• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSPEKTIF MORFOLOGI DERIVASIONAL DAN INFLEKSIONAL PADA VERBA BERAFIK BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERSPEKTIF MORFOLOGI DERIVASIONAL DAN INFLEKSIONAL PADA VERBA BERAFIK BAHASA INDONESIA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Tiga Proses pada Afiksasi yang Bersifat Derivatif
Tabel 3. Kategori Infleksi pada Verba Menurut Beberapa Pakar
Tabel 4. Hubungan Subkelas V Chafe dengan Transitivitas
Tabel 5. Subkelas Verba BI

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan kategori itu terkait dengan pembentukan kata secara derivasional dan in- fleksional, sebagaimana dinyatakan Subroto (1985: 2) dengan mengutip pendapat Nida sebagai

Pembentukan menjadi V dari D Adj terdapat dalam berbagai kategori V, yakni kategori D-i, kategori D-kan, kategori per-D, kategori per-D-kan, kategori per-D-i, kategori meng-D,

Ditemukan dalam penelitian ini semua pembentukan menjadi kata majemuk merupakan proses derivasional karena membentuk leksem baru yang ditandai oleh

Kemudian fungsi afiks derivasi bahasa Inggris dan bahasa Batak Toba adalah sama-sama membentuk atau menciptakan leksem baru baik mengubah makna maupun tidak, dan

Berdasarkan pola (I) di atas, dapat dijelaskan bahwa pada verba R transitif terdapat dua kali proses morfologi, yakni (1) pada D yang berupa verba transitif terjadi proses R

Perbedaan kategori itu terkait dengan pembentukan kata secara derivasional dan in- fleksional, sebagaimana dinyatakan Subroto (1985: 2) dengan mengutip pendapat Nida sebagai

Identitas leksikal bentuk yang dihasilkan dari proses istiqaq tidak sama dengan identitas leksikal bentuk dasarnya atau dengan kata lain kelompok derivasi adalah

Masalah yang ditemukan berkaitan dengan fungsi dan makna morfem afiks dalam konstruksi morfologis derivasi dan infleksi, morfofonemik BI dari BA, tipologi morfologis BI dari BA,