• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

25

Universitas Kristen Petra

3. METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Definisi Konseptual 3.1.1. Uses and Gratifications

Inti dari teori Uses and Gratification adalah khalayak pada dasarnya menggunakan media massa untuk berdasarkan moti-motif tertentu (Kriyantono, 2006, h.208). Pendekatan uses and gratification berawal dari pencarian mengenai penjelasan daya tarik yang besar dari konten media pokok tertentu. Penelitian ini juga dilakukan untuk menjawab pernyataan “mengapa orang menggunakan media dan untuk apa mereka menggunakannya?” (McQuail, 2011, h.174). Teori tersebut berkembang ke arah perkembangan media baru yang memiliki karakteristik berbeda dengan media lama, bahwa media baru memiliki karakteristk interactivity, demassification, dan asynchroneitty yang memungkinkan penggunanya untuk dapat berinteraksi secara langsung, memiliki kontrol pemuh untuk memilih pesan yang diinginkan, dan dapat tersedia sepanjang waktu.

3.1.2. Uses and Gratifications for New Media

Konsep mengenai Uses and Gratifications dikemukakan oleh S. Shyam Sundar dan Anthony M. Limperos pada tahun 2013 dengan menyajikan beberapa kategori gratification, yaitu modality, agency, interactivity dan navigability.

(2)

26

Universitas Kristen Petra

3.2. Definisi Operasional

Terdapat beberapa pendekatan mengenai uses and gratification dalam media baru, baik melalui video games, mobile phone, maupun internet (Sundar & Limperos, 2013, h.8). Sehingga muncul kategori gratifications yang digunakan untuk New Media yang dilakukan oleh S. Shyam Sundar dan Anthony M. Limperos pada tahun 2013 , Gratifications sought tersebut yaitu :

3.2.1. Modality Realism

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mendapatkan konten yang nyata dan tidak direkayasa.

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk berkomunikasi seperti bertatap muka

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mendapatkan pengalaman yang mirip dengan dunia nyata

d. Saya menggunakan Instagram Stories karena memungkinkan saya untuk mengamati diri saya sendiri (melihat ulang stories yang sudah diunggah)

Coolness

a. Saya menggunakan Instagram Stories karena unik b. Saya menggunakan Instagram Stories karena istimewa

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mengikuti style terkini

Novelty

a. Saya menggunakan Instagram Stories karena hal tersebut baru b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk merasakan teknologi

yang inovatif

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mengalami tatap muka secara berbeda melalui virtual

(3)

27

Universitas Kristen Petra

d. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mengalami pengalaman yang berbeda

Being There

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk membenamkan diri di dunia maya

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk menciptakan pengalaman hadir di tempat yang jauh

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mengalami beberapa hal tanpa berada di sana (virtual)

3.2.2. Agency

Agency-Enhancement

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mengirimkan pendapat b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk menyatakan jati diri

saya (membentuk image)

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk menyampaikan pemikiran kepada banyak orang

d. Saya menggunakan Instagram Stories untuk membagikan informasi berupa foto dan video kepada banyak orang

Comunity Building

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk terhubung dengan orang lain

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk memperluas jaringan sosial

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk menjadi bagian dalam sebuah komunitas

d. Saya menggunakan Instagram Stories untuk membangun jaringan sosial (dengan membuat akun dan melakukan share informasi melalui Instagram Stories)

(4)

28

Universitas Kristen Petra

Bandwagon

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk meninjau pendapat orang lain sebelum saya membuat keputusan

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mengetahui pemikiran dan pendapat orang lain

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk membandingkan pendapat saya dengan orang lain

Filtering

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mengatur pilihan saya (menggunakan fitur live video, boomerang, rewind)

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk melihat stories yang ingin saya lihat

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mendapat informasi dan membagikannya dengan orang lain

Ownness

a. Saya menggunakan Instagram Storeis karena setelah menggunakannya, saya merasa cocok

b. Saya menggunakan Instagram Stories karena fitur yang ada merefleksikan diri saya

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk membuat sesuatu yang menarik dan menyenangkan dengan menambahkan berbgai macam stiker, tag lokasi dan face filter

(5)

29

Universitas Kristen Petra

3.2.3. Interactivity Interaction

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk berinteraksi dengan sistem yang disediakan

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk melakukan banyak hal (mencari informasi, melihat situasi terkini)

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk melihat kebutuhan dan menentukan preferensi saya

Activity

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk aktif di jejaring sosial b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk menemukan interaksi

yang tidak pasif

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk melakukan banyak hal (seperti upload foto dan video, melihat stories orang lain)

Responsiveness

a. Saya menggunakan Instagram Stories karena cepat tanggap dengan perintah yang saya beri

b. Saya menggunakan Instagram Stories karena merespon dengan baik permintaan saya

c. Saya menggunakan Instagram Stories karena dapat memenuhi kebutuhan saya aktif di dunia maya

Dynamic Control

a. Instagram Stories memberikan saya kontrol untuk mengunggah dan melihat post sesuai keinginan saya

b. Saya menggunakan Instagram Stories karena memungkinkan saya memegang kendali terhadap apa yang saya post

c. Saya menggunakan Instagram Stories karena saya dapat mengontrol interaksi saya dengan bertatap muka di dunia maya

(6)

30

Universitas Kristen Petra

d. Saya menggunakan Instagram Stories karena saya dapat memodifikasi postingan saya sesuai keinginan

e. Saya menggunakan Instagram Stories karena saya dapat menyesuaikan cara kerja fitur.

3.2.4. Navigability

Browsing/Variety-Seeking

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mendapatkan informasi melalui foto dan video yang diunggah

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk membantu saya mendapatkan direct link di beberapa akun yang sudah diverifikasi

*akun yang telah diverifikasi memiliki tanda centang biru

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk menelusuri hal yang saya sukai dengan melihat stories dari akun yang disukai

d. Saya menggunakan Instagram Stories untuk melihat stories secara bebas

Scaffolding/Navigation Aids

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk membantu saya berinteraksi dengan teman setiap waktu

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk mendapatkan fitur yang mudah dipelajari dan digunakan

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk terhubung ke informasi lain

d. Saya menggunakan Instagram Stories karena menawarkan alat bantu visual (seperti merekam video dan mengambil foto) sehingga penggunaan menjadi efektif

e. Saya menggunakan Instagram Stories untuk lebih waspada sebelum melakukan transaksi online shopping

(7)

31

Universitas Kristen Petra

Play/Fun

a. Saya menggunakan Instagram Stories untuk memperoleh fitur yang menyenangkan dan mudah untuk dipelajari

b. Saya menggunakan Instagram Stories untuk bermain menjelajah di dunia maya

c. Saya menggunakan Instagram Stories untuk melarikan diri dari kejenuhan

3.3. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif karena peneliti ingin mengetahui bagaimana motif Digital Natives Surabaya menggunakan Instagram Stories di Instagram. Jenis penelitian dekriptif merupakan jenis penelitian yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau subjek tertentu.

Penelitian ini digunakan untuk menggambarkan realitas yang terjadi tanpa adanya penjelasan mengenai hubungan antar variabel (Kriyantono, 2006, h.67-68). Riset kuantitatif merupakan riset yang menggambarkan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Oleh sebab itu tidak memerlukan kedalaman data dan analisis. Penelitian ini lebih mementingkan keluasan data sehingga data maupun hasil riset dianggap meenjadi representasi keseluruhan populasi (Kriyantono, 2006, h.55).

3.4. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data.

Metode ini melalui proses pengumpulan dan analisis data sebagai instrumen utama untuk mendapatkan informasi dari responden yang diasumsikan mewakili populasi yang spesifik (Kriyantono, 2006, h.59).

Dalam penelitian ini digunakan metode online survei dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online.

(8)

32

Universitas Kristen Petra

3.5. Populasi dan Sampel

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2002, h. 55 dalam Kriyantono, 2006). Populasi dalam penelitian ini adalah Digital Natives yang ada di wilayah Surabaya, yaitu dengan rentang usia 18-34 sebanyak 1.046.280 orang (Banyaknya Peduduk Menurut Kelompok Umur, BPS Surabaya, 2016).

Sampel adalah sebagian dari populasi karena itu harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya. Sampel dari penelitian ini adalah Digital Natives Surabaya yang menggunakan jejaring sosial Instagram dan pernah menggunakan Instagram Stories. Penelitian ini memiliki 100 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobabilitas dengan teknik sampling purposif. Teknik ini mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria tertentu dari peneliti berdasarkan tujuan dari peneliti, yaitu Digital Natives di Surabaya dengan rentang usia 18-34 tahun, digital natives Surabaya yang menggunakan Instagram dan pernah menggunakan Instagram Stories dengan durasi minimal 20 menit dalam satu hari dan sedang menggunakan Instagram Stories dalam kurun waktu tiga bulan Juni sampai Agustus.

3.6. Teknik Penarikan Sampel

Untuk menentukan sampel, peneliti menggunakan rumus Slovin karena jumlah populasi diketahui (Umar, 2002, p.22), yaitu :

Keterangan :

n : ukuran sampel N : ukuran populasi

e : kelonggaran nilai eror sebesar 10%

(9)

33

Universitas Kristen Petra

Jadi :

n = 1.046.280 1 +1.046.280 (0,1)2 n = 1.046.280 1 +10462,80 n = 99,9904432424

n = jika dibulatkan menjadi 100

Berdasarkan perhitungan tersebut maka jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini berjumlah 100 sampel.

3.7. Teknik Pengumpulan Data 3.7.1. Jenis Sumber Data

a. Data Primer : merupakan data utama yang peneliti peroleh dari responden melalui kuesioner yang disusun peneliti, terdiri dari empat kategori mengenai motif Digital Natives Surabaya menggunakan Instagram stories di Instagram.

b. Data Sekunder : merupakan data yang berasal dari buku, penelitian terdahulu, jurnal-jurnal penelitian, dan website internet guna mendukung penelitian.

3.7.2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.

Kuesioner merupakan daftar pernyataan yang wajib diisi oleh responden. Nama lain dari kuesioner adalah angket. Tujuan utama dari penyebaran angket adalah untuk mencari suatu informasi lengkap mengenai suatu masalah tanpa merasa khawatir jika reponden memberi jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataannya (Kriyantono, 2006, h.95). Dalam penelitian ini digunakan kuesioner online yang disebarkan melalui link.

(10)

34

Universitas Kristen Petra

3.8. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan skala Likert yang digunakan untuk mengukur sikap seseorang tentang suatu objek sikap. Objek sikap sendiri ditentukan oleh periset secara spesifik dan sistematik. Indikator-indikator dari varabel sikap terhadap suatu objek merupakan titik tolak dalam membuat pernyataan yang wajib diisi oleh responden. Setiap pernyataan dihubungkan dengan jawaban berupa dukungan atau pernyataan dikap yang diungkapkan dengan : sangat setuju (SS) dengan skor 5, setuju (S) dengan skor 4, netral (N) dengan skor 3, tidak setuju (TS) dengan skor 2, dan sangat tidak setuju (STS) dengan skor 1.

Dalam penelitian ini juga menggunakan wawancara sebagai instrumen analisis data. Wawancara didapatkan melalui wawancara online dengan responden untuk memperdalam analisis data.

Melalui setiap pernyataan, jawaban responden akan digolongkan masing- masing ke dalam kategori kemudian dirata-rata. Skor rata-rata tersebut akan dinilai berdasarkan syara kelas. Dalam peneliian ini kelas dibagikan menjadi tiga, yaitu rendah, sedang, dan tinggi, dengan perhitungan sebagai berikut :

Interval = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙−𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑛 (𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠)

Interval = 5−1

3 = 1,33

Berdasarkan nilai interval di atas, maka syarat nilai kelas ditentukan sebagai berikut:

Tabel 3.1. Syarat Kelas

Interval Kategori

1,00 < a  2,33 Rendah

2,33 < a  3,66 Sedang

3,66 < a  5,00 Tinggi

Sumber : Olahan Peneliti, 2017.

(11)

35

Universitas Kristen Petra

3.9. Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Statistik Deskriptif, Crosstab.

3.9.1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dinyatakan memenuhi kriteria valid jika pernyataan dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang hendak diukur oleh kuesioner tersebut (Singarimbun,1995,h.123). Untuk melakukan uji validitas, metode yang dilakukan adalah dengan mengukur korelasi antara butir-butir pernyataan dengan skor pernyataan secara menyeluruh. Tahapan yang dilakukan dalam uji validitas adalah :

a. Mendefinisikan secara operasional suatu konsep yang akan diukur.

b. Melakukan uji coba terhadap beberapa responden dan minimal dilakukan kepada 30 orang.

c. Mempersiapkan tabulasi jawaban

d. Menghitung nilai korelasi antara masing-masing skor butir jawaban dengan skor total butir jawaban

(Santosa & Ashari, 2005, h. 248).

Penghitungan uji validitas dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan SPSS dan Microsoft Excel dan menggunakan analisis korelasi Pearson. Dari hasil perbandingan hasil korelasi (r) dengan angka kritik tabel r kritis dimana 𝛼 (Significant Level) ditetapkan 5%. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5 % karena dinilai telah cukup mewakili hubungan antar variabel yang diteliti dan merupakan tingkat signifikasi yang umum digunakan pada penelitian (Nazir, 2003, h. 71).

Pada penelitian ini dilakukan uji coba kepada 30 responden, dan r tabel dengan derajat ketelitian 5% sebesar 0,361. Sehingga jika hasil dinyatakan lebih dari 0,361. Kemudian dalam penelitian ini dilakukan juga perhitungan validitas kepada 100 responden dengan nilai r kritis sebesar 0,197. Jika angka korelasi lebih tinggi dari 0,197 maka item tersebut valid.

(12)

36

Universitas Kristen Petra

3.9.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan alat ukur untuk mengukur kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Sebuah kuesioner dikatakan reliabel, apabila jawaban responden konsisten atau stabil dari waktu ke waktu terhadap suatu pernyataan. Alat ukur disebut reliabel jika alat ukur tersebut secara konsisten memberikan hasil atau jawaban yang sama terhadap gejala yang sama walaupun digunakan berulang kali. Reliabilitas mengandung sebuah makna bahwa alat ukur tersebut stabil (tidak berubah-ubah), dapat diandalkan (dependable), dan tetap/ajeg (consistent) (Kriyantono, 2006, h.143).

Pengujian reliabilitas dilakukan dengan cara one shot measure, teknik pengukuran ini dilakukan pada satu waktu kemudian dilakukan perbandingan dengan pernyataan yang lain atau dengan pengukuran korelasi antar jawaban.

Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan program SPSS dengan metode Cronbach Alpha, di mana suatu kuesioner dinyatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari angka 0,60 (Santosa & Ashari, 2005, h. 251)

3.9.3. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan peristiwa, perilaku atau objek tertentu lainnya. Beberapa jenis teknik yang termasuk kategori statistik deskriptif antara lain (Kriyantono, 2006, h.167-170) :

1. Distribusi frekuensi, yang digunakan untuk membantu peneliti untuk mengetahui bagaimana distribusi frekuensi dari data penelitian.

2. Tendensi sentral, bertujuan untuk mendapatkan ciri khas tertentu dalam bentuk sebuah nilai bilangan yang merupakan ciri khas bilangan tersebut, terdapat tiga yang sering digunakan yaitu :

a. Mean (nilai rata-rata), nilai tengah dari total bilangan.

b. Median, nilai tengah sebuah data

c. Modus, merupakan jenis tendensi sentral yang menunjukkan frekuensi terbesar pada suatu kelompok data. Merupakan frekuensi yang sering muncul.

Pada penelitian ini digunakan mean untuk menghitung nilai rata-rata dari setiap item pernyataan yang ada.

(13)

37

Universitas Kristen Petra

3.9.4. Crosstab (Tabulasi Silang)

Crosstab adalah tabulasi silang yang digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk kolom dan baris. Perhitungan dengan menggunakan crosstab pada SPSS dapat digunakan untuk menghitung apakah terdapat hubungan antar baris (sebuah variabel) atau dengan kolom (variabel lainnya). Ciri penggunaan crosstab adakah dengan adanya data input berskala nominal dan ordinal (Santoso, 2008, h.181-182). Dalam penelitian ini digunakan tabulasi silang gender seseorang dengan motif penggunaan Instagram stories, usia pengguna dengan motif yang mendasari penggunaan Instagram stories dan durasi penggunaan Instagram Stories dengan jenis kelamin dan usia. Dalam penelitian ini, tidak digunakan tabulasi silang pekerjaan dengan motif pengunaan Instagram Stories dengan alasan jumlah hasil yang tidak variatif.

Alat yang sering digunakan dalam mengukur asosiasi dalam sebuah

crosstab adalah chi-square. Dalam praktek statistik alat ini dapat digunakan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan antar baris dan kolom dari sebuah crosstab (Santoso, 2008, h.182).

Gambar

Tabel 3.1. Syarat Kelas

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan 5 kali uji coba yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam segmentasi untuk identifikasi pola menggunakan analisis tekstur

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin mengidentifikasi kembali bagaimana analisis perbandingan kebangkrutan, kinerja keuangan, dan tata kelola yang di lakukan

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan juga kemudahan dalam menyelesaikan tugas akhir dengan judul

Manfaat geladikarya yang diharapkan bagi perusahaan adalah diketahuinya struktur permodalan yang optimal guna mencari sumber pembiayaan yang memiliki biaya paling minimum,

Dari segi jenis sanksi, sanksi yang digunakan dalam Undang-Undang22 Tahun 1997 tentang Narkotika berupa sanksi pidana dan sanksi tindakan ( maatregel ).. Sanksi pidana

kematian harus meningkat, sehingga angka pertumbuhan melambat hingga nol (zero) • Populasi sebaiknya mengikuti suatu kurva berbentuk-S.. Kurva

Dalam Renstra ini akan dipaparkan semua aspek strategis yang akan dicapai oleh FMIPA Unesa, meliputi: (1) mengembangkan tridarma perguruan tinggi dalam bidang

- Angiotensin II meningkatkan tekanan darah dengan cara menimbulkan vasokonstriksi arteri dan merupakan zat vasoaktif yang sangat kuat. Zat ini menghambat pelepasan