• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Kinerja Produktivitas pada Industri Fabrikasi dengan Metoda Objective Matrix

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengukuran Kinerja Produktivitas pada Industri Fabrikasi dengan Metoda Objective Matrix"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.HasilPembobotanMasing-masingRasio
Tabel 3.NilaiPencapaiandanIndeksPerformansi
Tabel 4.Traffic Light System

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan level kemampuan dan kebutuhan untuk fleksibel dilakukan dengan mengalikan nilai OMAX dari tiap-tiap variabel fleksibilitas dengan bobot yang didapat dari metode

Perbaikan rasio VI dilakukan dengan memperbaiki proses pengolahan yang belum optimal menghasilkan minyak sawit yang sesuai dengan anggaran yang ditetapkan oleh perusahaan,

Usulan dalam meningkatkan nilai Availability pada Kapal Peti Kemas adalah Melakukan evaluasi engine performance dengan baik dan melakukan perencanaan untuk

Rasio 2 menunjukan jumlah produk teh jadi dalam produksi dibandingkan dengan jam kerja selama satu bulan, merupakan tingkat output maksimum yang dapat dihasilkan dengan sumber

Staf BPPM bidang evaluasi melakukan evaluasi terhadap laporan kegiatan BPPM, mengidentifikasi masalah dan memberikan masukan ataupun usulan perbaikan jika ternyata

Pada penelitian ini, pengukuran produktivitas dilakukan dengan metode OMAX dengan tiga rasio yaitu Rasio 1 (output produksi dan jumlah tenaga kerja), Rasio 2 (output produksi

Perbaikan yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pengawasan untuk pemakaian bahan baku, melakukan kontrol pada saat proses produksi, mencari pemasok lain

Bagian C 3 3 2 3 2 30 20 15 20 15 Bobot % 90 60 30 60 30 Nilai Value 270 Indikator Perfromansi Sumber: Data diolah, 2022 Keterangan: : Yaitu Level 10 merupakan nilai target