Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum Proteksi Prima Harapan
Terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan Bapak/Ibu menjadikan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (“Manulife Indonesia”) sebagai mitra dalam merencanakan masa depan Bapak/Ibu dan keluarga.
Proteksi Prima Harapan merupakan produk asuransi penyakit kritis yang diterbitkan oleh PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Berikut ini adalah ringkasan informasi mengenai produk Proteksi Prima Harapan sebagai referensi Bapak/Ibu.
Lampiran ini hanya merupakan informasi sebagai bagian dari alat pemasaran yang memuat rangkuman berbagai manfaat dan ketentuan dari produk asuransi Proteksi Prima Harapan dan bukan merupakan kontrak asuransi.
Penafsiran terkini mengenai manfaat dan ketentuan produk asuransi Proteksi Prima Harapan mengacu pada Polis asuransi yang memuat persyaratan dan ketentuan secara lengkap dan terperinci.
HAL PENTING: Kami menyarankan Bapak/Ibu untuk berkonsultasi dengan tenaga pemasar Manulife Indonesia sebelum memutuskan membeli produk asuransi ini. Tenaga pemasar yang melakukan penawaran dan penjualan atas produk asuransi ini telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan asosiasi terkait.
DATA RINGKAS
Penanggung Manulife Indonesia
Nama Produk Asuransi Proteksi Prima Harapan Jenis Produk Asuransi Asuransi Penyakit Kritis
Pemegang Polis Seseorang yang berhak menurut hukum untuk mengadakan perjanjian asuransi dengan Manulife Indonesia.
Tertanggung Perorangan yang atas dirinya diadakan pertanggungan dan ditanggung oleh Manulife Indonesia berdasarkan Polis ini.
Tanggungan Seseorang suami/istri dan anak-anak yang sah dari Tertanggung yang diikutsertakan dalam produk asuransi ini.
Yang Ditunjuk Pihak yang mempunyai hubungan kepentingan (insurable interest) dengan Tertanggung dan/atau Tanggungan dan ditunjuk untuk menerima Manfaat Pertanggungan apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan meninggal.
Penjelasan Produk Asuransi Proteksi Prima Harapan merupakan produk perlindungan asuransi penyakit kritis yang dipasarkan oleh Bank Danamon Indonesia yang memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis melalui dua tahapan yaitu Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan terdiagnosa oleh salah satu Penyakit Kritis Tahap Dini dan Manfaat Penyakit Kritis Tahap Akhir apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan terdiagnosa oleh salah satu Penyakit Kritis Tahap Akhir. Produk ini juga memberikan Manfaat Meninggal jika Tertanggung dan/atau Tanggunan meninggal dunia oleh sebab apapun (untuk Tahun Polis Pertama hanya untuk meninggal dunia karena Kecelakaan) serta No Claim Bonus jika tidak terjadi klaim selama 2 (dua) tahun Polis berturut-turut. Penyebutan kata program dan/atau produk pada dokumen ini merujuk pada pengertian yang sama dengan produk Proteksi Prima Harapan.
Usia Masuk Tertanggung Utama:
o Minimum 18 (delapan belas) tahun o Maksimum 55 (lima puluh lima) tahun Tanggungan Anak:
Ringkasan Manfaat Pertanggungan
1. Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini
Apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan didiagnosa menderita salah satu dari sepuluh (10) Penyakit Kritis Tahap Dini sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran I Ringkasan Informasi Produk dan Layanan versi Umum ini, maka Manulife Indonesia akan membayarkan 50% (lima puluh persen) Uang Pertanggungan.
Klaim atas Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini ini dapat diajukan maksimal 2 (dua) kali tetapi hanya untuk 2 (dua) jenis Penyakit Kritis Tahap Dini yang berbeda.
2. Manfaat Penyakit Kritis Tahap Akhir
Apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan didiagnosa menderita salah satu dari delapan (8) Penyakit Kritis Tahap Akhir sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran II Ringkasan Informasi Produk dan Layanan versi Umum ini, maka Manulife Indonesia akan membayarkan 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan, dikurangi dengan Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini yang pernah dibayarkan sebelumnya (jika ada).
3. Santunan Diabetes Militus
Manulife Indonesia akan membayarkan tambahan 25% (dua puluh lima persen) Uang Pertanggungan apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan mempunyai penyakit Diabetes Mellitus pada saat didiagnosa menderita salah satu dari delapan (8) Penyakit Kritis Tahap Akhir sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran II Ringkasan Informasi Produk dan Layanan versi Umum ini.
4. Manfaat Perlindungan Kartu Kredit
Manulife Indonesia akan membayarkan tambahan 5% dari Uang Pertanggungan atau sisa dari tagihan kartu kredit atas nama Pemegang Polis yang digunakan untuk membayar Premi Proteksi Prima Harapan (mana yang lebih rendah) apabila Tertanggung terdiagnosa oleh Penyakit Kritis Tahap Akhir. Manfaat ini hanya tersedia untuk pembayaran premi yang menggunakan kartu kredit.
5. Manfaat Meninggal
Apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan meninggal dunia oleh sebab apapun, maka Manulife Indonesia akan membayarkan sebesar 100% (seratus persen) Uang Pertanggungan dikurangi oleh Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini yang pernah dibayarkan sebelumnya (jika ada). Tidak ada manfaat meninggal yang dapat
o Minimum 6 (enam) bulan
o Maksimum 17 (tujuh belas) tahun
Orang tua harus memiliki Pertanggungan Proteksi Prima Harapan Tanggungan Pasangan:
o Minimum 18 (delapan belas) tahun o Maksimum 55 (lima puluh lima) tahun
Metode Underwriting Guaranteed Issuance Offer (GIO) tanpa pernyataan kesehatan Masa Pertanggungan 2 (dua) tahun dapat diperpanjang hingga usia 75 tahun Masa Pembayaran Premi 2 (dua) tahun dapat diperpanjang hingga usia 75 tahun Metode Pembayaran Premi Tahunan, Semesteran, Kuartalan, dan Bulanan
Mata Uang Rupiah (IDR)
Premi Sejumlah uang yang wajib dibayar oleh Pemegang Polis kepada Manulife Indonesia untuk mendapatkan Pertanggungan atas diri Tertanggung dan/atau Tanggungan.
dibayarkan jika Tertanggung dan/atau Tanggungan sudah pernah menerima pembayaran Manfaat Penyakit Kritis Tahap Akhir. Berlaku Masa Tunggu 12 bulan untuk Manfaat Meninggal, kecuali disebabkan karena Kecelakaan.
6. Manfaat No Claim Bonus
Apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan tidak pernah melakukan klaim apapun selama 2 (dua) Tahun Polis berturut-turut sejak Tanggal Penerbitan Polis maka pada akhir Tahun Polis ke-2 (kedua) Manulife Indonesia akan membayar kepada Pemegang Polis sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari seluruh Premi yang telah dibayarkan kepada Manulife Indonesia selama 2(kedua) Tahun Polis sebelumnya.
7. Manfaat Pendapat Medis Kedua dan Layanan Medis 24 Jam
Tertanggung dan/atau Tanggungan dari Pertanggungan ini diikutsertakan dalam Pelayanan Pendapat Medis Kedua (Medical Second Opinion) pada saat Tertanggung didiagnosa Penyakit Kritis dan Pelayanan Medis 24 jam (Medical Hotline Service). Informasi mengenai fasilitas tersebut mengacu pada Buku Panduan yang dilampirkan bersama Polis.
Manfaat Plan A Plan B Plan C Plan D
Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini
(50% dari Uang Pertanggungan) 25,000,000 50,000,000 75,000,000 100,000,000
Manfaat Penyakit Kritis Tahap Akhir (100% Uang Pertanggungan, dikurangi jumlah Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini yang pernah dibayar, jika ada)
50,000,000 100,000,000 150,000,000 200,000,000
Manfaat Meninggal
(100% Uang Pertanggungan, dikurangi jumlah Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini yang
pernah dibayar, jika ada 50,000,000 100,000,000 150,000,000 200,000,000
Manfaat Plan A Plan B Plan C Plan D
Manfaat Komplikasi Diabetes
(Tambahan 25% dari Uang Pertanggungan) 12,500,000 25,000,000 37,500,000 50,000,000
Manfaat Perlindungan Kartu Kredit * (Tambahan 5% dari Uang Pertanggungan, atau sisa tagihan kartu kredit , mana yang lebih rendah.
2,500,000 5,000,000 7,500,000 10,000,000
Manfaat No Claim Bonus
Pada akhir tahun polis ke-2, setiap 2 (dua) tahun berturut-turut jika tidak ada klaim.
25% dari Total Premi yang dibayarkan setiap 2 tahun
Manfaat Pendapat Medis Kedua Yes
Manfaat Layanan Medis 24/7 Yes
* Hanya untuk pembayaran premi dengan kartu kredit
Ringkasan Ilustrasi
“Proteksi Prima Harapan”
Tertanggung : Bapak Hartawan Usia Masuk : 35 tahun
Plan : C
Pembayaran : Kartu Kredit
Premi Tahunan Uang Pertanggungan Manfaat Komplikasi Diabetes
Manfaat Perlindungan Kartu
Kredit
Manfaat No Claim Bonus
1,506,000 / Tahun 150,000,000 37,500,000 7,500,000 753,000
Biaya
Premi yang dibayarkan Nasabah sudah termasuk biaya administrasi, biaya asuransi, komisi tenaga pemasar, komisi Bank Danamon dan biaya pemasaran (bila ada).
Risiko
Risiko Operasional
Suatu risiko kerugian yang disebabkan karena tidak berjalan atau gagalnya proses internal, manusia dan sistem, serta oleh peristiwa eksternal.
Risiko Kredit dan Likuiditas
Pemegang Polis akan terekspos pada risiko kredit dan likuiditas Manulife Indonesia sebagai penyeleksi risiko dari produk asuransi. Risiko kredit dan likuiditas berkaitan dengan kemampuan Manulife Indonesia membayar kewajiban terhadap nasabahnya
Pengecualian
• Tidak ada Manfaat yang dapat dibayarkan apabila terjadi kondisi penyakit kritis atau dilakukan tindakan atau diagnosa yang disebabkan oleh:
a.Keadaan Yang Sudah Ada Sebelumnya.
b.Penyakit bawaan (congenital disease)
c. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), ARC (AIDS Related Complex) atau infeksi yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus) baik langsung maupun tidak langsung jika diketahui penyakit tersebut diderita oleh Tertanggung dan/atau Tanggungan sebelum Tanggal Penerbitan Polis;
d.Tindakan bunuh diri atau melukai diri sendiri baik sadar maupun tidak,
e.Tertanggung dan/atau Tanggungan melakukan tindak kejahatan atau pelanggaran hukum,
f. Kejahatan atau pembunuhan yang dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dalam Pertanggungan.
• Tidak ada Manfaat yang dapat dibayarkan apabila Tertanggung dan/atau Tanggungan meninggal dunia yang disebabkan oleh kondisi sebagai berikut:
a.Peperangan, keadaan bahaya perang atau darurat perang, baik sebagian atau seluruh wilayah Indonesia terlibat didalamnya, baik dinyatakan atau tidak;
b.Pemogokan, kerusuhan, huru-hara, pemberontakan, perang saudara, pengambilalih kekuasaan;
c. Tugas Kemiliteran atau Kepolisian yang sedang dijalani oleh Tertanggung dan/atau Tanggungan,
d.Tindakan bunuh diri atau melukai diri sendiri baik sadar maupun tidak, menjalani eksekusi hukuman mati oleh Pengadilan,
e.Tertanggung dan/atau Tanggungan melakukan kejahatan,
f. Kejahatan atau pembunuhan yang dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dalam Pertanggungan;
g.Tugas sebagai awak pesawat yang sedang dijalani oleh Tertanggung dan/atau Tanggungan,; atau h.Minuman yang mengandung alkohol, zat-zat terlarang, racun, gas dan sejenisnya.
Catatan:
Detail lengkap mengenai ketentuan Pengecualian dinyatakan dalam Ketentuan Umum dan Ketentuan Khusus Polis
PERSYARATAN DAN TATA CARA
Pengajuan Asuransi Baru Calon Pemegang Polis akan dihubungi tenaga pemasar Bank Danamon, Jika setuju akan diproses lebih lanjut. Seluruh rekaman percakapan antara tenaga pemasar Bank Danamon dan Calon Pemegang Polis akan menjadi landasan penerbitan Polis.
Pembayaran Premi • Pemegang Polis dapat memilih metode pembayaran Premi Premi baik secara tahunan atau diangsur semesteran, kuartalan, atau bulanan.
• Pembayaran Premi harus ditujukan atas nama Manulife Indonesia dan Premi akan diakui oleh Manulife Indonesia pada saat Premi diterima di rekening Manulife Indonesia
Masa Leluasa (Grace
Period) Masa leluasa pembayaran Premi selama 45 hari kalender sejak tanggal jatuh tempo pembayaran Premi dimana Polis tetap berlaku walaupun Premi belum dibayar lunas.
Hak untuk Mempelajari
Polis (Cooling Off Period)
•
Polis asuransi akan dikirim kepada Pemegang Polis setelah proses seleksi risiko telah selesai dan Pembayaran Premi telah diterima di rekening Manulife Indonesia.•
Pemegang Polis mempunyai hak untuk mempelajari Polis dalam waktu 14 (empat belas) hari kalender sejak Tanggal Penerimaan Polis.PERSYARATAN DAN TATA CARA
•
Apabila Pemegang Polis tidak setuju dengan Ketentuan Polis maka Pemegang Polis harus memberitahukan secara tertulis dan mengembalikan Polis kepada Manulife Indonesia.•
Manulife Indonesia akan mengembalikan Premi yang telah dibayarkan oleh Pemegang Polis setelah dikurangi biaya penerbitan Polis (termasuk namun tidak terbatas pada bea materai, biaya pemeriksaan kesehatan (apabila ada), dan biaya administrasi terkait penerbitan Polis) dan Polis menjadi batal sejak awal.•
Sebaliknya, bila tidak ada pemberitahuan atau keberatan yang diajukan secara tertulis oleh Pemegang Polis dalam kurun waktu tersebut, maka Pemegang Polis dianggap setuju dengan seluruh isi dari Ketentuan Polis iniPengajuan Klaim Pengajuan Klaim harus disampaikan kepada Manulife Indonesia secara tertulis dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak Tertanggung dan/atau Tanggungan terdiagnosa menderita Penyakit kritis (baik Penyakit Kritis Tahap Dini maupun Penyakit Kritis Tahap Akhir), menderita Diabetes Mellitus, atau meninggal.
Pembayaran Klaim Pembayaran Manfaat Pertanggungan oleh Manulife Indonesia dilakukan paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak klaim disetujui oleh Manulife Indonesia dengan ketentuan bahwa dokumen klaim telah secara lengkap diterima oleh Manulife Indonesia dan telah melalui proses pengujian klaim.
Perubahan Polis Apabila terjadi perubahan ketentuan Polis mengenai tapi tidak terbatas pada ketentuan manfaat, biaya, dan risiko,syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Polis akan diberitahukan kepada Pemegang Polis melalui nomor telepon atau alamat korespondensi terkini Pemegang Polis yang tercatat pada Manulife Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum terjadi perubahan.
Kelengkapan Dokumen 1. Klaim Manfaat Penyakit Kritis Tahap Dini, Manfaat Penyakit Kritis Tahap Akhir dan Santunan Diabetes Mellitus:
•
Formulir Klaim Manfaat Pertanggungan Asuransi Individu yang disediakan oleh Manulife Indonesia;•
Surat keterangan Dokter atau resume medis.•
Fotokopi identitas Tertanggung dan/atau Tanggungan yang masih berlaku;•
Tagihan Kartu Kredit terakhir sebelum Tertanggung dan/atau Tanggungan didiagnosa Penyakit Kritis Tahap Akhir; dan•
Dokumen lain yang dibutuhkan oleh Manulife Indonesia.2. Klaim Manfaat Meninggal:
•
Formulir Klaim Meninggal Dunia yang disediakan oleh Manulife Indonesia;•
Polis asli (jika Tertanggung dan/atau Tanggungan yang meninggal);•
Surat keterangan Dokter yang memeriksa jenazah Tertanggung dan/atau Tanggungan yang menjelaskan sebab-sebab kematian Tertanggung dan/atau Tanggungan•
Surat keterangan meninggal dari pihak yang berwenang•
Surat keterangan kepolisian dalam hal Tertanggung dan/atau Tanggungan meninggal akibat Kecelakaan atau hal tidak wajar•
Surat keterangan mengenai bukti diri yang berkepentingan dalam Polis•
Fotokopi identitas Tertanggung dan/atau Tanggungan dan Yang Ditunjuk yang masih berlaku; danPERSYARATAN DAN TATA CARA
•
Dokumen lain yang dibutuhkan oleh Manulife IndonesiaPengajuan
Keluhan/Pertanyaan
Apabila ada hal-hal yang ingin disampaikan atau ditanyakan, Pemegang Polis dapat menghubungi Customer Contact Centre Manulife Indonesia di kantor pemasaran terdekat atau menghubungi kami melalui saluran berikut:
Customer Contact Center
Sampoerna Strategic Square, North Tower, Lantai GF, Jl. Jendral Sudirman Kav. 45, Jakarta Selatan 12930 Jakarta Selatan
Tel : (62-21) 2555 7777
0800 1 606060 (Bebas Pulsa & Khusus di Luar Area Jakarta) Email : [email protected]
Catatan
• Calon Pemegang Polis harus membaca dengan teliti Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum ini dan berhak bertanya kepada tenaga pemasar Bank Danamon atas semua hal terkait Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum ini sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi Proteksi Prima Harapan ini.
• Calon Pemegang Polis dan/atau calon Peserta harus membaca, memahami dan menandatangani aplikasi pengajuan asuransi setelah menyetujui keseluruhan isi dari ilustrasi dan informasi yang terdapat di dalam Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum ini, serta penjelasan yang disampaikan tenaga pemasar Bank Danamon.
• Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum ini merupakan penjelasan singkat dari produk asuransi Proteksi Prima Harapan dan bukan merupakan bagian dari aplikasi pengajuan asuransi dan Polis.
Ketentuan lengkap mengenai produk asuransi Proteksi Prima Harapan dapat dipelajari calon Pemegang Polis dan/atau Peserta pada Polis Proteksi Prima Harapan yang diterbitkan Manulife Indonesia dan akan dikirimkan kepada Pemegang Polis setelah Manulife Indonesia menyetujui aplikasi asuransi calon Pemegang Polis.
• Manulife Indonesia berhak menerima atau menolak permohonan asuransi berdasarkan keputusan seleksi risiko yang dilakukan oleh Manulife Indonesia. Keputusan klaim sepenuhnya merupakan keputusan Manulife Indonesia yang mengacu pada ketentuan Polis asuransi Proteksi Prima Harapan.
• Calon Pemegang Polis mempunyai kewajiban untuk menyediakan informasi dan/atau data sesuai dengan kondisi sesungguhnya. Apabila Manulife Indonesia mengetahui adanya informasi dan/atau data calon Pemegang Polis dan/atau calon Tertanggung dan/atau calon Tanggungan yang tidak sesuai dengan kondisi sesungguhnya, maka Manulife Indonesia memiliki hak untuk membatalkan pertanggungan.
• Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum ini mengacu dan berdasarkan pada Polis asuransi Proteksi Prima Harapan yang diterbitkan oleh Manulife Indonesia. Apabila terdapat perbedaan interpretasi antara Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum ini dengan ketentuan Polis asuransi Proteksi Prima Harapan, maka yang akan berlaku adalah ketentuan Polis asuransi Proteksi Prima Harapan.
• Syarat dan Ketentuan yang berlaku untuk produk asuransi Proteksi Prima Harapan telah tercantum dalam dokumen Ringkasan Informasi Produk dan Layanan Versi Umum ini yang dapat diunduh pada www.manulife.co.id dan Polis asuransi Proteksi Prima Harapan.
• Manulife Indonesia merupakan perusahaan asuransi jiwa yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tenaga pemasar yang melakukan penawaran dan penjualan atas produk ini telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan asosiasi terkait.
LAMPIRAN I
Daftar Penyakit Kritis Tahap Dini:
10.1
Kanker dan Karsinoma In Situ a. Karsinoma In Situ b. Kanker10.2
Serangan Jantung Tahap Dinia. Pemasangan Alat Pacu Jantung (Cardiac Pacemaker Insertion) b. Pericardectomy
10.3
Stroke Tahap Dinia. Aneurisma Pembuluh Darah Otak Yang Mensyaratkan Pembedahan (Cerebral Aneurysm Requiring Brian Surgery)
b. Cerebral Shunt Insertion (Pemasangan Shunt di dalam Otak Besar)
10.4
Gagal Ginjal Tahap Dini10.5
Angioplasti (Angioplasty)10.6
Kebutaan Dini – Kehilangan Pandangan Pada Satu Mata10.7
Kehilangan Salah Satu Anggota Gerak10.8
Koma (Coma)10.9
Moderately Severe Asthma10.10
Moderately Severe EpilepsyLAMPIRAN II
Daftar Penyakit Kritis Tahap Akhir: