1
ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL,
KOMITE AUDIT, DAN LEVERAGE TERHADAP INTEGRITAS
LAPORAN KEUANGAN
Iqbal Rijalul Fikri
Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Unswagati
2015
Abstrak
Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan-perusahaan berskala kecil hingga besar banyak menyajikan informasi keuangan dengan integritas yang rendah, dimana informasi disajikan bias dan tidak sesuai bagi beberapa pihak pengguna laporan keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat integritas dalam penyajian laporan keuangan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu kepemilikan institusional, komite audit dan leverage. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian dasar (Basic Research). Metode penelitian yang digunakan statistik inferensial. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan perusahaan manufaktur dan sektor keuangan periode tahun 2010-2013 yang diperoleh dari situs resmi www.idx.co.id dan dianalisis dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Hasil penelitian berikutnya menunjukkan komite audit dan leverage berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Apabila secara parsial kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Komite audit dan leverage berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.
2 Abstract
The financial report is an information describing the financial condition of a company, and more information can be used as a description of the company's financial performance. Company which is have small scale to large a lot of present financial information with low integrity, how that information served refraction and not appropriate for some of the users financial reports. The aim ofthis study was to determine the level integrity inserve the financial repor t along with the factors that influence that institutional ownership, the audit committee and leverage. This research used basic research. Research method that used is inferential statistic. This research used secondary data that is manufacturing company financial report and the financial sector period 2010-2013 gained from the official website www.idx.co.id and be analyzed with multiple linear regression analysis using SPSS version 21. The result of the research shows that Institutional ownership does not affect the integrity of the financial reports. The next research results indicatethe audit committee and the levera ge effect on the integrity of financial reports. If the partial institutional ownership does not affect the integrity of the financial reports. The audit committee and the levera ge effect on the integrity offinancial reports.
Keywords: Ownership institutionally, the Audit Committee, Leverage, Integrity Financial Report.
I.
PENDAHULUAN
Laporan keuangan sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaan pada setiap periode tertentu. Tujuan dari laporan keuangan menyediakan informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen, atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pencapaian kualitas laporan keuangan akan meningkatkan tingkat keandalan laporan keuangan.
Menurut PSAK No. 1 revisi 2009 Keandalan adalah informasi yang bermanfaat dengan kualitas yang andal serta bebas dari pengertian yang menyesatkan. Keandalan
3 9,05 triliun. Dengan adanya masalah tersebut maka penulis akan meneliti tentang Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional, Komite Audit, Dan Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan.
Menurut Hardiningsing (2010) kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mengurangi intensif para manajer yang mementingkan diri sendiri melalui tingkat pengawasan yang intensif. Komite audit berfungsi untuk memberikan pandangan mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan kebijakan keuangan, akuntansi dan pengendalian intern. Menurut (Fahmi, 2014) Rasio leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahaan karena perusahaan akan masuk dalam kategori utang ekstrim yaitu perusahaan terjebak dalam tingkat utang yang tinggi dan sulit untuk melepaskan utang tersebut. Sebaiknya perusahaan harus menyeimbangkan berapa utang yang layak diambil dan dari mana sumber-sumber yang dapat dipakai untuk membayar utang. Integritas laporan keuangan merupakan laporan keuangan yang berdasarkan atas kepercayaan dan diukur dalam bentuk apa yang benar dan adil merupakan laporan keuangan yang dapat dipercaya oleh publik dan menunjukkan informasi yang jujur dan benar tidak disajikan secara bias. Tujuannya agar menyediakan informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan
keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Penelitian yang dilakukan Gayatri dan Saputra (2013) membuktikan kepemilikan institusional dan komite audit. Komite audit tersebut setelah diteliti memiliki pengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Hasil pengujian hipotesis untuk leverage menunjukkan hasil statistik signifikan. Hanya kepemilikan institusional yang tidak signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Penelitian yang dilakukkan Wulandari dan Budiartha (2014) menunjukkan bahwa variabel kepemilikan intitusional berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penelitian terdahulu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian kembali dengan judul “Analisis Pengaruh
Kepemilikan Institusional, Komite Audit, dan Leverage terhadap Integritas Laporan
Keuangan”.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh kepemilikan intitusional terhadap integritas laporan keuangan.
2. Bagaimana pengaruh komite audit terhadap integritas laporan keuangan.
3. Bagaimana pengaruh leverage terhadap integritas laporan keuangan.
II.
KAJIAN
PUSTAKA,
KERANGKA
PEMIKIRAN
DAN HIPOTESIS
Menurut Zarkasyi (2008) tata kelola perusahaan yang baik merupakan struktur yang oleh stakeholder, pemegang saham, komisaris dan manajer menyusun tujuan perusahaan dan sarana untuk mencapai tujuan
4 integritas laporan keuangan yang baik (Wahyudi, dkk, 2014).
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa tata kelola perusahaan merupakan suatu sistem yang mempengaruhi kinerja organisasi dalam suatu perusahaan untuk mencapai kinerja perusahaan seoptimal mungkin. Kepemilikan institusional memiliki peran dalam hal mengawasi laporan keuangan sehingga akan dapat mengurangi tindakan kecurangan manipulasi angka-angka akuntansi. Adapun beberapa bagian yang termasuk kedalam tata kelola perusahaan seperti kepemilikan institusional dan komite audit beserta tambahan rasio leverage.
Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional memiliki pengaruh keberadaan pemegang saham isntitusional terhadap kinerja manajemen, terkait dengan pelaporan keuangan. Saputra,
dkk (2014) menyatakan bahwa ―kepemilikan Institusional menunjukkan pengaruh keberadaan pemegang saham institusional terhadap kinerja manajemen, terkait
dengan pelaporan keuangan perusahaan”. Menurut (Efrianti, 2012) menyatakan bahwa:
“Kepemilikan intitusional
memiliki kemampuan untuk mengendalikan pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Persentase saham tentu yang dimiliki oleh institusi dapat mempengaruhi proses penyusunan laporan keuangan yang merupakan salah satu alat ukur kinerja
perusahaan“.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Kepemilikan institusional dapat mengendalikan pihak manajemen dalam hal mengawasi pelaporan keuangan perusahaan. Dengan pengawasan melalui proses monitoring tersebut dapat
mengurangi terjadinya kecurang dalam proses penyusunan laporan keuangan sehingga dapat menghasilkan integritas laporan keuangan yang baik.
Komite Audit
Perusahaan-perusahaan yang go public telah membentuk komite audit yang anggotanya seluruh atau terutama terdiri dari pihak luar perusahaan. Pembentukan komite audit ditujukan untuk memperkuat idepedensi auditor yang oleh masyarakat dipercaya
untuk menilai kewajaran
pertanggungjawaban keuangan yang dilakukan oleh manajemen.
Menurut Zarkasy (2008) mengungkapkan bahwa “komite audit
adalah suatu komite yang berpandangan tentang masalah akuntansi, laporan keuangan dan penjelasannya, sistem pengawasan internal serta auditor
independen”.
Tujuan Komite Audit
Menurut Kepmen Nomer 117 Tahun 2002, tujuan dibentuknya Komite Audit membantu Komisaris atau Dewan Pengawas dalam memastikan efektivitas sistem pengendalian internal dan efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan auditor internal. Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam) dalam surat edarannya (2003) mengatakan bahwa tujuan Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris untuk:
1. Meningkatkan kualitas laporan keuangan,
2. Menciptakan iklim disiplin dan pengendalian yang dapat mengurangi kesempatan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan,
5 memerlukan perhatian Dewan Komisaris.
komite audit merupakan lembaga yang dibentuk oleh dewan direksi untuk mengaudit laporan keuangan dan untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan tidak menyesatkan dalam arti tidak memiliki unsur manipulasi data. Maka sedikit banyak keberadaan dan efektivitas komite audit dalam perusahaan berpengaruh terhadap kualitas dan integritas laporan keuangan yang dihasilkan.
Leverage
Rasio ini dapat melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal. Perusahaan-perusahaan yang baik mestinya memiliki komposisi modal yang lebih besar dari utang.
Menurut Fahmi (2014) mendefinisikan
sebagai berikut:
“Rasio Leverage adalah mengukur
seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan berdampak membahayakan bagi perusahaan karena perusahaan akan masuk kategori utang
ekstrim”.
Menurut Kasmir (2014) “Rasio
leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh manaaktiva
perusahaan dibiayai dengan utang”.
Berdasarkan menurut pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa rasio leverage mengukur besarnya jumlah uang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahannya jika dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri. Pembiayaan dengan utang mempunyai pengaruh bagi perusahaan karena utang mempunyai beban yang bersifat tetap.
Kegagalan perusahaan dalam membayar bunga atas utang dapat menyebabkan kesulitan keuangan yang berakhir dengan kebangkrutan perusahaan. Penggunaan utang juga memberikan subsidi pajak atas bunga yang dapat menguntungkan pemegang saham. Karena penggunaan utang harus seimbang antara keuntungan dan kerugian.
Integritas laporan keuangan
Integritas laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang secara formal wajib dipublikasikan sebagai sarana pertanggung jawaban pihak manajemen terhadap pengelolaan sumber daya pemilik. Informasi akuntansi yang memiliki integritas yang tinggi akan dapat di andalkan karena merupakan suatu penyajian yang jujur sehingga memungkinkan pengguna informasi akuntansi bergantung pada informasi tersebut.
integritas laporan keuangan menunjukkan informasi yang jujur dan akurat serta bebas dari tindakan atau kegiatan yang dilakukan dan disengaja oleh pihak manajemen perusahaan dalam memanipulasi angka-angka akuntansi yang terdapat dalam laporan keuangan untuk menyesatkan bagi pemakai laporan keuangan dalam menilai perusahaannya.
Kerangka Pemikiran Dan Hipotesis
Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Integritas Laporan Keuangan
6 terdahulu, maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut.
H1: Kepemilikan Intitusional Berpengaruh
Terhadap Integritas Laporan Keuangan.
Pengaruh Komite Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan
Menurut Hardiningsih (2010) mengungkapkan bahwa sesuai dengan fungsi dan tujuan dibentuknya komite audit, yang salah satunya yaitu memastikan laporan keuangan yang dihasilkan tidak menyesatkan dan sesuai dengan praktik akuntansi yang berlaku umum, maka sedikit banyak keberadaan dan efektivitas komite audit dalam perusahaan berpengaruh terhadap kualitas dan integritas laporan keuangan yang dihasilkan. komite audit merupakan idepedensi auditor yang oleh masyarakat dipercaya untuk menilai kewajaran pertanggungjawaban laporan keuangan. Memastikan laporan keuangan yang disajikan tidak menyesatkan dan sesuai dengan praktik akuntansi yang berlaku umum. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut.
H2: Komite Audit Berpengaruh Terhadap
Integritas Laporan Keuangan.
Pengaruh Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan
Menurut Fahmi (2014) menyatakan bahwa Rasio Leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan berdampak membahayakan bagi perusahaan karena perusahaan akan masuk kategori utang ekstrem. Karena itu perusahaan harus menyeimbangkan berapa utang yang layak diambil dan dari mana sumber-sumber yang dapat dipakai untuk membayar utang.
Rasio leverage yang digunakan sebagai aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang. Pembiayaan dengan utang mempunyai pengaruh bagi perusahaan karena itu perusahaan harus menyeimbangkan berapa utang yang layak diambil. Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut.
H3: Leverage Berpengaruh Terhadap
Integritas Laporan Keuangan.
Paradigma Penelitian
III.
METODOLOGI
PENELITIAN
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian dasar (Basic Research). Karena peneliti ingin mengetahui faktor integritas
laporan keuangan yang di pengaruhi oleh kepemilikan institusional, komite audit dan leverage. Menurut Sekaran (2014) menyatakan bahwa penelitian dasar (Basic Research) yaitu penelitian untuk Leverage
(X3)
Kepemilikan Intitusional
(X1)
Komite Audit (X2)
Integritas laporan keuangan
7 menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah tertentu yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan. Penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 21 melalui analisis regresi. Analisis regresi digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih. Selain itu analisis regresi dilakukan untuk menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.
Operasionalisasi Variabel
1.Variabel Dependen
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Integritas Laporan Keuangan. Integritas laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang secara formal wajib dipublikasikan sebagai sarana pertanggungjawaban pihak manajemen terhadap pengelolaan sumber daya pemilik. Informasi akuntansi yang memiliki integritas yang tinggi akan dapat di andalkan karena merupakan suatu penyajian yang jujur
sehingga memungkinkan pengguna informasi akuntansi bergantung pada informasi tersebut. Dalam penelitian ini integritas laporan keuangan diukur dengan menggunakan indeks coservatism yang dikemukakan Susiana dan Herawaty (2007).
Sumber: Efrianti (2014) C = Indeks Conservatism.
RP =Jumlah biaya riset dan pengembangan yang ada dalam laporan keuangan.
DEPR =Biaya depresiasi yang terdapat dalam laporan keuangan.
NOA =Net operating asset yang diukur dengan rumusan kewajiban keuangan bersih: (total hutang + total saham + total dividen) – (kas +total investasi).
2.Variabel Independen
Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional dapat mengendalikan pihak manajemen dalam hal mengawasi pelaporan keuangan perusahaan. Dengan pengawasan melalui proses monitoring tersebut dapat mengurangi terjadinya kecurang dalam proses penyusunan laporan keuangan sehingga dapat
menghasilkan integritas laporan keuangan yang baik. Kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan rumus dibawah ini:
Sumber: Saputra dkk
Komite Audit
Perusahaan-perusahaan yang go public telah membentuk komite audit yang anggotanya seluruh atau terutama terdiri dari pihak luar perusahaan. Pembentukan komite audit ditujukan untuk memperkuat idepedensi auditor yang oleh masyarakat dipercaya untuk menilai kewajaran
pertanggungjawaban keuangan yang dilakukan oleh manajemen (Mulyadi, 2014). Rumus yang digunakan pada komite audit ini adalah:
Sumber: Saputra, dkk (2014)
C
it= (RP
KI= Jumlah Saham Milik Institusional X 100% Total Saham Beredar
8 Leverage
Leverage dalam arti luas besarnya jumlah uang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahannya jika dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri. Pembiayaan dengan utang mempunyai pengaruh bagi perusahaan karena utang mempunyai beban yang bersifat tetap. Kegagalan perusahaan dalam membayar bunga atas utang dapat menyebabkan kesulitan keuangan yang berakhir dengan
kebangkrutan perusahaan. Penggunaan utang juga memberikan subsidi pajak atas bunga yang dapat menguntungkan pemegang saham. Karena penggunaan utang harus seimbang antara keuntungan dan kerugian. Rumus dari leverage ini dapat di rumuskan dalam bentuk:
Sumber: Fahmi (2014)
Populasi dan sampel
Menurut Sekaran (2014) populasi adalah keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau yang ingin peneliti insvetigasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dan sektor keuangan yang listing pada periode 2010-2013. Jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2010-2013 sebanyak 140 perusahaan manufaktur dan 78 dari sektor keuangan. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 11 perusahaan. Adapun kriteria sampel yang akan digunakan, yaitu:
1. Perusahaan manufaktur dan sektor keuangan yang konsisten terdaftar di BEI pada periode 2010-2013.
2. Perusahaan yang menyajikan jumlah kepemilikan institusional.
3. Perusahaan yang menyajikan jumlah komite audit.
4. Perusahaan yang menyajikan biaya riset dan pengembangan.
5. Perusahaan yang mempublikasikkan laporan keuangan selama periode 2010-2013.
IV.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
KI 44 .35 30.00 1.7039 4.53684
KA 44 3.00 10.00 4.0000 1.71179
LEV 44 .16 .91 .4793 .25352
ILK 44 .00 .21 .0495 .04640
Valid N (listwise)
44
Sumber: Data Skunder yang diolah, 2015 Hasil pengujian statistik deskriptif menunjukkan nilai minimum kepemilikan intitusional (KI) sebesar 0,35, nilai maximum sebesar 30,00. Nila mean (rata-rata) sebesar 1,7039, dengan nilai standar deviasi sebesar
4,53684. Artinya nilai standar deviasi lebih besar dari mean (rata-rata) (4,53684 > 1,7039).
9 Berdasarkan hasil statistik deskriptif menunjukkan nilai maximum Komite Audit (KA) sebesar 10,00, nilai minimum sebesar 3,00. Komite Audit memiliki nilai mean (rata-rata) sebesar 4,0000, dengan nilai standar deviasi sebesar 1,71179. Artinya nilai standar deviasi lebih kecil dari mean (rata-rata) (1,71179<4,0000).
Variabel leverage (LEV) memiliki nilai minimum sebesar 0,16, sedangkan nilai maximum leverage sebesar 0,91. Nilai mean (rata-rata) sebesar 0,4793 dan nilai standar
deviasi sebesar 0,25352 artinya nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi (0,4793<0,25352).
Variabel integritas laporan keuangan memiliki nilai maximum sebesar 0,21, nilai minimum sebesar 0,00. Nilai standar deviasi sebesar 0,04640, dan nilai mean (rata-rata) sebesar 0,0495, nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi. Artinya sampel yang dimiliki besarnya hampir sama antar masing-masing sampel perusahaan (0,0495 > 0,04640).
Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 44
Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation .03029146
Most Extreme Differences
Absolute .149
Positive .149
Negative -.092
Kolmogorov-Smirnov Z .988
Asymp. Sig. (2-tailed) .283
a. Test distribution is Normal.
Sumber: Data Skunder yang diolah, 2015 Berdasarkan tabel diatas hasil uji
normalitas K-S sebesar 0,988, sedangkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,283 nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Artinya
10
Uji Multikolonieritas
Hasil Uji Multikolonieritas
Coefficientsa Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1
(Constant) .138 .014 9.666 .000
KI .001 .001 .052 .475 .637 .887 1.127 KA -.008 .003 -.286 -2.667 .011 .929 1.077 LEV -.122 .020 -.665 -6.110 .000 .900 1.111 a. Dependent Variable: ILK
Sumber: Data skunder yang diolah, 2015 Berdasarkan tabel variance inflation factor (VIF) Kepemilikan Initusional, Komite Audit dan Leverage sebesar 1,127, 1,077 dan 1,111. Untuk Tolerance Kepemilikan Institusional, Komite Audit dan Leverage sebesar 0,887, 0,929 dan 0,900. Jika nilai
tolerance ≥ 0,1 dan nilai VIF ≤ 10 maka tidak
terjadi multikolinieritas. Dapat disimpulkan bahwa nilai variance inflation factor (VIF) kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari atau sama dengan 0,1. Artinya model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen.
Uji Autokorelasi
Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 .758a .574 .542 .03141 2.506
a. Predictors: (Constant), LEV, KA, KI b. Dependent Variable: ILK
Sumber: data yang diolah, 2015 Berdasarkan hasil uji autokorelasi Durbin-Watson, nilai Durbin-Watson sebesar 2,506, nilai dl sebesar 1,6647 dan du sebesar 1,3749. Karena nilai Durbin-Watson sebesar 2.506 lebih besar dari batas atas (du) 1,6647
11
Uji Heteroskedatisitas
Hasil Uji Glejser Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) .037 .010 3.828 .000
KI 7.664E-005 .001 .016 .100 .921
KA -.001 .002 -.078 -.505 .616
LEV -.027 .014 -.310 -1.973 .055
a. Dependent Variable: AbsUtRes_4 Sumber: data yang diolah, 2015
Berdasarkan hasil pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser nilai signifikansi untuk Kepemilikan Institusional sebesar 0,921, nilai signifikansi untuk variabel Komite Audit sebesar 0,616,
nilai signifikasi Leverage sebesar 0,055. Dapat disimpulkan bahwa variabel independent tidak terjadi heteroskedastisitas karena nilai signifikansinya lebih dari 0,05 (Sig > 0,05).
Pengujian Hipotesis
Uji t
Hasil Uji Analisis Regresi Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) .138 .014 9.666 .000
KI .001 .001 .052 .475 .637
KA -.008 .003 -.286 -2.667 .011
LEV -.122 .020 -.665 -6.110 .000
a. Dependent Variable: ILK Sumber: data yang diolah, 2015 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hasil sebagai berikut:
1. Hubungan parsial antara kepemilikan institusional terhadap integritas laporan keuangan dapat dilihat pada nilai t yang memiliki nilai positif sebesar 0,475 yang berarti bahwa kepemilikan institusional bernilai positif terhadap integritas laporan
keuangan. Tingkat signifikansi kepemilikan institusional dapat dilihat pada tabel 4.9 yaitu 0,637, sehingga 0,637 > 0,05 artinya H1 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.
12 dilihat pada nilai t yang memiliki nilai negatif -2,667 yang berarti bahwa variabel komite audit bernilai negatif terhadap integritas laporan keuangan. tingkat signifikansi komite audit dapat dilihat pada tabel 4.9 yaitu 0,011, sehingga 0,011 < 0,05 artinya H2 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.
3. Hubungan parsial antara leverage terhadap integritas laporan keuangan dapat dilihat pada nilai t yang memiliki nilai negatif terhadap integritas laporan keuangan. tingkat signifikansi leverage dapat dilihat pada tabel 4.9 yaitu 0,000, sehingga 0,000 < 0,05 artinya H3 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan leverage berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.
Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan didalam penelitian ini menggunakan satu variabel dependen yaitu integritas laporan keuangan dan tiga variabel independen yaitu kepemilikan institusional, komite audit dan leverage. Untuk menguji signifikan atau tidaknya variabel Kepemilikan Intitusional, Komite Audit dan Leverage terhadap Integritas Laporan Keuangan digunakan uji hipotesis yang dapat diintepretasikan.
Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Integritas Laporan Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis variabel independen kepemilikan intitusional terhadap integritas laporan keuangan. Menyatakan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Dengan demikian (H1) yang menyatakan bahwa
―kepemilikan institusional berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan‖
ditolak.
Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wulandari dan Budiartha (2014) yang menyatakan bahwa Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap Integritas Laporan Keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan meningkatnya kepemilikan intitusional kurang berpengaruh dalam proses penyusunan laporan keuangan. Tindakan pengawasan perusahaan oleh pihak investor institusional kurang dapat mempengaruhi manajer untuk lebih memfokuskan
perhatiannya terhadap kinerja perusahaan sehingga akan mengurangi perilaku mementingkan diri sendiri.
Pengaruh Komite Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis variabel komite audit terhadap integritas laporan keuangan. Menyatakan bahwa komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Dengan demikian (H2) yang menyatakan ―komite audit berpengaruh terhadap integritas laporan
keuangan‖ diterima.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Gayatri dan Saputra (2014) komite audit memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Komite Audit yang berfungsi dengan baik di dalam perusahaan tentunya akan memberikan dampak kepada lebih transparannya laporan keuangan yang disajikan dan hal ini dapat meningkatkan integritas laporan keuangan.
Pengaruh Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis variabel leverage terhadap integritas laporan keuangan. Menyatakan bahwa leverage berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Dengan demikian (H3)
yang menyatakan ―leverage berpengaruh terhadap intergritas laporan keuangan‖
13 Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Gayatri dan Suputra (2014) hasil pengujian hipotesis untuk leverage menunjukkan hasil statistik signifikan. Hal ini menunjukkan tingkat
hutang yang tinggi dapat di ukur dengan menggunakan leverage sehingga dengan rasio ini dapat diketahui posisi perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan dilakukan secara jujur dan tidak bias. pengetahuan mengenai pentingnya integritas laporan keuangan di dalam suatu perusahaan dan mengetahui lembaga-lembaga yang mengawasi proses penyusunan laporan keuangan. 2. Bagi Akademisi
Hasil penelitian ini menunjukkan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti kembali mengenai kepemilikan institusional dan menambahkan proksi kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan yang diduga berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.
3. Bagi investor
Bagi Investor dengan memperhatikan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Maka dapat mengetahui aspek-aspek apa saja yang perlu di perhatikan ketika akan berinvestasi.
5.2.2Implikasi Praktis
1. Bagi Akademisi
Sebagai akdemisi dapat menambah ilmu pengetahuan tentang integritas laporan keuangan pada perusahaan dan juga dapat dijadikan rujukan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik membahas tema sejenis.
2. Bagi perusahaan
Bagi perusahaan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik dengan memaksimalkan kepemilikan institusional.
3. Bagi Investor
Dapat menganalisis tingkat integritas laporan keuangan yang dibuat perusahaan, karena setelah menganalisa tingkat integritas laporan keuang maka dapat mengambil keputusan dengan tepat.
Semua penelitian tidak ada yang sempurna, dengan demikian pasti terdapat keterbatasan yaitu keterbatasan waktu penelitian sehingga sedikitnya rentang waktu yang digunakan sebagai periode pengamatan yaitu dari tahun 2010 hingga 2013. Berdasarkan keterbatasan penelitian tersebut, maka peneliti memberikan saran yang dapat digunakan bagi pihak yang ingin melanjutkan penelitian ini antara lain:
1. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan lebih memahami rumus yang digunakan sehingga tidak terjadi kesulitan dalam melakukan tabulasi data dan lebih menambah periode penelitian yang digunakan agar hasil yang didapat lebih akurat.
2. Bagi peneliti selanjutnya, pengukuran terhadap variabel komite audit pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan biaya gaji komite audit.
14 laporan keuangan sehingga perlu dikembangkan dalam review penelitian
selanjutnya.
Daftar Pustaka
Boediono, Gideon SB. 2005. Kualitas Laba:
"Studi Pengaruh Mekanisme
Corporate Governance dan Dampak
Manajemen Laba Dengan
Menggunakan Analisis Jalur".
Simposium Nasional Akuntansi
VIII,IAI.
Efrianti, Desi. 2012. Pengaruh Kepemilikan
Institusional, Komisaris Independen
dan Komite Audit Terhadap Integritas
Informasi Laporan Keuangan. Jurnal
Ilmiah Ranggagading, Bogor.
Fahmi, Irham. 2014. Analisis Laporan
Keuangan. Alfabeta, Bandung.
Gayatri, Suputra. 2013. Pengaruh Corporate
Governance, Ukuran Perusahaan Dan
Leverage Terhadap Integritas Laporan keuangan. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana:345-360.
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis
Multivariate Dengan Program IBM
SPSS 21. Badan Penerbit Universitas
Diponegoro, Semarang.
Hardiningsih, Pancawati. 2010. Pengaruh
Idepedensi, Corporate Governance
dan Kualitas Audit Terhadap
Integritas Laporan Keuangan. Jurnal,
ISSN: 1979-4886.
Mayangsari. 2003. Analisis Pengaruh Idependensi, Kualitas Audit, Serta
Mekanisme Corporate Governance
Terhadap Integritas Laporan
Keuangan. Simposium Nasional
Akuntansi VI, PP:1255-1273.
Mulyadi. 2014. Auditing Edisi Ke Enam
Cetakan Pertama. Salemba Empat,
Jakarta.
Sekaran, Uma. 2014. Research Methods For
Business, Buku 1. Salemba Empat,
Jakarta.
—. 2014. Research Methods For Business, Buku 2. Salemba Empat, Jakarta.
Susiana, Herawaty. 2007. Analisis Pengaruh
Idependensi, Mekanisme Corporate
Governance Dan Kualitas Audit
Terhadap Integritas Laporan
Keuangan. Simposium Nasional
Akuntansi X, Makasar.
Saputra, Desmiawati, dan Yuneita.2014.
Pengaruh Mekanisme Good
Corporate Governance, Dan Ukuran
Perusahaan Terhadap Integritas
Laporan Keuangan (Studi Kasus pada
Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Periode 2012). Pekanbaru: Faculty of
15 Zarkasyi, Wahyudin. 2008. Good Corporate
Governance. Alfabeta, Bandung.