• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh laporan (2) SAIFUL BAHRI, S.Pd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Contoh laporan (2) SAIFUL BAHRI, S.Pd"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL

PELATIHAN

NAMA

: SAIFUL BAHRI, S.Pd

NIP

: 19710806 200604 1 002

PANGKAT / GOL

: PENATA MUDA / IIIA

UNIT KERJA

: SDN PUTAT BASIUN

ALAMAT

: DESA PUTAT BASIUN RT 03 RW 02

KOMP. 15 PERUMAHAN GURU PANDAM

KECAMATAN AWAYAN

NO HANDPHONE

: 085248113974

DINAS PENDIDIKAN

KABUPATEN BALANGAN

(2)

PENDAHULUAN

Judul : Pelatihan instruktur Nasional kurikulum 2013 Waktu : Senin –minggu / 21-217 April 2014

Tempat : LPMP Propinsi Kalimantan Selatan Jl.Gotong Royong No 85 Banjarbaru

Tujuan : Menyiapkan calon Instruktur nasional kurikulum 2013 Lama : 7 Hari

(3)

BAB II

ISI LAPORAN

I. Tujuan Diklat

A. Memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta tentang pembelajaran tematikyang terkait dengan

pelaksanaan kurikulum 2013.

B. Memberikan pemahaman kepada peserta Diklat tentang pembelajaran tematik yang sesuai dengan

perkembangan peserta didik kelas awal Sekolah Dasar.

C. Memberikan keterampilan kepada guru atau peserta Diklat dalam menyusun perencanaan, melaksanakan dan

melakukan penilaian dalam pembelajaran tematik.

D. Memberikan wawasan, pengetahuan dan pemahaman bagi pihak terkait, sehingga diharapkan dapat memberikan

dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan pembelajaran tematik .

II. Materi Kegiatan

Ringkasan Materi Pelatihan Hari 1: Rasional dan elemen perubahan Kurikulum 2013

Latar belakang perlunya pengembangan kurikulum 2013

Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman. Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Rasional pengembangan kurikulum 2013

Pengembangan kurikulum perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal.

1. Tantangan Internal

Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif.

Terkait dengan tantangan internal pertama, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mengupayakan agar penyelenggaraan pendidikan dapat mencapai ke delapan standar yang telah ditetapkan.

(4)

Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka.

3. Penyempurnaan Pola Pikir

Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola pikir. Pergeseran itu meliputi proses pembelajaran sebagai berikut:

a. Dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa.

b. Dari satu arah menuju interaktif.

c. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring.

d. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki.

e. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata.

f. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim.

g. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan.

h. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru.

i. Dari alat tunggal menuju alat multimedia.

j. Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.

k. Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan.

l. Dari usaha sadar tunggal menuju jamak.

m. Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak.

n. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan.

o. Dari pemikiran faktual menuju kritis.

p. Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan.

Sejalan dengan itu, perlu dilakukan penyempurnaan pola pikir dan penggunaan pendekatan baru dalam perumusan Standar Kompetensi Lulusan. Perumusan SKL di dalam KBK 2004 dan KTSP 2006 yang diturunkan dari SI harus diubah menjadi perumusan yang diturunkan dari kebutuhan. Pendekatan dalam penyusunan SKL pada KBK 2004 dan KTSP 2006 dapat dilihat di Gambar 4 dan penyempurnaan pola pikir perumusan

kurikulum.

- SKL,KI,KD dan strategi implementasi Kurkulum 2013

Standar Kompetensi Lulusan merupakan salah satu dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana yang ditetapkan dalam Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang akan menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Kompetensi Lulusan SD/MI/SDLB/PAKET A

DIMENSI KOMPETENSI LULUSAN SIKAP

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain.

KETERAMPILAN

Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan

kepadanya.

PENGETAHUAN

(5)

LEMBAR KERJA

ANALISIS KETERKAITAN SKL, KI, dan KD

SD KELAS IV TEMA

(1 TAHUN)

SKL

1. Indahnya Kebersamaan 2. Selalu Berhemat Energi 3. Peduli terhadap Makhluk Hidup

4. Berbagai Pekerjaan 5. Menghargai Jasa Pahlawan

6. Indahnya Negeriku 7. Cita-citaku

8. Daerah Tempat Tinggalku 9. Makanan Sehat dan Bergizi

Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam , di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain

Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.

Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,

menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan konseptual dalamilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain

SKL PERMENDIKNAS TH 2006

1. Menjalankan agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak. 2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri.

3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya.

4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan social ekonomi di lingkungan sekitarnya.

5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif.

6. Menunjukkan kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik. 7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya.

8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 9. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

10. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara dan tanah air Indonesia. 11. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.

12. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang. 13. Berkomunikasi secara jelas dan santun.

14. Bekerja sama dalam kelompok, tolong menolong dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya.

15. Menunjukkan kemampuan mengamati gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar. 16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.

(6)

- Pendekatan Pembelajaran Tematk terpadu, santfk, dan penilaan autentik

Pembelajaran Tematik Terpadu menggunakan salah satu model pembelajaran terpadu menurut Robin Fogarty (1991) Model jaring laba-laba (webbed model). Model ini berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar bahan dan kegiatan pembelajaran. Tema yang dibuat dapat mengikat kegiatan pembelajaran, baik dalam mata pelajaran tertentu maupun antarmata pelajaran.

Sedangkan proses pembelajaran menggunaan pendekatan Pendekatan scientific hal ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu.

Kondisi pembelajaran pada saat ini diharapkan diarahkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah (dengan banyak menanya), bukan hanya menyelesaikan masalah dengan menjawab saja. Pembelajaran diharapkan diarahkan untuk melatih berpikir analitis (peserta didik diajarkan bagaimana mengambil keputusan) bukan berpikir mekanistis (rutin dengan hanya mendengarkan dan menghapal semata)

Penjelasan Prof Sudarwan tentang pendekatan scientific bahwa Pendekatan ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Dengan demikian, proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai, prinsip-prinsip, atau kriteria ilmiah. Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria seperti berikut ini.

a) Substansi atau materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau

penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.

b) Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif guru-peserta didik terbebas dari prasangka yang

serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.

c) Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi,

memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau materi pembelajaran.

d) Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan

tautan satu sama lain dari substansi atau materi pembelajaran.

e) Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola

berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi pembelajaran.

f) Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan.

g) Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.

- Jenis-jenis Asesmen Autentik

(7)

1. Penilaian Kinerja

Asesmen autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yangg akan dinilai. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. Dengan menggunakan informasi ini, guru dapat memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta didik baik dalam bentuk laporan naratif mauun laporan kelas. Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja

a. Daftar cek (checklist). Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang harus muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan.

b. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). Digunakan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan. Dari laporan tersebut, guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan.

c. Skala penilaian (rating scale). Biasanya digunakan dengan menggunakan skala numerik berikut predikatnya. Misalnya: 5 = baik sekali, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, 1 = kurang sekali.

d. Memori atau ingatan (memory approach). Digunakan oleh guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum. Cara seperti tetap ada manfaatnya, namun tidak cukup dianjurkan.

Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. Pertama, langkah-langkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis

kompetensi tertentu. Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh peserta didik untuk menyelesaikan tugas-tugas

pembelajaran. Keempat, fokus utama dari kinerja yang akan dinilai, khususnya indikator esensial yang akan diamati. Kelima, urutan dari kemampuan atau keerampilan peserta didik yang akan diamati.

Pengamatan atas kinerja peserta didik perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai keterampilan berbahasa peserta didik, dari aspek keterampilan berbicara, misalnya, guru dapat mengobservasinya pada konteks yang, seperti berpidato, berdiskusi, bercerita, dan wawancara. Dari sini akan diperoleh keutuhan mengenai keterampilan berbicara dimaksud. Untuk mengamati kinerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen, seperti penilaian sikap, observasi perilaku, pertanyaan langsung, atau pertanyaan pribadi.

Penilaian-diri (self assessment) termasuk dalam rumpun penilaian kinerja. Penilaian diri merupakan suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor.

a. Penilaian ranah sikap. Misalnya, peserta didik diminta mengungkapkan curahan perasaannya terhadap suatu

objek tertentu berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

b. Penilaian ranah keterampilan. Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai kecakapan atau keterampilan yang

telah dikuasainya oleh dirinya berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

c. Penilaian ranah pengetahuan. Misalnya, peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan

keterampilan berpikir sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran tertentu berdasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

Teknik penilaian-diri bermanfaat memiliki beberapa manfaat positif. Pertama, menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.Kedua, peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya. Ketiga, mendorong,

membiasakan, dan melatih peserta didik berperilaku jujur. Keempat, menumbuhkan semangat untuk maju secara personal.

2. Penilaian Proyek

(8)

yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain.

Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk

mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari guru.

a. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan

menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.

b. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan

yang dibutuhkan oleh peserta didik.

c. Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.

Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk proyek. Dalam kaitan ini serial kegiatan yang harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Penilaian proyek dapat menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapat dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis.

Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni (gambar, lukisan, patung, dan lain-lain), barang-barang terbuat dari kayu, kertas, kulit, keramik, karet, plastik, dan karya logam. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan.

3. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi.

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, hasil tes (bukan nilai), atau informasi lain yang releban dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik atau mata pelajaran tertentu.Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu. Penilaian terutama dilakukan oleh guru, meski dapat juga oleh peserta didik sendiri.

Memalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya mereka dalam menyusun atau membuat karangan, puisi, surat, komposisi musik, gambar, foto, lukisan, resensi buku/ literatur, laporan penelitian, sinopsis, dan lain-lain. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan tuntutan pembelajaran.

Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini.

a. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.

b. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat.

c. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan guru menyusun portofolio

pembelajaran.

d. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai, disertai catatan tanggal

pengumpulannya.

e. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu.

(9)

g. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.

4. Penilaian Tertulis

Meski konsepsi asesmen autentik muncul dari ketidakpuasan terhadap tes tertulis yang lazim

dilaksanakan pada era sebelumnya, penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban dan mensuplai jawaban. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian.

Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami,

mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.

Pada tes tertulis berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama. Misalnya, peserta didik tertentu melihat fenomena kemiskinan dari sisi pandang kebiasaan malas bekerja, rendahnya keterampilan, atau kelangkaan sumberdaya alam. Masing-masing sisi pandang ini akan melahirkan jawaban berbeda, namun tetap terbuka memiliki kebenarann yang sama, asalkan analisisnya benar. Tes tersulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaban terbatas ( restricted-response). Hal ini sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks.

Ringkasan Materi Pelatihan hari 2 : Analisis Buku Guru dan Buku Siswa

Langkah Kegiatan Inti

Menilai

Buku

Diskusi

Kelompok

Menyimpulkan

Hasil

Kerja

Kelompok

20 Menit

30 Menit

15 Menit

60 Menit

Menyimpulkan

Presentasi

Kelompok

Kerja

Kelompok

Diskusi

20 Menit

30 Menit

30 Menit

30 Menit

Menilai Buku

Peserta menilai buku dengan bimbingan fasilitator dilihat dari aspek kesesuaian, kecukupan, dan kedalaman materi.

(10)

Kerja kelompok menganalisis kesesuaian buku guru dan buku siswa dengan tuntutan SKL, KI, dan KD dengan menggunakan LK-2.4-1 dan LK -2.4-2.

Diskusi Kelompok

Diskusi kelompok untuk menganalisis kesesuaian proses, pendekatan belajar, serta strategi evaluasi yang diintegrasikan dalam buku.

Presentasi

Presentasi hasil kerja masing-masing kelompok.

Simpulan

Fasilitator menyimpulkan materi analisis buku.

Buku Guru

1. Bukalah halaman pada buku guru yang memuat Jaringan Subtema (Jaringan KD dari KI 1 – 2 dan Jaringan KD

dari KI 3 - 4).

2. Cermatilah Jaringan tersebut, identifikasikan apakah di setiap subtema terdapat keempat kompetensi inti

tersebut.

3. Tuliskan hasil identifikasi ke dalam kolom yang disediakan, tanda checklist diberikan pada subtema yang

memuat semua KI. Tandasilang pada subtema yang belum lengkap , dan lengkapilah dengan menuliskan Kompetensi Inti yang belum ditemukan di samping tanda silang.

KELAS:………

TEMA : ... SUBTEMA 1 : ...

MUATAN

MAPEL KD

PEMBELAJARAN

KET

1 2 3 4 5 6

BHS INDO

PPKn

MAT

(11)

LK 3.1

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.1 Buku Siswa

Bukalah halaman buku siswa. Cermati kegiatan pembelajaran di setiap subtema, identifikasikan apakah kegiatan pembelajaran tersebut mengacu pada pencapaian kompetensi inti 1 – 4 tanpa memperhatikan muatan mapel. Tuliskan pada halaman berapakah kegiatan tersebut ditemukan.

Apabila tidak ditemukan pada buku siswa, tuliskan saran pada kolom saran yang disediakan.

Tema ... Sub Tema ...

PB 1 PB 2 PB 3 PB 4 PB 5 PB 6

KI 1

KI 2

KI 3

KI 4

(12)

LK 2.2a BG

LEMBAR KERJA ANALISIS INDIKATOR, TUJUAN PEMBELAJARAN, KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.2a ANALISIS INDIKATOR

Bukalah halaman pada buku guru yang memuat jaringan KD – Indikator Pembelajaran. Halaman ini terdapat pada halaman berjudul Pembelajaran 1, Pembelajaran 2, dan seterusnya. Cermatilah kompetensi dasar yang terdapat pada buku guru. Salinlah kompetensi dasar setiap muatan pelajaran pada lembar kerja kompentensi dasar

Kompetensi dasar harus merupakan pasangan KD dari KI 3 dan KD dari KI 4. Ambillah kompetensi dasar hasil analisis dari LK 2.1 Analisis KD.

Cermatilah indikator pada buku guru, salinlah pada indikator tersebut pada kolom Indikator pada Buku. Periksalah apakah perumusan indikator sudah sesuai dengan kompetensi dasar dan kaidah yang berlaku pada perumusan indikator. Penjelasan kaidah perumusan indikator dapat dilihat pada handout.

Tuliskan indikator hasil analisis pada kolom Indikator Hasil Analisis.

Kompetensi dasar yang belum terdapat pada buku guru, harus dirumuskan indikatornya. Tuliskan indikator tersebut pada kolom Indikator Hasil Analisis.

ANALISIS INDIKATOR

KELAS : ... TEMA : ... SUBTEMA : ... PEMBELAJARAN : ...

ANALISIS INDIKATOR

KOMPETENSI

(13)

LK 2.2b BG

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.2b TUJUAN PEMBELAJARAN

Bukalah halaman pada buku guru yang memuat Tujuan Pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran terdapat pada setiap judul Pembelajaran, misalnya Pembelajaran 1.

Salinlah tujuan pembelajaran pada buku guru tersebut ke dalam tabel LK kolom Tujuan Pembelajaran pada Buku.

Cermatilah tujuan pembelajaran pada buku tersebut. Sesuaikan dengan kaidah perumusan tujuan pembelajaran. Kaidah perumusan tujuan pembelajaran dapat dilihat pada handout.

Tuliskan hasil analisis tujuan pembelajaran tersebut pada tabel LK kolom Tujuan pembelajaran hasil analisis.

TUJUAN PEMBELAJARAN

KELAS : ... TEMA : ... SUBTEMA : ... PEMBELAJARAN : ...

(14)

LK 2.2c BG

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.2c KEGIATAN PEMBELAJARAN

Bukalah halaman pada buku guru yang memuat kegiatan pembelajaran. Halaman kegiatan pembelajaran tersebut terdapat pada setiap Pembelajaran. Cermatilah kegiatan pembelajaran yang terdapat pada buku guru.

Salinlah kegiatan pembelajaran tersebut pada tabel LK 2.2.c pada kolom Kegiatan Pembelajaran pada Buku. Lakukan identifikasi penerapan pendekatan saintifik,penerapan model-model pembelajaran (Project Based Learning, Problem Based learning dan Discovery Learning), serta higher oreder thinking skills pada kegiatan pembelajaran tersebut. Tuliskan ada atau tidak pada kolom yang tersedia. Bila ada tuliskan contohnya pada kolom yang tersedia. Bila tidak ada tuliskan saran pada kolom yang tersedia dengan memerhatikan tujuan pembelajaran hasil analisis seperti tercantum pada tabel LK 2.2b

KEGIATAN PEMBELAJARAN

KELAS : ... TEMA : ... SUBTEMA : ... PEMBELAJARAN : ...

Kegiatan pembelajaran

pada buku

Kegiatan pembelajaran

dengan menerapkan

pendekatan saintifik

Kegiatan Pembelajaran

dengan Menerapkan Model-model

Pembelajaran (Pjbl,

PBl, DL)

Kegiatan Pembelajaran

yang memunculkan

HOTS

Keterangan dan saran Kegiatan Pembelajaran

Ada Tidak Ada

Ada Tidak ada Ada Tidak

(15)

LK 2.3d BG

PETUNJUK PENGISIAN LK 2.3. d PENILAIAN Bukalah halaman pada buku guru yang memuat tentang penilaian.

Penilaian terdapat pada setiap judul pembelajaran, misalnya Pembelajaran 1, Pembelajaran 2, dan seterusnya.

Cermatilah penilaian yang ada pada buku, sesuaikan dengan tujuan pembelajaran hasil analisis pada LK 3.2.b. Tandailah dengan check list (V) pada kolom sesuai atau tidak sesuai.

Penilaian sikap dapat dilihat kesesuainnya dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Sikap yang dikembangkan tercantum pada degree tujuan pembelajaran, misalnya percaya diri, teliti, dan santun.

Penilaian keterampilan dapat dilihat kesesuaiannya dengan indikator yang dirumuskan dari KD yang berasal dari KI 4. Misalnya, apakah akan dinilai unjuk kerja atau unjuk produk.

Penilaian pengetahuan dapat dilihat kesesuaiannya dengan indikator yang dirumuskan dari KD yang berasal dari KI 3. Misalnya, tes pengetahuan yang terdapat pada buku siswa, yang terdiri atas tes tertulis atau tes lisan. Analisis penilaian pada buku siswa dan buku guru difokuskan pada kesesuaian dengan indikator yang

dirumuskan. Cara pembuatan instrumen penilaian secara lengkap dapat dilihat pada Materi Pelatihan 4 tentang Penilaian

(16)

SUBTEMA : ... PEMBELAJARAN : ...

Penilaian Sesuai Tidak

Sesuai Keterangan Saran

Sikap

Keterampilan

Pengetahuan

LK 2.3a(BS)

Petunjuk Pengisian LK 2.3 a (BS):

Bukalah buku siswa, cermati setiap kegiatan pembelajaran harian. Lakukan kegiatan analisis terhadap materi yang disajikan dalam kegiatan tersebut sesuai dengan KD, Indikator, dan tujuan pembelajaran yang termuat di buku guru.

Tuliskan hasil analisis tersebut pada kolom yang disediakan, berikan penjelasan dan saran.

Misalnya : kegiatan pembelajaran yang disajikan tidak sesuai dengan target indikator, tuliskan hasil temuan tersebut pada kolom PBM yang bersangkutan. Berikan uraian penjelasan kekurangan beserta saran untuk perbaikan.

LK Analisis Kesesuaian Materi

Tema :... Subtema : ...

PBM Kesesuaian Materi Keterangan Saran

(17)

2

3

4

5

6

LK 2.3b (BS)

Petunjuk Pengisian LK 2.3 b (BS):

Bukalah buku siswa, cermati setiap kegiatan pembelajaran harian. Lakukan analisis kecakupan materi yang disajikan dalam kegiatan tersebut. Perhatikan kesesuaian materi dengan jenjang kelas.

Tuliskan hasil analisis tersebut pada kolom yang disediakan, berikan penjelasan dan saran.

Misalnya : Materi yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran tersebut cakupannya kurang, jelaskan letak kekurangannya dan berikan saran perbaikan.

(18)

Tema :... Subtema : ...

PBM Kecukupan Materi Keterangan Saran

1

2

3

4

5

6

LK 2.3c(BS)

Petunjuk Pengisian LK 2.3 c (BS):

Bukalah buku siswa, cermati setiap kegiatan pembelajaran harian. Lakukan analisis keakuratan materi yang disajikan dalam kegiatan tersebut. Perhatikan keakuratan materi.

Tuliskan hasil analisis tersebut pada kolom yang disediakan, berikan penjelasan dan saran.

Misalnya : Materi yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran tersebut tidak akurat, jelaskan letak kesalahannya dan berikan saran perbaikan.

LK Analisis Keakuratan Materi

Tema :... Subtema : ...

PBM Keakuratan Materi Keterangan Saran

1

(19)

3

4

5

6

(20)

BAB III

PENUTUP

MATRIK RINGKASAN PELAKSANAAN DIKLAT Nama

Diklat Tempat JumlahJam Fasilitator Mata Diklat Penyelenggara Dampak

Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013

LPMP Kalimantan Selatan Jl.Gotong Royong No.85 Banjarbaru

1. Sucipto,

SPd.S.sT.M.C OM

1. Rasional dan elemen

perubahan kurikulum 2013

2. SKL, KL,KD dan

strategi implementasi kurikulum 2013

3. Pendekatan

pembelajaran tematik

Lembaga Penjaminan

Mutu

Pendidikan

Peserta meyakini dan akan

(21)

terpadu, saintifik, dan penilaian autentik

4. Membuat rangkuman

materi pelatihan hari ke 1

2013.

2. DR. Desy

Arisandi 1.

Analisis buku Guru

dan Buku Siswa

2. Membuat rangkuman

materi pelatihan hari ke 2

Hasil Analisis akan di tindaklanjuti

3. Desy Arisandi

4. Sucipto

1. Analisis buku Guru

dan Buku Siswa

2. Penerapan Pendekatan

saintifik dalam pembelajaran tematik terpadu

3. Perancangan

Pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik terpadu

4. Membuat rangkuman

Referensi

Dokumen terkait

Maka dari itu kepala sekolah menginginkan adanya aplikasi pencatatan aktivitas guru secara online dan hal yang mendasari kepala sekolah ingin dibuatkan aplikasi

The chair conformation is so stable because it eliminates angle strain (all C — C — C angles are 109.5 0 ), and torsional strain (all hydrogens on adjacent C atoms are

Pada grafik Gambar 12 dilihat bahwa setiap skenario memiliki nilai Precision, Reccal, Accuracy, dan Error-rate yang berbeda beda yang saling terhimpit dengan garis

[r]

Jepang memang tidak memiliki kepentingan langsung di Paracel atau Kepulauan Spratly, namun Jepang sebagai negara yang bertopang pada ekonominya yang kuat memiliki kepentingan untuk

Pihak Kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil tindakan yang

Program PAMSIMAS Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) Program Peningkatan Sarana, Prasarana. Perumahan

Peratu ran Pemerintah Nomor 58 Ta h im 2005 tentang Pengelolaan Keu angan D