Informasi Dokumen
- Penulis:
- Najamuddin Khairurrijal
- Pengajar:
- Ruli Inayah Ramadhoan, M. Si.
- Helmia Asyathri, S. IP.
- Sekolah: Universitas Muhammadiyah Malang
- Mata Pelajaran: Hubungan Internasional
- Topik: Perbandingan Keterlibatan Militer Dalam Transisi Demokrasi Di Tunisia Dan Mesir Tahun 2011
- Tipe: skripsi
- Tahun: 2013
- Kota: Malang
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bab ini membahas latar belakang penelitian mengenai keterlibatan militer dalam transisi demokrasi di Tunisia dan Mesir. Penelitian ini dimotivasi oleh fenomena Arab Spring yang terjadi pada tahun 2011, di mana rakyat di kedua negara melakukan perlawanan terhadap rezim otoriter. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana militer berperan dalam transisi tersebut. Penjelasan mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang melatarbelakangi revolusi di kedua negara juga akan disampaikan, serta bagaimana keterlibatan militer berkontribusi terhadap perubahan yang terjadi.
1.1 Latar Belakang
Latar belakang penelitian ini menjelaskan pentingnya memahami dinamika politik di Timur Tengah, khususnya dalam konteks revolusi yang terjadi di Tunisia dan Mesir. Keduanya memiliki kesamaan dalam kondisi sosial dan politik yang menekan, yang memicu gerakan protes rakyat. Penjelasan mengenai sejarah dan konteks geopolitik di kawasan ini memberikan gambaran jelas tentang mengapa keterlibatan militer menjadi faktor penting dalam transisi demokrasi.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada pertanyaan tentang bagaimana keterlibatan militer mempengaruhi proses transisi demokrasi di Tunisia dan Mesir. Pertanyaan ini mengarah pada analisis peran militer dalam mendukung atau menentang rezim yang berkuasa, serta dampaknya terhadap stabilitas politik pasca-revolusi.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan keterlibatan militer dalam transisi demokrasi di Tunisia dan Mesir. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran militer dalam memfasilitasi atau menghambat proses demokratisasi, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi sikap militer terhadap perubahan politik.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap pemahaman akademis mengenai hubungan sipil-militer dalam konteks transisi demokrasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi yang tertarik pada isu-isu politik dan militer di negara-negara Arab, serta memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi untuk mendukung demokratisasi.
1.5 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlibatan militer dalam politik sering kali menjadi faktor penentu dalam stabilitas pemerintahan. Penelitian ini akan membandingkan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya dengan data baru yang diperoleh dari kasus Tunisia dan Mesir, sehingga memberikan perspektif yang lebih komprehensif tentang dinamika tersebut.
1.6 Landasan Konsep dan Teori
Dalam penelitian ini, beberapa konsep dan teori yang digunakan antara lain pola transisi demokrasi, revolusi, pretorianisme, dan hubungan sipil-militer. Teori-teori ini akan menjadi kerangka analisis untuk memahami bagaimana militer beroperasi dalam konteks politik yang berubah di kedua negara.
II. LATAR BELAKANG DAN PROSES REVOLUSI DI TUNISIA DAN MESIR
Bab ini memberikan gambaran umum mengenai kondisi politik, sosial, dan ekonomi di Tunisia dan Mesir sebelum terjadinya revolusi. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu revolusi, serta proses yang berlangsung selama gerakan protes. Analisis ini penting untuk memahami konteks di mana keterlibatan militer terjadi.
2.1 Gambaran Umum Negara dan Rezim
Bagian ini menjelaskan secara rinci mengenai kondisi politik dan pemerintahan di Tunisia dan Mesir sebelum revolusi. Penekanan diberikan pada hubungan antara rezim yang berkuasa dan militer, serta bagaimana kondisi sosial dan ekonomi yang buruk berkontribusi pada ketidakpuasan rakyat.
2.2 Latar Belakang dan Proses Revolusi
Bagian ini membahas secara mendalam tentang latar belakang dan proses revolusi yang terjadi di Tunisia dan Mesir. Fokus utama adalah pada peristiwa-peristiwa kunci yang memicu gerakan protes, serta bagaimana rakyat mengorganisir diri untuk melawan rezim otoriter. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika sosial yang ada.
III. KONDISI PASCA REVOLUSI DAN PEMILU DI TUNISIA DAN MESIR
Bab ini menganalisis kondisi politik dan sosial di Tunisia dan Mesir setelah revolusi, termasuk proses pemilihan umum yang berlangsung. Penelitian ini menilai bagaimana militer berperan dalam menjaga stabilitas dan mengatur transisi menuju pemerintahan yang lebih demokratis.
3.1 Gambaran Pasca Revolusi
Bagian ini menggambarkan situasi politik dan sosial di kedua negara setelah revolusi. Fokus pada bagaimana militer beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dan perannya dalam menjaga keamanan serta stabilitas selama periode transisi.
3.2 Pemilu Pasca Revolusi
Analisis mengenai proses pemilu di kedua negara setelah revolusi. Penelitian ini mengeksplorasi keterlibatan militer dalam proses pemilu dan bagaimana hal ini mempengaruhi hasil pemilu serta legitimasi pemerintahan baru yang terbentuk.
IV. PERBANDINGAN KETERLIBATAN MILITER DALAM TRANSISI DEMOKRASI DI TUNISIA DAN MESIR
Bab ini membandingkan keterlibatan militer dalam transisi demokrasi di Tunisia dan Mesir. Penelitian ini menilai persamaan dan perbedaan dalam peran militer selama fase-fase transisi yang berbeda, serta bagaimana faktor-faktor lokal mempengaruhi dinamika tersebut.
4.1 Persamaan Keterlibatan Militer
Bagian ini membahas persamaan dalam keterlibatan militer di Tunisia dan Mesir selama fase-fase transisi demokrasi. Analisis ini mencakup fase revolusi, pasca-revolusi, dan pemilu, serta bagaimana militer berperan dalam masing-masing fase.
4.2 Perbedaan Keterlibatan Militer
Bagian ini mengidentifikasi perbedaan dalam keterlibatan militer di kedua negara. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut, termasuk konteks sejarah dan budaya politik yang berbeda.
V. PENUTUP
Bab ini menyajikan kesimpulan dari penelitian mengenai keterlibatan militer dalam transisi demokrasi di Tunisia dan Mesir. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami peran militer dalam proses demokratisasi dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut di bidang ini.
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini merangkum temuan utama mengenai peran militer dalam transisi demokrasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan militer dapat memiliki dampak signifikan terhadap hasil dari proses transisi tersebut.
5.2 Diskusi Lanjutan
Bagian ini mengusulkan beberapa topik untuk diskusi lebih lanjut dan penelitian mendatang, termasuk bagaimana militer dapat berperan dalam mendukung demokrasi di negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa.
Referensi Dokumen
- The Soldier and The State: The Theory and Politics of Civil-Military Relations ( Samuel P. Huntington )
- Oposisi Demokratik di Era Mediasi-Massal Demokrasi ( Nur Imam Subono, Hizkia Yosie Polimpung, dan Prasojo )
- Civil-Military Relations: USAID’S Role ( Johanna Mendelson Forman and Claude Welch )
- Profesionalisme dan Ideologi Militer Indonesia ( Peter Britton )
- Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini dan Kelak ( Salim Said )