• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DIBELAJARKAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN BANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PADA TERMOKIMIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DIBELAJARKAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN BANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PADA TERMOKIMIA."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DIBELAJARKAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM

ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN CREATIVE P R O B L E M S O L V I N G ( C P S ) D E N G A N B A N T U A N

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PADA TERMOKIMIA

Oleh:

Rafika Octafia Purba NIM 4111131018

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

ii RIWAYAT HIDUP

(4)

iii PERBEDAAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA YANG DIBELAJARKAN

MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN CREATIVE

PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN BANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PADA

TERMOKIMIA

Rafika Octafia Purba ( NIM 4111131018)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif TAI dan CPS dengan bantuan LKS pada termokimia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang ada di SMA Negeri 12 Medan T.A 2015/2016 yang terdiri dari 5 kelas. Sampel yang digunakan adalah dua kelas yaitu untuk kelas eksperimen 1 dengan jumlah siswa 36 orang dan kelas eksperimen 2 dengan jumlah siswa 32 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes objektif dalam bentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal. Kelas eksperimen 1 diberikan perlakuan pembelajaran dengan menggunakan mdel pembelajaran kooperatif TAI dan kelas eksperimen 2 menggunakan kooperatif CPS. Dari hasil penelitian, untuk kelas eksperimen 1 diperoleh nilai rata-rata pre test sebesar 36,94 dan post test sebesar 67,14 sedangkan untuk kelas eksperimen 2 diperoleh nilai rata-rata pre test sebesar 36,06 dan post test sebesar 50,9. Sebelum teknik analisis, digunakan terlebih dahulu uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas data. Uji normalitas diuji dengan uji Liliefors sedangkan uji homogenitas digunakan uji F. Dari pengujian yang dilakukan diproleh bahwa kedua sampel berdistribusi normal dan homogen. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t pada taraf α = 0,05. Hasil penelitian diperoleh Thitung > ttabel yaitu 6,23 > 1,978. Hal ini berarti bahwa terima Ha atau tolak H0.

(5)

iv KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat-Nya yang senantiasa diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Skripsi berjudul “Perbedaan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Dibelajarkan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) Dan Creative Problem Solving (CPS) Dengan Bantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) Pada Materi Termokimia, disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada Bapak Drs. Kawan Sihombing, M.Si sebagai dosen pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal pembuatan jdudul skripsi sampai dengan selesainya skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Eddyanto Phd selaku dosen pembimbing Akademik selama menjalani perkuliahan di UNIMED yang telah membantu penulis untuk menjalani perkuliahan selama keberlangsungan perkuliahan penulis. Ucapan terimakasih kepada Ibu Ratna Sari Dewi, S.Si, M.Si, Ibu Dra. Hafni Indriati Nasution, M.Si dan Bapak Dr. Mahmud, M.Sc selaku dosen penguji yang telah memberikan nasihat, saran dan komentar serta perbaikan untuk melengkapi skripsi ini.

(6)

v Teristimewa penulis ucapkan terimakasih kepada kedua orangtuaku tercinta yang sungguh luar biasa, Ayahanda Jarudin Purba dan Ibunda Roma Sintauli Sitio. Terimakasih untuk jerih payah ayah dan ibu, untuk dukungan moril maupun materil selama proses perkuliahan juga dalam proses penyusunan skripsi hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih untuk kk ku tersayang “ Ka Rotua Purba, dan Juga Ka Rauly Mintun Purba dan untuk adik-adik terkasih “ Dk Ani Safitri Purba, Dk Jhonry Purba dan si Pudan kami Kartyka Purba, terimakasih untuk abang ku Bng Halomoan dan eda Boru Sitanggang juga untuk orang yang ku anggap abangku “Bng Tomy Nahampun” yang telah memberi semangat dan motivasi kepada penulis selama penyelesaian skripsi ini. Juga terimakasih kepada teman-teman

satu koordinasi ku di UKMKP UNIMED 2015 “ KOPERLIMAS” (Roubin, Ayu,

(7)

vi Kelas KIMIA Dik A 2011, terimakasih untuk dukungan, semangat dan motivasi dan juga doanya hingga selesainya skripsi ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.

Medan, Januari 2016 Penulis

(8)

vii DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN i

RIWAYAT HIDUP ii

ABSTRAK iii

KATA PENGANTAR iv

DAFTAR ISI vii

DAFTAR TABEL ix

DAFTAR GAMBAR x

DAFTAR LAMPIRAN xi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Ruang Lingkup Masalah 5

1.3 Rumusan Masalah 5

1.4 Batasan Masalah 6

1.5 Tujuan Penelitian 6

1.6 Manfaat Penelitian 6

1.7 Definisi Operasional 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Belajar 8

2.1.1 Belajar 8

2.1.2 Hasil Belajar 10

2.1.3 Model Pembelajaran 12

2.1.4 Pembelajaran Kontruktivisme 13 2.1.5 Model Pembelajaran Kooperatif 14 2.1.6 Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI 21 2.1.7 Pembelajaran Kooperatif Tipe CPS 24

2.2 Materi Pokok 28

(9)

viii

2.4 Hipotesis Penelitian 41

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Watu Penelitian 43

3.2 Populasi dan Sampel 43

3.3 Variabel Penelitian 43

3.4 Rancangan Penelitian 44

3.5 Instrumen Penelitian 45

3.6 Teknik Pengumpulan Data 48

3.7 Teknik Analisis Data 49

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Instrumen Penelitian 53

4.1.1 Validitas Instrumen Tes 53

4.1.2 Reliabilitas Instrumen Tes 53

4.1.3 Tingkat Kesukaran Instrumen Test 53

4.1.4 Daya Pembeda Instrumen Test 54

4.2 Deskripsi Hasil Penelitian 54

4.2.1 Data Pre Test dan Post test Kelas Eksperimen 1 dan Eksperimen 2 54

4.3 Uji Persyaratan Analisis Data 55

4.3.1 Uji Normalitas 55

4.3.2 Uji Homogenitas 55

4.3.3 Uji Hipotesis 56

4.4 Peningkatan Hasil Belajar 56

4.5 Pembahasan 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 60

5.2 Saran 60

(10)

ix DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Langkh-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif 19 Tabel 2.2 Langkah-langkah dalam Model Pembelajaran CPS 26 Tabel.2.3 Sifat-sifat sistem dan perbedaannya 29 Tabel 2.4 Pembentukan standar dari beberapa zat pada temperatur 250C

dan tekanan 1 atm 37

Tabel 2.5 Energi Disosiasi/Ikatan (D) Molekul Diatom dalam kJ/mol pada

250 38

(11)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Diagram entalpi (diagram tingkat energy) 31

Gambar 2.2 Kalorimetri 34

(12)

xi DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus Pembelajaran 64

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 66

Lampiran 3 . Kisi-kisi Soal Sebelum Validasi 79

Lampiran 4. Soal Sebelum Validasi 83

Lampiran 5.Kunci Jawaban Soal Sebelum Validasi 93

Lampiran 6. Kisi-kisi Soal Setelah Valid 94

Lampiran 7. Soal Yang Sudah Valid 96

Lampiran 8. Kunci Jawaban Soal yang Valid 101

Lampiran 9. LKS Pertemuan ke-2 102

Lampiran 10. Kunci Jawaban LKS 103

Lampiran 11. LKS Pertemuan 3 105

Lampiran12. Kunci Jawaban LKS Pertemuan 3 107

Lampiran13. Perhitungan Validitas 110

Lampiran 14. Tabel Validitas 112

Lampiran15. Perhitungan Reliabilitas 113

Lampiran 16. Tabel Reliabilitas 114

Lampiran 17. Perhitungan Tingkat Kesukaran 115

Lampiran 18. Tabel Tingkat kesukaran 117

Lampiran 19. Perhitungan Daya Beda 118

Lampiran 20. Tabel Daya Beda 120

Lampiran 21. Hasil Belajar Siswa Eksperimen 1 dan eksperimen 2 121

Lampiran 22. Perhitungan Rata-Rata, Standar Deviasi Dan Varians Nilai Pretest Dan Postest 124

Lampiran 23. Uji Normalitas Data 127

Lampiran 24. Uji Homogenitas Data 131

Lampiran 25. Uji Hipotesis 134

Lampiran 26. Data Gain (Peningkatan Hasil Belajar Siswa) 138

Lampiran 27. Tabel Nilai – Nilai r-Product Moment 143

(13)
(14)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap orang untuk membenahi diri dan meningkatkan potensi masing-masing. Salah satu cara yang digunakan untuk membenahi diri adalah melalui proses pendidikan.

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga kemajuan pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dinamis sehingga selalu menuntut perbaikan yang terus menerus sesuai perkembangan zaman.

Pendidikan dikatakan berkualitas tidak hanya hasilnya saja tetapi prosesnya juga harus berkualitas. Pemerintah secara berkala melakukan perbaikan dan pembaruan dalam bidang pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengabaikan budaya dan kepribadian bangsa. Berbagai upaya yang telah dan terus dilakukan antara lain pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas guru, penerapan metode pembelajaran yang sesuai, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen sekolah (Nugraheni, W, 2013).

Pelaksanaan pendidikan dilapangan memiliki masalah utama yang dihadapi untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu lemahnya proses pembelajaran. Guru masih cenderung memberikan pelajaran dengan cara konvensional, seperti ceramah, mengajak siswa hanya membaca bahan ajar serta mengahapal konsep-konsep pembelajaran saja tanpa meminta mereka untuk berfikir lebih aktif. Ketidaktepatan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab prestasi belajar siswa rendah.

(15)

2 Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang susunan, sruktur, sifat, perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Salah satu materi kimia di SMA adalah Termokimia. Dimana termokimia merupakan materi di kelas XI pada semester ganjil sesuai dengan silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang terdapat di lampiran 1.

Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar, salah satunya yaitu penggunaan model pembelajaran. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk didalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Model pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar (Totiana, F, 2012).

Salah satu model pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa tipe, diantaranya adalah kooperatif tipe TAI dan CPS. Peneliti tertarik untuk meneliti perbedaan hasil belajar dari yang diajar dengan TAI dan CPS. Peneliti ingin melihat mana yang lebih tinggi perubahan hasil belajar siswa yang diajar dengan TAI atau CPS.

Menurut Suyitno dalam Shoimin (2014) menyatakan bahwa TAI memiliki dasar pemikiran yaitu untuk mengadaptasi pembelajaran terhadap perbedaan individual berkaitan dengan kemampuan maupun pencapaian prestasi siswa. Dalam model pembelajaran TAI, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen dan selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi siswa yang memerlukannya. Dengan pembelajaran kelompok, diharapkan para siswa dapat meningkatkan pikiran kritisnya, kreatif, dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.

(16)

3 diharapkan dapat menimbulkan minat sekaligus kreativitas dan motivasi siswa dalam mempelajari kimia, sehingga siswa dapat memperoleh manfaat yang maksimal baik dari proses maupun hasil belajarnya (Supardi, 2010).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lestari, M (2012) menyatakan bahwa hasil belajar siswa dan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran aktif tipe Quiz Team pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan di kelas XI SMA Negeri 1 Batang Kuis Tahun Pembelajaran 2011-2012. Dimana rata – rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah 74,1 sedangkan rata – rata hasil belajar yang diajar dengan model pembelajaran aktif tipe Quiz Team adalah 72,35. Persen peningkatan hasil belajar siswa kelas TAI sebesar 62,04% dan persen peningkatan hasil belajar siswa kelas Quiz Team sebesar 58,62%.

Hasil penelitian Siregar, R.E (2014) menyatakan bahwa hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TAI (60%) lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dengan menggunakan media flash card (50%). .

Penelitian oleh Ginting, K.M (2012) juga menyatakan bahwa penerapan pendekatan kontruktivisme dengan Model pembelajaran TAI dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelas XI IPA SMA Katolik Serdang Murni pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan lebih tinggi (18%) dibanding dengan pendekatan kontruktivisme tanpa model pembelajaran TAI (15%).

Hasil penelitian Nugraheni, W; Martini, K S; dan Nurhayati, N D (2013) dalam Jurnal dengan judul “Studi Komparasi Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Metode Team Assisted Individualization (TAI) Dan Numbered Heads Together (NHT) Dilengkapi Lembar Kerja Siswa (LKS) Terhadap Prestasi

(17)

4 dengan uji-t di mana thitung > ttabel (2,152 > 1,999). Dari rata-rata nilai prestasi

aspek kognitif diperoleh rata-rata kelas eksperimen 1(metode TAI) 79,80 > kelas eksperimen 2 (metode NHT) 74,32. Sedangkan untuk prestasi belajar afektif menunjukkan hasil yang secara statistik dikatakan sama dengan uji-t di mana thitung

< ttabel (0,43 < 1,999).

Penelitian oleh Wati, Y R; Utomo, S B; dan Redjeki, T (2014) dalam jurnal dengan judul “Efektivitas Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Dengan Media Komikterhadap Prestasi Belajar

Siswa Pada Materi Hidrokarbon Kelas X SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2012/2013”menyatakan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dengan media komik lebih efektif dibandingkan

dengan metode pembelajaran konvensional.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tanjung, N.M (2014) menyatakan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok koloid, dimana sebelum pembelajaran dimulai rata-rata nilai siswa 30,67 dan setelah diterapkan model pembelajaran creative problem solving rata-rata nilai siswa yang diperoleh 80,167. Peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran tipe CPS adalah sebesar 74,625% sedangkan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional sebesar 64,605%.

(18)

5 Penelitian yang dilakukan oleh Hartantia, R M; Hayus, E S dan Saputro, A N (2013) dalam jurnal dengan judul “Penerapan Model Creative Problem Solving (CPS) Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Kimia Pada Materi Pokok Termokimia Siswa Kelas XI. IA2 SMA Negeri Colomadu Tahun Pelajaran 2012/2013” menyatakan bahwa Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri Colomadu pada materi pokok termokimia. Hasil belajar kognitif meningkat dari 62,86% pada siklus I menjadi 85,71% pada siklus II dan hasil belajar afektif meningkat dari 66,38% pada siklus I menjadi 71,67% pada siklus II.

Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul “Perbedaan Hasil Belajar Kimia Siswa Yang Dibelajarkan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) Dan Creative Problem Solving (CPS) Dengan Bantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) Pada Materi Termokimia “.

1.2 Ruang Lingkup Masalah

Bedasarkan latar belakang masalah yang ada, maka yang menjadi ruang lingkup penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Indivudualization (TAI) dan Creative Problem Solving (CPS) dengan

bantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi Termokimia.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu: 1. Apakah ada perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan melalui

model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dan Creative Problem Solving (CPS) dengan bantuan Lembar Kerja Siswa (LKS)

pada materi Termokimia?

(19)

6 3. Berapa besarkah perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif TAI dan CPS dengan bantuan LKS pada materi Termokimia?

1.4 Batasan Masalah

Penelitian ini dibatasi hanya tentang perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diajar melalui model pembelajaran kooperatif Team Assisted Indivudualization (TAI) dengan Creative Problem Solving (CPS) dengan bantuan

Lembar Kerja Siswa (LKS) pada materi Termokimia. 1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu :

1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif TAI dan CPS dengan bantuan LKS pada materi Termokimia.

2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif TAI dan CPS dengan bantuan LKS pada materi Termokimia.

3. Untuk mengetahui berapa besar perbedaan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif TAI dan CPS dengan bantuan LKS pada materi Termokimia.

1.6 Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat untuk:

1. Bagi guru bidang studi khususnya kimia, dapat menjadikan kedua tipe dari model pembelajaran tersebut sebagai salah satu alternatif dalam proses belajar mengajar.

2. Bagi siswa dapat memberikan motivasi belajar, hasil belajar yang meningkat dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi kimia.

3. Bagi sekolah

(20)

7 4. Bagi peneliti

Hasil penelitian ini akan menambah wawasan, kemampuan dan pengalaman dalam meningkatkan kompetensi peneliti sebagai calon guru.

1.7 Definisi Operasional

Agar penelitian ini sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan untuk menghindari kesalahpahaman, maka perlu diberikan definisi operasional yaitu: 1. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia

menerima pengalaman belajarnya, yang dilihat dari nilai akhir siswa.

2. Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum, sedang, sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar.

3. Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Dalam sistem belajar yang kooperatif, siswa belajar bekerja sama dengan anggota lainnya.

4. Model pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah metode pembelajaran secara kelompok dimana terdapat seorang siswa yang lebih mampu berperan sebagai asisten yang bertugas membantu secara individual siswa lain yang kurang mampu dalam suatu kelompok.

5. Model pembelajaran kooperatif tipe CPS adalah merupakan variasi dari pembelajaran Problem Solving dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematis dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan masalah mulai dari klarifikasi masalah, pengungkapan pendapat, evaluasi dan pemilihan, dan implementasi.

(21)

60 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah maka diperoleh kesimpulan sebagai bahwa:

1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe TAI dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan moodel kooperatif tipe CPS.

2. Peningkatan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe TAI sebesar 43,18 % sedangkan peningkatan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model kooperatif tipe CPS sebesar 23,2%.

3. Dari peningkatan hasil belajar tersebut, terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan model kooperatif tipe TAI dengan hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan model kooperatif tipe CPS sebesar 19,98%.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi sekolah dan guru dapat menjadikan model pembelajaran kooperatif tipe TAI sebagai pembelajaran alternatif untu meningkatkan kemampuan siswa. 2. Bagi siswa agar lebih mendengarkan setiap arahan-arahan yang disampaikan

oleh guru, terkhusus untuk proses pembelajaran dalam hal penggunaan salah satu model pembelajaran sehingga siswa benar-benar paham yang akan dilakukan saat pembelajaran.

(22)

61 DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richard I, (2008), Learning To Teach: Belajar untuk Mengajar, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Arifin, Z, (2009), Evaluasi Pembelajaran, Bandung, Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suha rsimi (2002), Prosedur Penelitian, Jakarta, Rineka Cipta. Aunurrahman, (2012) Belajar dan Pembelajaran. Bandung, Alfabeta. Budiningsih, Asri (2012). Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta. Dimayati dan Mudjiono (2009), Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Rineka Cipta. Ginting, K.M., (2012) Pengaruh Pendekatan Kontruktivisme Dengan Model

Pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) Terhadap

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Kelarutan Dan

Hasil Kali Kelarutan, Skripsi, FMIPA, Universitas Negeri Medan.

Hartantia, R M; Hayus, E S dan Saputro, A N, (2013) Penerapan Model Creative Problem Solving (CPS) Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar

Kimia Pada Materi Pokok Termokimia Siswa Kelas XI. IA2 SMA Negeri

Colomadu Tahun Pelajaran 2012/2013, Jurnal Penelitian Kimia, vol. 2:

100-109

Istarani, (2012). 58 Model Pembelajaran Inovati, Medan, Media Persada

Lestari, M., (2012) Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Dan Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team Terhadap Hasil Belajar Kimia

Siswa SMA, Skripsi, FMIPA, Universitas Negeri Medan.

Ngalimun, (2012), Strategi dan Model Pembelajaran,Yogyakarta, Aswaja Pressindo.

Nugraheni, W; Martini, K S; dan Nurhayati, N D, (2013), Studi Komparasi Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Metode Team Assisted

Individualization (TAI) Dan Numbered Heads Together (NHT)

Dilengkapi Lembar Kerja Siswa (LKS) Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Pada Materi Pokok Kesetimbangan Kimia Kelas XI SMA Negeri 1

Boyolali Tahun Pelajaran 2012/2013, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK),

(23)

62 Pribadi, B. A, (2009), Model Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta, PT. Dian

Rakyat.

Rusman, (2011). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta, Rajawali Pers.

Sanjaya, W, (2011), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, Kencana.

Sardiman, (2011), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, Rajawali Pers.

Shoimin, A (2014), 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, Yogyakarta, Ar-Ruzz Media

Silitonga, P, M (2011), Metodologi Penelitian, Medan, FMIPA UNIMED

Silitonga, P, M (2011), Statistik: Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, Medan, FMIPA, Universitas Negeri Medan

Siregar, R, E (2014) Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Dan CRH Menggunakan Media Flash Card Terhadap Hasil Belajar

Kimia Siswa, Skripsi, FMIPA, Universitas Negeri Medan.

Slavin, R (2005), Cooperative Learning. Bandung, Nusa Media.

Sudjana,N, (2009) Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Supardi, K.I., dan Putri, I.R., (2010) Pengaruh Penggunaan Artikel Kimia Dari Internet Pada Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap

Hasil Belajar Kimia Siswa SMA, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia vol:

4. Hal 574-581.

Suryosubroto, (2002). Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta, Rineka Cipta. Tanjung, N.M., (2014) Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving

(CPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Koloid Kelas

XI SMA Negeri 1 Aek Natas, Skripsi, FMIPA, Universitas Negeri

Medan.

Totiana, F; Susanti, E dan Redjeki, T, (2012) Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Yang Dilengkapi Media Pembelajaran

(24)

63 Pokok Koloid Kelas XI Ipa Semester Genap SMA Negeri 1 Karanganyar

Tahun Pelajaran 2011/2012, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 1:

74-79

Trianto, (2010), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta, kencana.

Wati, Y R; Utomo, S B; dan Redjeki, T, (2014), Efektivitas Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Dengan Media

Komikterhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Hidrokarbon Kelas

X SMA Negeri 1 Kartasura Tahun Pelajaran 2012/2013, Jurnal

Referensi

Dokumen terkait

86 Siti Arbainah 4052760662210113 Sejarah Kebudayaan Islam MIS DURIAN LUNJUK Hulu Sungai Tengah ASRAMA HAJI BANJARBARU. 87 Ichsan Sugiharto 8460758659200012 Sejarah Kebudayaan Islam

Konsentrasi lim- bah minyak bumi yang yang ditambahkan masih bisa ditolerir dan dimanfaatkan dengan baik oleh mikroba Pemanfaatan rumput berpengaruh nyata terhadap jumlah

Atas kehendak-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH IMPLEMENTASI ISO 9001:2008 TERHADAP KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN DI JURUSAN PMIPA FKIP

Dengan itu, penelitian ini bertujuan unuk melakukan pengkajian tentang tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang menderita penyakit jantung koroner di

maka Pokja Pengadaan Barang, Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya Pada Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun Anggaran 2014 mengumumkan Paket tersebut di

Undenwiting Treaty &amp; Retrosesi, Kepala Dibisi Undehting Facultative clan Kepala Bagian Undmwiting Treaty &amp; Retrosesi. Reasuransi Nasional Indonesia dengan nilai TAS

Based on the reason above, the writer conducts a research entitled: A SOCIOPRAGMATICS ANALYSIS ON UTTERANCES OF EXPRESSING ANGER IN MOVIE MANUSCRIPTS.. Review of

problem on the central character Andrea Sachs (Andy) in getting a right for.. recognition and career, viewed from feminist approach especially liberal. feminism approach. Objectives