• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEBT PORTFOLIO REVIEW. Kuartal III 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEBT PORTFOLIO REVIEW. Kuartal III 2020"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

DEBT PORTFOLIO REVIEW

Kuartal III 2020

1

(2)

Penurunan yield SBN 5y dan 10y serta SBN USD 10y seiring dengan penurunan suku bunga global dan didukung oleh pembelian investor domestik yang cukup tinggi.

Kondisi Pasar Keuangan

Total pengadaan utang s.d kuartal III 2020 mencapai Rp1.172,2 triliun atau 69,8% dari target utang bruto. Secara neto, pembiayaan utang mencapai Rp810,8 triliun atau 66,4% dari target utang neto.

Realisasi Pembiayaan Utang

Outstanding utang Pemerintah pada akhir September 2020 sebesar Rp5.756,9 triliun atau 36,4% dari PDB, dengan komposisi: utang Rupiah 63,2% : Valas 36,8%, utang bunga tetap 88,6% : variabel 11,5%.

Portofolio Utang

Ringkasan Eksekutif

2 Terdapat penyesuaian kebutuhan utang dari

Rp1.645,3T menjadi Rp1.636,8T yang disebabkan oleh penguatan nilai tukar rupiah yang berdampak pada penurunan jatuh tempo utang

Penyesuaian Kebutuhan Pembiayaan Utang

Tahun 2020

(3)

01

02

03

Kondisi Pasar Keuangan

Realisasi Pembiayaan Utang s.d. Kuartal III 2020

Portofolio Utang dan Indikator Risiko Utang

Outline

3

Penyesuaian Kebutuhan Pembiayaan Utang Tahun 2020

04

(4)

Kondisi Pasar Keuangan

(5)

5

Konsensus analis proyeksikan ekonomi dunia kontraksi -3.9% di tahun 2020

Namun demikian, ekonomi dunia diperkirakan rebound di tahun 2021 ditopang harapan kembali pulihnya aktivitas ekonomi dunia

Ekspektasi pemulihan ekonomi dunia didasarkan asumsi bahwa penemuan vaksin Covid-19 akan menemukan titik cerah di akhir tahun 2020 serta

tercapai kesepakatan pengucuran paket stimulus fiskal AS

Sumber: Bloomberg Composite (a.o. Okt-20)

Kondisi Pasar Keuangan Global

as of 30 September 2020

(6)

Nilai Tukar: Rupiah terdepresiasi di sepanjang Q3-2020 dipicu sentimen negatif di kawasan maupun dalam negeri Rupiah bergerak melemah di sepanjang Q3-2020

meskipun secara umum mata uang negara berkembang berada pada tren penguatan

Investor asing tercatat melakukan jual bersih di pasar SBN dan saham sebesarRp 31.8 tndi Q3-2020 (vs Rp 4.8 tn di Q2-2020)

Rupiah memiliki kinerja relatif underperform

dibandingkan mata uang kawasan (-4.3%qtq) dipicu aksi jual asing atas aset Rupiah

a.o. 30-Sept

a.o. 30-Jun

Sumber: Bloomberg

Depresiasi Rupiah di sepanjang Q3-2020 dipicu aksi jual aset Rupiah yang didorong berbagai

sentimen negatif, a.l. isu independensi BI, prospek pertumbuhan ekonomi yang

memburuk, serta realokasi dana investor global ke aset

safe haven di tengah belum jelasnya prospek pengucuran

stimulus fiskal AS Median estimate analis menempatkan nilai tukar Rupiah vs USD berada di kisaran

Rp 14.680/USD di Q4-2020.

Beberapa katalis positif antara lain kelanjutan pembicaraan

stimulus fiskal AS yang diharapkan membuahkan hasil

positif.

Rupiah bergerak melemah terhadap hard currencies

sepanjang Q3-2020 setelah menguat di kuartal sebelumnya

a.o. 30-Sept

Kondisi Pasar Keuangan Indonesia

as of 30 September 2020

6

(7)

Pasar SBN: Imbal hasil SBN domestik bergerak turun di Q3-2020 ditopang oleh partisipasi domestik signifikan di tengah aksi jual investor asing Secara umum, Yield SUN 5y dan 10y serta SUN USD

10y bergerak turun di sepanjang Q3-2020

Bank dan BI tercatat melakukan beli bersih relatif

signifikan (total Rp 447.3 tn) di Q3-2020 Kurva imbal hasil akhir Q3-2020 bergerak turun namun pada level bervariasi (18-82 bps untuk seri benchmark) dengan penurunan terbesar pada seri tenor pendek-menengah

a.o. 30-Sept

a.o. 30-Jun

mber: Bloomberg

Yield SBN domestik seri benchmark bergerak turun di Q3-2020 disokong oleh investor domestik (Bank, Non-

Bank, ritel, dan BI) yang secara akumulatif melakukan beli bersih

sebesar Rp 521 tn

Pembelian yang cukup masif oleh bank (Rp 254.3 tn) dan BI (Rp 193.1 tn) di Q3-20 ditunjang oleh masih rendahnya penyaluran kredit Bank Umum dan program Burden Sharing

Pemerintah dan BI

Berdasarkan konsensus pengamat, imbal hasil SUN 10y domestik diprediksi akan berada pada level

sekitar6.89% pada Q4-2020

Spread SUN 10y vs UST 10y cenderung menurun di Q3-2020 seiring meredanya aksi flight-to-quality investor global

Kondisi Pasar SBN

as of 30 September 2020

7

(8)

Realisasi Pembiayaan Utang

s.d. Kuartal III 2020

(9)

Berdasarkan Mata Uang, Tingkat Bunga, dan Tenor Berdasarkan Jenis Instrumen

Pemerintah mengutamakan pengadaan utang dengan mata uang rupiah dan tingkat bunga tetap serta untuk menjaga refinancing risk pengadaan utang dilakukan dengan tenor panjang.

Realisasi pengadaan utang hingga kuartal III 2020 mencapai

69,8%

dari target utang bruto sebesar Rp1.679,0 triliun dan 66,4% dari target utang neto sebesar Rp1.220,5 triliun.

(miliar Rp)

SBN Pinjaman Utang

Total Pengadaan 1.088.803 83.400 1.172.203

Rupiah 925.886 1.885 927.771 Valas 162.916 81.516 244.432

Bunga Tetap 895.055 13.580 908.635 Bunga Mengambang 193.748 69.821 263.568

Long Term 1.026.383 83.400 1.109.783 Short Term 62.420 - 62.420

Berdasarkan Tenor

Keterangan Instrumen

Berdasarkan Mata Uang

Berdasarkan Jenis Bunga

Pembiayaan Utang s.d. Kuartal III Tahun 2020

Berdasarkan defisit APBN 6,34% dari PDB

9

(miliar Rp)

Instrumen Gross Jatuh Tempo Neto

SBN 1.531.039 (353.956) 1.177.084 Pinjaman 147.959 (104.581) 43.378 Utang 1.678.999 (458.537) 1.220.462

SBN 1.088.803 (298.164) 790.639 Pinjaman 83.400 (63.268) 20.132 Utang 1.172.203 (361.432) 810.772

SBN 442.236 (55.792) 386.444 Pinjaman 64.559 (41.313) 23.246 Utang 506.795 (97.105) 409.690

Target Pengadaan Utang

Realisasi s.d. Kuartal III

Proyeksi Kuartal IV

(10)

82 95 97 127

78 51

34 28 44 74

105

85 72 56

73 99

78

52 46 20 20 21 19 18 17 22 17 17 20 24 21 21 22 22 22 22 22 22 4,1

4,7 4,6 6,9

4,5

3,0

1,5 1,6 2,7

3,7 4,3 4,1 3,5

2,6 3,3

4,5 3,6

2,4 2,1

- 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 6,0 7,0 8,0

- 20 40 60 80 100 120 140

Incoming (tril. Rp) Awarded (tril. Rp) Average Incoming Average Awarded Bid to Cover (RHS)

59 47

70 61

37

15 18 19 18 19 29

39 42 40 40 49

38

21 20 7 8 8 7 8 7 6 10 6 10 10 10 10 11 11 10 10 10 6 8,4

5,9

8,7 8,6

4,6

2,2 2,9

1,9 3,3

2,0 3,0

4,1 4,4

3,7 3,6 5,2

4,0

2,2 3,1

- 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 6,0 7,0 8,0 9,0 10,0

- 10 20 30 40 50 60 70 80

Incoming (tril. Rp) Awarded (tril. Rp) Average Incoming Average Awarded Bid to Cover (RHS)

• Pada kuartal III 2020, incoming bids lelang SBN masih cukup tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan.

• Realisasi bid to cover ratio sepanjang kuartal III 2020 sebesar 3,1 kali untuk SUN dan 3,8 kali untuk SBSN. Hal ini menunjukan bahwa masih tingginya likuiditas pada pasar keuangan.

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Surat Utang Negara (SUN)

Triliun Rupiah

Q1 Q2 Q3 Q1 Q2 Q3 Rata-Rata Incoming Bids 80,5 68,0 67,5 47,9 23,6 35,7 Rata-Rata Awarded Bids 19,5 19,8 22,0 7,4 8,4 9,5 Bid to Cover Ratio 4,1 3,4 3,1 6,4 2,8 3,8

SBSN SUN

Hasil Lelang SBN s.d Kuartal III Tahun 2020

10

(11)

11

Pembelian SBN oleh Bank Indonesia s.d. Kuartal III 2020

Pemenuhan Sisa Pembiayaan Non Public Goods (NPG)

• Dari Rp177,03T (sesuai skema burden sharing BI) yang harus dipenuhi melalui penerbitan SUN, total yang telah dipenuhi di Kuartal III s.d Kuartal III sebesar Rp66,38T (37,50%).

• Sisa NPG sebesar Rp110,65T akan dipenuhi melalui lelang SUN di kuartal IV.

82,1

Public Goods

22

-

Pemenuhan Sisa Pembiayaan Public Goods (PG)

• Dari Rp397,56T (sesuai skema burden sharing BI) yang harus dipenuhi melalui SUN, total yang telah dipenuhi di Kuartal III dan s.d Kuartal III sebesar Rp183,48T (46,15%).

• Sisa PG sebesar Rp214,08T akan dipenuhi melalui private placement dengan BI di kuartal IV.

Skema Burden Sharing

1. Public Goods Rp397,56T

Ditanggung BI seluruhnya sebesar BI

reverse repo rate

Penerbitan secara khusus kepada BI melalui private

placement

2. Non-Public Goods:

• UMKM Rp123,46T

• Korporasi Non- UMKM

Rp53,57T

3. Non-Public Goods: Lainnya Rp328,87T

Ditanggung PEMERINTAH seluruhnya sebesar

market rate Ditanggung PEMERINTAH sebesar

BI reverse repo 3 Bulan dikurangi 1%,

sisanya ditanggung BI

Penerbitan melalui mekanisme market (lelang, Green Shoe

Option, Private Placement sesuai SKB tanggal 16 April

2020)

Non Public Goods (UMKM)Non Public Goods (Korporasi)

Realisasi (Rp183,48 T)

Sisa (Rp 214,08 T)

​​

10 20

30

40 50 60

70 80

90

46.15 % 100

Realisasi (Rp66,38 T)

Sisa (Rp57,08 T)

​​

10 20

30

40 50

60 70

80

90

53.77 % 100

Realisasi (Rp -)

Sisa (Rp53,57 T)

​​

10 20

30

40 50 60

70 80

90

- % 100

(12)

SBSN Tradable SUN Tradable

• Turnover ratio SBSN tradable hingga kuartal III 2020 juga mengalami peningkatan hingga mencapai 1,16 kali, yang merupakan tertinggi pada tahun 2020

• Volume perdagangan SBSN tradable di pasar sekunder mencapai Rp602,9 triliun yang mana tertinggi berasal dari transaksi outright.

• Turnover ratio SUN tradable hingga kuartal III 2020 mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 5,51 kali atau tertinggi sejak perdagangan SUN tradable.

• Volume perdagangan SUN tradable di pasar sekunder mencapai Rp14.091,3 triliun yang mana tertingi berasal dari transaksi repo oleh Bank Indonesia.

Volume Perdagangan & Turnover Ratio SBN s.d. Kuartal III 2020

12

2017 2018 2019 sd Q1 2020

sd Q2 2020

sd Q3 2020 Repo BI (tril. Rp) 4.992,2 5.295,8 5.909,2 2.562,4 3.062,9 9.846,8 Repo Non BI (tril. Rp) 219,2 204,0 573,6 134,8 45,4 199,0 Outright (tril. Rp) 2.923,3 3.412,9 4.123,1 1.727,5 1.076,4 4.046,2 Turnover Ratio [RHS] 4,95 4,78 5,00 1,91 3,59 5,51

- 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00

0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000

(triliun Rupiah)

2017 2018 2019 sd Q1 2020

sd Q2 2020

sd Q3 2020 Repo BI (tril. Rp) 183,4 280,3 533,0 87,6 137,4 164,7 Repo Non BI (tril. Rp) 1,3 2,1 0,4 0,0 0,0 0,0 Outright (tril. Rp) 225,6 243,8 385,2 149,5 259,0 438,1 Turnover Ratio [RHS] 1,39 1,43 2,09 0,48 0,74 1,16

- 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50

0 200 400 600 800 1.000

(triliun Rupiah)

(13)

Perdagangan SBSN di pasar Sekunder Perdagangan SUN di Pasar Sekunder

• Total rata-rata perdagangan SUN tradable di kuartal III 2020 meningkat apabila dibandingkan dengan kuartal I dan II 2020.

• Total rata-rata perdagangan SUN tradable di tahun 2020 hingga kuartal III mencapai Rp77 triliun, dimana tertinggi dari transaksi repo Bank Indonesia.

• Total rata-rata perdagangan SBSN tradable di kuartal III 2020 meningkat apabila dibandingkan dengan kuartal II, namun lebih rendah dari kuartal I 2020.

• Total rata-rata perdagangan SBSN tradable di tahun 2020 hingga kuartal III mencapai Rp3,3 triliun, dimana tertinggi dari transaksi outright.

Average Daily Trading SBN s.d Kuartal III 2020

13

2017 2018 2019 Q1

2020

Q2 2020

Q3 2020

sd Q3 20 Repo BI (miliar Rp) 764,3 1.158,1 2.175,3 1.390,1 858,5 441,5 900,3

Repo Non BI (miliar Rp) 5,3 8,9 1,6 0,1 - - 0,0

Outright (miliar Rp) 940,0 1.007,3 1.572,1 2.373,0 1.887,4 2.889,7 2.394,2 Total (miliar Rp) 1.709,6 2.174,3 3.749,1 3.763,2 2.745,9 3.331,2 3.294,5

0 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000

(miliar Rupiah)

2017 2018 2019 Q1

2020

Q2 2020

Q3 2020

sd Q3 20 Repo BI (miliar Rp) 20.800,921.592,1 23.171,640.672,6 52.808,2 68.088,953.807,4 Repo Non BI (miliar Rp) 921,8 1.310,9 2.421,4 2.139,0 782,8 303,4 1.087,3 Outright (miliar Rp) 12.188,814.491,3 16.881,027.420,5 18.558,2 20.038,122.110,5 Total (miliar Rp) 33.911,637.394,2 42.474,070.232,0 72.149,2 88.430,477.005,2

0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000

(miliar Rupiah)

(14)

Di tengah ketidakpastian kondisi pasar global keuangan akibat pandemi Covid-19, ORI017 dan SR013 berhasil mencapai penjualan terbesar, dan total investor maupun investor baru terbanyak sepanjang penerbitan SBN Ritel Online sejak tahun 2018.

Total investor ORI017 sebanyak 42.733 investor, dimana porsi investor baru lebih dominan, yaitu 23,949 investor/56%. Berdasarkan profesi, jumlah investor ORI017 didominasi Pegawai Swasta (15.778 investor/37%), dan berdasarkan volume didominasi oleh Wiraswasta (Rp8,3 triliun/45%).

Total investor SR013 sebesar 44.803 investor, dimana jumlah investor baru sebesar 16.234 investor/36%.

Berdasarkan profesi, jumlah investor SR013 didominasi Pegawai Swasta (14.753 investor/33%), dan berdasarkan volume didominasi oleh Wiraswasta (Rp12,2 triliun/48%).

Penerbitan SBN Ritel s.d Kuartal III 2020

14

▪ Penerbitan SBN Ritel di kuartal III sebesar Rp44,0 triliun, yang terdiri dari SUN Ritel = Rp18,3 triliun dan SBSN Ritel = Rp25,7 triliun.

▪ Penerbitan SBN Ritel s.d. Kuartal III 2020 mencapai Rp58,5 triliun, yang terdiri dari SUN Ritel = Rp20,6 triliun dan SBSN Ritel = Rp37,9 triliun.

Highlight Penerbitan SBN Ritel di Kuartal III 2020 (ORI017 & SR013)

Instrumen Seri Jatuh

Tempo Timing Nominal (Miliar Rp)

Total Investor

Investor Baru

SUN SBR009 10-Feb-22 Februari 2.255 11.247 6.539 SBSN SR012 10-Mar-23 Maret 12.143 23.952 9.743 SBSN SW001 10-Mar-25 Maret 51

SUN ORI017 15-Jul-23 Juli 18.336 42.733 23.949 SBSN SR013 10-Sep-23 September 25.666 44.803 16.234

58.451

Total

(15)

Pinjaman Program SBN Valas

Seri eq. IDR

(Miliar)

eq. USD

(Miliar) Timing

RI0230 USD 1.200 16.385

RI0250 USD 800 10.923

RIEUR0227 EUR 1.000 15.208

RI1030 USD 1.650 25.917

RI1050 USD 1.650 25.917

RI0470 USD 1.000 15.707

SNI0625 USD 750 10.699

SNI0630 USD 1.000 14.265

SNI0650 USD 750 10.699

RIJPY0723 JPY 50.700 6.811

RIJPY0725 JPY 24.300 3.265

RIJPY0727 JPY 10.100 1.357

RIJPY0730 JPY 13.400 1.800

RIJPY0740 JPY 1.500 202

USD 8.800

EUR 1.000

JPY 100.000

0,93

Juli

Total 159.153 10,85

Original Currency (Juta)

3,11

Januari

4,30

April

2,50

Juni

eq. USD (Miliar)

eq. IDR (Miliar)

KfW EUR 500 0,55 7.494,59 Febuari

AFD EUR 100 0,11 1.749,19 Maret

WB USD 300 0,30 4.736,10 April

USD 37,2 0,04 550,00 Mei

USD 27,4 0,03 398,78 Agustus

JPY 31.976 0,30 4.423,53 Agustus

USD 360,5 0,36 5.367,14 September

JICA JPY 31.800 0,30 4.594,46 April

ADB EUR 462,92 0,50 7.484,84 Mei

EUR 925,84 1,04 15.164,09 Juli

AIIB USD 750 0,75 10.961,25 Agustus

USD 62,5 0,06 923,88 September

USD 1.538 EUR 1.989 JPY 63.776

Original Currency (Juta)

Total 4,33 63.847,84

Lender

Disbursement

Timing

Pengadaan Utang Tunai Valas s.d Kuartal III 2020

15

Penerbitan utang tunai valas di kuartal III sebesar ekuivalen USD3,47 miliar terdiri dari penerbitan Samuarai Bonds sebesar equivalen USD0,93 miliar dan penarikan pinjaman program sebesar ekv. USD2,54 miliar.

Penerbitan utang tunai valas s.d. Kuartal III 2020 mencapai ekuivalen USD15,18 miliar atau eq.Rp223,0 T, yang terdiri dari SBN valas

= USD10,85 miliar dan Pinjaman Program = USD4,33 miliar.

(16)

Kepemilikan SBN Domestik Tradable Oleh Non-Residen Komposisi Kepemilikan SBN Per Institusi

30-Sep-19 31-Dec-19 30-Jun-20 30-Sep-20

Bank 637,1 581,4 1.034,3 1288,6

Institusi Negara 168 262,5 208,3 234,8 Non Bank 1.859,2 1.909,0 1.863,3 1.938,0

Reksadana 125,5 130,9 136,1 150,1

Asuransi dan Dana Pensiun 465,9 471,7 507,9 523,4

Non Residen 1029,4 1061,9 937,0 933,1

Individu 77,7 81,2 92,9 137,2

Lain lain 160,7 163,3 189,4 194,1

TOTAL 2664,3 2752,9 3.105,9 3.461,4

Bank 23,9% 21,1% 33,3% 37,2%

Institusi Negara 6,3% 9,5% 6,7% 6,8%

Non Bank 69,8% 69,3% 60,0% 56,0%

Non Residen 38,6% 38,6% 30,2% 27,0%

TOTAL 100% 100% 100% 100%

Institusi

dalam Persentase terhadap Total (triliun Rupiah)

3,2% 3,5% 5,0% 4,3% 2,4% 3,3% 6,2%

1,3% 5,3% 5,1%

1,9% 6,7% 9,1% 4,2%

11,8%

17,8% 17,3%

18,4%

22,0% 22,7% 23,1%

39,0% 37,4% 35,6% 36,8% 34,1%

28,6% 35,3%

44,7%

36,0% 37,0% 38,6% 34,8% 36,4% 31,2%

38,2% 37,5% 39,8% 37,7% 38,6%

30,2%

27,0%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Dec-15 Dec-16 Dec-17 Dec-18 Dec-19 Jun-20 Sep-20 0-1 >1-2 >2-5 >5-10 >10 % Foreign Ownership of Total

Posisi Kepemilikan SBN Rupiah

Terdapat penurunan signifikan kepemilikan asing di kuartal III dari 30,2% menjadi 27,0% seiring dengan peningkatan kepemilikan Investor Domestik dan masih lemahnya arus investor global ke emerging market

16

(17)

Portofolio Utang dan Indikator Risiko Utang

(18)

- 100 200 300 400 500 600

2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030+ *)

Trilliun

Valas Sept '20 Rupiah Sept '20 Valas Jun '20 Rupiah Jun '20

Outstanding Utang (1)

❑ Pemerintah telah melakukan pengadaan utang sesuai dengan strategi antara lain:

• Mengutamakan tingkat bunga tetap.

• Mengutamakan utang denominasi Rupiah.

Secara rata-rata, debt maturity tahun 2020 - 2024 sebesar Rp385,6 triliun dan selanjutnya menurun pada kisaran Rp361,8 triliun (2025 – 2029) dan Rp67,3 triliun (2030 – 2070).

Per 30 September 2020, outstanding utang Pemerintah Rp5.756,9 triliun

*) rata-rata tahun 2030 s.d. 2070

85,0% 85,0%

15,0% 15,0%

Jun-20 Sept-20

By Instrument

SBN Loan

90,9% 88,5%

9,1% 11,5%

Jun-20 Sept-20

By Interest Rate

Fixed Floating

62,5% 63,2%

26,9% 25,4%

5,0%4,9% 5,5%5,2%

0,7% 0,7%

Jun-20 Sept-20

By Currency

IDR USD JPY EUR Other

3,6% 9,4%

16,1% 15,6%

16,3% 16,7%

28,8% 28,5%

35,2%

29,9%

Jun-20 Sept-20

By Tenor

< 1 tahun > 1 s.d. 3 tahun

> 3 s.d. 5 tahun > 5 s.d. 10 tahun

> 10 tahun

18

(19)

Outstanding Utang (2)

▪ Tambahan pembiayaan utang neto selama kuartal III 2020 sebesar Rp356,7 triliun, namun dibandingkan data akhir Juni 2020, stok utang akhir September 2020 meningkat sebesar Rp492,8 triliun. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar rupiah yang sebesar Rp107,4 triliun. 136,1.

▪ Peningkatan outstanding SBN Valas sebesar Rp71,3 triliun, yang terdiri dari penerbitan SBN valas neto (eq. IDR) sebesar Rp10,3 triliun dan pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah sebesar Rp61,0 triliun.

▪ Peningkatan outstanding Pinjaman LN sebesar Rp71,0 triliun, yang terdiri dari penarikan pinjaman luar negeri neto (eq. IDR) sebesar negatif Rp24,6 triliun dan pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah sebesar Rp46,4 triliun.

(triliun rupiah)

19

Pengadaan Jatuh

Tempo Neto

SBN 4.472,2 433,3 (102,1) 331,2 4.892,6

Domestik 3.280,0 419,8 (99,0) 320,9 3.629,0 SPN/S 50,3 16,8 (23,2) (6,3) 43,9 SDHI 19,7 - - - 19,7 Ritel 117,1 18,3 (7,2) 11,1 126,2 ON 2.973,4 384,7 (66,4) 318,3 3.291,2 SBN Non Tradable 119,6 - (2,2) (2,2) 147,9 Valas 1.192,2 13,5 (3,1) 10,3 1.263,5

Pinjaman 791,8 42,4 (16,9) 25,5 864,3

Domestik 9,8 0,9 - 0,9 11,2 Proyek 9,8 0,9 - 0,9 11,2 Valas 782,0 41,5 (16,9) 24,6 853,1 Program 409,9 37,2 (7,3) 29,9 462,6 Proyek 372,1 4,3 (9,6) (5,3) 390,4

Total 5.264,1 475,7 (119,0) 356,7 5.756,9

Kurs USD/IDR 14.302 14.918,0

Instrumen

Realisasi Pembiayaan Utang Q3 Outs 30 Sept

2020 Outs

30 Jun

2020

(20)

Indikator Risiko Portofolio Utang

❖ Interest Rate Risk (YoY)

▪ Terdapat peningkatan rasio bunga mengambang (variable rate) dan refixing rate

terutamanya yang

disebabkan oleh penerbitan SBN Public Goods.

Namun demikian peningkatan tersebut masih di bawah target akhir tahun 2020.

❖ Exchange Rate Risk (QoQ)

▪ Porsi utang valas menurun dibanding Juni 2020.

Hal tersebut utamanya karena penerbitan utang yang memprioritaskan penerbitan mata uang domestik dan dukungan Bank Indonesia dalam penerbitan SBN baik melalui lelang maupun private placement public goods.

❖ Refinancing Risk (QoQ)

▪ Risiko pembiayaan kembali relatif cukup stabil

dengan average time to maturity (ATM) berada

pada kisaran 8,6 tahun dan searah dengan target pada akhir tahun 2020.

▪ Porsi utang jatuh tempo dalam 1 mengalami peningkatan namun masih dalam batasan pengelolaan utang.

20

Indikator 30 Sept 2019

30 Juni 2020

30 Sept 2020

Target Strategi

2020 (Def. 6,34%)

QoQ YoY

VR Proportion 10,2% 9,1% 11,5% 15,9% 2,34% 1,25%

Refixing Rate 16,5% 15,6% 18,7% 22,6% 3,07% 2,19%

FX Proportion 38,7% 37,5% 36,8% 35,3% -0,73% -1,92%

ATM (tahun) 8,5 8,8 8,6 8,6 -0,16 0,07

Maturity within 1 year 8,2% 8,2% 8,4% 7,7% 0,20% 0,29%

Maturity within 3 year 24,9% 24,4% 24,2% 22,5% -0,16% -0,63%

Maturity within 5 year 42,1% 40,8% 40,7% 41,4% -0,13% -1,47%

(21)

Penyesuaian Kebutuhan Pembiayaan Utang

Tahun 2020

(22)

(miliar Rp)

Uraian Revisi II Strategi 2020

Update Strategi 2020

1 Penerbitan SBN 1,497,339 1,501,531

a. SBN Rupiah 1,338,121 1,342,312

i. SPN/S 52,090 53,320

ii. ON 1,225,633 1,217,758

iii. Ritel 60,398 71,234

b. SBN Valas 159,219 159,219

2 Penarikan Pinjaman 147,959 135,289

a. Pinjaman Dalam Negeri 2,974 2,974

b. Pinjaman Luar Negeri 144,985 132,315

i. Pinjaman Tunai 115,441 102,771

ii. Pinjaman Proyek 29,544 29,544

Total Sumber Pembiayaan 1,645,299 1,636,820

Penerbitan SPN/S JT 2020 33,700 27,780

Utang Bruto 1,678,999 1,664,600

SBN Bruto 1,531,039 1,529,311

Pinjaman 147,959 135,289

Utang Neto 1,220,462 1,220,462

(miliar Rp)

Uraian Revisi Strategi 2020

Update Strategi 2020

1 Pembiayaan Defisit 1,039,217 1,039,217

2 Pembiayaan Non-Utang (net) 181,244 181,244

a. Pembiayaan Investasi 257,104 257,104

b. Pemberian Pinjaman (5,810) (5,810)

c. Kewajiban Penjaminan 591 591

d. Pembiayaan Lainnya (70,640) (70,640)

3 Utang Jatuh Tempo 424,837 416,358

a. Surat Berharga Negara 323,601 324,447

i. Rupiah 277,293.4 277,293

ii. Valas 46,308 47,154

b. Pinjaman 101,236 91,911

i. Dalam Negeri 1,678 1,678

ii. Luar Negeri 99,558 90,233

Total Kebutuhan Pembiayaan 1,645,298.6 1,636,820

Perubahan Kebutuhan (8,478.9)

Sumber Pembiayaan Melalui Utang Kebutuhan Pembiayaan Melalui Utang

Terdapat penurunan utang bruto sebesar Rp14,4T yang terdiri dari (i) penurunan SBN Bruto sebesar Rp1,7T dan (ii) penarikan pinjaman sebesar Rp12,7T target.

Penurunan kebutuhan pembiayaan melalui utang tahun 2020 sebesar Rp8,48 triliun disebabkan oleh penurunan utang jatuh tempo akibat penguatan nilai tukar rupiah.

Penyesuaian Kebutuhan Pembiayaan Utang tahun 2020

Berdasarkan defisit APBN 6,34% dari PDB

22

(23)

Pembiayaan Defisit Rp1.039,2 T

Pembiayaan Non-Utang Rp181,2 T

a. Pembiayaan Investasi Rp257,1 T b. Pemberian Pinjaman Rp(5,8) T c. Kewajiban Penjaminan Rp0,6 T d. Pembiayaan Lainnya Rp(70,6) T

Utang Jatuh Tempo Rp416,4 T

a. SBN Rp324,4 T

b. Pinjaman Rp91,2 T

Pinjaman Dalam Negeri Rp3,0 T

Pinjaman Luar Negeri Rp132,3 T

a. Pinjaman Tunai Rp102,8 T b. Pinjaman Proyek Rp29,5 T

Pinjaman Rp135,3 T (8,3%)

Kebutuhan Pembiayaan Sumber Pembiayaan Rp1.636,8 T

SBN Domestik Rp1.342,3 T

a. SPN/S Rp53,3 T b. ON/PBS Rp1.217,8 T c. Ritel Rp71,2 T

SBN Valas Rp159,2 T

SBN Rp1.501,5T (91,7%)

Rp1.636,8T

Rp27,8 T

Penerbitan SPN/S JT 2020

KEBUTUHAN DAN SUMBER

PEMBIAYAAN UTANG TAHUN

2020

Rp1.529,3 T

SBN Bruto Tahun 2020

23

(24)

Direktorat Strategi dan Portofolio Pembiayaan

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan

Gedung Frans Seda Lantai 8,

Jl. Dr. Wahidin Raya No.1 Jakarta, INDONESIA Tel. +62-21-3510714 Fax. +62-21-3510715

Email : [email protected], [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Page 7 of 8  Peserta yang tidak dapat melewati buoy atau tidak mengikuti trek lomba dan telah melewati waktu maksimal pembenaran hovercraft (10 menit dari awal race), akan

Deforestasi yang terjadi disebabkan oleh perambahan liar (illegal logging), kebakaran hutan (karhutla), dan konversi lahan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Selain

Untuk memperoleh data tentang identifikasi kompetensi guru profesional, maka dilakukan wawancara oleh guru yang bersangkutan dan pengisian angket mengenai kompetensi

Memperhatikan bahwa internet adalah suatu wahana “dari, oleh, dan untuk” masyarakat dunia maya, maka salah satu isu utama yang mengemuka adalah permasalahan

Hal ini sesuai dengan asumsi yang digunakan bahwa λ adalah frekuensi harapan dari banyaknya kecelakaan, sehingga semakin sedikit banyaknya kecelakaan yang dilaporkan maka

Salah satunya adalah belum ada pengaturan pengakuan PRT sebagai pekerja menjadikan perlindungan sebagai nafas setengah hati dalam mendapatkan tempat kerja yang layak; (3)

Penyusunan laporan Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau sebagai pelaporan

Skripsi yang berjudul Penggunaan Media Petak Pintar pada Pembelajaran Matematika di MI Al-Ihsan Desa Pematang Panjang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, ditulis