• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengendali Gerak Kamera Menggunakan Frekuensi Radio

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengendali Gerak Kamera Menggunakan Frekuensi Radio"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

PENGENDALI GERAK KAMERA MENGGUNAKAN

FREKUENSI RADIO

TUGAS AKHIR

Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan

Pada Program Studi Sistem Komputer Strata Satu di Jurusan Teknik Komputer

Oleh :

Andri Hermawan

10204094

Pembimbing :

Dr.Ir.Yeffry Handoko Putra, M.T Selvia Lorena Br Ginting, M.T

JURUSAN TEKNIK KOMPUTER

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

(2)

iv

ABSTRAK

Perkembangan dan pemanfaatan teknologi nirkabel atau wireless pada

sistem komunikasi pada masa sekarang ini sudah sering dijumpai, pemanfaatan

teknologi wireless pada pengendali gerak kamera pada motor servo. Pada sistem

ini bertujuan untuk mempermudah pengendalian secara jarak jauh tanpa harus

menggunakan kabel pada media komunikasi datanya. Secara garis besar

perancangan sistem ini terbagi menjadi dua bagian yaitu, bagian pengirim dan

bagian penerima. Proses perekaman video atau gambar pada sistem kamera,

sistem wireless pada bagian pengirim digunakan TLP434 dan pada sistem

penerima menggunakan RLP434 dan sistem mikrokontroler digunakan AT89C51,

sedangkan interface atau antarmuka sebagai penghubung antara sistem pengirim

dan komputer digunakan RS232 dimana rangkaian ini berfungsi untuk mengubah

level tegangan yang dikirim oleh komputer melalui com serial berupa data ASCII

akan dirubah menjadi level tegangan TTL (transistor – transistor logic) sehingga

dapat di pancarkan oleh TLP434, alat dan sistem yang dibuat ini menghasilkan

pergerakan kamera melalui motor servo baik secara navigasi atau secara derajat,

selain itu proses perekaman dan pengambilan gambar dapat dilakukan oleh sistem

ini.

(3)

v

ABSTRACT

The development and utilization of wireless technology or wireless communications system in the present have often encountered, the use of wireless technology in motion control camera on a servo motor. In this system aims to facilitate remote control without having to use the cable for data communication medium. Broadly speaking, the design of the system is divided into two parts, namely, the Transmiter and receiver. The process of recording video or pictures on the camera system, wireless system used on the sender and the receiver system TLP434, RLP434 and systems using AT89C51 microcontroller, while the interface as a liaison between the sender and the computer system used RS232 circuit which serves to change the voltage level sent by the computer through a serial com ASCII data will be converted into TTL voltage levels (transistor - transistor logic) that can be broadcast by the TLP434, tools and systems that made this result movement of the camera via a servo motor either navigation or degree, except that the process recording and shooting can be done by this system.

(4)

vi

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr, Wb.

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan

karunia dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas

akhir dengan judul : “Pengendali Gerak Kamera Menggunakan Frekuensi Radio”. Tugas akhir ini disusun untuk memenuhi syarat dalam meraih gelar kesarjanaan pada Jurusan Teknik Komputer Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

di Universitas Komputer Indonesia.

Segala usaha tersebut tidak akan berhasil tanpa dorongan serta

bimbingan dari semua pihak terutama dari pihak keluarga, dosen pembimbing dan

rekan-rekan mahasiswa, sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas akhir ini.

Oleh karena itu, perkenankan penyusun mengucapkan terima kasih dan

penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

1. Sri Nurhayati, M.T. Selaku Ketua Jurusan Teknik Komputer.

2. Dr.Ir.Yeffry Handoko Putra, M.T. Selaku Dosen Pembimbing I yang telah

meluangkan waktu dan tenaga untuk memberikan bimbingan dan masukan

yang sangat berharga bagi terselesaikannya tugas akhir ini.

3. Selvia Lorena Br Ginting, M.T. Selaku Dosen Pembimbing II yang telah

memberikan banyak waktu dan inspirasi selama proses bimbingan.

4. Usep Mohamad Ishaq, M.Si. Selaku dosen wali kelas 04 TK-2.

5. Ayahanda Rino Slamet dan Ibunda Sri Suryani, S.Pd yang telah mencintai,

menyayangi, membesarkan, mendidik penulis dengan penuh kesabaran dan

keikhlasan.

6. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Teknik Komputer.

7. Jajaran Staf Jurusan Teknik Komputer.

8. Kakakku Tercinta Yanti Purnamasari, Fedrik Nabhan, Rahmat, Terimakasih

atas kasih sayang, nasehat, motivasi dan doanya yang selama ini diberikan

(5)

vii

9. Fitria Susianti yang selalu mensuport dan memberikan semangat, kasih

sayang, nasehat, motivasi dan doa yang selama ini diberikan kepada penulis.

10. Teman-teman 04TK-2: Yuddhy Setiyadi, Sofwan Fauzi, Dandan Hasdiana,

Toni S Permana, Jupry, Giri M Gentara, Andi yang telah memberikan

dorongan secara moril dan materil kepada penulis..

11. Teman-teman Kampus : Sony, Juhri, Taupik Oktoreza, Tony koben, Andri,

Haris, Mazkie, Ebek, Andriana, Iqbal, Gugun, Ahmad Tohirin.

12. Teman-teman Terbaikku: Wanda, Suparna, Ami Akhmaludin, Dwi Jayanto,

Jajang, Yuddy, Cici, Entang. Terimakasih atas suport, motivasi dan

kebersamaannya dari sejak SMA sampai sekarang, kalian semua adalah teman

terbaikku.

13. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Mohon maaf dan terima

kasih sebanyak-banyaknya.

Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan di dalam tugas

akhir ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat

membangun dan semoga tugas akhir ini bermanfaat dalam pengembangan

wawasan ilmu pengetahuan bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada

khususnya.

Kesempurnaan hanya milik Allah SWT, dan penulis hanyalah manusia

biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Semoga apa yang disampaikan

bermanfaat bagi semua pihak.

Wassalamualaikum Wr, Wb.

Bandung, Agustus 2011

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat cepat membuat

manusia mencoba sesuatu hal yang dianggap baru, terutama dibidang peralatan

komputer yang perkembangannya begitu cepat, dimana peralatan tersebut dapat

mempermudah aktifitas dan keperluan manusia yang semakin komplek. Suatu

sistem pengendali bisa melakukan proses lebih efektif, efisien dan bisa

dipergunakan untuk sistem keamanan juga. Pada perangkat komputer tersebut bisa

memanfaatkan port serial yang jarang digunakan untuk bisa dimanfaatkan

sebagai sistem kendali suatu alat.

Motor listrik merupakan alat yang sangat banyak penggunaannya.

Berbagai jenis motor yang ada digunakan untuk membantu dan memudahkan

banyak pekerjaan. Motor servo merupakan salah satu jenis motor listrik. Motor ini

merupakan jenis motor yang relatif mudah dalam penggunaan dan pemeliharaan

sehingga telah begitu banyak digunakan mulai dari sistem audio, hingga sistem

pendukung keamanan.

Ketersediaan dan kemudahan penggunaan motor servo inilah yang

mendorong penulis untuk menggunakannya sebagai suatu alat yang digunakan

bersama komputer, untuk membantu melakukan pengamatan lokasi-lokasi yang

cukup sulit dijangkau. Dengan menggunakan modul TLP434 dan RLP434,

mikrokontroler, sebuah kamera kecil dan sebuah komputer, dapat dibuat suatu

model sistem pengamatan lokasi.

1.2. Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas pada tugas akhir ini adalah :

Bagaimana merancang suatu Pengendali Gerak Kamera Menggunakan

(7)

2

1.3. Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud

Maksud dari pembuatan tugas akhir ini adalah membuat suatu Pengendali

Gerak Kamera Menggunakan Frekuensi Radio.

1.3.2 Tujuan

Tujuan Penelitian adalah:

1. Mengirimkan data dari komputer berupa data ASCII melalui modul TLP

434 sehingga dapat terkirim dan diterima oleh RLP434.

2. Menggunakan port serial pada komputer untuk mengirimkan data ASCII

yang dikirimkan oleh TLP434 dan dapat diterima oleh RLP434.

3. Mengendalikan pergerakan motor servo agar kamera dapat menentukan

posisi yang diinginkan.

1.4. Batasan Masalah

Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis memberikan batasan masalah

agar dalam penjelasan nanti akan lebih mudah, terarah dan sesuai dengan yang

diharapkan. Adapun batasan masalahnya yaitu :

1. Penggunaan modul TLP 434 dan RLP 434 sebagai komunikasi data

melalui frekuensi radio dengan menggunakan modulasi ASK

(Amplitudo shift keying).

2. Alat ini menggunakan dua buah motor servo dengan rotasi 180 derajat

dan delapan buah led sebagai indikator komunikasi data.

3. Sistem komunikasi data frekuensi bekerja pada frekuensi 315 Mhz.

4. Pengendalian derajat navigasi motor servo adalah sebesar kelipatan

lima derajat sampai Sembilan puluh derajat untuk pergerakan ke atas,

bawah, kiri dan kanan.

1.5. Metodologi Penelitian

(8)

3 berikut :

1. Studi Literatur.

Merupakan suatu langkah yang dilakukan untuk mencari lebih banyak

informasi dari berbagai sumber referensi seperti buku, jurnal, makalah,

artikel, internet, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat

dasar teori dalam melakukan perancangan dan realisasi sistem.

2. Diskusi.

Melakukan tanya jawab/diskusi secara langsung dengan pembimbing,

dosen maupun mahasiswa yang mengetahui masalah yang sedang dibahas.

Dan kepada orang-orang yang menguasai pada bidang ini supaya diperoleh

penjelasan yang lebih rinci.

3. Perancangan dan realisasi perangkat keras dan perangkat lunak.

Membuat sistem serta program identifikasi posisi benda berdasarkan

observasi yang dilakukan.

4. Pengujian sistem.

Pengujian sistem dilakukan sesudah sistem ini dirancang dan

direalisasikan. Hal ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui kinerja

sistem tersebut apakah sistem berjalan dengan baik atau tidak.

5. Analisa

Proses analisa dilakukan untuk mengetahui apakah sistem yang dirancang

ini sesuai dengan landasan teori atau tidak.

1.6. Sistematika Penulisan

(9)

4

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisikan latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan,

batasan masalah, metodologi penelitian, sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dalam Bab ini membahas tentang teori yang berhubungan dengan alat

yang dirancang, yaitu mikrokontroler, modul TLP434 dan RLP434, motor

servo, komunikasi serial.

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Dalam Bab ini merupakan inti dari penulisan tugas akhir ini, dimana pada

bab ini memaparkan tahap-tahap perancangan alat mulai dari diagram blok

sistem, perancangan hardware, perancangan software,dan pengujian yang

akan dilakukan.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Dalam Bab ini membahas tentang hasil pengujian dari perancangan

perangkat keras, perangkat lunak dan analisis sistem yang telah dibuat

secara keseluruhan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.

Dalam Bab ini berisikan kesimpulan dari perancangan sistem dan

(10)

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kamera

Webcam adalah sebuah kamera yang bentuknya lebih kecil dari kamera

pada umumnya. Webcam biasanya digunakan untuk mengambil gambar video

secara langsung dari komputer, dan biasanya digunakan untuk chatting.

Pada dasarnya setiap kamera terdiri dari tiga bagian utama yaitu.

1. Lensa mempunyai fungsi untuk memilih bidang pandang tertentu dan

ditangkap oleh optik yang menghasilkan gambar untuk diteruskan ke kamera.

2. Tubuh kamera berisi tabung pengambil gambar, yang berfungsi untuk

merubah gambar optik yang dihasilkan lensa menjadi sinyal elektrik.

3. VCR (Video Casette Recorder) berfungsi sebagai perekam gambar dan suara,

dibeberapa jenis kamera ada yang recorder terpisah dan ada juga yang

menjadi satu bagian dengan tubuh kamera.

Gambar 2.1 Kamera

Pengaturan kamera yang digunakan :

1. Kamera : 803color CMOS

2. Tegangan transmiter : 200 mW

3. Jangkauan kamera : Auto Focus

(11)

6

2.2. Komunikasi Data

Kata komunikasi merupakan suatu kata yang dapat diartikan sebagai cara

untuk menyampaikan atau menyebar luaskan data dan informasi, sedangkan kata

informasi berarti berita, pikiran, pendapat dalam berbagai bentuk. Manusia dapat

melakukan komunikasi dengan berbagai cara, berbicara secara langsung, berbisik,

mengirim surat dan lain sebagainya. Dengan teknologi komunikasi sekarang ini,

hanya dengan menekan beberapa tombol maka jarak dan waktu untuk melakukan

komunikasi tidak lagi menjadi kendala yang berarti.

Teknologi komunikasi terus dikembangkan dengan tujuan memudahkan

manusia dalam melakukan komunikasi. Para ahli terdorong untuk

mengembangkan teknik komunikasi jarak jauh yang lebih efisien dengan metode

telekomunikasi yang memanfaatkan teknologi elektronika, yang dikenal dengan

istilah komunikasi data.

Komunikasi data merupakan cara mengirimkan data menggunakan sistem

transmisi elektronika dari satu komputer atau dari suatu komputer ke terminal

tertentu. Sedangkan data itu sendiri merupakan sinyal elektromagnetik yang

dibangkitkan oleh sumber data yang dapat ditangkap dan dikirimkan ke terminal

penerima.

Tujuan utama dari komunikasi data adalah untuk menukar informasi

antara dua perantara.

a. Data adalah sebuah gambaran dari kenyataan, konsep atau instruksi dalam

bentuk formal yang sesuai untuk komunikasi, interpretasi atau proses oleh

manusia atau oleh peralatan otomatis.

b. Informasi adalah pengertian yang diperuntukkan bagi data dengan

persetujuan pemakai data tersebut.

Definisi ini dapat menjelaskan tujuan, yaitu data dapat diidentifikasikan,

data dapat digambarkan, data tidak perlu mewakili sesuatu secara fisik, tetapi dari

semuanya itu data dapat dan sebaiknya digunakan untuk menghasilkan informasi.

Hal ini juga berarti bahwa data untuk satu orang akan muncul sebagai informasi

untuk yang lain. Informasi ini terbentuk ketika data ditafsirkan. Pada gambar 2.1

(12)

7

frekuens

Gambar 2.2 Diagram Blok Komunikasi Sederhana

Pada gambar 2.6 terdapat beberapa komponen seperti:

a. Transducer: Merupakan sistem yang bertugas mengirimkan informasi,

transducer juga membangkitkan data atau informasi dan menempatkannya

pada media transmisi.

b. Proses: Berfungsi untuk mengubah informasi yang akan dikirim menjadi

bentuk yang sesuai dengan media transmisi yang digunakan.

c. Media Transmisi: merupakan jalur transmisi tunggal atau jaringan transmisi

kompleks yang menghubungkan sistem sumber dengan sistem tujuan. Kadang

sistem transmisi juga disebut sebagai pembawa data yang dikirim. Sistem

transmisi ini bisa kabel, gelombang elektromagnetik atau yang lain.

d. Proses: Berfungsi untuk mengubah informasi pada yang telah diterima dari

pengirim melalui media transmisi. Bagian ini sinyal dari pengirim diterima

dari media transmisi.

e. Transducer: Merupakan sistem yang berfungsi untuk menerima sinyal dari

sistem transmisi dan menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat

ditangkap oleh sistem tujuan.

2.2.1. Sistem Modulasi

Informasi dapat disalurkan melalui saluran transmisi ke tempat yang jauh

jaraknya dengan mempergunakan gelombang yang berfrekuensi tinggi sebagai

pembawanya. Gelombang pembawa ini disebut sebagai carrier. Proses

penumpangan sinyal informasi ke gelombang pembawa disebut sebagai modulasi.

1. Sistem Modulasi Analog

Gambar 2.3 Gelombang Sinusoidal

Transducer Proses Media Proses

Transmisi

(13)

8 Sistem modulasi analog adalah sistem modulasi yang mempergunakan

gelombang pembawanya berbentuk gelombang sinusoidal. Dibedakan atas :

1) Amplitude Modulation ( AM )

Modulasi ini mempergunakan amplitudo sinyal analog untuk membedakan

kedua keadaan sinyal digital, pada AM frekuensi dan phase sinyal tetap,

sedangkan yang berubah adalah amplitudonya. Keadaan high “1” sinyal

digital diwakili oleh tegangan yang besar dibandingkan dengan keadaan

“0” (low) amplitude modulation adalah cara modulasi yang paling mudah, namun mudah pula dipengaruhi oleh keadaan media transmisinya.

2) Frecuency Modulation ( FM )

Modulasi ini menggunakan sinyal analog, untuk membedakan kedua

keadaan sinyal digital. Pada FM, amplitudo dan phase tetap sedangkan

frekuensi berubah.

3) Phase Modulation ( PM )

Modulasi ini mempergunakan perbedaan sudut phase dari sinyal analog

untuk membedakan kedua sinyal digital. Cara modulasi ini amplitudo dan

frekuensi tetap, sedangkan phasenya berubah-ubah. Jenis modulasi ini

untuk mengirimkan jumlah data yang sangat banyak dalam kecepatan

tinggi

2. Sistem Modulasi Pulsa

Sistem modulasi pulsa, adalah sistem modulasi yang mempergunakan

gelombang pembawanya berbentuk gelombang diskrit ( pulsa ). Gelombang pulsa

adalah gelombang hasil pencuplikan gelombang analog yang berbentuk

sinusoidal, sehingga dihasilkan gelombang empat persegi secara berulang-ulang.

Dibedakan atas :

1. Modulasi Amplitudo Pulsa ( Pulse Amplitudo Modulation )

Jenis modulasi ini mengubah amplitudo pulsa gelombang dengan

amplitudo gelombang informasi.

2. Modulasi Lebar Pulsa ( Pulse Width Modulation )

(14)

9 3. Modulasi Posisi Pulsa ( Pulse Posision Modulation )

Modulasi terjadi dengan cara mengubah posisi gelombang pembawa

terhadap waktu, sesuai dengan sifat sinyal informasi. Tidak terjadi

perubahan amplitudo dan lebar pulsa .

4. Modulasi Kode Pulsa ( Pulse Code Modulation )

PCM digunakan untuk mengirim informasi dengan menggunakan bilangan

(kode-kode) digital, artinya mengubah sinyal analog ke dalam bentuk

digital.

5. Modulasi Delta ( Delta Modulation )

Delta modulation : bentuk penyaluran informasi melalui pulsa digital.

3. Sistem Modulasi Digital

Sistem modulasi digital adalah sistem modulasi yang mempergunakan

gelombang pembawanya berbentuk digital. Dibedakan atas :

1. Amplitudo Shift Keying ( ASK )

ASK : pengiriman sinyal berdasarkan pergeseran amplitudo. Dalam proses

ini munculnya gelombang tergantung ada / tidaknya sinyal informasi

digital.

2. Frecuency Shift Keying ( FSK )

FSK : Frekuency Shift Keying, pergeseran sinyal melalui pergeseran

frekuensi. Modulasi berjenis ini memungkinkan sebuah gelombang

frekuensi menggeser frekuensi output geombang pembawa.

3. Phase Shift Keying ( PSK )

PSK : metode ini merupakan suatu bentuk fasa yang memungkinkan

fungsi pemodulasi menggeser fasa gelombang termodulasi.

2.2.2. Teori Modulasi ASK (Amplitudo Shift Keying)

ASK (Amplitude Shift Keying) adalah suatu modulasi dimana logika 1

diwakili dengan adanya sinyal dan logika 0 diwakili dengan adanya kondisi tanpa

(15)

10

Gambar 2.4 ASK (Amplitude Shift Keying)

Hasil ASK (Amplitude Shift Keying) diwakili oleh perbedaan amplitudo

pada carrier. Dimana satu amplitudo adalah zero, ini menunjukkan kehadiran dan

ketidakhadiran pada carrier yang digunakan. Sifat dari ASK antara lain:

1. Rentan untuk pergantian gain tiba-tiba

2. Tidak efisien.

3. Sampai dengan 1200bps pada voice grade line.

Jenis modulasi ASK, diantaranya sebagai berikut:

1. Binary-ASK (BASK)

Sinyal yang katakan termodulasi secara BASK didefenisikan dengan x(t) =

A m(t)sin( ct) 0 ≤ t T (1). A adalah konstanta, m(t) adalah sinyal data (sinyal pemodulasi) yang mempunyai nilai 0 atau 1, adalah frekuensi putar dari sinyal

pembawa, dan T adalah lebar dari satu bit. Sebuah sinyal digital, yang hanya

mengandung 0 dan 1, dimodulasikan dengan BASK, maka kita hanya akan

mengalikan sinyal pembawa dengan nilai 0 atau 1. Gambar 2.5 memperlihatkan

modulasi BASK untuk sebuah sinyal digital yang diberikan 0 1 0 1 0 0 1 0. Seperti

terlihat di gambar 2.5, sinyal-sinyal BASK bisa didapat dengan cara menyalakan

dan mematikan (on dan off) sinyal pembawa, tergantung apakah sinyal informasi

(16)

11

Gambar 2.5 Binary-ASK (BASK)

Dengan mengandaikan bahwa sinyal m(t) adalah sinyal periodis dengan 0

1 0 1 0 1 0 1. Jika lebar pita (bandwidth) dari sinyal informasi didefinisikan

sampai nol yang pertama, maka ;

B = 4/T

2.2.3. Teori Modulasi FSK (Frekuensi Shift Keying)

Frekuensi Shift Keying (FSK) adalah modulasi frekuensi skema dimana

informasi digital ditularkan melalui perubahan frekuensi diskrit suatu gelombang

pembawa. FSK termudah adalah FSK biner (BFSK). BFSK berarti menggunakan

sepasang frekuensi diskrit untuk mengirimkan biner (0s dan 1s) informasi.

Dengan skema ini, "1" disebut frekuensi tanda dan "0" disebut frekuensi ruang.

Domain waktu dari sebuah carrier termodulasi FSK diilustrasikan pada Gambar

2.6

(17)

12 Pada sistem FSK, dua buah sinyal sinusoidal dengan amplitudo maksimum

sama Ac, tetapi frekuensi berbeda, f1 dan f2, digunakan untuk merepresentasikan

biner 1 dan 0. Secara matematis dapat dituliskan.

S(t) cos(2 ) 1s t A f t c ฀฀untuk simbol „1‟

S(t) cos(2 ) 2s t A f t c ฀฀untuk simbol „0‟

Modulasi FSK merupakan modulasi yang mempunyai kinerja yang lebih

baik dan menggunakan sistem deteksi yang lebih sederhana dibandingkan dengan

PSK. Oleh karena itu penerapan cukup luas pada sistem trasmisi data.

Frequency Shift Keying (FSK) relative sederhana, FSK memiliki bentuk

penampakan gelombang yang konstan dari modulasi sudut yang similar (sama)

terhadap frekuensi modulasi konvensional kecuali bahwa sinyal modulasinya

adalah untaian pulsa biner yang bervariasi di antara dua level tegangan diskrit

dibanding perubahan bentuk gelombang secara terus-menerus.

2.2.4. Teori Modulasi PSK (Phase Shift Keying)

Dalam sistem PSK, sinyal pembawa sinusoidal dengan amplituda Ac dan

frekuensi fc digunakan untuk merepresentasikan kedua symbol “1” dan “0”, hanya saja fasa sinyal pembawa untuk kedua simbol tersebut dibuat berbeda 1800.

Secara matematis dapat dituliskan:

(18)

13 Pembangkitan sinyal BPSK serupa dengan pembangkitan sinyal BASK,

kecuali data binernya dalam format polar, seperti tampak pada gambar 2.8.

Gambar 2.8 Pembangkitan Sinyal BPSK

2.2.5. Koneksi Nirkabel

Teknologi nirkabel atau wifi selalu menarik perhatian bagi kebanyakan

orang, tua-muda semakin asyik menikmati hidup dengan koneksi nirkabel.

Keasyikkan berkoneksi nirkabel menurut fungsinya berkaitan erat dengan

kemudahan pencapaian produktivitas usaha.

Komunikasi wireless merupakan media transmisi antara pengiriman data

(transmitter) dengan penerima data (receiver) tanpa perantara kabel. Data-data

yang bergerak dari pemancar (transmitter) menuju penerima (receiver) merambat

secara bebas di udara. Data-data tersebut berupa sinyal radio dengan frekuensi

yang berbeda. Frekuensi tersebut memiliki hubungan berbanding terbalik dengan

panjang gelombang yang merambat di udara.

1. Transmit (Tx)Power

Radio mempunyai daya untuk menyalurkan sinyal pada frekuensi tertentu.

Daya itu disebut Transmit (Tx) Power. Dihitung dari besar energi yang disalurkan

melalui satu lebar frekuensi (bandwidth) misalnya, satu radio memiliki Tx Power

(19)

14

2. Received (Rx) Sensitivity

Semua radio memiliki point of no return, yaitu keadaan ketika radio

menerima sinyal kurang dari Rx Sensitivity yang ditentukan, dan radio tidak

mampu melihat datanya.

Frekuensi adalah banyaknya getaran per detik dalam arus listrik yang terus

berubah. Satuan frekuensi adalah Hertz disingkat Hz. Jika arus bergerak lengkap

satu getaran per detik, maka frekuensinya 1 Hz. Satuan frekuensi lain:

1. Kilohertz (kHz)

2. Megahertz (MHz)

3. Gigahertz (GHz)

4. Terahertz (THz)

Sementara itu, panjang gelombang atau wavelength adalah jarak di antara

kedua titik yang sama pada satu getaran. Dalam sistem nirkabel (wireless),

biasanya diukur dalam satuan meter, sentimeter atau milimeter.

Tabel 2.1 Frekuensi Spektrum dan Panjang Gelombang

Designation Abbreviation Frequencies Free-space

Wavelengths

Very Low Frequency VLF 9 kHz–30 kHz 33 km–10 km

Low Frequency LF 30 kHz–300 kHz 10 km–1 km

Medium Frequency MF 300 kHz–3 MHz 1 km–100 m

High Frequency HF 3 MHz–30 MHz 100 m–10 m

Very High Frequency VHF 30 MHz–300

MHz 10 m–1 m

Ultra High Frequency UHF 300 MHz–3 GHz 1 m–100 mm

Super High Frequency SHF 3 GHz–30 GHz 100 mm–10 mm

Extremely High

(20)

15

2.3. Teknik Komunikasi Data Digital

Sinkronisasi merupakan salah satu tugas utama dari komunikasi data.

Transmitter mengirimkan pesan 1 bit pada satu saat melalui medium ke receiver.

Receiver harus mengenal awal dan akhir dari blok-blok bit dan harus mengetahui

durasi dari tiap bit sehingga dapat men-sample line tersebut dengan timming yang

tepat untuk membaca tiap bit.

2.3.1 Transmisi Asinkron

Transmisi asinkron adalah transmisi data dimana kedua pihak, pengirim atau

penerima tidak perlu berada pada waktu yang sinkron. Metode transmisi ini

diterapkan pada komunikasi data dimana kecepatan piranti pengirim dan piranti

penerima jauh berbeda. Transmisi asinkron digunakan bila pengiriman data

dilakukan satu karakter setiap kali. Karakter dapat dilakukan secara sekaligus

ataupun beberapa karakter kemudian berhenti untuk waktu tidak tentu lalu

mengirimkan isinya.

2.3.2 Transmisi Sinkron

Pada transmisi data sinkron sejumlah blok data dikirimkan secara kontinyu

tanpa bit awal atau bit akhir. Detak pada penerima dioperasikan secara kontinyu

dan dikunci agar sesuai dengan detak pada pengirim. Untuk mendapatkan keadaan

yang sesuai, informasi pendetakan harus dikirimkan lewat jalur bersama-sama

dengan data dengan memanfaatkan metode penyadian tertentu sehingga informasi

pendetakan dapat diikut sertakan atau dengan menggunakan modem yang

menyandikan informasi pendetakan selama proses modulasi. Data secara kontinyu

akan dikirimkan terus menerus tanpa adanya pembatas (gap). Interval waktu

antara bit terakhir dari suatu karakter dengan bit pertama dari karakter berikutnya

adalah nol atau kelipatan bulat dari periode waktu yang diperlukan untuk

mengirimkan sebuah karakter.

Arah transmisi dari dua piranti yang berkomunikasi dapat dibedakan menjadi

(21)

16 1. Simplex

Menyatakan komunikasi antara dua piranti hanya bisa dilakukan satu arah saja.

Gambar 2.9. Arah Transmisi Simplex

2. Half Duplex

Menyatakan komunikasi antara dua piranti hanya bisa dilakukan dua arah

namun tidak secara serentak tetapi bergantian. Bila satu piranti sedang

mengirim yang lain hanya menerima.

Gambar 2.10. Arah Transmisi Half Duplex

3. Full Duplex

Menyatakan komunikasi antara dua piranti hanya bisa dilakukan dua arah dan

bisa serentak (bersamaan).

Gambar 2.11. Arah Transmisi Full Duplex

2.4. Perangkat Keras

2.4.1. Mikrokontroler AT89C51

Komponen utama sistem identifikasi posisi benda ini adalah

mikrokontroler AT89C51. AT89C51 adalah mikrokontroler keluaran atmel

dengan 4K byte (In-System Programmable Flash Memory), AT89C51 merupakan

memori dengan teknologi nonvolatile memori dan memori ini dapat diisi ulang

(22)

17 Memori ini bisa digunakan untuk menyimpan instruksi berstandar pada

kode MCS-51 sehingga memungkinkan mikrokontroler ini bekerja dalam mode

single chip operation (mode operasi keping tunggal) yang tidak memerlukan

memori luar untuk menyimpan source code tersebut.

Konfigurasi pin mikrokontroler AT89C51 ditunjukkan pada Gambar 2.9

ATMEL AT89C51 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 VCC P0.0 (AD0) P0.1 (AD1) P0.2 (AD2) P0.3 P0.4 P0.5 P0.6 P0.7 EA/VPP ALE/PROG PSEN P2.7 P2.6 P2.5 P2.4 P2.3 P2.2 P2.1 P2.0 (AD3) (AD4) (AD5) (AD6) (AD7) (A15) (A14) (A13) (A12) (A11) (A10) (A9) (A8) GND XTAL1 XTAL2 (RD) P3.7 (WR) P3.6 (T1) P3.5 (T0) P3.4 (INT1) P3.3 (INT0) P3.2 TXD P3.1 RXD P3.0 RST P1.7 P1.6 P1.5 P1.4 P1.3 P1.2 P1.1 P1.0 PORT 0 PORT 2 PORT 3 PORT 1

Gambar 2.12 Konfigurasi pin Mikrokontroler AT89C51

2.4.1.1. Deskripsi kaki AT89C51

Pada AT89C51 memiliki masing-masing fungsi untuk setiap kakinya.

Adapun masing-masing fungsi dari setiap kakinya adalah sebagai berikut:

Port 0

Port 0 terdiri dari 8 kaki (p0.0-p0.7), yaitu kaki ke 39 sampai kaki ke 32. Port ini

biasa berfungsi sebagai I/O biasa, low order multiplex address/data ataupun

menerima kode byte pada saat flash progamming. Port ini dapat memberikan

output sink ke 8 buah TTL (transistor transistor logic) input atau bisa di ubah

(23)

18

Port 1

Port 1 terdiri dari 8 kaki (p1.0 – p1.7), yaitu kaki ke 1 sampai ke 8. Port ini bisa berfungsi sebagai I/O biasa atau menerima low order address byte selama flash

programming. Port ini mempunyai internal pull up dan untuk digunakan sebagai

input maka harus di berikan logika 1 pada port ini. Pada saat digunakan sebagai

output port ini dapat memberikan output sink ke 4 buah TTL (transistor transistor

logic).

Port 2

Port 2 terdiri dari 8 kaki (p2.0 – p2.7), yaitu kaki ke 21 sampai kaki ke 28. Port ini juga bisa digunakan sebagai I/O biasa atau high order address pada saat

mengakses memori external secara 16 bit (movx @DPTR). Pada saat mengakses

memori external secara 8 bit (mov@RI) port ini akan mengeluarkan isi dari port 2

special function register. Port ini mempunyai internal pull up dan berfungsi

sebagai input dengan memberikan nilai logika 1. Dan sebagai output port ini bisa

memberikan output sink ke 4 buah input TTL (transistor transistor logic).

Port 3

Port 3 terdiri dari 8 kaki juga (p3.0 – p3.7) yaitu kaki ke 10 sampai kaki ke 17. sebagai I/O biasa port 3 mempuyai sifat yang sama dengan port 1 dan 2.

sedangkan sebagai fungsi spesial port-port ini mempunyai keterangan sebagai

berikut:

P3.0 (RXD) berfungsi sebagai port serial input.

P3.1 (TXD) berfungsi sebagai port serial output.

P3.2 (INT0) berfungsi sebagai port external interupt 0.

P3.3 (INT1) berfungsi sebagai port external interupt 1.

P3.4 (T0) berfungsi sebagai port external timer input 0.

P3.5 (T1) berfungsi sebagai port external timer input 1.

P3.6 (WR) berfungsi sebagai external data memori write strobe.

P3.7 (RD) berfungsi sebagai external data memori read strobe.

Pin 9 (RST) reset akan aktif dengan memberikan input high selama 2 cycle.

Pin 18 (XTAL2) merupakan output oscillator.

Pin 19 (XTAL1) merupakan input oscillator.

(24)

19 Pin 29 (PSEN) pin ini berfungsi pada saat mengeksekusi program yang terletak

pada memori external. PSEN akan aktif dua kali setiap cycle.

Pin 30 (ALE) pin ini bisa berfungsi sebagai address latch enable (ALE) yang

melakukan latch low byte address pada saat mengakses memori external.

Sedangkan pada saat flash programing berfungsi sebagai pulsa input pada operasi

normal, ALE akan mengeluatkan sinyal clock sebesar 1/6 frekwensi oscillator

kecuali pada saat memori external, sinyal clock pada pin ini dapat disable dengan

di set bit 0 dari special junction register di alamat 8Eh ALE hanya akan aktif pada

saat mengakses memori external (movx dan movc).

Pin 31 (EA) Pada kondisi rendah, pin ini akan berfungsi sebagai EA yaitu

mikrokontroler akan menjalankan program yang ada pada memori external setelah

sistem di reset. Jika kondisi tinggi, pin ini akan berfungsi untuk menjalankan

program yang ada pada memori internal. Pada saat flash programing pin ini akan

mendapatkan tegangan 12 Volt.

2.4.1.2. Struktur Memori

AT89C51 mempunyai struktur memori yang terdiri atas:

1. RAM internal adalah memori sebesar 128 Byte yang biasanya digunakan untuk

menyimpan variabel atau data yang bersifat sementara, terdiri dari:

a. Register Banks

AT89C51 mempunyai delapan buah register yang terdiri atas R0 hingga

R7. ke 8 register ini selalu terletak pada alamat 00h hingga 07h pada

setiap kali sistem di reset. Namun posisi R0 hingga R7 dapat di pindahkan

ke bank 1 (08H hingga 0FH), bank 2 (10H hingga 17H) atau bank 3 (18H

hingga 1FH) dengan mengatur bit RS0 dan RS1.

b. Bit addressable RAM

RAM pada alamat 20H hingga 2FH dapat diberi akses secara pengalamatan

bit, sehingga hanya dengan sebuah instruksi saja setiap bit dalam area ini

(25)

20 c. RAM keperluan umum

RAM keperluan umum dimulai dari alamat 30H hingga 7FH dan dapat

diakses dengan pengalamatan langsung maupun tidak langsung.

2. Special function register adalah memori yang berisi banyak register yang

mempunyai fungsi-fungsi khusus yang disediakan oleh mikrokontroler

tersebut, seperti timer, serial dan lain-lain.

3. In-system programable flash Memory adalah memori yang digunakan untuk

menyimpan instruksi-instruksi MCS 51.

2.4.2. Pengaturan Baudrate

TH1 (Timer High 1) dapat digunakan sebagai pewaktu untuk mengatur

baudrate pada komunikasi serial. Lama pengiriman setiap bit data = timer 1

overflow x 32. Jadi, jumlah data yang terkirim setiap detik =

32) x overflow 1 (timer 1

12 x (FFh-TH1) = ……….…….………..(2.1) Fosc

TH1 ………..(2.2)

Jika diinginkan baudrate 1200 bps, timer 1 harus diatur agar overflow

setiap

32) x (1200

1 detik. Timer 1 overflow setiap TH1 mencapai nilai FFH

dengan frekuensi sebesar 12 Fosc

. Maka formulasi untuk kasus ini adalah:

TH1 ……….(2.3)

Dengan frekuensi osilator sebesar 11,0592 MHz, TH1 adalah 232 atau FDH.

2.4.3. Port USB

USB(Universal Serial Bus) ialah suatu teknologi standar bus berseri untuk

digunakan pada perangkat penghubung, biasanya pada komputer namun juga

digunakan pada peralatan lainnya. USB sangat mendukung transfer data sebesar

32 1 baudrate 32 12 256 baudrate Fo sc

32 1200 12

(26)

21 12 Mbps ( juta bit per detik). Komputer (PC) saat ini, umumnya sudah memiliki

port USB. Biasanya disediakan minimal 2 port, jika dibandingkan dengan paralel

port dan serial port, penggunaan port USB lebih mudah dalam penggunaannya.

Jika dibuka, kabel USB akan terlihat ada 4 warna yaitu merah, coklat,

kuning dan biru. Kabel berwarna merah dan coklat berfungsi sebagai power /

untuk arus listrik. Kabel berwarna kuning dan biru berfungsi untuk membawa /

mentransfer data.

Contoh perangkat-perangkat yang sudah menggunakan koneksi USB:

1.

Printer

2.

Scanner

3.

Mouse

4.

Joysticks

5.

Flight yokes

6.

Kamera Digital

7.

Webcam

8.

Modem

9.

Speaker

10.

Video phone

2.4.4. Serial Port

Komunikasi data pada umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu

secara serial dan secara paralel. Komunikasi data serial dilakukan dengan

mengirimkan dan menerima data 8 bit secara satu per satu, sedangkan komunikasi

data paralel dilakukan dengan mengirimkan dan menerima data 8 bit secara

bersamaan atau sekaligus. RS232 (recommended standard number 232)

merupakan seperangkat alat yang diciptakan oleh Electrical Industries Assosiation

yang berfungsi sebagai antarmuka dalam transfer data dengan komputer yang

mana pengiriman data dilakukan dengan mengirimkan kode biner. Pada

(27)

22 dengan COM. Biasanya terdapat dua buah Communication Port, yaitu COM1 dan

COM2.

Pada dasarnya ada dua jenis komunikasi data serial, yaitu komunikasi data

serial sinkron dimana pengiriman clock dilakukan secara bersamaan dengan data

serial dan komunikasi data serial asinkron dimana pengiriman clock dilakukan

secara dua tahap, yaitu saat data dikirimkan dan saat data diterima RS232. Pada

komputer mempunyai dua jenis konektor, yaitu konektor dengan 25 pin atau

sering disebut konektor DB 25 dan konektor dengan 9 pin atau sering disebut

konektor DB 9. Untuk DB 9 pada dasarnya hanya 3 pin yang terpakai, yaitu pin

pengirim, penerima dan ground. Perlu diperhatikan bahwa dalam pengiriman data

serial semakin jauh jarak kirim maka kemungkinan noise atau gangguan semakin

besar.

Dalam setiap proses transfer data serial, RS232 memerlukan sebuah Data

Terminal Equipment atau sering disebut DTE dan Data Communication

Equipment atau sering disebut DCE pada masing-masing terminal. Pengiriman

data dilakukan secara bit per bit, misalnya jika ingin mengirim suatu karakter (A)

yang dalam format ASCII adalah 41H atau 01000001 biner maka data akan

dikirim mulai dari bit pertama, kedua, sampai bit terakhir. Kecepatan transfer data

harus sama antara penerima dan pengirim, jika kecepatannya tidak sama maka

akan terjadi overflow. Kecepatan transmisi tersebut biasanya sering disebut

dengan baudrate. Baudrate yang sering dipakai diantaranya adalah 110, 300,

1200, 2400, 4800, 9600, 19200, 38400, 57600, 230400, 460800, dan 921600.

panjang data bit yang sering digunakan diantaranya adalah 4, 5, 6, 7, dan 8 bit.

Pada komunikasi data serial pada dasarnya yang dikirimkan adalah

tegangan dan kemudian dibaca dalam data bit. Besar level tegangannya adalah

antara -25 Volt sampai +25 Volt. Untuk bit dengan logika 1 maka besar level

tegangannya adalah antara -3 Volt sampai -25 Volt, sedangkan untuk bit dengan

logika 0 maka besar level tegangannya adalah antara +3 Volt sampai +25 Volt.

Ada beberapa besar level tegangan yang tidak mempunyai logika, yaitu antara -3

Volt sampai +3 Volt, lebih kecil dari -25 Volt, dan lebih besar dari +25 Volt.

(28)

23

Gambar 2.13 Konektor DB 9

Berikut ini adalah tabel penggunaan pin, dan jenis sinyal konektor DB-9.

Tabel 2.2 Nama Sinyal DB-9

Pin (DB-9) Nama Sinyal Jenis

1 Data Carrier Detect Input

2 Received Data(RxD) Input

3 Transmite data(TxD) Output

4 Data Terminal

Ready(DTR)

Output

5 Ground -

6 Data Set Ready(DSR) Input

7 Request To Send(RTS) Output

8 Clear To Send(CTS) Input

9 Ring Indicator Input

Keterangan:

1. Pin 1 (Data Carrier Detect) berfungsi untuk mendeteksi boleh atau

tidaknya DTE menerima data.

2. Pin 2 (Received Data) berfungsi sebagai jalur penerimaan data dari DCE

(29)

24 3. Pin 3 (Transmited Data) berfungsi sebagai jalur pengiriman data dari DTE

ke DCE.

4. Pin 4 (Data Terminal Ready) berfungsi untuk memberitahu kesiapan

terminal DTE.

5. Pin 5 (Ground) berfungsi sebagai saluran .

6. Pin 6 (Data Set Ready) berfungsi untuk menyatakan bahwa status data

tersambung pada DCE.

7. Pin 7 (Request To Send) berfungsi untuk mengirim sinyal informasi dari

DTE ke DCE bahwa akan ada data yang akan dikirim.

8. Pin 8 (Clear To Send) berfungsi untuk memberitahu pada DTE bahwa

DCE siap untuk menerima data.

9. Pin 9 (Ring Indicator) berfungsi untuk memberitahu DTE bahwa ada

terminal yang menginginkan komunikasi dengan DCE.

2.4.4.1. Converter RS232

RS232 digunakan sebagai driver tegangan yang akan mengkonversi

tegangan dari hardware agar sesuai dengan tegangan pada komputer sehingga

dapat dibaca.

Penulis menggunakan DB 9 untuk komunikasi dengan komputer secara

serial, untuk itu mikrokontroler memerlukan sebuah piranti yang berfungsi

sebagai pengubah level tegangan. RS232 menggunakan level/karakteristik elektrik

yang berbeda dengan level TTL (transistor transistor logic). RS232 bekerja pada

level tegangan +3 s/d +25 Volt untuk space (logic 0) dan -3 s/d -25 Volt untuk

mark (logic 1). Sedangkan TTL (transistor transistor logic) bekerja pada level

tegangan -5 s/d +5 Volt. Piranti tambahan yang kita butuhkan adalah IC RS232.

Pada dasarnya IC ini hanya digunakan sebagai pengubah level tegangan ke level

Transistor Transistor Logic (TTL), tidak berfungsi sebagai pengkodean sinyal

yang melewati DB 9, dan juga tidak mengkonversikan data serial ke paralel.

(30)
[image:30.595.236.386.85.196.2]

25

Gambar 2.14IC RS232

DB 9 sebagai komunikasi serial mempunyai 9 pin yang memiliki fungsi

masing-masing. Pin yang biasa digunakan adalah pin 2 sebagai received data, pin

3 sebagai transmited data, dan pin 5 sebagai ground signal. Karakteristik elektrik

dari DB 9 adalah sebagai berikut :

1. Space (logic 0) mempunyai level tegangan sebesar +3 s/d +25 Volt.

2. Mark (logic 1) mempunyai level tegangan sebesar -3 s/d -25 Volt.

3. Level tegangan antara +3 s/d -3 Volt tidak terdefinisikan.

4. Arus yang melalui rangkaian tidak boleh melebihi dari 500 mA, ini

dibutuhkan agar sistem yang dibangun bekerja dengan akurat.

2.4.5. Modul TLP434 dan RLP 434

Merupakan sebuah modul pemancar-penerima sederhana. dengan

frekuensi pembawa 434MHz. Penggunaan catu daya pemancar ini berkisar antara

2-12 Volt sedangkan catu daya penerima berkisar antara 3,3-6 Volt. Kecepatan

maksimum pengiriman data modul ini mencapai 200kbps. Dalam proses

pengiriman data dari transmiter ke receiver.

Didalam Tugas Akhir ini menggunakan seperangkat modul TLP434

transmitter yang tersedia dipasaran sebagai media pengirim dan penerima sinyal

yang akan diteruskan ke bagian mikrokontroler AT89C51 yang akan

menterjemahkan setiap terjadi perubahan frekuensi yang diterimanya, dan akan

diteruskan pada pergerakan kamera, sedangkan pada pengiriman data karakter

menggunakan modulasi ASK (Amplitudo Shift Keying) sebagai transmisi data

digital. Data yang dikirimkan dari Modem ke PC terlebih dahulu ditransmisikan

dengan RS232, dimana RS232 adalah sebagai driver tegangan yang akan

mengkonversi tegangan dari hardware agar sesuai dengan tegangan pada

(31)

26

Gambar 2.15 Bentuk Hardware TLP434

[image:31.595.267.367.111.192.2]

Gambar 2.16 Bentuk Hardware RLP434

Modul ini menggunakan modulasi digital yaitu sinyal informasi

merupakan sinyal digital sedangkan gelombang pembawa merupakan sinyal

analog. Modulasi digital yang digunakan adalah modulasi amplitudo gelombang

pembawa atau disebut ASK (Amplitudo Shift Keying).

Seperti contoh pada gambar 2.12 dengan data digital yang kita miliki

yaitu 1001 ditambah dengan sinyal pembawa sebesar 315MHz, maka didapatkan

bentuk sinyal output dengan frekuensi sesuai frekuensi pembawa, tetapi dengan

bentuk sinyal sesuai bit-bit yang kita kirimkan.

Gambar 2.17 Modulasi Digital Amplitudo Shift Keying (ASK)

[image:31.595.252.366.237.329.2]
(32)

27

2.4.6. Jenis-jenis Motor

Motor adalah merupakan bagian utama dari sebuah robot. Hampir semua jenis

robot kecuali yang menggunakan muscle wire (kawat otot) selalu menggunakan

motor. Jenis turtle, vehicle dan rover membutuhkan motor untuk menggerakkan

rodanya. Appendage membutuhkan motor untuk menggerakkan lengan dan

mencengkram. Walker dan android membutuhkan motor untuk menggerakkan

kakinya.

Terdapat beberapa jenis motor di pasaran dan untuk merancang sebuah

pergerakan kamera maka kita harus dapat memilih motor yang tepat sesuai

fungsinya pada pergerakan kamera tersebut.

[image:32.595.241.374.368.483.2]

2.4.6.1. Motor DC

Gambar 2.18 MTR-DSR01 Motor DC dengan Rotary Encoder

Motor DC lebih cocok digunakan pada aplikasi yang menggunakan

kecepatan tinggi dan torsi yang cukup besar. Oleh karena itu, motor ini biasanya

digunakan pada bagian roda atau kaki sebagai penggerak dari sebuah robot.

MTR-DSR01 yang tampak pada gambar 2.15 adalah sebuah motor yang dilengkapi

dengan rotary encoder sehingga sistem dapat mengetahui kecepatan putar dari

motor tersebut.

Kecepatan putar motor dihitung berdasarkan jumlah putaran yang terjadi

(33)

28

2.4.6.1.1. Gear

Untuk memperkuat torsi sebuah motor yang biasanya dinyatakan dalam

kg-cm digunakan gear reduksi. Torsi diukur berdasarkan kemampuan sebuah tuas

sepanjang 1 cm untuk menggerakkan benda sebesar x kg.

Semakin lambat putaran motor akibat penambahan gear maka semakin

kuat torsi yang dihasilkan. Perubahan putaran ini berbanding terbalik dengan

perbedaan diameter gear. Kecepatan motor akan turun dua kali lipat untuk gear

yang dua kali lebih besar. Perlu diperhatikan bahwa gear yang digunakan harus

[image:33.595.230.412.285.374.2]

memiliki ukuran gigi yang sama persis.

Gambar 2.19 Delta Robo Motor & Wheel Set

Gambar 2.16 adalah Delta Robo Motor & Wheel Set yang dilengkapi

dengan gearbox perbandingan 1 : 32 yang akan meningkatkan torsi motor 32 kali

lebih besar daripada yang dihasilkan oleh motor itu sendiri. Untuk mengatur

kecepatan gerak dari motor DC digunakan teknik PWM yaitu pengaturan lebar

pulsa dalam setiap detiknya. Semakin besar pulsa fase ON dari sebuah motor akan

semakin besar pula kecepatan motor tersebut.

2. 4.6.2. Motor Stepper

Torsi motor stepper tidak sebesar motor DC, namun motor ini mempunyai

tingkat presisi yang sangat tinggi dalam gerakannya. Kecepatan gerak motor ini

dinyatakan dalam stepper second atau jumlah step gerakan dalam setiap detiknya.

Secara umum terdapat dua jenis motor stepper yaitu bipolar dan unipolar.

Motor stepper unipolar terdiri dari dua buah motor yang masing-masing

mempunyai dua buah kumparan sedangkan motor stepper bipolar terdiri dari

(34)

29

Gambar 2.20 Motor Stepper Bipolar dan Unipolar

Pengendalian motor stepper dilakukan dengan mengaktifkan setiap

kumparan secara bergantian. Untuk motor stepper unipolar yang terdiri dari 4

kumparan terdapat 4 phase sedangkan untuk motor stepper bipolar yang terdiri

dari 2 kumparan terdapat 2 phase.

Sering kali untuk menghemat kabel, pada motor stepper unipolar ada

beberapa polaritas kumparan yang digabung seperti tampak pada gambar 2.18.

[image:34.595.218.391.108.222.2]

Oleh karena itu akan sering juga dijumpai unipolar stepper dengan 6 atau 5 kabel.

Gambar 2.21 Motor Stepper Unipolar dengan Common yang Digabung

Pada sebuah robot, motor stepper lebih sering digunakan pada aplikasi

penggerak lengan, tuas penjepit dan lain-lain yang tidak memerlukan torsi dan

kecepatan yang terlalu besar namun dibutuhkan ketelitian saja.

2.4.6.3. Motor Servo

Berbeda dengan motor DC dan motor Stepper, motor servo adalah sebuah

motor dengan sistem closed feedback. Motor ini terdiri dari sebuah motor,

(35)

30 dengan memberi pulsa digital yang memiliki lebar tertentu melalui sebuah pin

kontrol untuk membuat motor ini berputar kearah jarum jam, berlawanan jarum

jam, atau bergerak ke posisi tengah. Dalam aplikasi ini sistem akan

mengendalikan posisi sudut dari poros standard servo motor sesuai perintah dari

komputer. Bahasa pemrograman mikrokontrolernya mengunakan bahasa asambler

dan Visual Basic.Net untuk pembuatan program aplikasi komputernya.

Potensiometer berfungsi untuk menentukan batas sudut dari putaran

servo. Sedangkan sudut dari sumbu motor servo diatur berdasarkan lebar pulsa

yang dikirim melalui kaki sinyal dari kabel motor. Tampak pada gambar dengan

pulsa 1.5 ms pada periode selebar 2 ms maka sudut dari sumbu motor akan berada

pada posisi tengah. Semakin lebar pulsa OFF maka akan semakin besar gerakan

sumbu kearah jarum jam dan semakin kecil pulsa OFF maka akan semakin besar

[image:35.595.260.363.644.722.2]

gerakan sumbu ke arah yang berlawanan dengan jarum jam.

Gambar 2.22 Teknik PWM untuk mengatur sudut motor servo

Motor servo biasanya hanya bergerak mencapai sudut tertentu saja dan

tidak kontinyu seperti motor DC maupun motor stepper. Walau demikian, untuk

beberapa keperluan tertentu, motor servo dapat dimodifikasi agar bergerak

kontinyu.

(36)

31 Standard motor servo seringkali digunakan sebagai penggerak dalam

aplikasi robotika motor ini sering digunakan untuk bagian kaki, lengan atau

bagian-bagian lain yang mempunyai gerakan terbatas dan membutuhkan torsi

cukup besar, karena motor dengan built-in umpan balik posisi ini memiliki torsi

relatif cukup kuat meskipun hanya mampu berputar 0 sampai 180 derajat.

Karakteristik dari motor servo adalah sebagai berikut:

1. Voltage.

Tiap motor servo mempunyai tegangan rata-rata yang biasanya tertulis

pada tiap unitnya atau tercantum pada datasheet masing-masing motor servo.

Tegangan rata-rata ini harus diperhatikan dengan seksama karena bila melebihi

dari tegangan rata-rata ini akan menimbulkan panas yang terlalu besar pada motor

servo yang menyebabkan kinerja putarannya tidak maksimal atau bahkan motor

servo akan rusak dengan sendirinya. Adapun voltage yang dibutuhkan motor

servo adalah sebesar 6 VDC.

2. Waktu putar

Rata-rata waktu yang dimiliki motor servo adalah 1.5 detik / 180 derajat.

3. Berat dan ukuran servo

Berat yang dimiliki motor servo adalah 45 gram, dengan ukuran panjang 40.5

mm, lebar 20 mm, dan tinggi 38 mm.

4. Torsi putar

Berat benda maksimal yang bisa diputar sekitar 3.40 Kg dengan ukuran 3.40

cm.

[image:36.595.230.426.602.707.2]

Pengkabelan standar motor servo ditunjukkan pada Gambar 2.21.

(37)
[image:37.595.248.405.106.258.2]

32

Gambar 2.25 Standar motor servo

2.4.7. TV Tuner

Sebuah TV tuner terdiri dari beberapa komponen penyusun. Ada tiga

bagian utama, bagian input, bagian konversi data dan bagian output. Berikut

adalah Blok diagram dari TV tuner :

Gambar 2.26 Blok Diagram TV Tuner

1. Bagian Input

Sebagaimana perangkat Televisi Analog, TV tuner dilengkapi dengan

Analog TV Tuner yang berfungsi sebagai terminal sinyal input. Pada beberapa TV

tuner dilengkapi juga dengan FM tuner sebagai fitur tambahan.

Selain itu, TV tuner juga dilengkapi dengan Jack Video Input. Pada

beberapa TV tuner disertakan pula input audio-video untuk memutar dan

[image:37.595.246.379.416.529.2]
(38)

33

2. Unit Pemroses

Bagian ini adalah sebuah chip yang bertugas sebagai tempat konversi dari

sinyal analog yang diterima oleh tuner diubah menjadi sinyal-sinyal digital.

Kinerja unit pemroses ini dibantu oleh sebuah memori berjenis ROM (read Only

Memory) yang berisi database TV tuner yang telah terprogram sebelumnya.

3. Bagian Output

Output dari TV tuner yang berupa video diproses dan terhubung dengan slot

ekspansi pada motherboard. Umumnya TV tuner menggunakan slot PCI untuk

menunjang transfer data dengan komputer. Bagian output audio memiliki jalur

terpisah, yaitu masuk ke bagian audio input pada motherboard.

4. Fitur yang ada Dalam TV tuner

Pada Beberapa TV tuner disuntikkan berbagai macam accessories audio

video. Diantaranya adalah FM tuner, Video Input dan S Video input.

Dalam satu unit TV tuner , memiliki beberapa alat tambahan, yaitu dapat

digunakan sebagai FM receiver dan sebagai Input Audio Video dari perangkat

elektronik lainnya, misal : DV Camera, CD atau DVD Player, Game Console,

[image:38.595.217.403.501.702.2]

web Cam dan lain sebagainya.

(39)

34

5 Kinerja TV Tuner

TV tuner dapat digunakan untuk menampilkan dan merekam acara tv

melalui bus PCI dalam sebuah komputer, oleh sebuah chip tunggal.

Chip tersebut menggabungkan dua video ADCO 9 bit dan seluruh

masukan dari rangkaian decoding untuk beberapa sinyal analog TV seperti:

NTSC, PAL dan SECAM. Penyaring Multi line digunakan untuk melakukan

sinkronisasi sinyal agar menghasilkan kualitas gambar yang bagus dan bandwith

yang tinggi. Video yang tampil dapat diolah untuk direkam, dipotong (crop)

ataupun diperbesar ukuranya dengan menggunakan sebuah aplikasi dari

masing-masing TV tuner . Software aplikasi tersebut dapat digunakan untuk menangkap

video ke CPU untuk dikompres, dan menulis video ke layar dari sumber video

yang sama tapi dengan resolusi, warna, dan frame yang berbeda.

Gambar 2.28Diagram Chipset pada TV Tuner

Video dan transportasinya dikumpulkan pada FIFO konfigurasi dengan

kapasitas totalnya adalah 1 kB. Monitor pengendali DMA mengisi tingkat FIFO

dan menulis audio dan video yang termasuk chanel DMA. Ruang alamat virtual

memori yang ditranslate dalam pengalamatan physical (bus) dengan hardware

on-chip Memory Management Unit (MMU).

Aplikasi chipset tersebut didukung oleh desain referensi dan pengesetan

driver untuk sistem operasi pada Windows.

2.4.8. IC Regulator (LM 7805)

IC ini mempunyai tiga kaki yang digunakan sebagai komponen pendukung

(40)

35 menstabilkan tegangan 5V dan dapat bekerja dengan baik jika tegangan input

(Vin) lebih besar daripada tegangan output (Vout).

Bentuk IC LM7805 ditunjukkan pada Gambar 2.26

Gambar 2.29 IC LM7805

2.5. Bahasa Assembler

Assembler adalah program komputer yang mentranslasi program dari

bahasa assembler ke bahasa mesin. Sedangkan bahasa assembler adalah

ekuivalensi bahasa mesin. Mnemonics atau bisa juga disebut kode operasi

(Opcode) adalah kode-kode yang akan dikerjakan oleh program assembler yang

ada pada komputer ataupun mikrokontroler. Kode operasi yang dikerjakan oleh

mikrokontroler merupakan perintah-perintah atau instruksi-instruksi yang sangat

bergantung dengan jenis mikrokontroler yang digunakan. Contoh, untuk keluarga

MCS51 digunakan MOVX, MOV, ADD dan lain-lain.

Sedangkan kode operasi yang dikerjakan oleh program assembler yang

ada pada komputer atau assembler sangat bergantung pada program assembler

yang digunakan. Contoh, ORG, EQU, DB dan lain-lain.

Proses Assembler ditunjukkan pada Gambar 2.27 [2]

(41)

36 Program sumber assembler terdiri dari kumpulan baris-baris perintah dan

biasanya disimpan dengan extension.ASM dengan 1 baris untuk satu perintah,

setiap baris perintah tersebut bisa terdiri atas beberapa bagian (field), yakni bagian

label, bagian operand yang bisa lebih dari satu dan terakhir bagian komentar.

Assembler digunakan untuk mengatur kerja dari program assembler.

assembler tergantung pada program assembler yang dipakai. Ada beberapa

assembler yang umum, yang sama untuk banyak macam program assembler

diantaranya adalah :

1. ORG (Origin)

Digunakan untuk menyatakan lokasi memori tempat instruksi atau

perintah yang ada di bawahnya disimpan.

2. EQU (Equate)

EQU digunakan untuk mendefinisikan sebuah simbol atau lambang

assembler secara bebas.

3. DB (Define Byte)

Digunakan untuk memberikan nilai tertentu pada memori-program.

4. DW (Define Word)

Dipakai untuk memberi nilai 2 byte ke memory-program pada baris

bersangkutan. Assembler direcktive ini biasa dipakai untuk membentuk suatu

tabel yang isinya adalah nomor-nomor memory-program.

5. DS(Define Storage)

Assembler direcktive ini dipakai untuk membentuk variabel. Sebagai

variabel tentu saja memori yang dipakai adalah memori-data (RAM) bukan

memori-program (ROM).

Bahasa assembler pada alat ini sangat dibutuhkan sebaga interface

(42)

37 ke bahasa mesin sebagai perintah agar dapat menggerakan gerakan kamera

secara manual melalui mikrokontroler AT89C51 dan motor servo.

2.6. Hyperterminal

HyperTerminal atau juga lebih dikenali sebagai “hyperterm” adalah program komunikasi yang di sertakan secara include bersama keseluruhan sistem

pengoperasian windows.

Gambar 2.31 Tampilan dari Hyperterminal

Pada awalnya HyperTerminal adalah untuk mempermudah kita

menggunakan saluran telepon, untuk melakukan proses dial-up hanya di antara 2

komputer dengan tujuan memanfaatkan komunikasi data ke peranti luar . Namun

kini, Hyperterminal adalah sebuah program dengan fungsi yang boleh kita

gunakan untuk berhubungan dengan komputer lain di antaranya, sistem tampilan

buletin (Buletinbord=BBSs), dan sebagai host komputer jika menggunakan

modem.

HyperTerminal masih merupakan fasilitas pendukung yang berguna untuk

penyediaan dan pengujian modem, router atau sambungan yang lain seperti

computer dan peripheral lain.

Proses monitoring dilakukan oleh Hyperterminal dapat menampilkan dan

dapat memeriksa hasilnya, dimana dengan tampilan teks pada layar

(43)

38 Dengan kegunaan Hypertermina, kita dapat memindahkan berbagai jenis

file yang besar diantara komputer dengan mengunakan port com. Hyperterminal

juga dapat membantu menyelesaikan masalah code debug dari remote

terminalnya.

2.7. Pemograman Visual Basic.Net

Visual Basic.Net adalah paket bahasa pemrograman yang mempunyai

cakupan kemampuan yang luas dan sangat canggih. Secara umum, kemampuan

Visual Basic.Net adalah menyediakan komponen–komponen dan bahasa

pemrograman yang handal, sehingga memungkinkan untuk membuat program

aplikasi sesuai yang diinginan, dengan tampilan dan kemampuan yang canggih.

Pemrograman Visual Basic.Net pada TA ini dibuat sebagai antarmuka

program pada PC sebagai kendali dari pergerakan kamera dimana pada form nya

terdapat tombol-tombol naik,turun, kiri, kanan, ambil gambar, rekam video dan

sudut berapa derajat kamera bergerak, juga tampilan video yang akan

(44)

39

BAB III

PERANCANGAN SISTEM

Dalam sistem ini dirancang suatu teknologi pengendali kamera jarak jauh

menggunakan komunikasi frekuensi radio ASK (Amplitudo Shift Keying) sehingga

dalam alat ini di bagi menjadi dua bagian yang utama yaitu bagian pemancar

untuk memancarkan data dari komputer dan bagian penerima yaitu untuk

mengaplikasikan pengendalian kamera melalui komputer.

3.1. Perancangan Sistem Penggerak Motor

Dalam perancangan sistem pemancar atau pengirim data dan penerima

data dapat dilihat pada diagram blok dimana pada pengiriman data diawali oleh

komputer RS232 dan TLP434 sedangkan pada blok penerima diawali oleh

RLP434, mikrokontroler dan motor servo. Sedangkan kamera disimpan di blok

penerima dan penerima data kamera disimpan di blok pemancar.

Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem

Gambar 3.1 adalah interkoneksi dari sistem pengiriman data dari komputer

(PC) untuk mengendalikan sistem kamera yang terdapat pada blok penerimaan

data, blok diagram ini diawali oleh sistem input yang terdapat pada sebuah

(45)

40 Motor

Servo 2

Motor Servo 1 sistem kamera, data yang akan dikirim dari komputer akan diubah menjadi data

TTL oleh sebuah RS232 yang akan diteruskan pada sebuah mikrokontoler.

Selain blok penerimaan data pada sistem ini terdapat sistem blok

penerimaan data dimana data akan diterima oleh RLP434 dimana blok ini

berfungsi untuk mengubah data frekuensi menjadi data digital sehingga dapat

diterusakan pada sebuah mikrokontroler untuk diaplikasikan pada sebuah motor

servo yang berfungsi untuk menggerakan sebuah kamera sehingga kamera

tersebut dapat dikendalikan.

3.1.1 Rangkaian Interfacing Motor dengan Mikrokontroler

Perancangan perangkat keras elektronik dimulai dari studi literatur untuk

mendapatkan model skematik yang mudah dimengerti dan dipahami. Selain

mikrokontroler AT89C51, rangkaian ini untuk mengendalikan setiap perubahan

data yang dikirimkan oleh komputer atau untuk mengendalikan sistem kamera,

rangkaian ini dilengkapi oleh sebuah rangkaian reset yang terbuat dari satu buah

kapasitor 10 uF dan satu buah resistor 8,2 K yang brfungsi untuk memberikan

set bit pada sistem mikrokontoler. Selain itu rangkain mikrokontoler dilengkapi

dengan sebuah rangkaian extall yang terbuat dari dua buah kapasitor dan satu

buah crystal yang berfungsi untuk memberikan detak atau clock ke CPU yang

terdapat pada sistem mikrokontoler. Untuk mendapatkan tegangan DC yang stabil

maka digunakan regulator tegangan LM7805.

Rangkaian skematik sistem kontrol AT89C51 ditunjukkan pada Gambar 3.2

(46)

41

3.1.2. Rangkaian Motor Servo

Pada sistem pengendali untuk menggerakan kamera sistem ini

menggunakan dua buah motor servo yang berfungsi untuk mengendalikan kamera

sehingga dapat bergerak secara otomatis sesuai dengan data yang dikendalikan

menggunkan komputer, motor servo ini dihubungkan pada sistem mikrokontroler

pada blok penerima data.

Pengendalian gerakan batang motor servo dapat di lakukan dengan

menggunakan metode PWM (Pulse Width Modulation). Teknik ini menggunakan

sistem lebar pulsa untuk mengendalikan putaran motor. Sudut dari sumbu motor

servo diatur berdasarkan lebar pulsa yang dikirim melalui kaki sinyal dari kabel

motor. Dengan pulsa 1,5ms pada periode selebar 2 ms maka sudut dari sumbu

motor akan berada pada posisi tengah. Semakin lebar pulsa OFF maka akan

semakin besar gerakan sumbu ke arah jarum jam dan semakin kecil pulsa OFF

maka akan semakin besar gerakan sumbu ke arah yang berlawanan dengan jarum

jam.

3.1.3. Rangkaian RS232

Sistem rangkaian RS232 merupankan sebuah rangkaian yang terbuat dari

sebuah IC jenis TTL yang berfungsi untuk mengubah sistem data dengan level

RS232 menjadi sistem data digital, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan antara

sistem data yang dikirimkan komputer dengan level data RS232 pada sebuah

mikrokontroler yang berlevel data TTL (transitor transitor logic), rangkaian ini

dilengkapi oleh beberapa buah elektrolit kondensator yang berfungsi untuk pompa

tegangan dimana perubahan level tegangan akan disesuaikan sesuai kebutuhan,

dimana pada level tegangan yang dihasilkan oleh komputer adalah 12V menjadi

level tegangan 5V sehingga dapat menunjang kinerja sistem, berikut ini ialah

(47)

42 1 2 3 4 5 6 7 8 9 C1+ VS+ C1-C2+ C2- VS-T2OUT R2IN R2OUT T2IN T1IN R1OUT R1IN T1OUT GND VCC 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 VCC 4 1 Rx Tx SN75176 10uF/ 16V 10uF/ 16V 10uF/ 16V 10uF/ 16V DB-9

Gambar 3.3 Rangkaian RS232

3.2. Perancangan Sistem Komunikasi dengan Penggerak

Perancangan sistem komunikasi dengan penggerak menggunakan

rangkaian Transceiver yang terdiri dari

Gambar

Gambar 2.14 IC RS232
Gambar 2.16 Bentuk Hardware RLP434
Gambar 2.18 MTR-DSR01 Motor DC dengan Rotary Encoder
Gambar 2.19 Delta Robo Motor & Wheel Set
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengiriman data menggunakan Visual Basic 6.0 sebagai user interface untuk mengirimkan sejumlah data melewati IC MAX232 sebagai converter ke level TTL menggunakan

Pada gambar 4.2 rangkaian pengirim, nilai/ level air yang diinginkan diatur pada VR1 dan di kirim ke mikrokontroler. Mikrokontroler mengirim data melalui ER900TRS dengan cara

Penelitian yang juga menggunakan kamera webcam sebagai alat untuk memantau pergerakan selanjutnya dilakukan oleh Febriyanto [4].. Penelitian ini memantau pejalan

Alat ini terdiri dari: 2 buah motor servo, modul Wiznet110SR, sistem minimum mikrokontroler ATMega8, wireless router, kamera IP D-Link DCS-910, dan pengendali handphone

Dari hasil pengolahan data tersebut, mikrokontroller akan memerintahkan motor servo bergerak sesuai dengan jarak objek terdekat, apabila objek mengalami perpindahan

Kemudian flex sensor akan mengirimkan data berupa nilai untuk menggerakkan motor servo sesuai dengan lekukan pada flex sensor dan robot akan menirukan gerakan yang

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, penerapan deteksi gerak dengan algoritma gaussian mixture model pada kamera keamanan mulai dari proses deteksi gerak,

Hasil pengujian alat menunjukan bahwa alat dapat mendeteksi objek pada jarak 2 m dengan total sudut 90° di depan alat dan motor servo dapat memutar kamera ke arah objek yang