• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Dan Peranan Ilmu Pengetahuan Te

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hubungan Dan Peranan Ilmu Pengetahuan Te"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Hubungan Dan Peranan Ilmu Pengetahuan Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu yang Diampu oleh Drs.Abbas Kaluku, M.Pd

Disusun oleh

Supriono K. Bulukaya (411416064) Fikram radjiku (4114166034)

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

(2)

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya, makalah Hubungan Dan Peranan Ilmu Pengetahuan Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional.

Dapat terselesaikan tanpa suatu halangan apapun. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah filsafat ilmu. Di samping itu penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembacanya guna mengetahui dan memahami pengembangan peserta didik.

Ucapan terima kasih kepada bapak Drs.Abbas Kaluku, M.Pd. selaku dosen mata kuliah filsafat ilmu, serta pihak–pihak yang telah memberi dukungan dalam penulisan makalah ini.

Seperti pepatah yang mengatakan “Tak ada gading, yang tak retak” penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, guna kesempurnaan makalah ini penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.

Gorontalo, Februari 2018

(3)

Daftar Isi

Kata Pengantar... Daftar Isi... Bab I Pendahuluan... 1.1 Latar Belakang Masalah... 1.2 Rumusan Masalah... 1.3 Tujuan Penulisan...

Bab II Pembahasan... 2.1 Pembahasan...

2.1.1 Ilmu Dan

Masyarakat... ...

2.1.2 Pengertian Dan Unsur-Unsur

Kebudayaan...

2.1.3 Pengaruh Timbal Balik Antara Ilmu Dan Kebudayaan... 2.1.4 Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional...

(4)

Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah

Pada masa lampau kedudukan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari – hari belum dapat dirasakan. Ilmu sama sekali tidak memberikan pengaruhnya terhadap masyarakat.

Namun, dewasa ini ilmu menjadi sangat berguna dalam kehidupan sehari – hari, seolah manusia sekarang ini tidak dapat hidup tanpa ilmu pengetahuan. Kebutuhan manusia yang paling sederhana pun sekarang memerlukan ilmu, misalnya kebutuhan pangan, sandang dan papan, sangat tergantung dengan ilmu, meski yang paling sederhana pun.

Dengan demikian, ilmu pada dewasa ini mengalami fungsi yang berubah secara radikal, dari tidak berguna sama sekali dalam kehidupan praktis menjadi “ tempat tergantung ” kehidupan manusia. Penemuan – penemuan secara empiris memberikan kemungkinan baru yang ternyata ada gunanya dalam praktis. Ilmu yang semula rasional – empiris menjadi rasional ekperimental. Dengan demikian, ilmu mempunyai akibat yakni berguna dalam kehidupan masyarakat.

(5)

Maka dari itu, dalam makalah ini akan diuraikan tentang bagaimana hubungan dan peranan ilmu pengetahuan terhadap pengembangan kebudayaan Nasional, agar dapat digunakan sebagai acuan untuk lebih memperdalam ilmu pengetahuan, sehingga kebudayaan Nasional pun dapat berkembang dengan sempurna.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa itu Ilmu Dan Masyarakat?

2. Apa Pengertian Dan Unsur-Unsur Kebudayaan?

3. Bagaimana Pengaruh Timbal Balik Antara Ilmu Dan Kebudayaan?

4. Bagaimana Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional? 5. Apa Strategi Kebudayaan?

1.3. Tujuan

1. Mengetahui Ilmu Dan Masyarakat

2. Mengetahui Pengertian Dan Unsur-Unsur Kebudayaan

3. Memahami Pengaruh Timbal Balik Antara Ilmu Dan Kebudayaan

4. Memahami Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional 5. Mengetahui Strategi Kebudayaan

(6)

Pada masa lampau kedudukan ilmu dalam kehidupan sehari-hari belum dapat dirasakan. Ilmu sama sekali tidak memberikan pengaruhnya terhadap masyarakat. Ungkapan Aristoteles tentang ilmu “umat manusia menjamin urusannya untuk hidup sehari-hari, barulah ia arahkan perhatiannya kepada ilmu pengetahuan”.

Dewasa ini, manfaat dari hadirnya ilmu sangat dirasakan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah manusia sekarang tidak dapat hidup tanpa ilmu pengetahuan. Kebutuhan manusia yang paling sederhana pun sekarang memerlukan ilmu, misalnya kebutuhan pangan, sandang dan papan, sangat tergantung dengan ilmu. Maka kegiatan ilmiah dewasa ini berdasarkan pada dua keyakinan berikut:

1. Segala sesuatu dalam realitas dapat diselidiki secara ilmiah, bukan saja untuk mengerti realitas dengan baik, melainkan juga untuk menguasainya lebih mendalam menurut segala aspeknya.

2. Semua aspek realitas membutuhkan juga penyelidikan primer, seperti air, makanan, udara, cahaya, kehangatan, dan tempat tinggal tidak akan cukup tanpa penyelidikan itu.

Dengan demikian, ilmu pada dewasa ini mengalami fungsi yang berubah secara radikal, dari tidak berguna sama sekali ke dalam kehidupan praktis menjadi “tempat tergantung” kehidupan manusia.

2.1.2. Pengertian Dan Unsur-Unsur Kebudayaan

(7)

Definisi kebudayaan dari para ahli sangat beragam, sehingga pemilihan definisi kebudayaan dari para ahli baik dari budayawan Indonesia ataupun dari luar Indonesia

a. Ki Hajar Dewantoro

Kebudayaan berarti budi daya manusia atau hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat) yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam hidup dan penghidupannya untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

b. Sutan Takdir Alisyahbana

Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir sehingga menurutnya pola kebudayaan itu sangat luas sebab semua tingkah laku dan perbuatan tercakup di dalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir termasuk di dalamnya perasaan. Karena perasaan juga merupakan maksud dari pikiran.

c. Koentjoroningrat

Kontjoroningraat berpendapat bahwa kebudayaan adalah keseuruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

d. A. L. Kroeber dan C. Kluckhohn

A. L. Kroeber dan C. Kluckhohn dalam bukunya culture a critical review of consepts and definitions mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas – luasnya.

(8)

Malinowski menyebutkan bahwa kebudayaan pada prinsipnya berdasarkan atas berbagai sistem kebutuhan manusia. Tiap tingkat kebutuhan itu menghadirkan corak budaya yang khas. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan keselamatannya, maka timbul kebudayaan yang berupa perlindungan, yakni seperangkat budaya dalam bentuk tertentu, seperti lembaga kemasyarakatan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah suatu pencapaian yang khas dalam bidang – bidang sosial, politik, ekonomi, intelek, seni, agama dari suatu kelompok manusia

Unsur kebudayaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan sebagai satuan analisis tertentu. Menurut C. Kluckhohn ada tujuh unsur dalam kebudayaan. Masing–masing unsur kebudayaan itu antara lain :

1. Sistem religi dan upacara keagamaan. Merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan yang luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Maha Besar. Oleh karena itu, manusia takut sehingga menyembah-Nya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama. 2. Sistem organisasi kemasyarakatan merupakan produk dari manusia

sebagai homo socius. Manusia menyusun organisasi kemasyarakatan yang merupakan tempat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Misal, gotong royong, dsb.

3. Sistem pengetahuan merupakan produk dari manusia homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri , di samping itu dapat juga dari pemikiran orang lain.

(9)

tanam, kemudian beternak, lalu mengusahakan kerajinan, berdagang, manusia makin dapat mencukupi kebutuhannya yang terus meningkat. 5. Sistem teknologi dan peralatan merupakan produksi dari manusia sebagai

homo homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas serta dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat menciptakan sekaligus mempergunakan suatu alat.

6. Bahasa merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode), yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan.

7. Kesenian merupakan hasil dari manusia sebagai homo esteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka manusia perlu dan selalu mencari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya. Manusia semata – mata tidak hanya memenuhi kebutuhan isi perut saja, tetapi mereka perlu juga pandangan mata yang indah serta suara yang merdu. Semuanya itu dapat dipenuhi melalui kesenian.

Wujud kebudayaan yang menjadi isi (curriculum) pendidikan dikenal sebagai ilmu pengetahuan (knowledge). Karena luasnya scope kebudayaan dibandingkan dengan keterbatasan waktu, fasilitas dan tenaga pendidikan, maka demi suksesnya fungsi pendidikan harus ada ketetapan unsur kebudayaan apa yang urgen di pendidikan. Program pendidikan dibatasi oleh tujuan yang hendak dicapai sebagai target. Demikian pula kemampuan dan minat individual, membatasi bidang apa yang hendak yang dipilih seseorang sebagai lapangan pendidikannya. Faktor–faktor inilah yang melahirkan bidang – bidang atau jurusan–jurusan pendidikan atau keahlian seseorang.

2.1.3. Pengaruh Timbal Balik Antara Ilmu Dan Kebudayaan

(10)

bagian dari pengetahuan dengan sendirinya juga merupakan salah satu unsur kebudayaan.

Kecuali ilmu merupakan unsur dari kebudayaan, antar ilmu dan kebudayaan ada hubungan timbal - balik. Perkembangan ilmu tergantung pada perkembangan kebudayaan, sedangkan Perkembangan ilmu dapat memberikan pengaruh pada kebudayaan . Keadaan sosial dan kebudayaan, saling tergantung dan saling mendukung. Pada beberapa kebudayaan, ilmu dapat berkembang dengan subur. Di sini ilmu mempunyai dua peran ganda:

1. Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung perkembangan kebudayaan,

2. Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukan watak bangsa. 2.1.4. Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional

Menurut surajiyo (2007:140) Pengembangan kebudayaan Nasional pada hakikatnya adalah perubahan dari kebudayaan yang sekarang ini bersifat konvensional ke arah situasi kebudayaan yang lebih mencerminkan aspirasi tujuan Nasional. Langkah – langkah yang sistematik menurut Endang Daruni Asdi (1991), adalah sebagai berikut :

1. Ilmu dan kegiatan keilmuan disesuaikan dengan kebudayaan yang ada dalam masyarakat kita, dengan pendekatan edukatif dan persuasif yang menghindari konflik – konflik, bertitik tolak dari reinspretasi nilai yang ada dalam argumentasi keilmuan.

2. Menghindari scientisme dan pendasaran terhadap akal sebagai satu-satunya sumber kebenaran.

3. Meningkatkan integritas ilmuwan dan lembaga keilmuan, dan melaksanakan dengan konsekuen kaidah moral kegiatan keilmuan.

4. Pendidikan keilmuan sekaligus dikaitkan dengan pendidikan moral. Etika dalam kegiatan keilmuan mempunyai kaidah imperatif.

(11)

2.1.5. Strategi Kebudayaan

Menurut Syam ( 1988: 67 ) Strategi kebudayaan merupakan upaya bagaimana menangani kebudayaan khususnya di Indonesia yang beragam budaya. Politik pembinaan kebudayaan Nasional ada baiknya kita selalu berpegang pada asa Tri-kon dari Ki Hadjar Dewantara, yaitu :

1. Asas konsentrasi, bahwa pengembangan kebudayaan harus berpusat (consentrasi) pada kebudayaan Nasional, Social-heritage yang diwarisi dari generasi sebelumnya.

2. Asas konvergensi, bahwa hukum perkembangan itu ialah kerja sama antara faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam ialah sosio-kultural yang sudah berakar. Sedang faktor luar ialah menerima unsur – unsur kebudayaan luar (asing) dengan prinsip selektif. Politik “pintu terbuka” dengan “sensor” ini baik dengan komunikasi aktif, maupun karena pengaruh – pengaruh antar hubungan pergaulan bangsa kita dengan bangsa–bangsa lain yang kurang disadari (pasif).

3. Asas kontinuitas, bahwa perkembangan yang terpusat pada kebudayaan Nasional itu, dengan menerima kebudayaan luar secara selektif akan berlangsung terus–menerus.

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan Nasional Indonesia yang disebutnya Kebudayaan Indonesia Raya harus diciptakan sebagai sesuatu yang baru dengan mengambil banyak unsur dari kebudayaan Barat. Unsur tersebut antara lain adalah teknologi, orientasi ekonomi, keterampilan berorganisasi, dan ilmu pengetahuan. Adapun Sanusi Pane berpendapat bahwa kebudayaan Nasional Indonesia sebagai kebudayaan Timur harus mementingkan kerohanian, perasaan, dan gotong royong. Oleh karena itu, manusia Indonesia tidak boleh melupakan sejarahnya. Menurut Slamet Sutrisno ada lima langkah strategi, yakni sebagai berikut :

(12)

b) Progresivitas, berarti maju. Progresivitas dalam kebudayaan mengandung pengertian bahwa kebudayaan harus bergerak maju sehingga harus mengarah ke masa depan

c) Sistem pendidikan di Indonesia harus mampu menanamkan kebudayaan sosial. Oleh karena itu, nilai – nilai pelajaran sejarah kebudayaan yang sifatnya humaniora perlu diberikan kepada pelajar maupun mahasiswa, agar mereka memperoleh pengertian yang benar dan tepat tentang kebudayaan.

d) Kebijaksanaan bahasa Nasional, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di Indonesia, melalui bahasa Nasional tersebut telah dilakukan komunikasi yang baik dan efektif dalam menunjang persatuan.

e) Sosialisasi Pancasila sebagai dasar Negara melalui Pendidikan Moral Pancasila di sekolah dasar, menengah, dan mata kuliah Pancasila di Perguruan Tinggi.

Selain kelima langkah di atas, perlu satu langkah lagi yang esensial, yakni mengikutkan rakyat sebab rakyat yang merupakan sumber kekuatan, rakyat merupakan pendukung kebudayaan, dan untuk rakyat juga semua ini dilakukan. Dari kehidupan rakyatlah dapat diperoleh sumber budaya atau ilham bagi pencipta kebudayaan, sehingga kebudayaan yang diciptakan dapat mengakar pada rakyat.

BAB II Penutup 3.1. Kesimpulan

(13)

dilandasi oleh ilmu, agar kebudayaan yang ada tersebut dapat berkembang seperti yang seharusnya. Sebaliknya, ilmu itu tidak akan dapat berkembang tanpa diiringi oleh kebudayaan.

Di Negara Indonesia ada beberapa kalangan tertentu yang memisahkan ilmu menjadi dua bagian, yakni : Ilmu alam dan Ilmu sosial. Tapi dalam kenyataannya ilmu itu tidak boleh dipisahkan karena itu bisa menjadi hambatan psikologi dan intelektual demi perkembangan keilmuan di negara Indonesia. Perbedaan paham ini tidak boleh kita biarkan dan harus dihindari, kita harus segera mencari solusi yang terbaik agar perbedaan itu tidak menjadi penghambat perkembangan budaya Nasional negara kita.

3.2. Saran

Penyusun mengakui makalah ini jauh dari kata sempurna oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun dari dosen pengampu dan rekan-rekan supaya kami bisa lebih baik lagi, dan untuk menambah pengetahuan kami tentunya.

Daftar Pustaka

Surajiyo. 2007. “Hubungan dan Peranan Ilmu terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional”. http://research.mercubuana.ac.id/?p=84. Di akses online 01 Februari 2018

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Silahkan kunjungi link forgot password baru bisa download aplikasi perekam video merupakan fitur yang digunakan sebagai owner ingin anda bisa kamu miliki untuk melakukan beberapa

APLIKASI PENUNJUKAN LOKASI HALTE BUSWAY DENGAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan) Dengan Hak Bebas Royalti ini Universitas

Berakhirnya perjanjian tidak diatur tersendiri dalam undang-undang, tetapi dapat disimpulkan dari beberapa ketentuan dalam undang-undang.. Dengan pihak sendiri dapat

Penyebab terbanyak peritonitis akut adalah akibat rupture appendiks dengan presentase 15,9% dari seluruh etiologi yang termasuk dalam peritonitis akut dengan jumlah

Dokumen Rencana Strategis Kecamatan Ciasem Tahun 2018-2023 merupakan dokumen resmi perencanaan satuan kerja perangkat daerah untuk 5 (lima) tahun kedepan, yang

Hasil studi ini sejalan dengan studi yang telah dilakukan oleh Batubara, Ginting & Lubis (2014), Lestari (2012), dan Andayani (2016) pada variabel kepuasan pelanggan

Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat menonton iklan WeChat mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

41 tahun 1999 hutan memiliki pengertian sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan