• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pencelupan dan Pencapan Jilid 3 Kelas 12 Sunarto 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Teknik Pencelupan dan Pencapan Jilid 3 Kelas 12 Sunarto 2008"

Copied!
268
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sunarto
    • Tim
  • Sekolah: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
  • Mata Pelajaran: Teknologi Pencelupan dan Pencapan
  • Topik: Teknik Pencelupan dan Pencapan Jilid 3 Kelas 12
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2008
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan gambaran umum mengenai pentingnya teknik pencelupan dan pencapan dalam industri tekstil. Penulis menjelaskan bahwa buku ini disusun untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan berfokus pada penguasaan kompetensi dasar dalam bidang pencelupan dan pencapan. Dengan mengacu pada kurikulum 2004, buku ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tuntutan industri, sehingga mereka siap menghadapi dunia kerja.

1.1. Identifikasi serat, benang dan zat warna

Subbagian ini menjelaskan pentingnya identifikasi serat, benang, dan zat warna dalam proses pencelupan dan pencapan. Pemahaman tentang karakteristik serat dan zat warna yang digunakan sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam proses pewarnaan. Penulis menekankan bahwa pengetahuan ini merupakan dasar yang harus dikuasai oleh siswa untuk melaksanakan proses pencelupan dan pencapan dengan baik.

1.2. Persiapan proses pencelupan dan pencapan

Di sini, penulis membahas langkah-langkah persiapan yang diperlukan sebelum melakukan pencelupan dan pencapan. Ini mencakup pengelolaan bahan dan alat, serta teknik yang harus dikuasai untuk memastikan proses berlangsung efisien dan efektif. Pemahaman ini penting untuk memastikan bahwa siswa dapat melaksanakan proses dengan tepat dan menghindari kesalahan yang dapat merugikan hasil akhir.

II. IDENTIFIKASI SERAT BENANG DAN ZAT WARNA

Bagian ini mendalami karakteristik serat tekstil, benang, dan berbagai jenis zat warna. Penulis menjelaskan penggolongan serat berdasarkan sifat fisik dan kimia, serta teknik identifikasi yang dapat digunakan. Melalui pemahaman ini, siswa diharapkan dapat memilih bahan yang tepat untuk pencelupan dan pencapan, serta memahami bagaimana sifat-sifat tersebut mempengaruhi hasil akhir dari produk tekstil.

2.1. Dasar-dasar serat tekstil

Subbagian ini menjelaskan penggolongan serat tekstil, termasuk serat alami dan sintetis. Penulis menekankan pentingnya memahami sifat-sifat kimia dan fisik dari masing-masing serat agar siswa dapat melakukan pemilihan yang tepat dalam proses pencelupan. Pengetahuan ini juga berkontribusi pada keberhasilan dalam mencapai kualitas warna dan daya tahan produk akhir.

2.2. Identifikasi serat

Subbagian ini membahas berbagai metode identifikasi serat, termasuk cara mikroskopik, pelarutan, dan pembakaran. Teknik-teknik ini penting untuk membantu siswa memahami bagaimana cara membedakan berbagai jenis serat, yang merupakan langkah awal sebelum melakukan pencelupan. Pengetahuan ini sangat berharga dalam konteks industri tekstil, di mana kesalahan dalam identifikasi dapat berdampak pada kualitas hasil akhir.

III. PERSIAPAN PROSES PENCELUPAN DAN PENCAPAN

Bagian ini membahas langkah-langkah persiapan yang diperlukan untuk melakukan pencelupan dan pencapan. Penulis menjelaskan berbagai teknik dan prosedur yang harus diikuti agar proses berjalan lancar dan menghasilkan produk yang berkualitas. Fokus pada persiapan ini penting untuk memastikan bahwa siswa memahami pentingnya setiap tahap dalam proses produksi.

3.1. Pembukaan dan penumpukan kain

Subbagian ini menjelaskan teknik pembukaan dan penumpukan kain sebelum proses pencelupan. Penulis menekankan bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa kain dapat dicelup secara merata. Siswa diajarkan bagaimana cara mengatur kain dengan benar agar tidak terjadi kerusakan selama proses pencelupan.

3.2. Penyambungan kain

Di sini, penulis membahas teknik penyambungan kain yang diperlukan untuk proses pencelupan. Penyambungan yang tepat akan mempengaruhi hasil akhir dari pencelupan, sehingga siswa perlu memahami teknik ini dengan baik. Proses ini juga melibatkan pemahaman tentang jenis benang dan teknik menjahit yang sesuai.

IV. PENCELUPAN

Bagian ini membahas berbagai teknik dan metode pencelupan yang digunakan dalam industri tekstil. Penulis menjelaskan jenis-jenis kain yang dapat dicelup, zat warna yang digunakan, dan teknologi yang diterapkan dalam proses pencelupan. Pemahaman yang mendalam tentang proses ini sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan.

4.1. Sejarah pencelupan

Subbagian ini memberikan latar belakang sejarah pencelupan, menjelaskan bagaimana teknik ini telah berkembang dari waktu ke waktu. Pengetahuan tentang sejarah ini memberikan konteks bagi siswa mengenai pentingnya inovasi dalam teknik pencelupan dan bagaimana hal ini mempengaruhi kualitas produk tekstil saat ini.

4.2. Teori pencelupan

Di sini, penulis membahas teori-teori dasar yang mendasari proses pencelupan, termasuk gaya-gaya ikat, kecepatan celup, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pencelupan. Pemahaman teori ini sangat penting bagi siswa untuk dapat mengoptimalkan proses pencelupan dan mencapai hasil yang diinginkan.

V. PENCAPAN

Bagian ini menjelaskan teknik pencapan yang digunakan untuk memberikan warna pada kain dengan motif tertentu. Penulis membahas berbagai metode pencapan, termasuk pencapan blok, semprot, dan rol. Siswa diharapkan memahami teknik-teknik ini agar dapat menerapkannya dalam produksi tekstil.

5.1. Teknik pencapan

Subbagian ini menguraikan berbagai teknik pencapan, menjelaskan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penulis menekankan pentingnya memilih teknik yang sesuai dengan jenis kain dan desain yang diinginkan agar hasil pencapan memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

5.2. Prosedur pencapan

Di sini, penulis menjelaskan prosedur langkah demi langkah yang harus diikuti selama proses pencapan. Prosedur ini mencakup persiapan alat, pemilihan zat warna, dan teknik aplikasi. Memahami prosedur ini sangat penting untuk memastikan bahwa siswa dapat melaksanakan pencapan dengan benar dan efektif.

Referensi Dokumen

  • Teknologi Pencapan Tekstil ( Lubis, Arifin, S.Teks., dkk. )
  • Pedoman Praktikum Pengelantangan dan Pencelupan ( Salihima, Astini, S. Teks., dkk. )
  • Textiles Fiber to Fabric ( P. Corbman, Bernard )
  • Cetak Sablon Untuk Pemula ( Nusantara, Guruh, A.Md. Graf )
  • Kimia Zat Warna ( Isminingsih, M.Sc., dkk. )

Gambar

gambar pada flat
gambar pada flat
Gambar 10 – 4
Gambar 10 – 5
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penempatan arrester pada SUTM dilaksanakan sebagai berikut. Arrester sedapat mungkin dipasang pada titik percabangan dan pada ujung- ujung saluran yang panjang, baik saluran

spot color , tinta warna atau pernis yang digunakan pada bahan cetak. Secara

x Komputer ( softwear Corel Draw, dan Photoshop ); merupakan perangkat elektronik yang dapat dipakai untuk mengolah data dengan perantaraan sebuah program dan mam- pu

Turbin gas adalah sebuah mesin panas pembakaran dalam, proses kerjanya seperti motor bakar [gambar 16.1] yaitu udara atmosfer dihisap masuk kompresor dan dikompresi, kemudian

Pada mode ini semua pin dapat dipergunakan sebagai input/output port dan semua aktivitas alamat serta data harus berada pada internal memory yang di dalam mikrokontroler..

Cara kerja dari sistem ini adalah menggunakan sinyal dari sebuah transduser yang besarnya sinyal sebanding dengan arus listrik yang mengalir ke medan magnet Main Generator..

Proses pemesinan sering diperyaratkan pada benda-benda produk pengecoran, biasanya produk tersebut merupakan part atau bagian dari rakitan beberapa komponen, walaupun tidak

Baut yang secara praktis sudah ditinggalkan ini dibuat dengan mesin dari bahan berbentuk segienam dengan toleransi yang lebih kecil (sekitar 5'0 inci.) bila dibandingkan baut