TUGAS PAPER EKONOMI INTERNASIONAL
PERGERAKAN NILAI TUKAR RUPIAH
NAMA KELOMPOK
1. AFIAT NURWAHIDAH (12313112)
2. RATIH WANUDYAWATI
(12313079)
3. DESI SARI DEWI ARTA
( 1231304 )
4. MENTARI RENDAYANI
(12313129)
KAMPUS FAKULTAS EKONOMI
RINGROAD UTARA, CONDONGCATUR, DEPOK SLEMAN, YOGYAKARTA 55283
1. Latar Belakang
Nilai tukar adalah harga sebuah mata uang terhadap mata uang lain, nilai tukar menjadi sebuah alat transaksi internasional serta menjadi salah satu indikator ekonomi yang digunakan oleh para pelaku ekonomi. Apresiasi (depresiasi) akan mempengaruhi harga produk impor (ekspor) dan sektor perekonomian Indonesia lainnya akan terpengaruh seperti inflasi, suku bunga, pengangguran, pendapatan nasional, dan neraca perdagangan.
Bila rupiah depresiasi maka akan mengurangi konsumsi barang impor, karena semakin mahalnya harga barang impor dan dapat meningkatkan daya saing ekspor produk Indonesia karena semakin murahnya produk ekspor, jika rupiah depresiasi maka akan menyulitkan otoritas moneter untuk menurunkan tingkat inflasi. Sedangkan apabila rupiah apresiasi maka akan menyebabkan harga komoditi impor semakin murah, dan menyebabkan tingkat konsumsi terhadap barang impor meningkat serta menurunkan tingkat daya saing ekspor Indonesia karena semakin mahalnya produk ekspor Indonesia.
Kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil menjadi salah satu faktor mengapa nilai tukar rupiah mengalami depresiasi, kurs rupiah semakin hari semakin melemah hingga awal januari 2014 ini kurs rupiah mencapai Rp. 12.100 atas dollar Amerika Serikat. Adapun faktor dari luar negeri adalah pasar AS akan menerapkan
tight money policy yang menjadi isu perekonomian yang serius dan menyebabkan kurs rupiah semakin melemah.
Nilai tukar ditentukan oleh relasi supply-demand, jika permintaan sebuah mata uang meningkat sementara penawarannya tetap/ menurun maka nilai mata uang itu akan naik, dan sebaliknya jika rupiah melemah itu disebabkan penawarannya tinggi sementara permintaannya rendah. Keluarnya sejumlah besar investasi portofolio asing diindonesia menyebabkan nilai tukar kita lemah dan neraca perdagangan Indonesia yang defisit tahun ini. Dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah akan sangat berdampak sekali terhadap harga komoditi impor serta kenaikan nominal rupiah dari utang luang negeri.
Nilai tukar adalah harga sebuah mata uang terhadap mata uang lainnya, sistem nilai tukar (exchange rate system) terbagi menjadi dua yaitu :
Fixed Exchange Rate (nilai tukar tetap)
Nilai mata uang ditentukan oleh pemerintah, kemudian pemerintah menambatkan mata uangnya terhadap mata uang tunggal / sekeranjang mata uang.
Floating Exchange Rate/ Flexibel ( nilai tukar mengambang)
Mata uang ditentukan oleh permintaan dan penawaran kekuatan pasar.
Dari kedua sistem nilai tukar tersebut, Indonesia menggunakan sistem nilai tukar
Floating Exchange Rate / Flexibel. Karena perekonomian Indonesia yang kecil dan terbuka sehingga Indonesia menggunakan sistem nilai tukar yang mengambang, Indonesia pernah menggunakan Exchange Rate Control pada masa kepemimpinan Soekarno serta Fixed Exchange Rate pada masa kepemimpinan Soekarno dan Soeharto. Tetapi kedua sistem tersebut gagal dan menyebabkan nilai rupiah depresiasi yang menyebabkan nilai tukar kita semakin melemah kemudian mengganti sistem nilai tukar kita menjadi sistem nilai tukar mengambang , maka sejak tahun 1997 sampai sekarang Indonesia menggunakan Floating Exchange Rate System.
Sistem nilai tukar mengambang bebas ( floating exchange rate system), nilai tukar suatu mata uang ditentukan oleh permintaan dan penawaran kekuatan pasar sehingga pemerintah diasumsikan tidak mengintervensi nilai tukar sehingga nilai tukar tukar rill adalah konstan dan bernilai satu sehingga harga didua negara berbeda akan sama jika diukur dalam mata uang yang sama. Deviasi nilai tukar rill dari PPP akan mengakibatkan perubahan supplay-demand, akibat dari the low of one price sehingga nilai tukar rill akan kembali ke PPP nya, hal ini disebabkan karena PPP mengabaikan persepsi konsumen di setiap negara serta produksi barang yang berbeda-beda.
2) Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
turut memberikan kontribusi terhadap penurunan nilai tukar rupiah. Dari sisi global, pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh pembalikan dana asing (capital reversal) ekonomi global yang belum pulih membuat para investor menukarkan produk investasinya ke jenis investasi dengan risiko paling aman yaitu dolar AS. Sementara pada sisi domestik, memang sedang ada kebutuhan dolar AS yang cukup besar baik untuk membayar impor hingga membayar utang pemerintah maupun swasta.
Jika nilai tukar rupiah terus anjlok, pemerintah bisa mengintervensi menggunakan cadangan devisa. Dimana cadangan devisa sekarang tercatat sekitar USD 112 milyar, cukup untuk mengintervensi sekitar tiga bulan jika masih terjadi gejolak, melemahnya kembali nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sebagai dampak dari sentiment global atau terjadinya in-efisiensi dalam perekonomian domestik. Nilai rupiah yang berubah-ubah tidak stabil akan sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia, secara garis besar hubungan dengan nilai tukar rupiah berupa nilai keseimbangan permintaan dan penawaran terhadap mata uang dalam negeri maupun mata uang asing.
Sumber permintaan dolar
Impor : contoh membeli barang impor, otomatis kita harus menukarkan mata uang kita kepada mata uang yang kuat ( dollar, euro, poundsterling dll)
Ekspor
Membayar utang ke luar negeri Investasi ke luar negeri
Sumber penawaran
Investasi yang masuk dari luar negeri Sumber permintaan dan penawaran
Spekulasi : terjadi karena tidak percayanya pada mata uang dan nilai di pasaran tidak sama. Spekulasi bisa berbentuk saham dan obligasi. 3) Penyebab melemahnya rupiah
dialami rupiah saat ini penawaran akan rupiah mengalami peningkatan, sementara permintaan akan rupiah tetap atau mengalami penurunan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan melemahnya rupiah, yaitu:
Keluarnya sejumlah besar investasi portofolio asing dari Indonesia. Keluarnya investasi portofolio asing ini menurunkan nilai tukar Rupiah, karena dalam proses ini, investor menukar Rupiah dengan mata uang negara lain untuk diinvestasikan di negara lain. Artinya terjadi peningkatan penawaran atas Rupiah.
Neraca perdagangan Indonesia yang defisit. Artinya, ekspor lebih kecil daripada impor. Hal ini terjadi karena dalam ekspor terjadi pertukaran mata uang negara tujuan dengan mata uang negara eksportir. Pertukaran ini terjadi karena eksportir membutuhkan hasil akhir ekspor dalam bentuk mata uang negerinya agar dapat digunakan dalam usahanya. Dan sebaliknya impor meningkatkan penawaran atas mata uang negara importir, karena dalam impor biasanya terjadi pertukaran mata uang negara importir dengan mata uang negara asal.
Neraca transaksi berjalan defisit karena pembayaran utang luar negeri yang banyak jatuh tempo.
Hot money yang sering diandalkan terhadap pemasukan valas. Ekspektasi pasar terhadap cadangan pemerintah yang terus menurun. Kebijakan-kebijakan pemerintah tidak berjalan.
Pertumbuhan ekonomi di bawah target.
Pasar Amerika Serikat akan menerapkan tight money policy, sehingga kurs rupiah akan terus melemah.
4) Dampak melemahnya rupiah
Dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah menimbulkan adanya dampak dalam perekonomian di Indonesia, yaitu:
Pertama, dari pihak konsumen terutama konsumen kelas bawah. Karena pendapatan mereka tidak dapat mengimbangi adanya kenaikan nilai tukar rupiah.
Ketiga, para usahawan yang berorientasi pasar dalam negeri namun alat-alat produksinya, terutama bahan bakunya impor.
Keempat, rakyat pekerja yang sudah terpukul dari sisi konsumsi akibat kenaikan harga barang, juga akan dijepit dari sisi upah oleh pengusaha yang terjepit oleh kenaikan harga alat-alat produksi impor, kenaikan nilai utang luar negeri dan penyusutan pasar dalam negeri.
Dari adanya pelemahan nilai tukar tidak hanya dari pihak importir yang terkena dampaknya, tetapi dari pihak pemerintah dan swasta juga terkena dampaknya, diantaranya:
Untuk utang swasta jelas, pengusaha yang berutang dan para pekerjanya yang akan ditekan oleh pengusaha yang berutang.
Untuk utang pemerintah, yang akan terpukul adalah anggaran negara atau APBN, dimana ketika anggaran terjepit biasanya akan mengurangi atau mencabut subsidi untuk rakyat, sehingga rakyat secara umum juga akan terkena dampaknya.
Pembayaran utang luar negeri cenderung akan meningkatkan penawaran atas rupiah, karena uang rupiah yang dimiliki pengutang harus ditukar dengan mata uang pembayaran utang. Akibatnya, nilai tukar rupiah akan semakin lemah. 5) Kebijakan- kebijakan mengatasi Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
A. 4 Kebijakan Pemerintah
Pertama , memperbaiki deficit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dollar dengan mendorong ekspor dan keringanan pajak kepada industry tertentu.
Kedua, menjaga pertumbuhan perekonomian.
Ketiga, menjaga daya beli. Pemerintah bekerjasama dengan BI untuk menjaga gejolak harga dan inflasi dengan mengubah tata niaga daging sapid an
holtikultura, dari impor berdasarkan kuota menjadi mekanisme impor dengan mengendalikan harga.
Keempat mempercepat investasi. Pemerintah akan mengefektifkan sistem layanan terpadu satu pintu perizinan investasi.
B. Kebijakan Moneter
Politik diskonto : BI rate dinaikan, artinya bank komersial akan menanamkan modalnya di BI, agar dipasaran tidak melakukan spekulasi terhadap dollar. BI rate rate naik, suku bunga konvensional akan naik jika supply rendah maka suku bunganya akan naik.
Rasio cadangan devisa Imbuan moral.
BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
http://ekonomi-bisnis.pelitaonline.com/news/2013/08/30/jk-dolar-melemah-kurangi-impor-salah-satu-solusi#.UrEUWNIW1i0
www.investopedia.com : 6 Factors That Influence Exchange Rates, by Jason Van Bergen