• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI KULIAH KERJA NYATA (KKN) DENGAN METODE PIGEON HOLE UNTUK MENENTUKAN DAN MENGELOMPOKKAN PESERTA KKN UNIVERSITAS LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SISTEM INFORMASI KULIAH KERJA NYATA (KKN) DENGAN METODE PIGEON HOLE UNTUK MENENTUKAN DAN MENGELOMPOKKAN PESERTA KKN UNIVERSITAS LAMPUNG"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM INFORMASI KULIAH KERJA NYATA (KKN) DENGAN METODE PIGEON HOLE UNTUK MENENTUKAN

DAN MENGELOMPOKKAN PESERTA KKN UNIVERSITAS LAMPUNG

(Skripsi)

Oleh

AGATHA BENY HIMAWAN

PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER JURUSAN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

SISTEM INFORMASI KULIAH KERJA NYATA (KKN) DENGAN METODE PIGEON HOLE

UNTUK MENENTUKAN DAN MENGELOMPOKKAN PESERTA KKN UNIVERSITAS LAMPUNG

Oleh

AGATHA BENY HIMAWAN

Penelitian ini dilakukan untuk membangun suatu “Sistem Informasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan Metode Pigeon Hole untuk menentukan dan mengelompokkan peserta KKN”. Pengelompokkan peserta KKN berdasarkan asumsi jenis kelamin dan Jurusan tiap Fakultas. Pengelompokkan peserta KKN berdasarkan asumsi jenis kelamin yaitu tiap kelompok peserta KKN terdiri dari 7 peserta KKN dengan komposisi 3 peserta pria dan 4 peserta wanita. Pengelompokkan peserta KKN berdasarkan asumsi Jurusan tiap Fakultas yaitu tiap kelompok peserta KKN terdiri dari 7 peserta dengan komposisi maksimal 2 peserta dari Jurusan yang sama dan maksimal 3 peserta dari Fakultas yang sama. Hasil pengelompokkan peserta KKN berdasarkan tiap asumsi yaitu persentase keakuratan sistem dalam mengelompokkan peserta KKN tidak jauh berbeda dengan data persentase ideal tiap kelompok. Pembangunan “Sistem Informasi KKN” yaitu menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) Model Prototype. Sistem informasi KKN dapat digunakan sebagai sarana oleh mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan KKN. Sistem Informasi KKN dengan menggunakan Metode Pigeon Hole membuat penempatan dan pengelompokkan peserta KKN menjadi lebih mudah dan tertata dengan baik.

(3)

ABSTRAK

THE INFORMATION SYSTEM OF KKN

WITH THE METHODS PIGEON HOLE TO DETERMINE AND CLASSIFY PARTICIPANTS KKN OF LAMPUNG UNIVERSITY

BY

AGATHA BENY HIMAWAN

This research is conduct to make a system called “Information System of KKN with Pigeon Hole Method for Determine and Grouping KKN Participant”. Grouping KKN participant based on gender and major of faculty. Grouping KKN participant based on gender is every KKN group consist of 7 participant that consist of 3 male and 4 female. Grouping KKN participant based on majority and faculty is every KKN group consist of 7 participant that consist max 2 participant from same major and max 3 participant from same faculty. The result of grouping KKN participant based on each assumptions is percentage of system accuracy in classifying participant KKN is not much different from the ideal of percentage each group of data. This information system of KKN is make using prototype method which is part of SDLC. Information system of KKN can be use as a means by students to participate KKN process. Information system of KKN with pigeon hole method make placement and grouping KKN participant more easy and well ordered.

(4)

SISTEM INFORMASI KULIAH KERJA NYATA (KKN) DENGAN METODE PIGEON HOLE UNTUK MENENTUKAN

DAN MENGELOMPOKKAN PESERTA KKN UNIVERSITAS LAMPUNG

Oleh

AGATHA BENY HIMAWAN Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA KOMPUTER

Pada

Jurusan Ilmu Komputer

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)
(6)
(7)
(8)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 9 April 1991, sebagai anak pertama dari dua bersaudara dengan ayah Mulyadi Mahdi dan ibu Siti Masyitoh.

Penulis memulai pendidikan formal pertama pada Taman Kanak-kanak di TK Pertiwi Teluk Betung, Bandar Lampung pada tahun 1996. Pendidikan Sekolah Dasar diselesaikan di SD Negeri 2 Talang, Teluk Betung pada tahun 2003. Sekolah Menengah Pertama diselesaikan di SMP Negeri 3 Bandar Lampung pada tahun 2006, kemudian melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Bandar Lampung dan lulus pada tahun 2009.

Penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada tahun 2009 melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

(9)

PERSEMBAHAN

Dengan mengucap Bismillah, kupersembahkan hasil karyaku ini untuk:

Kedua orangtua yang sangat aku cintai, Papa dan Mama,

Sumber segala kebahagiaan yang tak akan pernah tergantikan. Kasih sayang dan

doa yang tulus selalu diberikan dalam membesarkan, mendidik, dan menjagaku

disetiap waktu. Walaupun kalian telah begitu lama meninggalkanku, kalian akan

selalu ada dihatiku, dipikiranku, disetiap hembusan nafasku, dan disetiap doa dalam

sujudku.

Kakek dan Nenek yang sangat aku kasihi,

Kesabaran dan ketulusan dalam merawat dan mendidikku, mengajarkanku segala hal

tentang nilai kehidupan, segala bentuk perjuangan yang tak kenal lelah, dan segala

doa yang tak pernah dapat terbalaskan.

Dan Adikku yang sangat kusayangi.

(10)

MOTTO

The strong person is not the good wrestler. Rather, the strong person is the one who

controls himself when he is angry

(11)

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum, wr.wb.

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Sistem Informasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan Metode Pigeon Hole untuk Menentukan dan Menempatkan Peserta KKN” dengan baik. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Nabi junjungan

kita, suri tauladan kita Rosullah Muhammad SAW, semoga kita adalah umat beliau yang kelak akan mendapatkan syafa’at di hari akhir nanti, Aamiin ya robbal-aalamiin.

Alhamdulillah, syukur yang tak terhingga selalu terucap bersamaan dengan penulisan ini. Penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dan mendoakan dalam menyelesaikan skripsi ini, antara lain:

1. Bapak Aristoteles, S.Si., M.Si., selaku pembimbing utama. Terima kasih atas kesediaan Bapak dalam memberikan bimbingan, waktu, nasehat, saran, kritik, kesabaran, motivasi, dan ilmu dalam proses penyelesaian skripsi ini.

(12)

3. Bapak Drs. Irwan Adi Pribadi, M.Kom., selaku dosen pembahas. Terima kasih atas segala waktu, saran, dan kesabaran Bapak dalam memberikan arahan dalam penulisan skripsi ini.

4. Bapak Ir. Machudor Yusman, M.Kom., selaku dosen pembimbing dan Ketua Jurusan Ilmu Komputer Universitas Lampung.

5. Bapak Prof. Suharso, Ph.D., selaku Dekan FMIPA Universitas Lampung. 6. Bapak dan Ibu Dosen di Jurusan Ilmu Komputer Universitas Lampung.

7. Papa dan Mama dengan segala kasih sayang yang begitu besar dan tulus dalam membesarkan dan mendidik penulis. Terima kasih Pa, terima kasih Ma.

8. Kakek dan nenek dengan segala perhatian yang tulus, terima kasih karna telah begitu sabar membesarkan dan menyekolahkan penulis.

9. Adikku yang tercinta Anggita Desmarantika yang selalu menghibur kakaknya dalam keadaan apapun.

10. Keluarga besar dari Papa dan Mama yang selalu memberikan doa dan semangat. 11. Terima kasih kepada Daya, Habib, Ginting, Arif, Andikha, Andriyan, Efriansyah,

Dako, Jevry, Rhisky, Ka Roby, Tobari, Yuki, Eko, Yakub, Mbak Evita, Karina, Rita, Riska Malinda, Ayu, Indri Agustina, Choirunisa, Lusia, dan Sih Maharti yang selalu peduli dalam memberikan doa dan dukungan kepada penulis.

12. Terima kasih kepada rekan-rekan Ilmu Komputer 2009, Ilmu Komputer 2010, dan Ilmu Komputer 2011 atas waktu dan kebersamaannya.

(13)

Penulis menyadari skripsi ini jauh dari kesempurnaan, namun penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat dalam menambah ilmu pengetahuan khususnya bagi rekan-rekan Ilmu Komputer. Salam sehat selalu, Wassalammu’alaikum. wr.wb

Bandar Lampung, 16 Juni 2015

(14)

DAFTAR ISI

Isi Halaman

PERNYATAAN ... vi

RIWAYAT HIDUP ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

MOTTO ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR TABEL ... xix

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1

1.2Rumusan Masalah ... 3

1.3Batasan Masalah... 3

1.4Tujuan Penelitian ... 3

1.5Manfaat ... 4

(15)

2.2Pigeon Hole ... 5

2.3System Development Life Cycle (SDLC) ... 6

2.4SDLC Model Prototype ... 7

2.5Data Flow Diagram (DFD) ... 9

2.6Entity Relational Diagram (ERD) ... 10

BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1Metode Penelitian... 12

3.2Tempat dan Waktu Penelitian ... 14

3.3Alat Pendukung ... 14

3.4Analisis Kebutuhan ... 15

3.5Metode Pigeon Hole ... 16

3.6Desain ... 20

3.6.1 DFD Level 0 ... 20

3.6.2 DFD Level 1 ... 21

3.6.3 ERD ... 24

3.6.4 User Interface... 25

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1Analisis Kebutuhan Sistem ... 30

4.2Prototype ... 31

4.3Implementasi Sistem ... 36

4.3.1 Laman User Mahasiswa ... 36

4.3.2 Laman User Administrator ... 44

(16)

4.4.1 Pengujian Generate Kelompok Berdasarkan Asumsi 1 ... 55 4.4.2 Pengujian Generate Kelompok Berdasarkan Asumsi 2 ... 60 BAB 5 PENUTUP

(17)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. SDLC Model Prototype (Rosa dan Salahuddin, 2011) ... 8

2. Metode SLDC Model Protoype ... 12

3. Flowchart mengatur jumlah kelompok ... 16

4. Flowchart mengatur jumlah laki-laki dan perempuan ... 17

5. Flowchart acak kelompok ... 18

6. DFD level 0 ... 20

7. DFD level 1 ... 22

8. Entity Relational Diagram (ERD) ... 24

9. Laman home ... 25

10. Laman pendaftaran 1 ... 26

11. Laman pendaftaran 2 ... 26

12. Laman login pada administrator ... 27

13. Laman generate NPM ... 27

14. Laman pilih lokasi ... 28

15. Laman input tema ... 28

(18)

17. Alur Pendaftaran KKN ... 30

18. Prototype 1 Sistem dengan Token ... 32

19. Prototype 1 Daftar Peserta KKN ... 32

20. Prototype 2 Sistem Tanpa Token ... 33

21. Prototype 2 Menu Filter pada Daftar Peserta ... 34

22. Prototype 2 Menu Berita Jadwal Pembekalan ... 34

23. Prototype 3 Sistem dengan Token ... 35

24. Prototype 3 Penambahan Atribut Ukuran Baju ... 35

25. Token KKN ... 37

26. Informasi Pendaftaran ... 37

27. Pendaftaran Peserta KKN ... 38

28. Laman Beranda ... 39

29. Laman Profil Landasan Pemikiran dan Dasar Hukum ... 40

30. Laman Prinsip Dasar dan Pelaksanaan ... 40

31. Laman Tujuan dan Sasaran ... 41

32. Laman Pengumuman Kelompok ... 41

(19)

40. Laman Pilih Lokasi ... 46

41. Laman Input Tema ... 47

42. Laman Generate Kelompok ... 48

43. Laman Data Menu Daftar Peserta ... 49

44. Laman Data Menu Daftar Lokasi ... 49

45. Laman Data Menu Daftar Tema ... 50

46. Laman Data Menu Jadwal Pembekalan ... 50

47. Laman Data Menu Jadwal Pemberangkatan ... 51

48. Asumsi 1 Pengelompokkan Berdasarkan Jenis Kelamin ... 54

49. Asumsi 2 Pengelompokkan Berdasarkan Jurusan dan Fakultas ... 55

(20)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Notasi-notasi pada DFD (Rosa dan Salahudin, 2011) ... 9

2. Simbol-simbol pada ERD (Rosa dan Salahudin, 2011) ... 11

3. Penjelasan DFD level 1 ... 22

4. Pengujian Prototype 1 ... 31

5. Pengujian Prototype 2 ... 33

6. Pengujian Prototype 3 ... 34

7. Data Peserta KKN Periode Januari 2015 ... 52

8. Data peserta KKN tiap Fakultas berdasarkan jenis kelamin ... 52

9. Persentase ideal generate kelompok tiap Kabupaten ... 56

10. Data hasil generate kelompok tiap Kabupaten berdasarkan asumsi 1 ... 57

(21)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) adalah suatu kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. KKN Unila diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia akademik dan dunia bermasyarakat. Kegiatan KKN Unila harus merespon terhadap kuatnya tekanan globalisasi saat ini, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Provinsi Lampung. KKN Tematik Unila terdiri atas banyak kelompok mahasiswa yang tiap kelompoknya terdiri atas beberapa mahasiswa dari berbagai bidang disiplin ilmu. Tiap kelompok peserta KKN tersebut ditempatkan ke wilayah atau kabupaten di Provinsi Lampung yang telah disepakati oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unila dengan pihak kabupaten. KKN Tematik Unila mempunyai beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa sebagai calon peserta KKN untuk dapat mengikuti kegiatan perkuliahan KKN Tematik Unila.

(22)

2

minimal total SKS telah mencapai 110 SKS dan minimal IPK 2,00. Mahasiswa sebagai calon peserta KKN diharuskan terlebih dahulu untuk mengisi formulir pendaftaran KKN yang bisa didapatkan di tempat pendaftaran KKN pada waktunya nanti, yaitu pada saat dibukanya pendaftaran peserta KKN Tematik Unila. Proses pendaftaran KKN masih dilakukan manual yaitu dengan menyediakan formulir pendaftaran kepada mahasiswa sebagai calon peserta KKN. Formulir para mahasiswa calon peserta KKN tersebut dikumpulkan dan dikelompokkan berdasarkan jurusan dan fakultas yang berbeda. Proses pengelompokan tersebut masih dilakukan secara manual sehingga terjadinya ketidakseimbangan tiap kelompok yang mengakibatkan perbedaan jumlah peserta antar kelompok KKN. Ketidakseimbangan itu adalah perbedaan jumlah peserta antar kelompok KKN, pengelompokkan peserta dari berbagai disiplin ilmu yang tidak merata, dan perbandingan jumlah peserta laki-laki dan perempuan antar kelompok KKN.

Michael (2000) dengan judul penelitian caching in a data processing system using the pigeon hole principle, membahas sistem pengolahan data menggunakan prinsip Pigeon Hole. Prinsip Pigeon Hole digunakan untuk caching dalam sistem pengolahan

(23)

3

Penelitian ini merupakan pembangunan sistem informasi KKN dengan Metode Pigeon Hole untuk menentukan dan mengelompokkan peserta KKN.

1.2Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana membangun suatu sistem informasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan Metode Pigeon Hole untuk menentukan dan mengelompokkan peserta KKN.

1.3Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sistem informasi KKN dibangun dengan tujuan utama hanya untuk penempatan dan pengelompokkan peserta KKN.

2. Pengelompokkan peserta KKN dilakukan berdasarkan asal jurusan, fakultas, dan jenis kelamin.

1.4Tujuan Penelitian

(24)

4

1.5Manfaat Penelitian

(25)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) adalah suatu kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode memberikan pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. KKN Unila bertujuan untuk menjamin keterkaitan antara dunia akademik dan dunia bermasyarakat. Kegiatan KKN Unila harus merespon terhadap kuatnya tekanan globalisasi saat ini, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Provinsi Lampung (KKN Unila, 2013).

2.2Pigeon Hole

Prinsip Pigeon Hole menyatakan bahwa jika terdapat n merpati pada m rumah merpati, dimana n > m, maka terdapat rumah merpati yang memuat paling sedikit dua merpati (John and Cordelia, 2006). Michael Edward Factor dalam penelitiannya yang berjudul caching in a data processing system using the pigeon hole principle, penelitian ini berkaitan dengan sistem pengolahan data menggunakan prinsip Pigeon

(26)

6

dalam sistem pengolahan data melibatkan resolusi nama path file hirarki menjadi representasi inti file. Sistem pengolahan data komputer biasanya menyediakan sebuah interface antara program aplikasi yang berjalan pada komputer dan file yang secara

fisik disimpan pada disk menggunakan struktur hirarkis. Struktur file yang hirarkis dari disk termasuk direktori root, dan beberapa file biasanya disimpan dalam subdirektori. File pada disk dapat diakses baik menggunakan nama path absolut untuk menentukan path dari direktori root ke file, atau menggunakan nama path relatif untuk menentukan path dari Current Working Directory (CWD) ke file. Direktori atau file yang ditentukan dalam nama path membentuk komponen dari nama path untuk file yang diberikan (Michael, 2000). Sundar Lyer dalam penelitiannya yang berjudul routers with a single stage buffering, menyatakan prinsip Pigeon Hole digunakan untuk menentukan berapa banyak memori yang diperlukan

dan digunakan untuk merancang sebuah algoritma yang bertujuan menentukan memori setiap paket yang diperlukan (Lyer, 2002).

2.3System Devolepment Live Cycle (SDLC)

(27)

7

(Rosa dan Salahudin, 2011). SDLC merupakan suatu pendekatan yang mengasumsikan bahwa pembangunan proyek dapat direncanakan terlebih dahulu dan bahwa sistem informasi dapat dikembangkan sesuai dengan rencana. Prediksi SDLC berguna untuk membangun suatu sistem yang dapat dipahami dan didefinisikan dengan baik (Satzinger, 2010).

2.4System Devolepment Live Cycle (SDLC) Model Prototype

Metode System Development life cycle (SDLC) dengan Model Prototipe (Prototype) sangat baik digunakan untuk menyelesaikan masalah kesalahpahaman antara user dan analis yang timbul akibat user tidak mampu mendefinisikan secara jelas kebutuhannya. Prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (prototype) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis. Prototyping disebut juga desain aplikasi cepat (Rapid Application Design/RAD) karena menyederhanakan dan mempercepat desain sistem.

User biasanya kesulitan mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan aplikasi

(28)

8

Gambar 1. SDLC Model Prototype (Rosa dan Salahudin, 2011)

Tahapan yang dilakukan saat mengembangkan sistem dengan Model Prototype berdasarkan Gambar 1, yaitu:

1. Listen to customer

Pengembang mendengarkan kebutuhan pelanggan sebagai pemakai sistem perangkat lunak (user) untuk menganalisis serta mengembangkan kebutuhan user.

2. Build/revise mock-up

Mock-up adalah suatu yang digunakan sebagai model desain yang digunakan untuk

mengajar, demonstrasi, evaluasi desain, promosi, atau keperluan lain. Mock-up disebut sebagai prototipe perangkat lunak jika menyediakan atau mampu mendemostrasikan sebagian besar fungsi dari sistem perangkat lunak.

3. Customer test drives mock-up

Customer melakukan pengujian terhadap up yang telah dibuat. Pengujian

(29)

9

2.5Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan keluaran (output). DFD dapat digunakan untuk merepresentasikan sebuah sistem atau perangkat lunak pada beberapa level abstraksi. DFD menyediakan mekanisme untuk permodelan fungsional ataupun permodelan aliran informasi, oleh karena itu DFD lebih sesuai digunakan untuk memodelkan fungsi–fungsi perangkat lunak yang akan diimplementasikan menggunakan pemrograman terstruktur karena pemrograman terstruktur membagi-bagi bagiannya dengan fungsi-fungsi dan prosedur-prosedur.

DFD tidak sesuai untuk memodelkan sistem perangkat lunak yang akan dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek. Paradigma pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi objek merupakan hal yang berbeda, jangan mencampuradukkan pemrograman terstruktur dan pemrograman berorientasi objek (Rosa dan Salahudin, 2011).

Notasi-notasi pada DFD (Edward Yourdon dan Tom DeMarco) adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Notasi-notasi pada DFD (Rosa dan Salahudin, 2011)

Notasi Keterangan

(30)

10

Notasi Keterangan

File atau basis data atau penyimpanan

Entitas luar atau masukan berinteraksi dengan perangkat lunak yang terkait dengan aliran data dari sistem yang dimodelkan

Aliran data merupakan data yang dikirim antar proses, dari penyimpanan ke proses atau dari proses ke masukan

Tahapan perancangan dengan menggunakan DFD:

1. DFD Level 0 atau sering disebut juga Context Diagram menggambarkan sistem yang akan dibuat sebagai entitas tunggal yang berinteraksi dengan orang maupun sistem lain. DFD Level 0 digunakan untuk menggambarkan interaksi antara sistem yang akan dikembangkan dengan entitas luar.

2. DFD Level 1 digunakan untuk menggambarkan modul-modul yang ada dalam sistem yang akan dikembangkan. DFD Level 1 merupakan hasil breakdown DFD Level 0 yang sebelumnya sudah dibuat (Rosa dan Salahudin, 2011).

2.8 Entity Relational Diagram

Entity Relational Diagram (ERD) dikembangkan berdasarkan Teori Himpunan. ERD

(31)

11

Simbol-simbol yang digunakan pada ERD:

Tabel 2. Simbol-simbol pada ERD (Rosa dan Salahudin, 2011)

Simbol Keterangan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu

Relasi yang menghubungkan antar entitas

Penghubung antara relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki

multiplicity kemungkinan jumlah

(32)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Proses pengembangan sistem ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Prototype. Prototype merupakan metode pengembangan

sistem yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (Prototype) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang. Prototype terdiri dari beberapa langkah yaitu listen to customer, build/revise mock-up, dan customer test drives mock-up.

(33)

13

Proses pengembangan sistem pada Gambar 2, dibagi menjadi tiga tahap:

1. Listening Customer

Listening customer merupakan tahap awal dalam membangun sistem ini. Tahap ini

peneliti menggunakan teknik wawancara kepada staf bidang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung untuk mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan oleh tim KKN dalam proses pembangunan sistem informasi KKN. Proses pengumpulan data menggunakan teknik literatur yaitu berdasarkan buku petunjuk teknik dan petunjuk pelaksanaan KKN tahun 2013 untuk memenuhi kebutuhan customer. Tahap listening customer peneliti menemukan beberapa permasalahan pada

proses pengumpulan data KKN Universitas Lampung yaitu proses pendaftaran yang dilakukan masih manual dan pengelompokkan peserta KKN yang belum tertata dengan baik.

2. Build/Revise Mock-up

Build/revise mock-up merupakan tahap desain dan pengkodean (programming) dari analisis kebutuhan pada tahap listening customer. Desain dilakukan lebih dulu sebelum pengkodean. Tahap ini akan menghasilkan desain dan mock-up baru untuk memenuhi kebutuhan user, terdapat empat desain yang akan dilakukan pada penelitian ini yaitu:

a. DFD Level 0 atau diagram context b. DFD Level 1

c. Entity Relational Diagram (ERD)

(34)

14

3. Customer test drive

Tahap pengujian dari mock-up yang telah dibuat. Pengujian dilakukan oleh staf bidang KKN Universitas Lampung. Pengujian meliputi pengujian secara fungsional terhadap sistem, jika hasil pengujian tidak sesuai dengan yang diharapkan maka pengembangan sistem kembali ke tahap listening customer dan jika hasil pengujiannya sesuai maka pengembangan sistem akan diselesaikan hingga menjadi sistem yang sebenarnya.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Skripsi dan TA Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan di Perpustakaan Universitas Lampung lantai 1 ruang KKN. Waktu Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil 2014/2015.

3.3 Alat Pendukung

Alat pendukung yang diperlukan peneliti dalam merancang sistem pengelompokkan dan penempatan peserta KKN:

A. Perangkat Keras

1. Processor Intel Pentium P6100 2. RAM 1 GB

(35)

15

B. Perangkat Lunak

1. Sistem Operasi Windows 7 Home Premium 32 Bit

2. Adobe Dreamweaver CS5

3. Notepad ++

4. Xampp

5. Web Browser (Mozilla Firefox, Google Chrome, dan Internet Explorer)

3.4 Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan pada administrator yaitu:

1. Kebutuhan input pada administrator yaitu administrator melakukan proses input lokasi dan tema untuk pengelompokkan peserta KKN, melakukan menu edit dan hapus pada hasil pengacakan kelompok KKN, serta administrator dapat melakukan proses mencetak hasil pengelompokkan peserta KKN.

2. Kebutuhan output pada administrator yaitu sistem menampilkan hasil acak kelompok peserta KKN beserta lokasi dan tema perkelompok.

(36)

16

3.5 Metode Pigeon Hole

Metode Pigeon Hole digunakan dan diterapkan dalam bentuk flowchart yaitu sebagai berikut:

a. Flowchart untuk mengatur jumlah kelompok

Gambar 3. Flowchart mengatur jumlah kelompok

(37)

17

dengan jumlah mahasiswa dibagi jumlah titik lokasi dan sisa sama dengan jumlah mahasiswa mod jumlah desa, jika sisa lebih dari 0 maka terjadi looping sampai dihasilkan sisa sama dengan 0 dan jumlah i kelompok sama dengan jumlah anggota kelompok dan selesai.

b. Flowchart untuk mengatur jumlah laki-laki dan perempuan

(38)

18

Gambar 4 merupakan flowchart untuk mengatur jumlah laki-laki dan perempuan. Langkah langkah yang dilakukan yaitu mulai, input mahasiswa, jika mahasiswa pertama yang diinputkan bukan wanita maka terjadi looping sampai mahasiswa pertama yang diinputkan wanita, jika mahasiswa yang diinputkan adalah wanita maka ke langkah selanjutnya.Flowchart untuk acak kelompok.

c. Flowchart untuk mengatur kelompok

(39)

19

Gambar 5 merupakan flowchart untuk mengacak kelompok. Proses mengacak kelompok terdapat tiga tahap yang harus dilakukan terlebih dahulu, yaitu menentukan terlebih dulu perbandingan jenis kelamin tiap kelompok, menentukan asal fakultas dan jurusan tiap peserta kemudian tahap terakhir mengelompokkan peserta berdasarkan ketentuan pengelompokkan yaitu tiap kelompok terdapat dua peserta dari jurusan yang sama dan maksimal tiga peserta dari fakultas yang sama.

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap pertama yaitu mulai, temp sama dengan data mahasiswa, peserta sama dengan 0 sampai dengan banyak peserta kurang dari jumlah kelompok, untuk peserta sama dengan 0 dan wanita sama dengan 0 dikondisikan peserta kurang dari jumlah tiap kelompok. Tahap ini data yang diacak berdasarkan peserta wanita, jika data yang diacak wanita kurang dari jumlah wanita tiap kelompok maka diacak kembali sampai didapatkan peserta wanita tidak kurang dari jumlah wanita tiap kelompok.

(40)

20

3.6 Desain

Desain merupakan gambaran dari suatu sistem yang menjelaskan secara rinci tahapan yang dilakukan di dalam sistem, pada sistem informasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) desain yang dibuat yaitu DFD level 0, DFD level 1, ERD, dan user interface.

3.6.1 Data Flow Diagram (DFD) Level 0

Desain DFD level 0 pada Sistem Informasi KKN Universitas Lampung yaitu:

(41)

21

Gambar 6 merupakan desain DFD level 0 pada sistem informasi KKN, pada gambar tersebut terdapat dua entitas yaitu mahasiswa dan administrator. Mahasiswa melakukan proses pendaftaran sebagai peserta KKN dengan terlebih dulu memberikan NPM pada administrator yang nantinya akan diverifikasi dan generate menjadi sebuah Token KKN. Token KKN digunakan mahasiswa sebagai verifikasi daftar KKN. Proses pendaftaran yaitu dengan menginputkan data diri pada form pendaftaran. Sistem memberikan informasi kepada mahasiswa seperti informasi pendaftaran, informasi kelompok, tema, lokasi KKN, pembekalan, dan jadwal keberangkatan. Entitas pada administrator, administrator melakukan proses login terlebih dahulu, selanjutnya administrator menginputkan NPM mahasiswa peserta KKN untuk mendapatkan token KKN yang akan digunakan pada proses pendaftaran. Administrator dapat menginputkan lokasi-lokasi dan tema KKN yang dipilih untuk

dijadikan sebagai lokasi dan tema KKN untuk para peserta KKN. Administrator melakukan proses acak kelompok untuk menentukan anggota tiap kelompok, hasil acak kelompok tersebut disimpan dan dapat ditampilkan kepada para peserta KKN.

3.6.2 DFD Level 1

(42)

22

Gambar 7. DFD level 1 Tabel 3. Penjelasan DFD level 1

(43)
(44)

24

3.6.3 Entity Relational Diagram (ERD)

ERD Sistem Informasi KKN disajikan pada Gambar 8.

Gambar 8. Entity Relational Diagram (ERD)

Gambar 8 merupakan ERD pada sistem informasi KKN, pada gambar terdapat empat entitas yaitu entitas administrator, lokasi, tema, dan entitas acak. Entitas administrator terdapat beberapa atribut di dalamnya yaitu username dan password.

(45)

25

3.6.4 User Interface

User interface atau halaman antarmuka pada sistem ini dibangun dan disesuaikan berdasarkan desain DFD yang telah dibuat. Desain interface tersebut adalah sebagai berikut:

a. Mahasiswa 1. Laman home

Laman ini merupakan interface pada halaman home untuk mahasiswa. Laman ini terdapat beberapa menu pada sistem seperti yang disajikan pada Gambar 9.

\

Gambar 9. Laman home 2. Laman pendaftaran

(46)

26

Gambar 10. Laman pendaftaran 1

Gambar 11. Laman pendaftaran 2

b. Administrator

1. Laman login

Administrator terlebih dulu melakukan proses login untuk mengakses sistem.

(47)

27

Gambar 12. Laman login pada administrator 2. Laman generate NPM

Administrator melakukan proses generate npm mahasiswa yang nantinya akan

didapatkan token KKN yang akan diberikan pada mahasiswa agar dapat melakukan proses pendaftaran sebagai peserta KKN. Desain laman generate npm disajikan pada Gambar 13.

(48)

28

3. Laman pilih lokasi

Administrator melakukan proses pilih lokasi yang nantinya akan dijadikan lokasi

KKN yang ditetapkan. Administrator memilih lokasi-lokasi mana saja yang akan dijadikan tempat KKN. Desain laman pilih lokasi disajikan pada Gambar 14.

Gambar 14. Laman pilih lokasi 4. Laman input tema

Administrator melakukan proses input tema dengan menginputkan tema-tema

yang akan ditetapkan sebagai tema KKN per-kabupaten. Desain laman pilih tema disajikan pada Gambar 15.

(49)

29

5. Laman Generate kelompok

Administrator melakukan proses generate kelompok dengan memilih menu

generate kelompok yang selanjutnya akan menampilkan langsung daftar

kelompok yang telah digenerate. Hasil acak terdapat dua pilihan konfirmasi yaitu acak lagi dan simpan. Desain laman acak kelompok disajikan pada Gambar 16.

(50)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sistem informasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) studi kasus Universitas Lampung telah dibangun. Sistem informasi KKN dapat digunakan sebagai sarana oleh mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan KKN. Sistem informasi KKN memberikan kemudahan pada proses kegiatan KKN. Sistem informasi KKN dengan menggunakan Metode Pigeon Hole dapat mengatur pengelompokkan dan penempatan peserta KKN dengan baik.

5.2 Saran

Saran yang diperoleh dari hasil pengujian sistem berdasarkan hasil penelitian yaitu: 1. Sistem dapat dikembangkan dengan penambahan menu untuk mengatur

penempatan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

(51)

DAFTAR PUSTAKA

_______. 2013 . Petunjuk Teknis Dan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Lampung : Bandar Lampung.

John O’Donnell and Cordelia Hall. 2006. Discrete Mathematics Using A Computer.

Glasgow : Scotland

Lyer, Sundar. 2002. Router With A Single Stage Of Buffering. Computer System Laboratory : Stanford University.

Michael E.F. 2000. Caching In A Data Processing System Using The Pigeon Hole Principle. Lawrence D.Maxwell : New York.

Gambar

Gambar 1. SDLC Model Prototype (Rosa dan Salahudin, 2011)
Tabel 1. Notasi-notasi pada DFD (Rosa dan Salahudin, 2011)
Tabel 2. Simbol-simbol pada ERD (Rosa dan Salahudin, 2011)
Gambar 2. Metode SLDC model protoype
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu, penelitian ini menggunakan Algoritma Apriori dengan memperhatikan event untuk Temporal Association Rules yang dihasilkan, pada data penjualan di Toko

Berdasarkan hasil penelitian hanya empat elemen yang diperlukan untuk menjawab tujuan penelitian dari Sembilan elemen dalam Saxena (1990), yaitu elemen kendala utama, elemen

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Khaerunnisa (2018) tentang Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Minat Pasangan Usia Subur dalam Mengi- kuti Program KB

10 Tahun 2008 tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD, dan kebetulan juga seorang pengurus pusat partai politik, dalam sebuah rapat dengar pendapat umum dengan kelompok perempuan

Berdasarkan hasil wawancara peneliti, faktor penghambat yang ada dalam proses komunikasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Wonosari Gunungkidul salah satunya

a) Seseorang mungkin banyak mengetahui tentang produk dan menggunakan percakapan sebagai cara untuk menginformasikan kepada orang lain. Dalam hal ini word of mouth

Produk pembiayaan KPR Sejahtera BRI Syariah iB merupakan produk pembiayaan kepemilikan rumah berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan Bank BRI Syariah untuk

This study aims at describing the violations of the politeness principles committed by the South Celebes governor candidates in 2013 and their factors. This is