• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jual Beli di Dunia Maya Menurut Pandanga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Jual Beli di Dunia Maya Menurut Pandanga"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Jual Beli di Dunia Maya

Pandangan Islam dalam jual-beli di Dunia Maya

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah

Fiqh Muamalah

Dosen pengampu: Imam Mustofa, S.H.I., M.S.I.

Disusun Oleh

Lina Ardianti

(1502100075)

Kelas

:

B

Program Studi S1 Perbankan Syariah

Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

(2)

BAB I Pendahuluan

Puji dan Syukur Penulis ucapkan kehadirat Allah Swt. yang telah

melimpahkan segala nikmat dan rahmad-Nya kepada penulis nikmat

iman, islam, ilmu, dan kesehatan. Shalawat dan Salam semoga tetap

tercurah kepada Nabi Allah Muhammad Saw. yang menyelamatkan kita

dari zaman Jahiliyah menuju zaman Islamiyah.

Jual beli adalah suatu kegiatan yang dihalalkan oleh Allah Swt.

yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 275 sebagai

berikut :

“padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”

Dalam Q.S tersebut telah jelas bahwa Allah Swt. telah menghalalkan

jual-beli dan telah mengharamkan riba.

Dalam Islam, hukum jual beli termasuk kedalam Muamalah karena

berkaitan dengan perekonomian atau aktivitas ekonomi. Didunia modern

seperti sekarang ini jual-beli juga serba modern, seperti jual-beli online

atau e-commerce. Apa itu jual beli online? Jual beli online adalah jual beli

yang dilakukan dengan menggunakan akses internet. Jual-beli online

disebut juga jual-beli didunia maya.

Penulis berharap makalah ini dapat membantu pembaca untuk

lebih mengetahui tentang jual-beli oline serta hukum jual-beli online

menurut pandangan islam. Penulis menggunakan referensi dari beberapa

buku dan beberapa jurnal untuk lebih mempermudah dalam pembuatan

(3)

Namun dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari bahwa

masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi penulisan

maupun analisis yang penulis lakukan. Untuk itu penulis berharap kritik

dan saran dari pembaca agar menjadi lebih baik lagi dalam penulisan dan

penyusunan makalah berikutnya.

Metro, September 2016

Penulis

(4)

BAB II

Pembahasan

A. Pengertian Jual-Beli di Dunia Maya (E-Commerce)

E-Commerce atau electronik commerce merupakan transaksi

perdagangan yang melibatkan individu-individu dan organisasi-organisasi

atau badan, berdasarkan pada proses dan transmisi data digital,

termasuk teks, suara, atau jaringan tertutup. Dampak positif dari

electronic commerce ini bagi dunia perdagangan yaitu akses yang cepat,

serta kecanggihannya yang menjadi daya tarik tersendiri meskipun

E-commerce sendiri memiliki kekurangan yakni kebiasaan masyarakat

bertransaksi jual-beli secara langsung berubah perlahan-lahan menjadi

gaya baru yakni jual-beli secara online.1

Transaksi elektronik yang dipraktekan dalam transaksi jual beli

online melahirkan kekuatan daya tawar yang tidak sejajar antara pelaku

usaha dan konsumen. Dapat dijelaskan dengan kenyataan bahwa pelaku

usaha yang menjual barang atau jasanya secara online kerap

mencantumkan kontrak baku, sehingga memunculkan daya tawar yang

asimetris (unequal bargaining power). Oleh karena itu dibutuhkan peran

pemerintah dan juga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi

apakah ketetapan perlindunga konsumen yang berlaku tersebut berjalan

lancar atau mengalami gangguan. Maksud dari perlindungan konsumen

adalah untuk melindungi, menjamin hak, keamanan, keselamatan,

kepastian hukum dari konsumen. Selain itu, perlindungan konsumen ini

juga berujuan untuk selalu mengingatkan seluruh pihak yang terlibat,

seperti pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintahuntuk mengingat

tujuan utama dari Undang-Undang perlindungan konsumen.2

1

Alvin Pandu Prakasa at al, “menjadi lebih baik lagi dalam penulisan dan penyusunan makalah berikutnya”, Diponegoro Law Review, Universitas Diponegoro: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (1-11) hal. 2

di http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr 2

(5)

E-commerce menurut Agus Rahadjo (dikutip dari Mustofa 2016)

merupakan salah satu produk dari internet yang merupakan sebuah

jaringan komputer yang saling terhubung antara satu dengan yang lain

melalui media komunikasi, seperti kabel telepon, serat optik, satelit, atau

gelombang frekuensi.3

Pada perkembangannya, e-commerce telah menjadi transaksi

sebenarnya dan lebih tepat disebut sebagai web commerce. Web

commerce merupakan transaksi pembelian barang dan atau jasa yang

berlangsung melalui www dengan menggunakan seperangkat server

yang secure menggunakan e-shoping carts, dan layanan electronic pay

seperti otorisasi pembayaran kartu kredit. Electronik commerce atau

transaksi elektronik adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut

konsumen, manufaktur, service providers, dan pedagang penata

(intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer

(computer network) yaitu internet. E-commerce sudah meliputi spektrum

kegiatan komersial.

E-commerce merupakan salah satu implementasi dari bisnis

online yang merupakan transaksi seperti jual-beli via internet.

E-commerce sendiri merupakan aktivitas pembelian, penjualan,

pemasaran,dan pelayanan atas produk dan jasa yang ditawarkan melalui

jaringan komputer. Menurut Arsyad Sanusi (dikutip dari Mustofa 2016)

dalam transaksi online setidaknya ada tiga tipe, yaitu :

1. Kontrak melalui chatting atau video conference;

2. Kontrak melalui e-mail;

3. Kontrak melalui situs web.

Akad dalam transaksi elektronik atau jual beli didunia maya

berbeda dengan akad secara langsung. Transaksi elektronik biasanya

menggunakan akad secara tertulis baik melalui e-mail, sms, BBM dan

atau sejenisnya. Bisa juga menggunakan lisan (via telepon) atau video

seperti video call.keabsahan jual-beli online ini tergantung pada terpenuhi

atau tidaknya rukun dan syarat yang berlaku dalam jual-beli. Apabila

3

(6)

rukun dan syaratnya terpenuhi maka transaksi elektronik didunia maya ini

dianggap sah, dan sebaliknya.

Suatu akad yang dilakukan dengan isyarat saja sudah bisa sah,

terlebih dengan menggunakan tulisan, gambar, dan ilustrasi yang lebih

jelas. Isyarat dalam akad pada dasarnya mempunyai kekuatan hukum

sebagaimana penjelasan dengan lisan. Hal ini berdasarkan kaidah :

اﻻٕ

“Isyarat (yang dapat dipahami) bagi orang bisu (hukumnya) sama

dengan penjelasan lisan”

Transaksi elekronik penjualan barangyang ditawarkan melalui

internet merupakan transaksi tertulis. Jual beli dapat menggunakan

transaksi secara lisan dan tulisan. Keduanya memiliki kekuatan hukum

yang sama. Sesuai dengan kaidah fiqihiyah:

اﻟْ

“Tulisan (mempunyai kekuatan hukum) sebagaimana ucapan”4 Dalam islam jual-beli online juga disebut dengan Bai’ as-salam

yakni pembelian barang yang diserahkan dikemudian hari, sedangkan

pembayaran dilakukan dimuka.5

Definisi Ba’i as-Salam menurut fuqaha Syafi’iyah dan Hanabilah :

“Al-Salam adalah akad atas sesuatu barang dengan kriteria tertentu

sebagai tanggungan tertunda dengan harga yang dibayarkan dalam

majlis akad.”

Definisi Ba’i as-Salam menurut fuqaha Malikiyah

“Al-Salam adalah jual beli dengan modal pokok yang dibayarkan dimuka

sedang barangnya diakhirkan atau ditunda penyerahannya sampai batas

waktu tertentu.”6

4

Ibid..., h. 31-35 5

Muhammad syafi’i antonio, Bank Syariah dari teori ke praktik, (Jakarta: Gema insani press, 2001) hal. 108

6

(7)

B. Landasan Syariah Mengenai Jual Beli di Dunia Maya

Landasan syariah trasaksi bai as-salam terdapat dalam al-Qur’an

dan al-Hadist.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak

secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu

menuliskannya...” (al-Baqarah: 282)

untuk jangka waktu yang diketahui.”7

Jual beli salam merupakan model jual-beli yang sudah biasa

dipraktikkan oleh masyarakat Madinah sebelum Islam masuk kesana.

Jual beli salam hukumnya sah jika dilakukan sesuai dengan

memerhatikan ketentuan yang sudah disepakati pada waktu transaksi

dilakukan, baik kualitas barang, kuantitas barang, harga dan waktu

penyerahan barang. Meskipun barang yang diperjualbelikan tidak ada

pada saat transaksi, namun pada jual beli salam, barang yang

diperjualbelikan jelas baik kualitas ataupun kuantitasnya.

Maslahat atau keuntungan bagi pedagang dengan adanya

pembayaran dimuka dapat mengatasi masalah modal dan memberikan

peluang untuk menjalankan usahanya, sehingga lebih leluasa

mengembangkan usahanya. Maslahat bagi pembeli, ia dapat memiliki

barang yang sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. Sementara bagi

kost perusahaan, akan terjadi pengurangan dana untuk sewa tempat,

display barang, dan resiko. Sedangkan untuk barang, barang yang dijual

tidak ada restan, karena dibuat berdasarkan pesanan.8

7

Muhammad syafi’i antonio, Bank Syariah..., hal. 108 8

(8)

C. Rukun dan Manfaat dalam Jual-beli di Dunia Maya

Dalam bermuamalah, perlu adanya pihak, barang dan akad yang

harus dijalani. Hal ini biasanya disebut dengan rukun. Rukun ini yang

menyebabkan sah atau tidaknya kegiatan bermuamalah tersebut. Sama

hal nya jual-beli di Dunia maya pun juga memiliki rukun agar jual-beli

tersebut dianggap sah. Pelaksanaan jual-beli di dunia maya (ba’i

as-salam) harus memenuhi rukun-rukun sebagai berikut :

1. Muslam ( ﻠمﺳﻣاﻟ) atau pembeli dalam e-commerce disebut juga sebagai

pemesan.

2. Muslam ilaih (ﮫ اﻟﯾ ﻠمﺳﻣاﻟ) atau penjualdalam e-commerce disebut juga

sebagai reseller

3. Modal atau uang

4. Muslam fiihi (ﮫﻓﯾ ﻠمﺳﻣاﻟ) barang yang dijual atau barang yang dipesan

5. Sighat (ﺔ ﯾﻐﺻاﻟ) Ucapan akad atau serah terima

Manfaat dan Keuntungan yang didapatkan dalam sistem jual-beli

online yaitu sebagai berikut:

1. Pasar yang luas

Menjalankan bisnis melalui internet memungkinkan untuk

mempromosikan dan menjual produk / jasa ke seluruh pelosok dunia

dengan kecepatan tinggi dan biaya yang sangat rendah. sehingga

pembuat mekanisme penjualan pasar menjadi sangat luas.

2. Modal yang kecil

Untuk membangun toko online lebih meringankan biaya dibayar

dimuka atau barang yang dijual sesuai dengan pesanan.

3. Operasional usaha minim

Dengan toko online, yang butuhkan hanyalah seperangkat komputer

(9)

4. Buka 24 jam

Dengan mekanisme penjualan online, bisa dikatakan bahwa

penjualan itu buka setiap waktu karena penjualannya hanya perlu

menggunakan akses internet.

5. Tidak perlu banyak waktu

Waktu yang diperlukan dalam penjualan online tidak terlalu bayak.

Karena meknisme dalam penjualan online sendiri adalah

mengunggah barang yang akan dijual dan menunggu pemesan atau

pembeli.9

9

(10)

D. Syarat Ba’i as-Salam

Selain rukun yang harus dipenuhi, dalam jual-beli elektronik ini

juga mengharuskan adanya syarat yang harus dipenuhi berdasarkan

rukun jual beli elektronik diatas.

1. Modal Transaksi

Dalam rukun Modal, syarat yang harus dipenuhi dalam modal yaitu

sebagai berikut :

a) Modal harus diketahui

Barang yang akan disuplai harus diketahui jenis, kualitas, dan

jumlahnya. Hukum awal mengenai pembayaran adalah bahwa

ia harus dalam bentuk uang tunai.

b) Penerimaan pembayaran

Kebanyakan ulama mengharuskan pembayaran salam

dilakukan ditempat kontrak. Hal tersebut dimaksudkan agar

pembayaran yang diberikan oleh al-muslam (pembeli) tidak

dijadikan sebagai utang penjual. Lebih khusus lagi,

pembayaran salamtidak bisa dalam bentuk pembebasan

utang yang harus dibayar dari muslam ilaih (penjual). Hal ini

adalah untuk mencegah praktik riba melalui mekanisme

salam.

2. Muslam Fiihi (Barang)

Diantara syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam al-muslam fiihi

atau barang yang ditransaksikan dalam ba’i as-salam adalah sebagai

berikut:

a) Harus spesifik dan dapat diakui sebagai utang

b) Harus bisa diidentifikasi secara jelas untuk mengurangi

kesalahan akibat kurangnya pengetahuan tentang macam

barang tersebut (misalnya beras atau kain), tentang klasifikasi

kualitas (misalnya kualitas utama, kelas dua, dsb), serta

mengenai jumlahnya.

c) Penyerahan barang dilakukan dikemudian hari

d) Kebanyakan ulama mensyaratkan penyerahan barang harus

ditunda pada suatu waktu kemudian, tetapi mazhab Syafi’i

(11)

e) Bolehnya menentukan tanggal waktu dimasa yang akan

datang untuk penyerahan barang.

f) Tempat penyerahan. Pihak-pihak yang berkontrak harus

menunjuk tempat yang disepakati dimana barang harus

diserahkan. Jika kedua pihak yang berkontrak tidak

menentukan tempat pengiriman, barang harus dikirim

ketempat yang menjadi kebiasaan, misalnya gudang si

penjual atau bagian pembelian si pembeli.

g) Penggantian muslam fiihi dengan barang lain. Para ulama

melarang penggantian muslam fiihi dengan barang lainnya.

Penukaran atau penggantian barang as-salam ini tidak

diperkenankan, karena meskipun belum diserahkan, barang

tersebut tidak lagi milik si muslam alaih, tetapi sudah menjadi

milik muslam (fidz-dzimah). Bila barang tersebut diganti

dengan barang yang memiliki spesifikasi dan kualitas yang

sama, meskipun sumbernya berbeda, para ulama

membolehkannya. Hal demikian tidak dianggap sebagai jual

beli, melainkan penyerahan unit yang lain untuk barang yang

sama.10

3. Uangnya hendaklah dibayar ditempat akad. Berarti pembayarannya

dlakukan terlebih dahulu.

4. Barangnya menjadi utang bagi si penjual.

5. Barangnya dapat diberikan sesuai waktu yang dijanjikan. Berarti pada

waktu yang dijanjikan barang itu harus sudah ada.

6. Barang tersebut hendaklah jelas ukurannya, baik takaran, timbangan,

ukuran, ataupun bilangannya, menurut kebiasaan cara menjual

barang semacam itu.

7. Diketahui dan disebutkan sifat-sifat barangnya. Dengan sifat itu,

berarti harga dan kemauan orang pada barang tersebut dapat

berbeda. Sifat-sifat ini hendaknya jelas sehingga tidak ada keraguan

yang akan mengakibatkan perselisihan nanti antara kedua belah

10

(12)

pihak (si penjual dan pembeli). Begitu juga macamnya, harus pula

disebutkan.

8. Disebutkan tempat menerimanya, kalau tempat akad tidak layak buat

menerima barang tersebut. Akad salam mesti terus, berarti tidak ada

khiyar syarat.11

11

(13)

E. Pengaturan Hukum di Indonesia Terhadap Tindak Pidana Penipuan

Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul

karena pemanfaatan teknologi internet. Perkembangan yang pesat dalam

pemanfaatan jasa internet mengundang untuk terjadinya kejahatan.

Dengan meningkatnya jumlah permintaan terhadap akses internet,

kejahatan terhadap penggunaan teknologi informatika semakin meningkat

mengikuti perkembangan dari teknologi itu sendiri.

Ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam KUHP tentang

cybercrime masih bersifat global. Teguh Arifiady mengkategorikan

beberapa hal secara khusus diatur dalam KUHP dan disusun

berdasarkan tingkat intensitas terjadinya kasus tersebut yaitu :

1. Ketentuan yang berkaitan dengan delik pencurian pada Pasal 362

KUHP

2. Ketentuan yang berkaitan dengan perusakan/penghancuran barang

terdapat dalam Pasal 406 KUHP

3. Delik tentang pornografi terdapat dalam Pasal 282 KUHP

4. Delik tentang penipuan terdapat dalam Pasal 378 KUHP

5. Ketentuan yang berkaitan dengan perbuatan memasuki atau

melintasi wilayah orang lain,

6. Delik tentang penggelapan terdapat dalam Pasal 372 KUHP & 374

KUHP

7. Kejahatan terhadap ketertiban umum terdapat dalam Pasal 154

KUHP

8. Delik tentang penghinaan terdapat dalam Pasal 311 KUHP.

9. Delik tentang pemalsuan surat terdapat dalam Pasal 263 KUHP

10.Ketentuan tentang pembocoran rahasia terdapat dalam Pasal 112

KUHP, pasal 113 KUHP, & pasal 114 KUHP

11.Delik tentang perjudian terdapat dalam Pasal 303 KUHP.12

12

(14)

BAB III

Penutup

Dalam Islam jual-beli di dunia maya diperbolehkan dan disahkan

dengan memenuhi beberapa peraturan yakni jika jual beli dilakukan

sesuai dengan memerhatikan ketentuan yang sudah disepakati pada

waktu transaksi dilakukan, baik kualitas barang, kuantitas barang, harga

dan waktu penyerahan barang. Meskipun barang yang diperjualbelikan

tidak ada pada saat transaksi, namun pada jual beli salam, barang yang

diperjualbelikan jelas baik kualitas ataupun kuantitasnya.

Perlindungan terhadap konsumen dari jual beli online sendiri

sudah diatur oleh hukum. Setiap kejahatan yang dilakukan dengan

mengatasnamakan jual beli sistem online sudah diatur dalam KUHP

berdasarkan intensitas kejadian kasus. Baik itu penipuan ataupun

(15)

Daftar Pustaka

Alvin Pandu Prakasa at al, “menjadi lebih baik lagi dalam penulisan dan

penyusunan makalah berikutnya”, Diponegoro Law Review, (Universitas

Diponegoro: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014) di

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dlr

Imam Mustofa, Fiqih Mu’amalah Kontemporer, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016)

Muhammad syafi’i antonio, Bank Syariah dari teori ke praktik, (Jakarta: Gema

insani press, 2001) hal. 108

Ghufron A. Mas’adi, Fiqh Muamalah Kontekstual, (Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada, 2002)

Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2012)

Melisa Monica Sumenge, “Penipuan Menggunakan Media Internet Berupa

Jual-Beli Online”, Lex Crime (Vol. II/No.4/Agustus/2013),

Enizar, Hadist Ekonomi,(Jakarta: Rajawali Pers, 2013),

Referensi

Dokumen terkait

Keabsahan perjanjian jual beli melalui transaksi elektronik (online shop) antara konsumen dengan Kaskus, melalui Forum Jual Beli: a. Subekti dan Abdul Kadir

Berdasarkan rukun akad dan syarat yang dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa jual beli di Desa Batumarta 1 Kecamatan Lubuk Raja terpenuhi rukun objek akad

ghair shahih. a) Pengertian jual beli shahih adalah jual beli yang tidak terjadi kerusakan. Baik rukun maupun syaratnya. b) Pengertian ghair shahih adalah jual beli

Jadi dapat kita pahami bahwa sahnya jual beli adalah dengan terpenuhinya rukun dan syarat sah jual beli. Setiap umat juga telah menyepakati pembolehan jual beli dan

Berbeda dengan model transaksi yang ada dalam dunia maya, kebanyakan orang melakukan suatu transaksi misalnya jual beli tanpa mengetahui bagaimana obyek yang diperjual

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa transaksi jual beli menggunakan member card di PB Swalayan Metro telah memenuhi rukun dan syarat jual beli, akan tetapi dalam

Ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatur mengenai syarat kesepakatan dalam kontrak jual beli e-commerce, di antaranya :

Setelah mengkaji rukun dan syarat jual beli dalam hukum Islam, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa transaksi jual beli online ini tidak bertentangan dengan hukum Islam, baik dari segi