PETUNJUK TEKNIS
PELAKSANAAN REKRUITMEN
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
CALON DOSEN
PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM
TAHUN ANGGARAN 2010
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA RI
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TENTANG PETUNJUK TEKNIS REKRUITMEN CPNS CALON DOSEN PTAI TA 2010
D. REKRUITMEN DAN PENERIMAAN CPNS DOSEN E. PENGUMUMAN
F. KEPANITIAAN
G. PENDAFTARAN DAN SELEKSI ADMINISTRATIF H. PERSYARATAN PELAMAR/ PENDAFTAR
I. MATERI DAN PELAKSANAAN UJIAN / TES J. KETENTUAN DAN PENGUMUMAN HASIL TES K. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
BAB III : PEDOMAN PENGISIAN LEMBAR JAWABAN KOMPUTER (LJK) A. PETUNJUK UMUM
B. PETUNJUK PENGISIAN DATA PESERTA
BAB IV : TATA TERTIB PESERTA UJIAN
BAB V : PENUTUP
LAMPIRAN :
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rampungnya penyusunan buku petunjuk teknis rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Calon Dosen Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Tahun Anggaran 2010. Penyelenggaraan kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga pendidik/dosen, khususnya di lingkungan PTAI yang berkualitas, memiliki komitmen akademik dan integritas moral yang baik. Sehingga mereka mampu menjalankan tugas kependidikan secara profesional dan bertanggungjawab demi terciptanya mutu pendidikan perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.
Sebagai upaya untuk menjaring calon dosen yang benar-benar berkualitas, maka seleksi CPNS calon dosen ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, tes tertulis dilakukan serentak seluruh Indonesia oleh panitia pusat. Materi ujian meliputi tes pengetahuan bahasa Inggris dan tes bakat skolastik untuk calon dosen fakultas umum dan ditambah tes pengetahuan bahasa Arab untuk calon dosen fakultas keislaman. Seleksi tahap kedua dilaksanakan oleh perguruan tinggi bersangkutan yang materinya meliputi tes kompetensi bidang studi, tes kelayakan mengajar dan tes kepribadian lainnya.
Demikian, atas kontribusi semua pihak pada penyusunan petunjuk teknis ini kami ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat.
Direktur Jenderal,
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, MA
KEMENTERIAN AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta Tel. 021-3811642, 3811654, 3812344Fax: 021-34833981 Website: www.bagais.go.id
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA
NOMOR : Dj.I/Dt.I.IV/774/2010 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN
REKRUITMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
CALON DOSEN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI) TAHUN ANGGARAN 2010
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Menimbang : bahwa untuk kelancaran pelaksanaan rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) calon dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Kementerian Agama, dipandang perlu menetapkan petunjuk teknis pelaksanaan rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil calon dosen PTAI dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.
Mengingat : 1. Undang Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 43 tahun 1999 ;
2. Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 jo Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2000 tentang Tenaga Kependidikan ;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil ;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil sebagaimana Telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007
8. Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006 ;
9. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2008 ;
10.Keputusan Presiden Nomor 49 Tahun 2002 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama;
11.Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 30 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil ;
12.Keputusan Menteri Agama Nomor 363 Tahun 2002 tentang Rekruitmen pegawai Negeri Sipil dalam lingkungan Departeman Agama ;
13.Keputusan Menteri Agama Nomor 492 Tahun 2003 tentang Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam Lingkungan Kementerian Agama ;
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama;
Memperhatikan : Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 77 tahun 2010 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Agama Tahun Anggaran 2010.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN REKRUITMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL CALON DOSEN DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI) TAHUN ANGGARAN 2010
Pasal 1
Petunjuk pelaksanaan rekruitmen calon Pegawai Negeri Sipil calon dosen Perguruan Tinggi Agama Islam Kementerian Agama Tahun Anggaran 2010 adalah sebagaimana tersebut dalam lampiran keputusan ini.
Pasal 2
Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal, 8 November 2010
Direktur Jenderal,
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, MA
LAMPIRAN : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL
NOMOR : Dj.I/Dt.I.IV/774/2010 TANGGAL : 8 November 2010
PETUNJUK PELAKSANAAN
REKRUITMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
CALON DOSEN DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM
TAHUN ANGGARAN 2010
BAB I PENDAHULUAN
A. UMUM
Berkenaan dengan Keputusan Kementerian Agama Nomor : BII/1-a/Kp.00.3/15774/2010 Tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Agama Tahun Anggaran 2010, dipandang perlu menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Calon Dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Kementerian Agama dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Mengangkat CPNS pelamar calon dosen yang diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Jo Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002;
2. Rekruitmen CPNS calon dosen dimaksudkan untuk mengisi formasi kosong yang disebabkan adanya PNS yang berhenti, pensiun dan meninggal dunia atau adanya perluasan dan kebutuhan organisasi ; 3. Rekruitmen CPNS calon dosen dilakukan berdasarkan syarat- syarat
obyektif yang telah ditentukan dan tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, golongan atau daerah;
B. TUJUAN
Keputusan ini bertujuan untuk :
1. Mengatur pelaksanaan rekruitmen CPNS pelamar calon dosen berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002. 2. Sebagai rujukan dan petunjuk teknis pelaksanaan rekruitmen CPNS
calon dosen, sehingga mampu menjaring sumber daya manusia yang profesional, jujur, bertanggung jawab, memiliki kompetensi sesuai dengan tujuan yang akan dilaksanakan.
C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup keputusan ini meliputi : 1.Persiapan Rekruitmen CPNS calon dosen; 2.Pendaftaran ;
3.Pelaksanaan Ujian ; 4.Penetuan Kelulusan ;
5.Pengendalian dan pengawasan ;
6.Pedoman Pengisian Lembar Jawaban Komputer (LJK) 7.Jadwal Kegiatan
8.Ketentuan tambahan lainnya.
D. PENGERTIAN
1.Pejabat Pembina Kepegawaian Kementerian Agama adalah Menteri Agama ;
2.Menteri adalah Menteri Agama ;
3.Rekruitmen CPNS adalah proses kegiatan pengisian formasi lowong dimulai dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan, penetapan kelulusan, permintaan NIP sampai dengan pengangkatan menjadi CPNS ;
5.Panitia Rekruitmen CPNS Unit Eselon I adalah Panitia Rekruitmen CPNS Eselon I Pusat yang mendapat formasi ;
6.Panitia Rekruitmen CPNS Daerah adalah Panita Rekruitmen CPNS yang berada di Kanwil, IAIN, UIN, IHDN, Sekolah Tinggi Agama Negeri, Kantor Kementerian Agama, Balai Diklat, dan Balai Penelitian;
7.Lembar Jawaban Komputer (LJK) adalah formulir yang berisi data peserta ujian, wilayah instansi yang dilamar, jenis dan jabatan formasi yang dilamar, dan jawaban daftar pertanyaan;
8.Scanner adalah alat yang digunakan untuk melakukan koreksi hasil testing;
BAB II
PELAKSANAAN REKRUITMEN
A. PERENCANAAN REKRUITMEN
1. Penyusunan rincian kebutuhan formasi persatuan kerja;
2. Penyusunan dan Penggandaan Petunjuk Pelaksanaan Rekruitmen CPNS dosen;
3. Rapat Persiapan Pelaksanaan Rekruitmen CPNS dosen;
B. PELAKSANAAN REKRUITMEN
1. Rincian formasi yang diperoleh dari kantor MENPAN selanjutnya didistribusikan kepada masing-masing pimpinan satuan kerja sesuai dengan skala prioritas kebutuhan.
2. Pengumuman penerimaan CPNS.
a. Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian Agama menginformasikan pelaksanaan rekruitmen CPNS, baik formasi tenaga teknis/ administrasi maupun formasi dosen, kepada Panitia Rekruitmen CPNS Eselon I dan panitia Rekruitmen CPNS Daerah agar mengumumkan rekruitmen CPNS secara terbuka melalui :
1. Mass media Cetak dan Elektronik
2. Papan Pengumuman ditempelkan selama 8 hari kalender, sedangkan yang melalui media masa dapat dilakukan sekali penyiaran;
b. Pengumuman pelaksanaan rekruitmen CPNS memuat persyaratan pelamar, jenis ketenagaan, kualifikasi pendidikan, jumlah lowongan jabatan, tujuan lamaran, waktu, tempat dan cara pendaftaran;
Bagi pelamar calon dosen Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, selain harus memenuhi ketentuan sebagaimana angka 2 diatas, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. Ujian untuk pelamar calon dosen dilakukan 2 tahap, yaitu: 1. Ujian tulis (Tahap I)
2. Ujian lisan (Tahap II)
b. Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian akan mengumumkan peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti ujian tahap kedua sebanyak 2 (dua) kali jumlah formasi berdasarkan ranking;
c. Ujian lisan dilakukan oleh Panitia Rekruitmen CPNS Daerah dan hasilnya dikirimkan ke Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian Agama (Pusat);
d. Pengumuman peserta yang dinyatakan lulus tahap kedua, dilakukan oleh Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian Agama (Pusat).
3. Pendaftaran dilakukan melalui :
internet/ website www.kemenag.go.id dengan subdomain cpns.kemenag.go.id. untuk melakukan entry data pelamar (registrasi); Bagi pelamar yang kesulitan menggunakan aplikasi internet/ website dapat melakukan pendaftaran/ registerasi langsung kepada panitia rekruitmen CPNS masing- masing.
4. Print out entry data pelamar beserta berkas lamaran dimasukan ke dalam amplop dengan mencantumkan satuan kerja yang dituju dan jenis ketenagaan yang dilamar pada pojok kiri atas, dikirimkan kepada panitia tempat yang bersangkutan melamar melalui jasa pos, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Bagi Panitia Rekruitmen CPNS Daerah (Panita Rekruitmen CPNS pada UIN/ IAIN dan STAIN) agar membuka Kotak Pos di wilayah Kabupaten, Kota dan Provinsi masing-masing.
b. Pelamar pada UIN/ IAIN dan STAIN dialamatkan kepada Panitia Rekruitmen CPNS Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri melalui Kotak Pos masing- masing.
d. Lamaran harus ditulis dengan tinta hitam dan ditandatangani sendiri oleh pelamar dengan melampirkan:
1. Data pendaftaran/ registrasi hasil diprint out;
2. Fotokopi ijazah sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan, yang telah dilegalisasi sesuai dengan ketentuan; 3. Pas foto berwarna ukuran 4x6 sebanyak 2 (dua) lembar; dan 4. Foto kopi KTP yang masih berlaku.
e. Penerimaan lamaran melalui jasa pos, stempel terakhir tanggal 3 November 2010 (cap pos).
f. Pelamar wajib melampirkan amplop balasan yang telah ditempel perangko kilat dengan menuliskan nama dan alamat lengkap serta kode pos, bagi pelamar yang tidak melampirkan amplop balasan dinyatakan gugur sebagai peserta.
g. Berkas lamaran yang masuk menjadi milik Negara.
h. Ijazah yang diterima adalah ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Negeri dan/atau ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi dan/ atau telah mendapat izin penyelenggaraan dari Menteri Pendidikan Nasional/ Menteri Agama yang bertanggungjawab di bidangnya, atau pejabat lain yang berdasarkan peraturan perundang-undangan berwenang menyelenggarakan pendidikan.
5. Seleksi Berkas
Lamaran yang disampaikan melalui jasa pos dan telah diterima oleh Panitia diproses dan dikelompokan sesuai dengan jenis ketenagaan yang dilamar serta kualifikasi pendidikannya.
6. Penyerahan Nomor Test
Pelamar yang memenuhi syarat administrasi, akan diberi nomor peserta, jadual dan tempat ujian yang dikirim melalui jasa pos.
7. Pemantauan Pelakasanaan dan Rekapitulasi Pelamar.
Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian Agama (Pusat) melakukan pemantauan pelaksanaan seleksi berkas CPNS di seluruh Indonesia dan membawa rekapitulasi jumlah pelamar sesuai dengan jenis ketenagaan yang dilamar dan kualifikasi pendidikannya.
8. Penggandaan Naskah Soal
Hasil pemantauan dan rekapitulasi pelamar dari seluruh Indonesia dikelompokan berdasarkan jenis ketenagaan dan pendidikannnya sebagai dasar untuk menggandakan naskah soal sesuai dengan kebutuhan.
9. Pengepakan dan Pengiriman Soal
Naskah soal dan LJK dikelompokan masing- masing : a. Naskah soal sebanyak 22 eksemplar per amplop; dan b. LJK sebanyak 25 lembar per amplop
Dilakukan pengepakan sesuai dengan jenis ketenagaan, selanjutnya dikirim ke satuan kerja masing- masing sesuai kebutuhan.
10.Pelaksanaan Ujian Tulis dan Lisan
Ujian tertulis dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia disesuaikan dengan waktu setempat, adapun ujian lisan hanya diwajibkan bagi pelamar Calon Dosen (UIN, IAIN dan STAIN) dan calon Laboran. 11.Pemantauan dan Pengembalian LJK
12.Koreksi Hasil Ujian
LJK yang telah dihimpun oleh Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian Agama langsung dilakukan pengoreksian dengan menggunakan mesin scanner.
13.Penyerahan Hasil Kelulusan
Hasil scan yang sudah diprint out oleh Panitia CPNS Kementerian Agama setelah dibubuhi tanda tangan dan cap dinas selanjutnya disampaikan ke satuan kerja masing-masing.
14.Ujian Tahap ke ke dua Bagi Calon Dosen
Untuk calon dosen (UIN/IAIN, dan STAIN) dilakukan ujian tahap II berupa ujian lisan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri masing- masing setelah pengumuman tahap I.
15.Pada Ujian Tahap ke dua/ Lisan untuk calon dosen UIN, IAIN dan STAIN, dilakukan hal- hal sebagai berkut :
a. Pewawancara adalah Professor atau dosen yang berkualifikasi Doktor yang memiliki keahlian pada bidangnya
b. Bagi calon peserta yang kebetulan mendaftar pada formasi tertentu dan pendaftarnya hanya satu orang, maka tidaklah lulus secara otomatis, karena tergantung pada standar minimal skor TPA.
16.Pengumuman Kelulusan
Pengumuman kelulusan diumumkan melalui mass media baik cetak dan elektronik dan atau ditempel pada papan pengumuman.
17.Pelaksanaan Pemberkasan
Bagi pelamar yang telah dinyatakan lulus agar segera menyampaikan berkas kelengkapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
C. PRINSIP REKRUITMEN
1. Prinsip rekruitmen CPNS adalah dilakukan berdasarkan prinsip netral, obyektif, akuntabel dan transparan;
3. Pengumuman penerimaan Rekruitmen CPNS diumumkan secara luas dengan menggunakan mass media yang tersedia oleh Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian, Panitia Rekruitmen CPNS eselon I, dan Panitia Rekruitmen CPNS Daerah;
4. Rekruitmen CPNS dilaksanakan dan menjadi tanggung jawab Menteri; 5. Setiap pelamar tidak dipungut biaya apapun;
6. Koreksi terhadap hasil ujian diolah dengan sistem komputer/ scanning; 7. Alokasi formasi dan jenis ketenagaan untuk setiap satuan kerja
ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama;
8. Formasi yang telah ditetapkan tidak diperkenankan untuk dilakukan revisi/ perubahan formasi;
9. Formasi yang tidak terdapat pelamarnya, dapat dipenuhi dari daerah lain.
D. Rekruitmen dan Penerimaan CPNS Dosen meliputi :
a. Penyusunan rincian formasi per satuan kerja ;
b. Penyusunan dan Penggandaan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Rekruitmen CPNS Calon Dosen;
c. Rapat Persiapan Pelaksanaan Rekruitmen CPNS Calon Dosen; d. Pembagian Formasi kepada Pimpinan Satuan Kerja;
e. Pengumuman penerimaan; f. Pelaksanaan Pendaftaran; g. Seleksi Berkas;
h. Penyerahan Nomor Test;
i. Pemantauan Pelaksanaan dan Rekapitulasi Pelamar; j. Penyusunan Naskah Soal ;
k. Penyerahan Naskah Soal ; l. Pelaksanaan Ujian Tulis;
m. Pemantauan Pelaksanaan Ujian Tulis dan Pengiriman kembali LJK ke Panitia Pusat;
n. Koreksi Hasil Ujian dengan Scanner; o. Penyerahan Hasil Kelulusan ;
s. Pelaksanaan Pemberkasan.
E. PENGUMUMAN
1. Pengumuman untuk pelamar calon dosen PTAIN harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. Panitia Rekruitmen CPNS Depertemen menyampaikan jadual pelaksanaan rekruitmen CPNS kepada panitia Rekruitmen CPNS Eselon I dan Panitia Rekruitmen CPNS Daerah untuk diumumkan secara terbuka melalui Media massa (Media Cetak dan Elektronik). b. Pengumuman pelaksanaan rekruitmen CPNS harus memuat
persyaratan pelamar, jenis ketenagaan, kualifikasi pendidikan, jumlah lowongan jabatan, tujuan lamaran, waktu pendaftaran dan tempat pendaftaran ;
c. Panitia rekruitmen CPNS Kementerian akan mengumumkan peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti ujian tahap kedua dengan peserta sebanyak 2 (dua) kali jumlah formasi berdasarkan ranking ; d. Pengumuman peserta yang dinyatakan lulus, dilakukan oleh Panitia
Rekruitmen CPNS Kementerian .
2. PTAIN sebagai penyelenggara ujian CPNS Dosen membuat naskah pengumuman berdasarkan alokasi formasi bagi masing-masing PTAIN sesuai dengan ketetapan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI. 3. Pengumuman berisikan tentang :
a. Formasi dosen bidang studi yang dibutuhkan b. Jumlah formasi dosen yang dibutuhkan c. Waktu pendaftaran
d. Tempat pendaftaran
e. Persyaratan kelengkapan berkas/ administratif f. Jadwal dan tempat ujian
g. Hal – hal lain yang dianggap penting
1. Panitia rekruitmen CPNS Unit Eselon I terdiri dari :
a. Pejabat Eselon I yang bersangkutan sebagai Pengarah ; b. Sekretaris Unit Eselon I sebagai Ketua ;
c. Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian sebagai Sekretaris ; d. Pejabat/ pelaksana terkait lainnya sebagai anggota.
2. Panita rekruitmen CPNS Daerah
Para pimpinan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, agar membentuk panitia seleksi di masing- masing Perguruan Tinggi yang dipimpinnya. a. Kepanitiaan pada IAIN, dan UIN terdiri dari :
1) Rektor sebagai Pengarah ;
2) Kepala Biro yang membidangi Kepegawaian sebagai Ketua ; 3) Kepala bagian Kepegawaian sebagai Sekretaris ;
4) Pejabat terkait lainnya sebagai anggota;
b. Kepanitiaan pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri terdiri dari : 1) Ketua sebagai Pengarah :
2) Pembantu Ketua II sebagai Ketua ; 3) Kabag Administrasi sebagai Sekretaris ; 4) Pejabat terkait lainnya sebagai anggota;
3.Tugas Panitia adalah melakukan monitoring, evaluasi dan koordinasi dengan satuan kerja terkait :
a. Panitia Rekruitmen CPNS unit Eselon I, antara lain : 1) Mengumumkan pelaksanaan penerimaan CPNS ; 2) Melaksanakan pendaftaran ;
3) Menggandakan dan mengamankan naskah soal ujian ; 4) Melaksanakan seleksi administrasi ;
5) Menyelenggarakan ujian tertulis ;
6) Mengumumkan hasil ujian tertulis yang telah ditetapkan Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian ;
7) Melakukan pemberkasan dan pengiriman usul pengangkatan menjadi CPNS kepada Biro Kepegawaian ;
9) Melaporkan jumlah pelamar sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilamar dan kualifikasi pendidikan kepada panitia rekruitmen CPNS Kementerian.
b. Panitia Rekruitmen CPNS Daerah
1) Menerima naskah soal ujian, daftar hadir, formulir LJK, dan tata tertib dari Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian, dilengkapi dengan Berita Acara serah terima;
2) Membentuk tim pengawas yang bertugas mengawasi penyelenggaraan ujian;
3) Menyiapkan sarana dan prasarana pelaksanaan ujian; 4) Mengumumkan pelaksanaan penerimaan CPNS; 5) Melakukan pendaftaran;
6) Melakukan seleksi administrasi;
7) Menggandakan naskah soal ujian bila jumlah pelamar melebihi naskah yang sudah disiapkan;
8) Menjamin kerahasiaan dan keamanan naskah soal ujian; 9) Menyiapkan daftar hadir sesuai blanko yang telah disediakan. 10) Pelaksanaan ujian :
a. Masing- masing ruang kelas yang disiapkan sebagai tempat ujian dengan ukuran standar hanya diisi peserta sebanyak 20 orang;
b. Setiap 20 orang peserta diawasi oleh 2 orang pengawas; c. Pengawas ujian agar mencocokan antara peserta dengan
kartu tanda test;
d. Pengawas ujian agar menyilang kolom tandatangan bagi peserta yang tidak hadir dengan memberi paraf;
11) Berita Acara pada saat pelaksanaan ujian meliputi : a. Pembukaan amplop naskah soal ujian dan tata tertib; b. Pembukaan amplop LJK;
d. Naskah soal dan LJK hasil ujian dari Pengawas ke Panitia; e. Pemusnahan dokumen seleksi CPNS tahun 2010;
f. Penyerahan LJK hasil ujian dari Panitia Pengadaan CPNS Unit Eselon I/ Panitia Pengadaan CPNS Daerah kepada Panitia Pengadaan CPNS Pusat (dilengkapi dengan rekapitulasi daftar peserta ujian / jumlah LJK.
12) Menyerahkan hasil LJK dan daftar hadir kepada panitia rekruitmen CPNS Kementerian;
13) Mengumumkan hasil ujian melalui media massa;
14) Menyiapkan dan mengirim surat panggilan kepada peserta ujian yang dinyatakan lulus untuk pemberkasan;
15) Melakukan pemberkasan dan mengirimlkan usul CPNS kepada Biro Kepegawaian disertai dengan formulir penetapan NIP yang telah diisi;
16) Melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait;
17) Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan ujian kepada Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian.
G. SELEKSI ADMINISTRATIF
1. Ujian Penyaringan Pengadaan CPNS dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 24 November 2010, dan
2. Tempat pelaksanaan ujian ditetapkan oleh Panitia Pengadaan CPNS Eselon I dan Panitia Pengadaan CPNS Daerah.
3. Pelamar untuk menjadi dosen di PTAIN bukan setempat dapat mendaftar dan melakukan tes di PTAIN terdekat;
4. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dan dinyatakan lolos oleh panitia dalam seleksi berkas, akan diberikan nomor ujian sesuai dengan kode yang telah ditentukan;
5. Formasi yang tidak terdapat pelamarnya, maka dapat dipenuhi dari daerah lain dengan cara diumumkan melalui media yang tersedia;
6. Untuk pelamar yang berdomisili di luar negeri tempat pendaftaran dan pelaksanaan ujian akan ditetapkan secara khusus oleh panitia;
diperoleh dari PTS sebelum tahun 2001 harus dari perguruan tinggi yang berstatus disamakan;
8. Ijazah yang diperoleh dari sekolah/ perguruan tinggi luar negeri harus mendapat penetapan penyetaraan dari Kementerian Pendidikan Nasional atau Kementerian Agama.
H. PERSYARATAN PELAMAR/ PENDAFTAR
1. Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
3. Berusia serendah- rendahnya 18 tahun dan setinggi-tinginya 35 tahun pada tanggal 1 Januari 2011. Bagi pelamar yang berusia lebih dari 35 tahun sampai dengan 40 tahun pada tanggal 1 Januari 2011 dapat mengajukan lamaran jika memiliki wiyata bakti minimal 13 tahun 9 bulan secara terus menerus dan tidak terputus pada satu unit kerja pemerintah atau lembaga pendidikan swasta berbadan hukum, dibuktikan dengan SK Wiyata Bakti;
4. Berpendidikan minimal Magister (S2);
5. Diprioritaskan bagi pelamar berlatar belakang pendidikan Doktor (dalam dan atau luar negeri)
6. Calon pelamar CPNS Dosen diprioritaskan bagi yang memiliki skor TOEFL minimal 500 atau IELTS minimal 5,0 dibuktikan dengan sertifikat ;
7. Calon pelamar CPNS Dosen diprioritaskan bagi yang memiliki pengetahuan dasar teknologi informasi dibuktikan dengan sertifikat; 8. Berkelakuan baik, dibuktikan dengan Surat dari Kepolisian;
9. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan Surat dari dokter;
10.Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
11.Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat, tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS atau Pegawai Swasta;
14.Bersedia memenuhi peraturan/ ketentuan yang berlaku;
15.Mengajukan surat lamaran yang ditujukan kepada Menteri Agama RI, ditulis tangan sendiri di atas kertas bermaterai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah), dengan melampirkan :
a. Copy sah ijazah dari pendidikan yang digunakan untuk melamar disertai dengan transkrip nilai.
b. Copy sah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
c. Copy sah Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter. d. Copy sah Surat Keterangan Pencari Kerja dari Kementerian/Dinas
Tenaga Kerja.
e. Copy sah Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan KTP Sementara.
f. Copy sah Surat Keputusan/ Keterangan wiyata Bakti (bagi yang memiliki).
g. Copy Sertifikat yang mendukung Bidang Keahlian pada Program Studi/ Formasi yang dilamar (seperti sertifikat Bahasa Asing).
h. Pas Foto berwarna ukuran 3x4 cm sebanyak 2 lembar.
I. MATERI DAN PELAKSANAAN UJIAN/ TES
Pelaksanaan ujian calon dosen dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap, tahap pertama diselenggarakan pada tanggal 24 November 2010. Materi ujiannya meliputi:
a. Calon dosen fakultas keislaman : 1. Tes Pengetahuan Bahasa Inggris ; 2. Tes Bakat Skolastik, dan;
3. Tes Pengetahuan Bahasa Arab. b. Calon dosen fakultas umum :
1. Tes Pengetahuan Bahasa Inggris, dan;
2. Tes Bakat Skolastik.
3. Tes Pengetahuan Agama.
dan tahap kedua yang diselenggarakan pada tanggal 16 Desember 2010
Materi ujiannya meliputi :
2. Tes Kelayakan Mengajar;
3. Tes Kepribadian/ Lainnya.
Ujian tahap pertama dilaksanakan oleh Panitia Pusat di masing- masing Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri tempat mendaftar secara tertulis. Dan ujian tahap kedua diadakan oleh dan menjadi tanggungjawab masing- masing Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (Panitia Daerah).
Untuk naskah soal ujian kompetensi bidang studi dan kelayakan mengajar dibuat secara tertulis. Sedangkan tes kepribadian boleh memilih, yakni dapat diujikan secara tertulis atau melalui wawancara (disertai dengan panduan wawancara). Ujian tahap kedua harus dilaksanakan secara objektif, transparan dan bertanggungjawab.
Peserta yang diperbolehkan mengikuti ujian/tes tahap pertama pada PTAIN adalah pelamar untuk calon dosen PTAIN yang telah memenuhi persyaratan administratif dan dinyatakan lolos berkas oleh Panitia Pusat.
Peserta yang diperbolehkan mengikuti ujian/tes tahap kedua yang dilaksanakan oleh Panitia Daerah adalah pelamar untuk CPNS dosen PTAIN yang telah dinyatakan lulus dalam ujian/tes tahap pertama oleh Panitia Pusat.
J. KETENTUAN DAN PENGUMUMAN HASIL TES
1. Pemeriksaan ujian/tes tahap pertama dilaksanakan oleh Panitia Pusat dengan menggunakan sistem scaner komputer. Hasil tes tahap I dikirim ke Daerah (PTAIN) tanpa disertakan nilainya dan sudah dikelompokan berdasarkan formasi yang dilamar. Semua peserta tes tahap I mempunyai peluang yang sama untuk diterima.
2. Penentuan kelulusan ujian/tes tahap II diusulkan oleh Panitia Daerah (PTAIN) tempat tes diselenggarakan dan ditetapkan oleh Panitia Pusat. Semua peserta tes tahap II mempunyai peluang yang sama untuk diterima.
3. Hal – hal yang diperhatikan dalam penerimaan CPNS dosen : a. Kesesuaian jurusan yang dibutuhkan
c. Karya Tulis Ilmiah
4. Keputusan tentang calon yang diterima sebagai PNS ditetapkan oleh Panitia Pusat dan diumumkan oleh Panitia Daerah.
5. Hanya peserta yang dinyatakan lulus oleh Panitia Pusat yang berhak diusulkan untuk dapat diangkat menjadi CPNS Dosen
K. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan rekruitmen CPNS di lingkungan Kementerian Agama dilakukan sebagai berikut :
1. Panitia rekruitmen CPNS Kementerian, Panitia Rekruitmen CPNS Eselon I, dan Panitia Rekruitmen CPNS Daerah melakukan pengawasan dan pengendalian rekruitmen CPNS berkoordinasi dengan pengawas fungsional Kementerian Agama (Inspektorat Jenderal);
2. Pemantauan dilakukan terhadap : 1) Rencana Pelaksanaan Seleksi ; 2) Pengumuman penerimaan CPNS ;
3) Kesiapan penyediaan soal ujian, formulir LJK, pendistribusian soal, dan pengamanannya ;
4) Distribusi soal dan formulir LJK dari Panitia Rekruitmen CPNS Kementerian/ Panitia Rekruitmen CPNS Daerah ;
5) Penyampaian kembali jumlah LJK hasil ujian dan mencocokan dengan daftar hadir peserta ujian ;
6) Penyimpanan dan pengamanan sisa soal ujian dan LJK serta pemusnahan sisa soal ujian dan soal yang telah dipergunakan ;
7) Lembar jawaban ujian dan pengamanannya ; 8) Prosedur dan mekanisme pemeriksaan LJK ;
BAB III
PEDOMAN PENGISIAN LEMBAR JAWABAN KOMPUTER (LJK)
A. PETUNJUK UMUM
1. Pengisian menggunakan pensil 2B atau spidol kecil berwarna hitam dengan cara mengarsir penuh bulatan jawaban.
2. Validitas pensil 2B dapat diuji secara kasat mata dengan cara mengarsir penuh bulatan menutupi huruf jawaban, hingga tidak terlihat, sebagaimana contoh berkut :
3. Field (DATA PESERTA) tidak boleh salah mengisi, field (DATA PESERTA) adalah Nama Peserta, Nomor Ujian, Agama, Tanggal Lagir, Wiyata Bakti, Jenis Kelamin dan Jenis Soal. Tidak mengisi field ini mengakibatkan kertas LJK tidak memiliki identitas dan tidak dapat diproses.
LJK yang valid (sah) memiliki bingkai hitam disekelilingnya dengan kotak kecil dua buah di atas (1 di kiri, 1 di kanan) dan tiga di bawag (1 di kiri, 2 di kanan). Apabila tidak ada berarti LJK tidak sah.
5. Peserta harus mengisi daftar hadir sebagai bahan crosschek data hasil scanner atau sebagai bukti kehadiran peserta.
6. Peserta diberi waktu 15 menit sebelumnya untuk mengisi biodata (data identitas) peserta sebelum memulai ujian.
7. TANPA TANDA TANGAN PESERTA, LJK DIANGGAP TIDAK VALID (TIDAK SAH)
B. PETUNJUK PENGISIAN DATA PESERTA
NAMA PESERTA UJIAN
1. Nama peserta ujian terdiri dari 25 (dua puluh lima) huruf yang merupakan identitas utama peserta ujian yang tidak boleh salah mengisi, kesalahan isi pada nama dapat mengakibatkan peserta tidak dapat diproses lembar jawaban komputernya.
2. Cara penulisan nama yang dipergunakan harus tetap sama dengan daftar hadir peserta selama ujian berlangsung.
3. Gelar kesarjanaan tidak perlu ditulis.
Pengisian Nama Peserta Ujian hanya pada kotak isian tulisan tangan, JUGA TIDAK BISA DIPROSES, pilihan harus tetap diarsir penuh.
Contoh pengisian tidak lengkap :
5. Penyingkatan nama yang lebih dari 25 digit diperbolehkan selama cara penulisannya konsisten sepanjang ujian berlangsung.
NOMOR UJIAN PESERTA
1. Nomor peserta ujian terdiri dari 16 (enam belas) digit angka yang tidak boleh dipisahkan antara satu dengan lainnya dan merupakan identitas utama peserta ujian yang tidak boleh salah dalam pengisian, karena dalam pengisian nomor ujian peserta yang tidak tepat dapat mengakibatkan lembar jawaban komputer tidak dapat diproses.
2. Keterangan nomor ujian peserta adalah sebagai berikut :
a. Kolom 1, 2, 3, dan 4 adalah :
1. Untuk formasi pada kanwil dan kandepag kab/ kota :
b. Kolom 1 dan 2 adalah kode provinsi...
c. Kolom 3 dan 4 adalah kode kab/ kota...
Kolom 1,2,3, dan 4 adalah kode unit kerja
b. Kolom 5 adalah kode golongan, sebagai contoh 1= II/b, 2= III/a dan 3= III/b
c. Kolom 6, 7 dan 8 adalah kode jenis pekerjaan yang dilamar, seperti Tenaga Akuntansi, Calon Penyuluh agama Islam, Dosen UIN dan lain- lain
d. Kolom 9, 10 dan 11 adalah kualifikasi ijazah peserta ujian.
Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan pekerjaan yang dilamar, apabila tidak sesuai maka hasil ujian peserta tidak akan diproses, karena scanner komputer tidak dapat mengakses data antara pekerjaan yang dilamar dengan kualifikasi ijazah peserta ujian. Sebagai contoh :
“Pekerjaan yang dilamar Calon Penghulu KUA baru Gol. III/a , maka
kualifikasi ijazah yang dipersyaratkan adalah S1 Keagamaan Islam (S1 Syariah, Ushuluddin, Dakwah, adab, dan Tarbiyah non Kependidikan dan Program Studi Umum)”
e. Kolom 12, 13, 14, 15 dan 16 terdiri dari 5 digit angka, adalah nomor urut ujian peserta
3. Cara mengisi nomor ujian peserta adalah dengan mengarsir bulatan jawaban yang tersedia sebagai berikut :
4. Kekurangan/ kesalahan mengisi nomor peserta ujian satu digit saja, akan mengakibatkan LJK peserta tidak dapat diproses lebih lanjut.
Contoh pengisian Nomor Peserta Ujian tidak lengkap
6. Apabila terjadi hal- hal berikut ini harap segera lapor pada panitia :
a. Nomor peserta kurang atau lebih dari 16 (enam belas) digit.
b. Nomor Peserta sama persis dengan Nomor Peserta lainnya (dobel nomor ujian)
c. Nomor Peserta digit ke 5 tidak berupa angka 1, 2, 3 atau ada digit nomor ujian yang dituliskan dengan huruf.
AGAMA
1. Field agama adalah field pilihan, isilah sesuai dengan agama yang bersangkutan.
2. Cara pengisian field Agama adalah dengan mengarsir bulatan jawaban yang tersedia sebagai berikut :
TANGGAL LAHIR
1. Tanggal lahir peserta ujian terdiri dari 6 (enam) digit yang merupakan identitas utama Peserta Ujian yang tidak boleh salah dalam pengisiannya. 2. Cara pengisian tanggal lahir Peserta Ujian adalah dengan mengarsir bulatan
3. Pengisian tanggal lahir hanya pada kotak isian tulisan tangan juga TIDAK BISA DIPROSES pilihan harus diarsir penuh.
Contoh pengisian Tanggal Lahir yang tidak lengkap :
WIYATA BAKTI
1. Wiyata Bakti terdiri dari 4 digit huruf yang menerangkan :
2 digit pertama menerangkan tahun Wiyata bakti dan 2 digit kedua menerangkan bulan Wiyata bakti
Contoh :
Untuk masa bakti 8 tahun 2 bulan maka cara pengisiannya adalah 08 pada tahun Wiyata Bakti dan 02 pada bulan Wiyata Bakti.
2. Peserta non wiyata bakti tidak perlu mengisi field ini.
3. Cara pengisian tahun Wiyata Bakti dengan mengarsir bulatan jawaban yang tersedia sebagai berikut :
4. Pengisian tahun wiyata bakti hanya pada kotak isian tulisan tangan juga
Contoh pengisian wiyata bakti yang tidak lengkap :
JENIS KELAMIN
BAB IV
TATA TERTIB PESERTA UJIAN
CALON DOSEN PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM
1. Hadir paling lambat 15 menit sebelum ujian dimulai;
2. Berpakaian rapih, sopan dan bersih;
3. Membawa alat tulis (pensil 2B dan atau spidol tinta hitam);
4. Memakai kartu tanda pesert ujian;
5. Menempati tempat duduk yang telah disediakan panitia;
6. Menandatangani daftar hadir;
7. Menjaga ketertiban, kesopanan dan kenyamanan pelaksanaan ujian;
8. Memelihara LJK dari kerusakan, terlipat, kotor atau basah;
9. Mengisi nama, nomor peserta, golongan, formasi, tanggal ujian dan membubuhi
tanda tangan pada LJK yang dibagikan oleh panitia;
10. Mengikuti ujian secara penuh pada semua materi yang diujikan;
11. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan materi ujian selama 180 menit;
12. Peserta ujian yang telah selesai mengerjakan naskah ujian sebelum waktu yang
ditentukan berakhir, agar segera meninggalkan ruang ujian dan meletakkan soal
serta lembar jawaban dalam keadaan tertutup;
13. Peserta ujian yang belum selesai mengerjakan naskah ujian namun waktu yang
ditentukan telah berakhir, maka harus meletakkan soal dan lembar jawaban dalam
keadaan tertutup;
14. Peserta dilarang membawa barang atau sesuatu apapun yang dapat
membahayakan diri sendiri, orang lain atau lingkungan sekitar;
15. Tidak diperkenankan membawa buku/catatan;
16. Tidak diperkenankan mengaktifkan handphone (HP) dalam ruangan;
17. Tidak diperkenankan bertanya atau menyontek kepada peserta ujian lainnya;
18. Peserta ujian yang identitasnya tidak sesuai dengan data peserta, dinyatakan
19. Peserta ujian yang melanggar ketentuan tersebut di atas dapat mengakibatkan
ketidaklulusannya.
BAB V
PENUTUP
Hal-hal lain yang tidak termaktub dalam petunjuk teknis ini akan ditentukan kemudian oleh panitia rekruitmen CPNS Kementerian Agama RI.
Dalam hal-hal tertentu dan diperlukan, pimpinan satuan kerja dapat menetapkan surat keputusan tersendiri yang mengatur lebih lanjut teknis pelaksanaan penerimaan CPNS dosen di lingkungan PTAIN sesuai dengan kondisi masing-masing.
Jakarta, 8 November 2010
Direktur Jenderal
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, MA
JADUAL KEGIATAN PELAKSANAAN
REKRUITMEN CPNS DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA TAHUN ANGGARAN 2010
No KEGIATAN TANGGAL
1 Penetapan Formasi dari MENPAN 22 Juli 2010
2 Penyusunan Jumlah Formasi per Jenis Ketenagaan per Satuan
Kerja CPNS Tahun Anggaran 2010 11-12 Agustus 2010
3 Penyampaian Jurnal Formasi ke Satker Pusat dan Daerah 13 Agustus 2010
4 Penyusunan Formasi Rinci Oleh Satker Pusat dan Daerah 14-17 Agustus 2010
5 Pengembalian Formasi Rinci Ke Biro Kepegawaian Kemenag 22 Agustus 2010
6 Penyusunan Formasi Rinci Oleh Biro Kepegawaian Kemenag 22 Agustus 2010
7 Pengajuan Formasi Ke MENPAN 24 Agustus 2010
8 Penyusunan Juklak Pelaksanaan Penerimaan 24-27 September 2010
9 Penggandaan Juklak Pelaksanaan Penerimaan 1-5 Oktober 2010
10 Persetujuan Prinsip Formasi dari MENPAN 13 Oktober 2010
11 Penyusunan Rincian Formasi per Satuan Kerja 13-15 Oktober 2010
12 Rapat Koordiansi Penyerahan Formasi Penerimaan CPNS 18-20 Oktober 2010
13 Pembinaan/ Sosialisasi Tata Cara Pelaksanaan Penerimaan
dan Implementasi Aplikasi Penerimaan CPNS 21-23 Oktober 2010
14 Pengumuman Penerimaan 23 Oktober -3 November 2010
15 Registerasi Pendaftar melalui website dan pengiriman berkas
pendaftaran via pos (stempel pos), seleksi berkas dan pengiriman
25 Oktober - 3 November 2010
16 Pemantauan Pelaksanaan Pendaftaran Penerimaan CPNS 1-3 November 2010
17 Penggandaan Naskah Soal, LJK, Pengepakan dan Pengiriman 3-22 November 2010
18 Pelaksanaan Ujian Tertulis 24 November 2010
19 Pemantauan Ujian Tertulis dan Membawa LJK Ke Pusat 23-25 November 2010
20 Pengoreksian hasil Ujian dengan Scanner 26-10 Desember 2010
21 Rapat Penyerahan Hasil Kelulusan 11 - 13 Desember 2010
22 Pengumuman Kelulusan 15 Desember 2010
23
Pengumuman Kelulusan Untuk dapat mengikuti ujian Tahap Ke
II 15 Desember 2010
24 Ujian Tahap Ke II Cados PTAIN 16 Desember 2010
25 Penyampaian Hasil Ujian Tahap II Cados PTAIN Ke Ropeg (via
e-mail :[email protected]) 16 Desember 2010
26 Pengumuman Kelulusan Cados PTAIN 17 Desember 2010
27 Pelaksanaan Pemberkasan Usul Penetapan NIP 17-20 Desember 2010
28 Pemantauan Pelaksanaan Pemberkasan 18-20 Desember 2010
29 Penyampaian Berkas Usulan Pengangkatan CPNS ke Biro 21 Desember 2010
30 Pengoreksian Usul Berkas Penetapan NIP 22-26 Desember 2010
31 Pengajuan Usul Penetapan NIP Ke BKN 27-30 Desember 2010
JADUAL WAKTU PELAKSANAAN
UJIAN REKRUITMEN CPNS KEMENTERIAN AGAMA TAHUN ANGGARAN 2010
Hari/
Tangga Kegiatan
Waktu Indonesia
Bag. Barat
Indonesia Bag. Tengah
Indonesia bag. Timur Rabu/
24 Nov 2010