• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Hasil Penelitian Pra Siklus

Pembelajaran awal/ prasiklus pada proses pembelajaran IPA di kelas 3 SDN Pagendisan Winong teridentifikasi permasalahan yaitu pembelajaran berorientasi pada guru (teacher learning). Guru hanya menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan model pembelajaran yang inovatif. Guru tidak menggunakan media dalam proses pembelajaran. Siswa hanya duduk mendengarkan dan mencatat hasil ceramah guru sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran tidak ada. Hasil belajar siswa masih banyak yang memperoleh nilai di bawah KKM yang ditentukan sekolah yaitu 70, dari 21 siswa yang tuntas 11 siswa dan 10 siswa tidak tuntas. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPA di atas maka peneliti menerapkan model pembelajaran time token. Diharapkan dengan menerapkan model pembelajaran time token dapat menciptakan suasana aktif, kreatif, menyenangkan dan bermakna dalam proses pembelajaran IPA.

Presentase ketuntasan nilai pra siklus dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1

Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus

Ketuntasan Frekuensi Persentase

Tuntas 11 52,4

Tidak tuntas 10 47,6

Nilai tertinggi 80

Nili terendah 45

Skor rata-rata 65,5

Pada ketuntasan nilai tes pra siklus menunjukkan ketuntasan belajar yang dimiliki oleh beberapa siswa masih tergolong rendah. Maka untuk meningkatkan hasil belajar siswa perlu diadakan tindakan, agar nilai KKM ≥70. Untuk lebih

(2)

jelasnya presentasi ketuntasan nilai pra siklus dapat dilihat pada diagram berikut ini.

Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Belajar Pra Siklus

Dari diagram 4.1 dapat dilihat bahwa sebanyak 11 siswa atau 52,4 % telah tuntas belajar sedangkan 10 siswa atau 47,6 % siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan rata-rata nillai siswa 65,5. Data hasil tes awal pelajaran IPA melalui guru kelas 3 nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 45 dan nilai tertinggi 80.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi tersebut maka peneliti dan guru kelas berdiskusi dalam menyusun rancangan pembelajaran IPA dengan menggunakan model time token dianggap sebagai model pembelajaran yang paling tepat dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di kelas yakni kurangnya minat dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA, disamping itu materi pelajaran juga menjadi pertimbangan peneliti dalam memilih model time token yaitu tentang materi perubahan sifat benda beserta pemodelan.

Penggunaan model ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan berani mengeluarkan pendapatnya dengan menjawab kupon pertanyaan dan percobaan yang diberikan oleh guru, sehingga siswa menjadi aktif dan memiliki minat tinggi dalam pembelajaran IPA. Peneliti hanya bertugas sebagai fasilitator

0 20 40 60 80 100

tidak tuntas tuntas

47,6 52,4

Persentase

(3)

dalam pembelajaran. Adanya interaksi dua arah dari peneliti dan siswa maka akan berdampak pula pada nilai hasil belajar siswa yang meningkat.

Hasil diskusi antara peneliti dan guru kelas tersebut disepakati bahwa model time token digunakan sebagai model pembelajaran IPA di kelas 3 SDN Pagendisan Winong Pati pada materi Perubahan sifat benda.

4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I

Penelitian tindakan siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit pada tanggal 2 November 2015 dan 5 November 2015 dengan subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas 3 dengan peneliti. Hasil penelitian pada siklus I dijabarkan sebagai berikut.

Perencanaan

Peneliti melakukan konsultasi dengan guru kelas untuk merancang dan menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri atas:

1) Menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP dengan menggunakan model pembelajaran time token, membuat lembar kegiatan siswa (LKS),dan menyiapkan alat peraga

2) Mendiskusikan rencana penelitian dengan observer sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajarannya. Dalam diskusi ini dibicarakan tentang pengertian dan pentingnya penelitian tindakan kelas dan waktu pelaksanaannya.

3) Menyiapkan LKS.

4) Menyiapkan soal evaluasi, kisi-kisi soal, dan kunci jawaban.

5) Menyusun instrumen penelitian seperti lembar obsevasi pengamatan siswa, lembar observasi pengamatan guru. Lembar pengamatan ini digunakan untuk mengetahui tingkat aktivitas belajar IPA selama proses pembelajaran.

6) Menyiapkan alat dokumentasi Pelaksanaan Tindakan (Actions)

Penelitian tindakan siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit pada tanggal 2 November 2015 dan 5 November 2015 dengan subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas 3 semester 1

(4)

tahun ajaran 2015/2016. Pelaksanaan tindakan siklus 1 memfokuskan materi perubahan sifat benda dan menggunakan model pembelajaran time token yang mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Siklus I Pertemuan 1

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 2 November 2015, dengan alokasi waktu 2x35 menit pada jam 07.00-08.10 WIB. Pada pertemuan pertama ini peneliti melaksanakan proses pembelajaran dengan menyesuaikan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dipersiapkan.

Kegiatan pendahuluan diawali dengan mengkondisikan kelas menjadi kondusif yang dilanjutkan dengan memberi salam dan mengajak siswa berdoa bersama. Peneliti melakukan absensi mengecek kehadiran siswa untuk mengetahui keadaan siswa dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar serta menjeaskan model apa yang akan diajarkan. Peneliti kemudian melanjutkan dengan memberi pertanyaan kepada siswa tentang materi yang diajarkan dan kemudian siswa menjawab. Selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk menyanyikan lagu bersama sebelum pembelajaran dimulai untuk memotivasi siswa agar lebih semangat.

Setelah siswa mempunyai pengetahuan awal tentang materi tersebut, kemudian dilanjutkan pada kegiatan inti yaitu peneliti mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, dengan membagi 5 kelompok , masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kelompok 1-3 terdiri dari 5 siswa, sedangkan kelompok 4-5 terdiri dari 4 siswa.Guru mempersiapkan alat dan bahan untuk melakukan percobaan. Sebelum melakukan praktik percobaan masing-masing kelompok dibagikan lembar percobaan untuk mencatat hasil percobaan melalui kupon yang sudah dibahas. Peneliti memberikan sejumlah kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 30 detik per kupon pada setiap siswa. Siswa menjawab isi dari kupon, yang harus ditemukan melalui percobaan. Siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar, satu kupon untuk satu kesempatan berbicara. Masing-masing siswa yang telah habis kuponnya tidak boleh bicara lagi, bagi siswa yang masih memegang kupon

(5)

harus berbicara sampai kuponnya habis. Peneliti memberikan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa

Pada tahap penutup peneliti mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran dan mengurutkan kembali pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan hari ini dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa. Kemudian siswa menjawab secara runtut materi yang telah dipelajari. Peneliti memberi penghargaan bagi siswa berdasarkan nilai waktu yang digunakan saat menjawab isi dari kupon. Kemudian peneliti menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya. Dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dirumah.

Peneliti menutup pembelajaran dengan memimpin doa untuk mengakhiri pelajaran dan mengucapkan salam.

Pertemuan 2

Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 November 2015 pukul 07.00-08.10 WIB. Adapun uraian kegiatan pada pertemuan ini adalah sebagai berikut.

Kegiatan pendahuluan diawali dengan mengkondisikan kelas menjadi kondusif yang dilanjutkan dengan memberi salam dan mengajak siswa berdoa bersama. Peneliti melakukan absensi mengecek kehadiran siswa untuk mengetahui keadaan siswa dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar serta menjelaskan model apa yang akan diajarkan. Peneliti kemudian melanjutkan dengan memberi pertanyaan kepada siswa. Kemudian siswa menjawab dengan menunjukkan berbagai macam benda yang dapat memantulkan cahaya pada cermin yang ada di dalam kelas maupun diluar kelas. Selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk menyanyikan lagu bersama sebelum pembelajaran dimulai untuk memotivasi siswa agar lebih semangat. Kemudian dilanjutkan pada kegiatan inti yaitu guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, dengan membagi 5 kelompok , masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

Kelompok 1-3 terdiri dari 5 siswa, sedangkan kelompok 4-5 terdiri dari 4 siswa.Kemudian peneliti menunjukkan gambar seputar materi. Guru membagikan LKS pengamatan gambar terlebih dahulu dengan mengamati gambar yang sesuai dengan materi cermin datar,cembung,cekung. Siswa diberikan kesempatan

(6)

bertanya kepada guru jika ada hal yang tidak dipahami. Siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa pengamatan gambar, yang telah dibagikan dengan mengamati gambar yang ditampilkan oleh guru. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya. Berdasarkan hasil diskusi kelompok guru mulai memberikan penjelasan mengenai materi tersebut.

Kemudian guru mempersiapkan alat dan bahan untuk melakukan percobaan.

Sebelum melakukan praktik percobaan masing-masing kelompok dibagikan lembar percobaan untuk mencatat hasil percobaan melalui kupon yang sudah dibahas. Guru memberikan sejumlah kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 30 detik per kupon pada setiap siswa. Siswa menjawab isi dari kupon, yang harus ditemukan melalui percobaan. Siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar, satu kupon untuk satu kesempatan berbicara.

Masing-masing siswa yang telah habis kuponnya tidak boleh bicara lagi, bagi siswa yang masih memegang kupon harus berbicara sampai kuponnya habis.

Peneliti memberikan evaluasi tes akhir siklus I untuk mengetahui kemampuan siswa.

Pada tahap penutup peneliti mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran dan mengurutkan kembali pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan hari ini dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa. Kemudian siswa menjawab secara runtut materi yang telah dipelajari. Peneliti memberi penghargaan bagi siswa berdasarkan nilai waktu yang digunakan saat menjawab isi dari kupon. Kemudian Peneliti menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.Dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dirumah.

Peneliti menutup pembelajaran dengan memimpin doa untuk mengakhiri pelajaran dan mengucapkan salam.

Hasil belajar siklus I menunjukkan nilai rata-rata siswa 70,0 dengan presentase ketuntasan yaitu sebesar 66,7% atau sebanyak 14 siswa yang telah mencapai KKM yaitu 70 dan jumlah persentase ketidaktuntasan sebesar 33,3%

atau sebanyak 7 siswa yang belum mencapai KKM. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel 4.2 berikut ini.

(7)

Tabel 4.2

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1

Ketuntasan Frekuensi Persentase

Tuntas 14 66,7

Tidak Tuntas 7 33,3

Nilai Tertinggi 90

Nilai Terendah 50

Skor rata-rata 70,0

Terdapat siswa yang sudah memenuhi KKM pada siklus I ada 14 siswa, dengan prosentase 66,7 dan bagi siswa yang belum tuntas terdapat 7 siswa, dengan persentase 33,3%. Ketuntasan belajar siswa ini dipengaruhi beberapa faktor yaitu kecerdasan dan motivasi siswa dalam belajar dan aktivitas siswa.

Hasil belajar pada siklus I menunjukkan persentase ketuntasan belajar siswa sebanyak 66,7% atau 14 siswa dari 21 siswa telah mencapai KKM sebesar 70.

Perbandingan presentase ketuntasan siswa dapat dilihat pada gambar 4.2 sebagai berikut.

Gambar 4.2 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I

Tahap Pengamatan Siklus I

Pengamatan yang dilakukan setiap pertemuan pada siklus I dilakukan oleh teman sejawat bertugas mengamati aktivitas siswa dan mengamati keterampilan

0%

20%

40%

60%

80%

tidak tuntas tuntas 33,3%

66,7%

Persentase

(8)

peneliti dalam aktivas mengajar selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran time token.

Observasi Aktivitas Siswa

Pada data hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran time token dilakukan dengan mengamati aktivitas siswa saat pembelajaran berlangsung.

Teman sejawat berperan sebagai observer untuk mengamati aktivitas siswa.

Berikut lembar hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA siklus 1 pada tabel 4.3

Tabel 4.3

Hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA Siklus 1

No Aspek Yang Diamati Pelaksanaan

Ya Tidak

A. Kegiatan Pendahuluan

1. Menyimak dan menjawab pertanyaan apersepsi √ 2. Menyimak kemampuan yang akan dicapai dalam

pembelajaran

3. Memperhatikan dan mengikuti pembelajaran dengan antusias

4. Menyimak tujuan dan manfaat materi pelajaran melalui time token secara individu dan kelompok

B. Kegiatan inti

5. Siswa memperhatikan penyampaian materi pembelajaran tentang perubahan sifat benda

6. Siswa menjawab pertanyaan guru √

7. Siswa membentuk kelompok diskusi @4-5 siswa √ 8. Siswa duduk sesuai kelompoknya dengan materi

yaag diberikan

9. Siswa mempelajari materi yang diberikan menurut kelompoknya

(9)

10. Siswa membahas materi dalam LKS bersama kelompok

11. Siswa mempelajari materi bersama kelompok √ 12. Siswa melakukan kegiatan diskusi dengan tertib √

13. Mempresentasikan hasil kerja kelompok √ 14. Siswa menanggapi laporan hasil diskusi √ 15. Siswa memberi respon kepada guru √ 16. Siswa mengajukan pertanyaan materi yng

dianggap sulit

C. Kegiatan Penutup

17. Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran

18. Siswa bersama guru melakukan refleksi √ 19. Siswa mengerjakan tes formatif √

Jumlah skor 16 3

Catatan Observer :

Siswa sudah mulai memahami alur pembelajaran time token

Siswa mulai berani mengajukan pertanyaan pada guru dan mempresentasikan hasil diskusi

Beberapa siswa bermain sendiri saat diskusi

Observasi Keterampilan Guru

Pada data hasil observasi keterampilan guru dalam pembelajaran time token dilakukan dengan mengamati keterampilan pengelolaan pembelajaran guru saat pembelajaran berlangsung. Teman sejawat berperan sebagai observer untuk mengamati keterampilan guru dalam pembelajaran time token. Berikut hasil observasi untuk keterampilan guru dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA Siklus 1 pada tabel 4.4.

(10)

Tabel 4.4

Hasil observasi untuk keterampilan guru dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA siklus 1

No Aspek Yang Diamati Pelaksanaan

Ya Tidak

A. Kegiatan Pendahuluan

1. Menyampaikan appersepsi √

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran √

3. Memberikan motivasi siswa √

4. Menyajikan informasi tentang materi perubahan sifat benda

B. Kegiatan inti

5. Menyampaikan informasi materi tentang perubahan sifat benda

6. Melaksanakan pembelajaran melalui time token √ 7. Membentuk kelompok diskusi siswa@4-5 siswa √ 8. Menyampaikan materi pembelajaran dan

memanfaatkan gambar dalam eksplorasi materi

9. Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan diskusi

10. Membimbing kegiatan diskusi √

11. Membimbing peserta didik untuk mengumpulkan informasi materi

12. Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta didik

13. Membimbing peserta didik mempresentasikan hasil diskusi

14. Melibatkan peserta didik saling memberi tanggapan

15. Memberikan penguatan dan membuat √

(11)

kesimpulan

16. Memberikan kesempatan siswa menanyakan materi yang sulit

17. Melakukan tindakan perbaikan dan pengayaan √ C. Kegiatan Penutup

18. Melakukan refleksi bersama peserta didik √ 19. Memberikan tes tertulis (post tes) √

Jumlah Skor 16 3

Catatan observer:

Siswa belum seluruhnya mendapat kesempatan menanggapi laporan temannya Penjelasan materi cukup dipahami siswa

Refleksi

Refleksi siklus I dilaksanakan untuk mengkaji hasil yang diperoleh pada pembelajaran siklus I dengan menerapkan model pembelajaran Time Token yang dilaksanakan 2 kali pertemuan pada tanggal 2 November 2015 dan 5 Noember 2015. Pada tahap ini peneliti membandingkan hasil evaluasi siklus I dengan hasil pertemuan 1 dan pertemuan 2 saat pembelajaran menggunakan model time token.

Dari hasil pengamatan pembelajaran pada aktivitas belajar siswa (afektif) pada siklus I, secara garis besar sudah cukup baik. Peneliti masih kurang dapat membangkitkan semangat dan antusias siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan siswa merasa senang dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan dengan menggunakan model Time Token. Namun, dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatas, antara lain:

a) Kesiapan dan antusias dalam pembelajaran masih kurang karena banyak anak yang bermain gaduh.

b) Masih ada siswa yang belum mampu melakukan percobaan dengan baik dan benar.

(12)

c) Masih ada beberapa siswa yang ramai, mengobrol sendiri, dan mengganggu temannya.

d) Beberapa siswa kurang aktif beranya dan menjawab pertanyaan yang diajukan peneliti.

e) Siswa masih belum berani menyampaikan pendapatnya mengenai jawaban kelompok lain.

f) Belum bisa memanfaatkan waktu yang ditentukan.

Adapun perbaikan untuk siklus berikutnya adalah sebagai berikut:

a) Dalam memberikan penjelasan hendaknya menggunakan bahasa yang lebih komunukatif agar siswa mudah mencerna penjelasan yang diberikan peneliti.

b) Memberikan pengarahan kepada siswa untuk memahami perintah dari melakukan percobaan terlebih dahulu.

c) Memberikan sanksi kepada siswa yang tidak mengikuti proses belajar mengajar berupa pemberian tugas kepada siswa penonton untuk mengamati percobaan yang dilakukan oleh siswa lainnya.

d) Memberikan motivasi siswa berupa penguatan agar lebih berani untuk mengeluarkan pendapatnya walaupun jawabannya salah atau benar.

e) Memberikan suatu pemahaman kepada siswa mengenai bagaimana sikap yang baik dan tidak boleh egois dalam berdiskusi serta menghargai pendapat kelompok.

f) Memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa untuk dapat menyampaikn pendapatnya.

g) Memberikan bimbingan kepada siswa untuk dapat mau mengerjakan tugas.

Melihat kekurangan pada pembelajaran IPA dengan model pembelajaran kooperatif tipe time token siklus I maka direncanakan untuk melakukan proses pembelajaran pada siklus II dengan melakukan perbaikan-perbaikaan.

Perbaikan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II yaitu (1) guru akan lebih maksimal menjelaskan tujuan dan meteri pembelajaran dengan memberi penjelasan yang lebih kepada siswa yang belum paham, (2) guru akan lebih memperhatikan semua siswa agar kelas menjadi kondusif, (3) guru

(13)

lebih memperhatikan waktu yang digunakan dengan lebih membimbing siswa agar tertib dan tidak gaduh dalam pembelajaran.

Rencana-rencana perbaikan pembelajaran yang telah disusun kemudian akan dituangkan dalam RPP siklus II. Selanjutnya perbaikan dalam RPP itu akan diimplementasikan pada pelaksanaan pembelajaran dalam siklus II agar perencanaan tersebut dapat mencapai indikator keberhasilan penelitian.

4.1.3 Hasil Penelitian Siklus II

Siklus II dalam penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan 2 kali pertemuan pada tanggal 9 November 2015 dan 12 November 2015 dengan alokasi waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit. Adapun rincian tiap tahapan kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran pada siklus II sebagai berikut.

Perencanaan

Peneliti melakukan konsultasi dengan guru kelas untuk merancang dan menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri atas:

1) Menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP dengan menggunakan model pembelajaran Time Token, membuat lembar kegiatan siswa (LKS), menyiapkan alat peraga

2) Mendiskusikan rencana penelitian dengan observer sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajarannya. Dalam diskusi ini dibicarakan tentang pengertian dan pentingnya penelitian tindakan kelas dan waktu pelaksanaannya.

3) Menyiapkan LKS.

4) Menyiapkan soal evaluasi, kisi-kisi soal, dan kunci jawaban.

5) Menyusun instrumen penelitian seperti lembar obsevasi pengamatan siswa, lembar observasi pengamatan guru. Lembar pengamatan ini digunakan untuk mengetahui tingkat aktivitas belajar IPA selama proses pembelajaran.

6) Menyiapkan alat dokumentasi.

Pelaksanaan Tindakan (Actions)

Penelitian tindakan siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan dengan subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas 3 semester 1 tahun ajaran 2015/2016.

(14)

Pelaksanaan tindakan siklus II menggunakan model pembelajaran Time Token yang mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Siklus II Pertemuan 1

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 November 2015, dengan alokasi waktu 2x35 menit pada jam 07.00-08.10 WIB. Pada pertemuan pertama ini peneliti melaksanakan proses pembelajaran dengan menyesuaikan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dipersiapkan.

Kegiatan pendahuluan diawali dengan mengkondisikan kelas menjadi kondusif yang dilanjutkan dengan memberi salam dan mengajak siswa berdoa bersama. Peneliti melakukan absensi untuk mengetahui keadaan siswa dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar serta menjelaskan model apa yang akan diajarkan. Peneliti kemudian melanjutkan degan memberi pertanyaan kepada siswa tentang materi yang dijarkan. Kemudian siswa menjawab dengan menunjukkan berbagai macam alat optik yang siswa ketahui.

Selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk menyanyikan lagu bersama sebelum pembelajaran dimulai untuk memotivasi siswa agar lebih semangat.

Setelah itu dilanjutkan pada kegiatan inti yaitu guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, dengan membagi 5 kelompok , masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kelompok 1-3 terdiri dari 5 siswa, sedangkan kelompok 4-5 terdiri dari 4 siswa. Guru menunjukkan gambar seputar materi tersebut. Kemudian guru membagikan LKS pengamatan gambar terlebih dahulu dengan mengamati gambar yang sesuai dengan materi. Siswa diberikan kesempatan bertanya kepada guru jika ada hal yang tidak dipahami. Siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa pengamatan gambar, yang telah dibagikan dengan mengamati gambar yang ditampilkan oleh guru. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya. Berdasarkan hasil diskusi kelompok guru mulai memberikan penjelasan mengenai materi tersebut.

Guru mempersiapkan alat dan bahan untuk melakukan percobaan. Sebelum melakukan praktik percobaan masing-masing kelompok dibagikan lembar percobaan untuk mencatat hasil percobaan melalui kupon yang sudah dibahas.

Guru memberikan sejumlah kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 30 detik

(15)

per kupon pada setiap siswa. Siswa menjawab isi dari kupon, yang harus ditemukan melalui percobaan. Siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar, satu kupon untuk satu kesempatan berbicara.

Masing-masing siswa yang telah habis kuponnya tidak boleh bicara lagi, bagi siswa yang masih memegang kupon harus berbicara sampai kuponnya habis. Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa

Pada tahap penutup peneliti mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran dan mengurutkan kembali pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan hari ini dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa. Kemudian siswa menjawab secara runtut materi yang telah dipelajari. Guru memberi penghargaan bagi siswa berdasarkan nilai waktu yang digunakan saat menjawab isi dari kupon. Kemudian guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dirumah.

Peneliti menutup pembelajaran dengan memimpin doa untuk mengakhiri pelajaran dan mengucapkan salam.

Pertemuan 2

Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 November 2015 pukul 07.00-08.10 WIB. Adapun uraian kegiatan pada pertemuan ini adalah sebagai berikut.

Kegiatan pendahuluan peneliti mengawali kegiatan pembelajaran dimulai dengan salam dan do’a bersama. Peneliti menanyakan keadaan siswa dan melakukan absensi, lalu menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar serta menjelaskan model apa yang akan diajarkan. Kemudian peneliti bertanya kepada siswa tentang materi tersebut. Siswa menjawab pertanyaan dari peneliti.

Kemudian peneliti mengajak siswa untuk menyanyikan lagu bersama sebelum pembelajaran dimulai untuk memotivasi siswa agar lebih bersemangat. Kemudian dilanjutkan pada kegiatan inti yaitu peneliti mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi, dengan membagi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kelompok 1-3 terdiri dari 5 siswa, sedangkan kelompok 4-5 terdiri dari 4 siswa.

(16)

Kemudian guru menunjukkan gambar seputar materi. Guru membagikan LKS pengamatan gambar terlebih dahulu dengan mengamati gambar yang sesuai dengan materi. Siswa diberikan kesempatan bertanya kepada guru jika ada hal yang tidak dipahami. Siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa pengamatan gambar, yang telah dibagikan dengan mengamati gambar yang ditampilkan oleh guru. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya. Berdasarkan hasil diskusi kelompok guru mulai memberikan penjelasan materi tersebut.

Guru mempersiapkan alat dan bahan untuk melakukan percobaan. Sebelum melakukan praktik percobaan masing-masing kelompok dibagikan lembar percobaan untuk mencatat hasil percobaan melalui kupon yang sudah dibahas.

Guru memberikan sejumlah kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 30 detik per kupon pada setiap siswa. Siswa menjawab isi dari kupon, yang harus ditemukan melalui percobaan. Siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar, satu kupon untuk satu kesempatan berbicara.

Masing-masing siswa yang telah habis kuponnya tidak boleh bicara lagi, bagi siswa yang masih memegang kupon harus berbicara sampai kuponnya habis. Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa

Pada tahap penutup peneliti mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran dan mengurutkan kembali pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan hari ini dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa. Kemudian siswa menjawab secara runtut materi yang telah dipelajari. Guru memberi penghargaan bagi siswa berdasarkan nilai waktu yang digunakan saat menjawab isi dari kupon. Kemudian guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya. Dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dirumah.

Peneliti menutup pembelajaran dengan memimpin doa untuk mengakhiri pelajaran dan mengucapkan salam. Guru memberikan evaluasi tes akhir siklus II untuk mengetahui kemampuan siswa.

Siklus II pertemuan 2 pada kegiatan akhir guru memberikan evaluasi yang berjumlah 20 soal pilihan ganda. Hasil evaluasi yang diperoleh dari 21 siswa kelas 3 SDN Pagendisan Winong ditunjukkan oleh tabel 4.5 sebagai berikut.

(17)

Tabel 4.5

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 2

Ketuntasan Frekuensi Persentase

Tuntas 19 90,5

Tidak Tuntas 2 9,5

Nilai Tertinggi 100

Nilai Terendah 65

Skor rata-rata 77,5

Berdasarkan tabel 4.5 hasil belajar siklus II yaitu dapat didiskripsikan sebagai berikut, nilai rata-rata yang diperoleh 77,5 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65. Siswa yang tuntas ada 19 atau dengan persentase sebesar 90,5%

dan siswa yang tidak tuntas ada 2 siswa atau dengan persentase sebesar 9,5%.

Untuk lebih jelas mengenai hasil belajar siswa siklus II, dapat dilihat pada diagram 4.3

Gambar 4.3 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 2

Berdasarkan data hasil belajar siklus 2, persentase tersebut sudah sesuai dengan kriteria ketuntasan yang ingin dicapai dalam pembelajaran IPA yaitu sebesar 70%. Hal tersebut dikarenakan ketuntasan hasil belajar siswa sudah mencapai ketuntasan belajar sebesar 95%.

0%

20%

40%

60%

80%

100%

tidak tuntas

tuntas 9,5%

90,5%

Persentase

(18)

Tahap Pengamatan Siklus II

Pengamatan yang dilakukan setiap pertemuan pada siklus II dilakukan oleh teman sejawat bertugas mengamati aktivitas siswa dan mengamati keterampilan peneliti dalam aktivas mengajar selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran time token.

Pengamatan Aktivitas Siswa

Pada data hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran time token dilakukan dengan mengamati aktivitas siswa saat pembelajaran berlangsung. Teman sejawat berperan sebagai observer untuk mengamati aktivitas siswa. Berikut hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA Siklus 2 pada tabel 4.6

Tabel 4.6

Hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA Siklus 2

No Aspek Yang Diamati Pelaksanaan

Ya Tidak

A. Kegiatan Pendahuluan

1. Menyimak dan menjawab pertanyaan apersepsi √ 2. Menyimak kemampuan yang akan dicapai dalam

pembelajaran

3. Memperhatikan dan mengikuti pembelajaran dengan antusias

4. Menyimak tujuan dan manfaat materi pelajaran melalui time token secara individu dan kelompok

B. Kegiatan inti

5. Siswa memperhatikan penyampaian materi pembelajaran tentang perubahan sifat benda

6. Siswa menjawab pertanyaan guru √

7. Siswa membentuk kelompok diskusi @4-5 siswa √

(19)

8. Siswa duduk sesuai kelompoknya dengan materi yaag diberikan

9. Siswa mempelajari materi yang diberikan menurut kelompoknya

10. Siswa membahas materi dalam LKS bersama kelompok

11. Siswa mempelajari materi bersama kelompok √ 12. Siswa melakukan kegiatan diskusi dengan tertib √ 13. Mempresentasikan hasil kerja kelompok √

14. Siswa menanggapi laporan hasil diskusi √ 15. Siswa memberi respon kepada guru √

16. Siswa mengajukan pertanyaan materi yng dianggap sulit

C. Kegiatan Penutup

17. Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran

18. Siswa bersama guru melakukan refleksi √ 19. Siswa mengerjakan tes formatif √

Jumlah skor 18 1

Catatan Observer :

Siswa perlu belajar mengomentari hasil laporan dengan bahasa yang benar dan baik

Observasi Keterampilan Guru

Pada data hasil observasi keterampilan guru dalam pembelajaran time token dilakukan dengan mengamati keterampilan pembelajaran guru saat pembelajaran berlangsung. Teman sejawat berperan sebagai observer untuk mengamati keterampilan pengelolaan pembelajaran guru dalam pembelajaran time token.

(20)

Berikut hasil lembar observasi untuk keterampilan guru dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA siklus 2 pada tabel 4.7

Tabel 4.7

Hasil observasi untuk keterampilan guru dalam penerapan time token pada pembelajaran IPA siklus 2

No Aspek Yang Diamati Pelaksanaan

Ya Tidak

A. Kegiatan Pendahuluan

1. Menyampaikan appersepsi √

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran √

3. Memberikan motivasi siswa √

4. Menyajikan informasi tentang materi perubahan sifat benda

B. Kegiatan inti

5. Menyampaikan informasi materi tentang perubahan sifat benda

6. Melaksanakan pembelajaran melalui time token √ 7. Membentuk kelompok diskusi siswa@4-5 siswa √ 8. Menyampaikan materi pembelajaran dan

memanfaatkan gambar dalam eksplorasi materi

9. Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan diskusi

10. Membimbing kegiatan diskusi √

11. Membimbing peserta didik untuk mengumpulkan informasi materi

12. Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta didik

13. Membimbing peserta didik mempresentasikan hasil diskusi

(21)

14. Melibatkan peserta didik saling memberi tanggapan

15. Memberikan penguatan dan membuat kesimpulan

16. Memberikan kesempatan siswa menanyakan materi yang sulit

17. Melakukan tindakan perbaikan dan pengayaan √ C. Kegiatan Penutup

18. Melakukan refleksi bersama peserta didik √ 19. Memberikan tes tertulis (post tes) √

Jumlah Skor 19

Catatan observer:

Pelaksanaan pembelajaran time token maksimal. Tes formtif dilakukan dengan tertib dan disiplin.

Refleksi

Refleksi siklus II dilaksanakan untuk mengkaji hasil yang diperoleh pada pembelajaran siklus II dengan menerapkan model pembelajaran time token yang dilaksanakan 2 kali pertemuan. Pada tahap ini peneliti membandingkan hasil evaluasi siklus I dengan hasil evaluasi siklus II.

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil belajar siswa kelas 3 SDN Pagendisan mengalami peningkatan dari hasil prasiklus hingga siklus II. Hasil prasiklus diperoleh rata-rata hasil belajar IPA siswa yaitu 65,5 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal 52,4%

mengalami peningkatan pada siklus I dengan perolehan rata-rata klasikal 70,0 dengan persentase ketuntasan 66,7 % dan pada siklus II perolehan rata-rata klaasikal 77,5 dengan persentase ketuntasan 90,5%. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel 4.8

(22)

Tabel 4.8

Tabel Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

Ketuntasan Pra Siklus Siklus I Siklus II

F % F % F %

≥70 11 52,4 14 66,7 19 90,5

≤70 10 47,6 7 33,3 2 9,5

Nilai Tertinggi 80 90 100

Nilai Terendah 45 50 65

Skor rata-rata 65,5 70,0 77,5

Berdasarkan tabel 4.8 diatas, nampak bahwa hasil belajar berdasarkan ketuntasan belajar mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus 1, dan siklus 2.

Pada kegiatan pra silus ketuntasan belajar semula hanya 52,4%, pada siklus 1 menjadi 66,7%, dan pada akhir kegiatan pembelajaran siklus 2 menjadi 90,5%.

Peningkatan hasil belajar yang terjadi pada pembelajaran siklus 1 dan siklus 2 secara jelas disajikan melalui gambar 4.4

Gambar 4.4 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2

Berdasarkan gambar diagram 4.4 menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar kognitif dari pra siklus, siklus I, siklus II. Pada pra siklus siswa yang tuntas mencapai 52,4% meningkat pada siklus I menjadi 66,7% Dan meningkat

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Tuntas Tidak Tuntas

52,4% 47,6%

66,7%

33,3%

90,5%

9,5%

Prasiklus Siklus I Siklus II

(23)

lagi pada siklus II sebesar 90,5%. Nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal dari prasiklus ke siklus II membuktikan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran time token ternyata dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas 3 SDN Pagendisan Kecamatan Winong Kabupaten Pati semester 1 tahun pelajaran 2015/2016.

Gambar

Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Belajar Pra Siklus
Tabel Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Pra Siklus, Siklus I,  dan Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

Kelas kesesuaian lahan permukiman tidak sesuai sekarang/N1 mempunyai luas 290 Ha atau 10,35 % dari luas radius 300 meter dari sungai siak di Kota Pekanbaru yang mempunyai

Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kale and Akoit, 2015) pentingnya pemberian edukasi kesehatan tentang perawatan kaki untuk mencegah ulkus

Etika Islam adalah merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepercayaan kepada tuhan, dan sudah tentu berdasarkan kepada agama, dengan demikian al-Qur’an dan al-Hadis adalah

Edema paru akut dapat terjadi karena penyakit jantung maupun penyakit di luar jantung ( edema paru kardiogenik dan non kardiogenik ).Gejala paling umum dari edema

Dengan hasil nilai semester satu, rata-rata nilai santri mata pelajaran kitab Ta’limul Muta’alim yang diajarkan dengan menggunakan metode bandongan adalah 84,8 dan rata-rata

Meskipun pada akhirnya pemberontakan yang dipimpin oleh Kyai Penoppo mengalami kekalahan namun semangat juangnya dalam melawan kolonial Beland bisa dirasakan hingga

Muhammadiyah yang merupakan organisasi dan gerakan sosial keagamaan yang didirikan oleh Kyai Dahlan adalah gerakan tajdid (reformasi; pembaharuan pemikiran Islam) yang

Berdasarkan hasil analisis di lokasi Proyek Ware House Belawan bahwa umumnya lapisan pada permukaan tanah berpotensi terjadi likuifaksi yang berbahaya terhadap