• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tuhan Bagi Manusia di Era Modern

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tuhan Bagi Manusia di Era Modern"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

TUHAN BAGI MANUSIA DI ERA MODERN

Berkembangnya ilmu pengetahuan seperti yang telah kita rasakan saat ini seakan menegasikan bahwasannya di Era yang sudah semakin modern ini, manusia sudah tidak membutuhkan Tuhan. Tuhan yang selama ini kita yakini sebagai Dzat yang dapat memberikan kehidupan bagi para umat-Nya sudah semakin hilang dari ingatan mahluknya. Manusia modern seakan tidak lagi memerlukan Tuhan, seperti yang telah dijelaskan oleh agama-agama seperti Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha dan agama-agama samawi sejenisnya. Dengan ilmu dan teknologi yang telah mereka capai, mereka mampu mengatasi berbagai macam persoalan yang mereka hadapi.

Mereka yang telah hidup di Era modern seperti saat ini seakan berkeyakinan bahwa mereka bisa hidup tanpa bantuan Tuhan. Bagi mereka, Tuhan telah sirna dan telah digantikan oleh kecangihan teknologi dan ilmu pengetahuan. Karena Tuhan yang sesungguhnya adalah Tuhan yang mampu menyelesaikan segala macam problematika umat saat ini, dan Tuhan bagi mereka tidak lain adalah “kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi”, karena dengan itu semua mereka mampu menyelesaikan persoalan-persoalan rumit yang dihadapi manusia saat ini.

Dan sebaliknya berkembangnya ilmu pengetahuan dan majunya teknologi tidak bisa menghapus keberadaan Tuhan dengan begitu saja. Berbagai temuan ilmiah telah banyak ditemukan oleh para ilmuan dari berbagai cabang ilmu, dan kebanyakan dari merekan tetap meyakini akan keberadaan Tuhan dan peran-Nya kepada semua umat manusia disunia ini, dan hal itu bisa kita rasakan dalam setiap hembusan nafas yang kita hirup setiap hari. Menariknya, justru dengan ditemukannya berbagai bukti-bukti ilmiah akan keberadaan Tuhan, mereka semakin yakin bahwa di Era modern dan secanggih ini Tuhan masih menyertai kita. Dan tidak jarang banyak ilmuan yang dahulunya tidak mempercayai akan keberadaan Tuhan dan Risalah yang dibawa Nabi Muhammad dalam al Qur’an, mereka menjadi yakin dan semakin terkagum-kagum dengan yang disebutkan Allah(Tuhan umat Islam) dalam kitab sucinya Al Qur’an.

(2)

2

ada 4 argumen yang bisa kita sebutkan. Pertama, mungkin adanya alam ini hanyalah imajinasi semata, dan pastinya ini bertentangan dengan kenyataan yang kita saksikan, dan tidak perlu kita dikusikan. Kedua, bisa juga alam ini muncul dengan sendirinya begitu saja, tanpa ada yang membuatnya, ini sama halnya dengan pendapat pertama yang tidak perlu didiskusikan. Ketiga, alam ini adalah eternal tak bermula. Keempat, dan inilah pendapat yang bisa kita kaji dengan ilmu pengetahuan, bahwa adanya alam ini pasti ada yang menciptakan.

“Penddapat ketiga yang menyatakan bahwa alam ini adalah eternal tak bermula, ternyata hampir memiliki kesamaan dengan pendapat terakhir yang menyatakan bahwa alam ini ada yang menyiptakan”. Kemiripan tersebut terletak pada sifat eternalitasnya. Dari sini kita mau menempatkan sifat eternalitasnya pada alam yang mati atau kepada Tuhan yang maha Hidup dan Menciptakan. Tidak ada kesulitan teoritis untuk memutuskan 2 kemungkinan ini. “Hukum-hukum termodinamika telah membuktikan, daya panas energi-energi alam secara perlahan akan hilang, dan pasti akan berjalan sampai pada suatu kondisi dimana benda-benda ini berada dibawah titik panas yang amat rendah, yaitu nol mutlak”. Dan pada waktu itulah energi tidak akan ada, dan otomatis kehidupan menjadi suatu hal yang mustahil. Dan ketika kondisi ini telah terjadi, maka tidak bisa kita hindari bahwasannya energi telah musnah.

“matahari yang menyala, bintang-bintang dan bulan yang bercahaya, serta bumi yang penuh dengan berbagai kehidupan, masing-masing telah membuktikan bahwasannya alam ini bersifat temporal yang dimulai dengan titik tertentu dan akan berakhir pada titik tertentu ”. Dari adanya bukti tersebut telah mengantarkan pemahaman kita bahwasannya adanya alam ini memang ada yang menciptakan, yaitu Dzat yang eternal, yang wajib adanya, yang takbermula, dan maha kuasa atas segala ciptaaanya. Dialah Allah SWT tuahn seru sekalian alam.

Keberadaan teknologi dan majunya ilmu pengetahuan bukan berarti meniadakan keberadaan Tuhan dalam intervensinya dalam memunculkan ilmu pengetahuan dan majunya teknologi masa kini. “Orang pemikir modern yang benar-benar berpijak pada teori ilmu pengetahuan tidak akan mengingkari adanya Tuhan”. Bahkan manusia modern akan akan sangat memerlukan Tuhan, sama halnya dengan para pemikir kuno yang dengan kelihaanya dalam berfikir mereka tetap meyakini bahwa Tuhan ada, dan Dia ada bersama mahluknya. Sebagai contoh Rene Descartes, Braise Pascal, dan Imanuel Kant. Mereka semua mempercayai keberadaan Tuhan berdasarkan teori-teori yang mereka kemukakan.

(3)

3

Descartes tersebut sebagai pembuktian bahwasannya Tuhan tekkah ada sebelum adanya alam ini. Karena setelah dia menyatakan perkataannya tersebut, lantas dia bertanya, “saya berfikir maka aku ada”, maka Siapa yang menciptakan aku? Dan aku tidak wujud denagn sendirinya. Oleh karena itu harus ada Dzat yang wajib wujud adanya, dan Dzat yang tidak mungkin tidak ada. Dialah Dzat yang tidak membutuhkan dzat lain untuk menjadikan dirinya ada, dan Dzat itu harus selamanya ada, dan tidak ada kesudahan, serta Dialah yang mempunyai sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Begitu indahnya seorang ilmuan dan juga pemikir untuk membuktikan keberadaan adanya Tuhan.

“Kemudian Braise Pascal dengan kecerdasannya berkesimpulan bahwasannya Tuhan itu ada”, Pascal mengatakan bahwasannya pengetahuan kita tentang Tuhan tidak perlu diperdebatkan dengan dalil-dalil pikiran. Hal ini bisa kita ketahui bahwasannya pengetahuan tentang Tuhan adalah pengetahuan yang pertama, karena dia bisa ada karena ada ibunya yang melahirkan, maka dia bukan Dzat yang musti ada, dan dia tidak selamanya ada, dan aku bukan dzat yang berkesudahan, oleh karena itu harus ada Dazat yang wajib ada selamanya tanpa adanya kesudahan, dan wujudnya bersandar pada diri-Nya, Dialah Tuhan yang wujudnya bisa kita ketahui pada pengetahuan pertama, tanpa merepotkan diri dalam perdebatan bukti-bukti alam pikiran.

Referensi

Dokumen terkait

Tim Tata Administrasi Periklanan menarik bagi penulis karena dalam divisi itu ada banyak hal yang bisa dipelajari dan punya pengetahuan yang luas untuk menunjangnya..

Karena Tuhan selalu ada di dekat kamu, adik-adik juga bisa seperti Gideon yang telah menjadi berkat buat bangsa Israel.. Adik-adik bisa menjadi berkat dengan memberikan mainan,

dengan orang hebat mana pun, dan bahwa Dia adalah Tuhan tanpa ada siapa pun yang lebih tinggi dari diri-Nya ..., jika engkau hanya bisa mengucapkan kata-kata yang

Perkembangan yang terjadi dalam pengetahuan ternyata melahirkan sebuah polemik baru karena kebebasan pengetahuan terhadap nilai atau yang bisa kita sebut

Dalam teknologi yang ada pada kamera saat ini sudah menghasilkan gambar dengan kualitas yang tajam dan juga lebih jernih dengan warna yang bisa di atur

Sehingga seperti yang kita ketahui saat ini, manusia yang memiliki pengetahuan dari Allah telah berdosa karena menentang Allah, sehingga membuat semua orang berdosa dan mereka harus

“Ya penting karena kalau secara genetik bisa lebih detail dan pencegahannya bisa jauh-jauh hari, kalau orang yang benar-benar aware kadang melihat ibunya kena kanker terus dia worry

Sheldon sendiri, 'Tidak ada kepribadian yang dapat dipahami tanpa mengetahui penampilan fisiknya, tidak ada fisik yang dapat dipahami tanpa mengetahui kepribadian yang terkait