• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Perkalian melalui Metode Jarimatika pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Perkalian melalui Metode Jarimatika pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Grafik digunakan untuk memvisualisasikan peningkatan hasil belajar matematika materi perkalian metode jarimatika pada masing-masing siklus.
Gambar 1. Grafik Peningkatan Aktivitas Guru Menggunakan Metode Jarimatika Pada Siklus I, Siklus II,  dan Siklus III
Gambar 2. Grafik Peningkatan Aktivitas Siswa Menggunakan Metode Jarimatika Pada Siklus I,  Siklus II, dan Siklus III
Gambar 3. Grafik Diagram Kriteria Hasil Belajar Matematika Siswa Menggunakan  Metode Jarimatika Pada Siklus I, Siklus II, dan Siklus III
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I diperoleh nilai rata- rata 65,5 dengan persentase ketuntasan 56% kategori cukup (C), siklus II nilai rata-rata

siklus I masih belum memenuhi persentase ketuntasan kelas yang ditetapkan (75%) sehingga masih perlu untuk melakukan perbaikan. Berdasarkan pelaksanaan tindakan pada siklus I

Dari hasil penelitian maka persentase ketuntasan kelas pada siklus I sebesar 42,10% meningkat pada siklus II sebesar 78,94% maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan

Terjadi peningkatan kemapuan guru merencanakan pembelajaran pada siklus II hasil yang diperoleh pada siklus I yaitu dengan menilai skor rata-rata 3, 15 meningkat

Berdasarkan diagram batang di atas, persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 65%, dan persentase siswa yang tidak tuntas 35%. Sedangkan persentase ketuntasan pada

Pada siklus I, nilai rata-rata kelas mencapai 63,2 dan terjadi peningkatan persentase ketuntasan klasikal yaitu sebesar 36% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 5 siswa dan 9

Namun setelah dilakukan tindakan pada siklus I dapat dilihat hasil belajar siswa pada pelajaran matematika cukup memuaskan, dimana standar ketuntasan untuk

siklus I masih belum memenuhi persentase ketuntasan kelas yang ditetapkan (75%) sehingga masih perlu untuk melakukan perbaikan. Berdasarkan pelaksanaan tindakan pada siklus I