• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Pada TJI dengan Diagn

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Asuhan Keperawatan Pada TJI dengan Diagn"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Asuhan Keperawatan Pada TJI dengan Diagnosa DHF

I. PENGKAJIAN 1. Identitas

a. Identitas Pasien

Nama : K.S

Umur : 70th

Agama : Hindu

Jenis kelamin : Perempuan

Status : Kawin

Pendidikan :

-Pekerjaan : Petani

Suku bangsa : Indonesia

Alamat : Rendang, KA

Tanggal masuk : 07 Agustus 2015 Tanggal Pengkajian : 07 Agustus 2015

No. Register : 158749

Diagnosa Medis : Dyspepsia b. Identitas Penanggung Jawab

Nama : W.R

Umur : 53th

Hub. Dengan Pasien : Anak Kandung

Pekerjaan : Petani

Alamat : Rendang

2. Status Kesehatan

a. Status Kesehatan saat ini 1) KeluhanUtama

(2)

b. Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan penyakit saat ini

Pasien mengeluh mual sejak tadi pagi tetapi tidak dibawa kedokter ataupun puskesmas karena pasien masih bisa menahan mual, pada siang hari mual pasien tidak hilang-hilang dan pasien tidak tahan lagi dan meminta untuk diajak ke RS, keluargapun mengajak pasien ke UGD RSUD Klungkung pk. 13.30 dengan keluhan mual-mual, dan pasien memiliki riwayat HT (+). Di UGD pasien diberikan therapy, IVFD : 20 tpm , Taxegram : 1gr , Pantoprazole : 1 vial , Captropil : 25y. Oleh dr. jaga UGD dianjurkan rawat inap untuk therapy selanjutnya, pasien diterima di ruang C pk. 15.00. c. Riwayat Penyakit Keluarga

Pasien mengatakan bahwa dia dan ayahnya memiliki riwayat HT (+) d. Diagnosa Medis dan Therapy pada tanggal 07 Agustus 2015

Diagnosa medis : Dispepsia

Untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dengan pemberian therapy dan kolaborasi :

 IVFD : RL 20 tpm

 Taxegram : 2 x 1gr  Pantoprazole : 2 x 1 vial

 Sanmol : 3 x 1

 Captropil : 2 x 25y

3. Pola Kebutuhan Dasar ( Data Bio-Psiko-sosio-kultural-spiritual ) a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan

Persepsi : Pasien mengatakn memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap kesehatannya

Manajemen: Pasien mengatakan bila sakit dia langsung berobat ke puskesmas.

b. Pola Nutrisi - Metabolik

Sebelum Sakit : Pasien mengatakan makan 3 x sehari, dengan sayur dan lauk ( satu porsi habis )

Saat sakit : Pasien mengatakan makan sedikit-sedikit ( 1/4 porsi ) setiap makan

(3)

Sebelum sakit : Pasien mengatakan BAB 1 x sehari dengan kondisi lembek, warna kuning kecoklatan.

Saat sakit : Pasien mengatakn BAB 1 x sehari dengan kondisi lembek, warna kuning kecoklatan

2) BAK

Sebelum sakit : Pasien mengatakan BAK 3-4 kali sehari dengan jumlah ± 1200cc/hari

Saat sakit : Pasien mengatakan BAK lancar 5-6 kali sehari dengan jumlah ± 1800cc/hari

d. Pola Aktivitas dan Latihan 1) Aktivitas

Kemampuan Perawatan Diri 0 1 2 3 4

Makan dan Minum 

Mandi 

Toileting 

Berpakian 

Berpindah 

0 : Mandiri, 1 : Alat Bantu, 2 : Dibantu orang lain, 3 : Dibantu orang lain dan alat, 4 : Tergantung total

2) Latihan

Sebelum sakit : Pasien mengatakan dapat beraktifitas dan latihan secara normal dengan sendiri

Saat sakit : Pasien mengatakan tidak bisa melakukan aktivitas dengan normal, hanya bisa berbaring di tempat tidur e. Pola Kognitif dan Persepsi

Pasien mengetahui bahwa dia kurang dapat mengontrol asupan makanan yang masuk ke tubuhnya.

f. Pola Persepsi-Konsep diri

(4)

g. Pola tidur dan istirahat

Sebelum sakit : Pasien sebelum sakit mengatakan tidur 8 jam dari pk. 20.00-05.00 WITA

Saat sakit : saat sakit pasien mengatakan biasa tidur saat malam hari dari jam 20.00-05.00 WITA

h. Pola Peran - Hubungan

Sebelum sakit : Pasien sebelum sakit mengatakan dapat melakukan hubungan interaksi dengan kerabat,keluarga,lingkungan dengan baik. Saat sakit : Pasien mengatakan saat sakit susah untuk melakukan hubungan dengan kerabat,keluarga, dan teman sebelahnya saat dirumah sakit karena kondisi yang lemah.

i. Pola Seksual - Reproduksi

Pasien mengatakan sudah menikah, pasien mempunyai 7 anak, dan pasien saat ini sudah tidak menggunakan KB.

j. Pola Toleransi Stress - Koping

Paisen mengatakn sering bercerita dan berbagi masalah pada keluarganya untuk mengurangi beban pikirannya.

k. Pola Nilai - Kepercayaan

Pasien beragama Hindu, saat sakit pasien hanya dapat sembahyang di tempat tidur.

4. Pengkajian Fisik

a. Keadaan umum : Lemas

Tingkat kesadaran : Komposmetis GCS : verbal : 5 motorik : 6 Mata : 4

b. Tanda - tanda vital : Nadi : 100 Suhu : 38 TD : 190/90 RR : 24x/mnt TB : 158 BB: 50

c. Keadaan Fisik

a) Kepala dan Leher

Inspeksi : Kepala terlihat simetris, distribusi rambut merata, rambut berwarna putih dan ada rambut hitam sedikit. Leher terlihat simetris, tidak ada lesi, tidak teraba massa

(5)

b) Dada  Paru

Inspeksi : Dada terlihat simetris, pernafasan normal, RR : 24x/mnt Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan

Perkusi : ICS 2,4,6 terdengar suara sonor Auskultasi : ICS 2,4,6 terdengar suara vesikuler

 Jantung

Inspeksi : Tidak terlihat adanya lesi, iktus cordis terlihat di ICS 4

Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, iktus cordis teraba di ICS 4 midle line clavicula sinistra

Perkusi : ICS 4 midle line clavicula sinistra terdengar suara dallnes Auskultasi : BJ normal, BJ 1 dan BJ 2 tunggal reguler

c) Payudara dan Ketiak

Inspeksi : Payudara kanan-kiri terlihat simetris,tidak terlihat adanya lesi Palpasi : Tidak ada nyeri tekan

d) Abdomen

Inspeksi : Perut terlihat tidak ada jejas,lesi, dan tidak ada hiperpigmentasi Auskultasi : Tidak terdapat nyeri tekan di bagian perut

Palpasi : Terdengar suara tymphani Perkusi : Terdapat 5 bising usus

e) Genetalia Tidak Terkaji

f) Integumen

Inspeksi : Kulit berwarna kecoklatan, tidak ada lesi, kulit tidak berminyak Palpasi : Turgor kulit normal, tidak terlihat ada edema, kulit kembali dalam waktu < 2 detik

g) Ekstremitas  Atas

Inspeksi : Bentuk tangan simetris,distribusi rambut merata Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, CRT < 2 detik

 Bawah

(6)

h) Neurologis

Status mental dan emosi : Status mental dan emosi stabil Pengkajian saraf kranial :

-Pemeriksaan reflek : terjadi reflek babinski, terjadi reflek patela

Pemeriksaan Penunjang tanggal 07 Agustus 2015

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai

Normal

Interpretas i

WBC 12.81+ [ 10^3/uL ] 4.60 - 10.2 Tinggi

NEUT 10.04 [ 10^3/uL ] 2.00 - 6.00 Tinggi

LYMPH 1.75 [ 10^3/uL ] 0.60 - 5.20

MONO 0.86 [ 10^3/uL ] 0.10 - 0.60 Tinggi

EO 0.14 [ 10^3/uL ] 0.00 - 0.40

BASO 0.02 [ 10^3/uL ] 0.00 - 0.10

NEUT% 78.3 [ % ] 40.0 - 70.0 Tinggi

LYMPH% 13.7 [ % ] 20.0 - 40.0 Rendah

MONO% 6.7 [ % ] 1.70 - 9.30

EO% 1.1 [ % ] 0.00 - 6.00

BASO% 0,2 [ % ] 0.00 - 1.00

RBC 3.15- [ 10^6/uL ] 3.80 - 6.50

HGB 9.0- [ 9/dL ] 11.5 - 18.0 Rendah

HCT 29.1- [ % ] 37.0 - 54.0

MCV 92.4 [ fL ] 80.0 - 100

MCH 28.6 [ pg ] 27.0 - 32.0

MCHC 30.9- [ g/dL ] 31.0 - 36.0 Rendah

RDW-SD 46.7 [ fL ] 37.0 - 54.0

RDW-CV 14.4 [ % ] 11.5 -14.5

PLT 333 [ 10^3/uL ] 150 - 400

PDW 9.2- [ fL ] 15.5 - 17.1 Rendah

MPV 8.8 [ fL ] 7.80 - 11.0

P-LCR 16.0 [ % ] 13.0 - 43.0

PCT 0.29 [ % ] 0.19 - 0.36

RET [ % ]

RET [ 10^6/uL ]

IRF [ % ]

LFR [ % ]

MFR [ % ]

HFR [ % ]

LED [ mm/ Jam ] 0 - 20

BT [ menit ] 1 -7

(7)

Golongan Darah

Analisa Data

A. Tabel Analisa Data

No DATA ETIOLOGI MASALAH

1 DS : Px mengatakan mual, tidak nafsu makan, hanya mampu menghabiskan 1/4 porsi dari 1 porsi yang disediakan

DO: - BB sebelum sakit : 51kg

- BB saat sakit : 50kg

- TB : 158cm

Pola makan tidak teratur

Berkurangnya intake makanan

Kekosongan lambung

Erosi pada lambung

Produksi HCl meningkat

Asam lambung efek muntah

Intake makanan tidak adekuat

Kekurangan nutrisi 2 DS : Px mengatakn

tidak dapat melakukan aktivitas secara mandiri

DO : Px tampak berbaring lemas

Metabolisme anaerob

Produksi asam laktat

Kelemahan fisik umum

Intoleransi aktivitas

(8)

No Tanggal/Jam

Ditemukan Diagnosa Keperawatan Tanggal Teratasi TTD

1. 07 Agustus

2015 / 19.30 KetidakseimbanganKurang dari kebutuhan tubuhnutrisi:

berhubungan dengan

ketidakmampuan untuk

mengabsorpsi nutrien ditandai dengan mual dan tidak nafsu makan

10 Agustus 2015

2. 07 Agustus 2015/ 19.30

Intoleransi aktifitas

berhubungan dengan kelemahan ditandai dengan pasien dibantu dalam melakukan aktivitas

10 Agustus 2015

Rencana Tindakan Keperawatan

N o

No.D x

Rencana Perawatan

Tujuan dan KH intervensi Rasional Tt

d 1 1 Setelah diberikan

asuhan keperawatan

selama 3x24 Jam pada gangguan ketidakseimbangan nutris kurang dari kebutuhan tubuh diharapkan

kebutuhan nutris pasien terpenuhi, KH:

1. Ukur vital sign

2. Beri therapyIUFDSanmol 3x1 3. Pemantauan

nutrisi

1. Mengumpulkan dan menganalisis data

pasien untuk

mengetahui keadaan umum pasien

2. Pemberian therapy untuk mencegah malnutrisi atau beresiko tinggi terhadap malnutrisi

3. Mengumpulkan dan menganalisis data

pasien untuk

mencegah dan

(9)

berat badan yang berarti 2 2 Setelah diberikan

asuhan keperawatan

selama 3x24 jam diharapkan

intoleransi

aktivitas teratasi dengan KH:

Pasien menunjukan

aktivitas, Pasien melakukan

aktivitas sendiri

1. Evaluasi respon pasien terhadap aktifitas

2. bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan 3. Anjurkan pasien

untuk 2. Meminimalkan

kelelahan

3. Mengetahui tingkat efisien aktifitas

II. Implementasi Tindakan Keperawatan Hari/Tgl No

Dx

Tindakan Keperawatan Evaluasi Ttd

Jumat,07-08-2015 19.30

1 1.Mengukur vital sign

2. Memberikan teraphy -IUFD RL/20 tpm -Taxegram 2x1 gr -Pantoprazole 2x1 vial -Sanmol 3x1

Ds:Pasien mengatakan lemas

Do: ku lemah S:38,9

N:100 TD: 150/80

Ds: Pasien tidak sakit saat injeksi

(10)

Sabtu,08-3. Memantau nutrisi

1. Mengevaluasi respon px terhadap aktivitas

1. Menganjurkan px untuk

1. Melakukan therapy -IUFDL RL/ 20 tpm -Taxegram 2x1 gr -Pantoprazole 2x1 vial -Sanmol 3x1

-Captoprol 2x2 sy

2. Memantau nutrisi

Ds: Pasien mengatakan mual jika di berikan makanan

Do: Pasien terlihat lemah

Ds: Px mengatakan di bantu saat melakukan aktivitas

Do: Px terlihat di bantu saat melakukan aktifitas

Ds: Px mengatakan sudah biasa melakukan aktivitas Do: Px terlihat tidak lemas lagi

Ds: Px mengatakan dibantu saat makan

Do: Px terlihat masih dibantu saat melakukan aktivitas

Ds: Pasien mengatakan tidak sakit saat injeksi Do: Pasien tidak ada alergi pada obat

Ds:Pasien mengatakan mual jika di berikan makanan

(11)

Evaluasi Keperawatan

Hari/Tgl No Dx Evaluasi Ttd

Minggu, 10-08-2015 19.30

1

2

S: Pasien mengatakan lemas berkurang, tidak mual, makan sudah seperti biasa 1 porsi dihabiskan

O:

A: Masalah teratasi

P: Prtahankan kondisi pasien

S: Pasien mengatakan mampu beraktivitas sendiri

O: Pasien terlihat mampu melakukan aktivitas sendiri

A: Masalah teratasi

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

Referensi

Dokumen terkait

Terbukti dari hasil perhitungan di atas apabila seluruh warga yang ada di pinggiran Kota Batam mau bekerja sama mengolah kotoran sapi mereka menjadi biogas, dengan

Diagnosa yang dapat ditegakkan di kelurahan A pada remajanya adalah peruubahan pemeliharaan kesehatan pada remaja di kelurahan A berhubungan dengan kurangnya pengetahuan remaja

AINUN

Seperti yang telah dijelaskan pada Tabel 5.2, tujuan dilakukan uji coba ini adalah untuk menguji fitur sistem capture media stream untuk mendapatkan gambar dari

- Guru mengarahkan peserta didik untuk mengambil potongan kertas yang telah terdapat 1 kata kunci untuk dilengkapi dan ditempelkan pada karton besar yang tersedia (lihat lampiran)

Jenis Penel;itian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Strukutr makro puisi lisan Makassar ( kelong ) yang

pengаmbilаn sаmpel yаng digunаkаn dаlаm penelitiаn ini аdаlаh non probаbility sаmpling dengаn cаrа purposive sаmpling.. Jurnal Administrasi Bisnis