• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENDESKRIPSIKAN RANGKAIAN LOGIKA DASAR KELAS X TITL SMK N 2 MEDAN TAHUN AJARAN 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENDESKRIPSIKAN RANGKAIAN LOGIKA DASAR KELAS X TITL SMK N 2 MEDAN TAHUN AJARAN 2015/2016."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE

TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL

BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR

MENDESKRIPSIKAN RANGKAIAN LOGIKA

DASAR KELAS X TITL SMK N 2

MEDAN TAHUN AJARAN

2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persayaratan

Mempe roleh Gelar Sarjana

Oleh :

IRMA AGUSTINA MANALU

5123331021

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK

ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

Irma Agustina Manalu : Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Rangkaian Logika Dasar Kelas X TITL SMK N 2 Medan Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. 2016.

Pembelajaran yang dilakukan di sekolah adalah pembelajaran

konvensional yang pada dasarnya menimbulkan kebosanan bagi siswa secara umum. Siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam proses belajar menga jar untuk mengasah kemampuan belajar serta melatih rasa tanggung jawab dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran team assisted individualization (TAI) terhadap hasil belajar siswa mendeskripsikan rangkaian logika dasar kelas X TITL SMK N 2 Medan dengan membandingkan hasil belajar TAI dengan konvensional.

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen, dimana dalam pelaksanaannya melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelas eksperimen dilakukan perlakuan eksperimen dengan model pembelajaran TAI, sedangkan pada kelas kontrol, siswa dibiarkan belajar dengan model konvensional. Kedua kelompok dalam penelitian ini merupakan kelompok yang homogen dimana tidak ada perbedaan secara khusus. Penentuan kelas dilakukan secara acak, dan kelas eksperimen adalah kelas X TITL 1 dengan jumlah siswa 29 orang dan kelas kontrol adalah kelas X TITL 5 dengan jumlah siswa 29 orang. Jadi, total siswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah 58 orang.

(5)

i

KATA P ENG ANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

karunia-Nya saya dapat menyusun skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Terhadap Hasil

Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Rangkaian Logika Dasar

Kelas X TITL SMK N 2 Medan Tahun Ajaran 2015/2016”. Skripsi ini diajukan

sebagai sebagian dari syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Pendidikan

Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada

semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini secara

khusus kepada dosen pembimbing skripsi saya, Bapak Drs. Marsangkap Silitonga,

M.Pd yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada saya dalam

menyelesaikan skripsi ini. Pada kesempatan ini, saya juga mengucapkan terima

kasih juga kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd, selaku Dekan fakultas teknik dan

kepada wakil dekan.

2. Bapak Dr. Baharuddin ST., M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik

Elektro Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Dr. Salman Bintang, M.Pd, selaku sekretaris Jurusan Pendidikan

Teknik Elektro.

4. Bapak Drs. Juaksa Manurung, S.T., M.Si, selaku dosen pembimbing

akademik dan dosen narasumber.

5. Bapak Drs. Panahatan, S.T., M.Pd dan Bapak Dr. Asahan Pasaribu, S.T.,

M.Pd selaku dosen narasumber.

6. Pegawai dan staf jurusan dan fakultas.

7. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah SMK N 2 Medan secara khusus

Bapak Arta Dinata, M.Pd yang telah banyak membantu dan memberikan

masukan kepada saya.

8. Kakak rohani saya, kak Togi Butar-butar dan kak Tiurmida, kelompok

Kecil Esperansa (Ester, Aman, Lasro) dan adik kelompok My Injectioan

(Jojor, Nidia, Mikael, Candra dan Elco ) yang memberikan dukungan lewat

(6)

ii

9. Abang, Kakak, Adik dan teman-teman dalam pelayanan UKMKP UP-FT

UNIMED.

10.Teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Teknik Elektro stambuk

2012 secara khusus teman-teman ekstensi 2012 dan abang/kakak stambuk

yang juga telah membantu saya.

11.Kakak kos kak Bettiana Pasaribu dan adik kos Veronika LG yang tetap

memberikan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

Teristimewa kepada kedua orang tua St. P Manalu/T.D. Silaban dengan

kasih sayang yang terlalu besar bagi saya, dukungan materi da n motivasi yang

selalu ada, juga abang saya bg Marasi Manalu dan adik saya Sihol M. Manalu,

terima kasih untuk setiap dukungannya.

Saya menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena

itu saya mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan

skripsi ini. Akhir kata saya berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi saya dan

bagi para pembaca. Terima Kasih

Medan, Juli 2016

Irma Agustina Manalu

(7)

iii A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Pembatasan Masalah ... 6

D. Perumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teori... 9

1. Hakekat Hasil Belajar Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Rangkaian Logika Dasar... 9

a) Hasil Belajar ... 9

b) Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Rangkaian Logika Dasar .. 13

c) Hasil Belajar Mendeskripsikan Rangkaian Logika Dasar ... 16

2. Hakekat Model Pembelajaran ... 17

a) Model Pembelajaran Kooperatif ... 19

b) Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization ... 20

c) Model Pembelajaran Konvensional ... 25

3. Penelitian Yang Relevan ... 27

4. Kerangka Berpikir ... 29

5. Pengajuan Hipotesis ... 32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 41

B. Defenisi Operasional Variabel Penelitian ... 44

1. Variable Penelitian ... 44

2. Defenisi operasional ... 44

C. Populasi Dan Sampel Penelitian ... 45

1. Populasi Penelitian ... 45

2. Sampel Penelitian ... 45

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data ... 46

1. Alat Pengumpul Data ... 46

2. Uji Coba Instrumen ... 48

3. Hasil Uji Instrumen ... 51

E. Teknik Analisis Data ... 53

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 57

B.Uji Kecenderungan Hasil Penelitian ... 59

C.Uji Persyaratan Ananlisis ... 60

(8)

iv

2. Uji Homogenitas ... 61 D. Pengujian Hipotesis... 61 E. Pembahasan Hasil Penelitian ... 62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Rangkaian AND ... 18

Gambar 2.2 Rangkaian OR ... 19

Gambar 2.3 rangkaian NOT ... 20

Gambar 2.4 Gerbang NAND... 21

Gambar 2.5 Asal NAND ... 21

Gambar 2.6 Gerbang NOR ... 22

Gambar 2.7 Asal NOR ... 22

Gambar 2.8 Gerbang XOR ... 22

Gambar 2.9 Gerbang XNOR ... 23

Gambar 3.1 Langkah Penelitian ... 33

Gambar 4.1 Histogram Distribusi Frekuensi Kelas Eksperimen ... 50

(10)

DAFTAR TABEL

Table 2.1 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ... 15

Table 2.2 Masukan Keluaran AND ... 18

Table 2.3 Masukan Keluaran OR ... 19

Table 2.4 Masukan Keluaran NOT ... 20

Tabel 2.5 Masukan Keluaran NAND ... 21

Tabel 2.6 Keluaran Masukan NOR ... 22

Tabel 2.7 Masukan Keluaran XOR ... 23

Tabel 2.8 Masukan Keluaran XNOR ... 23

Tabel 2.9 Rincian Kompetensi Dasar... 24

Tabel 2.10 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 31

Tabel 2.11 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Konvensional ... 34

Tabel 3.1 Desain Penelitian... 41

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Tes Belajar Dasar Dan Pengukuran Listrik ... 47

Tabel 3.3 Perhitungan Validitasi Tes Hasil Belajar ... 49

Tabel 3.4 Hasil Perhitungan Tingkat Kesukaran ... 51

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar pada Kelas Eksperimen ... 57

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi pada Kelas Kontrol ... 58

Tabel 4.3 Kecenderungan Hasil Belajar Kelas Eksperimen ... 59

Tabel 4.4 Kecenderungan Hasil Belajar Kelas Kontrol ... 60

Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas Data ... 61

Tabel 4.7 Hasil Uji Homogenitas Data ... 61

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus... 70

Lampiran 2 RPP Team Assisted Individulization ... 79

Lampiran 3 RPP Konvensional ... 85

Lampiran 4 Instrumen Tes Hasil Belajar ... 88

Lampiran 5 Kunci Jawaban ... 95

Lampiran 6 Data Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian... 96

Lampiran 7 Uji Validitas Soal... 97

Lampiran 8 Uji Reliabilitas Soal ... 99

Lampiran 9 Perhitungan Indeks Kesukaran Soal ... 100

Lampiran 10 Data Hasil Belajar Siswa ... 101

Lampiran 11 Perhitungan Rata-Rata, Modus, Dan Median ... 102

Lampiran 12 Identifikasi Tingkat Kecenderungan Variabel Penelitian ... 105

Lampiran 13 Uji Normalitas Data ... 107

Lampiran 14 Uji Homogenitas ... 111

Lampiran 15 Uji Hipotesis ... 113

Lampiran 16 Tabel z ... 115

Lampiran 17 Tabel Lilliefors ... 116

Lampiran 18 Tabel F ... 117

(12)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan menengah

adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK dengan berbagai jurusan

bertujuan mempersiapkan siswa untuk memiliki keterampilan dan siap memasuki

dunia kerja sesuai dengan bidangnya. Selain itu, SMK juga mempersiapkan siswa

untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk mencapai

tujuannya, SMK memiliki dan melaksanakan kurikulum berdasarkan keputusan

kemendikbud. SMK memang dirancang untuk mempersiapkan lulusan yang siap

kerja. Sebagaimana dijelaskan dalam UU No 20 Tahun 2003 pasal 15 yang

menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang

mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Sistem belajar

mengajar di SMK, berupa pembelajaran teori dan praktek yang dilaksakan bukan

hanya di sekolah, melainkan juga di industry yang dikenal dengan PSG

(Pendidikan Sistem Ganda) atau yang sekarang dikenal dengan PKL (Praktek

kerja Lapangan). SMK harus fokus menyiapkan lulusan yang siap dipakai di

dunia kerja dengan tidak mengesampingkan akan adanya ujian nasional. Terlepas

dari tujuan SMK tersebut, lulusan SMK juga diharapkan untuk terus

mengembangkan kemampuan dalam bidangnya ataupun dalam bidang lainnya.

Sebagai bagian dari lembaga pendidikan, SMK melaksanakan proses

(13)

2

praktek. Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku berdasarkan

pengalaman dan latihan. Kegiatan belajar mengajar ini dilakukan untuk mencapai

tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum kegiatan tersebut dilakukan.

Belajar mengajar yang baik akan menghasilkan pencapaian yang baik, yaitu

tercapainya tujuan dari pembelajaran.

Tujuan pembelajaran dapat tercapai bila proses dari kegiatan belajar

mengajar tersebut baik. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan, seperti mutu dari

seorang tenaga pengajar, kondisi fisik dan psikis dari siswa yang kemugkinan

besar berbeda antara satu siswa dengan siswa yang lain, kondisi lingkungan

tempat siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar, maupun sistem belajar yang

diikuti.

Interaksi yang baik antara guru dan siswa tercipta jika kedua pihak saling

menerima dan menyadari tujuan mereka dalam melaksanakan suatu kegiatan

sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru perlu berhati- hati dalam

memilih model pembelajaran karena hal itu sangat mempengaruhi interaksi yang

dihasilkan di dalam kelas yang juga akan mempengaruhi tercapainya tujuan

pembelajaran. Model pembelajaran merupakan kerangka kerja yang terstruktur

yang juga dapat sebagai pemandu untuk mengembangkan lingkungan dan

aktivitas belajar yang kondusif. Dengan model yang baik dan tepat bagi siswa

akan mendapatkan hasil belajar yang baik.

Kenyataan yang dialami guru adalah bahwa interaksi yang baik antara

(14)

3

karena beberapa factor, salah satu diantaranya adalah variasi dan perbedaan dari

setiap pribadi siswa. Perbedaan tersebut ada dari dalam diri siswa dan dari luar

dirinya. Dari dalam diri seperti minat, motivasi, intelektual, psikologi, biologis

dan lain sebagainya. Dari luar diri siswa seperti latar belakang, lingkungan,

kondisi ekonomi, pekerjaan orang tua dan lain sebagainya. Jadi, sekolah atau guru

perlu melihat kebutuhan dari setiap siswa dalam belajar dengan memperhatikan

perbedaan setiap pribadi siswa.

Berdasarkan diskusi dengan salah seorang guru di SMK N 2 Medan,

Bapak Arta Sitepu, M.Pd bahwa sejauh ini model yang digunakan di sekolah

secara khusus dalam pembelajaran siswa pada mata pelajaran dasar dan

pengukuran listrik adalah menggunakan model konvensional. Model ini

merupakan model pembelajaran yang berpusat pada guru. Masalah utama dalam

penggunaan model ini adalah terjadinya komunikasi satu arah. Situasinya

mengakibatkan siswa bersikap pasif dan hanya menunggu informasi dari

penyampaian guru. Kondisi yang demikian mengakibatkan hasil belajar siswa

yang rendah atau belum mencapai kriteria ketuntasan minimum. Dengan

penggunaan model pembelajaran yang demikian juga mengakibatkan motivasi

belajar siswa yang rendah yang tentu akan mempengaruhi proses belajar

mengajar. Pada dasarnya beliau menggunakan model konvensional pada setiap

kompetensi dasar dalam mata pelajaran dasar dan pengukuran listrik yang

menuntut pemahaman teori.

SMK N 2 Medan adalah salah satu sekolah menengah kejuruan negeri

(15)

4

kurikulum 2013, namun belum sepenuhnya dilaksanakan. Direncanakan pada

tahun 2017 sekolah ini akan menjadi sekolah percontohan penerapan kurikulum

2013 untuk satuan pendidikan SMK. Saat ini, SMK N 2 menerapkan waktu

belajar pagi dan siang sehingga jumlah waktu belajar yang diberlakukan sekolah

belum sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013.

Adapun nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM) dalam kurikulum 2013

adalah 2.6, akan tetapi SMK N 2 Medan memberlakukan KKM 2.8. Nilai KKM

ini diberlakukan berdasarkan pertimbangan mengenai target lulusannya untuk

mampu bersaing di dunia kerja maupun di universitas ternama. Pada

kenyataannya, hasil belajar siswa secara umum masih berada di bawah nilai KKM

tersebut. Secara khusus untuk hasil belajar dasar dan pengukuran listrik masih

rendah.

Perlu dilakukan perbaikan atau pembaharuan dari proses belajar mengajar

untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan hasil belajar yang lebih baik.

Pembaharuan yang dimaksud bisa dilakukan dari beberapa hal, salah satu

dintaranya adalah pembaharuan terhadap model pembelajaran. Seorang guru harus

menggunakan model pembelajaran dengan pertimbangan yang matang sesuai

dengan kebutuhan siswa yang juga mampu menciptakan suasana yang

menyenangkan bagi siswa. Selain itu, adanya usaha untuk mengadaptasikan

pembelajaran dengan perbedaan individual siswa dan memungkinkan keterlibatan

siswa untuk bekerja dengan siswa-siswa lain yang berbeda secara akademik

sehingga tercipta sikap positif di antara mereka. Kondisi ini akan mempengaruhi

(16)

5

tipe Team Assisted Individualization sesuai dengan kebutuhan siswa. Model ini

sesuai dengan apa yang disampaikan diatas dimana model ini merupakan model

pembelajaran berkelompok yang menuntut keaktifan setiap individu dalam

kelompok yang memiliki kemampuan heterogen. Setiap individu dengan tingkat

kemampuan yang berbeda akan saling membantu dalam menyelesaikan

permasalahan dalam kelompoknya. Siswa yang memiliki kemampuan tinggi

memiliki kesempatan untuk ikut terlibat membantu siswa yang memiliki

kemampuan rendah, demikian sebaliknya.

Bila dibandingkan dengan model pembelajaran yang digunakan saat ini

disekolah, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, karena model

konvensional pada dasarnya hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab

dan pemberian tugas. Tingkatan belajar siswa terendah adalah mendengar dan

tingkatan ini ada pada proses belajar mengajar yang menggunakan cara ceramah.

Tingkatan berikutnya adalah melihat dan tingkatan berikutnya adalah melakukan.

Pada model pembelajaran TAI, tingkatan belajar yang diterapkan mencakup

mendengar dan melihat. Dengan begitu, perbandingan antara model TAI dan

konvensional dapat terlihat dengan jelas dilihat dari tingkatan belajarnya.

Dengan penjelasan tersebut, maka model Team Assisted Individualization

ini akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa di SMK N 2 Medan

tepatnya di kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Pembelajaran rangkaian

logika dengan model pembelajaran ini akan menuntut kerja sama siswa dalam

menyelesaikan permasalahan terkait dengan gerbang-gerbang logika mulai dari

(17)

6

Materi mengenai gerbang logika sesuai dalam penggunaan model

pembelajaran TAI ini. Dalam kelompok yang disusun atas 4-5 anggota, siswa

akan dibagikan masalah yang akan dikerjakan oleh individu berdasarkan

submateri yang ada pada gerbang logika tersebut. Setiap individu akan

mempertanggung jawabkan masalah dalam kelompoknya dan didiskusikan dalam

kelompok tersebut. Proses diskusi ini akan dilakukan secara bergantian sesuai

dengan masalah yang dipertanggung jawabkan kepada setiap individu. Anggota

lain dalam kelompok tersebut akan memberikan tanggapan masukan yang

diperlukan untuk menyatukan pemahaman mengenai masalah yang ada sehingga

setiap anggota kelompok akan memahami penyelesaian semua masalah yang

sebelumnya dibagikan pada setiap anggota kelompok.

Model pembelajaran TAI ini sebelumnya pernah diterapkan oleh Latifah

Hannum pada tahun 2010 dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran ini

cukup baik jika dibandingkan dengan model pembelajaran yang sebelumnya

digunakan di kelas tersebut.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidetifikasi masalah berikut ini :

1. Pembelajaran yang dilakukan guru dengan model konvensional

menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses belajar- mengajar.

2. Siswa terkesan bosan dengan pembelajaran yang monoton.

(18)

7

4. Hasil belajar siswa rendah dan rata-ratanya berada di bawah nilai

ketuntasan minimum.

C. Pembatasan Masalah

Melihat cakupan masalah yang ada, dianggap perlu pembatasan masalah

untuk lebih memfokuskan penelitian terhadap masalah yang ada. Penelitian ini

akan menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe team assisted

individualization terhadap hasil belajar siswa kelas X TITL pada kompetensi

dasar mendeskripsikan rangkaian digital dasar tahun ajaran 2015/2016 dengan

melihat kemampuan belajar kognitif siswa.

D. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas X Listrik pada kompetensi dasar

mendeskripsikan rangkaian logika dasar yang menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe TAI?

2. Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas X Listrik pada kompetensi dasar

mendeskripsikan rangkaian logika dasar yang menggunakan model

konvensional?

3. Apakah hasil belajar siswa kelas X pada kompetensi dasar

mendeskripsikan rangkaian logika dasar yang menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih tinggi dari model pembelajaran

(19)

8

E. Tujuan Penelitian

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X Listrik pada kompetensi

dasar mendeskripsikan rangkaian logika dasar dengan menggunakan

model TAI.

2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X Listrik pada kompetensi

dasar mendeskripsikan rangkaian logika dasar dengan menggunakan

model konvensional.

3. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TAI dengan melihat

perbedaan hasil belajar siswa kelas X Listrik pada kompetensi dasar

mendeskripsikan rangkaian logika dasar yang diajarkan model

pembelajaran TAI dan model pembelajaran konvensional.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh model kooperatif tipe TAI sebagai model

pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam mempelajari materi

pelajaran dengan meningkatkan keaktifan siswa dan dapat mencapai nilai

KKM yang ditentukan.

2. Memberikan motivasi baru bagi siswa dalam mempelajari pengukuran

listrik.

3. Memberikan sumbangan pemikiran kepada lembaga pendidikan mengenai

(20)

9

4. Memberikan wawasan baru bagi guru tentang penerapan dari model

pembelajaran kooperatif tipe TAI dalam proses belajar mengajar tekhusus

pada jurusan listrik.

5. Sebagai bahan referensi penelitian dan tambahan pengetahuan di waktu

(21)

68

DAFTAR PUSTAKA

Dahar, Ratna Willis. 2011. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Fokheim, Roger. 1990. Elektronika Digital. Jakarta : Penerbit Erlangga.

God, Mathews King. 2006. Meningkatkan Hasil Belajar Kompetensi Dasar Teknik Penggunaan Alat-alat Ukur Dengan Model Pembelajaran TAI di Kelas X MP SMK Musda Parbaungan. Skripsi. Medan.

Hadjar, Ibnu. 1999. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan.

Hannum, Latifah. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tai Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1 MAN 2 Model Padang Sidempuan Pada

Standar Kompetensi Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi

Perusahaan Jasa T.P 2009/2010. Skripsi. Medan.

Hasan, Hamid dkk. 1991. Evaluasi Hasil Belajar. Jakarta : Departemen Pendidikan dan kebudayaan.

Huda, Miftahul. 2014. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Ibrahim, KF. 1996. Teknik Digital. Yogyakarta : Andi.

Iqbal, Muhammad. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Hasil Belajar Dasar Teknik Listrik Kelas X Teknik Audio Video (TAV) Di SMK N 2 Tebing Tinggi T.A 2014/2015. Skripsi. Medan.

Megocahyo, Anang. 2004. Pembelajaran Konvensional. Diakses pada 12 April

2016 dari

https://www.scribd.com/doc/37765611/Pembelajaran-Konvensional.

Mulyoto. 2013. Strategi Pembelajaran Di Era Kurikulum 2013. Jakarta : Prestasi PustakaKaraya.

Nasution, S. 1982. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Bumi Aksara.

(22)

69

Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.

Sitanggang, Natanel. 2013. Variable Penentu Kepemimpinan Pendidikan Kejuruan. Medan : Unimed Press.

Situmorang, Benyamin. 2013. Penelitian dan Pendidikan Konsep dan Implikasi. Medan : Unimed Press

Sudjana. 2001. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito.

Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta : Bumi Aksara.

Sumarna. 2006. Elektronika Digital Konsep Dasar dan Aplikasinya. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Matematika. © Novian Nurcahyo 2014

Berdasarkan hasil penelitian, pada jarak tanam 100x50x45 cm (kontrol) dan pemberian pupuk ZA 10 gram menunjukkan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, diameter batang,

Berdasarkan hasil koreksi aritmatik dan evaluasi penawaran terhadap 4 (empat) peserta yang memasukkan penawaran, Pokja Pengadaan Barang/Jasa ULP Kabupaten Aceh Barat Daya, sesuai

[r]

Mades, Dwi Hilda, dan Shinta Sari tahun 2011, melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa penambahan touge sebagai sumber nitrogen dapat menghasilkan mutu nata

Berdasarkan latar belakang diatas dengan beberapa penelitian terdahulu, maka peneliti mensitesis variabel yang berpengaruh terhadap Return on Asset untuk

86 Siti Arbainah 4052760662210113 Sejarah Kebudayaan Islam MIS DURIAN LUNJUK Hulu Sungai Tengah ASRAMA HAJI BANJARBARU. 87 Ichsan Sugiharto 8460758659200012 Sejarah Kebudayaan Islam

Dari hasil p enelitian y ang telah dilakukan dap at ditarik kesimp ulan: Pertama, bahwa melih at dari berbagai asp ek korp orasi dap at dijadikan subjek delik dalam