Pengertian listrik statis
Pengertian listrik statis
Muatan Listrik
Muatan Listrik
•
Muatan listrik, (Q) adalah muatan
dasar yang dimiliki suatu benda.
Satuan Muatan listrik adalah coulomb
Menurut Benyamin Franklin, ada dua muatan lisrik :
Dua buah muatan listrik sejenis akan tolak-menolak dan tidak sejenis akan tarik-menarik.
Secara matematis dirumuskan :
Dengan Keterangan :
Q1,Q2
= muatan listrik (C)
r
= jarak kedua muatan (m)
k
= permeabilitas ruang hampa
= 9 . 10
9Nm
2/C
2 F= kr2
Kuat Medan Listrik
Ukuran kekuatan dari medan listrik pada suatu titik, didefinisikan sebagai gaya per satuan muatan pada muatan listrik yang ditempatkan pada titik tersebut, yang disebut kuat medan listrik (E ). Jika gaya listrik F dan muatan adalah q, maka secara matematis kuat medan listrik dirumuskan:
Keterangan:
E =kuat medan listrik akibat muatan sumber (NC-1)
F = gaya Coloumb pada muatan uji oleh muatan sumber q (N)
q = besar muatan uji (C)
Pengertian listrik dinamis
Pengertian listrik dinamis
Listrik dinamis adalah listrik yang
dapat bergerak. Cara mengukur
kuat arus pada listrik dinamis
adalah muatan listrik dibagai waktu
dengan satuan muatan listrik
1. kuat arus listrik
•
Kuat arus listrik adalah jumlah muatan
listrik yang mengalir dalam kawat
penghantar tiap satuan waktu. Jika
dalam waktu
t
mengalir muatan listrik
sebesar
Q, maka kuat arus listrik I
adalah:
Hubungan antara kuat arus listrik (I) dan
tegangan listrik (V)
Hambatan Seri
Pada hambatan yang disusun seri berlaku rumus dan ketentuan sebagai berikut.
1. Hambatan pengganti pada rangkaian seri sama dengan jumlah dari setiap hambatan yang ada pada rangkian tersebut. Berlaku rumus
• Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + R5 + …. + Rn
2. Kuat arus yang melewati tiap-tiap hambatan adalah sama. Nilai hambatan tersebut sama pula dengan nilai hambatan penggantinya
• I1 = I2 = I3 = I4 = … = Is
3. Tegangan pada hambatan pengganti sama dengan penjumlahan semua tegangan pada tiap-tiap hambatannya.
• Vs = V1 + V2 + V3 + V4 + … + Vn
4. Tegangan pada tiap-tiap hambatan sebanding dengan hambatannya. Jadi semakin besar hambatan akan semakin besar pula tengangannya.
• V1 : V2 : V3 : .. :Vn = R1 : R2 : R3 : …. : Rn
Contoh Soal
Ibat mempunyai empat buah hambatan
yang masing-masing bernilai 50 ohm dan
dirangkai secara seri. Kemudian pada
ujung-ujungnya
dihubungkan
dengan
Jawab :
•
Pada rangkaian seri besarnya kuat
arus pada tiap-tiap hambatan adalah
sama besar. Jadi kita tentukan nilai
hambatan penggantinya.
R
s= R
1+ R
2+ R
3+ R
4R
s= 50 + 50 + 50 + 50
R
s= 200 ohm
V = I x R
Rangkaian Pararel
Dari ilustrasi di atas coba sobat hitung besarnya a. RAB = …?
Jawab
a. 1/RAB = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
= 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6
jadi RAB = 1 ohm
Hukum I Kirchoff berbunyi:
•
Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke
suatu titik simpul sama dengan jumlah
kuat arus listrik yang keluar dari titik
simpul tersebut.
Hukum I Kirchhoff secara matematis
dapat dituliskan sebagai:
Hukum II Kirchoff
Hukum II Kirchoff berbunyi:
•
Di dalam sebuah rangkaian tertutup,
jumlah aljabar gaya gerak listrik (ε)
dengan penurunan tegangan (IR) sama
dengan nol.
Kesimpulan