• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wali nikah menurut pendapat empat imam mazhab: Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i dan Ahmad Ibn Hambal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Wali nikah menurut pendapat empat imam mazhab: Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i dan Ahmad Ibn Hambal"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak

Referensi

Dokumen terkait

Sebagaimana yang disebutkan oleh Hasan Abu Thalib bahwa karakteristik pemikiran fiqh Imam Ahmad bin Hambal berusaha sejauh mungkin untuk tidak menggunakan ra‟yu

Dalam kitab al- Kafii yang mengutip pendapat Imam Ahmad menerangkan bahwa wali nikah harus adil, maka orang fasik tidak menjadi wali pernikahan kerabatnya walaupun seorang

Imam Hanafi berpendapat bahwa perempuan dewasa yang berakal sehat memiliki hak melaksanakan akad nikah langsung tanpa wali, baik gadis maupun janda, baik menikah

Dasar penetapan hukum pernikahan anak perempuan yatim di bawah umur oleh selain wali mujbir menurut Imam Abu Hanifah ini dengan berhujjah menggunakan Hadits Nabi SAW, bahwasanya

Berdasarkan telaah pustaka di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian sebelumnya hanya membahas tentang masalah wali dalam analisis Imam Malik, bukan

Seterusnya beliau menekuni pula bidang hadis dan fiqh dari Imam Malik di Madinah, yang sebelumnaya pernah belajar dari Sufyan Ibn Uyainah, seorang ahli hadis di

Pokok permasalahan yang penulis bahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pendapat Imam Taqiyuddin al Hishni asy Syafi’i tentang perwakilan perwalian dalam majelis akad nikah..

Pasal 53 ini cenderung mempunyai inti yang sama dengan pendapat Imam Abu Hanifah yang mempunyai pendapat bahwa perempuan hamil di luar nikah dapat melaksanakan perkawinan dengan seorang