• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 20 AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI vera yuliani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 20 AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI vera yuliani"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 20 AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI: PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SALDO PERSEDIAAN

(sumber : Mulyadi buku 2 edisi 6)

DESKRPRIPSI SEDIAAN

Sediaan merupakan unsure aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiata bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengelolaan produk yang akan dijual. Dalam perusahaan manufaktur, sediaan terdiri dari sediaan bahan baku dan bahan penolong, sediaan produk dalam proses, sediaan produk jadi, sediaan suku cadang, dan bahan habis pakai.

Sediaan umumnya mendapat perhatiaan yang lebih besar dari auditor di dalam auditnya karena berbagai alasan:

1. Umumnya sediaan merupaka komponen aktiva lancer yang jumlahnya cukup material dan merupakan objek manipulasi serta secara tempat terjadi nya kesalahan-kesalahan besar.

2. Adanya berbagai macam sediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam melaksanakan auditnya.

PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN SEDIAAN DALAM NERACA

1. Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa sediaan dinilai dengan lower of cost or market dan harus menyebutkan metode yang digunakan dalam menentukan kos sediaan. 2. Jika sediaan dinyatakan pada kosnya, nilai pasarnya pada tanggal neraca harus

dicantumkan dalam tanda kurung.

3. Akibat perubahan metode penilaiaan sediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang diaudit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan uditor harus menyatakan perkecualian mengenai konsistensi penerapan prinsip akuntansi berterima umum dalam laporan audit.

4. Perjanjian pembeliaan harus dijelaskan dalam laporaan keuangan, jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa.

(2)

TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SEDIAAN

1. Memperoleh keyakinan catatan akuntansi yang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan sediaan.

2. Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan sediaan.

3. Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang dicantumkan di neraca 4. Membuktikan sersi kelengkapan ttransaksi yang berkaitan dengan sediaan yang dicatat

akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang disajikan di neraca. 5. Membuktikan asersi penilaian sediaan dicantumkan di neraca 6. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca

Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang pengujian substantive yang digolongkan kedalam lima kelompok:

1. Prosedur audit awal 2. Prosedur analitik

3. Pengujian terhadap transaksi rinci 4. Pengujian terhadap saldo akun rinci

5. Verifikasi terhadap pengujian dn pengungkapan

PROGRAM PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SALDO AKUN  prosedur audit awal

auditor melakukan 5 prosedur berikut ini dalam melakukan rekonsiliasi informasi sediaan di neraca dengan catatan akuntansi yang bersangkutan di dalam buku besar.

ng bersangkutan:

1) usut sedian yang tercantum di neraca ke saldo akun sediaan yang bersangkutan di dalam buku besar

2) hitung kembali saldo akun sediaan di buku besar 3) usut saldo akun sediaan ke kertas kerja tahun yang lalu

(3)

5) lakukan rekonsiliasi buku pembantu sediaan dengan akun control sediaan di buku besar.

 Prosedur analitik

 Pengujian terhadap transaksi rinci

1) Periksa sampel transaksi yang tercatat dalam akun sediaan ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi tersebut:

 Sampel akun sediaan yang akan diperiksa transaksi mutasinya  Sampel transaksi yang akan dicatat dalam akun sediaan pilihan 2) Pengujian pisah batas yang berkaitan dengan sediaan

 Pengujian terhadap saldo akun rinci

1) Pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan

 Periksa instruksi tertulis mengenai perhitungan fisik sediaan

 Lakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan yang dilakukan oleh klien

2) Kirimkan surat konfirmasi sediaan yang disimpan di gudang pihak luar Keberadaan atau ketrjadian

Kelengkapan Hak kepemilikan

 Pemeriksaan penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca  Periksa klasifikasi sediaan di neraca

Referensi

Dokumen terkait

Klasifikasi : Bidang Arsitektur atau Bangunan Gedung, Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan klasifikasi: Bidang Bangunan Sipil, SubKlasifikasi (SI012) Jasa

Pengembangan merupakan langkah ketiga dalam mengimplementasikan model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah pengembangan meliputi kegiatan membuat, membeli, dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perhitungan zakat di Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara sangat kental dengan Syafiiyah serta enggan digeser dengan pendapat lain dan

Nilai 1 Harga produk notebook Acer sesuai dengan kualitasnya 2 Dibandingkan dengan harga yang akan saya bayarkan untuk produk, saya akan mendapat manfaat dari notebook

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data yang dilakukan untuk pengolahan data penelitian adalah dengan menggunakan korelasi product moment untuk mengetahui hubungan antara

Membuat berbagai inferensi terhadap sekumpulan data yang berasal dari suatu sampel.. Tindakan inferensi tersebut seperti melakukan perkiraan, peramalan, pengambilan keputusan

[r]

Serat Wedhatama, yang merupakan karya besar Sri Mangkunegara IV dapat dijadikan rujukan utama dalam pembelajaran muatan lokal Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa,