Politik Bhinneka Tunggal Ika
Rowland Bismark Fernando Pasaribu
9/22/2013
! ! !
"# $ !
!
! !
% & '
nation state
devide et impera
! "
# $
# %
& #
concern
common flatform
'
( %
%
) (
% "
* +
,--% %
. ) ,/ %
! " ) ' '
% 0
%
# %
1 (
$ ,'
$ plural societies
%
# # #
"
'
# #
devide et impera 2
' % 3 "
devide et impera
common will
% ( % (
common social demand ) %
% %
% # 6
unitary economy
#
Hindia? >Hindia Timur? Daerah Jajahan Hindia? Insulinde? >Tropisch Nederland $ "
+ %
.@/- + ) 4 3 3
* ? >ras ras berkulit cokelat yang menghuni kepulauan
Hindia? $ ! ;
" # ;
>Indonesia? >Indonesian? >Indonesians? # ;
> ? " #
) 1 " @ & # # !
A ? / > Indonesien order
die Inseln des Malayischen Archipel? .@@2%.@B2B
.@@/ + & 4 # C ( ;
# %
' "
5 4 >Kepulauan Hindia?
>Indonesia?.- =
! " >dia menciptakan keteraturan, perdamaian,
dan kemakmuran, serta menyatukan segenap penduduk Hindia Belanda>..
$
nation state 5 "
%0-) 0@ 7 .B0@ "
: "
5
) .B-B )
.B..
E .B.0 *
* .0
(
(
5
.B2B
&
F F
%
&
CC 2/ ,,
%
$ E
%
.,
$ %
" % > ? % $
% :
& % & 4 )
&
) .B/8%.B86
$
" " 8-G .B8/
# .--- H (
# .2 $
.B8/%.B88 +3) & C $
" ) )
)
+%,- ) $ )
) #
" CC 5 .D.B86E "
' % ./
' %
.B88
.8
; :
" :
CC 5 .- .B/B
*
)
)& & %
D
) 2 ) "
'
>tidak ada dan tidak boleh ada?
)
% $ $ 5 $$5 %
) " .6
$ ' .BB@ )
#
"
"
" world citizen %
( &
"
! 0--- & 4 .2 .B86
: % %
5
# E # # "
# #
' # ' %
+ #
" & ' %
( &
%
& common platform
# &
'
(
$
( (
public discourse " "
.@
5 "
% %
# %#
' * ##
pertama
%
+ (
( # ( &
(
Kedua (
% #
& ) % .B
%
% 5
local genius
%
C %
&
global village
# #
% *
#
% :
% &
E
%
#
# ' #
' %
"
" %
"
# E #
0-#
# $ %
% $ = '
$ = & $ =
* $ " $ )
# #
+; %
#
' #
common platform
"
E $
) %
%
" %
"
% 5
%
;
( "
% $
"
yang menjadi milik kita. Sebaliknya, yang lain menarik diri ke dalam misterinya”0., #
%
; (
>di dalam perjumpaan yang tulus, yang lain menyentuh saya dan menyandera saya, menyandera saya karena saya ditetapkan pada ketidakmungkinan untuk menolak rintihan pihak lain”00.
affirmative action. ; " affirmative action
>pengakuan pluralisme budaya yang menumbuhkan kepedulian untuk mengupayakan agar kelompok kelompok minoritas terintegrasi ke dalam masyarakat dan masyarakat mengakomodasi perbedaan kelompok minoritas agar kekhasan identitas mereka diakui?
'
( %
%
) (
% "
) plural societies
" devide et impera common will
" "
& ' %
' #
common platform
"
E $
Naupal,
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
)C' 3 F ) ' I + 0-.0
Azra, Azyumardi. (2006) “Rejuvenasi Pancasila di Tengah Aus Globalisasi” dalam Try Soetrissno,
Reformasi dan Globalisasi: Menuju Indonesia Raya, Jakarta: yayasan Taman Pustaka.
Brown, Colin. (2003). A Short History of Indonesia, The Unlikely Nation?, Sydney, Australia: Allen& Unwin.
Coppel, Charles. (2002). “Chinese-Indonesia as “Foreign Orientals” in the Netherland Indies”, dalam C. Coppel (ed), Studying ethnic Chinese in Indonesia , Singapore: Humanities Press.
(1896). Encyclopaedi van Nederlandsch-Indi , vol.1, ‘s Gravenhage: Martinus Nijhofft.
Furnivall, J.S. (1967). “Netherlands India: A Study of Plural Economy”, Cambridge at the University Press.
________, (1956). Colonial Policy and Practice: A Comparative Study of Burma and Netherlands India”, Washington Square, New York: New York University Press.
Geertz, Hildred. (1967). “Indonesian Culture and Communities”, dalam Ruth T. McVey, ed. Indonesia, Southeast Asia Studies, , New Haven: Yale University, by arrangement with HRAF Press.
George, Kahin. (1966). Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca, New York: Cornel University Press.
Hoffman, Stanley. (2002) “Clash of Globalization”, dalam Foreign Affairs vol.81/4 , July/August 2002. Kemasang, A.R.T., (1985). How Dutch Collonialism Foreclosed a Domestic Bourgeoisie in Java: The
1740 Chinese Massacres Reappresed. Review, 1985.
Kymlicka, Will. (2004). Etnicity, Nationalism and Minority Rights, ed. May. Modood and Squire. Lamster, J.C. (1942). J.B. Van Heutsz, Amsterdam: P.N. Van Kampen.
Levinas, Emmanuel, (2000). Ethics and Infinity, Pittsburgh: Duquesne University Press.
Nilson, R.E. (2009). The Idea of Indonesia, A History, Cambridge: Cambridge University Press. (terj.
Zia Anshar :sejarah Pemikiran dan Gagasan, Jakarta: Serambi, 2009.
Raharjo, Dawam. (1999). Masyarakat Madani: Agama, kelas menengah, dan Perubahan Sosial, Jakarta: LP3ES.
Skinner, G. William (ed). (1959). “Local ethnic and National Loyalities in Village Indonesia: A Symposium”, Yale University, Cultural Report Series, Southeast Asia Studies, 1959.
Suryadinata, Leo. (1992). Pribumi Indonesia, the Chinese Minority and China, Singapura: Heinemann Asia.
!F # plural society multicultural society
peaceful
coexistence (
% %
# %
# # %
# %
social disharmony Bhinneka Tunggal Ika
# ) $ " )
Bhinneka Tunggal Ika
"
5$ "
5$ %
! F #
"
: ## +
.BB8 * 0--0F2
5 $ ' ! " )
& 1
:
* $ # $ $
+ J ‟
% #
%
) "
1 ( .B2@ * # 0--6F.8E 5
0--6F,, plural society
1 (
Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia
.BB/ /-- "
% .6
---$ taken for granted
( ) (
)
#
%
% ) #
% 7
" : "
D ( " "
" & # 0--@
* ( & Imagined
Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism .B@,
% imagined communities
imagined communities
)
%
% 0--0
$
> ? > ? # historical being
%
# % %
5
) side effect #
#
# #
$ # % #
% %
social disharmony
%
) #
human dignity
" 5 $
'
multicultural society Bhinneka Tunggal
Ika & # 0--@
multicultural nation state
% monocultural nation
state *
$ .6 & .B2/
CC .B2/
$ ) .B2B CC )
.B/-: % #
$ multicultural society
plural society
) 0--/FB@ '
peaceful coexistence
(
& 0--8F./2 ) 0--/ (
#
Bhinneka Tunggal Ika
% " 7
'
% %
" ) %
$ = ' 3 "
founding fathers
%
Bhinneka Tunggal Ika 5
$ 0---F. 2/ CC .B2/ %
Bhinneka Tunggal Ika
,8& CC .B2/ Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika**. )
* 0--/FL (
) historical being Bhinneka Tunggal Ika #
although in pieces yet one "
5 $ # # 5
$ ' 5
+ ' $ " ) 3
F
Rwāneka dhātu winuwus wara Buddha Wiśwa, bhinnêki rakwa ring apan kěna parwanosěn, mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
bhinnêka tunggal ika tan hana dharmma mangrwa .,BF / .
$ " 4 ) " '
5
M $ ) "
Bhineka Tunggal ika tan Hana Dharma Mangrwa
0--BF/-2%/-/
)
0--@F.,/ .B@/ "
Bhinneka Tunggal Ika
$ '
>mitreka satata?
> ? %
& : ) 3
>bhinneka tunggal ika tan hana darma mangrua? >"
Ketika kita menyaksikan panorama Indonesia saat ini, rasanya kita sedang menyusun suatu sinopsis masa lalu yang tanpa batas, seperti kalau kita melihat benda benda peninggalan sejarah (artefak) dari bermacam macam lapisan dalam situs arkeologis yang lama mengeram, yang dijajarkan di atas sebuah meja sehingga sekali pandang bisa kita lihat kilasan sejarah manusia sepanjang ribuan tahun. Semua arus kultural yang sepanjang tiga milennia, mengalir berurutan, memasuki Nusantara dari India, dari Cina, dari Timur Tengah, dari Eropa – terwakili di tempat tempat tertentu: di Bali yang Hindu, di permukiman Cina di Jakarta, Semarang atau Surabaya, di pusat pusat Muslim di Aceh, Makasar atau Dataran Tinggi Padang; di daerah daerah Minahasa dan Ambon yang Calvinis, atau daerah daerah Flores dan Timor yang Katolik.
; + + 0---FL #
F
Rentang struktur sosialnya juga lebar, dan merangkum: sistem sistem kekuasaan Melayu Polynesia di pedalaman Kalimantan atau Sulawesi, desa desa tradisional di dataran rendah di sepanjang sungai Jawa Tengah dan Jawa Timur; desa desa nelayan dan penyelundupan yang berorientasi pasar di pantai pantai Kalimantan dan Sulawesi; ibu ibu kota provinsi yang kumuh dan kota kota kecil di Jawa dan pulau pulau seberang; dan kota kota metropolitan yang besar, terasing, dan setengah modern seperti Jakarta, Medan, Surabaya dan Makasar. Keanekaragaman bentuk perekonomian sistem sistem stratifikasi, atau aturan kekerabatan juga melimpah ruah.
Bhinneka Tunggal Ika united and unifed diversities
uniformed diversities 5
political will Bhinneka Tunggal Ika
$
# %
'
" % $
) %
" %
% '
" #
' #
" #
" 7 ;
7
monokulturalisme
local cultural genius %
% defense mechanism
early warning system %
)
> ?
#
7
"
% %
C Bhinneka
Tunggal Ika "
% "
)
0-..F/-Bhinneka Tunggal Ika
5$ Bhinneka Tunggal Ika
"
5$ Bhinneka Tunggal Ika
"
5$ % Bhinneka
Tunggal Ika # %
tangibles > " ? intangibles > " ?
Bhinneka Tunggal Ika
#
Bhinneka Tunggal Ika
" #
#
truth claim
$ Bhinneka Tunggal
Ika imagined community %
# ( (
)
%
social disharmony Bhinneka Tunggal Ika
) $ 1$ C ( &
& 0--0 Imagined Communities Komunitas komunitas Terbayang .
= F $ .
& # N 0--@ Pengembangan Warga Negara Multikultural Implikasinya terhadap Kompetensi Kewarganegaraan ) C F
& & 0--8 > 5 F #
' ? Restorasi Pancasila: Mendamaikan Politik Identitas dan Modernitas F
0--0 ' $ '
$ %$ & 0--0
Imagined Communities Komunitas komunitas Terbayang . = F $
.
+ & 0--- * ) F
' $
0---Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia: Suatu Problematik Filsafat Kebudayaan. ! F +
* 1 0--0 '
$ 0--0 Kewargaan Multikultur: Teori Liberal mengenai Hak hak Minoritas
3 &# 3 ' : F & ;
# ' ! F ; ,3)
* # 4 0--6 Politik MultikulturalismeF Menggugat Realitas Kebangsaan
* > # '
: ' ) ? = F
$ 0--- Kebhinnekaan Masyarakat Indonesia: Suatu Problematik Filsafat Kebudayaan. ! F +
5 0--6 Sistem Sosial Indonesia ! F + #
) 0--@ > ' ' F
# $ ? Alumni 9 . 5 0 ' %& 0--@ .0@%./.
) 0--/ Sukubangsa dan Hubungan Antar Sukubangsa ! F
= $ $
) & 0-.. > ) $
? Prosiding Kongres Pancasila III “Harapan, Peluang, Tantangan
Pembudayaan Nilai nilai Pancasila” ' C (
& ) C ( + ' = ,. ' < . ! 0-..
)
' 0--B Kakawin Sutasoma F " 4 '
# % % " tindakan anarkis yang mereproduksi tragedi eksistensial manusia dalam konflik agama?
$ #
$ 0---F .//%./8 )
benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial, sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional? CC $) . $ #
>Darussalam? .BB@ Kedua
" ) " ! &
Rwāneka dhātu winuwus wara Buddha Wiśwa, bhinnêki rakwa ring apan kěna parwanosěn, mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal, bhinnêka tunggal ika tan hana dharmma mangrwa
%
% %
Kakawin Sutasoma
* %) " )
status quo
&
" %
' " % 0-..F /
% %
& 82
kalimat un sawa’ >pentingnya tali kasih sayang antar umat agama?
$ >
"
%' 88 % " >dan sekiranya
mereka mengikuti ajaran Taurat dan Injil serta segala yang diturunkan dari Tuhan kepada mereka, niscaya mereka akan menikmati kesenangan dari setiap penjuru? )
%
>multikulturalisme? > (
#
$ /
& % &
( =
M & ) "
>diversitas budaya dapat dirayakan dengan syarat orang memiliki kebebasan seluas luasnya untuk memilih praktek kebudayaan tertentu? ) 0--6F.B, 1
; 0--/ 8
Le Monde >model multikulturalisme Inggris dilanda
krisis? $ ! & + 7 )
! ( & >jangan memakai ancaman nyata terorisme sebagai justifikasi untuk mengerdilkan pencapaian Inggris di bidang relasi antar ras selama lebih dari seperempat
abad ini? ) & )
xenophobia ) $
" %
) :
politics of recognition '
# ( 6)
" # =
$ agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali? $ #
* & + >bentuk
penguasaan terhadap seseorang atau kelompok tertentu dengan menggunakan kekuatan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus?
%
kesengsaraan yang berkepanjangan bagi rakyat, maka dengan hati yang lapang serta jiwa terbuka, sepakat:
1. Menghentikan semua bentuk konflik dan perselisihan.
2. Menaati semua bentuk dan upaya penegakan hukum dan mendukung pemberian sanksi hukum bagi siapa saja yang melanggar.
3. Meminta aparat negara bertindak tegas dan adil untuk menjaga keamanan. 4. ....”
5 0--2
& * )
% " ?konflik Poso
yang muncul di permukaan lebih dilihat dari aspek SARA (suku, agama, ras dan antar kelompok). Akan tetapi bila diperhatikan secara cermat, konflik Poso lebih didasarkan pada kesenjangan politik pemerintahan dan kesenjangan sosial ekonomi? ) 0--2
) >
# ?
>mengorbankan? %
)
" #
" % ! &
$ #
CC .B2/ 0B 0 " >negara menjamin kemerdekaan tiap tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk beribadat menurut agamanya
dan kepercayaannya itu? # # CC $)
" F
>Tanggung jawab negara memberikan pelindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi melalui upaya penciptaan suasana yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera baik lahir maupun batin sebagai wujud hak setiap orang atas pelindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda serta hak atas rasa aman dan pelindungan dari ancaman ketakutan. Bebas dari rasa takut merupakan jaminan terhadap hak hidup secara aman, damai, adil, dan sejahtera?
) # "
>manusia adalah kebebasan? * )
"
7 Autrui Other 7
7 >eksterioritas? >transendensi? 7
7 7
l’Etranger 7 >Wajah?
0@@%0B-#
Masykur Wahid
Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia SUMBER: Prosiding Seminar Internasional Multikultural & Globalisasi 2012
Bertens, K. (1999). Filsafat Barat XX, Prancis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bleicher, Josef. (1980). Contemporary Hermeneutics: Hermeneutics as Method, Philosophy and Critique. London: Routledge & Kegan Paul Ltd.
Derrida, Jacques. (1974). Of Grammatology. Maryland: John Hopkins University Press.
Djauhari, Mohammad Tidjani (a). (2008). Menebar Islam Meretas Aral Dakwah,Jakarta: Taj Publishing. _________________________ (b). (2008). Masa Depan Pendidikan Pesantren Agenda yang Belum Terselesaikan, Jakarta: Taj Publishing.
Elsam (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat). (1999). "Krisis Perlindungan Hak Asasi Manusia di Indonesia," dalam Hak Asasi Manusia Triwulan Kedua 1998.
Gramsci, Antonio. (1999). Selections from the Prison Notebooks. Quentin Hoare and Geoffrey Nowell Smith (ed. & trans.). London: Elecbook.
Habermas, Jürgen. (1988). On Logic of the Social Sciences. Shierry Weber Nicholsen and Jerry A. Stark (trans.). Cambridge: Polity Press.
Hardiman, F. Budi. (2003). “Pengantar: Belajar dari Politik Multikukturlisme”, dalam Kewargaan Multikultural. Edlina Hafmini Eddin (penerj.) Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
Kymlicka, Will. (2002). Kewargaan Multikultural. Edlina Hafmini Edin (penerj.). Jakarta: LP3ES. Levinas, Emmanuel. (1979). Totality and Infinity: An Essay on Exteriority. Alphonso Lingis (trans.). London: Martinus Nijhoff Publishers.
Noorsalim, Marsudi, M. Nurkhoiron, Ridwan Al-Makassary (ed.) (2007). Hak Minoritas, Multikulturalisme dan Dilema Negara Bangsa. Jakarta: The Interseksi Foundation.
Parekh, Bhikhu. (2000). Rethingking Multiculturalism, Cultural Diversity and Political Theory. London: MacMillan Press Ltd.
Sartre, Jean-Paul. (1946). “Existentialism is a Humanism”. In Existentialisme from Dostoyevsky to Sartre. Walter Kaufman (trans.).
<http://www.marxists.org/reference/archive/sartre/works/exist/sartre.htm>
Sen, Amartya. (2007). Kekerasan dan Ilusi tentang Identitas. Arif Susanto (penerj.). Tangerang: Marjin Kiri.
KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan). (2001). Laporan.
_______. (2011). “Negara Tak Kunjung Terusik”. Laporan Hak Asasi Manusia Peristiwa Penyerangan Jama’ah Ahmadiyah Cikeusik. 6 Februari.
Kuper, Adam & Jessica Kuper. (2000). Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial. Buku Satu: Accelerator-Lyotard.
Terj. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Liddle, William R. (2002). “Agama Rentan Jadi Sumber Konflik Politik”, diunduh pada tanggal 12 Juni 2012.
Munawar-Rachman, Budhy. (2011). “Basis Teologi Persaudaraan antar-Agama” dalam Kolom. Edisi 007, Agustus, hlm. 1-10.
Setyani, Turita Indah. (2009). “Bhineka Tunggal Ika sebagai Pembentuk Jati Diri Bangsa” dalam
Makalah. Konferensi Nasional dan Pembentukan Organisasi Profesi Pengajar Bahasa, Sastra, Budaya, dan Seni Daerah se-Indonesia. Yogyakarta. 8-9 Agustus.
Susanto, Hari. (2004). “Konflik Poso, Tak Kunjung Sudah”, diunduh 10 September 2013
Tantular, Mpu. (2009). Kakawin Sutasoma. Dwi Woro Retno Mastuti dan Hastho Bramantyo (penerj.).
UU Nomor 07 Tahun 2012 tentang PKS (Penanganan Konflik Sosial).
"
ekonomi global " 0--@
4 : .. ) 0--. =
$
krisis dunia pendidikan
& #
policy makers %
# %
# # per capita
" the silent crisis.
$
#
)
$ $
Everything are business as usual
)
logika global,0 " #
For those who asks where the true life is " take care of what is born”. … You can only put your hope in what is inappear, ' %
# %
<
> % ?
glokalisasi
$ #
# "
&
& % $
"
lokalisme global
% globalisme lokal (
# >kolonisasi masyarakat global? " ; "
5 %
3 & : 9
virus dunia maya
%
5 " (
(
* "
%
incommensurable
' 2
# 1
' "
" reason d’etre%
&
$ #
"
%
' 5 F
% trafficking
multinational discussion/ $ global
interdependency %
C multinational discussion
)
)
citizens of the world,6 " 5
$
human interactions %
profit
>sesama manusia?
"
gender
$ %
genuine concern $
% #
pedagogi. Pedagogi "
%
) # #
) "
%
bertanya Bertanya
% "
"
)
) bertanya menjawab
) bertanya *
)
comune metode dialektika pertanyaan jawaban
.-dialektika bertanya
menjawab "
>Manusia, siapakah engkauM? '
"
" %
#
7 #
#
"
= "
$ "
" "
utility
"
" #
%
<
)
% deliberasi
Eudaimonía
%
(arête.2 %
" ! '
$
7
# #
$ # )
%
% *
' + >
? Welt haben und Sprache haben).6
% "
$ %
" %
% :
% "
.@ ) " " 5
" %
%
.B & # '
$ " #
% $ "
$
%
%
0-C " 5
Kedua, >kecakapan untuk melihat dirinya bukan melulu segabai warga Negara dari wilayah atau kelompok lokal tertentu, melainkan juga, dan terutama nian, sebagai mahluk insan yang terikat dengan semua mahluk insan lainnya melalui tambatan pengakuan dan keprihatinan sebagai warga negaraR?00 *
% %
quality of life
&
* "
" the humanities and the arts are being cut away02
#
( $
$ mata batin
7
mata batin :
)
" "
% "
We may become powerfull by knowledge, but we attain fullness by sympathy… but we find that this education of sympathy is not only systematically ignored in school, but it is severely repressed0/ )
liberal education #
"
$
>Rselagi kita masih hidup, selagi kita masih berada di antara sesama umat manusia, marilah kita mengolah kemanusiaan kita?08 )
*
" # %
%
#
" (
)
' 5 cultivating imagination06
#
$
"
#
%
:
imajinasi simpati. : "
,-% )
"
$ "
'
cultivating humanity) ) #
& %
Felix Baghi
Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Flores, Nusa Tenggara Timur
& 0--B The Logics of the World, being and event II 5 " = F :
1 L 0--B Kewarganegaraan Demokratis Dalam Sorotan Filsafat Politik
; F ; 0--B
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% 0-.0 Pluralisme, Demokrasi dan Toleransi, ; F ;
) .BB8 Democracy and Difference: Contesting the Boudaries of the Political,
5!F C (
+ * + 0--- Verita e Metodo ' F
7
5 ' 0-.0 Not For Profit, Why Democracy Needs Humanities,
7L# F C (
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% .BB6 Cultivating Humanity: Classic Defense of Reform in Liberal Education : '&F * ( C (