• Tidak ada hasil yang ditemukan

WALI NIKAH DALAM PERSPEKTIF EMPAT MAZHAB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "WALI NIKAH DALAM PERSPEKTIF EMPAT MAZHAB"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

i

WALI NIKAH DALAM PERSPEKTIF EMPAT MAZHAB

SKRIPSI

OLEH

NURIYAH AGUSTINA SAFITRI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN

TAHUN 2019

(2)

ii

WALI NIKAH DALAM PERSPEKTIF EMPAT MAZHAB

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Syariah untuk Memenuhi Sebagai Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Hukum Islam

dalam Ilmu Syariah

Oleh:

Nuriyah Agustina Safitri 1501121088

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI FAKULTAS SYARIAH

PROGRAM STUDI PERBANDINGAN MAZHAB BANJARMASIN

TAHUN 2019

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi ABSTRAK

Nuriyah Agustina Safitri. 2019.Wali Nikah dalam Perspektif Empat Mazhab, Skripsi, Jurusan Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah, Pembimbing, (I) Drs. Ruslan, M.Ag (II)Imam Alfiannor, MHI.

Kata Kunci: Nikah, Wali Nikah, Empat Mazhab

Nikah adalah ikatan perkawinan yang di lakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama.Nikah adalah suatu ibadah yang sangat dianjurkan. Di dalam pernikahan ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi sebelum mengadakan pernikahan.Syarat dan rukun itu terdiri dari calon mempelai laki – laki dan perempuan, wali nikah, saksi dan ijab qabul. Mengenai wali nikah ada perbedaan pendapat di kalangan ulama Mazhab.Masyarakat di Indonesia mayoritas menganut mazhab Imam Syafi’i, Namun juga ada beberapa kalangan masyarakat yang menganut mazhab lainnya yang dimana dari masing – masing mazhab itu terdapat perbedaan pendapat tentang harus ada atau tidaknya wali dalam pernikahan.

Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimanakah perbedaan pendapat empat mazhab tentang wali nikah, serta mengetahui dalil- dalil yang digunakan para Imam Mazhab dalam menggali hukum mengenai wali nikah.

Skripsi ini dalam metode penelitiannya merupakan metode penelitian pustaka (library research) yang bersifat normatif yaitu dengan menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya, dan berusaha menggali persoalan wali nikah.

Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengumpulkan bahan hukum dari berbagai macam referensi kemudian untuk memperoleh hasilnya dilakukan analisis kualitatif komparatif.

Melalui teknik analisis kualitatif komparatif yang mencakup analisis perbandingan pendapat antara empat mazhab tentang wali nikah menghasilkan suatu kesimpulan bahwa wali nikah itu tidak diwajibkan ada menurut Mazhab Hanafi berdasarkan dalil Q.S Al Baqarah/2 ayat 230,232, 234 dan berpegang pada perkataan Imam Abu Hanifah dan juga mengqiyaskan akad pernikahan kepada akad jual beli, Sedangkan menurut Mazhab yang tiga yaitu Maliki, Syafi’i dan Hambali bahwa wali nikah itu harus ada, ini berdasarkan dalil Q.S Annur ayat 32 dan Al Baqarah ayat 221 dan 232 selain itu juga menggunakan salah satu hadits Nabi Muhammad Saw. yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Az Zuhri dari ‘Urwah dari Aisyah.

(7)

vii MOTO

“Jangan takut gagal, karna gagal akan menguatkan kita dan mengantarkan

kepada kesuksesan”

(8)

viii

KATA PERSEMBAHAN

Alhamdulillah, karya ini penulis persembahkan kepada orang-orang yang selama ini membimbing dan mendukung penulis hingga mampu menyelesaikan studi Strata Satu (S1).

Terkhusus bagi orang yang sangat saya cintai yaitu Ayah saya (Supangat) dan Ibu saya (Sri Indayani), yang selalu senantiasa mendoakan kebaikan dunia dan akhirat untuk saya, serta kasih sayang yang diberikan kepada saya melebihi segala hal. Untuk almamaterku tercinta UIN Antasari Banjarmasin yang saya banggakan, dosen pembimbing saya yang senantiasa membimbing dan mengarahkan saya hingga tersusunnya tugas akhir ini dan seluruh dosen UIN Antasari Banjarmasin, yang telah banyak memberikan ilmunya serta jasa yang tak ternilai harganya kepada saya.

Saya persembahkan karya ini untuk teman-teman yang sama-sama berstudi di UIN Antasari Banjarmasin, khususnya kepada teman-teman seperjuangan dari awal kuliah hingga akhir dari dunia perkuliahan ini yaitu teman-teman dari Program Studi Perbandingan Mazhab angkatan 2015.

(9)

ix

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA

Fonem konsonan Bahasa Arab yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, dalam transliterasi ini sebagian dilambangkan dengan huruf dan sebagian dilambangkan dengan tanda, dan sebagian lain lagi dilambangkan dengan huruf dan tanda sekaligus.

Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 158/ 1987 dan 0543 b/U/1987, tanggal 22 Januari 1988, sebagai berikut:

1. Konsonan Tunggal Huruf

Arab Nama Huruf Latin Keterangan

ا Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan

ب Ba' B Be

ت Ta' T Te

ث Ṡa' Ṡ es (dengan titik di atas)

ج Jim J Je

ح Ḥa Ḥ ha (dengan titik di bawah)

خ Kha Kh ka dan ha

د Dal D De

ذ Ża Ż zet (dengan titik di atas)

ر Ra R Er

ز Zai Z Zet

س Sin S Es

ش Syin Sy es dan ye

ص Ṣad Ṣ es (dengan titik di bawah)

ض Ḍad ḍ de (dengan titik di bawah)

ط Ṭa Ṭ te (dengan titik di bawah)

ظ Ẓa Ẓ zet (dengan titik di bawah)

ع ‘Ain ‘ Koma terbalik di atas

غ Gain G Ge

ف Fa F Ef

(10)

x

ق Qaf Q Qi

ك Kaf K Ka

ل Lam L ‘el

م Mim M ‘em

ن Nun N ‘en

و Waw W we

ه Ha’ H Ha

ء Hamzah ‘ Apostrof

ي Ya’ Y Ye

2. Konsonan rangkap karena syaddah ditulis rangkap

نيدقعتم Ditulis muta’aqqidin

ةدع Ditulis ‘iddah

3. Ta’marbutah

a) Apabila dimatikan ditulis h.

ةبه Ditulis Hibah

ةيزج Ditulis Jizyah

(ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti salat, zakat dan sebagainya, kecuali apabila dikehendaki lafal aslinya).

Bila diikuti dengan kata sandang “al” serta bacaan kedua itu terpisah, maka ditulis dengan h.

ءايلولأا ةمرك Ditulis Karāmah al auliyā’

b) Apabila ta’ marbutah hidup atau dengan harakat, fatha, kasrah dan dammah ditulis t.

طفلا ةاكز

ر Ditulis Zakātul-fitri

(11)

xi 4. Vokal Pendek

َ——

—— Fatḥah Ditulis a

——

َ

—— Kasrah Ditulis I

َ——

—— ḍhammah Ditulis u

5. Vokal Panjang 1 Fathah + alif -

ةيلهاج Ditulis ā - jāhiliyyah

2 Fathah + ya’mati -

ىعسي Ditulis ā - yas’ā

3 Kasrah + ya’mati -

ميرك Ditulis ī - karīm

4 Dammah + wawu mati -

ضورف Ditulis ū - furūd

6. Vokal rangkap

1 Fathah + ya’ mati -

مكنيب Ditulis ai - Bainakum

2 Fathah + wawu mati -

لوق Ditulis au - Qaulun

7. Vokal pendek yang berurutan dalam satu kata dipisahkan dengan apostrof

متنأأ Ditulis a’antum

تدعأ Ditulis u’iddat

متركش نئل Ditulis la‘in syakartum

(12)

xii 8. Kata sandang alif + lam

a) Apabila diikuti huruf Qomariyyah ditulis dengan menggunakan huruf “al”.

نأرقلا Ditulis al-Qur’ān

سايقلا Ditulis al-Qiyās

b) Apabila diikuti huruf Syamsiyyah ditulis dengan menggunakan huruf Syamsiyyah yang mengikutinya, dengan menghilangkan huruf “al”nya.

ءامسلا Ditulis as-Samā

سمشلا Ditulis asy-Syams

9. Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat

ضورفلا يوذ Ditulis Żawī al-furūd atau Żawil furūd ةنسلا لهأ Ditulis ahl as-sunnah atau

ahlussunnah

(13)

xiii

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Wali Nikah dalam Perspektif Empat Mazhab” ini dapat penulis selesaikan. Selawat dan salam semoga selalu tecurah kepada kekasih Allah, Nabi Muhammad Saw, keluarga serta sahabat beliau yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang penuh dengan cahaya ilmu.

Skripsi ini dibuat sebagai laporan akhir perkuliahan yang disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum Islam. Dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak. Dan pada kesempatan ini dengan rendah hati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Rektor UIN Antasari Banjarmasin,Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA selaku penanggung jawab penuh terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin.

2. Dekan Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin, Dr. H. Jalaluddin, M.

Hum. yang telah menerima dan menyetujui skripsi ini untuk dipertahankan di depan Tim Penguji Skripsi Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin.

3. Dosen Pembimbing I, Bapak Drs. H. Ruslan M.Ag dan Dosen Pembimbing II, Bapak Imam Alfiannor, MHI. yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan dalam penyelesaian penulisan skripsi ini.

4. Ketua Program Studi Perbandingan Mazhab serta seluruh dosen, asisten dosen, karyawan dan karyawati Fakultas Syariah UIN Antasari

(14)

xiv

Banjarmasin yang telah banyak memberikan pengetahuan, pelayanan dan bantuan selama berstudi di Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin.

5. Kepala Perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin beserta para stafnya dan Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Selatan beserta para stafnya yang telah banyak membantu meminjamkan buku-buku yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini.

6. Ayah (Supangat) dan Ibu (Sri Indayani) saya yang selalu senantiasa mendoakan kebaikan dunia dan akhirat untuk saya, serta kasih sayang yang diberikan kepada saya melebihi segala hal, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini.

7. Sahabat Airul Syarif SE yang telah banyak membantu dan menjadi tempat keluh kesah juga semua sahabat dan rekan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin yang telah banyak membantu dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi ini.

8. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu di sini yang telah banyak memberikan bantuan baik berupa saran maupun sumbangan pikiran lainnya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan karena masih terbatasnya pengetahuan dan wawasan yang penulis miliki. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan semua pihak.

Banjarmasin, 25 April 2019 Penulis

(15)

xv DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

ABSTRAK ... v

MOTTO ... vi

KATA PERSEMBAHAN ... vii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA ... viii

KATA PENGANTAR ... xii

DAFTAR ISI ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Signifikansi Penelitian ... 9

E. Definisi Operasional ... 10

F. Kajian Pustaka ... 11

G. Metode Penelitian ... 12

H. Sistematika Penulisan ... 15

BAB II WALI NIKAH MENURUT EMPAT MAZHAB ... 17

A. Wali nikah menurut Mazhab Hanafi ... 17

B. Wali nikah menurut Mazhab Maliki ... 27

C. Wali nikah menurut Mazhab Syafi’i ... 32

D. Wali nikah menurut Mazhab Hanbali ... 41

BAB III ANALISIS DATA MENGENAI WALI NIKAH DALAM PERSPEKTIF EMPAT MAZHAB ... 49

BAB IV PENUTUP ... 69

A. Simpulan ... 70

B. Saran ... 71

(16)

xvi

DAFTAR PUSTAKA ... 72 LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Referensi

Dokumen terkait

a) Wali nasab terdiri dari empat kelompok dalam urutan kedudukan, kelompok yang satu didahulukan dari kelompok yang lain sesuai dengan erat tidaknya susunan kekerabatan dengan

Slaipsi be1judul PEMBONGKARAN MAKAM DAN PEMINDAHAN KERANGKA JENAZAH MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Analisis Empat Mazhab) telah diujikan dalam sidang Munaqosah

Tinjauan fikih munakahat terhadap pelimpahan wali nikah dalam akad nikah mempunyai tahap-tahap seperti terpenuhi rukun dan syarat pelimpahan wali nikah seperti

Analisis ulama mazhab mengenai pandangan tokoh agama terkait tajdidun nikah bagi wanita hamil diluar nikah adalah pendapat yang dikemukakan oleh para tokoh agama

Penelitian ini difokuskan pada penetapan awal masa idah bagi wanita yang ditalak oleh suaminya menurut pendapat empat imam mazhab dan pendapat hakim di Pengadilan Agama

Pertama, Keriteria sifat adil bagi saksi dalam pernikahan menurut empat imam mazhab ialah sebagai berikut: mazhab Hanafi tidak menentukan keriteria sifat adil bagi saksi

Bab kedua yaitu menyajikan data mengenai pendapat para imam mazhab mengenai wali nikah, sebelum itu penulis memaparkan biografi Imam empat mazhab yaitu Imam

3 Pasal-pasal KHI yang menyinggung persoalan difabel yang berkenaan dengan Hukum Keluarga adalah Pasal 22 tentang Wali nikah dan Pasal 25 tentang Saksi nikah ialah sebagai berikut: 4