SCINTIFIC INQUIRY
Agung Cahya Karyadi, S.Pd., M.Pd
SCINTIFIC INQUIRY
• Tugas ====
• Mahasiswa membaca semua materi PPT dibawah ini
• Tugas Mahasiswa dapat mendefinisi pengertian definisi scintific inquiry
berdasarkan pengertian urgensi dan lingkup
konsep scintific inquiry.
URGENSI SCIENTIFIC INQUIRY
LINGKUP KONSEP
SCIENTIFIC INQUIRY
URGENSI SCIENTIFIC INQUIRY
PERCOBAAN SEDERHANA
melatih anak melakukan penelitian sederhana dan menghubungkan sebab akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berpikir logis.
mengembangkan kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah melalui suatu kegiatan ilmiah.
membantu siswa mengidentifikasi konsep atau metode pemecahan masalah
mendesain cara mengatasi masalah.
URGENSI SCIENTIFIC INQUIRY
PENTING untuk dikembangkan karena memungkinkan orang yang belajar dan
membelajarkannya dapat mengembangkan dan
menggunakan berpikir tingkat tinggi dalam pemecahan
masalah, mengembangkan berpikir kritis yang tertanam
dalam berbagai proses berbagai
ilmu.
LINGKUP KONSEP SCIENTIFIC INQUIRY
1. Menjawab pertanyaan tentang objek, organisme, dan peristiwa yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.
2. Menelaah informasi dari berbagai sumber.
3. Merencanakan, mengeskplorasi dan menginvestigasi hasil.
4. Menggunakan perlengkapan dan alat sederhana untuk mengamati, mengumpulkan dan melaporkan data.
5. Menggunakan pengamatan dan pengumpulan data untuk menyusun suatu alasan atau penjelasan yang dapat diterima akal.
6. Mengkomunikasikan kegiatan eksplorasi, penjelajahan
dan penjelasan ilmiah melalui pembicaraan, gambar atau
tulisan.
DEFINISI SCIENTIFIC INQUIRY
CARA BERPIKIR SAINTIS ANAK TUJUAN PEMBELAJARAN
SCIENTIFIC INQUIRY
KELEBIHAN & KELEMAHAN
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
SCIENTIFIC INQUIRY
Rangkaian kegiatan pembelajaran yang
menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri
jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan anak.
Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein, berarti saya menemukan.
CARA BERPIKIR ANAK TK (USIA 5 – 6 TAHUN
TRANSDUKTIF
KONKRET
3 – 5 TAHUN
HUBUNGAN SEBAB- AKIBAT BERSIFAT “AJAIB"
5 – 6 TAHUN
HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT PRECAUSAL REASONING
MOTIVASI FINALISME FENOMENISME
MORALISME ARTIFISIALISME
ANIMISME DINAMISME
1) Pembelajaran inquiry berpusat pada anak ( student centered) .
2) Pembelajaran inquiry dapat memberikan pengalaman langsung kepada anak ( direct experiences ).
3) Pembelajaran inquiry menciptakan kegiatan yang dapat mengoptimalkan semua pemikiran anak.
4) Pembelajran inquiry menyajikan konsep konsep dari berbagai bidang pengemabangan dalam suatu proses pembelajaran.
5) Pembelajaran inquiry bersifat luwes (fleksibel).
6) Hasil pembelajaran yang akan dicapai adalah agar setiap aspek pengembangan dapat berkembangan sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
TUJUAN PEMBELAJARAN
SCIENTIFIC INQUIRY
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN SCIENTIFIC INQUIRY
PERENCANAAN
PELAKSANAAN
P E R
E N C A N A A N
1
• Tentukan jenis kegiatan sesuai dengan tema2
• Tentukan pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan untuk merangsang anak melakukan investigasi terfokus
3
• Tentukan jenis tantangannya.4
• Tuangkan rencana kegiatan tersebut kedalam RKHP E L A K S A N A A N
BERMAIN
INVESTIGASI
SEBAB-AKIBAT
TANTANGAN
KELEBIHAN
1) Perkembangan cara berpikir ilmiah, seperti menggali pertanyaan, mencari jawaban,
dan mengumpulkan/memproses
keterangan dengan inquiry approach dapat dikembangkan seluas-luasnya.
2) Dapat melatih siswa untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat
mengembangkan pendidikan demokrasi.
KELEMAHAN
1) Belajar mengajar dengan inquiry approach memerlukan kecerdasan siswa yang tinggi.
Bila siswa kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.
2) Inquiry approach kurang cocok pada siswa yang usianya terlalu muda, misalnya
Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, dan 3.
IMPLIKASI PENGEMBANGAN KONSEP SCIENTIFIC INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN AUD
TEMA
KONSEP SAINS TUJUAN
MEDIA & SUMBER BELAJAR
METODE
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN