebagai bahan baku bagi pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.

Berdasarkan hasil observasi peneliti di Sekolah Dasar Negri Cikasarung di kelas IV yang dijadikan sampel dan observasi pendahuluan sebelum dalam menggunakan pembelajaran tematik kurangnya keaktifan siswa ketika mengikuti proses pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan Kurangnya kreatifitas guru dalam menyampaikan materi pelajaran, dan pengelolaan kelas terutama pembelajaran IPS masih dilakukan dengan metode yang tidak bervariasi dan guru masih jarang menggunakan media pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran kurang efektif. serta nilai KKM yang masih dibawah rata-rata. Hal ini dibuktikan dengan nilai mata pelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN Garawastu I pada ujian akhir semester I. Walaupun nilai KKM yang telah di tetapkan guru yaitu

≥75 , dari 33 siswa hanya 10 orang saja yang sudah tuntas, dengan ketuntasan 30,30%. Sedangkan yang belum mencapai KKM nya yaitu 23 orang dengan presentase 60.70%.

Guru sebagai pemberi pesan dalam proses komunikasi harus mampu mengajar, memotivasi, dan merangsang peserta didik untuk dapat menerima

(3)

Roni Rodiyana, Wina Dwi Puspitasari, Ari Yanto: Media Flashcard Untuk Optimalisasi Hasil Belajar 30

informasi berupa materi pembelajaran dengan baik, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru sebagai fasilitator dan motifator bagi peserta didik tidak hanya mengajar dengan menonton, tetapi bervariasi dalam metode, strategi, pendekatan maupun media pembelajaran. Salah satu hal yang harus dikuasi guru dalam pembelajaran adalah penggunaan media, karena dengan adanya media suasana belajar akan lebih menarik dan peserta didik termotivasi dalam belajar.

Hamalik (dalam Azhar,2006) menegaskan bahwa : “penggunaan media dalam membangkitkan keinginan dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam pembelajaran, serta dapat mempertinggi hasil belajar peserta didik”.

Media adalah suatu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari seorang komunikator kepada komunikan. Media berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Selain berfungsi secara umum tersebut, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak di grafiskan. Selain sederhana dan mudah pembuatannya media gambar termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya banyak jenis media grafis, salah satunya yaitu media gambar/foto berbentu flashcard.

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian literatur.

Kajian literature adalah bahan bacaan atau dasar yang bisa dijadikan rujukan dalam sebuah penulisan karya ilmiah yang relevan dengan topik tertentu.

Menurut Marzali, A. (2016:27) kajian literature adalah satu penelusuran dan penelitian kepustakaan dengan mebaca berbagai buku, jurnal, dan terbitan- terbitan lain yang berkaitan dengan topik penelitian, untuk menghasilkan satu tulisan berkenaan dengan satu topik atau isyu tertentu.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Ilmu pengetahuan sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial dan humaniora, yaitu sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, hukum, dan budaya. Ilmu pengetahuan sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang- cabang sosial diatas.

Menurut zuraik dalam djahiri (1984), menyatakan bahwa :“hakikat ips adalah harapan untuk mampu membina suatu masyarakat yang baik di mana para anggotanya benar-benar berkembang sebagai insan sosial yang rasional dan penuh tanggung jawab, sehingga oleh karenanya diciptakan nilai-nilai. Hakikat ips diseolah dasar memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan sebagai media pelatihan pengetahuan dasar dan keterampilan sebagai media pelatihan bagi siswa sebagai warga negara sedini mungkin”.

Menurut Gunawan (2016 : 17) menyatakan bahwa : “Hakikat IPS adalah telaah tentang manusia dan dunianya.

Manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama dengan sesamanya.

Dengan kemajuan teknologi pula sekarang ini orang dapat berkomunikasi dengan cepat dimanapun mereka berada melalui handphone dan internet.

Kemajuan iptek menyebabkan cepatnya

(4)

31 JPPD: Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 1, Juni 2022 komuniksi antara orang satu dengan

lainnya, antara negara satu dengan negara lainnya. Dengan demikian arus komunikasi akan semakin cepat pula mengalirnya. Oleh karena itu diyakini bahwa orang menguasai informasi itulah yang menguasai dunia”.

Maka dapat disimpulkan menurut peneliti bahwa hakikat IPS adalah mata pelajaran yang mengintegrasikan tentang kehidupan sosial dari bahan realita kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. karena pada dasarnya manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terpisahkan dengan manusia yang lainnya. Selain itu seiring dengan perkembangan zaman di era globalisasi ini manusia akan lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan adanya alat-alat komunikasi melalui handphone dan akses internet lainnya yang dapat mempererat tali silaturahmi serta dapat menguasi dunia dengan informasi-informasi yang bermaaf dan baru ditemukan melalui akses internet.

Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan proses dalam diri individu yang berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya.

Perubahan itu diperoleh melalui usaha (bukan karena kematangan), menetap dalam waktu yang relatif lama dan merupakan hasil pengalaman baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar.

Nawawi (susanto, 5:2013) yang diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu’

Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah

kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap. Dalam kegiatan pembelajaran atau kegiatan intruksional, biasanya guru menetapkan tujuan belajar. Anak yang berhasil dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional.

Media Gambar Flashcard

Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran, media merupakan perantara antara guru dengan peserta didik yang menyangkut software dan hardware yang dapat digunakan untuk menyampaikan isi materi ajar dari sumber belajar ke pelajar (individu atau kelompok), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa Menurut azhar (2006) mengatakan bahwa “media visual berupa diagram,peta,grafik dan gambar”.

Media gambar adalah salah satu cara yang paling efektif digunakan untuk menstimulasi anak dalam aspek berbicara. Diantara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai salah satunya yaitu media flashcard.

Media flashcard adalah alat peraga yang terbuat dari koran dan gambar- gambar, kata-kata yang menarik yang berbentuk kartu berukuran besar yang bertujuan agar siswa dapat mudah untuk memahami isi pesan yang terdapat pada gambar dan tulisan tersebut dengan baik (Ulin Nuha 2016 :290). Langkah-langkah penggunaan media flashcard Guru harus sudah siap dan menguasai materi yang akan disampaikan dan memiliki keterampilan untuk menggunakan media flashcard.

(5)

Roni Rodiyana, Wina Dwi Puspitasari, Ari Yanto: Media Flashcard Untuk Optimalisasi Hasil Belajar 32

1)Sebelum mulai pelajaran pastikan media flashcard cukup jumlahnya sesuai urutan dan susunan serta tentukan pula butuh atau tidaknya media lain.2) Mempersiapkan tempat hal ini berkaitan dengan posisi guru sebagai penyampai pesan pembelajaran agar posisinya sesuai dengan kondisi siswa yang menyimaknya. 3) Mengondidikan siswa dan penempatan siswa juga harus diatur sedemikian rupa sehingga menunjang proses pembelajaran menggunakan media flashcard. 4) Kartu- kartu yang sudah disusun dipegang setinggi dada dan menghadap ke siswa.

5) Cabut satu persatu kartu tersebut setelah guru selesai menerangkan Berikan kartu-kartu yang telah diterangkan kepada siswa yang duduk di dekat guru, mintalah siswa itu untuk memahami kartu tersebut lalu teruskan kepada siswa yang lain hingga semua siswa kebagian.

KESIMPULAN

IPS adalah cabang dari ilmu-ilmu sosial yang mengkaji berbagai ilmu sosial yang mencakup kehidupan social dan humaniora, yaitu: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Yang dijadikan sebagai bahan baku bagi pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah.

Media flashcard Media flashcard adalah alat peraga yang terbuat dari koran dan gambar- gambar, kata-kata yang menarik yang berbentuk kartu berukuran besar yang bertujuan agar siswa dapat mudah untuk memahami isi pesan yang terdapat pada gambar dan tulisan tersebut dengan baik (Ulin Nuha 2016 :290).

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, dkk. (2016). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara Azhar, A. (2006). Media

pembelajaran Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Depdiknas, (2003). Undang-undang RI NO.20 Tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional Jakarta:

Depdiknas

Susanto, A (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta: Kencana

Yuswanti (2014). Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di Kelas IV SD PT. Lestari Tani Teladan (LTI) kabupaten Donggala. 03, (04).

Hlm. 192-194

Referensi

Dokumen terkait

Bagi pelamar yang berusia Iebih dan 35 (tiga puluh lima) tahun dan setinggi-tingginya 40 (empat puluh) tahun pada tanggal 1 Januari 2010 tahun yang bekerja pada pelayanan

as the mechanisms of resolving conflicts in the form of conflict resolution models in the society which relies on the local 296. wisdom. This study found that the local

[r]

Berikan contoh ilmu Fardhu Ain dan Ilmu Fardhu Kifayah yang terdapat di dalam peta di atasi. (2

[r]

Pada dasarnya perencanaan karir terdiri atas dua elemen utama yaitu perencanaan karir individual (individual career planning) dan perencanaan karir organisasional (organizational

Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah secara parsial persepsi gender, pengalaman mengajar, tingkat pendidikan dan prestasi belajar memiliki pengaruh

Perusahaan dengan tingkat hutang yang tinggi akan mempengaruhi besar kecilnya laba bagi perusahaan, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya