Kuliah Umum Tanggal 1 Oktober 2012 di Aula FISIP, Universitas Haluoleo, Kendari Topik: Penelitian Kualitatif dari Perspektif Antropologi
1. Pendahuluan
Selamat siang semuanya, terima kasih atas kedatangannya hari ini. Nama saya Brooke
Nolan. Saya mahasiswa S3 dari The University of Western Australia, Perth, Australia bagian
Barat. Tahun ini, saya disponsor oleh UnHalu. Di sini, saya ingin mengucapkan terima kasih
banyak atas dukungan Universitas ini, khususnya dari jurusan FISIP dan departemen
Antropologi. Saya berharap bahwa kita bisa bekerjasama dengan baik bukan cuma dalam jangka
pendek selama tahun ini tetapi dalam jangka panjang pada masa depan juga.
Sebelum mulai dengan topik utama kuliah umum ini, saya coba memperkenalkan diri.
Saya datang ke Indonesia pertama kali pada tahun 2003 untuk mengajar bahasa Inggris di
Palembang, Sumatera Selatan, kota yang dikenal sebagai kota Pempek. Waktu datang ke
Indonesia saya sama sekali belum bisa bahasa Indonesia. Sedikit demi sedikit saya coba belajar.
Habis setahun bekerja di Palembang, saya pindah ke Jakarta untuk mengajar bahasa Inggris lagi.
Setelah setahun di Ibukota, saya pulang kampung ke Negara kanguru karena saya bosan dengan
mengajar bahasa Inggris tetapi mau melanjutkan kuliah antropologi dan bahasa Indonesia.
Setelah selesai S1, saya dapat beasiswa dari pemerintah Australia untuk melanjutkjan dengan S2
di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Penelitian saya di Universitas
Muhammadiyah Malang berlangsung selama setahun. Di sana, skripsi S2 saya, yang berjudul
‘Ekonomi Politik Masyarakat Nelayan Skala Kecil: Sebuah Studi Perbandingan Masyarakat
rombongan mahasiswa asing yang datang bersama saya dengan tujuan belajar selama setahun
atau lebih di beberapa universitas di Indonesia, datang dengan semangat untuk tinggal dan
belajar di Negara ini. Bukan cuma mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di Australia tetapi
justru sebaliknya juga. Jadi, mahasiswa, jangan merendahkan diri. Jangan berpendapat bahwa,
pengalaman pertukaran mahasiswa cuma bernilai kalau mahasiswa Indonesia yang berpindah ke
Negara-negara Barat. Menurut saya, banyak hal di negara ini – mulai dari banyaknya
kebudayaan dan bahasa sampai seni, politik, sejarah atau hal-hal lainnya – yang mestinya
dipusatkan dalam penelitian kami sebagai mahasiswa asing. Di luar penelitian juga, banyak hal
di negara ini yang memperkayakan kehidupan orang asing yang tinggal di sini, seperti
keramahtamahan orang Indonesia, cara pemikirannya dan lain-lain. Dengan kata-kata lainnya,
saya merasa sangat beruntung atas kesempatan ini, yaitu tinggal dan meneliti topik S3 saya di
Sulawesi Tenggara selama sekitar setahun.
Saya baru datang di Kendari sekitar dua minggu lalu. Penelitian saya berpusat kepada
kesehatan perempuan hamil dan kepercayaan yang terkait dengan proses melahirkan di Pulau
Wawonii. Misalnya, saya ingin tahu mengapa ibu-ibu pergi ke dukun bayi pada saat hamil, dan
nasihat apa yang dikasih oleh dukun bayi. Selain itu, penelitian saya bertitik api kepada angka
kematian ibu hamil dan bagaimana angka ini bisa diturunkan, khususnya di Indonesia bagian
Timur. Kenapa di sini? Sebab, khususnya di daerah tersebut, masalah kematian ibu hamil sangat
berat.
Akan tetapi, karena penelitian saya baru mulai, fokus kuliah umum hari ini adalah
penelitian kualitatif dari perspektif antropologi. Baru setelah menyampaikan gambaran tentang
2. Penelitian Kualitatif Umumnya
Penelitian kualitatif adalah salah satu cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa ucapan, tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Dalam penelitian kualitatif,
proses dan makna perilaku masyarakat yang diteliti ditekankan. Jenis penelitian ini menghasilkan
penemuan-penemuan yang tidak dapat diperoleh dengan penelitian kuantitatif yang berdasarkan
kepada statistik-statistik. Makna perilaku partisipen dan makna kebudayaan atau masyarakat
yang dikaji tidak bisa disampaikan dengan menggunakan penelitian kuantitatif.
Apa tujuan utama penelitian kualitatif? Pada umumnya, tujuan utamanya adalah untuk
memahami fenomena, masyarakat atau gejala sosial dengan lebih menitik beratkan pada
gambaran yang lengkap tentang masalah yang diteliti. Pendekatan kualitatif diharapkan
menghasilkan uraian yang mendalam tentang perilaku masyarakat yang menjadi fokus kajiannya.
Dengan ini, pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan sosial dari perspektif para
partisipen akan dicapai. Pemahaman tersebut didapat setelah melakukan analisis terhadap
kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian.
Di sini, kita barangkali bisa bertanya, apa perannya teori dalam penelitian kualitatif?
Penggunaan teori-teori dalam penelitian kualitatif menjadi aspek yang sangat penting karena
teori tersebut bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar kajian dan sebagai
bahan pembahasan hasil penelitian.
etnografi,
studi kasus,
studi dokumen,
observasi alami,
observasi-partisipan
wawancara terpusat,
wawancara informal,
fenomenologi,
diskusi terfokus, dan
studi sejarah.
Data bisa dikumpulkan dengan memakai hanya satu metode yang saya sebutkan tadi, atau
dengan beberapa. Masalah dan pertanyaan penelitian memang mempengaruhi
pertimbangan-pertimbangan mengenai pendekatan, desain ataupun metode penelitian yang akan diterapkan.
Dalam penelitian saya, misalnya, data akan dikumpulkan dengan memakai etnografi,
observasi-partisipan, studi kasus, observasi alami, wawancara terpusat, wawancara informal dan diskusi
terfokus.
Salah satu poin yang penting adalah, data yang didapat dari wawancara atau diskusi
penting dilakukan karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami masalah atau
fenomena dari sudut pandang partisipan, dan masyarakat yang terkait. Dengan mempertahankan
keaslian ucapan yang dipakai, konteks sosial yang benar dapat disampaikan.
3. Penelitian Kualitatif Dari Perspektif Antropologi
Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan
dan kebudayaan masyarakat, sejarah, tingkah laku, aktivitas sosial, dan lain-lain. Oleh karena itu,
penelitian kualitatif sangat cocok dipakai untuk jurusan Antropologi.
Data kualitatif merupakan sumber-sumber dari deskripsi dan observasi yang sangat luas
dan berdasarkan kokoh. Penelitian ini memuat penjelasan tentang proses-proses sosial yang
terjadi dalam masyarakat yang diteliti. Dengan data kualitatif, kita dapat memahami sebab-akibat
dalam lingkungan yang diteliti yang relevan menurut kajian kita.
Sumber data utama dalam penelitian kualitatif, khususnya di jurusan Antropologi, adalah
kata-kata, dan tindakan orang-orang atau masyarakat yang diteliti. Selain itu, data tambahan
seperti dokumen dan lain-lain bisa digunakan.
Terus, kalau data-data sudah didapat, bagaimana dengan analisis? Analisis data pada
umumnya mengandung tiga kegiatan yang saling terkait, yaitu
(a) pertama, mereduksi data,
(c) ketiga, membuat kesimpulan.
Dalam proses yang bertahap tiga tersebut, data diberikan makna dengan mencapai
integrasi di antara data-data yang berbeda. Dalam analisis selanjutnya, data-data harus
terintegrasi dengan teori yang terkait. Analisis tersebut bertujuan untuk menunjukkan keterkaitan
baik secara abstrak, maupun nyata di antara data dari lapangan, teori dan sejarah penelitian yang
relevan.
Terus, bagaimana dengan mencari kesimpulan dari penelitian kualitatif? Berdasarkan
analisis kemudian ditarik kesimpulan berupa pemahaman umum tentang kenyataan masyarakat
yang menjadi fokus penelitian. Dalam penarikan kesimpulan penelitian kualitatif, peneliti atau
mahasiswa menggunakan metode induktif. Di sini kita harus ingat bahwa, perbedaan mendasar
antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif memang ada.
Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada
penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif
peneliti berangkat dari hal-hal yang bersifat khusus terus menuju ke hal-hal yang bersifat umum
berdasarkan informasi-informasi yang didapat di lapangan. Kemudian, kesimpulan penelitian
dapat dikelaskan ke dalam suatu konsep yang terkait dengan penelitian-penelitian lainnya.
Dengan kata-kata lainnya, pendekatan kualitatif pada umumnya bersifat induktif.
4. Ringkasan Penelitian Saya
Sekarang saya coba menyampaikan ringkasan penelitian S3 saya di Pulau Wawonii tahun
Penelitian saya bertujuan untuk menyorot secara mendalam masalah-masalah yang
menyebabkan tingkat kesehatan ibu hamil di Pulau Wawonii masih sangat rendah. Sampai
sekarang, tidak pernah ada penelitian tentang kesehatan ibu hamil dan angka kematian ibu hamil
di Pulau Wawonii. Penelitian saya berhubungan dengan tujuan-tujuan MDGs (Milennium
Development Goals atau Tujuan Pembangunan Milenium) yang diikuti pemerintah Indonesia.
Salah satu tujuan adalah, menurunkan angka kematian ibu hamil. Tujuan tersebut diharapkan
dicapai pada tahun 2015.
Dalam kajian ini, keadaan kesehatan, sosiobudaya, dan ekonomi yang bersangkutan
dengan kesehatan ibu hamil dan angka kematian ibu hamil akan diteliti. Sebagai studi
antropologi, uraian ini dipusatkan dalam kebudayaan, kesehatan, dan pembangunan masyarakat.
Pola kehidupan penduduk Wawonii amat tergantung pada perdagangan kopra, pertanian
dan perikanan. Pemanfaatan dan penggunaan sumber alam merupakan dasar kehidupan bagi
sebagian besar penduduk Wawonii. Terkait dengan keadaan sosioekonomi, kemiskinan dan
keterpencilan masyarakat Wawonii sangat mempengaruhi angka kematian ibu hamil dan peranan
perempuan dalam rumah tangga, termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Sekarang saya coba menjelaskan tujuan-tujuan penelitian saya.
TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan yang pertama adalah, untuk menelusuri pengaruh-pengaruh kebudayaan
2. Yang kedua adalah untuk menemukan penyebab kemiskinan yang sangat
berdampak kepada kesehatan perempuan Wawonii.
3. Yang ketiga, membandingkan tingkat kesehatan perempuan hamil di sejumlah
desa di Pulau Wawonii seluruhnya, baik yang punya suami maupun yang telah menjadi janda.
4. Yang keempat, menyelidiki keterlibatan bidan, puskesmas dan dukun melahirkan
dalam proses kehamilan.
5. Yang kelima, menelusuri bagaimana angka kematian ibu hamil di Pulau Wawonii
bisa diturunkan.
6. Yang keenam, menguraikan bagaimana tradisi-tradisi lainnya seperti jumlah mas
kawin berdampak terhadap peranan perempuan dan hubungan antara isteri dan suami di dalam
rumah tangga.
7. Yang ketujuh, meneliti bagaimana perempuan di Wawonii, baik yang punya
suami, maupun yang sudah menjadi janda, menghidupi keluarganya dan bagaimana hal ini
mempengaruhi kesehatan perempuan pada saat hamil.
Berdasarkan pada metode penelitian kualitatif, penelitian saya bertujuan menghasilkan
informasi yang cermat tentang tingkat kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil, baik yang punya
suami, maupun janda, di Pulau Wawonii. Pendekatan antropologi-kesehatan digunakan dalam
uraian ini untuk mengungkap pokok persoalan yang bersangkutan, yaitu:
1. Kemiskinan,
2. Adanya Puskesmas, bidan dan dukun melahirkan,
3. Peranan perempuan di dalam rumah tangga serta
Selain itu, pendekatan antropologi-kesehatan digunakan untuk menggali permasalahan
hubungan antar tradisi (misalnya, pengunaan dukun bayi) dan modernitas (misalnya, pengunaan
bidan). Cara pengumpulan data yang diterapkan dalam proses penelitian ini termasuk
pengamatan dan wawancara terstruktur dan informal. Riset ini mengandalkan pada pengumpulan
data primer. Metode partisipasi-observasi dan wawancara yang terstruktur akan paling sering
digunakan untuk mengumpulkan data dalam proses penelitian ini.
Diharapkan bahwa, dengan hasil penelitian ini, kesadaran terhadap persoalan-persoalan
kesehatan ibu hamil di masyarakat Pulau Wawonii dapat ditingkatkan. Di samping itu, penelitian
ini bertujuan untuk menunjukkan peranan perempuan dalam masyarakat Wawonii. Salah satu isu
yang akan diteliti adalah, apa sampai sekarang, peranan perempuan Wawonii tergantung pada
peranan suaminya atau tidak, dan bagaimana hal ini mempengaruhi pelayanan kesehatan yang
mereka terima pada waktu hamil. Selain itu, kajian ini berguna untuk mencari solusi untuk
masalah angka kematian ibu yang cukup tinggi di Wawonii. Kemudian diharapkan bahwa upaya
untuk membentuk fasilitas kesehatan dapat disesuaikan dengan kenyataan kehidupan dan
lingkungan di Pulau Wawonii.