• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Aktivitas Koagulan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Secara In Vitro Dan In Vivo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Aktivitas Koagulan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Secara In Vitro Dan In Vivo"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

56

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., dan Gilani, A.H. (2007). Moringa oleifera A Food Plant with Multiple Medicinal Uses. Phytother. Res. 21(1):17-125. Baldy, C.M. (2005). Gangguan Koagulasi. Dalam: Patofisiologi: Konsep Klinis

Proses-Proses Penyakit. Edisi VI. Vol. I. Editor: Price, S.A., dan Wilson, LM. Jakarta: EGC. Halaman 297-298.

Bowman, W.C., dan Rand, M.J. (2008). Textbook of Pharmacology. Edisi II. Melbourne: University of Melbourne Press. Halaman 213-219.

Dandjesso, C., Klotoe, J.R., Dougnon, T.V., Segbo, J., Gbaguidi, F., Fah, L., Fanou, B., Loko, F., dan Dramane, K. (2012). Phytochemistry and Hemostatic Properties of Some Medical Plants Sold as Anti-Hemorrhagic in Cotonou markets (Benin). Indian Journal of Science and Technology. 8(5): 3105-3109.

Depkes RI. (1979). Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 7,33,744,748.

Depkes RI. (1995). Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 7.

Dewoto, H.R. (2007). Antikoagulan, Antitrombotik, Trombolitik dan Hemostatik. Dalam Buku Farmakologi dan Terapi. Edisi V. Jakarta: FK UI. Halaman 804–806, 816-819.

Ditjen POM. (1995). Materia Medika Indonesia. Jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 300-306, 321, 325, 333-337.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan kesatu. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 10-11, 17, 31-32.

Fahey, J.W. (2005). Moringa oleifera: A Review of the Medical Evidence for Its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1. Tree for Life J. 1(1): 1-33.

Gaikwad, S.B., Mohan, G.K., dan Reddy, K.J. (2011). Moringa oleifera Leaves: Immunomodulation in Wistar Albino Rats. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 3(5): 426-430.

(2)

57

Garima, M., et al. (2011). Traditional uses, phytochemistry and pharmacological properties of Moringa oleifera plant: An overview. Scholars Research Library. Der Pharmacia Lettre, 2011, 3(2): 141-164.

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia. Bandung: Penerbit ITB Bandung. Halaman 4-7.

Hart, H. (1990). Kimia Organik. Suatu Kuliah Singkat. Edisi VI. Jakarta: Erlangga. Halaman 352–353.

Hoffbrand, A.V., Pettit, J.E., dan Moss, P.A.H. (2005). Kapita Selekta Hematologi. Penerjemah: Lyana Setiawan. Edisi IV. Jakarta: EGC. Halaman 2-5, 221-237.

Integrated Taxonomic Information System. (2013). Moringa oleifera (Drumstick Tree): Biological Classification and Name. Encyclopedia of Life Newsletter. Tanggal akses 1 Juni 2015.

Katzung, B.G. (2014). Farmakologi Dasar dan Klinik. Edisi XII. Jakarta: Salemba Medika: Halaman 395-415.

Karthika, S.M., Ravishankar, J., Mariajancyrani., dan Chandramohan, G.. (2013). Study on Phytoconstituents from Moringa oleifera leaves. Asian Journal of Plant Science and Research. 3(4): 63-69.

Kelly, L. (2004). Essentials of Human Physiology for Pharmacy. Florida: CRC Press. Halaman 235.

Magdalena, M.M. (2015). Obat Herbal, Apakah Berbahaya?. Dalam situs

Mardiana, L. (2013). Daun Ajaib Tumpas Penyakit. Jakarta: Penebar Swadaya. Halaman 47-71.

Muchtar, A., dan F.D. Suyatna. (2007). Obat Antiaritmia. Dalam Buku Farmakologi dan Terapi. Edisi V. Editor: Sulistia Gan. Jakarta: FK UI. Halaman 338.

Mutschler, E. (2010). Dinamika Obat. Penerjemah: Mathilda B. Widianto dan Anna Setiadi Ranti. Edisi V. Bandung: Penerbit ITB. Halaman 428-429. Neal, M.J (2006). At a Glance Farmakologi Medis. Edisi Kelima. Jakarta:

Erlangga. Halaman 44.

(3)

58

Page, C., et al. (2006). Integrated Pharmacology. London: Mosby Elsevier : Halaman 300.

Pandey, A., Pandey, R.D., Tripathi, P., Gupta, P.P., Haider, I., Bhat, S., dan Singh, A.W. (2012). Moringa oleifera Lam. (Sahjan) A Plant with a Plethorn of Diverse Therapeutic Benefits. An Updated Retrospection. Medicinal Aroma Plants. 1(1): 1-8.

Pradana, I. (2013). Daun Sakti Penyembuh Segala Penyakit. Sleman: Octopus Publishing House. Halaman 23.

Rang, H.P., Dale, M.M., Ritter, J.M., Moore, P.K. (2003). Pharmacology. Fifth Edition. Edinburgh: Churchill Livingstone. Halaman 328-329.

Roopalatha, U.C., dan Nail, V.M.G. (2013). Phytochemical Analysis of Successive Reextracts of the Leaves of Moringa oliefera Lam. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science. 5(3): 629-634.

Rosmiati, H., dan Gan, V.H.S., (2007). Koagulan dan Antikoagulan. Dalam: Famrakologi dan Terapi. Edisi V. Editor: Bambang Suharto, Udin Sjamsudin, Rianto Setiabudy, Arini Setiawati, Vincent H.S. Gan. Jakarta: FK UI. Halaman 265-267.

Sodamade, A., Bolaji, O. S., dan Adeboye, O.O. (2013). Proximate Analysis, Mineral Contents and Functional Properties of Moringa oleifera Leaf Protein Concentrate. IOSR Journal of Applied Chemistry. 4(6): 47-51. Sukandar, E.Y., Sigit. J.I., dan Fitriyani, N. (2008). Efek Antiagregasi Platelet

Ekstrak Air Bulbus Bawang Putih (Allium sativum L.), Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Kombinasinya Pada Mencit Jantan Swiss Webster. Majalah Farmasi Indonesia. 19(1): 1-11. Sydney South West Area Health Service. (2007). Anticoagulation: Heparin and

Warfarin. Sydney: NSW-Health. Halaman 10.

Tan, H.T., dan Rahardja, K. (2007). Obat – Obat Penting. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Halaman 624.

Tangkery, R.A.B., Paransa, D.S., dan Rumengan, A. (2013). Uji Aktivitas Antikoagulan Ekstrak Mangrove Aegiceras corniculatum. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 1(1): 7-14.

WHO (World Health Organization). (1998). Quality Control Methods For Medicinal Plant Materials. Geneva: WHO . Halaman 15.

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang

Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun maman ungu memiliki aktivitas sitotoksik yang tidak poten terhadap sel HeLa dan sel WiDr dengan nilai IC 50

Hasil uji doubling time dapat dilihat pada Tabel II yang kemudian data tersebut dibuat dalam bentuk grafik dengan memplotkan antara waktu inkubasi vs log jumlah

Tugas Sarjana ini Berjudul “Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja Pole Carrier pada Operator Pemindahan Tiang Listrik di PT.. Sumbetri

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara layanan informasi terhadap minat dalam keaktifan mengikuti organisasi di

Data pengamatan pertambahan panjang sulur tanaman buah naga, setelah dilakukan analisis sidik ragam menunjukkan bahwa secara interaksi perlakuan pupuk kandang sapi dan

Hilangnya fungsi dan peranan ninik mamak, menjadi apatisnya masyarakat merupakan permasalahan yang muncul dari diterapkannya sistem pemerintahan desa di Nagari

Hasil refleksi siklus 2 adalah sebagai berikut: (1) Seluruh siswa melaksanakan tugas kelompok dengan aktif, dan kegiatan pembelajaran tidak lagi didominasi oleh