• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga 2"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Sekolah Menengah Kejuruan
  • Mata Pelajaran: Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga
  • Topik: Kelas 10 SMK Bangunan dan Stabilitas Kapal Niaga 2
  • Tipe: buku ajar

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan pengantar mengenai pentingnya pemahaman tentang bangunan dan stabilitas kapal dalam konteks keselamatan pelayaran. Modul ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola dan merawat kapal dengan baik. Dengan memahami struktur dan komponen kapal, peserta didik diharapkan dapat mencegah kecelakaan yang dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Penekanan pada pentingnya pengetahuan stabilitas kapal menunjukkan relevansi materi ini dalam keselamatan dan kenyamanan pelayaran.

1.1 Deskripsi

Deskripsi ini menjelaskan bahwa bangunan dan stabilitas kapal adalah ilmu yang penting untuk memahami cara mendesain dan mengoperasikan kapal dengan aman. Pengetahuan ini tidak hanya mencakup teori tetapi juga aplikasi praktis yang diperlukan dalam dunia pelayaran. Modul ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai komponen kapal dan bagaimana masing-masing bagian berkontribusi terhadap stabilitas keseluruhan.

1.2 Prasyarat

Peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang bangunan kapal dan stabilitas sebelum mempelajari modul ini. Pengetahuan awal ini penting untuk memastikan bahwa siswa dapat mengikuti materi yang lebih kompleks dan aplikatif yang akan dibahas selanjutnya. Hal ini juga menunjukkan pentingnya penguasaan materi dasar sebagai fondasi untuk pembelajaran yang lebih lanjut.

1.3 Tujuan Akhir

Tujuan akhir dari modul ini adalah agar peserta didik mampu menjelaskan berbagai aspek bangunan kapal dan menghitung stabilitas kapal dengan tepat. Dengan mencapai tujuan ini, siswa tidak hanya akan memahami teori tetapi juga dapat menerapkannya dalam situasi nyata di lapangan, yang merupakan hal krusial dalam dunia pelayaran.

1.4 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Bagian ini merinci kompetensi inti dan dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Kompetensi ini mencakup pemahaman sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dalam bidang perikanan dan kelautan, dengan fokus pada bangunan dan stabilitas kapal niaga. Hal ini menunjukkan relevansi materi dengan kurikulum yang lebih luas dan tujuan pendidikan nasional.

II. PEMBELAJARAN

Bagian pembelajaran terdiri dari dua kegiatan utama yang berfokus pada analisis bangunan kapal niaga dan stabilitas kapal. Setiap kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk merancang dan menganalisis kapal secara efektif. Pembelajaran ini tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada aplikasi praktis yang dapat diterapkan di lapangan.

2.1 Kegiatan Pembelajaran 1: Menganalisis Bangunan Kapal Niaga

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami berbagai bagian dari bangunan kapal niaga, termasuk fungsi dan letak masing-masing komponen. Dengan memahami struktur bangunan kapal, siswa dapat mengidentifikasi kondisi kapal dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Penekanan pada pentingnya desain yang baik dan perawatan kapal juga ditekankan, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia industri perkapalan.

2.2 Kegiatan Pembelajaran 2: Menganalisis Stabilitas Kapal Niaga

Kegiatan ini fokus pada pentingnya perhitungan stabilitas kapal untuk mencegah kecelakaan di laut. Peserta didik diajarkan untuk mengidentifikasi titik-titik penting yang mempengaruhi stabilitas kapal dan bagaimana cara menghitungnya. Dengan pemahaman ini, siswa diharapkan dapat menjaga kondisi stabilitas kapal yang optimal, yang sangat penting untuk keselamatan pelayaran.

III. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan pentingnya modul ini dalam membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di bidang perikanan dan kelautan. Penekanan pada keselamatan dan efisiensi dalam pelayaran menjadi inti dari pembelajaran ini. Diharapkan, peserta didik dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik di lapangan.

Referensi Dokumen

  • Kapal Perikanan ( Ayodyoa Ir, M.Sc. )
  • Peraturan tentang klasifikasi dan Konstruksi Kapal Kayu ( Biro Klasifikasi Indonesia )
  • Bangunan Kapal ( Balai Pendidikan penyelenggaraan dan Peningkatan Ilmu Pelayaran )
  • Pengenalan Bentuk Kapal Perikanan ( Balai Pengembangan Penangkapan Ikan )
  • Stabilitas dan Bangunan Kapal ( Fikri thamrin, Ir. )
  • Teori bangunan Kapal ( Santoso Ir, Gustimade Ir, Joswan Sudjono )
  • Ship Construction Sketches and Notes ( Kemp. Young )
  • Ship Stability Notes and Example ( Kemp. Young )
  • Konstruksi bangunan kapal ( Sugiarto B, Sc, dan Sudarsono, Tjitro D. )
  • Stabilitas Kapal Untuk Perwira Kapal Niaga ( Istopo )
  • Ship Construction for Marine Students ( Stokoe, E. A. )
  • Stabilitas Kapal Jilid II. Penuntun dalam Menyelesaikan Masalah ( Wakidjo, P. )

Gambar

Gambar 17. kapal kabel
Gambar 20. Kapal keruk
Gambar 21. Kapal Ikan
Gambar 24. Kapal perang
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemadatan muatan di kapal adalah kegiatan menyusun muatan di ruangan muatan kapal sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat pemadatan yang baik (good stowage),

1) Poros Bumi ( KU,KS ) ialah sebuah garis yang melalui pusat bumi yang juga merupakan sumbu putar bumi. Untuk satu putaran bumi dibutuhkan waktu sekitar 23 jam

Salah  satu  penyebab  kecelakaan  kapal  laut  yang  terjadi  di  perairan  pantaikhu­ susnyua  di  siang  hari  adalah  karena  kelalaian  petugas  jaga 

Dengan kata lain bila kapal senget tidak ada MP maupun momen penerus sehingga kapal tetap miring pada sudut senget yang sama, penyebabnya adalah titik G terlalu tinggi dan

1) Membuat cetakan lambung luar yang digunakan saat proses pembentukan untuk menyesuaikan bentuk lambung kapal dengan lines plan. Cetakan luar lambung kapal didapat

Plat – plat yang disambung menjadi lajur yang terdapat pada badan kapal biasa disebut dengan kulit kapal yang berguna untuk Untuk kekuatan membujur kapal, Menerima tekanan

Semakin kecil nilai Cb, maka semakin besar ra- sio minimum lebar dan sarat kapal yang dibu- tuhkan untuk memenuhi kriteria stabilitas IMO.. khususnya sudut kemiringan

- Lebar seluruh kapal( B.Extrim = lebar kapal diukur pada kapal yang terlebar dari sisi luar kulit lambung kanan sampaikesisi luar kulit lambung kiri kapal tersebut ditarik