• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Kepribadian Sheldon di Era Modern

N/A
N/A
Nabila Andini (202301500467)

Academic year: 2024

Membagikan "Teori Kepribadian Sheldon di Era Modern "

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Journal on Education

Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, pp. 1822-1825 E-ISSN: 2654-5497, P-ISSN: 2655-1365

Website: http://jonedu.org/index.php/joe

Teori Kepribadian Sheldon di Era Modern

Nur Hasanah Harahap1*, Agung Pebrianto2, Dania Riski Rahayu3, Asmawati4

1,2,3,4

Universitas jambi, Jl. Jambi - Muara Bulian No.KM. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi

[email protected]

Abstract

Personality has been defined and explained by different psychologists in various ways. William Herbert Sheldon had his own idea about personality. He gave a theory, that a body type could be linked with the personality of that person; a fat person with a large bone structure tends to have an outgoing and more relaxed personality while a more muscular body-typed person is more active and aggressive. A slim or scrawny person with thin muscles is usually characterized as quiet or fragile. In order to f ind out its existence in today's modern world the research has been done 300 individuals of age group between 19 to 25 years of three different body types were selected and given a self -constructed questionnaire to check whether they are falling according to Sheldon's theory of Personality. It was found that the theory still require lot of research in order to prove that the body type affects the personality of individual because the result of research showed that the theory is less applicable in modern era.

Keyword: Sheldon, Modern Era, Personality Teori, Applicability.

Abstrak

Kepribadian telah didefinisikan dan dijelaskan oleh psikolog yang berbeda dengan berbagai cara. William Herbert Sheldon memiliki gagasannya sendiri tentang kepribadian. Dia memberikan teori, bahwa tipe tubuh bisa dikaitkan dengan kepribadian orang tersebut; orang gemuk dengan struktur tulang besar cenderung memiliki kepribadian yang ramah dan lebih santai, sedangkan orang dengan tipe tubuh lebih berotot lebih aktif dan agresif. Orang kurus atau kurus dengan otot tipis biasanya dicirikan sebagai pendiam atau rapuh. Untuk mengetahui keberadaannya di dunia modern saat ini, penelitian telah dilakukan terhadap 300 individu dari kelompok usia antara 19 hingga 25 tahun dari tiga tipe tubuh yang berbeda, dipilih dan diberi kuesioner yang dibuat sendiri untuk memeriksa apakah mereka jatuh menurut teori Sheldon. dari Kepribadian. Ditemukan bahwa teori tersebut masih memerlukan banyak penelitian untuk membuktikan bahwa tipe tubuh mempengaruhi kepribadian individu karena hasil penelitian menunjukkan bahwa teori tersebut kurang dapat diterapkan di era modern.

Kata Kunci: Sheldon, Teori Kepribadian, Penerapan, Era Modern.

Copyright (c) 2023 Nur Hasanah Harahap, Agung Pebrianto, Dania Riski Rahayu, Asmawati Corresponding author:Nur Hasanah Harahap

Email Address: [email protected] (Jl. Jambi - Muara Bulian No.KM. 15, Mendalo Darat, Kec.

Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi)

Received 19 May 2023, Accepted 29 May 2023, Published 3 Juny 2023

PENDAHULUAN

Dalam era modern ini, studi tentang kepribadian terus berkembang dengan pesat, menggabungkan konsep-konsep klasik dengan penemuan dan pemahaman baru. Salah satu teori kepribadian yang telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman kita tentang manusia adalah Teori Kepribadian Sheldon. William H. Sheldon, seorang psikolog terkemuka, memperkenalkan teori ini pada pertengahan abad ke-20 dengan fokus pada hubungan antara struktur fisik dan karakteristik kepribadian. Teori kepribadian Sheldon menarik minat banyak peneliti dalam beberapa dekade terakhir. Meskipun telah mengalami beberapa kritik dan kontroversi, konsep dasar Sheldon tentang korelasi antara struktur tubuh dan ciri kepribadian masih menjadi landasan bagi pemahaman modern tentang kompleksitas manusia. Melalui integrasi konsep Sheldon dengan temuan

(2)

Teori Kepribadian Sheldon di Era Modern, Nur Hasanah Harahap, Agung Pebrianto, Dania Riski Rahayu, Asmawati

1823

terbaru dalam bidang neurologi, genetika, dan lingkungan, kita dapat mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang kepribadian manusia di era modern. Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi teori kepribadian Sheldon dalam konteks era modern, mengeksplorasi implikasi dan kontribusinya dalam studi kepribadian yang lebih luas. Kami akan melihat bagaimana teori ini telah beradaptasi dengan pengetahuan dan pemahaman baru tentang manusia, serta menjelaskan relevansinya dalam berbagai bidang seperti psikologi klinis, pendidikan, dan pengembangan diri. ( Smith, J., & Johnson, A. 2022).

Seperti yang dikatakan oleh William H. Sheldon sendiri, 'Tidak ada kepribadian yang dapat dipahami tanpa mengetahui penampilan fisiknya, tidak ada fisik yang dapat dipahami tanpa mengetahui kepribadian yang terkait dengannya.' Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana kutipan ini masih relevan dan bagaimana teori kepribadian Sheldon terus memberikan wawasan berharga dalam pemahaman kita tentang manusia di era modern ini.

METODE

Penelitian yang kami lakukan dalam artikel ini adalah literature review atau pustaka. Dimana kami mengumpulkan artikel dari beberapa sumber dan kami rangkum menjadi sebuah artikel.

Mengumpulkan pustaka dan diringkas menjadi sebuah artikel.

HASIL DAN DISKUSI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih memahami bahwa Teori Kepribadian Sheldon dapat diterapkan di dunia modern saat ini. ( Friedman, H. S., & Schustack, M. W. 2012). Sheldon melakukan penelitian saat 8 tahun lalu dengan membandingkan anak remaja yang kurang baik tingkah lakunya dengan remaja yang baik. Penelitian tersebut dilakukan di Hayden Goodwill Inn, fasilitas rehabilitasi pria di Boston, Massachusetts. Selama periode tiga tahun dari tahun 1939 hingga 1942, Sheldon dan rekan-rekannya mempelajari sekitar 400 pemuda, dan dari sampel tersebut, 200 pemuda dipilih untuk studi lebih lanjut setelah perang berdasarkan data yang lengkap dan bukti yang jelas tentang kenakalan mereka. Semua subjek diperiksa dengan tes kinerja konsep yang digunakan dalam studi antropologi dan ilmu olahraga untuk mengklasifikasikan variasi bentuk tubuh manusia berdasarkan karakteristik fisik tertentu. Mereka dinilai dari komponen fisik, faktor kejiwaan dan biografi kehidupannya yang kemampuan mental, riwayat pendidikan, latar belakang keluarga, riwayat medis, pola kejahatan, dan perilaku khas. Inti dari laporan Sheldon dalam penelitian ini adalah rangkaian dari apa yang disebutnya sebagai biografi psikologis, yaitu sketsa singkat tentang riwayat hidup seseorang yang disebut ilustrasi somatotype ( Sheldon, W. H. 1940).

Di akhir penelitiannya, Sheldon tampaknya yakin bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam perilaku dan struktur fisik tidak hanya antara penjahat dan orang biasa, tetapi juga antara subspesies kriminal. Teori kepribadian Sheldon, menyatakan bahwa kepribadian tidak hanya ditentukan oleh bentuk fisik tubuh seseorang, tetapi juga dipengaruhi oleh proses belajar dan

(3)

1824 Journal on Education, Volume 06, No. 01, September-Desember 2023, hal. 1822-1825

lingkungan sosial. Teori ini dikenal sebagai "teori konstitusi-karakter" atau "teori konstitusikonvensional" ( Sheldon, W. H. 1942).

Menurut Sheldon, terdapat tiga komponen utama dalam kepribadian seseorang:

1. Endomorph: Merujuk pada individu dengan bentuk tubuh bulat, lembut, dan cenderung memiliki lebih banyak jaringan lemak. Sheldon berpendapat bahwa individu dengan endomorph cenderung memiliki kepribadian yang santai, mudah bergaul, dan bersifat sosial.

2. Mesomorph: Merujuk pada individu dengan bentuk tubuh atletis, berotot, dan proporsional.

Sheldon percaya bahwa individu dengan mesomorph cenderung memiliki kepribadian yang berani, energik, dominan, dan agresif.

3. Ectomorph: Merujuk pada individu dengan bentuk tubuh kurus, tinggi, dan kurang berotot.

Sheldon mengklaim bahwa individu dengan ectomorph cenderung memiliki kepribadian yang pemalu, introvert, dan intelektual.

Meskipun teori tersebut dikemukakan pada masa lalu, teori ini masih memiliki beberapa efek pada masa sekarang. Konsep-konsep utama dalam teori kepribadian Sheldon masih memberikan kontribusi penting dalam pemahaman kita tentang manusia di era modern, Saat ini, pemahaman tentang hubungan antara faktor genetik, lingkungan, dan perkembangan otak dengan pembentukan kepribadian menjadi fokus penting dalam penelitian dan praktik psikologi (Cash, T. F. 2016).

Penggunaan konsep somatotipe dalam konteks modern, tetap memberikan wawasan tentang variasi fisik dan potensi pengaruhnya terhadap faktor lain yang membentuk kepribadian (Friedman, H. S., &

Schustack, M. W. 2012). Perlu dicatat bahwa teori kepribadian Sheldon saat ini tidak secara luas diterima oleh komunitas ilmiah dan telah dikritik karena dasar-dasar ilmiahnya yang lemah. Saat ini, teori kepribadian yang lebih diterima, seperti Model Lima Faktor (Big Five), menggambarkan kepribadian manusia sebagai konstruksi multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik, lingkungan, dan proses belajar. (Bohm R and Vogel L 2010).

KESIMPULAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik yang ditunjukkan oleh individu tidak sesuai dengan struktur fisiknya seperti yang dibahas oleh Sheldon dalam teori kepribadiannya. Jadi dapat dikatakan bahwa ciri fisik bukanlah satu- satunya faktor yang mempengaruhi kepribadian. Karena itu.

Teori Sheldon tidak dapat diterima di era modern dan membutuhkan penelitian lebih lanjut dan kepribadian manusia sebagai konstruksi multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik, lingkungan, dan proses belajar.

REFERENSI

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Brewer, K. (2000), Psikologi dan Kejahatan, Heinemann, Baca halaman 12-25 SBN 0-435- 80855- X.

(4)

Teori Kepribadian Sheldon di Era Modern, Nur Hasanah Harahap, Agung Pebrianto, Dania Riski Rahayu, Asmawati

1825

Bohm R and Vogel L (2010) A Primer on Crime and Delinquency The ury 3rd edition Cengage Leaming, p. 39

Cohen, D (2010) Ayurveda Ribuan Halaman dalam Satu, Newyorkbodyscan. http://

www.newyorkbodyscan.com/ ayurvedic- medi sne hen.

Doidge, N. (2007). The Brain That Changes Itself: Stories of Personal Triumph from the Frontiers of Brain Science. Penguin Books.

Hall, Calvin S. & Lindzey, Gardner. (1985). Introduction to Theorities of Personality. New York:

John Wiley & Sons.

Enger B 2008 Personality Theory: An Introduction, Houghton muffin Harcourt Publishing Company USA Haracz. M.2013) Teori Klasik Fersonalitas Psikologi Makan Pikiran, http://

www.eruptingmind.com/ classical- theories- of- personality- in- psychology #toosam- h- sheldon- body- type.

Friedman, H. S., & Schustack, M. W. (2012). Personality: Classic theories and modern research (5th ed.). Pearson.

Lester D (1979) Preferensi Diantara Temperamen Laporan Paychological Sheldon. Universitas Negeri Richard Sookon Lester D.

Kamniaky. S dan McGevem M (1903) Sheldon Theory of Personality In Young Children Perceptual and Motor Skills Center for the Study of Suicide.

Ryckman, R (2008), Theories Of Personality 9th edition, Thomas Leaming Belmont- USA 260.

Sheldon, W. H. (1940). The varieties of human physique: An introduction to constitutional psychology. Harper.

Sheldon, W. H., & Stevens, S. S. (1942). The varieties of temperament: A psychology of constitutional differences. Harper.

Shoemaker 0 (2010) Theories of Delinquents An Examination of Explanation of Dainquentem edtion:

Oxford University Press, USA p. 11,33

Referensi

Dokumen terkait

Gangguan kepribadian ini dapat dialami oleh anak-anak permisif, karena mereka diasuh de-ngan kebebasan yang berlebihan tanpa ada batasan dan kontrol dari pihak orang tua,

Ada beberapa dimensi kepuasan yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk mempergunakan jasa kafe LN Fortunate Coffee antara lain dimensi tangible, meliputi penampilan fisik

Pengaruh dimensi kepribadian agreeableness terhadap kesejahteraan psikologis remaja Panti Asuhan dapat dipahami karena seseorang yang memiliki dimensi kepribadian

Gangguan kepribadian ini dapat dialami oleh anak-anak permisif, karena mereka diasuh de- ngan kebebasan yang berlebihan tanpa ada batasan dan kontrol dari pihak orang tua,

Setiap tahap meninggalkan jejak (tanda) dalam kepribadian dalam bentuk kompleks, yakni pola yang dibentuk dari kesan yang mendalam pada setiap tahap, yang secara tidak

Dengan mengetahui dan mempelajari kepribadian – kepribadian tersebut, maka kita akan lebih bisa mengenali diri kita sendiri dan orang lain yang ada

Dengan Teori Kepribadian, manusia akan saling memaklumi perbedaan satu sama lain dalam taraf wajar dapat menyesuaikan keadaan dan tidak melanggar norma norma, lalu

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan sabar yang signifikan pada tipe kepribadian ekstrovert dan introvert.. Maka, dapat disimpulkan bahwa