iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjat kan kepada Tuhan YM E at as t erselenggaranya kegiat an Seminar Tahunan Ke-1 Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan t ahun 2012 yang merupakan kerjasama dari Balai Besar Penelit ian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan (BBP4BKP), Badan Penelit ian dan Pengembangan Kelaut an dan Perikanan, Kement erian Kelaut an dan Perikanan dengan Fakult as Perikanan dan Ilmu Kelaut an, Universit as Diponegoro. Seminar Nasional ini merupakan w adah unt uk menyebarluaskan hasil-hasil lit bang yang t elah dilakukan baik oleh lembaga lit bang maupun oleh perguruan t inggi, t erut ama lit bang di bidang biot eknologi kelaut an dan perikanan.
M akalah yang dipresent asikan dalam seminar ini selanjut nya dit erbit kan dalam Prosiding Seminar Tahunan ke-1 Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan. Dengan demikian informasi t ersebut akan t erdokument asi dengan baik sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas. M akalah t elah mengalami proses edit ing format dan subst ansial sebelum penerbit annya. Penyelenggaraan seminar nasional biot eknologi kelaut an dan perikanan ini diharapkan dapat menjembat ani komunikasi ant ara penelit i di bidang biot eknologi dengan penggunanya. Unt uk mencapai hasil yang maksimal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya ke masyarakat , kegiat an ini akan diselenggarakan secara berkala bekerja sama dengan perguruan t inggi di seluruh Indonesia.
Akhir kat a, kami mengucapkan t erima kasih kepada seluruh pihak yang t erlibat dalam penyelenggaraan seminar sampai dengan penerbit an Prosiding Seminar Nasional Tahunan ke-1 Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan.
Kepala Balai Besar Lit bang Pengolahan Produk dan Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan
iv
SAM BUTAN KETUA PANITIA
Puji syukur kami panjat kan kehadirat Allah SW T at as t erselenggaranya kegiat an Seminar nasional Tahunan Ke-1 Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan t ahun 2012 yang merupakan kerjasama dari Balai Besar Penelit ian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan (BBP4BKP), Badan Penelit ian dan Pengembangan Kelaut an dan Perikanan, Kement erian Kelaut an dan Perikanan dengan Fakult as Perikanan dan Ilmu Kelaut an, Universit as Diponegoro, Research Cent er M BRD, Forum Biofarmasi Kelaut an Indonesia.
Seminar nasional Tahunan ke-1 Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan mencakup beberapa bidang yakni : Bahan alam, Budidaya, Pasca panen dan Pengolahan, Keamanan pangan dan lingkungan, Biodiversit as Sumberdaya hasil Laut dan Bioenergi. Seminar Nasional ini merupakan w adah unt uk menyebarluaskan hasil-hasil lit bang yang t elah dilakukan baik oleh lembaga lit bang maupun oleh perguruan t inggi, t erut ama lit bang di bidang biot eknologi kelaut an dan perikanan. Pesert a seminar dan w orkshop berasal dari perguruan t inggi, research cent er, dan lembaga penelit ian dari w ilayah Jaw a, Sulaw esi, Kalimant an, Papua, Bali, Sumat era. Jum lah makalah sekit ar 80 dengan pesert a sebagai pemakalah oral sebesar 75% dan post er 25%.
M akalah yang dipresent asikan dalam seminar ini selanjut nya dit erbit kan dalam Prosiding Seminar Nasional Tahunan ke-1 Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan. M akalah t elah mengalami proses review oleh pakar yang berkompet en, edit ing format dan subst ansial sebelum penerbit annya. Penyelenggaraan seminar nasional biot eknologi kelaut an dan perikanan ini diharapkan dapat menjembat ani komunikasi ant ara penelit i di bidang biot eknologi dengan penggunanya. Keberadaan prosiding ini diharapkan dapat sebagai pusat informasi dan akan t erdokument asi dengan baik sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas.
Akhir kat a, kami mengucapkan t erima kasih at as semua part isipasi pesert a seminar nasional yang t elah secara maksimal memberikan kont ribusi manfaat yang sebesar-besarnya ke masyarakat , juga kepada seluruh pihak yang t erlibat dalam penyelenggaraan seminar sampai dengan penerbit an Prosiding Sem inar Nasional Tahunan ke-1 Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan.
Semarang, 28 Februari 2013 Ket ua Panit ia
v
SUSUNAN PANITIA W ORKSHOP DAN SEM INAR NASIONAL BIOTEKNOOGI
KELAUTAN DAN PERIKANAN 2012
Pelindung:
- Dekan Fakult as Perikanan dan Ilmu Kelaut an Undip
- Kepala Badan Penelit ian dan Pengembangan Kelaut an dan Perikanan Pengarah:
- PD I Fakult as Perikanan dan Ilmu Kelaut an Undip
- Kepala Bidang Pelayanan Teknis Balai Besar Penelit ian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan
Ket ua Panit ia : Tri Winarni Agust ini, M .Sc., Ph.D.
vi Seksi Edit or:
- Dr. Front hea Sw ast aw at i, M .Sc. (Koordinat or) - Dr. Agus Hart oko, M .Sc.
- Dr. Agus Triant o, M Sc - Dr. Ekow at i Chasanah - Dr. M . Nursid
- Nurahm i Dew i Fajarningsih, M .Biot . - Endar M arraskurant o, M .Si.
- Hedi Indra Januar, M .Si. Konsumsi:
- Ir. Hadi Endraw at i, DEA (Koordinat or) - Dr. Suryant i, M .Si.
- Ir. Nirw ani, M .Si.
xv
DAFTAR ISI
Kat a Pengant ar... iii
Sambut an Ket ua Panit ia ... iv
Susunan Panit ia W orkshop dan Sem inar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Perikanan 2012 ... v
Susunan Acara... vii
Daft ar Isi ... xv
Keynot e Speaker I Prof. Ant hony D. Wright , PhD ... 1
Keynot e Speaker II Prof. Ir. M aggy T. Suhart ono, PhD ... 9
Kinet ika Reaksi Depolimerisasi Karaginan dengan Kat alisat or Asam Sulfat unt uk Aplikasi Biomedis Aji Praset yaningrum , Inggrid K. W . , S. Badres, Y. Dinarianasari, Noviant o D. K. ... 17
Kajian Pot ensi Akt ifit as Ant ioksidan Ekst rak Rumput Laut Sargassum sp. dari Pant ai Kukup Kabupat en Gunungkidul
Produk Alam dari M angrove: Sumber, Bioakt ivit as dan Kim iaw i unt uk Kepent ingan Biofarmat ika Escherichia coli dan St aphylococcus aureus Sit i Nur Laely Fat hra, W idodo Farid M a’ruf, Laras Rianingsih ... 70
Perilaku Seksual dan Kadar Test ot eron Darah Tikus Put ih (Rat t us norvegicus) St rain Wist ar Akibat Pemberian Pakan Gonad Bulu Babi (Diadem a set osum ) Delianis Pringgenies, W inant o Yoram , Ali Ridho ... 81
xvi Preparing Procedure of St rept ococcus agalact iae for M ult ilocus Sequence
Analysis
Angela M ariana Lusiast ut i, Helga Seeger, M ichael Zschöck ... 105
Analisis Fungsional dan Kloning Prom ot er
-Act in Ikan M asAndi Aliah Hidayani, Odang Carm an, Alim uddin ... 111
Pengaruh Perbedaan Int ensit as Cahaya t erhadap Kelim pahan Zooxant hella pada Dua Koloni Karang (Branching dan Digit at e) di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu
Achm ad Fachrurrozie, M uft i Pet ala Pat ria, Riani W idiart i ... 121
Keragaan Udang Hias Red Cherry (Neocaridina Het eropoda) dengan Pemberian Pakan Berbeda
I W ayan Subam ia, Yogi Him aw an ... 130
Kajian Bioekologi Udang Galah (M acrobrachium rosenbergii) di Habit at Raw a Sumat era Selat an
Ferdinand Hukam a Taqwa, Ade Dw i Sasant i, A.K. Gaffar, Tanbiyaskur ... 138
Produksi Bioet anol dari Crude Selulosa Limbah Alginat dan Limbah Agar M enggunakan Bakt eri Pseudom onas Fluorescens dan Yeast Saccharom yces
Cerevisiae
I M ade Susi Eraw an, Sugiyono, Put ri W ullandari ... 149
Rekayasa Budidaya Kepit ing Bakau M elalui M anipulasi Penggunaan Ekst rak Bayam dan M angrove sebagai Shelt er unt uk Peningkat an Produksi Kepit ing Bakau (Scylla
paramam osain)
Ist iyant o Sam idjan... 161
Pot ensi Rum put Laut sebagai Sumber Immunonut risi pada Budidaya Perikanan : Kasus Eksperimen Hot W at er Ext ract Caulerpa sp. dan Sargassum pada Udang Vannamei (Lit openaeus vanam ei)
Subagiyo, W ilis Ari Set yat i, Dyah Ism i Fat ichah... 170
Pot ensi Limbah Hasil Pengolahan Rum put Laut (Alginat dan Agar) unt uk Produksi Bioet anol
Rodiah Nurbaya Sari, Gunawan, I. M ade Susi Eraw an ... 180
Analisa Pert umbuhan dan Efek Het erosis Benih Hibrid Nila Larasat i Generasi 5 (F5) Hasil Pendederan I – III
Agus Arif Rahm an, Fajar Basuki ... 196
Peningkat an M ut u Daging Ikan Bandeng dengan Chromanone Deamina
Sum ardi, Laksm i Hart ayanie ... 205
Analisis Performa Benih Fenot ip dan Genot ip Nila Pandu Dan Kunt i F3
Fajar Basuki, Sri Rejeki ... 214
Dist ribusi Anat omis Fikot oksin pada Kerang Hijau (Perna viridis) dari Kaw asan Budidaya Kerang Hijau Kamal M uara, Jakart a Ut ara
xvii Penelit ian Kandungan Asam Lemak M ikroalga Spirulina plat ensis
Sri Am ini, Sugiyono ... 232
Peluang Bioremedian Alam i dari Limbah Cair Indust ri Perikanan
Devi Am barw at y Okt avia ... 237
Penggunaan Pupuk Cair Ikan Lemuru dalam Kult ivasi Spirulina Plat ensis t erhadap Kandungan Karot enoid dan Klorofil
Endang Dew i M asit hah, Sapt o Andriyono, Galuh Pram usint a, Boedi Set ya Rahardja . 249
Det eksi Kandungan Fikot oksin pada Kerang Hijau (Perna viridis l.) di Lokasi Budidaya Kerang Hijau Kalibaru, Cilincing, Jakart a Ut ara
Nit a Kurnia Sari, Riani W idiart i, Yasm an ... 260
Sifat Fungsional Prot ein Spirulina plat ensis
Albert a Rika Prat iw i, Laksm ie Hart ayani, Aurelia Tabit a ... 270
Rekayasa Proses Pengolahan Ikan Seluang (Rasbora Sp) sebagai Nut raceut ical
Hest y Heryani ... 279
Isolasi dan Skrining Bakt eri Asam Lakt at Penghasil Bakt eriosin sebagai Bahan Pengaw et Alami yang Aman
Rom adhon, Subagiyo, Sebast ian M argino ... 285
Uji St abilit as dan Konsent rasi Ekst rak Kasar Fikobiliprot ein M ikroalga Spirulina
plat ensis pada Suhu Inkubasi Berbeda
Ervia Yudiat i, Shofa Fariha... 299
Kajian Pot ensi Akt ivit as Ant ioksidan Rumput Laut Caulerpa racem osa dari Pant ai Sundak Kabupat en Gunungkidul
Arief Kurniaw an, Eko Nurcahya Dew i, Tri W inarni Agust ini... 310
Uji Bioakt ivit as Ekst rak Teripang Pasir (Holot huria scabra) Terhadap Jamur Candida
albicans
Eunike Noviana Pranot o, W idodo Farid M a’ruf, Delianis Pringgenies ... 323
Kajian Pigmen Chlorella Vulgaris dan Dunaliella salina pada Umur Panen yang Berbeda
Ridho Ariyant o, W idodo Farid M a’ruf, Eko Nurcahya Dew i ... 333
Akt ivit as Ant ijamur Senyaw a Bioakt if Ekst rak Gelidium lat ifolium t erhadap Candida
albicans
Rosiska Lut fiyant i, W idodo Farid M a’ruf , Eko Nurcahya Dew i ... 343
Kajian Penambahan Karbondioksida (CO2) sebagai Opt imasi Produksi Tot al Lipid pada M ikroalga Nannochloropsis oculat a
Puji Norbaw a, Ervia Yudiat i dan Andre Okfan ... 353
Kandungan Logam Berat Tim bal (Pb) pada Air, Subst rat dan Daging Kerang Darah (Anadara granosa) di Teluk Lada Perairan Selat Sunda
xviii Aplikasi Nat rium Alginat sebagai Barrier t erhadap Oksidasi Lemak dan Kont aminasi
M ikroba Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) Asap
Inayat ul Khofifah, Front hea Sw ast aw at i, Laras Rianingsih... 373
Analisis Finansial Desalinasi Air Laut unt uk M emenuhi Kebut uhan Air Bersih M asyarakat Pesisir
M ira ... 383
Hist opat ologi Kulit Ikan Gurami (Osphronem us gouram y) akibat Infest asi Lernaea
cyprinacea
Put ri Desi W ulan Sari, Gunant i M ahasri, Set iaw an Koesdart o... 391
Dampak Infest asi Ekt oparasit Argulus japonicus t erhadap Pert umbuhan Ikan M askoki (Carassius aurat us)
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
310
KAJIAN POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN RUM PUT LAUT
Caulerpa racemosa
DARI PANTAI SUNDAK KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Arief Kurniaw an1, Eko Nurcahya Dew i 2, Tri W inarni Agust ini2 1
M ahasisw a program St udi Teknologi Hasil Perikanan Fakult as Perikanan dan Ilmu Kelaut an Universit as Diponegoro
2
St af Pengajar Fakult as Perikanan dan Ilmu Kelaut an Universit as Diponegoro
ABSTRAK
Caulerpa racem osa merupakan salah sat u jenis alga hijau yang memiliki kandungan
nut risi yang sangat t inggi. Caulerpa racemosa yang berasal dari perairan pant ai selat an diduga mengandung senyaw a bioakt if ant ioksidan yang t inggi sepert i senyaw a fenolik, pigmen dan vit amin. Penelit ian ini bert ujuan unt uk menget ahui ada at au t idaknya pot ensi akt ivit as ant ioksidan dari ekst rak Caulerpa racem osa dan menget ahui senyaw a yang dominan t erhadap kandungan ant ioksidan. Penelit ian ini bersifat experim ent al
laborat ories menggunakan desain penelit ian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan
perlakuan t iga jenis pelarut yang berbeda t ingkat kepolaran. Hasil penelit ian didapat kan akt ivit as ant ioksidan t ert inggi t erdapat pada ekst rak et il aset at dengan nilai IC50 = 180,290 ppm. Hasil uji skrining fit okim ia didapt kan bahw a senyaw a alkaloid dan senyaw a fenolik t erdapat dalam semua jenis ekst rak Caulerpa racem osa. Kadar fenolik t ot al t ert inggi t erdapat pada ekst rak et il aset at sebesar 70,222 mg GAE/ g ekst rak, kadar klorofil a, klorofil b dan karot enoid t ert inggi pada ekst rak et il aset at yait u 3,117 mg/ g sampel; 2,246 mg/ g sampel; dan 2,748 mg/ g sampel. Caulerpa racem osa berpot ensi sebagai ant ioksidan alami, ant ioksidan yang dihasilkan bersifat semi polar, dan senyaw a yang dominan dari kandungan ant ioksidan adalah senyaw a fenolik, klorofil a dan karot enoid.
Kata Kunci: Caulerpa racem osa, Ant ioksidan, DPPH, Fenolik, Klorofil, Karot enoid
PENDAHULUAN
Bahan pangan sekarang ini banyak menggunakan ant ioksidan sint et is, dimana zat
sint et is t ersebut akan t eroksidasi di dalam t ubuh sehingga dapat memicu t erbent uknya
radikal bebas. M olekul radikal bebas sangat mudah bereaksi dengan molekul lain dengan
cara mengoksidasi sehingga dapat berpengaruh negat if t erhadap t ubuh ant ara lain
mengakibat kan kerusakan lipida, prot ein, DNA dan membran sel. Kerusakan-kerusakan
t ersebut dapat memicu t imbulnya penyakit degenerat if sepert i kanker, diabet es, dan
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
311
Usaha unt uk mengat asi masalah t ersebut adalah menggant i zat ant ioksidan sint et is
dengan zat ant ioksidan yang bersifat alam i. Ant ioksidan alami adalah ant ioksidan yang
diekst rak dari bahan-bahan alami, sepert i t umbuh-t umbuhan.
Beberapa penelit ian menunjukkan bahw a alga laut memiliki pot ensi sebagai
penghasil senyaw a ant ioksidan. Salah sat u jenis alga laut yang juga dapat dijadikan
sumber ant ioksidan alami adalah C. racem osa. Rumput laut ini t erdapat di perairan
Indonesia. C.racem osa merupakan salah sat u jenis alga hijau yang belum banyak
dimanfaat kan kandungan ant ioksidannya.
C. racemosa yang berasal dari perairan pant ai selat an diduga mengandung senyaw a
bioakt if ant ioksidan yang t inggi sepert i senyaw a fenolik, klorofil dan karot enoid. Hal ini
dikarenakan kondisi perairan sepert i arus, gelombang, int ensit as cahaya dan pasang surut
yang t inggi.
M ETODE PENELITIAN
Bahan dan Alat
Penelit ian ini menggunakan bahan ut ama C. racem osa yang diambil dari Pant ai
Sundak Gunungkidul Yogyakart a. Bahan pelarut yang digunakan adalah n-heksan (t eknis),
et il aset at (t eknis) dan met hanol (t eknis). Bahan kimia lain yang digunakan adalah
kloroform , DPPH, aquades, logam M g, HCl, CH3COOH, H2SO4, pereaksi M ayer, reagen
Folin-Ciocalt eu, nat rium karbonat , asam galat , kert as label, dan aluminium foil.
Alat yang digunakan pada penelit ian ini adalah Solar Tunnel Dryer, Rot ary
evaporat or, bot ol vial, Sprayer, plat TLC Silika Gel GF254 dari M ERCK, Labu Erlenm eyer,
chamber+t ut up, t imbangan analit ik, pipet ukur, pipet t et es, M ikropipet , t abung reaksi,
t abung sent rifuge, sent rifuge, spekt rofot omet er UV-Vis (Shim adzu), corong, labu Round
bot t om Flask, cuvet dan rak t abung reaksi.
Persiapan sampel
Rumput laut C. racemosa dibersihkan dari kot oran-kot oran yang menempel
kemudian dikeringkan dengan menggunakan Solar Tunnel Dryer (STD).
Ekstraksi
C. racem osa kering sebanyak 50 gram dimaserasi dengan pelarut heksana (1:10)
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
312
yang didapat kan kemudian dimaserasi lagi selam a 2 jam dan 1 jam. Residu dari maserasi
pelarut n-heksana dimaserasi lagi dengan pelarut et il aset at dan dilanjut kan dengan
pelarut met hanol dengan cara yang sama. Filt rat yang dihasilkan kemudian dievaporasi
dengan rot ary evaporat or pada suhu 40oC.
Uji kromatografi lapis tipis
Prosedur dari met ode KLT adalah dengan melet akkan ekst rak pada plat KLT. Plat KLT
kemudian dikeringkan dan disemprot dengan larut an 0,004% DPPH dalam met anol. Plat
didiamkan selama 10 menit dan diamat i. Uji posit if sebagai ant ioksidan apabila t erjadi
perubahan w arna pada plat KLT dari w arna ungu berubah menjadi kuning dengan lat ar
ungu disekit ar spot .
Uji skrining fitokimia (Suzery dan Kusrini ,2004)
5 mg ekst rak dilarut kan dalam 5 ml et anol. 1 ml t iap ekst rak dit ambah 5 ml
campuran kloroform dan air suling (1:1) lalu dikocok; dan larut an dibiarkan beberapa saat
(±5 menit ). Lapisan kloroform di bagian baw ah digunakan unt uk pemeriksaan senyaw a
st eroid dan t rit erpenoid sedangkan lapisan air unt uk pemeriksaan senyaw a flavonoid dan
saponin.
uji senyaw a flavonoid
Sebagian dari lapisan air (±2 ml) dari t ahap preparasi di at as diambil dan dimasukkan
ke dalam t abung reaksi. Kemudian dit ambahkan 1-2 but ir logam magnesium dan 3 t et es
asam klorida pekat (HCl). Sampel posit if mengandung senyaw a flavonoid jika t erbent uk
w arna orange hingga merah.
uji senyaw a saponin
Sebagian dari lapisan air (±2 ml) dari t ahap preparasi di at as diambil dan dimasukkan
ke dalam t abung reaksi kemudian larut an dikocok kuat -kuat . Sampel posit if mengandung
senyaw a saponin apabila t erbent uk busa yang permanen yang t idak hilang dalam w akt u
15 menit .
uji senyaw a alkaloid
Lapisan koroform dit ambahkan 10 t et es asam sulfat pekat (H2SO4) dan dikocok
perlahan, dibiarkan sampai t erbent uk lapisan asam. Lapisan asam (bagian dibaw ah cincin
bening yang t erbent uk dari penambahan asam sulfat ) diambil dan dit ambah sat u t et es
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
313
Abs DPPH - Abs ekst rak
Abs DPPH
uji senyaw a steroid dan triterpenoid
Lapisan kloroform dari t ahap preparasi di at as diambil dan dimasukkan dalam pipet
Past eur yang didalamnya sudah t erdapat arang. Filt rat yang sudah keluar dari pipet
Past eur dimasukkan ke dalam 3 buah lubang pada plat t et es dan dibiarkan sampai kering.
Kemudian dalam t iap-t iap lubang pada plat t et es dit ambahkan sat u t et es asam aset at
anhidrat ((CH3CO)2O) dan sat u t et es asam sulfat pekat (H2SO4). Sampel posit if
mengandung senyaw a st eroid dit unjukan dengan w arna biru sampai ungu sedangkan
sampel posit if mengandung senyaw a t rit erpenoid jika dit unjukan dengan w arna merah.
uji senyaw a fenolik
Sebagian dari lapisan air dari t ahap preparasi di at as diambil dan dimasukkan ke
dalam plat t et es. Kemudian ferri klorida pada t iap plat t et es yang t elah diberi sampel.
Adanya senyaw a fenolik dit andai dengan t erbent uknya w arna biru at au ungu.
Uji DPPH (Banerjee et al., 2005)
Sampel ekst rak dengan berbagai konsent rasi (50, 100, 150, 200, 250, 300, 350, 400
ppm) diambil sebanyak 3 m l dimasukkan dalam t abung reaksi yang sudah dibungkus
aluminium foil kemudian dit ambahkan 1 m l larut an DPPH 0,004 %. Larut an dikocok
sampai homogen dan dibiarkan selama 30 menit dalam suhu ruang.
Absorbansinya diukur pada panjang gelombang 517 nm menggunakan
spekt rofot omet er UV-Visible. Nilai present ase inhibisi (penghambat an) yang diw akili oleh
nilai IC50 dihit ung dengan rumus sebagai berikut :
x100%
Uji kadar fenolik Folin-Ciocalteu (Andayani et al., 2008)
Ekst rak rumput laut dit imbang sebanyak 3 mg dan dilarut kan dengan 3m l (0,003 L)
et anol 96% sehingga didapat kan konsent rasi 1000 ppm. Larut an sampel diambil sebanyak
2 ml dalam t abung reaksi kemudian dit ambahkan 5 ml aquadest dan reagen
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
314
Larut an dit ambahkan 1 ml larut an Na2CO3 7%, dihomogenisasi dan diinkubasi.
Inkubasi dilakukan dalam kondisi gelap selama 1 jam. Unt uk mengefekt ifkan proses
inkubasi t abung reaksi dibungkus dengan aluminium foil.
Larut an selanjut nya disent rifuge selama 15 menit dengan kecepat an 2000 rpm.
Pengukuran kandungan t ot al fenol dilakukan dengan spekt rofot omet er UV-Visible
(UV-Vis) Shimadzu dengan panjang gelombang 725 nm. Kandungan t ot al fenol dinyat akan
sebagai mg asam galat / g sampel dengan rumus sebagai berikut :
y = ax + b
Kadar Fenolik :
Ket erangan:
y = Absorbansi ekst rak
a dan b= Nilai yang didapat dari persamaan linier kurva st andar asam galat x = Konsent rasi asam galat
Vt ot al = Volume t ot al dalam set iap larut an uji g = Berat sampel
Uji kadar klorofil dan karotenoid (Gross, 1991)
Sebanyak 5 mg ekst rak sampel dari t iap pelarut dit imbang dan dilarut kan dalam 5 ml
aset on 80% sehingga diperoleh larut an induk sampel 1000ppm.
Larut an induk dibuat konsent rasi 100 ppm. Set iap sampel diukur absorbansinya pada
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
315
dilakukan uji regresi dan uji korelasi. M enurut Hart ono (2001). Kekuat an hubungan
dikuant ifikasi melalui suat u koefisin yang dikenal sebagai koefisien korelasi
HASIL DAN PEM BAHASAN
Kromatografi Lapis Tipis
Ekst rak C. racem osa dari t iap pelarut yang didapat diuji akt ivit as ant ioksidan secara
kualit at if dengan met ode Kromat ografi Lapis Tipis. Hasil yang diperoleh menunjukkan
perubahan w arna dari ungu menjadi kuning kehijauan.
Tabel 1. Hasil Uji Ant ioksidan secara Kualit at if Pelarut Ada/ t idak
n-Heksan ++ Et il aset at +++ M et anol +
Berdasarkan hasil dari uji KLT t ersebut menunjukkan t ingkat akt ivit as ant ioksidan
yang t inggi dit unjukkan pada ekst rak Et il aset at dan akt ivit as ant ioksidan yang rendah
t erdapat pada ekst rak met anol. Radikal DPPH merupakan radikal sint et ik yang berw arna
ungu, adanya senyaw a yang mempunyai akt ivit as ant ioksidan at au mampu menangkap
radikal DPPH akan menyebabkan perubahan w arna (menjadi pucat ). Hal ini sesuai dengan
pernyat aan Lest ario et al. (2008), ket ika DPPH direaksikan dengan senyaw a yang dapat
Berdasarkan uji skrining fit okim ia, bahw a ekst rak C. racem osa mengandung senyaw a
flavonoid, alkaloid dan fenolik. M enurut Widyaw at i (2011), kandungan dan kadar
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
316
fit okimia pada t anaman dapat diekst rak dengan pelarut yang sesuai. Tingkat kepolaran
pelarut menent ukan komponen senyaw aan fit okimia yang t erekst rak.
Uji DPPH
Inhibisi yang diperoleh pada ekst rak C. racem osa dengan menggunakan pelarut Et il
aset at menunujukan yang paling t inggi dibandingkan dengan pelarut met anol dan
n-Heksan. Semakin t inggi konsent rasi ekst rak menunjukkan nilai inhibisi semakin t ingg. Hal
ini sesuai pernyat aan M ardaw at i et al. (2008), bahw a semakin t inggi konsent rasi pelarut ,
maka semakin t inggi persent ase inhibisinya, hal ini disebabkan pada sampel yang semakin
banyak, maka semakin t inggi kandungan ant ioksidannya sehingga berdampak juga pada
t ingkat penghambat an radikal bebas yang dilakukan oleh zat ant ioksidan t ersebut
(Gambar 1)
Gambar 1. Grafik Persent ase Penghambat an Radikal Bebas.
Uji akt ivit as ant ioksidan dengan met ode DPPH dinyat akan dalam nilai IC50.M enurut
Andayani et al. (2008), besarnya akt ivit as ant ioksidan dit andai dengan nilai IC50, yait u
konsent rasi larut an sampel yang dibut uhkan unt uk menghambat 50% radikal bebas DPPH.
M olyneux (2004) menambahkan, bahw a akt ivit as ant ioksidan yang t inggi dit unjukkan
oleh nilai IC50 yang rendah.
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
317
Akt ivit as ant ioksidan pada ekst rak dengan menggunakan pelarut Et il aset at dikat egorikan
akt if, hal ini berdasarkan pernyat aan Andayani et al. (2008) bahw a suat u bahan
mempunyai akt ivit as ant ioksidan jika mempunyai nilai IC50 kurang dari 200 ppm. Zuhra et
al. (2008) menambahkan secara spesifik suat u senyaw a dikat akan sebagai ant ioksidan
sangat kuat jika nilai IC50 kurang dari 50 ppm , kuat unt uk IC50 bernilai 50-100 ppm, sedang
jika bernilai 100-150 ppm, dan lemah jika nilai IC50 bernilai 151-200 ppm.
Uji kadar fenolik total
Hasil pengukuran absorbansi asam galat dibuat kurva st andar asam galat guna
menget ahui persamaan regresi (Gambar 2 ) Hasil dari perhit ungan kadar fenolik t ot al
didapat kan unt uk kadar fenolik t ert inggi t erdapat pada ekst rak Caulerpa racem osa
dengan menggunakan pelarut Et il aset at yait u 70,222 mg GAE/ g sampel, M enurut
Adaw iyah et al. (2001), dalam det erminasi kandungan t ot al fenol, ekst rak Et il aset at dapat
menghasilkan
kandungan fenol paling t inggi, dimana Et il aset at lebih efekt if melarut kan senyaw a fenol
dari pada met anol dan n-Heksan dan Et il aset at merupakan salah sat u pelarut yang sering
digunakan unt uk mengekst rak senyaw a fenol.
Kadar fenolik t ot al yang t elah dihit ung kemudian dikorelasikan dengan persent ase
penghambat an radikal bebas. Dimana korelasi dilakukan pada konsent rasi 100 ppm
(Lampiran 6). Grafik hubungan ant ara kadar fenolik t ot al dengan persent ase
penghambat an radikal bebas disajikan pada Gambar 2.
Gambar 2. Kurva Kalibrasi Asam Galat .
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
318
Tabel 3. Kadar Fenolik Tot al Ekst rak Caulerpa racem osa
Hubungan dari kadar fenolik t ot al dengan persent ase penghambat an radikal bebas
didapat persamaan y = 0,647x – 6,124. Korelasi dari kadar fenolik dan persent ase inhibisi
memiliki korelasi yang mendekat i 1, dimana korelasi memiliki keerat an yang sangat kuat
sekali dengan nilai r sebesar 0,994. Nilai det erminasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,990,
hal ini menunjukan bahw a kadar fenolik dalam m enghambat radikal bebas sebesar 99%.
Senyaw a fenolik mampu menghambat radikal bebas dengan cara menyumbangkan
hidrogennya. M enurut Pise et al. (2010), senyaw a fenolik pada alga dapat menangkap
senyaw a oksigen reakt if (ROS), menet ralkan radikal bebas dan sebagai modulat or enzim
unt uk mencegah oksidasi lemak, sehingga senyaw a fenolik berpengaruh t erhadap
akt ivit as ant ioksidan. Heo et al. (2006) menambahkan senyaw a fenol dikait kan dengan
akt ivit as DPPH dimana senyaw a fenol merupakan ant ioksidan efekt if yang dapat
memainkan peran pent ing dalam menst abilkan peroksida lemak, bahkan dengan mudah
ment ransfer at om hidrogen radikal peroksil lemak sehingga dapat meredam proses
radikal bebas.
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
319
Uji klorofil a, b dan karotenoid
Tabel 4. Kandungan Klorofil a, b dan Karot enoid.
Paramet er n-Heksan Et il Aset at M et hanol
Klorofil a (mg/ g sampel) 1,992 3,117 1,587
Klorofil b (mg/ g sampel) 2,106 2,246 2,188
Karot enoid (mg/ g sampel) 1,834 2,748 1,642
Berdasarkan hasil pengujian klorofil a, b dan karot enoid (Tabel 4) dapat diket ahui
bahw a kadar t ert inggi dari ket iga jenis pigmen adalah pada ekst rak et il aset at C.
racem osa. Nilai klorofil a, b dan karot enoid ekst rak et il aset at C. racemosa secara
bert urut -t urut adalah 3,117 mg/ g sampel; 2,246 mg/ g sampel; dan 2,748 mg/ g sampel.
Hal ini berart i ket iga jenis pigmen t ersebut lebih banyak t erkandung pada senyaw a
semi-polar.
Berdasarkan hasil dat a yang diperoleh dari pengukuran kadar klorofil a, b dan
karot enoid dengan persent ase penghambat an radikal bebas pada konsent rasi 100 ppm
didapat kan grafik hubungan (Gambar 4, 5, 6). Nilai r pada korelasi klorofil a, b dan
karot enoid secara bert urut -t urut sebesar 0,994; 0,554 dan 0,980. Korelasi yang
dit unjukan klorofil a dan karot enoid memiliki keerat an yang kuat sekali sedangkan unt uk
klorofil b keerat annya kuat .
Pengaruh kadar klorofil a t erhadap persent ase penghambat an radikal bebas dapat
diket ahui dengan adanya nilai koefisien det erminasi (R2). Besarnya nilai R2 yang diberikan
sebesar 0,989 menunjukkan bahw a sekit ar 98,9% persent ase penghambat an radikal
bebas dipengaruhi oleh kadar klorofil a. Klorofil a memiliki korelasi yang sangat kuat
t erhadap penghambat an radikal bebas dengan pendonoran at om hidrogen. M enurut
Lest ario et al. (2008), pendonoran at om hidrogen dari gugus met il klorofil a dapat
mencegah proses oksidasi lemak
Korelasi klorofil b dengan persent ase penghambat an radikal bebas t idak sebaik
korelasi dari klorofil a. Hal ini dikarenakan Caulerpa racem osa memiliki w arna hijau t ua
yang berart i lebih banyak mengandung klorofil a. M enurut Ast aw an dan Kasih (2008),
bahw a sayuran yang berw arna hijau disebabkan oleh pigmen hijau yang disebut klorofil.
Sayuran daun yang berw arna hijau t ua lebih banyak mengandung klorofil a, sebaliknya
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
320
menambahkan bahw a pada kelompok Chlorophyceae pigmen t erbesar yang dimiliki
adalah klorofil a, sehingga w arna selnya menjadi hijau.
Pengaruh kadar karot enoid t erhadap persent ase penghambat an radikal bebas dapat
diket ahui dengan adanya nilai koefisien det erminasi (R2). Besarnya nilai R2 yang diberikan
sebesar 0,961 menunjukkan bahw a sekit ar 96,1% persent ase penghambat an radikal
bebas dipengaruhi oleh kadar karot enoid.
Berdasarkan nilai korelasi menunjukkan bahw a karot enoid berpengaruh t erhadap
akt ivit as ant ioksidan. M enurut Çinar (2004), karot enoid merupakan kelom pok pigmen
dengan w arna bervariasi yang didist ribusikan diseluruh t umbuhan. Karot enoid berperan
menghambat oksidasi lemak dan sebagai ant ikarsinogenik. Soebagio et al. (2007)
menambahkan bahw a karot enoid merupakan senyaw a ant ioksidan alami yang dapat
memberikan perlindungan dari pengaruh negat if radikal bebas.
KESIM PULAN
Berdasarkan hasil penelit ian dan pembahasan yang t elah disampaikan maka dapat
diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Ekst rak Caulerpa racemosa berpot ensi sebagai ant ioksidan alami;
2. Penggunaan pelarut yang berbeda menghasilkan akt ivit as yang berbeda. Golongan
senyaw a ant ioksidan yang t erbaik pada ekst rak Caulerpa racemosa bersifat semi polar
dengan nilai IC50 yait u 180,290; dan
3. Senyaw a ant ioksidan yang dominan pada ekst rak Caulerpa racem osa adalah senyaw a
fenolik, klorofil a dan karot enoid.
DAFTAR PUSTAKA
Adaw iyah, D. Sarast ani dan D. Fardiaz. 2011. Kajian Akt ivit as Ant ioksidan Biji Buah At ung (Parinarium glaberimum Hassk.). [Laporan Penelit ian]. Fakult as Teknologi Pert anian, Inst it ut Pert anian Bogor. Bogor.
Amini, S. 2004. Pengaruh Umur Ganggang Halus Laut Jenis Chlorella sp dan Dunaliella sp Terhadap Pigmen Klorofil dan Karot enoid Sebagai Bahan Baku M akanan Kesehatan. Prosiding Seminar Nasional dan Temu Usaha: 229-238. Universit as Sahid. Jakart a.
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
321
Ast aw an, M . dan A.L. Kasih. 2008. Khasiat M akanan M ent ah Raw Food Diet . PT. Gramedia Pst aka Ut ama, Jakart a.
Banerjee, A., N. Dasgupt a and B. De. 2005. In Vit ro St udy of Ant ioxidant Act ivit y of
Syzigium Cum ini Fruit . Journal Food Chemist ry 90. 727-733
Çinar, I. 2004. St orage St abilit y of Enzyme Ext ract ed Carot enoid Pigment s from Carrot s. Elect ron. J. Environ. Agric. Food Chem 3(1): 609-
616. Kahramanmaraş Sütçü İmam
Universit y. Turkey.Gross, J. 1991. Pigment in Veget able : Chlorophylls and Carot enoids. Von Nonst rad Reinhold, New York. 351 hm.
Hanafiah, K. A. 2000. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. PT Rajagrasfindo Persada. Jakart a.
Hart ono, S.P. 2001. Analisa Dat a. Universit as Indonesia Press. Jakart a.
Heo, S-J., S-H. Cha, K-W. Lee dan Y-J. Jeon. 2006. Ant ioxidant Act ivit ies of Red Algae from Jeju Island. J. Algae 21(1): 149-156. Korea.
Lest ario, L.N., S. Sugiart o dan K.H. Tim ot ius. 2008. Akt ivit as Ant ioksidan dan Kadar Fenolik Tot al dari Ganggang M erah (Gracilaria verrucosa L.). Jurnal Teknologi dan Indust ri Pangan volume XIX No. 2. Universit as Krist en Sat ya Wacana. Salat iga.
M ardaw at i, E., F. Filiant y dan H. M art a. Kajian Akt ivit as Ant ioksidan Ekst rak Kulit M anggis (Garcinia mangost ana L) dalam Rangka Pemanfaat an Limbah Kulit M anggis di Kecamat an Puspahiang Kabupat en Tasikmalaya. Universit as Padjadjaran
M olyneux, P. 2004. The use of t he st able free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for est imat ing ant ioxidant act ivit y. Songklanakarin J. Sci. Technol 26 (2): 211 – 219.
M udjirahm ini, D., dan T. Ersam. 2007. Turunan 4-Fenilkumarin dari Fraksi Polar Ekst rak Et il Aset at pada Bat ang Garcinia balica M iq. Akt a Kimindo, 3 (1): 55-60.
Pise, N., K. Jena, D. M aharani, A. SAbale dan T. Jagt ap. 2010. Free Radical Scavenging, Reducing Pow er, Phenolic and Biochemical Composit ion of Porphyra Species. J. Algal Biomass Ut ln 1(2): 60-73. India.
Sant oso, J., R. M aulida dan S.H. Suseno. 2010. Akt ivit as Ant ioksidan Ekst rak M et anol, Et il Aset at dan N-heksana Rumput Laut Caulerpa lent ilifera. Jurnal Ilmu Kelaut an Vol. 1. Edisi Khusus: 1 – 10.
Soebagio, B., T. Rusdiana dan R. Risnaw at i. 2007. Formulasi Gel Ant ioksidan dari Ekst rak Umbi Wort el (Daucus carot a L.) dengan M enggunakan Aqupec Hv- 505. M akalah Kongres Ilmiah XV ISFI. Jakart a.
Pr osiding | Seminar Nasional Biot eknologi Kelaut an dan Per ikanan 2012
322
Zuhra, C.F., J. Tarigan dan H. Sihot ang. 2008. Akt ivit as Ant ioksidan Senyaw a Flavonoid dar i Daun Kat uk (Sauropus Androgunus (L) M err.). Jurnal Biologi Sumat ra 3(1): 7-10. Universit as Sumat ra. Sumat ra.
Widyaw at i, P.S. 2011. Akt ivit as Ant ioksidan Ekst rak M et anolik Daun Belunt as (Pluchea
indica Less) dan Fraksinya sert a Kemampuan M encegah Warmed Over Flavor pada