MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN MATERI
KEPUTUSAN BERSAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
GROUP INVESTIGATION (GI)BERVARIASI DENGAN MODELSNOWBALL
THROWINGSERTA MEDIAAUDIO VISUALPADA SISWA KELAS VSDN SUNGAI
MIAI 2 BANJARMASIN
DIANI AYU PRATIWI
E-mail: [email protected]
Abstrak:This research was conducted with a qualitative approach to the type of classroom action research with the design of two cycles, which consist of 2 meetings each cycle. Setting the research conducted on students of class V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin, the number of students 32 people, consisting of 18 male students and 14 female students. Analysis of the data obtained from the qualitative analysis of the data on the observation of activity of teachers and students as well as data obtained from the data kauntitatif student learning outcomes. The results showed that the activity of teachers in the first cycle of meetings 1 to obtain a score of 22 categories is quite good, then increased in the second cycle 2 meeting became a very good score of 38 categories. Student activity also always increase seen in the first cycle of meetings 1 gained 36.72% to 95.70% in cycle II meeting 2. For sisswa learning outcomes at each meeting increased gradually in the first cycle evaluation meeting one individual mastery 58.13 and 46.88% classical completeness then increase the second cycle 2 meeting individual completeness classical completeness 88.12 and 93.75%, so the Model Pembeajaran Cooperative Group Investigation (GI) Varies with model Snowball Throwing and Audio Visual Media can increase the activity of the teacher, student activities and student learning outcomes.
Abstrak:Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan rancangan dua siklus, yaitu terdiri dari 2 kali pertemuan setiap siklusnya. Setting penelitian dilakukan pada siswa kelas V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin, dengan jumlah siswa 32 orang terdiri dari 18 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswaperempuan. Analisis data diperoleh dari analisis kualitatif dari data hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta data kauntitatif diperoleh dari data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 memperoleh skor 22 katagori cukup baik, kemudian meningkat pada siklus II pertemuan 2 menjadi skor 38 katagori sangat baik. Aktivitas siswa juga selalu mengalami peningkatan terlihat pada siklus I pertemuan 1 memperoleh 36,72% menjadi 95,70% pada siklus II pertemuan 2. Untuk hasil belajar sisswa pada setiap pertemuan meningkat secara bertahap pada evaluasi siklus I pertemuan 1 ketuntasan individual 58,13 dan ketuntasan klasikal 46,88% kemudian meningkat siklus II pertemuan 2 ketuntasan individual 88,12 dan ketuntasan klasikal 93,75%, sehingga Model Pembelajaran KooperatifGroup Investigation (GI)Bervariasi dengan Model
Snowball Throwing serta Media Audio Visual dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.
Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) Bervariasi dengan Model
r pr s r
rt p
r r p tu
r ( . :Pasal 1).Untuk menciptakan suasana proses pembelajaran tersebut perlu adanya alat pendukung sebagai media pembelajaran agar pembelajaran yang dilakukan dapat menjadi efektif dan menyenangkan.
Mata pelajaran PKn adalah salah satu pembelajaran yang menekankan padakeaktifan siswa dalam pembelajaran.
Menurut Magfiroh seperti yang dikutip oleh (Prasetyo, 2011:21) mengemukakan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi individu warga negara Indonesia, sehingga memiliki wawasan, sikap, dan keterampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara . Apabila hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn rendah, maka akan berpengaruh pada rendahnya moral dan wawasan siswa terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi yang demikian tentu akan sangat berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Jika kondisi seperti ini tidak secepatnya ditanggulangi, maka sangat mungkin kualitas sekolah akan menjadi menurun, karena salah satu indikator keberhasilan sekolah adalah mampu mencetak lulusan yang baik.
rpy r tr pt p! "# $ r y t# % " & ' ('
)$)y ! $' & * & +# % y "r& )# ts * rt ! %* #& # )#)* y
"r& )# ts * rt * *) ' t
) ,ut zaman. Namun kenyataan di lapangan selama melakukan observasi dan berdasarkan informasi dari guru yang mengajar mata pelajaran PKn di SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin, ternyata masih ada masalah-masalah yang muncul dalam pembelajaran di sekolah ini antara lain nilai belajar PKn.
Materi PKN yang diajarkan pada siswa kelas V SD salah satunya adalah materi keputusan bersama diajarkan beberapa pokok bahasan seperti pengertian keputusan bersama, bentuk-bentuk keputusan bersama, kemauan bermusyawarah untuk mufakat, dan reaksi terhadap keputusan bersama. Keberhasilan suatu proses pembelajaran Pkn dapat dilihat dari penguasaan materi dan hasil belajar yang didapat oleh siswa. Pada kenyataannya di SDN Sungai Miai 2
proses pembelajaran Pkn belum maksimal, khususnya pada meteri Keputusan Bersama masih banyak siswa yang tidak maksimal dalam memperoleh nilai. Hal ini didapat dari hasil observasi dan wawancara dengan wali kelas V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin.
-.r./0 t120/t.3 140t 5 .60r03 07 8597 8203 0 -pr
: 5.s ; .-4 .30 <0r07 .= .810t07 ; .-4 .3 0<0r07 07 8y 04 5>r0/ t07;0 ; .78897 007 - .2 10 ; .-4 .30 <0r07 5 .?1778805931t 2 1/ 90 501 :3.?51sw0. @0317 1 5 .<0307 2 .7 807 ; .720p0t - .7 9Aut B .:;3.s, (CDEE) 5 .3ur9? ; .7 8.t0 ?907 0 7 8y / 1t0
; .r:3 .? 2 120;0t 20r1 : 75% dari melihat, 13% dari mendengar, dan 12% dari mengecap, mencium dan meraba (Aqib, 2013:48).
Rendahnya hasil belajar selama ini juga disebabkan beberapa faktor, yaitu kegiatan belajar pembelajaran yang dilakukan kurang menarik cenderung bersifat tFG HIFr HFntFrFJ khususnya pada pembelajaran PKn. Dalam proses pembelajaran ini hanya menekankan pada aspek kognitif saja, yaitu menerapkan konsep-konsep yang ada di dalam buku dan selalu dibelajarkan dengan menyampaikan isi buku kepada siswa (knowledge of transfer) sehingga kegiatan pembelajaran yang bersifat satu arah.Kondisi ini menggambarkan
efektifitas proses pembelajaran dalam kelas masih rendah dan tujuan pembelajaran belum tercapai.
Apabila permasalahan dalam pembelajaran PKn ini terus saja dibiarkan, maka akan berdampak pada terhambatnya kreativitas, kemandirian siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, penyerapan pengetahuan siswa yang diperoleh hanya 13% dari mendengarkan, serta dampak paling berpengaruh pada akhirnya yaitu pada hasil belajar siswa, dimana siswa tidak akan mampu mencapai nilai rata-rata standar atau KKM yang telah ditetapkan di bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan khususnya materi keputusan bersama akan mengalami penurunan yang berdampak negatif baik siswa itu sendiri maupun sekolah.
KLtL MNO LP LrLQ RSTU TUQLy KLtL pNOLP LrLQ V WQ LX LOLS MNQYYTQ L LQ KZXNO MN K[NOLPLrLQ yLQY [NrvLr\ LU \ X LQ KNX\L MN K[NOLPLrLQ ] ^Q_uR KNQP LX\ R LQ MN K[NOLPLrLQ V W` KNQPLX\ U N [T LS MN K[NOLPLrLQLQYy R aN Lt\b, prZXTR_\b, yLQY [NrU \bLt R ZZMNrLt\b, X LQ R ZO L[ZaL\ bt , K LR L MNrOu X\RN K[LQYR LQ U T Ltu KZXNO MN K[NOLPLrLQ [NrvLr\ Ls\ yLQY KLKpu KNrLQYU LQY LR_ \ c\tLs X LQ R aN Lt\ b\tLs U \swL X LQ KLKpu KNQ YTQYR LMR LQ MNQX LpLt U NdLrL cNr[LO PuYL K NO Lt\ S U \swL [NTR Lrt r M\R\rLQ X LO LK K NQyNONUL\ R LQ suLtu MNrK LU LOLSLQ ] eLOLS U Ltu KZXNO MN K[NOLP LrLQ [NrvLr\LU\ yLQY KNO \ [LtR LQ MNrLQ sNrtL U\swL LX LO LS K ZX NO MN K[NOLPLrLQ R ZZMNrLt\ b t\ MN Group Investigation(f g) [NrcLr\LU \XNQYLQKZXNO Snowball Throwing U NrtL XNQYLQ KNX\L audiovisual , R LrNQ L KZXNO MN K[NO LPLrLQ
R ZZMNrLt\b ON [\S KNQ\t\ R [NrLtR LQ M LX L pr
ZUNs [NOLPLr M LXL RNOZKM ZR X LQ [TR LQ KNQ YNrP LR LQ UNsuLtu [NULK Lr RNO ZKM ZR ] VrZUNs [NOLP Lr X LO LK RNO ZKM ZR LR LQ KN K [LQ_u U \swL KNQN KTR LQ X LQ
KN K[LQ YTQ sNQX\r\ MNKLS LKLQ KNrNR L t
NQ_ LQ Y K LtNr\ pNO LP LLQr yLQY t\ X LR X LpLt X\tN KT\ M LX L MNQX NR LtLQ R ZQ cNQU \ ZQ LO (`ur, hijiklm).
Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dalam proses pembalajarana adalah secara pribadi dapat belajar untuk memecahan dan menangani suatu masalah, secara sosial dapat meningkatkan partisipasi dalam membuat suatu keputusan, dan secara akademik siswa terlatih untuk mempertanggungjawabkan jawaban yang diberikan (Shoimin, 2014:81-82).
Untuk variasi model Snowball Throwing merupakan salah satu bagian dari model pembelajaran kooperatif juga. Hanya saja pada model ini kegiatan proses pembelajaran yang berlangsung lebih menyenangkan.
nop qrrsp ntouv utuu w xoyuoz ro y wusprz -w usp rz{ xo yu| uruo(}uw z uon, ~~).
xrzupurs uo urunuo z n utus w usu { xoxvntn wxup ur pxrvu wxvusp uousuo { xoxvntnuo tnoz usuo sxvus z xoyuo | rz rv : Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Materi Keputusan Bersama Melalui Model Pembeajaran Kooperatif Group Investigation (Gi) Bervariasi dengan Model Snowball Throwing Serta Media Audio Visual pada Siswa Kelas V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin .
Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran PKn MateriKeputusan Bersama Melalui Model Pembeajaran Kooperatif Group Investigation (GI)Bervariasi denganModel Snowball Throwing Serta Media Audio Visual pada Siswa Kelas V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin? (2) Bagaimana aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn Materi Keputusan Bersama Melalui Model Pembeajaran Kooperatif Group Investigation (Gi)
Bervariasi denganModel Snowball Throwing Serta Media Audio Visual pada Siswa Kelas V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin?(3)Apakah dengan menggunakan Model Pembeajaran PKn Kooperatif Group Investigation (GI) Bervariasidengan Snowball Throwing Serta Media Audio Visual pada meteri Keputusan Bersama dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin?
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan peneliti untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan kinerja peneliti sebagai tenaga pendidik. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk memperbaiki hasil pembelajaran siswa. Sedangkan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
r t r . sw sw ¡ laki dan 14 siswa perempuan.
Faktor yang diteliti adalah faktor guru, faktor siswa dan faktor hasil belajar.
Jenis data yang disajikan pada penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. (1) Data kualitatif berupa data tentang aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran, (2) Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes akhir dengan menggunakan soal tertulis.
Indikator keberhasilan (1) Indikator keberhasilan aktivitas guru dikategorikan sangat baik/berhasil apabila mendapat skor mencapai 34 yang diukur dengan lembar observasi kreteria keaktifan guru, (2) Indikator keberhasilan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dikatakan berhasil yakni jika jumlah siswa yang berada pada kriteria Aktif dan sangat aktif minimal mencapai 80% dari kreteria keaktifan aktivitas siswa, (3) indikator keberhasilan penelitian adalah
apabila ketuntasan hasil belajar siswa dapat mencapai nilai 70. Sedangkan secara ketuntasan klasikal apabila 80%. ¢ £¤ ¥ ¦ § £¨ ©ª«¬ £¢£ ¤ £¨
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti pada pembelajaran PKn kelas V di SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin dengan materi keputusan bersama melalui model pembeajaran kooperatif Group Investigation (Gi)bervariasi dengan model Snowball Throwing Serta Media Audio Visualyang dilakukan peneliti sebanyak 2 siklus. Hasil pengamatan terhadap aktivitas guru pada saat pelaksanakan proses pembelajaran, aktifitas siswa dan hasil belajar siswa pada siklus I dan meningkat pada siklus II.
®¯y® °±¯²®³®´ µ¶·¸ ¹ º ° ®¶ ® p®»® µ´ ¶¼us ½½ ³±rt±°¾ ®¯ ¿ ´¯´ °±¯´¯À¶ ®t °±° ³±·¼ ± r µ¶·¸ Á¹ »®¯ ³®»® µ´ ¶¼us ½½ p±rt±°¾ ®¯ ¹ t
±¼® °±¯´¯À¶ ®t °±¯ ² ®p®´ ¶¸´t±r´ ® µ ®¯ À®t ®´¶ »±¯ À®¯ p±r·¼± ®¯ µ¶·¸ ÁÃÄ Å ®¼ ´¯´ °±¯¾¯ ƾ¶¶ ®¯ 娂 ® ± ±r®³® ®sp±¶ ¶±À´®t®¯ ®¶ È´ É´t®s Àuru »®¼®° °±¼ ®¶¾¶ ®¯ ³± °Â±¼®Æ ®r®¯ µ± °®¶´ ¯ ®´¶ Ä Ê ±¯´¯À¶ ®t®¯ ¶±À´®t®¯ ®¶ È´É´t®s Àuru ´¯´ t±rÆ ®»´ ¶ ®r±¯ ® »®r´ t´ ®p -t´®p ³±rt± °¾ ®¯ ³±¯±¼´t´ ±r¾ µ ®® °± ° ³±r®´¶´ ¶±¶¾r®¯ À ®¯ ®t®u ¶ ±¼± ° ®®¯ y
®¯À »´°´ ¼´ ¶´ ®À ®r ¶ ± »± ³®¯ ¶± À´ ®t®¯ ³± °Â±¼®Æ ®r®¯®¶ ®¯¼ ± ´®´ ¶¼ ®À´.
Å®µ´¼ · µ±rÉ®µ´ ®¶ È´ É´t®s µ´sw® µ±² ®r® ´¯ »´É´ »¾ y®¯ À »´ ¼ ®¶¾¶ ®¯ ·¼ ± ³±¯±¼´t´ ¼ ®¯Àµ¾¯ À ³®»® µ´ ¶¼us ½ »®¯ ½½ °±¯À ®¼®°´ ³±¯´¯À¶®t®¯ »®r´ º ®µ ³±¶ y®¯ À »´ ®° ®t´ µ±² ®r® ¶± µ±¼ur¾ ®¯ µ´¶¼us ½ ¶± µ´¶¼us ½½ . Ê®»® µ´¶¼us ½ ³±rt± °u®¯ ¿ ®¶ È´É´t®s µ´sw® ±r®»® ³®»® ¶®t±À·¸´ ¶¾¸ ®¯À ®¶ È´Ë y®´tu ÿĹÌÍ, ³®»® µ´ ¶¼us ½ ³±rt±°¾ ®¯ ¹ µ´sw® ±r® »® ³®»® ¶ ®t± À·¸´ ²¾¶¾ ³ ®¶ È´Ëy®´tu ÎÁÏÃ%, »®¯ ¾¯ Ⱦ¶ µ´ ¶¼us ½½ ³±t±°¾ ®¯ ¿ µ´sw® ±r®»® ³®» ® ¶ ®t± À·r´ ®¶ È´Ë µ± ®¯y®¶ º ÃÏÐÌÍ µ± »®¯À¶®¯ ³®»®
µ´ ¶¼us ½½ ³±± °rt u®¯ ¹ ®¶ È´É´t®s ´ ¯ »´ É´»¾ ®»® »´¶ ®t± À·¸´¶ ®¯ s®¯À®t ®¶ È´Ë y®¯ À °±¯ »· °´ ¯ ®µ´µ± ®®¶y ÃÐ,ÌÍ.
Ê ±¯´ ¯À¶ ®t®¯ y®¯À t±rÆ®»´ ³®»® µ´ ¶¼us ½½ »®r´ µ± °¾ ® ®s³±¶ y®¯ À »´ ®° ®t´ °±¯ Æ®»´ ¶ ®t± À·¸´ ®¶ È´Ë »®¯ µ®¯ À®t ®¶ È´Ë, t
´ »®¶ ¼ ±³®s »®r´ Àuru °± ° ³±r ®´ ¶´ ¼ ®¯À¶®-¼®¯ À¶ ® p±¯ ±r®³®¯ °· » ±¼ ³±° ± ®Æ ®r®¯ ¶·· ³±r®t´Ë Group Investigation (Gi)±rÉ®r´®µ´»±¯À®¯°· »±¼ Snowball Throwingѱ®rt Ò±»´® Audio Visual.
Ó±r» ®µ ®r¶®¯ ®µ´¼ · µ±rÉ®µ´ µ´ ¶¼us ½ »®¯ µ´¶¼us ½½ » ®³®t »´¶±t®¾´ 娂 ® t
y
Ö × Ø ÙÖ ÚÖ ÙÛrtÛÜ ÝÖ × Þ rÖtÖ -rÖtÖ ß ÛàÖáÖr âãswÖ ÜÛ×ãרäÖt ÜÛ×áÖÚã åæçææ ×ÖÜ Ý× Ý×èÝä ä ÛtÝ×èÖ âÖ × â ÛéÖrÖ äà ÖâãäÖà ß Ûà ÝÜ Ü ÛÜÛ×Ýêã äëãtÛã Ör 80% yang ditetapkan karena pada pertemuan ini ketuntasan klasikal hanya 78,12%.
Pada siklus II pertemuan 1 ada 7 orang yang masih belum tuntas. Hal ini dikarenakan siswa kurang memperhatikan saat guru menyampaikan materi sehingga siswa kesulitan dalam menjawab soal yang diberikan oleh guru. Karena pada siklus II pertemuan 1 masih belum mencapai kriteria ketuntasan maka dilanjutkan dengan siklus II pertemuan 2 yang hasil nilai rata-ratanya meningkat menjadi 88,12 dan ketuntasan klasikal menjadi 93,75% dimana pada perolehan ini dapat dinyatakan bahwa pembelajaran ini sudah berhasil.
Selain itu, meningkatnya hasil belajar siswa tiap siklusnya tidak lepas dari peran guru, dimana guru juga menerangkan dengan jelas materi yang terkait dengan evaluasi. Meskipun tidak
secara langsung menerangkan kepada siswa, namun guru mengarahkan siswa untuk mendapatkan jawabannya. Karena peran guru di sini sebagai fasilitator.
ìí î ï ðñò óôõöôõ îô ÷ô õ
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada siswa kelas V SDN Sungai Miai 2 Banjarmasin dapat disimpulkan sebagai berikut:
Aktivitas guru sudah mencapai indikator keberhasilan yakni minimal memperoleh kriteria baik. Hal ini terbukti dengan hasil observasi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan serta kesesuaian dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Dan terlihat pada siklus II pertemuan 2 aktivitas guru telah memperoleh kriteria Sangat Baik dengan perolehan skort 38.
ø ùúûùt ü ýþÿ ú ûùú úrú ûrú þ ùs .
úûûú ù ùú ù ùrùú
ýrùtÿ Group Investigation (Gi) rùrÿù ÿ úû ùú Snowball Throwing ø rtù ÿ ù Audio Visual ùùt
úÿ úûýùtý ùú ùÿ ùùr ú ùù ùtrÿ ýputùú rù ù tr ÿ ùt ùù ÿ ýus rt ùú pr ú ÿùÿ r
ùtù -rùtù, sùrùý ùsÿýù . ü ùú rùù ùrùú yùú û ru ú þýÿr ùtÿýùúyùÿtu:
Bagi Guru , agar dapat diterapkan sebagai salah satu model pembeajaran kooperatif Group Investigation (Gi) bervariasi dengan model Snowball ThrowingSerta Media Audio Visualdalam pembelajaran PKn sehingga dapat memicu motivasi dan inovasi dalam pembelajaran.
Bagi kepala sekolah, agar selalu memberikan dukungan secara penuh kepada semua guru untuk menerapkan model pembeajaran kooperatif Group Investigation (Gi)bervariasi dengan model Snowball Throwing Serta Media Audio
Visual dalam pembelajaran Pendidikan Kewaarganegaraan di Sekolah Dasar.
Bagi peneliti lainnya, dapat dijadikan sebagai salah satu sumber referensi tentang model pembeajaran kooperatif Group Investigation (Gi)bervariasi dengan model Snowball Throwing Serta media Audio Visual, model-model pembelajaran lainnya supaya dapat lebih maksimal dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan menjadi bekal sebagai calon guru profesional penuh dengan inovasi agar siap melaksanakan tugas di lapangan.
Bagi kepala dinas,agar dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan atau program untuk Sekolah dalam membina guru untuk memilih model pembelajaran yang lebih bervariasi dan inovatif dalam pembelajaran.
!" # $
%&'()*+,s. (-.. /). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan. Jakarta: Depdiknas. Hamdani. (2011). Strategi Belajar
Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Nur, Ibrahim. (2010). Pembelajaran
Kooperatif. Surabaya: Unesa Univercity
Prasetyo, A. R. (2011). Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Tentang Lembaga PemerintahanPusat Melalui Model Quantum Teaching pada Siawa Kelas IV SDN Berangas Timur 2 Kabupaten Barito Kuala. Banjarmasin: UNLAM.