• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI KEPRIBADIAN. Sigmund Freud dan Alfred Adler

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TEORI KEPRIBADIAN. Sigmund Freud dan Alfred Adler"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI

KEPRIBADIAN

Sigmund Freud dan

Alfred Adler

(2)

KELOMPOK 1

Rani Herawati Lestari (1917101049)

Balqis Rosa As- Qori’ah

(1917101050)

Dinda Rizki Khoirunnisa (1917101051)

Aulia Septiani (1917101052)

01 02

03 04

(3)

Biografi Sigmund Freud

Sigmund Freud merupakan salah seorang tokoh psikologi Barat, berkembangsaan

Jerman, keturunan Yahudi yang lahir pada tanggal 06 Mei 1856 di Freiberg. Ketika

Hitler bangkit, Freud melarikan diri ke Inggris dan meninggal di London pada tanggal

23 September 1939.2 Roberth H. Thouless menulis bahwa Freud adalah seorang

dokter yang menangani gangguan mental yang diklarasifikasikan sebagai individu

psikoneorosis. Penyakit-penyakit itu mencakup histeria dengan tanda-tandanya

yang disebabkan oleh gangguan mental dan kemudian menimbulkan gangguan

organik serta lumpuh, mati rasa atau gangguan pada lambung, cemas, gelisah, dan

perasaaan takut yang tiak beralasan (Fobia) serta pelbagai macam tindakan dan

perasaan yang dilakukan secara tidak sadar.

(4)

Bagi Freud, tingkahlaku manusia digerakkan oleh dorongan-

dorongan impulsif bawah sadar yang ditransformasi sedemikian

rupa menjadi berbagai wujud tingkahlaku, termasuk perilaku

artistik. Dorongan-dorongan itu bersumber pada id, bagian

kepribadian yang dibawa sejak lahir. Dari id bagian kepribadian

lainnya, ego dan superego, terbentuk melengkapi struktur

kepribadian. Kepribadian manusia kemudian dipahami sebagai

interaksi dinamis antara id, ego dan superego dengan ego

sebagai komando yang menjaga keseimbangan strukturnya.

(5)

Dalam teori kepribadian Freud bahwa manusia

terdiri dari tiga sistem/struktur/kepribadian, yaitu :

Id adalah sifat bawaan manusia sejak lahir, sebagai sistem ia mempunyai fungsi untuk menunaikan prinsip-prinsip kehidupan secara menyeluruh atau dikenal dengan dorongan naluriah. Id adalah aspek biologis yang merupakan sistem original di dalam kerpibadian. Id bekerja dan beroperasi berdasarkan ”Prinsip Kesenangan (pleaure prinsiple)” dengan tujuan menghilangkan atau mengurangi ketengagan untuk mencapai kenikmatan atau kesenangan. Id hanya mengenal kenyataan subyekif jiwa (dunia batin) sesuai dengan kehendaknya,

01

(6)

Dalam teori kepribadian Freud bahwa manusia

terdiri dari tiga sistem/struktur/kepribadian, yaitu :

Ego adalah aspek psikologis daripada kepribadian dan timbul karena kebutuhan organisme untuk dapat berhubungan secara baik dengan dunia nyata (reality). Ego mencoba menetralisir keinginan-keinginan Id yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Segala bentuk dorongan naluri dari Id hanya dapat direalisasikan dalan bentuk nyata melalui bantuan Ego. Perbedaan antara Id dan Ego terletak pada kenyataan dan tidak nyata, karena Id hanya mengenal kenyataan subyekif jiwa (dunia batin) sesuai dengan kehendaknya, sedangkan Ego membedakan antara sesuatu yang terdapat dalam dunia luar (dunia objektif).

02

(7)

Dalam teori kepribadian Freud bahwa manusia

terdiri dari tiga sistem/struktur/kepribadian, yaitu :

super ego adalah hasil perkenalannya dengan norma sosial budaya, sehingga erat hubungannya dengan moralitas dan kebutuhan kebutuhan rohaniah. Superego dapat pula dianggap sebagai aspek moral kepribadian yang mempunyai fungsi pokok dalam menentukan baik dan buruk, sehingga individu menjunjung tinggi moralitas masyarakat dan Tujuan Superego adalah membawa individu kearah kesempurnaan sesuai dengan pertimbangan keadilan dan moral yang berkembang dalam masyarakat. Superego yang bersifat ideal ini ke dalam dua komponen, yaitu suara hati (conscience) dan ego ideal. Suara hati adalah berupa hukuman yang diberikan oleh lingkungan terhadap individu, misalnya hukuman yang diberikan oleh orang tua, atau masyarakat sedangkan ego ideal didapati melalui penerimaan hadiah. Kata hati adalah suara-suara mengenai keberatan-keberatan terhadap gerak-gerik hati yang ada dalam diri kita, tetapi penekanannya terletak pada kenyataan bahwa penolakan ini tidak harus tergantung pada hal apa pun.

03

(8)

Biografi Alfred Adler

Alfred Adler dilahirkan di Wina pada tanggal 9 Pebruari 1870, Dia menyelesaikan studinya dalam lapangan kedokteran pada Universitas Wina pada tahun 1895. Mula-mula mengambil spesialisasi daalam opthamologi, dan kemudian dalam lapangan psikiatri.

Mula-mula bekerja sama dengan Freud dan menjadi anggota serta akhirnya menjadi presiden “Masyarakat Psikoanalisis Wina”.

Namun dia segera mengembangkan pendapatnya sendiri yang menyimpang dari pendapat Freud, yang akhirnya menyebabkan dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden serta dari keanggotaannya dalam “Masyarakat Psikoanalisis Wina” tersebut pada tahun 1911 dan mendirikan aliran baru yang diberi nama “Individual Psychologie”.

Sejak tahun 1935 Adler menetap di Amerika Serikat. Di sana dia melanjutkan prakteknya sebagai ahli penyakit syaraf dan juga menjadi guru besar dalam psikologi medis di Long Island College of Medicine. Dia meninggal di Scotlandia pada tahun 1937, ketika sedang dalam perjalanan keliling untuk memberikan ceramah-ceramah. Psikoanalisis pengaruh Adler lekas meluas, walaupun tidak seluas pengaruh Psikoanalisis, terutama karena Adler dan pengikut-pengikutnya mempraktekan teorinya dalam lapangan Pendidikan. Juga di Amerika Serikat pengaruh Individual Psychologie itu cukup luas. Pendapat-pendapat Adler tetap terpelihara dan bertambah luas berkat adanya “The American Society of Individual Psychology” yang mempunyai majalah tersendiri, yaitu: The American Journal of Individual Psychology.

(9)

Teori-terori Adler mengenai manusia disusun dengan

sederhana. Bagi Adler manusia lahir dengan tubuh yang lemah

dan inferior. Kondisi inferior ini menjadikan seseorang

menggantungkan diri pada orang lain. Perasaan ketergantungan

ini mendorong seseorang untuk menyatu dengan orang lain

(minat sosial). Adler menyebutkan bahwa sifat menyatu dengan

orang lain (minat sosial) adalah sifat manusia

(10)

Ciri ketiga psikologi Adler yang membedakannya dari psikoanalisis klasik, bahwa setiap orang merupakan konfigurasi unik dari motif-motif, sifat- sifat, minat-minat dan nilai-nilai; setiap perbuatan yang dilakukan orang membawa corak khas gaya hidupnya sendiri.

03

Ciri kedua dari Adler bagi teori kepribadian adalah konsepnya mengenai diri yang kreatif. Tidak seperti ego Freud, yang terdiri dari kumpulan proses psikologis yang melayani tujuan insting- insting.

02

Ciri pertama teori kepribadian Adler bahwa manusia pada

mulanya dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial dan bukan dorongan seksual seperti yang dikatakan Freud

01

Ciri-ciri kepribadian menurut

Adler :

(11)

Penekanan

determinan sosial dari tingkah laku

Ke-2

konsep tentang mengkreatifkan

diri

Ke-3

penekanan pada ciri khas dari masing-masing

kepribadian Menurut Adler mahluk hidup adalah suatu kesatuan sosial yang tidak dapat

dipisahkan. Mereka menghubungkan dirinya dengan orang-orang lain

disekitar mereka dalam usaha kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan umum diatas keinginan diri sendiri, dan mendapatkan gaya hidup yang bersifat lebih kuasa dalam organisasi social. Adler memeiliki sumbangan pemikiran yang besar yaitu :

Ke-1

(12)

Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler:

Prinsip teori kepribadian rasa rendah diri

Adler meyakini bahwa manusia dilahirkan dengan perasaan rendah diri.

Perasaan rendah diri ini bermula dari anak anak yang tidak bisa melakukan tindakan orang dewasa. Pada prinsipnya, individu ingin menyaingi kekuatan dan kemampuan orang lain. Apabila di tahapan ini, individu merasa lemah dan kurang dalam meraih kemampuan di atasnya, maka akan muncul rasa rendah diri di tahapan perkembangan berikutnya. Setiap individu berusaha untuk melakukan kompensasi terhadap kelemahannya dalam segala hal. Kompensasi ditentukan oleh gaya hidup dan usaha mencapai kesempurnaan (superior).

01

(13)

Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler:

Prinsip teori kepribadian superior

Superior diartikan sebagai usaha untuk mencapai kekuatan diri. Adler beranggapan bahwa manusia adalah mahluk yang agresif dan harus selalu agresif bila ingin mencapai kesuksesan. Manusia menginginkan kekuatan dan mengharapkan kesempurnaan.

Dorongan untuk menjadi superior ini bersifat universal dan tidak mengenal batas waktu. Meskipun demikian, menjadi superior tidak harus selalu berkompetisi dengan orang lain namun usaha untuk meningggalkan rasa rendah diri.

02

(14)

Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler:

Prinsip teori kepribadian gaya hidup

Usaha individu untuk mencapai superioritas memerlukan cara cara tertentu yang disebut sebagai gaya hidup. Gaya hidup terdiri dari dorongan dari dalam diri yang mengatur arah perilaku dan dorongan dari lingkungan.

Dorongan dari lingkungan mungkin dapat menambah atau menghambat arah dorongan dari dalam diri.

Manusia memiliki kekuatan yang cukup walaupun tidak sepenuhnya bebas untuk mengatur kehidupannya sendiri secara wajar. Gaya hidup manusia tidak ada yang identik sama dan seringkali menentukan kualitas interpretasi dari terhadap semua pengalaman yang dijumpai.

03

(15)

Prinsip teori kepribadian diri yang sadar

Kesadaran adalah inti kepribadian individu. Manusia menyadari segala hal yang dilakukannya. Ia dapat merencanakan dan mengarahkan perilaku ke

arah tujuan yang dipilihnya secara sadar. Pikiran sadar adalah apa saja yang dipahami dan diterima individu dalam membantu perjuangan menjadi sukses dan superior.

05

Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler:

Prinsip teori kepribadian diri kreatif

Diri yang kreatif adalah penggerak utama tingkah laku. Yakni membuat sesuatu yang baru yang berbeda dari sebelumnya. Diri kreatif adalah sarana yang mengolah fakta fakta dunia dan mentransformasikann fakta tersebut menjadi kepribadian yang bersifat subjektif, dinamis, menyatu, personal, dan unik karena individu mencipta dirinya sendiri.

04

(16)

Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler:

Prinsip teori kepribadian tujuan semu

Masa lalu penting namun yang lebih penting adalah masa depan, yaitu rencana yang akan dilakukan individu. Tujuan akhir manusia tidak menunjukkan hasil yang nyata akan terwujud, melainkan hanya perangkat semu.

Tujuan tersebut adalah semu karena dibuat amat ideal untuk diperjuangkan sehingga mungkin saja tidak dapat direaliisasikan. Tujuan semua ini dipisahkan dari gaya hidup. Tujuan semu berisi harapan yang menggerakkan kekuaran kekuatan tingkah laku manusia.

06

(17)

Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler:

Prinsip teori kepribadian minat sosial

Manusia dilahirkan dengan karunia minat sosial yang bersifat universal.

Kebutuhan ini terwujud dalam komunikasi dengan orang lain. Proses ini membutuhkan waktu banyak dan usaha yang berkelanjutan. Individu diarahkan untuk memelihara dan memperkuat perasaan minat sosial dengan meningkatkan kepedulian pada orang lain melalui empati dan komunikasi.

07

Referensi

Dokumen terkait