• Tidak ada hasil yang ditemukan

LISTRIK STATIS DAN DINAMIS pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LISTRIK STATIS DAN DINAMIS pptx"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pengertian listrik statis

Pengertian listrik statis

(3)

Muatan Listrik

Muatan Listrik

Muatan listrik, (Q) adalah muatan

dasar yang dimiliki suatu benda.

Satuan Muatan listrik adalah coulomb

Menurut Benyamin Franklin, ada dua muatan lisrik :

(4)

Dua buah muatan listrik sejenis akan tolak-menolak dan tidak sejenis akan tarik-menarik.

(5)

Secara matematis dirumuskan :

Dengan Keterangan :

Q1,Q2

= muatan listrik (C)

r

= jarak kedua muatan (m)

k

= permeabilitas ruang hampa

= 9 . 10

9

Nm

2

/C

2 F= k

r2

(6)

Kuat Medan Listrik

Ukuran kekuatan dari medan listrik pada suatu titik, didefinisikan sebagai gaya per satuan muatan pada muatan listrik yang ditempatkan pada titik tersebut, yang disebut kuat medan listrik (E ). Jika gaya listrik F dan muatan adalah q, maka secara matematis kuat medan listrik dirumuskan:

 

Keterangan:

E =kuat medan listrik akibat muatan sumber (NC-1)

F = gaya Coloumb pada muatan uji oleh muatan sumber q (N)

q = besar muatan uji (C)

(7)

Pengertian listrik dinamis

Pengertian listrik dinamis

Listrik dinamis adalah listrik yang

dapat bergerak. Cara mengukur

kuat arus pada listrik dinamis

adalah muatan listrik dibagai waktu

dengan satuan muatan listrik

(8)

1. kuat arus listrik

Kuat arus listrik adalah jumlah muatan

listrik yang mengalir dalam kawat

penghantar tiap satuan waktu. Jika

dalam waktu

t

mengalir muatan listrik

sebesar

Q, maka kuat arus listrik I

adalah:

(9)

Hubungan antara kuat arus listrik (I) dan

tegangan listrik (V)

(10)

Hambatan Seri

Pada hambatan yang disusun seri berlaku rumus dan ketentuan sebagai berikut.

1. Hambatan pengganti pada rangkaian seri sama dengan jumlah dari setiap hambatan yang ada pada rangkian tersebut. Berlaku rumus

Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + R5 + …. + Rn

2. Kuat arus yang melewati tiap-tiap hambatan adalah sama. Nilai hambatan tersebut sama pula dengan nilai hambatan penggantinya

I1 = I2 = I3 = I4 = … = Is

3. Tegangan pada hambatan pengganti sama dengan penjumlahan semua tegangan pada tiap-tiap hambatannya.

Vs = V1 + V2 + V3 + V4 + … + Vn

4. Tegangan pada tiap-tiap hambatan sebanding dengan hambatannya. Jadi semakin besar hambatan akan semakin besar pula tengangannya.

V1 : V2 : V3 : .. :Vn = R1 : R2 : R3 : …. : Rn

(11)

Contoh Soal

Ibat mempunyai empat buah hambatan

yang masing-masing bernilai 50 ohm dan

dirangkai secara seri. Kemudian pada

ujung-ujungnya

dihubungkan

dengan

(12)

Jawab :

Pada rangkaian seri besarnya kuat

arus pada tiap-tiap hambatan adalah

sama besar. Jadi kita tentukan nilai

hambatan penggantinya.

R

s

= R

1

+ R

2

+ R

3

+ R

4

R

s

= 50 + 50 + 50 + 50

R

s

= 200 ohm

V = I x R

(13)

Rangkaian Pararel

(14)

Dari ilustrasi di atas coba sobat hitung besarnya a. RAB = …?

Jawab

a. 1/RAB = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

= 1/2 + 1/3 + 1/6 = 3/6 + 2/6 + 1/6 = 6/6

jadi RAB = 1 ohm

(15)

Hukum I Kirchoff berbunyi:

Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke

suatu titik simpul sama dengan jumlah

kuat arus listrik yang keluar dari titik

simpul tersebut.

Hukum I Kirchhoff secara matematis

dapat dituliskan sebagai:

(16)

Hukum II Kirchoff

Hukum II Kirchoff berbunyi:

Di dalam sebuah rangkaian tertutup,

jumlah aljabar gaya gerak listrik (ε)

dengan penurunan tegangan (IR) sama

dengan nol.

(17)

Kesimpulan

(18)
(19)

1). Bagaimana, cara membuat benda

bermuatan listrik ( Devi rina )

2). Berilah contoh soal yang berkaitan dengan

hukum coulumb ( dewi c)

3). Apakah listrik statis dan listrik dinamis

mempunyai persamaan dan perbedaan, jika

ada jelaskan persamaan dan perbedaan

tersebut ( Lutvi)

4.). Bagaimana sifat muatan listrik ? (Hindun)

5 ). apakah ada perbedaan rangkaian

hambatan seri dan pararel (puri)

Referensi

Dokumen terkait

Menurut George Simon Ohm menyatakan “Besarnya beda potensial listrik ujung-ujung penghantar yang berhambatan tetap sebanding dengan kuat arus listrik yang mengalir melalui

• Tegangan jepit adalah beda potensial antara ujung – ujung sumber tegangan saat mengalirkan arus listrik atau dalam rangkaian

ujung-ujung L, tegangan pada ujung-ujung rangkaian RL dan kuat arus sderta nilai hambatan resistor dan induktor ketika rangkaian seri diberi tegangan bolak balik!. Bagaimanakah

Hukum I Kirchoff menyatakan bahwa, “ Pada rangkaian listrik yang bercabang, jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah kuat arus

“Pada rangkaian seri arus yang melalui tiap resistor sama besarnya, sedangkan pada rangkaian paralel arus yang masuk cabang sama dengan total arus yang keluar

Fungsi hubungan seri yaitu memperbesar hambatan rangkaian, membagi tegangan dan untuk mendapatkan kuat arus yang sama besar pada setiap hambatan.. Fungsi hubungan paralel

Hukum I Kirchoff menyatakan bahwa, “ Pada rangkaian listrik yang bercabang, jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik cabang sama dengan jumlah kuat arus

Padapercobaan rangkaian seri dan paralel memiliki hasil yang sesuai dengan literatur yaitu pada rangkaian seri jumlah kuat arus pada setiap resistor adalah sama sedangkan tegangannya