• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktek Kerja Lapangan Di Pusat Perkembangan Dan Pemberdayaan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin Dan Teknik Industri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Praktek Kerja Lapangan Di Pusat Perkembangan Dan Pemberdayaan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin Dan Teknik Industri"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah PPPPTK BMTI

Pada Pelita I (1969/1970 s.d 1974/1975), Pemerintah Republik Indonesia menempatkan pembangunan pendidikan teknologi sebagai bagian integral REPELITA mengisi kebutuhan terhadap tenaga kerja teknik. Sebelum Pelita I dimulai Direktur Pendidikan Teknologi, Kolonel Amir Gondokusuma, telah melakukan analisis kebutuhan, analisis jabatan, hingga analisis kemampuan,yang kemudian dijabarkan dalam bentuk Kurikulum STM Pembangunan.

(2)

dirasakan perlunya pelembagaan proyek-proyek penataran guru teknik. Melalui bantuan tenaga ahli dari Australia Mr. Ian Scoot tahun 1972-1973, dan Mr. Ken Sharp tahun 1974-1975, dirumuskan suatu bentuk kelembagaan, yang waktu itu disebut TTUC (Tehnical Teacher Upgrading Centre).

Sejak tahun 1975/1976 kegiatan-kegiatan penataran telah dimulai dioperasikan secara melembaga oleh TTUC dalam status keproyekan.Pengakuan terhadap fungsi dan peranan pendidikan teknologi sebagai bagian integral program pembanguan nasional (REPELITA) mulai diperoleh pada masa jabatan Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan, Drs. Soenaryo, M.Sc. tahun 1972-1979 yang pada saat itu juga sistem pendidikan menengah kejuruan dirumuskan secara konsepsional.

(3)

profesional" sebagai bagian dari upaya memantapkan organisasi dan manajemen, PPPG Teknologi Bandung juga dituntut untuk menyajikan program dan manajemen yang berkualitas profesional.Pada tahun 1986, kampus PPPG Teknologi Bandung dipindahkan dari Jalan Dr. Rum Bandung ke Cimahi, dalam kerangka mengembangkan fungsi sebagai Pusat Pengembangan Pendidikan Teknologi.

Tahun 1990 dengan Surat Keputusan Mendikbud Nomor 0529/O/1990, tanggal 14 Agustus 1990, diadakan perampingan organisasi sekaligus diikuti dengan kebijakan strategis yakni pengakuan pengakuan terhadap fungsi dan peranan PPPG Teknologi Bandung sebagai "Pusat Pengembangan Pendidikan", yang berarti semakin terbukanya peluang PPPG Teknologi Bandung melakukan program pengembangan sebagai salah satu sub-sistem yang sangat vital dalam pembangunan pendidikan menengah teknologi di Indonesia.

Peranan dan fungsi PPPG Teknologi Bandung makin diakui keberadaanya, baik ditingkat nasional maupun ditingkat internasional dan untuk lebih meningkatkan peran dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan di tanah air, maka pada tahun 2007, Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Bandung sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 8 Tahun 2007 namanya menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) bidang Mesin dan Teknik Industri.

(4)

1.1.1 Visi dan Misi

a. Visi

 Terpercaya dan berstandar internasional dalam layanan

pembentukan insan profesional b. Misi

 Meningkatkan layanan fasilitasi pengembangan dan

pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan

 Memperluas kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri

dalam pengembangan dan inovasi pendidikan teknologi.  Mewujudkan kerjasama dalam layanan otonomi satuan

pendidikan dan manajemen berbasis sekolah.

 Melaksanakan penjaminan mutu diklat pendidik dan tenaga

kependidikan serta masyarakat secara efesien dan efektif

Tujuan, Nilai-nilai, dan Motto a. Tujuan

 Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya lembaga  Melakukan pengkajian dan pengembangan kediklatan lingkup

teknologi

 Meningkatkan layanan prima dalam pengembangan dan

(5)

a. Nilai-nilai

Trustworthy (Saling Percaya, dipercaya dan terpercaya) Educated (Pembelajar sepanjang hayat)

Dedicated (disiplin, profesional dan bertanggungjawab) Care (peduli dan tanggap terhadap kondisi)

b. Motto

Better Management Through Intrinsic motivation

1.1.2 Logo Instansi

Gambar 1.1 Logo Instansi 1 Gambar 1.2 Logo Instansi 2 Sumber : Subbag TU dan RT Sumber : Subbag TU dan RT

(6)

1.2 Sejarah Divisi Humas PPPPTK BMTI

PPPPTK BMTI Bandung adalah instansi milik pemerintah Indonesia. Tidak seperti perusahaan swasta yang memiliki divisi Humas secara independent dimana Humas bisa melakukan tugas dan kewenangan yang sesuai dengan tugas kehumasan. PPPPTK BMTI memiliki divisi Humas namun Humasnya masih bersifat method of communication bukan state of being karena PPPPTK BMTI berada dibawah naungan pemerintah dimana segala informasi, komunikasi dan tentunya kegiatan kehumasan berpusat pada pemerintah.

Humas PPPPTK BMTI terbentuk pada tahun 1998 dimana kegiatan yang dilakukan belum banyak. Di tahun 2002 Humas PPPPTK BMTI mengalami pengembangan dimana kegiatan kehumasan semakin banyak dan beragam. Di tahun 2002 pulalah kegiatan kehumasan mulai aktif dilaksanakan. Walaupun bersifat method of communication namun PPPPTK BMTI sejauh ini mampu menangani dengan baik segala kegiatan kehumasannya.

(7)

Kegiatan ini berjalan ketika ada rombongan dari grup, sekolah atau universitas tertentu yang ingin dipandu oleh para pemandu mengenai seluk beluk dan segala informasi yang ada di PPPPTK BMTI namun para pemandu pun bisa memandu para pengunjung secara individual jika para pengunjung memintanya.

Tidak sedikit staf dan karyawan PPPPTK BMTI yang memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi sehingga mereka mampu memanfaatkan situasi, kondisi dan kesempatan yang ada menjadi sangat menguntungkan bagi PPPPTK BMTI, walaupun divisi kehumasannya masih bersifat method of communication. Mereka mampu mengaplikasikan ilmu komunikasi yang didapat

(8)

1.3 Struktur Organisasi Instansi

[image:8.595.123.510.169.551.2]

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA

Gambar 1.3

Sumber : Subbag TU dan RT

Keterangan :

 SUBBAG KEUANGAN

Penanggung-jawab:

(9)

2. Gaji dan Pajak

3. Administrasi dan Pertanggungjawaban

4. Kebendaharawanan (Pengeluaran, PUMK, dan PNBP)

 SUBBAG TATA LAKSANA DAN KEPEGAWAIAN

Penanggung-jawab:

1. Ketatalaksanaan

2. Administrasi Umum

3. Administrasi Kepegawaian

4. Pembinaan dan Pengembangan Kepegawaian.

 SUBBAG TATA USAHA DAN RUMAH TANGGA

1. Tata Usaha

Pj. Persuratan, Kearsipan, dan Keprotokolan.

Pj. Humas dan Publikasi.

Pj. Perpustakaan, Lab dan Bengkel

2. Kerumahtanggaan

Pj. Keamanan

Pj. Transportasi

Pj. M R

(10)

Pj. Asrama

3. Logistik

Pj. Pengadaan

Pj. Inventaris, Gudang dan Fasilitas Penunjang Lembaga

 SEKSI DATA DAN INFORMASI

Penanggung-jawab:

1. S I M

2. Infrastruktur

 SEKSI PROGRAM

Penanggung-jawab:

1. Penyusunan dan Evaluasi Program

2. Pengembangan dan Inovasi Model Tingkom

3. K A L

4. Pengembangan Kelembagaan

 SEKSI PENYELENGGARAAN

Unit:

Media Pendidikan

Penanggung-jawab:

(11)

2. Penyelenggaraan Tingkom

3. Pelaporan Penyelenggaraan dan Lembaga

 SEKSI EVALUASI

Penanggung-jawab:

1. Evaluasi Tingkom

2. Pemantauan Tingkom

3. Sekretariat T U K

1.3.1 DEPARTEMEN MESIN

[image:11.595.157.470.443.678.2]

STRUKTUR TATA KERJA DEPARTEMEN MESIN

Gambar 1.4

(12)

Unit kerja ini dipimpin oleh seorang kepala departemen yang berasal dari tenaga fungsional (widyaiswara), dibantu oleh wakil kepala departemen urusan diklat dan wakil kepala departemen urusan nondiklat.

Untuk mendukung implementasi program pelatihan pada Departemen Mesin, maka operasionalisasi program pelatihan didukung oleh ketersediaan laboratorium: Bengkel Mesin Produksi, Bengkel Las, Bengkel Fabrikasi Logam, Laboratorium Mekatronika, Laboratorium Gambar, Laboratorium Pemeliharaan, dan Laboratorium Kontrol Kualitas.

1.3.2 DEPARTEMEN MESIN KONVERSI ENERGI (OTOMOTIF DAN PESAWAT TENAGA)

STRUKTUR TATA KERJA

[image:12.595.157.474.439.691.2]

DEPARTEMEN MESIN KONVERSI ENERGI

Gambar 1.5

(13)

Unit kerja ini dipimpin oleh seorang kepala departemen yang berasal dari tenaga fungsional (widyaiswara), dibantu oleh wakil kepala departemen urusan diklat dan wakil kepala departemen urusan nondiklat.

Untuk mendukung implementasi program pelatihan pada Departemen Mesin Konversi Energi, maka operasionalisasi program pelatihan didukung oleh ketersediaan laboratorium: Bengkel Mekanik, Bengkel Alat Berat, Bengkel Body dan Pengecatan, dan Laboratorium Pesawat Tenaga.

1.3.3 DEPARTEMEN MANAJEMEN DAN TEKNIK INDUSTRI

STRUKTUR TATA KERJA

[image:13.595.158.471.411.660.2]

UNIT MANAJEMEN DAN TEKNIK INDUSTRI

Gambar 1.6

Sumber : Subbag TU dan RT

(14)

departemen dan dipimpin oleh seorang Kepala Unit yang berasal dari tenaga fungsional (widyaiswara). Untuk mendukung pengembangan program pelatihan, maka unit ini didukung oleh Laboratorium Manajemen Produksi, Laboratorium Manajemen Inventori, dan Laboratorium Transportasi.

1.3.4 DEPARTEMEN KETENAGALISTRIKAN

STRUKTUR TATA KERJA

[image:14.595.127.498.304.568.2]

DEPARTEMEN KETENAGALISTRIKAN

Gambar 1.7

Sumber : Subbag TU dan RT

Unit kerja ini dipimpin oleh seorang kepala departemen yang berasal dari tenaga fungsional (widyaiswara), dibantu oleh wakil kepala departemen urusan diklat dan wakil kepala departemen urusan nondiklat.

(15)

ketersediaan bengkel dan laboratorium: Elektronika Dasar Kelistrikan, Bengkel Kerja Listrik, Laboratorium Otomasi, Laboratorium Robotik, Bengkel Instalasi Ketenagalistrikan, Laboratorium Sistem Tenaga Listrik, dan Laboratorium Refrigerasi.

1.3.5 DEPARTEMEN ELEKTRONIKA DAN INFORMATIKA (ELIT) STRUKTUR TATA KERJA

DEPARTEMEN ELEKTRONIKA DAN INFORMATIKA (ELIT)

Gambar 1.8

Sumber : Subbag TU dan RT

(16)

Elektronika dan Informatika (ELIT) cukup lengkap dan memadai. Paket-paket pendidikan dan pelatihannya meliputi bidang-bidang keahlian Elektronika dan Informatika. Beberapa produk yang telah dipasarkan sebagai hasil kerja Departemen ELIT adalah dalam bentuk alat bantu mengajar ( teaching aid ) seperti : Radio System, Pemancar dan Penerima AM/FM, Televisi Berwarna dan Hitam Putih, CB Trans, VCD, DVD dan lain-lain.

Di samping itu Departemen ELIT juga menyediakan jasa layanan bagi masyarakat umum, industri dan lembaga dalam bidang-bidang perbaikan dan perawatan, perencanaan, pembuatan dan pemasangan sistem elektronika komunikasi, elektronika industri dan instrumentasi. Terdapat pula laboratorium komputer sebagai sarana yang tidak terpisahkan dari bidang kemampuan Teknologi Komputer dan Informatika. Bidang ini selalu siap membantu anda dalam menguasai Perangkat Lunak Komputer baik Program Aplikasi dan Desain Program. Sedangkan Laboratorium Perangkat Keras Komputer dengan fasilitas lengkap akan membantu anda menguasai Perawatan dan Perbaikan ( Maintenace and Repair /MR) komputer dan Sistem Jaringan bersertifikat Internasional ( CISCO Networking Academy Program ).

Departemen Elektronika dan Informatika memiliki 6 (enam) Laboratorium yaitu :

1. Laboratorium Elektronika Dasar dan MR

(17)

samping itu didukung pula laboratorium pembuatan pesawat elektronika guna merealisasikan pembuatan dan pengujian rangkaian-rangkaian elektronika.

2. Laboratorium Mikro dan Sistem Pengendali

Laboratorium Mikro dan Sistem Pengendali dengan fasilitas peralatan berteknologi tinggi yang dapat mendukung anda dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan sistem kontrol elektronik khususnya bidang mikroprosesor dan mikrokontroler.

3. Laboratorium Audio Video

Laboratorium Audio Video dengan fasilitas yang dapat menunjang penguasaan pengetahuan dan keterampilan elektronika komunikasi seperti radio, televisi, audio - video dan Komunikasi Data.

4. Laboratorium Multimedia dan Broadcast

Laboratorium Multimedia dan Broadcast dengan fasilitas yang sangat menunjang dalam penguasaan pengetahuan dan keterampilan multimedia interaktif yang sangat pesat kemajuannya saat ini, siap membantu anda menjadi spesialisasi di bidang Multimedia dan Broadcast.

5. Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak

(18)

6. Laboratorium Teknik Komputer Jaringan

Laboratorium Teknik Komputer Jaringan dengan perangkat komputer dan jaringan yang lengkap sehingga sangat mendukung anda dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan sebagai seorang operator, teknisi dan administrator jaringan yang handal. Didukung oleh sertifikasi internasional dari CISCO Networking Academy Program .

[image:18.595.146.479.335.578.2]

1.3.6 DEPARTEMEN TEKNIK BANGUNAN STRUKTUR TATA KERJA DEPARTEMEN TEKNIK BANGUNAN

Gambar 1.9

Sumber : Subbag TU dan RT

(19)

Untuk mendukung implementasi program pelatihan pada Departemen Teknik Bangunan, maka operasionalisasi program pelatihan didukung oleh ketersediaan bengkel dan laboratorium: Bengkel Batu dan Beton, Bengkel Mesin Pekerjaan Kayu, Bengkel Kerja Bangku Kayu, Bengkel Plambing Sanitasi, Laboratorium Material Testing, Laboratorium Gambar Bangunan, Laboratorium Survei dan Pemetaan.

1.3.7 DEPARTEMEN PENDIDIKAN UMUM DAN SAINS STRUKTUR TATA KERJA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN UMUM DAN SAINS

Gambar 1.10

Sumber : Subbag TU dan RT

(20)

Departemen ini berfungsi sebagai pendukung terselenggarannya pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dengan fokus pada pengembangan :

 Kompetensi Adaptif

 Kompetensi Sosial dan Kepribadian  Kompetensi Keguruan

 Manajemen Sekolah/Pendidikan  Pendidik Teknologi Dasar (PTD)  Pendidik Lingkungan Hidup (PLH)

Guna mencapai peran dan fungsinya, Departemen Pendidikan Umum dan Sains didukung oleh sejumlah tenaga pengajar dan pengembang yang berkualifikasi pendidikan S1, S2 dan S3 serta bersertifikat dalam maupun luar negeri.

Disamping itu departemen ini juga memiliki sejumlah sarana, yaitu :

 Lab Pendidikan Teknologi Dasar (PTD)  Lab Matematika dan IPA

 Lab Bahasa

 Lab Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)

(21)

1.4 Struktur Divisi Humas

Kaur TU dan RT

Perpustakaan Humas Operator

Gambar 1.11

Sumber : Subbag TU dan RT

Humas disini berada di bawah naungan Kaur TU dan RT dimana segala kegiatan yang akan dilakukan oleh humas sendiri harus melalui persetujuan dari Kaur TU dan RT, begitu juga dengan bagian-bagian lain seperti perpustakaan dan Operator.

1.5Job Description 1. Kepala

(22)

2. Wakil Manajemen Mutu (WMM)

Wakil Manajemen Mutu (WMM) mempunyai tugas Memastikan proses-proses yang dibutuhkan dalam Sistem Manajemen Mutu ditetapkan, diimplementasikan dan dipelihara. Merencanakan dan memantau program Audit Mutu Internal.Mengidentifikasikan dan mengelola program-program untuk perbaikan Sistem Manajemen Mutu. Melaporkan kepada Kepala Sekolah performansi Sistem Manajemen Mutu dan peluang untuk melakukan perbaikan.

3. Bagian Umum

Subbag Keuangan mempunyai tugas dalam Perencanaan dan SAI,

Gaji dan Pajak, Administrasi dan Pertanggungjawaban, Kebendaharawanan (Pengeluaran, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) .

Subbag Tata Laksana dan Kepegawaian mempunyai tugas

dalam Ketatalaksanaan, Administrasi Umum, Administrasi Kepegawaian, Pembinaan dan Pengembangan Kepegawaian.  Subbag Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas pada

(23)

Koperasi mempunyai peran dalam membangun dan

mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya, berperan serta secara aktif dalam upaya memeprtinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat, memperkokoh perkeonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahana perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya, berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perkeonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. 4. Bidang Program dan Informasi

 Seksi data dan Informasi mempunyai tugas dalam menangani S

I M dan Infrastruktur.

 Seksi Progran bertugas dalam Penyusunan dan Evaluasi

Program, Pengembangan dan Inovasi Model Tingkom, Pengembangan Kelembagaan.

5. Bidang Fasilitas Peningkatan Kompetensi

 Seksi Penyelenggaaan bertugas dalam Persiapan

Penyelenggaraan Tingkom, Penyelenggaraan Tingkom, Pelaporan Penyelenggaraan dan Lembaga.

 Seksi Evaluasi bertugas pada Evaluasi Tingkom, Pemantauan

Tingkom, Sekretariat TUK.

 API (Afiliasi Produksi & Industri) adalah satu organisasi intern

(24)

dibentuk dalam rangka mengembangkan model Income Generating Activity (IGA). Pada stage pertama digunakan pendekatan pengembangan wawasan keintrausahaan dalam bentuk kegiatan Unit Produksi.

6. Kelompok Jabatan Fungsional

Koordinator Jabatan Fungsional terdiri dari beberapa departemen yaitu :

a. Departemen Teknik Bangunan

Departemen ini terdiri dari tiga jurusan yaitu:

 Konstruksi Bangunan.  Arsitektur & Lansekap.  Bangunan Air & Jalan.

Departemen ini juga telah diakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi sebagai Badan Sertifikasi Keterampilan (BSK) Institusi Diklat yaitu Badan Penyelenggaraan Sertifikasi yang independen dan mandiri, yang dibentuk oleh Institusi Diklat guna menyelenggarakan pengujian keterampilan kerja untuk proses sertifikasi keterampilan kerja dalam bidang bangunan, arsitektur dan tata lingkungan.

b. Departemen Elektronika dan Informatika

(25)

Dampak dari perkembangan tersebut adalah terbukanya lapangan kerja baru termasuk lahirnya spesialisasi teknologi informasi di hampir seluruh jenjang dan jenis pendidikan, termasuk di PPPPTK BMTI Bandung. Potensi dan Fasilitas pendukung yang dimiliki Departemen ini cukup lengkap. Paket-paket pelatihannya meliputi bidang-bidang keahlian Teknik Informatika, Elektronika Industri, Digital dan Microprocessor serta elektronika Komunikasi. Beberapa produk yang telah dipasarkan sebagai hasil kerja departemen ini adalah dalam bentuk alat bantu mengajar (teaching aid) seperti : Radio System, Pemancar dan Penerima AM/FM, Televisi Berwarna dan Hitam Putih, DVD dan lain-lain.

(26)

c. Departemen Ketenagalistrikkan

Kemajuan perkembangan pembangunan di semua aspek kehidupan, telah memicu juga perkembangan dibidang sumber daya khususnya tenaga listrik. Oleh karena itu, Departemen Ketenagalistrikan ini, memberikan solusi dan ilmu terhadap sumber daya, khususnya sumber daya manusia, supaya dapat memberikan nilai positif bagi perkembangan pembangunan negara.

d. Departemen Mesin

(27)

Metalurgi, Teknik Pembentukan dan Pengecoran, Pemeliharaan dan Perbaikan, Mekatronik, Pengukuran dan Pengujian.

e. Departemen Mesin Konversi Energi Otomotif dan Pesawat Tenaga

Perkembangan teknologi sekarang ini memicu supaya perkembangan teknologi di negara kita mengikuti perkembangan dunia. Oleh karena ini, dengan memberikan imu pengetahuan tentang energi otomotif dan pesawat tenaga, diharapkan negara kita membuat suatu teknologi yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap negara bahkan dunia internasional.20

f. Departemen Pendidikan Umum dan Sains

Departemen ini berkiprah dalam upaya memenuhi tuntutan kebutuhan terhadap peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dalam berbagai bidang kemampuan, seperti:

 Bahasa Inggris Teknik

 Pengembangan Kurikulum dan Metodologi Pengajaran Teknik  Perancangan dan Pembuatan Bahan Ajar untuk kebutuhan

pendidikan pelatihan kejuruan dan umum  Penelitian Terapan

 Skills Audit

 Analisis Kebutuhan Pelatihan

(28)

Terhadap perkembangan karir, Departemen ini juga telah berhasil mengembangkan sistem penelusuran calon pemimpin SMK melalui Talent Scouting dan pengembangan manajemen untuk level supervisor.PPPPTK BMTI Bandung merupakan pengembang pendidikan kejuruan sekaligus penyelenggara pendidikan dan pelatihan guru teknologi, karena itu Departemen ini merupakan salah satu tulang punggung dari penyediaan bahan ajar dalam bentuk Hand Out, Lembar Operasi, Buku, Modul, Poster, Buku-buku Pelajaran. Selain itu berkemampuan untuk melatih bidang Penelitian Karya Ilmiah (KTI) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hal ini sebagai bukti produktivitas Departemen ini.

g. Unit Manajemen dan Teknik Industri

Departemen ini mempunyai fungsi terhadap kemajuan dalam bidang manajemen dan teknik industri yang berperan besar terhadap perkembangan industri negara. Dengan itu, diharapkan dapat memberikan suatu solusi dan ilmu tentunya kepada bangsa kita supaya dalam pengembangannya memberikan pengaruh besar terhadap negara.

h. Staf

(29)

dikembangkan secara terus menerus seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi serta tuntutan dunia kerja dan bisnis. Dari 408 karyawan, 60% memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan hampir semua tenaga edukatif telah mengikuti pendidikan di luar negeri seperti di Australia, Jepang, Jerman, Inggris, Amerika, Austria, Swiss, Philipina, Belanda, Brunei dan beberapa negara lain, termasuk pengalaman kerja di beberapa industri berskala internasional.

1.6Sarana dan Prasarana

[image:29.595.107.525.511.734.2]

PPPPTK BMTI Bandung pun dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk menunjang kepuasan dan kenyamanan karyawan dan para pengunjung. Sarana dan prasarana tersebut akan dijelaskan pada table dibawah ini :

Tabel 1.1

Sarana dan Prasarana di PPPPTK BMTI

No Nama / Jenis Keterangan

1. Lapangan Tenis Terdapat 2 lapangan, yakni:

(30)

hari. Juga dilengkapai dengan Kantin.

2. Lapangan Volley & Jogging Track

Dengan rindangnya pepohonan dan lingkungan yang segar di arena jogging dapat menjadikan suatu acara rekreasi dan sarana olah raga buat para peserta diklat.

3. Kolam Renang

Didesain sedemikian rupa dan ditempatkan pada lokasi yang dikelilingi oleh pepohonan sehingga berkesan nyaman. Kolam renang terdiri atas dua jenis, yaitu : untuk orang dewasa dengan ukuran (15 x 25 meter) dan untuk anak-anak berdiamater 12 meter. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai, kami lengkapi dengan Ruang ganti, serta alat pengamanan, termasuk tim penyelamat (safety guard).

(31)

memadai untuk penyelenggaraan acara-acara pertemuan dalam skala besar. 5. Ruang Rapat & Pertemuan Ruang Serbaguna (Bale Binangkit)

Ruang Sidang Panglayungan

6. Kantin, Toko & Koperasi Untuk mempermudah Karyawan dan Peserta Diklat dalam memenuhi keperluan sehari-hari lembaga kami juga menyiapkan Kantin, Toko yang lengkap dengan fasilitas Foto Copy.

7. Mesjid Mesjid yang berada dilingkungan

PPPPTK BMTI Bandung turut mendukung Karyawan & Peserta Diklat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

8. WISMA PANGLAYUNGAN Terdapat 48 Kamar dan 30 kursi untuk pelatihan para peserta diklat,Dilengkapi dengan sound system, terdapat sebuah ruang balkon

9. WISMA KANG GURU

(32)

kelilingi dengan pohon-pohon rindang, serta banyak fasilitas lain yang membuat pesereta diklat nyaman tinggal di wisma ini.

10. Bengkel Mesin Digunakan untuk para peserta diklat sebagai peningkatan kompetensi mengelola bengkel,dan mampu mengorganisir bengkel mulai dari perencanaan sampai pengembangan bengkel.

11. Lab Elektronika dan informatika Digunakan untuk para peserta diklat agar mampu melakukan instalasi oprasi jaringan, mendesain jaringan LAN dan WLAN serta pengoprasian di bidang elektronik.

12. Lab Listrik Digunakan untuk para peserta diklat untuk semua kegiatan perlistrikan d P4TK BMTI BANDUNG

13. Ruang Tata Bangunan Terdiri dari beberapa ruangan , ruang pipa tembaga,ruang furniture,tanah tambang bangunan.

14. Lab Sains Terdapat ruang fisika, kimia,

matematika, biologi.

(33)

utamanya untuk para seluruh pegawai, dengan segala kelengkapan praktek nya.

16. Kantin Kantin yang harganya lebih ekonomis

dan tempatnya terbuka.

17. Koperasi Koperasi di P4TK BMTI memberikan

kemudahan bagi para pegawai untuk melakukan pembelian berupa barang dan jasa apapun

18. Toilet Toilet terdapat di semua gedung atau ruang kerja para karyawan,dengan kebersihan yang terjaga.

19. Lahan Parkir memiliki lahan parkir yang sangat luas karena luas tanah di P4TK BMTI mencapai 15 H bagi pengunjung yang membawa kendaraan baik motor ataupun mobil.

20. AC Demi kenyamanan para pegawai maka

(34)

21. CCTV Kenyamanan semakin sempurna dengan dipasangnya CCTV di beberapa tempat

22. TV PLASMA terdapat beberapa tv plasma di gedung Utama untuk menunjang para karyawan untuk mengetahui informasi dan pengetahuan. TV Plasma adalah media audio visual .

23. FAX Disetiap meja ruangan, bahkan di

setiap dua meja kerja selalu terdapat mesin fax yang dapat menunjang dan mempermudah kerja para karyawan. 24. PRINT Mesin print selalu ada di setiap sudut

ruangan kerja meja pegawai. Mesin print ini berguna menunjang bagi tim informasi untuk mencetak pamflet informasi acara-acara, bahan meeting, dan lain-lain

(35)

1.7 Lokasi dan Waktu PKL

1.7.1 Lokasi Praktek Kerja Lapangan

Praktek kerja lapangan ini dilakukan di P4TK BMTI, yang berlokasi di Jl. Pesantren Km 2, Cibabat Cimahi 40513, Jawa Barat Tlp. (022) 6652326 bertempat di kantor Humas P4TK BMTI.

1.7.2 Waktu Praktek Kerja Lapangan

Penulis melaksanakan PKL selama kurang lebih 30 hari terhitung sejak 4

Juli 2011 hingga 3 Agustus 2011. Hari kerja untuk PPPTK BMTI Bandung itu

dimulai dari hari Senin hingga Jumat dan hari libur untuk PPPTK BMTI yaitu hari Sabtu serta hari libur nasional. Jam kerja PPPTK BMTI Bandung untuk hari Senin hingga Kamis terhitung dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan untuk jam kerja di hari Jumat terhitung dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB.

(36)

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

2.1 Aktivitas Praktek Kerja Lapangan

Penulis melakukan Praktek Kerja Lapangan selama kurang lebih 30 hari terhitung dari tanggal 4 Juli 2011 yang bertepatan dengan hari senin hingga 3 Agustus 2011.

[image:36.595.108.531.375.716.2]

Dibawah ini adalah aktivitas selama penulis melakukan Praktek Kerja Lapangan di PPPPTK BMTI Bandung :

Tabel 2.1

Aktivitas Kerja Selama PKL No Hari &

Tanggal

Uraian Kegiatan Isidentil Rutin

1. Senin, 04 Juli 2011

- Apel Pagi

- Pengarahan dari Kasubag Tu dan RT - Perkenalan dengan pegawai dan

fasilitas-fasilitas yang ada di P4TK BMTI

2. Selasa, 05 Juli 2011

- Apel Pagi

- Membuat Proposal 

3. Rabu, 06 Juli 2011

- Senam Pagi

- Revisi Proposal 

4. Kamis, 07 Juli 2011

(37)

- Edit Majalah Internal 

5. Jum’at,

08 Juli 2011

- Apel Pagi

- Membuat Surat balasan Kunjungan Study tour

6. Senin, 11 Juli 2011

- Apel Pagi

- Menganalisis Berita Kliping 

7. Selasa, 12 Juli 2011

- Apel Pagi

- Menerima dan menjadi penerima tamu kunjungan Study Tour (Universitas Muhammadiyah)

8. Rabu, 13 Juli 2011

- Senam Pagi

- Mendata dan Membagikan barang keperluan kantor

- Membuat Press Relase

9. Kamis, 14 juli 2011

- Apel Pagi

- Membuat Profil Power Point PPPPTK BMTI

10. Jum’at,

15 Juli 2011

- Apel Pagi

- Revisi Profil Power Point PPPPTK BMTI

11. Senin, 18 Juli 2011

- Apel Pagi

- Membagikan majalah internal tiap unit kerja dan Departemen

(38)

- Edit surat kunjungan SMK

Petarukan 

12. Selasa, 19 Juli 2011

- Apel Pagi

- Dokumentasi Pembukaan diklat IHT Pengadaan Barang dan Jasa

13. Rabu, 20 Juli 2011

- Senam Pagi

- Sharing mengenai Kehumasan - Dokumentasi pembukaan diklat

laboraturium fisika teknik

14. Kamis, 20 Juli 2011

- Apel Pagi

- Membuat proposal - Menganalisis proposal

15. Jum’at,

21 Juli 2011

- Apel Pagi

- Dokumentasi Penutupan Diklat pendidikan dan pelatihan bagi guru SMK Provinsi banten

(akuntansi,kewirausahaan,teknik,oto motif

16. Senin, 25 Juli 2011

- Apel Pagi

- Persiapan penerimaan Tamu kunjungan

17. Selasa, 26 Juli 2011

- Apel Pagi

- Menerima kunjungan tamu SMK 

(39)

Petarukan + belajar memandu + Dokumentasi

18. Rabu, 27 Juli 2011

- Senam Pagi

- Merekap + Membagikan Buku Profil & Program diklat PPPPTK BMTI tiap unit kerja dan Departemen

19. Kamis, 28 Juli 2011

- Apel Pagi

- Mendokumentasikan kegiatan diklat dan pelatihan guru ( Permesinan 1 )

20. Jum’at,

29 Juli 2011

- Apel Pagi

- Berbincang ringan dengan pembimbing dan staf humas lain - Print Program Kerja P4TK BMTI

2011

21. Senin, 01 Agustus 2011

- Apel Pagi

- Konsultasi dan sharring komunikasi dengan pembimbing PKL

22. Selasa, 02 Agustus 2011

- Apel Pagi

- Sharring mengenai pembuatan laporan PKL

23. Rabu, 03 Agustus 2011

- Senam Pagi

- Mendata ulang materi untuk pembuatan laporan PKL

(40)

24. Kamis, 04 Agustus 2011

- Apel Pagi

- Berbincang ringan dengan pembimbing PKL

dan berpamitan pada seluruh staf di kantor humas P4TK BMTI

Sumber : Dokumen Pribadi

2.2Deskripsi Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

2.2.1 Deskripsi Kegiatan Rutin

Adapun beberapa kegiatan rutin yang dilakukan oleh penulis selama masa Praktek Kerja Lapangan.

1. Apel Pagi

Apel pagi merupakan suatu kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan oleh seluruh pegawai baik staf atau jajaran yang berada di P4TK BMTI setiap pagi yakni dimulai dari pukul 07.00 – 07.20 yang bertempatkan di halaman depan Gedung P4TK BMTI.

(41)

2. Senam Pagi

Senam pagi merupakan suatu kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan oleh seluruh pegawai baik staf atau jajaran yang berada di lingkungan P4TK BMTI setiap rabu pagi yakni dimulai dari pukul 07.00 – 07.45 yang bertempatkan di lapangan depan Gedung P4TK BMTI.

Selain sebagai kegiatan olah raga di lingkungan instansi,senam pagi juga merupakan kegiatan rutin untuk saling kenal satu sama lain dengan pegawai-pegawai antar departemen atau ajang silaturahmi.

2.2.2 Deskripsi Kegiatan Insidentil

Dalam praktek kerja lapangan ini selain melakukan kegiatan yang rutin penulis juga diberi tugas yang bersifat insidentil (tidak tetap) adapun kegiatan insidentil yang penulis lakukan yaitu :

1. Perkenalan

Penulis melakukan perkenalan dengan seluruh staf kehumasan PPPPTK BMTI dan diberikan pengarahan secara umum mengenai peraturan, tata tertib dan kebijakan di PPPPTK BMTI untuk PKL. Penulis dikenalkan dengan Pak Alex,Pak Yanto,Pak Heru dan Ibu Dedeh.

2. Dokumentasi

(42)
[image:42.595.199.480.226.417.2]

Penulis memotret segala kegiatan dan fasilitas yang ada di PPPPTK BMTI, serta memotret berbagai materi ataupun obyek yang nantinya berguna untuk kepentingan pembuatan laporan PKL, dan juga mendokumentasikan diklat,IHT, dan pelatihan yang diadakan di PPPPTK BMTI. Berikut beberapa gambar pada saat diklat, IHT dan pelatihan :

Gambar 2.1

Diklat peningkatan kompetensi guru produktif dan adaptif

Sumber : Pribadi

3. Membuat Press Relase

Penulis ditugaskan untuk membuat Press Relase seputar informasi mengenai Kehumasan dan berbagai berita lainnya yang berhubungan dengan humas. Penulis mendapatkan informasi tersebut dari media cetak dan elektronik seperti internet. Penulis pun meminjam referensi yang ada di kantor humas untuk melengkapi Press relase yang ditugaskan.

(43)

sesuai dengan aturan pembuatan Press Relase. Pembuatan Press Relase melatih penulis untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membuat sesuatu serta mengatasi masalah karena orang-orang dari jurusan komunikasi adalah orang-orang yang kreatif dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

4. Sharring tentang kehumasan

Pada kesempatan ini penulis terlibat perbincangan dengan bapak/ibu yang ada di Kehumasan yaitu dengan Bpk. Alex yang didampingi oleh Bpk. Heru,Bpk.Yanto dan Ibu Dedeh. Disini penulis diberikan contoh-contoh bagaimana humas yang baik. Sharring ini semakin membuka wawasan penulis agar tidak malu untuk mencontoh pihak lain dalam hal yang positif demi tercapainya suatu kesuksesan dengan syarat tidak menjadi plagiator seutuhnya karena hal tersebut bisa merugikan pihak internal dan pihak lainnya.

Sharring ini mampu melatih penulis mengenai bagaimana komunikasi

yang baik dan pantas dilakukan kepada atasan agar komunikasi yang terjalin adalah komunikasi dua arah yang efektif.

5. Membuat Proposal

Membuat proposal adalah kegiatan penting yang dilakukan suatu instansi atau perusahaan untuk mengkomunikasikan maksud, ide, rencana ataupun gagasan. Penulis dilatih membuat proposal penyelenggaraan suatu kegiatan dimana penulis diarahkan agar lebih baik dalam membuat proposal.

(44)

keuntungan secara sekaligus yaitu penulis menjadi tahu dan semakin mengerti bagaimana pembuatan proposal yang baik dan penulis pun diajarkan untuk selalu proaktif dalam berbagai kesempatan untuk hasil yang lebih baik lagi.

6. Konsultasi Laporan PKL

Penulis mulai melakukan konsultasi mengenai pembuatan laporan PKL dan proaktif bertanya agar informasi yang didapat untuk pembuatan laporan PKL tidak salah. Pembimbing PKL dari PPPPTK BMTI pun mengarahkan secara perlahan namun pasti agar lebih mudah mengerjakan laporan ini. Penulis pun diberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk laporan PKL.

7. Membedah Metode Penelitian

PKL dipergunakan penulis untuk membedah mengenai metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sebagai penunjang pembuatan skripsi. Disini Bpk. Alex menjelaskan secara rinci mengenai metode penelitian kualitatif dan kuantitatif yang mereka kerjakan untuk skripsi mereka.

Disini penulis diberikan berbagai arahan dan catatan penting mengenai metode penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk persiapan skripsi. Penulis diwajibkan proaktif bertanya dan penulis pun harus mampu mendengarkan dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan isi pesan.

8. Mendata Ulang Bahan PKL

(45)

baik sehingga memudahkan penulis dalam mengerjakan laporan PKL. Penulis pun berkesempatan untuk sharring mengenai humas yang method of communication dan humas yang state of being.

9. Pemanduan & Menerima Kunjungan Tamu

Pemanduan adalah interaksi secara langsung kepada tamu dengan pemilihan bahasa dan kata-kata yang tepat dimana komunikasi dilakukan secara baik dengan memberikan informasi yang benar, tepat dan jelas sehingga makna komunikasi tidak menjadi ambigu, mampu mengubah sikap dan pemikiran orang lain serta apa yang diucapkan oleh kita mampu diterima dengan baik oleh orang lain.

[image:45.595.197.426.526.709.2]

Penerimaan Tamu sangat penting dalam pembangunan citra PPPPTK BMTI Bandung karena pelayanan yang ramah, murah senyum, penguasaan informasi yang baik dan mampu menjawab pertanyaan pengunjung secara jelas serta rinci akan membuat tamu menjadi senang, puas dan tidak sia-sia mengunjungi PPPPTK BMTI Bandung.

Gambar 2.2

Penerimaan Tamu kunjungan SMK Petarukan

(46)

10.Berbincang Ringan

Hari ini adalah hari terakhir penulis melakukan Praktek Kerja Lapangan. Penulis tidak melakukan kegiatan kerja dan hanya berbincang ringan dengan pembimbing PKL penulis selama di PPPPTK BMTI. Perbincangan ringan ini tentunya kembali membahas tentang humas yang bersifat state of being dan method of communication, perbincangan mengenai feedback dan keuntungan apa

saja yang bisa diambil ketika PKL, informasi dan data yang seperti apa yang sekiranya dibutuhkan dll. Tidak lupa di akhir penulis mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan dengan semua pegawai di PPPPTK BMTI yang telah banyak membantu penulis dalam pelaksanaan PKL selamakurang lebih 30 hari.

11.Pembuatan majalah internal

Pembuatan majalah internal adalah salah satu aspek tindak lanjut dari proses perencanaan. Penulis mencoba memberikan beberapa halaman desain untuk majalah.

12.Menyebarkan majalah internal

Menyebarkan majalah internal yang disediakan P4TK BMTI. Majalah ini berfungsi sebagai bahan pengetahuan untuk para pegawai dan peserta diklat agar tau bagaimana sejarah dan program apa saja yang sekarang akan dilaksanakan. 2.3Analisis Kegiatan PKL

(47)

Public Relations Associations maka PPPPTK BMTI memiliki fungsi manajemen

kehumasan walaupun humas di PPPPTK BMTI masih bersifat method of communication.

Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan penulis tidak terlepas dari panduan komunikasi sebagai latar belakang pendidikan penulis. Walaupun penulis melaksanakan PKL dengan humas yang method of communication namun kegiatan kehumasan tetap ada dan berjalan.

Penulis menganalisis bahwasannya selama penulis melaksanakan PKL penulis terlibat dalam komunikasi antar persona, komunikasi massa dan komunikasi organisasi. Komunikasi antar persona terjadi ketika penulis berbincang dengan pembimbing PKL dari PPPPTK BMTI dimana beliau mengarahkan penulis untuk bekerja sesuai dengan tugas humas. Komunikasi organisasi terjadi ketika penulis melakukan sharring dan diskusi mengenai komunikasi dll. Komunikasi massa terjadi ketika penulis melakukan pemanduan kepada peserta kunjungan.

(48)

Selama PKL di PPPPTK BMTI penulis diajarkan untuk membuat proposal, dilatih memandu dengan penggunaan komunikasi yang baik, diajarkan untuk membuat kliping, diajarkan untuk membuat majalah sebagai media penghubung antara suatu instansi / perusahaan kepada masyarakat, diajarkan untuk berdiskusi sesuai dengan komunikasi organisasi, diajarkan untuk proaktif memberikan tanggapan dan solusi, diajarkan public speaking, diajarkan bagaimana mendokumentasikan acara dengan baik, hal ini sudah sesuai dengan apa yang penulis pelajari dalam perkuliahan dan akan sangat berguna bagi penulis nanti dalam dunia kerja yang sebenarnya.

Tugas-tugas yang diberikan oleh pembimbing PKL sudah sangat berinterpretasi langsung dengan aplikasi ilmu komunikasi. Seperti contohnya adalah kegiatan pemanduan dimana komunikasi yang dilakukan tidak selalu sama untuk orang yang satu dengan yang lainnya. Penulis harus memilah dan memilih komunikasi yang dilakukan kepada orang yang lebih tua dari penulis, orang yang lebih muda dari penulis dan orang yang sama usianya dengan penulis.

Bagi penulis tugas membuat proposal dan surat balasan sangatlah penting dan berguna. Dalam dunia kerja nanti penulis mungkin akan rajin membuat proposal setiap harinya. Maka dari itu struktur proposal yang baik dan benar harus dilatih dari sekarang karena dalam dunia kerja mungkin sudah tidak ada waktu lagi untuk belajar membuat proposal.

(49)

tidak sekedar mahir berbicara namun aspek-aspek yang mendukung komunikasi seperti senyuman, gerak tubuh, gerak tangan, gesture, body language, eye contact dll. Karena hal-hal itulah proses komunikasi bisa semakin menyenangkan.

Penulis lalu diajarkan bagaimana cara berdiskusi yang sopan sesuai dengan komunikasi organisasi. Diskusi sangat diperlukan dalam dunia kerja yang nyata karena sangat mustahil seseorang bekerja sendiri tanpa membutuhkan orang lain. Dalam hal ini diskusi sangat diperlukan agar komunikasi berjalan efektif. Penulis diajarkan bagaimana caranya menyanggah, memberikan solusi dan mengeluarkan pendapat.

Selain itu tidak lupa penulis pun sharring dengan pembimbing PKL mengenai aplikasi ilmu komunikasi dan kehumasan di dunia pekerjaan. Ternyata melalui komunikasi masalah bisa terselesaikan dan dengan komunikasi pula masalah bisa muncul. Komunikasi bersifat irreversible yang artinya tidak bisa diulang, ditarik ataupun diubah. Maka dari itu komunikasi harus dilakukan secara baik dan efektif agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Akan sangat baik jika komunikasi yang dilakukan bersifat dua arah sehingga bisa menghasilkan efek baik.

(50)

Para anggota divisi humas akan lebih baik atau idealis jika diisi oleh orang-orang yang berlatar pendidikan komunikasi konsentrasi hubungan masyarakat karena tentunya ilmunya akan sangat berguna dalam pekerjaan yang sesuai dengan apa yang diajarkan di bangku kuliah. Mereka sudah tahu seluk beluknya dunia kehumasan karena selama berkuliah hal-hal yang berkaitan dengan humaslah yang dibahasnya setiap hari.

Humas diharapkan mampu menjadi ujung tombak dari instansi pemerintahan P4TK BMTI ini dimana humas akan mencitrakan bagaimana P4TK BMTI itu sendiri. Melalui humas pula citra P4TK BMTI akan terlahir dan humas-humas yang profesionalah yang mampu melahirkan citra yang positif sebagai citra P4TK BMTI.

(51)

3.1Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktek kerja lapangan yang telah dilakukan selam kurang lebih 30 hari kerja di PPPPTK BMTI Bandung.

1. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Mesin dan Teknik Industri (BMTI) Bandung adalah Unit Pelaksana Teknis dan bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. Sebagai lembaga pemerintah, P4TK BMTI dalam tugasnya melaksanakan pengembangan dan pemeberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan bidang mesin dan teknik industri.

2. Humas di PPPPTK BMTI Bandung masih bersifat method of communication dan diharapkan, P4TK BMTI mampu mengubah

humasnya menjadi bersifat state of being. Humas P4TK BMTI masih bersifat method of communication karena P4TK BMTI dibawahi oleh pemerintah dimana segala informasi, komunikasi dan kegiatan kehumasan berpusat disana.

(52)

penulis. Kegiatan yang dikerjakan sehari-hari tentunya mampu mempertajam skill penulis seperti skill public speaking, komunikasi, berfikir, menulis dll.

3.2Saran-Saran

Saran yang didapat penulis selama melaksanakan praktek kerja lapangan di PPPPTK BMTI Bandung yaitu

3.2.1 Saran untuk instansi

1. PPPPTK BMTI Bandung adalah instansi yang besar, bagus, maka akan lebih baik dan sempurna lagi bila humas yang masih bersifat method of communication itu berubah menjadi humas yang state of being . Humas

yang state of being akan semakin menunjang kejayaan dan keeksisan PPPPTK BMTI Bandung karena humas sudah memiliki job desk yang terorganisasi.

2. Lebih Banyak dipajangkannya koleksi dokumentasi foto-foto dulu atau sejarahnya PPPPTK BMTI yang dipajang tiap regenerasi agar para pengunjung/yang studi tour tidak bosan melihat koleksi yang sama dari tahun ke tahun dan akan lebih baik jika koleksi yang ada ditambahkan agar pengunjung semakin puas ber-edutainment. Regenerasi pun harus dilakukan secara periodik untuk menghindari opini publik yang negatif yang bisa merugikan PPPPTK BMTI sendiri.

(53)

berkembang dimana konsumsi terhadap teknologi meningkat perharinya. Ditambah lagi Bandung adalah wilayah yang tidak kesulitan mencari dan menemukan berbagai gadget untuk ditambahkan di PPPPTK BMTI. 3.2.2 Saran untuk mahasiswa

1. Mahasiswa diharapkan untuk tidak menyalahgunakan berbagai kebijakan dan fleksibilitas yang diberikan oleh PPPPTK BMTI, walaupun hanya dalam konteks PKL namun profesionalisme dan sopan santun harus tetap terjaga agar kolega kerja bisa menghargai mahasiswa begitu pula sebaliknya.

2. Mahasiswa diharapkan selalu bersifat aktif, kreatif, lincah, dan tidak malu untuk bertanya,di dalam semua kegiatan yang dilakukan karena semua itu merupakan kesempatan kita belajar dalam menghadapi dunia kerja dan di himbau buat para mahasiswa agar mampu untuk tidak lamban dalam mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh pembimbing dan staf lain nya karena kelambanan akan menghambat pekerjaan yang lainnya dan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Serta akan mengurangi penilaian pembimbing terhadap sikap anda, dan tak lupa harus bisa menjaga sopan santun.

(54)

Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI Bandung)”

Diajukan sebagai bukti telah melaksanakan praktek Kerja Lapangan (PKL)

Oleh :

Nama : M Iqbal Trisanda Putra Nim : 41808005

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMAS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

(55)

DAFTAR PUSTAKA

 Mulayana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT. Remaja

Rosdakarya

 2001. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT. Remaja

Rosdakarya

(56)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI

Nama Lengkap : Muhammad Iqbal Trisanda Putra

Nama Panggilan : Iqbal, ibay

Tempat Tgl Lahir : Bandung,23 Oktober 1990

Jenis Kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : WNI

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

Alamat : Jl. H Alpi No 405 RT/RW 08/08 Bandung 40212

Telepon : 085722354620, 022-86062978

(57)

PENDIDIKAN FORMAL

 2008 – Sekarang : Mahasiswa Program Study Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Komputer Indonesia

 2005 – 2008 : SMA YWKA Bandung  2002 – 2005 : SLTPN 4 Cimahi

 1996 – 2002 : SDN Melong Asih VII/VIII

PENGALAMAN KERJA

 2011 : Crew Susu Kalbe

 2010 : Crew Morinaga

PELATIHAN DAN SEMINAR

No Tahun Uraian Keterangan

1. 2009 Peserta Mentoring Agama Islam Bersertifikat

2. 2009 Peserta Kuliah Umum “Kebudayaan Film & Sensor Film” (Ilustrasi tentang

Perfilman)

Bersertifikat

3. 2009 Peserta “ Pelatihan Melejitkan Potensi dan Pengembangan Diri”

Bersertifikat

(58)

Jayakarta Bandung

5. 2010 Peserta Seminar Fotografi Bersertifikat 6. 2010 Study Tour ke Media Massa “Metro Tv” Bersertifikat

Gambar

Gambar 1.3
Gambar 1.4
Gambar 1.5 Sumber : Subbag TU dan RT
Gambar 1.6 Sumber : Subbag TU dan RT
+7

Referensi

Dokumen terkait

Website ini hanya menampilkan informasi-informasi tentang kegiatan dan aktifitas pada Departemen Teknik Elektro dan Teknik Informatika, Pusat Pengembangan dan

[r]

Pengumpulan data dan Analisis : perancangan menggunakan metodologi beraliran data dan dengan cara melakukan diskusi mengenai program yang bersangkutan dalam wacana utama

Dengan demikian, nama PPPG Matematika berubah menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, dan merupakan

Berdasarkan Permendiknas nomor 8 Tahun 2007 nama PPPG Matematika berubah menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK)

Berdasarkan Permendiknas nomor 8 Tahun 2007 nama PPPG Matematika berubah menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK)

Berdasarkan Permendiknas nomor 8 Tahun 2007 nama PPPG Matematika berubah menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK)

[r]