5
LANDASAN TEORI
2.1 Aplikasi
Program yang dibuat oleh pemakai yang ditujukan untuk melakukan suatu tugas khusus (Kadir, 2002).
Aplikasi biasa dikelompokkan menjadi 2 yaitu (Kadir, 2002) :
1. Program aplikasi serbaguna adalah program aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai untuk melaksanakan hal-hal yang bersifat umum (misalnya untuk membuat dokumen atau untuk mengirim surat secara elektrolis) serta untuk mengoptimasikan tugas-tugas individual yang bersifat berulang (misalnya untuk melakukan perhitungan-perhitungan yang bersifat rutin). Termasuk dalam kategori ini antara lain adalah DBMS sederhana, Web browser, surat elektrolis, pengolah kata (word processor), lembar kerja (spreadsheet), dan program presentasi. Program aplikasi
serbaguna seringkali disebut perangkat lunak pemakai akhir (end-user software).
2. Program aplikasi spesifik adalah program yang ditujukan untuk menangani hal-hal yang sangat spesifik. Misalnya, program yang ditujukan untuk menangani hal-hal yang spesifik. Misalnya, program pada sistem POS (point of sale) dan ATM.
Termasuk dalam kategori ini adalah program yang disebut sebagai paket aplikasi atau perangkat lunak paket. Contohnya : Deac Easy Accounting (DEA) yang dipakai untuk menangani masalah akuntansi. Untuk mengembangkan program aplikasi dibutuhkan sebuah bahasa pemrograman yaitu language software yang dapat berbentuk assembler, compiler, atau interpreter language software berfungsi untuk
menulis program dengan bahasa lebih mudah dan akan menterjemahkan ke dalam bahasa mesin supaya bisa dimengerti oleh komputer.
2.2 Sistem
Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, tetapi meskipun istilah sistem yang digunakan bervariasi, semua sistem pada bidang-bidang tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi antara elemen dengan lingkungannya, dan yang terpenting adalah sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai.
Berdasarkan persyaratan ini, sistem dapat didefinisikan sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan elemen terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut. Elemen sistem disamping berhubungan satu sama lain, juga berhubungan dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Jogianto, 1995).
Terdapat beberapa definisi sistem yaitu :
1. Menurut Gordon B. Davis (1984) sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.
2. Raymond Mcleod (2001) sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
2.3 Kecerdasan Buatan
Artificial intelligence atau kecerdasan buatan merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaiknya yang dilakukan oleh manusia (Kusumadewi, 2003). Agar komputer bisa
bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan, dan mempunyai kemampuan untuk menalar.
2.4 Sistem Pakar
Sistem Pakar merupakan salah satu cabang ilmu dalam bidang teknologi kecerdasan buatan yang memainkan peranan penting dalam era perkembangan teknologi perkomputeran yang berasaskan pengetahuan. Sistem ini telah lama dipraktekan dan dikomersilkan secara luas.
Secara umum sistem pakar (Expert System) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke dalam komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. (Kusumadewi, 2003).
Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat dalam bentuk Rule-based systems, yang mana pengetahuan disimpan dalam bentuk aturan-aturan. Aturan tersebut biasanya berbentuk if-then (Kusumadewi, 2003).
2.4.1 Keuntungan Sistem Pakar
Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain (Kusumadewi, 2003):
1. Memungkinkan orang awam bias mengerjakan pekerjaan para ahli.
2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
4. Meningkatkan output dan produktivitas.
5. Meningkatkan kualitas.
6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar ( terutama yang termasuk keahlian langka ).
7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
9. Memiliki reliabilitas.
10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
2.4.2 Kelemahan Sistem Pakar.
Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain (Kusumadewi, 2003):
1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar di bidangnya.
3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.
2.4.3 Ciri-Ciri Sistem Pakar.
Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut (Kusumadewi, 2003)
1. Memiliki fasilitas informasi yang handal.
2. Mudah dimodifikasi.
3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
4. Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
2.4.4 Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) (Turban, 1995). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.
Komponen-komponen sistem pakar dalam dua bagian tersebut dapat dilihat pada gambar 2.1
Gambar 2.1 Arsitektur sistem pakar
Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah seperti yang terdapat pada Gambar 2.1, yaitu User Interface (antarmuka pengguna), basis pengetahuan,
akuisisi pengetahuan, mesin inference, workplace, fasilitas penjelasan, perbaikan pengetahuan.
2.4.5 Komponen Sistem Pakar
Sebuah program yang difungsikan untuk menirukan seorang pakar manusia harus bisa melakukan hal-hal yang dapat dikerjakan seorang pakar. Untuk membangun sistem seperti itu maka komponen-komponen dasar yang harus dimilikinya paling sedikit adalah sebagai berikut (Turban, 1995) :
1. Antar muka pemakai (User Interface) 2. Basis pengetahuan (Knowledge Base) 3. Mesin inferensi
Sedangkan untuk menjadikan sistem pakar menjadi lebih menyerupai seorang pakar yang berinteraksi dengan pemakai, maka dapat dilengkapi dengan fasilitas berikut :
1. Fasilitas penjelasan (Explanation)
2. Fasilitas Akuisisi pengetahuan (Knowledge acquisition facility) 3. Fasilitas swa-pelatihan (self-training)
2.4.5.1 Antarmuka Pengguna (User Interface)
User Interface merupakan mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem
pakar untuk berkomunikasi. Antarmuka menerima informasi dari pemakai dan mengubahnya ke dalam bentuk yang dapat diterima oleh sistem. Selain itu antarmuka menerima informasi dari sistem dan menyajikannya ke dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemakai.
2.4.5.2 Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam penyelesaian masalah, tentu saja dalam domain tertentu. Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu:
a. Penalaran Berbasis Aturan (Rule-Based Reasoning)
Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu masalah tertentu, dan si pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan. Disamping itu, bentuk ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah-langkah) pencapaian solusi.
b. Penalaran Berbasis Kasus (Case-Based Reasoning)
Pada penalaran berbasis kasus ini,basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang tejadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama (mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunakan apabila kita telah memilki sejumlah situasi atau kasus tertentu dalam basis pengetahuan.
2.4.5.3 Mesin Inferensi
Komponen ini mengandung mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan oleh pakar dalam menyelesaikan suatu masalah. Metode inferensi adalah program komputer yang memberikan metedologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam
basis pengetahuan dan dalam workplace, dan untuk memformulasikan kesimpulan (Turban, 1995).
Kebanyakan sistem pakar berbasis aturan menggunakan strategi inferensi yang dinamakan modus ponen. Berdasarkan strategi ini, jika terdapat aturan “IF A THEN B”, dan jika diketahui bahwa A benar, maka dapat disimpulkan bahwa B juga benar. Strategi inferensi modus ponen dinyatakan dalam bentuk:
[A And (A→B)] →B
dengan A dan A→B adalah proposisi-proposisi dalam basis pengetahuan.
Terdapat dua pendekatan untuk mengontrol inferensi dalam sistem pakar berbasis aturan, yaitu pelacakan ke belakang (Backward chaining) dan pelacakan ke depan (forward chaining).
a. Pelacakan ke Belakang (Backward chaining)
Pelacakan ke belakang adalah pendekatan yang dimotori oleh tujuan (goal-driven).
Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari aturan yang memiliki tujuan tersebut untuk kesimpulannya. Selanjutnya proses pelacakan menggunakan premis untuk aturan tersebut sebagai tujuan baru dan mencari aturan lain dengan tujuan baru sebagai kesimpulannya. Proses berlanjut sampai semua kemungkinan ditemukan. Gambar 2.2 menunjukan proses backward chaining.
Gambar 2.2. Proses backward chaining
b. Pelacakan ke Depan (forward chaining)
Pelacakan kedepan adalah pendekatan yang dimotori data (data-driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan, mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN. Gambar 2.3 menunjukkan proses forward chaining.
Gambar 2.3 Proses forward chaining 2.5 Faktor Kepastian (Certainty Factor)
Faktor kepastian merupakan cara dari penggabungan kepercayaan dan ketidakpercayaan dalam bilangan yang tunggal. Dalam teori kepastian, data-data kualitatif direpresentasikan sebagai derajat kepastian (degree of belief). Dalam mengekspresikan derajat keyakinan, teori kepastian menggunakan suatu nilai yang disebut Certainty Factor (CF) untuk mengasumsikan derajat keyakinan seorang pakar terhadap suatu data. Certainty Factor (CF) menunjukkan ukuran kepastian terhadap suatu fakta atau aturan. Notasi Faktor
Kepastian:
CF[h,e] = MB[h,e] - MD[h,e]
Keterangan:
CF[h,e] : faktor kepastian.
MB[h,e] : Measure of Belief (Tingkat Kepercayaan),ukuran kepercayaan terhadap hipotesis h, jika diberikan evidence (fakta) e (antara 0 dan 1).
MD[h,e] : Measure of Disbelief (Tingkat Ketidakpercayaan),ukuran ketidakpercayaan terhadap hipotesis h, jika diberikan evidence (fakta) e (antara 0 dan 1).
Ada 3 hal yang mungkin terjadi dengan menggunakan Certainty Factor seperti pada gambar 2.4.
Gambar 2.4 Kombinasi Aturan Ketidakpastian
1. Beberapa evidence dikombinasikan untuk menentukan CF dari suatu hipotesis (gambar 2.4a). Jika e dan 1 e adalah observasi, maka: 2
MBh e MBh e MBh e lainnya e e h e MD
e h
MB [ , ] [ , ].(1 [ , ])
1 ] ,
[ ] 0
, [
1 2
1
2 1 2
1
MDh e MDh e MDh e lainnya e e h e MB
e h
MD [ , ] [ , ].(1 [ , ])
1 ] ,
[ ] 0
, [
1 2
1
2 1 2
1
Contoh:
Andaikan suatu observasi memberikan kepercayaan terhadap h dengan MB[h,e1] = 0,3 dan MD[h,e1] = 0
Sehingga CF [h,e1] = 0,3-0= 0,3
Jika ada observasi baru dengan MB[h,e2]=0,2 dan MD[h,e2]=0, maka:
MB[h,e1^e2] = 0,3+0,2 * (1-0,3) = 0,44
MD[h,e1^e2] = 0
CF[h,e1^e2] = 0,44-0= 0,44
2. CF dihitung dari kombinasi beberapa hipotesis (gambar 2.4b). Jika h dan 1 h 2 adalah hipotesis, maka:
]) , [ ], , [ min(
] ,
[h1 h2 e MBh1 e MBh2 e
MB
]) , [ ], , [ max(
] ,
[h1 h2 e MBh1 e MBh2 e
MB
]) , [ ], , [ min(
] ,
[h1 h2 e MDh1 e MDh2 e
MD
]) , [ ], , [ max(
] ,
[h1 h2 e MDh1 e MDh2 e
MD
Contoh :
Andaikan suatu observasi memberikan kepercayaan terhadap h1 dengan MB[h1,e]= 0,5 dan MD[h1,e]= 0,2 maka:
CF[h1,e] = 0,5-0,2 = 0,3
Jika observasi tersebut juga memberikan kepercayaan terhadap h2 dengan MB[h2,e] = 0,8 dan MD[h2,e] = 0,1 maka:
CF[h2,e] = 0,8-0,1 = 0,7
Untuk mencari CF[h1^h2,e] dapat diperoleh:
MB[h1^h2,e] = min(0,5;0,8) = 0,5
MD[h1^h2,e] = min(0,2;0,1) = 0,1 CF[h1^h2,e] = 0,5-0,1 = 0,4
Untuk mencari CF[h1˅h2,e] dapat diperoleh dari:
MB[h1˅h2,e] = max(0,5:0,8) = 0,8 MD[h1˅h2,e] = max(0,2;0,1) = 0,2 CF[h1˅h2,e] = 0,8-0,2 = 0,6
3. Beberapa aturan saling bergandengan, ketidakpastian dari suatu aturan menjadi input untuk aturan yang lainnya (gambar 2.4c), maka:
]) , [ , 0 max(
* ] , [ ' ] ,
[h s MB h s CF s e
MB
Dengan MB'[h,s] adalah ukuran kepercayaan h berdasarkan keyakinan penuh terhadap validitas s.
2.6 Basis Data
Basis data adalah pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktifitas untuk memperoleh informasi. Basis data dimaksudkan untuk mengatasi problem pada sistem yang memakai perdelatan berbasis berkas (Kadir, 2003).
2.7 Diagram Hubungan Entitas/ERD
Diagram hubungan entitas adalah diagram yang memperlihatkan entitas-entitas yang terlibat dalam suatu sistem serta hubungan-hubungan antar entitas. Komponen utama dari diagram hubungan entitas adalah objek data(entitas), atribut data, hubungan, dan berbagai tipe indicator. Diagram hubungan entitas digunakan dengan tujuan untuk mewakili objek data dan hubungan antar objek itu sendiri. (Oetomo, 2002).
Tabel 2.1 Penjelasan Simbol ERD
No Simbol Komponen
1 Entitas / Entity
2 Relationship / Relasi antar tabel
3 Atribute / Atribut
4 Reationship line / Garis penghubung
2.8 Penyakit Mulut
Bidang ilmu yang khusus menangani penatalaksanaan penyakit dan kelainan jaringan lunak mulut dan sekitarnya dalam system stomatoganatik yang memerlukan intervensi non bedah, penyakit dan kelainan jaringan lunak mulut dan sekitarnya dalam system stomatoganatik (Pindborg, 2009). Penyakit mulut merupakan penyakit yang menyerang/menginfeksi pada organ-organ mulut mulai dari lidah, bibir, gigi, kelenjar ludah. Penyakit pada mulut antara lain:
2.8.1 Bau Mulut (Halitosis)
Bau Mulut (Halitosis) adalah bau nafas yang tidak enak, tidak menyenangkan dan menusuk hidung (Pindborg, 2009).
Jika bau nafas yang sebelumnya normal berubah menjadi halitosis, maka penyebabnya adalah makanan (misalnya bawang mentah, bawang putih, kol), vitamin (terutama dalam dosis tinggi), kebersihan gigi yang kurang dijaga, merokok, infeksi tenggorokan.
Gejala dan tanda penyakit bau mulut adalah bau nafas tercium tidak enak, tidak menyenangkan atau menusuk hidung diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik yang menyeluruh pada mulut dan hidung. Biakan tenggorokan dilakukan jika terdapat luka di tenggorokan atau di mulut. Pemeriksaan lainnya yang mungkin harus dilakukan adalah endoskopi, rontgen perut, rontgen dada.
Pencegahan penyakit bau mulut adalah menjaga kebersihan gigi, obat kumur tidak efektif dalam mengatasi penyebab bau mulut dan penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol konsentrasi tinggi bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker mulut, berhenti merokok
Pengobatanya dengan cara daun parsley segar atau permen mint bisa menghilangkan bau mulut yang bersifat sementara. Pengobatan yang khusus tergantung kepada penyakit yang menyebabkan terjadinya bau mulut.
2.8.2 Sariawan (Aphtae)
Sariawan (Aphtae) adalah suatu luka terbuka yang kecil di dalam mulut, yang menimbulkan rasa nyeri (Pindborg, 2009). Sariawan lebih sering terjadi pada wanita, pertama muncul biasanya pada usia 10-40 tahun. Sariawan yang kecil (diameter kurang dari 1 cm) sering muncul dalam satu kelompok yang terdiri dari 2-3 luka terbuka biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam 10 hari dan tidak meninggalkan jaringan parut.
Sariawan yang lebih besar jarang terjadi bentuknya tidak teratur, memerlukan waktu beberapa minggu untuk mengalami penyembuhan dan sering meninggalkan jaringan parut.
Gejala utama sariawan adalah rasa nyeri yang berlangsung selama 4-10 hari. Nyeri akan bertambah buruk bila lidah menyentuh sariawan atau jika penderita makan makanan yang pedas atau panas. Sariawan yang berat dapat menyebabkan demam, pembengkakan
kelenjar getah bening di leher dan rasa letih lesu. Sariawan dapat terjadi berulang mungkin satu sampai beberapa kali dalam setahun.Contoh gambar luka sariawan pada mulut pada gambar 2.5.
Gambar 2.5 Luka sariawan pada mulut
Diagnosa ditegakkan berdasarkan ditemukanya luka sariawan dan nyeri yang dirasakan penderita. Sariawan tampak sebagai bintik bulat putih dengan pinggiran yang berwarna merah. Hampir selalu terbentuk di jaringan longgar dan lembut, terutama di bibir atau pipi sebelah dalam, lidah atau langit-langit lunak mulut dan kadang di tenggorokan.
Pengobatan penyakit sariawan bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri sampai luka sembuh dengan sendirinya. Suatu obat bius (misalnya lidokain kental) bisa dioleskan pada luka atau digunakan sebagai obat kumur. Obat ini sementara waktu dapat mengurang nyeri sehingga penderita bisa makan meskipun sedikit mempengaruhi rasa. Jika terdapat lebih dari satu luka diberikan obat kumur tetrasiklin. Obat ini juga diberikan kepada penderita yang mengalami serangan berulang dari sariawan yang berat. Kadang diberikan salep kortikosteroid yang dioleskan langsung ke luka. Untuk sariawan yang berat diberikan tablet predinson atau obat kumur deksametason.
2.8.3 Sakit Gigi (Caries Dentis)
Kebanyakan sakit gigi berasal dari rongga (disebabkan oleh pembusukan gigi).
Beberapa sakit gigi disebabkan oleh abses gigi atau peradangan pada gusi sekitar mahkota gigi (Arifmansjoer, 1999). Agak jarang sakit gigi diakibatkan dari sinus hidung. Jika beberapa gigi sakit ketika mengunyah atau membungkuk (misalnya, untuk mengikat tali sepatu) penyebab kemungkinan sinusitis khususnya jika sakit gigi terjadi ketika orang tersebut telah atau baru saja mengalami flu. Gejala tambahan yang menduga sinusitis adalah sakit kepala dan pembengkakan pada kulit di atas sinus yang terkena.
Pengobatan awal biasanya adalah antibiotik, yang cukup manjur mengatasi sakit gigi oleh bakteri dan kuman. Tetapi pengobatan yang lebih efektif adalah menjaga kebersihan gigi dengan cara rajin menggosok gigi setelah makan atau sebelum tidur.
2.8.4 Gangguan Kelenjar Ludah (Parotitis)
Terdapat tiga pasang besar kelenjar ludah di dalam mulut. Sepasang kelenjar ludah yang paling besar disebut kelenjar parotid terletak persis di belakang sudut pada mulut, di bawah dan di depan mata. Dua pasang yang lebih kecil kelenjar sublingual dan kelenjar submandibular terletak di dalam lantai mulut. Sebagai tambahan kelenjar besar ini banyak kelenjar ludah kecil yang terbagi-bagi sepanjang mulut. Semua kelenjar tersebut menghasilkan ludah yang membantu mencerna makanan sebagai proses pencernaan (Pindborg, 2009).
Penyebab kerusakan kelenjar ludah adalah penyakit dan gangguan tertentu, sama seperti obat-obatan tertentu biasanya menyebabkan kelenjar ludah menjadi rusak dan demikian mengurangi produksi ludah. Tidak ada tes kuantitatif yang baik untuk mendiagnosa kerusakan kelenjar ludah. Meskipun begitu, kelenjar ludah tersebut bisa
diperas (‘milked’) dan pembuluh diamati untuk aliran ludah. Pembengkakan menyebabkan tersumbatnya pembuluh ludah didiagnosa karena berhubungan dengan nyeri di waktu makan. Untuk mendiagnosa penyebab lain pembengkakan, seorang dokter gigi atau dokter bisa melakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan kelenjar ludah dan meneliti di bawah mikroskop. Contoh gangguan kelenjar ludah pada mulut pada gambar 2.6
Gambar 2.6 Gangguan Kelenjar Ludah Pada Mulut
Pengobatan yang dapat dilakukan jika pembulih ludah tersumbat oleh batu, seorang dokter gigi kadangkala medorong batu tersebut keluar dengan menekan kedua sisi pembuluh. Jika hal itu gagal, alat seperti kawat yang halus bisa digunakan untuk mendorong keluar batu tersebut. Sebagai jalan terakhir, batu tersebut bisa diangkat secara operasi.
2.8.5 Periodontitis (Piore)
Infeksi gusi yang menyebar ke struktur penyangga gigi (Arifmansjoer, 1999).
Periodontitis merupakan salah satu penyebab lepasnya gigi pada dewasa dan merupakan peyebab utama lepasnya gigi pada usia lanjut. Penyebabnya sebagian besar periodontitis merupakan akibat dari penumpukan plak dan karang gigi diantara gigi dan gusi.
Beberapa keadaan medis yang bisa mempermudah terjadinya periodontitis adalah:
diabetes militus, kekurangan sel darah putih, AIDS. Gejala yang dirasakan biasanya adalah perdarahan gusi, perbahan warna gusi dan bau mulut.
Pengobatanya dapat dilakukan dengan cara seorang dokter gigi bisa membersihkan kantong sampai kedalaman 0,5 cm dengan alat kusus, yang dapat membuang seluruh karang gigi dan permukaan akar gigi yang sakit. Jika terjadi abses cukup diberikan antibiotik.
2.8.6 Karang Gigi (Kalkulus)
Bakteri aktif penyebab karang gigi yaitu streptococcus dan anaerob yang mengubah glukosa dan karbohidrat pada makanan menjadi asam (Pindborg, 2009). Karang gigi adalah plak yang telah mengalami pengerasan, klasifikasi. Permukaan yang keras tidak dapat dibersihkan dengan sikat gigi atau tusukan gigi. Karang gigi yang tidak terlihat biasanya tumbuh di bawah gusi yang mengakibatkan gusi infeksi, mudah berdarah, bengkak dan jika kerusakannya sudah mengenai tulang pendukungnya akan berakibat periodentitis serta lepasnya garis pelekat gusi.
Perawatanya untuk mencegah karang gigi adalah melakukan pembersihan secara rutin dengan sikat gigi dan berkumur secara teratur dan benar. Perawatan yang dilakukan dokter gigi yaitu dengan melakukan pembersihan karang gigi (scaling). Dengan merawat gigi dapat terhindar dari bau mulut dan penampilan gigi yang tidak higinis. Contoh penyakiti karang gusi pada mulut pada gambar 2.7.
Gambar 2.7 Karang Gigi Pada Mulut 2.8.7 Rahang Retak (TMJ)
Rahang yang retak menyebabkan rasa sakit dan biasanya merubah arah gigi mengatup. Seringkali mulut tidak bisa membuka lebar atau berubah ke salah satu sisi ketika membuka atau menutup (Pindborg, 2009). Kebanyakan keretakan rahan terjadi pada rahang bagian bawah (mandible). Keretakan pada rahang bagian atas (maxilla) bisa menyebabkan penglihatan ganda karena otot pada mata sangat dekat berdampingan, mati rasa pada kulit bagian bawah mata karena cidera saraf.
Pengobatannya sebelum rahang retak diobati sinar-X pada leher seringkali diambil untuk mengetahui kerusakan tulang belakang. Rahang bagian atas dan bawah kemungkinan diikat bersamaan selama 6 minggu untuk membiarkan tulang menjadi sembuh. Selama waktu ini orang tersebut hanya diperbolehkan untuk minum cairan melalui sedotan.
Kebanyakan keretakan rahang bisa diperbaiki dengan operasi dengan plat (potongan baja yang disekrup ke dalam tulang pada setiap sisi retakan). Rahang didiamkan hanya beberapa waktu setelah makanan lembut bisa dimakan untuk beberapa minggu.
2.8.8 Penyakit Gusi Berdarah
Kesehatan gigi dan mulut sangat erat kaitannya dengan gusi, memang biasanya orang kurang memperhatikan kesehatan gusi tapi kalau sudah sakit pasti makan apa saja jadi tidak enak (Pindborg, 2009). Salah satu masalah gusi yang paling sering adalah gusi berdarah. Gusi berdarah sering diabaikan dan dianggap remeh oleh sebagian orang, padahal gusi yang sering berdarah bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius. Segera atasi dan obati gusi yang berdarah.Contoh penyakit gusi berdarahpada mulut pada gambar 2.8.
Gambar 2.8 Gusi Berdarah Pada Mulut 2.8.9 Radang Gusi (Gingivitis)
Gingivitis adalah peradangan pada gusi. Gingivitis sering terrjadi dan bisa timbul kapan saja setelah tumbuhnya gigi (Pindborg, 2009). Gingivitis hampir saja selalu terjadi akibat penggosokan dan flosing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benar sehingga plak tetap ada di sepanjang garis gusi. Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri. Plak lebih sering menempel pada tambalan yang salah atau di sekitar yang terletak bersebelahan dengan gigi palsu yang jarang dibersihkan.
Pengobatannya dengan cara mengonsumsi vitamin C secara teratur dan menjaga kebersihan mulut dan gigi.
2.8.10 Radang Pulpa Gigi (Pulpitis)
Gigi berlubang yang lebih dalam lagi sampai akar gigi atau caries gigi yang sudah sampai pulpa(Pindborg, 2009). Penyebabnya adalah yang sering sekali ditemukan adalah pembusukan gigi yang kedua adalah cedera. Pulpa terbungkus dalam dinding yang keras sehingga tidak memiliki ruang cukup untuk membengkak ketika terjadi peradangan. Yang terjadi hanyalah peningkatan tekanan di dalam gigi. Peradangan yang ringan jika berhasil diatasi tidak akan menimbulkan kerusakan gigi yang permanen.
Pantangan makanan jika mengalami radang pulpa pada gigi adalah hindari makanan yang mengandung gula, asam cuka yang terlalu tinggi dan jangan lupa selalu membersihkan gigi secara teratur sesudah makan dan sebelum tidur.
2.9 Data Flow Diagram (DFD)
DFD (Data Flow Diagram) adalah gambaran grafis dari suatu system yang menggunakan bentuk-bentuk/symbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui proses yang saling berkaitan.
Pada tingkat analisis, penggunaan notasi ini sangat diperlukan untuk berkomunikasi dengan pemakai/user untuk memahami secara logika. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon, surat dan lain sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan tersimpan (misalnya hard disk, cd dan lain sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan system tersetruktur dan
jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi dari system yang baik. Notasi yang digunakan dalam DFD antara lain sebagai berikut.
Tabel 2.2 Notasi DFD dasar
No. Simbol Keterangan
1.
Untuk merepresentasikan sebuah entitas eksternal, yaitu sebuah elemen yang dapat berupa perangkat keras, pengguna, program lain, atau sistem lain yang menghasilkan informasi bagi transformasi oeh sistem yang bersangkutan.
2.
Untuk merepresentasikan sebuah proses atau transformasi yang di aplikasikan ke data atau kontrol serta mengubahnya dengan berbagai macam cara.
3.
Objek data yaitu melambangkan satu atau lebih suatu aliran data
4.
Penyimpanan data atau informasi yang digunakan oleh sistem
2.10 Metode Pengembangan Sistem Pakar
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengembangan sistem pakar. Terdapat enam tahap atau fase dalam pengembangan sistem pakar. Penjelasan berikut merupakan penjelasan secara garis besar tentang fase-fase pengembangan tersebut.
1) Penilaian keadaan
Tahap ini merupakan tahap penentuan hal-hal penting sebagai dasar dari permasalahan yang akan dianalis. Tahap ini merupakan tahap untuk mengkaji dan
membantu masalah yang akan di implementasikan dalam sistem. Setiap masalah yang identifikasi harus dicari solusi, fasilitas yang akan dikembangkan, penetuan jenis bahasa pemrograman dan tujuan yang ingin dicapai dari sistem tersebut.
2) Koleksi pengetahuan
Hasil identifikasi masalah dikonseptualisasi dalam bentuk relasi antar hubungan antar pengetahuan dan konsep-konsep penting dan ideal yang akan diterapkan dalam sistem. Pada tahap ini juga menganalisis data-data penting yang harus didalami bersama dengan pakar dibidang permasalahan tersebut, hal ini dilakukan untuk memperoleh konfirmasi hasil wawancara dan observasi sehingga hasilnya dapat memberikan jawaban pasti bahwa sasaran permasalahan benar dan sudah sesuai.
3) Perencanaan
Pada tahap ini, data-data yang terdapat pada tahap kedua di implementasikan secara formal, misalnya memberikan kategori sistem yang akan di bangun, mempertimbangkan beberapa faktor pengambilan keputusan seperti keahlian manusia, tingkat kesulitan yang mungkin terjadi, dokumentasi kerja dan sebagainya. Pada tahap ini juga prototype sistem sudah mulai dibangun. Tahap ini diakhir dengan penyelesaian desain.
4) Tes
Pada tahap ini sistem telah selesai dibangun dan harus dilakukan evaluasi untuk menguji dan menemukan kesalahannya. Hal ini merupakan hal yang umum dilakukan karena suatu sistem belum tentu sempurna setelah selesai pembuatannya sehingga proses evaluasi diperlukan untuk penyempurnaannya. Dalam evaluasi akan ditemukan bagian- bagian yang harus dikoreksi untuk menyamakan permasalahan dan tujuan akhir pembuatan
sistem. Sistem yang telah selesai di-install di demonstrasikan dan langsung di uji untuk menyelesaikan suatu kasus.
5) Dokumentasi
Dalam hal ini tes-tes yang telah dilakukan di dokumentasikan agar dapat diperoleh sistem yang baik dan memenuhi standarisasi.
6) Pemeliharaan
Tahap ini menjelaskan tentang hal-hal yang dilakukan setelah sistem diaplikasikan ke dunia nyata yaitu bagaiman memelihara, mengembangkan dan melakukan evaluasi sistem secara periodik. Pengembangan sistem diperlukan agar sistem yang dibangun tidak menjadi usang dan investasi sistem tidak sia-sia. Hal pengembangan sistem yang berguna adalah proses dokumentasi sistem dimana didalamnya terdapat semua hal penting yang dapat menjadi tolak ukur pengembangan sistem di masa mendatang termasuk didalamnya adalah basis pengetahuan masalah yang diselesaikan. Fase pengembangan sistem pakar dapat dilihat pada gambar 2.9
Gambar 2.9 Fase Pengembangan Sistem Pakar
2.11 Internet
Internet (Interconnected Networking) merupakan jaringan (network) komputer yang terdiri dari ribuan jaringan komputer independen yang dihubungkan satu dengan yang lainnya. Jaringan komputer ini dapat terdirit dari lembaga pendidikan, pemerintahan , militer , organisasi bisnis, dan organisasi-organisasi lainnya. Internet atau nama pendeknya Net merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia. Sampai saat ini internet sudah menghubungkan lebih dari 100.000 jaringan komputer dengan pemakai lebih dari 100 juta orang (Hartono, 2005)
2.12 World Wide Web
World Wide Web yang dikenal juga dengan nama the Web atau WWW atau W3 dikembangkan pada tahun 1990 di CERN (Laboratorium Fisika Partikel) di swiss. Dua hal yang membedakan WWW dengan lainnya, yaitu sebagai berikut (Hartono, 2005) :
a. Informasi di WWW dapat ditampilkan dalam bentuk multimedia yang berupa grafik, suara, video, disamping tulisan teks (bandingkan dengan Gopher yang menyediakan menu dalam bentuk teks).
b. Informasi yang ditampilkan di WWW dapat menghubungkan (link) ke informasi atau dokumen (home page) atau halaman internet lainnya lewat hypertext. Hipertext merupakan teks yang ditampilkan dengan font yang berbeda (misalnya dengan huruf miring, lebih terang dan bergaris bawah). Dokumen yang berisi hypertext dibuat dengan menggunakan Hypertext Markup Language (HTML).
2.13 Browser dan Web Server
Browser adalah perangkat lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web. Browser yang
populer adalah Microsoft Internet Explorer dan Mozilla Firefox Browser adalah jenis agen pengguna yang paling sering digunakan. Web sendiri adalah Kumpulan jaringan berisi dokumen dan tersambung satu dengan yang lain, yang dikenal sebagai World Wide Web.
Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML (Suyanto, 2003).
2.14 HTML
Hypertext Markup language (HTML) adalah sebuah bahasa untuk menampilkan
konten di Web (Winarno, 2010). Sebuah halaman HTML sendiri adalah dokumen teks yang dapat diedit oleh teks editor apapun. Dokumen HTML punya beberapa elemen yang dikelilingi oleh tag-teks yang dimulai dengan simboln < dan berakhir dengan symbol >
(Winarno, 2010).
2.14.1 HTML5
Versi terbaru HTML adalah HTML5. Versi ini menawarkan fitur-fitur baru seperti canvas untuk menampilkan gambar atau animasi, dukungan untuk video dan audio, dan tag
baru untuk mendefinisikan elemen-elemen dokumen seperti header, content, dan footer (Winarno, 2010).
2.15 PHP (Hypertext Preprocessor )
PHP merupakan bahasa bentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan proses oleh server, kemudian hasilnya akan dikirim ke client menggunakan browser (Kadir, 2003). PHP adalah bahasa skripting yang menyatu dengan HTML, untuk membuat halaman web yang dinamis dan dijalankan pada server side (Sidik, 2005). Artinya semua
sintaks akan sepenuhnya dijalankan pada server tetapi disertakan pada dokumen HTML, sedangkan yang dikirim ke browser hanya hasilnya saja. Kode PHP diawali dengan tanda
<?php dan diakhiri dengan tanda ?>. Adapun kelebihan dari PHP antara lain : 1. Mudah dibuat dan kecepatan aksesnya tinggi.
2. Dapat diterapkan pada web server yang berbeda dan dalam sistem operasi yang berbeda. PHP dapat berjalan di sistem operasi UNIX, Windows 98, Windows NT, Windows XP, Windows Vista, dan Macintosh.
3. Diterbitkan secara gratis.
4. Dapat diterapkan pada web server Microsoft Personal Web Server (PWS), Apache, IIS, Xitami dan sebagainya.
5. Termasuk bahasa yang embedded (bisa ditempel atau diletakkan dalam tag HTML).
6. Termasuk Server Side Programming.
7. PHP dapat berkomunikasi dengan sebagian database yang terkenal meskipun dengan kelengkapan yang berbeda-beda.
2.16 Macromedia Dreamweaver 8
Macromedia Dreamweaver adalah suatu editor HTML (Hyper Text Markup Language) professional untuk desain visual, mengelola situs dan halaman web.
Macromedia Dreamweaver 8 memiliki kemampuan, bukan hanya software untuk mendesain web tetapi juga untuk menyunting kode serta untuk membuat aplikasi web menggunakan berbagai bahasa pemrograman seperti JPS, PHP, ASP ataupun ColdFusion.
Macromedia Dreamweaver 8 telah menjadi software yang utama bagi para web desain maupun web programmer dalam mengembangkan situs atau website.
Macromedia Dreamweaver 8 juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup lengkap untuk manajemen situs. Pada awal pembukaan akan tampil Start Page atau halaman awal dari Dreamweaver 8 dapat dilihat pada gambar 2.10.
Gambar 2.10 Antar Muka Macromedia Dreamweaver
2.17 CSS (Cascading Style Sheets)
CSS atau Cascading Style Sheets ( Bahasa lembar Gaya ). CSS merupakan bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup / markup language. Dulu, sebelum CSS menjadi standar untuk mendesain halaman web seperti sekarang, halaman web di desain menggunakan <table>. jadi dibuat dulu desainnya, dalam format .psd atau jpeg, lalu di slice atau di potong potong menjadi bagian – bagian terpisah. setelah itu dibuat tabel dengan ukuran yang sesuai, lalu desain tadi di
“tempel” pada tabel sebagai image yang melekat pada tabel, atau sebagai background.
Kelemahan dari cara seperti ini adalah, halaman web menjadi berat karena kolom – kolom penyusun table <tr> dan <td> diberi tambahan atribut image source. Side effect dari hal ini adalah halaman web menjadi padat dan tidak SEO friendly (Rosihan, 2011).
2.18 Database MySQL
MySQL adalah sebuah program pembuat dan pengelola database atau sering disebut DBMS (DataBase Management System) yang bersifat open source. Sebagai sebuah program penghasil database. MySQL tidak mungkin berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi pengguna (interface) yang berguna sebagai program aplikasi pengakses database yang dihasilkan. MySQL dapat didukung oleh hampir semua program aplikasi baik yang Open Source seperti PHP maupun tidak, seperti yang ada pada platform windows seperti Visual Basic, Delphi, dan lainya (Nugroho, 2008).
2.19 Studi Pustaka
Pada skripsi sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh Nemy Trianna dari UPN Veteran Yogyakarta pada tahun 2003 yaitu Sistem Pakar Diagnosa Berbasis Web Untuk Mendiagnosa Penyakit Jaringan Konektif Pada Manusia menggunakan metode Backward Chaining sebagai metode presentasinya. Bahasa pemrogaman yang digunakan adalah PHP dan MySQL.
Sebagai studi pustaka, tema yang diangkat dari skripsi ini yaitu Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Mulut. Sistem ini bertujuan bagi masyarakat untuk mengetahui jenis-jenis penyakit mulut serta menginginkan informasi tentang penyakit mulut dan cara pengobatanya. Sistem ini dikembangkan dengan metode pengembangan sistem pakar berbasis web dan software yang digunakan PHP dan MySQL, dan menggunakan metode Certainty Factor.