UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI DIPLOMA III MANAJEMEN KEUANGAN
ANALISA MANAJEMEN ALIRAN KAS PADA PT.PLN (PERSERO) AREA MEDAN
TUGAS AKHIR
Diajukan Oleh :
MITA FRISKA HANDAYANI SIAGIAN 122101045
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
Pendidikan Pada Program Diploma III
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
PROGRAM STUDI DIPLOMA III MANAJEMEN KEUANGAN
NAMA : MITA FRISKA HANDAYANI SIAGIAN
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
NIM : 122101045
PROGRAM STUDI : D-III MANAJEMEN KEUANGAN
JUDUL : ANALISA MANAJEMEN ALIRAN KAS PADA
PT.PLN (PERSERO) AREA MEDAN
Tanggal : …… JUNI 2015 DOSEN PEMBIMBING
NIP. 197602142005011002
Syafrizal Helmi Situmorang, SE, M.Si
Tanggal : ……. JUNI 2015 KETUA PROGRAM STUDI DIPLOMA III MANAJEMEN KEUANGAN
NIP: 197411232000122001 Dr. Yeni Absah, SE, M.Si.
Tanggal : ……. JUNI 2015 DEKAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
NIP: 195604071980021001
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur hanya PadaMu ya allah Tuhan Yang Maha
Pengasih dan Penyayang yang telah memberikan kesehatan dan menjaga hati serta
pikiran penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang berjudul
“ANALISA MANAJEMEN ALIRAN KAS PADA PT.PLN (PERSERO) AREA
MEDAN “ , guna melengkapi syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada
Fakultas Ekonomi Program Diploma III Universitas Sumatera Utara.
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis telah banyak mendapat
bimbingan dan pengarahan serta bantuan dari banyak pihak baik secara moral
maupun material,sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan dengan baik.
Sebagai ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada :
1. Kedua Orangtuaku yang teramat kusayangi Papa dan Mama yang selalu
sabar Makasih buat segala Doa dan dukungannya baik moral maupun
material
2. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, SE, M.Ec. Ac. Ak selaku Dekan Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Program Diploma III Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dr.Yeni Absah,SE, M.Si selaku Ketua Program Studi Diploma III
Manajemen keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera
Utara.
4. Bapak Syafrizal Helmi Situmorang SE, M,Si selaku Seketaris Program
5. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen yang telah mengajar dan membimbing
penulis selama perkuliahan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program
Diploma III Universitas Sumatera Utara
6. Bapak Pimpinan PT.PLN (PERSERO) Area Medan dan seluruh staf yang
telah bersedia membantu penulis dan memberikan izin riset diperusahaan
sehingga terselesaikan Tugas Akhir ini.
7. Buat orang yang aku sayangin Fauzi Abdul Rohim Nasution Makasih buat
Doa dan dukungannya semoga kamu cepat nyusul sarjana pertaniannya,
dan juga terima kasih buat teman-teman group A yang selama ini saling
membantu.
Akhir kata penulis ucapkan semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi
kita yang membutuhkannya.
Medan, Juni 2015
Penulis
DAFTAR ISI
B. Perumusan Masalah... 3
C. Tujuan Penilitian... 3
D. Manfaat Penelitian... 3
BAB II PROFIL PERUSAHAAN... 5
A. Sejarah Perusahaan... 5
B. Struktur Organisasi...9
C. Uraian Perusahaan... 10
D. Kinerja Terkini... 21
BAB III PEMBAHASAN... 26
A. Pengertian Manajemen Kas...26
B. Tujuan dan Manfaat informasi Aliran Kas…….……… 30
C. Faktor yang Mempengaruhi Aliran Kas……..………..32
D. Manajemen Kas dan Surat-surat Berharga... 34
E. Arus Kas Pada PT.PLN Area Medan... 36
F. Likuiditas Pada PT.PLN Area Medan... 41
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN...47
A. Kesimpulan... 47
B. Saran...48
Gambar 3.2 Tabel Laporan Laba Rugi Per Unsur...39
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Wilayah Kerja PT.PLN (PERSERO) Area Medan...8
Gambar 2.2 Logo Perusahaan...10
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Secara umum segala transaksi yang terjadi pada perusahaan dalam
menjalankan aktivitasnya selalu berhubungan dengan kas.
Kas menurut Syahyunan (2013: 59) merupakan “Seluruh uang tunai yang
ada ditangan (cash on hand) dan dana yang disimpan di bank dalam berbagai bentuk, seperti deposito dan rekening Koran”. Arus kas yang pengelolaannya
tidak benar akan mengakibatkan ketidakseimbangan antara arus kas masuk dan
arus kas keluar. Kas juga komponen vital dalam gerak langkah organisasi.
Melalui kas, dana mengalir masuk menjadi sumber daya organisasi, dan mengalir
keluar sebagai biaya. Aliran dana yang masuk tidaklah selalu seirama dengan
mengalirnya dana yang keluar. Maka, mengatur arus kas menjadi sebuah
pekerjaan yang sepatutnya memperoleh perhatian serius dalam pengelolaan
keuangan organisasi.
Laporan arus kas dimasudkan untuk memberikan ikhtisar tentang arus kas
masuk dan arus kas keluar untuk satu periode.Dimana sumber-sumber kas
meliputi arus kas masuk yang biasanya di peroleh dari aktivitas operasi utama
perusahaan,dari aktivitas sampingan (seperti investasi sekuritas) dan dari aktivitas
yang tidak biasa atau luar biasa (seperti pembiayaan melalui hutang dan
ekuitas).Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk mempertahankan aktivitas
baku dan peralatan.Selain itu arus kas juga digunakan untuk memenuhi kewajiban
pembiayaan melalui hutan dan ekuitas,pembayaran deviden dan lainnya.
Laporan arus kas dapat menyediakan informasi yang memungkinkan para
pemakai mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur
keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas), dan kemampuan untuk
mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan
perubahan keadaan dan peluang bisnis. Laporan arus kas juga dapat membantu
para pemakai laporan keuangan untuk menentukan efek dari transaksi-transaksi
cash dan noncash investing serta pendanaannya terhadap posisi keuangan perusahaan.
Suatu perusahaan yang modern hanya di kelola sedemikian rupa sehingga
kas menjadi produktif dan selalu tersedia untuk menghindari risiko kekurangan
dana dan resiko pailid.Sistem manajemen yang baik ditandai dengan pemeriksaan
perkembangan kegiatan usahannya dari waktu ke waktu ,apakah menjalani
kemajuan atas kemunduran ,dan yang paling penting adalah mengetahui keadaan
keuangan perusahaan pada waktu tertentu.Keadaan keuangan perusahaan ini dapat
dilihat dari laporan pertanggung jawaban pimpinan dalam bentuk laporan
keuangan.
Dengan demikian masalah perputaran kas menjadi sangat penting didalam
suatu perusahaan.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan keterangan-keterangan yang telah diuraikan sebelumnya
1. Apakah PT.PLN (Persero) Area Medan telah mengelola kas yang ada
sesuai dengan sistem manajemen aliran kas yang baik?
2. Bagaimana PT.PLN (Persero) Area Medan menggunakan dana atau kas
yang dimilikinya dalam menjalankan kegiatan operasional?
C.Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui apakah pengelolaan kas pada PT.PLN (Persero) Area
Medan telah sesuai dengan sistem manajemen aliran kas yang baik.
b. Untuk mengetahui bagaimana perusahaan dalam mengelola kas atau
dana yang dimiliki dalam membiayai kegiatan operasional perusahaan.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang di dapat dari penelitian ini adalah :
A) Bagi penelitian
Untuk menambah pengetahuan serta memperluas wawasan penulis tentang
pengelolaan serta penggunaan manajemen kas yang baik
B) Bagi PT.PLN (Persero) Area Medan
Untuk memberikan masukan bagi PT.PLN (Persero) Area Medan dalam
mengelola dan meningkatkan aliran kasnya dengan baik
C) Bagi Peneliti Lain
Sebagai bahan masukan serta sumber informasi penting bagi pihak-pihak
yang memerlukan dan rekan-rekan lain dalam rangka menyempurnakan
A.Sejarah Perusahaan
Sejarah keberadaan kelistrikan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
berawal dari dimulainya usaha kelistrikan di Sumatera Utara pada tahun 1923
yang dibangun oleh NV. NIGEM / OGEM Perusahaan swasta Belanda diatas
tanah pertapakan yang saat ini menjadi lokasi Kantor PLN Area Medan Jl. Listrik
No 8 Medan. Kemudian menyusul pembangunan kelistrikan di Tanjung Pura dan
Pangkalan Berandan pada tahun 1924, di Tebing Tinggi tahun 1927, di Sibolga
(oleh NV ANIWM) Brastagi dan Tarutung tahun 1929, di Tanjung Balai tahun
1931, di Labuhan Bilik tahun 1936 dan Tanjung Tiram pada tahun 1937.
Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945,
Aksi Karyawan Perusahaan Listrik bekas milik swasta Belanda dari tangan Jepang
diambil alih dan diserahkan kepada Pemerintah RI dalam hal ini Departemen
Pekerjaan Umum. Untuk mengenang peristiwa ambil alih tersebut, maka dengan
penetapan Pemerintah No. 1.SD/45 yang ditetapkan tanggal 27 Oktober 1945
sebagai Hari Listrik Nasional.
Pada tanggal 1 Januari 1961 dibentuklah Badan Pimpinan Umum
Perusahaan Listrik Negara BPU-PLN. Setelah BPU-PLN berdiri dengan SK
Menteri PUT No.19/1/20 tanggal 20 Mei 1961, maka organisasi kelistrikan pun
berubah. Perusahaan listrik di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Utara dan Riau
diubah namanya menjadi PLN Eksploitasi. Pada tanggal 1 Januari 1965,
Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik. Kemudian
dengan terbitnya Peraturan Menteri No.1/PRT/65 ditetapkan pembagian daerah
kerja PLN secara Nasional menjadi 15 Kesatuan daerah Eksploitasi, dimana
ditetapkan pembagian daerah kerja PLN Sumatera Utara menjadi Eksploitasi– I.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan PLN Eksploitasi I Sumatera Utara
tersebut, maka dengan keputusan Direksi PLN No.KPTS.009/DIRPLN/66 tanggal
14
April 1966, PLN Eksploitasi-I dibagi menjadi 4 DAN dan 1 Sektor, yaitu DAN
Medan, Binjai, Sibolga, Pematang Siantar ( yang berkedudukan ) di Tebing
Tinggi, karena P.Siantar masih dikelola PLD dan Sektor Glugur.
Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1972 dan Keputusan Menteri PUTL
No.01 /PRT/73 untuk menetapkan PLN menjadi PERUM yang isinya
mempertegas kedudukan PLN sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara untuk
mengelola kelistrikan di seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia. Dalam
Surat Keputusan Menteri PUTL No.01/PRT/1973 menetetapkan PLN
Eksploitasi-I Sumatera Utara dirubah menjadi PLN Eksploitasi –II Sumatera
Utara. Kemudian menyusul terbitnya Peraturan Menteri PUTL No.013/PRT/75
yang mengubah PLN Ekspoitasi menjadi PLN Wilayah, dimana PLN Eksploitasi
II. Berubah namanya menjadi PLN Wilayah II Sumatera Utara.
Kemudian pada tanggal 16 Juni 1994 terbitlah Peraturan Pemerintah No.
23 / 1994 yang isinya menetapkan status PLN yang berubah dari Perusahaan
Umum (PERUM) Listrik Negara dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan
Untuk mencapai tujuan PLN meningkatkan kesejahtraan masyarakat dan
mendorong perkembangan industri pada Pembangunan Jangka Panjang Tahap II
(PJPT-II) yang tanggung jawabnya cukup besar dan berat, kerjasama dan
hubungan yang harmonisasi dengan instansi dan lembaga yang terkait perlu dibina
dan ditingkatkan terus.
Perkembangan kelistrikan di Sumatera Utara mengalami pertumbuhan dan
perkembangan yang begitu pesat, hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya
jumlah pelanggan, perkembangan fasilitas kelistrikan, kemampuan pasokan listrik
dan indikasi pertumbuhan lainnya
Dengan perkembangan kelistrikan di Sumatera Utara yang terus mengalami
pertumbuhan dengan begitu pesat, maka berdasarkan Surat Keputusan Direksi
Nomor 078.K/023/DIR/1996 tanggal 8 Agustus 1996, dibentuklah organisasi
baru bidang jasa pelayanan kelistrikan yaitu PT PLN (Persero) Pembangkitan
dan Penyaluran Sumatera Bagian Utara. Dengan perubahan tersebut maka PT
PLN (Persero) Wilayah II Sumatera Utara berkonsentrasi pada bidang distribusi
dan penjualan tenaga listrik.
Pada Tahun 2003 PT PLN (Persero) Wilayah II Sumatera Utara berubah
namanya menjadi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera berkedudukan di Jl.
Yos Sudarso No. 284 Medan. Wilayah kerja PT PLN (Persero) Wilayah
Sumatera Utara meliputi Wilayah Propinsi Sumatera Utara dengan luas 71.680,68
km², sebagian besar berada didaratan Pulau Sumatera dan sebagian kecil berada di
Propinsi Sumatera Utara terdiri dari 25 Kabupaten dan 8 Kota dengan
Kabupaten / Kota tersebut terdiri dari 417 Kecamatan dan secara keseluruhan desa
sebesar 5.856 desa / kelurahan.
Gambar 2.1 Wilayah Kerja PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.
B . Struktur Organisasi Perusahaan
Dalam menjalankan badan usaha, suatu perusahaan harus memiliki
struktur organisasi.Struktur organisasi merupakan komponen dalam suatu badan
kerja dan menjelaskan tentang bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda –
beda tersebut dikoordinasikan. Struktur organisasi juga menunjukkan
spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan
dikoordinasikan. Struktur organisasi juga menunjukkan spealisasi-spealisasi
pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Struktur organisasi yang digunakan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera
Utara Area Medan adalah menggunakan jenis struktur organisasi fungsional “Line
and Staff Organization” atau gabungan dari pada jenis struktur organisasi
fungsional dengan unsur – unsur yang terdiri dari unsure pimpinan, unsur
pelaksanaan, dan unsur pengawasan.
Berikut ini skema dari Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah
Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Area Medan
C.Uraian Pekerjaan
Berikut adalah uraian pekerjaan pada PT.PLN (PERSERO) Area Medan yaitu :
1. Manajer Area
Bertanggung jawab atas pengelolaan usaha melalui optimalisasi seluruh
sumber daya secara efisien, efektif dan sinergi.Pengelolaan perusahaan
pembangkit, pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu
pelanggan, dan memastikan terlaksananya Good Corporate Governance(GCG) di PT. PLN (Persero) Area Medan.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) melakukan kegiatan pengusaha pembangkit (skala kecil) secara efisien,
hemat energy, handal dan ramah lingkungan.
b) Mengusulkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Area
Medan.
c) Memastikan program Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)
Area Medan, dilaksanakan sesuai penetapan Direksi.
d) Menetapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan pengusahaan
pembangkitan, pendistribusian, dan penjualan tenaga listrik Area Medan.
e) Menjamin pengelolaan kegiatan pengusahaan pembangkitan,
pendistribusian, dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang
baik dalam upaya peningkatan pelayanan pelanggan.
f) Mengelola sistem manajemen kinerja unit dan manajemen mutu termasuk
menetapkan target kinerja unit-unit dibawah koordinasinya, memonitoring
dan mengendalikan pelaksanaannya.
g) Memastikan pelaksanaan kebijakan pokok pengembangan mekanisme
niaga dan operasi yang telah ditetapkan direksi.
h) Menetapkan kebijakan strategis penyusunan dan pemantauan manajemen
resiko Area Medan.
i) Mengembangkan dan memelihara kompetensi anggota organisasi.
j) Menetapkan laporan Menejemen Area Medan
Bertanggung jawab atas rencana dan pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan
Jaringan Distribusi, Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dan
Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro (PLTMH) untuk menjamin mutu dan
keandalan jaringan distribusi. Hasil / output pendistribusian energi listrik yang
kontiniu dan handal.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Menyusun Program Rencana Kerja (PRK) untuk kegiatan operasi dan
Pemeliharaan Jaringan Distribusi.
b) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan operasi dan Pemeliharaan
Jaringan Distribusi, PDKB, serta PLTMH.
c) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran Operasi dan
Pemeliharaan Jaringan Distribusi.
d) Melakukan analisa dan evaluasi kinerja Operasi dan Pemeliharaan
Jaringan Distribusi dan PDKB.
e) Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja proteksi distribusi dan
pelayanan teknik.
f) Melakukan verifikasi dan validasi asset distribusi secara periodik.
g) Mengkoordinasikan penyusunan dan mengendalikan pelaksanaan SOP
untuk setiap jenis pekerjaan distribusi guna tercapainya Zero Accident.
h) Melakukan koordinasi dalam rangka operasi dan pemeliharaan jaringan
distribusi dengan Rayon/instansi terkait termasuk PFK.
i) Menyusun pola operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi yang efisien.
Bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan pengoperasian
jaringan distribusi sesuai SOP untuk menjamin keandalan, keamanan, mutu dan
efisien penyaluran tenaga listrik.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Menyusun Program Rencana Kerja Operasi.
b) Merencanakan dan melaksanakan kegiatan Operasi Jaringan Distribusi
sesuai SOP.
c) Melaksanakan pemutakhiran data asset distribusi secara berkala.
d) Melakukan pengendalian pengoperasian jaringan distribusi.
e) Mengendalikan dan memonitoring pelaksanaan operasional teknik.
f) Mengkoordinasikan dengan Area, Rayon dan Instansi terkait dalam rangka
operasi jaringan distribusi.
g) Mengevaluasi kinerja operasi.
2.2 Sub Bagian Supervisor Pemeliharaan Distribusi
Bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan pemeliharaan
jaringan distribusi untuk meningkatkan keandalan, keamanan, mutu dan efisiensi
jaringan distribusi.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Merencanakan penyusunan Program Rencana Kerja (PRK).
b) Melaksanakan dan mengevaluasikan kegiatan pemeliharaan jaringan
distribusi sesuai SOP dan anggaran yang ditetapkan.
c) Merencanakan kebutuhan material operasi dan pemeliharaan untuk
d) Melaksanakan koordinasi dengan rayon dan bagian terkait dalam
pelaksanaan pemeliharaan jaringan distribusi.
e) Menyiapkan peralatan kerja untuk operasi dan pemeliharaan jaringan
distribusi.
2.3 Sub Bagian Supervisor PDKB
Bertanggung jawab dalam mengelola pekerjaan PDKB untuk meningkatkan
keandalan, keamanan, mutu dan efisensi jaringan distribusi.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pekerjaan PDKB.
b) Mengendalikan pelaksanaan pekerjaan PDKB sesuai dengan SOP.
c) Mengusulkan Surat Perintah Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan dan
Surat Penunjukan Pengawas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan.
d) Melaksanakan inventarisasi dan mengusulkan peremajaan peralatan
PDKB.
e) Memonitor masa berlaku dan mengusulkan sertifikat / brevet personil
PDKB.
f) Mengusulkan revisi SOP atau mengajukan SOP baru ke komisi PDKB
g) Melaporkan penyelesaian pekerjaan kepada kepala operasi
3. Asisten Manajer (Asman) Transaksi Energi Listrik
Bertanggung jawab dalam kegiatan transaksi energi pelanggan dan Area /
Rayon / Unit terkait, pengendalian susut dan pemeliharaan meter transaksi untuk
memenuhi standar operasional yang berlaku.Hasil / output laporan transaksi
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan Manajemen Billing.
b) Mengkoordinasikan dan mengevaluasi sistem AP2T (Aplikasi Pelayanan
Pelanggan Terpusat) terkait dengan proses billing.
c) Menyusun biaya operasi dan investasi serta data pendukung RKAP.
d) Memonitoring dan mengendalikan realisasi penggunaan anggaran
SKKI/SKKO.
e) Mengkoordinasikan kegiatan operasional dibagian transaksi energi.
f) Mengevaluasi dan mengendalikan susut, PJU, P2TL, AMR, Pemeliharaan
APP, pemeliharaan meter transaksi dan hasil ukur meter transaksi.
g) Menyusun rencana program pemeliharaan meter transaksi.
h) Melaksanakan settlemen antar unit pelaksana dan P3B dalam pengelolaan
transfer price energy.
i) Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pemasangan dan pemeliharaan
AMR.
j) Merencanakan dan mengevaluasi pekerjaan pemeliharaan APP dan hasil
penerapan metrologi secara berkala.
k) Memonitoring dan mengevaluasi manajemen APP.
l) Mengkoordinasikan kegiatan wiring dan Setting APP.
m) Mengkoordinasikan dengan bagian dan instansi yang berwenamg untuk
kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL).
2.4 Sub. Bagian Supervisor Pemeliharaan Meter (Har Meter)
Bertanggung jawab atas kegiatan pemeliharaan meter transaksi untuk akurasi
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Memonitor Program Pemeliharaan Meter Transaksi yang disebabkan oleh
meter rusak, buram, macet dan tua.
b) Memonitor pelaksanaan dan pemeliharaan AMR.
c) Merencanakan kebutuhan Kwh meter untuk pemeliharaan.
d) Memonitor pelaksanaan hasil peneraan metrologi secara berkala.
e) Menyiapkan data pendukung RKAP untuk kebutuhan pemeliharaan meter
transaksi.
f) Memonitor pekerjaan pemeliharaan dan tera ulang APP serta meter
elektronik (ME) dan sistem AMR yang dikerjakan pihak ketiga.
g) Melaksanakan pengujian alat ukur, pembatas dan kelengkapannya untuk
material baru atau bekas andal.
h) Memastikan hasil sampling peneraan APP baru hasil metrology dan
rekondisi pihak ketiga.
i) Memonitor manajemen segel APP.
• Sub Bagian Supervisor Pengendalian Susut (DalSut)
Bertanggung jawab atas kegiatan pengendalian susut jaringan, menertibkan
PJU / Reklame liar dan pelaksanaan P2TL.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Memonitor pelaksanaan penekanan susut dan berkoordinasi dengan bagian
/ Rayon terkait.
b) Memetakan dan melaporkan perkembangan susut Area dan Rayon secara
berkala.
d) Melakukan koordinasi dan pengawasan hasil P2TL yang telah dilakukan
dengan bagian atau Rayon terkait.
e) Melakukan evaluasi kinerja pihak ketiga berdasarkan SLA (Service Level
Agreement).
f) Membuat target operasi serta memonitor pelaksanaan P2TL secara rutin.
g) Memastikan kelengkapan P2TL sesuai aturan.
h) Melaksanakan komunikasi dengan bagian terkait dan instansi berwenang
untuk pelaksanaan P2TL.
i) Melakukan analisa dan evaluasi (ANEV) atas hasil pelaksanaan P2TL.
2.5 Sub Bagian Supervisor Transaksi dan Energi
Bertanggung jawab atas kegiatan pengendalian dan keakuratan APP.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Memastikan antara data pelanggan dan APP terpasang.
b) Membuat laporan hasil berita acara pemeriksaan.
c) Berkoordinasi dengan bagian terkait tentang kelainan APP.
d) Memvalidasi data kelainan APP.
e) Memeriksa pemakaian energi listrik pelanggan prabayar secara berkala.
f) Memeriksa dan mengecek pemakaian energi listrik pelanggan prabayar
secara berkala
4. Asman pelayanan dan Administrasi
Bertanggung jawab atas kelancaran pengelolaan dan pengendalian kegiatan
bidang administrasi dan keuangan yang meliputi sumber daya manusia,
keuangan yang akurat dan tepat waktu serta mencapai target kinerja sesuai tujuan
perusahaan.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Mengelola peningkatan Integritas Layanan Publik (ILP).
b) Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pengelolaan tenaga kerja.
c) Mengkoordiasikan pengelolaan kegiatan administrasi umum, SDM dan
Pelanggan.
d) Memonitor data pelanggan.
e) Memverifikasi dan validasi terhadap kelengkapan transaksi pembayaran.
f) Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan pencatatan transaksi keuangan.
g) Mengkoordinir dan mengelola Anggaran Investasi, Anggaran Operasi dan
Cash Budget.
h) Mengevaluasi kontrak perjanjian dengan pihak ketiga.
i) Menyusun kebutuhan rencana diklat dan evaluasi hasil diklat.
j) Melakukan monitoring operasional kendaraan dinas, fasilitas kantor dan
pemeliharaan gedung.
k) Mengkoordinasikan proses pelanggaran disiplin pegawai.
l) Mengevaluasi fasilitas / sarana kerja, permintaan perlengkapan K3/APK,
tunjangan kecelakaan kerja.
m) Memonitor realisasi anggaran.
n) Memproses permohonan SPPD / Perjalanan Dinas
Bertanggung jawab atas proses administrasi SDM, kegiatan kesekretariatan,
proses akuntansi dan keuangan untuk menjamin terpenuhinya tertib administrasi
yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rincian tugas sebagai berikut :
a) Melaksanakan pengelolaan tenaga kerja.
b) Melaksanakan pengelolaan K3.
c) Melaksanakan investigasi kejadian kecelakaan kerja, kebakaran,
kebanjiran, dan musibah lain yang terkait K3.
d) Melaksanakan pengelolaan sarana kerja dan administrasi perkantoran.
e) Melaksanakan pengelolaan fungsi keuangan dan akuntansi.
f) Melaksanakan fungsi kehumasan.
g) Menyiapkan data pendukung RKAP untuk bagian pelayanan dan
administrasi.
h) Melaksanakan rekonsiliasi data dengan fungsi terkait atas pendapatan,
bank, hutang-piutang, persekot dinas, dan PUMP-KPR/BPRP.
i) Menyiapkan rincian biaya di Rayon untuk rencana alokasi dan dana
operasional
2.7 Sub. Bagian Supervisor Pelayanan Pelanggan
Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan fungsi Pelayanan Pelanggan,
administrasi pelanggan, dan pengelolaan pendapatan untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan dan pengamanan pendapatan.
Rincian tugas pokok sebagai berikut :
a) Melaksanakan dan mensupervisi fungsi Pelayanan Pelanggan sesuai
b) Melaksanakan kunjungan pelanggan potensial (TM/TT).
c) Menyiapkan rencana Tingkat Mutu Pelayanan secara periodeik dan
menindaklanjuti pencapaian TMP.
d) Melaksanakan kegiatan Riset Pasar dan menyusun Data Potensi Pasar
(Captive Power).
e) Mengelola peta segmentasi pelanggan.
f) Melaksanakan supervise untuk penyempurnaan layanan PB/PD di Rayon.
g) Memastikan proses PB/PD dan SPJBTL pelanggan Potensial sesuai
kewenangannya.
h) Memonitor penertiban SIP/SPJBTL.
i) Memonitor Mutasi Data Induk Langganan (DIL) dan memelihara arsip
Data Induk Langganan.
j) Memonitor laporan penagihan lain-lain (multi guna, P2TL, BP).
k) Memonitor dan mensupervisi pengendalian piutang pelanggan.
D.Kinerja Terkini
Visi & Misi dan Tujuan Perusahaan.
Sebagai Unit Bisnis,PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara harus
memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Sumatera Utara sekaligus
harus mampu memberikan kontribusi positif kepada pencapaian Visi dan Misi PT
PLN (Persero).
Proses transformasi di seluruh jajaran PLN menuju perusahan berkelas
dunia sebagaimana tercantum dalam Visi PT PLN (Persero) akan dapat berjalan
dengan baik jika pengamalan nilai-nilai Budaya Perusahaan :Saling Percaya,
perusahaan dan telah disahkan oleh Direktur Utama dan Komisaris Utama PT
PLN (Persero) pada tanggal 27 Oktober 2002 dapat berjalan sebagai mana
mestinya.
Apabila pengamalan nilai-nilai budaya perusahaan dapat diwujudkan
dalam kehidupan kerja, maka PT PLN (Persero) dengan seluruh jajarannya akan
dapat melaksanakan pengelolaan perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip Good
Corporate Governance (GCG) yang telah dicanangkan pada tanggal 31 Desember 2003 oleh Direksi dan Dewan Komisaris PT PLN (Persero) dengan konsisten dan
berkelanjutan.
1.Visi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang bertumbuh kembang, unggul
dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insan.
2. Misi PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
a. Menjalankan bisnis kelistrikan danbidang lain yang terkait,
berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan
pemegang saham
b. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat
c. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan
ekonomi
d. Menjalankan kegiatan yang berwawasan lingkungan
PT PLN Wilayah Sumatera Utara dengan wilayah kerja seluruh Propinsi Sumatera
mempertimbangkan kondisi dan situasi lingkungan internal dan eksternal
perusahaan, seluruh unsur pimpinan PLN Wilayah Sumatera Utara telah
berketetapan hati merumuskan Visi dan Misi PLN Wilayah Sumatera Utara,
yang diharapkan mampu diemban atau dijabarkan oleh PLN Wilayah Sumatera
Utara untuk memberikan pelayanan tenaga listrik yang baik bagi masyarakat
Sumatera Utara.
Selain itu penjabaran Visi dan Misi PLN Wil Sumatera Utara dalam
kegiatan usahanya paling sedikit pada periode 2014 – 2018 juga
diperkirakan akan mampu memberikan sumbangan yang Positif kepada
pencapaian Visi dan Misi PT PLN (Persero) secara korporat.
Maksud dan Tujuan Perusahaan
Berdasarkan visi dan misi perusahaan yang telah disebutkan diatas, maka
maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan usaha PT PLN (Persero) Wilayah
Sumatera Utara adalah ”Menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai, berupaya memupuk
keuntungan dan melaksanakan penugasan pemerintah di bidang ketenagalistrikan
dalam rangka menunjang pemerataan pembangunan dengan menerapkan
prinsip-prinsip Perseroan Terbatas sesuai AD PLN”.
Berdasarkan Anggaran Dasar PT PLN (Persero), maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha PT PLN (Persero) adalah menyelenggarakan usaha penyediaan
tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai,
serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang
ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan
Arah Pengembangan Perusahaan
Dengan diundangkannya UU No. 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan,
maka dimungkinkan munculnya pemain baru yang akan menjadi pesaing PLN.
Kondisi ini tentu saja akan menjadi pertimbangan bagi PLN dalam menentukan
arah pengembangan perusahaan.
Manajemen PT PLN (Persero) secara korporat telah mencanangkan
program metamorfosa PLN untuk menghadapi dinamika bisnis ketenagalistrikan
pasca diberlakukannya UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. PT
PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara sebagai bagian dari PT PLN (Persero)
berkewajiban untuk mendukung program metamorfosa PLN ini sesuai dengan
lingkup dan dinamika bisnis kelistrikan yang dihadapinya. Sehingga dengan
pelaksanaan program metamorfosa ini PLN Sumatera Utara akan dapat terus
meningkatkan kinerja perusahaannya untuk menuju perusahaan kelas dunia sesuai
dengan visi perusahaan. Dalam upaya peningkatan kinerja perusahaan melaui
program metamorfosanya, PLN Sumatera Utara akan berfokus pada upaya untuk
peningkatan kapasitas dan kontinuitas penyaluran TL, perbaikan kualitas
operasional dan pelayanan, serta peningkatan budaya kinerja yang tinggi. Pada
akhirnya dengan konsisten pada pelakasanaan program tersebut diharapkan PLN
Sumatera Utara akan dapat menurunkan biaya pokok produksinya dan
memperbaiki citranya di mata stakeholder.
Logo dan Makna Perusahaan Bentuk Lambang
Bentuk, warna dan 22ambing Perusahaan resmi digunakan adalah sesuai
Negara No. 031/DIR/76 Tanggal 01 Juli 1976, mengenai Pembuatan Lambang
Perusahaan Umum Listrik Negara
Gambar 2.3 Logo Perusahaan
Elemen – elemen Dasar Lambang
1. Warna Kuning
Menjadikan bidang dasar bagi elemen – elemen lambang lainnya,
melambangkan bahwa PT. PLN (Persero) merupakan wadah atau organisasi yang
terorganisir dengan sempurna.Berwarna kuning untuk menggambarkan
pencerahan bagi kehidupan masyarakat.Kuning juga melambangkan semangat
yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insane yang berkarya di perusahaan ini.
2. Petir atau Kilat
Melambangkan tenaga listrik yang terkandung didalamnya sebagai produk
jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan.Selain itu petir pun mengartikan kerja
cepat tepat para insane PT. PLN (Persero) dalam memberikan solusi terbaik bagi
para pelanggannya.Warnanya yang merah melambangkan kedewasaan PLN
sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan kedinamisan gerak laju
perusahaan beserta tiap insane perusahaan serta keberanian dalam menghadapi
tantangan perkembangan jaman.
3. Tiga Gelombang
Memiliki arti gayaenergi listrik yang dialirkan oleh tiga bidang usaha utama
sering sejalan dengan kerja keras para insane PT. PLN (Persero) guna
memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberikan warna biru untuk
menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tepat) seperti halnya listrik yang
BAB III
PEMBAHASAN
A.Pengertian Manajemen Kas
Sebelum didefinisikan pengertian manajemen aliran kas, ada baiknya
diketahui arti dari kas dan manajemen itu sesungguhnya. Kas adalah salah satu
unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Semakin besar jumlah
kas yang ada didalam perusahaan mempunyai resiko yang paling kecil untuk tidak
dapat memenuhi kewajiban finansialnya. Kas tidak dapat bertambah kecuali
diinvestasikan dalam jangka pendek atau jangka panjang.
Menurut Syahyunan (2013:59) pengertian kas adalah “Seluruh uang tunai
yang ada di tangan (cash on hand) dan dana yang disimpan di bank dalam
berbagai bentuk, seperti deposito dan rekening Koran.” Arti manajemen menurut
Sumarsan (2010:2) adalah “Seni dalam proses perencanaan dan pengendalian
penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan/ sasaran kinerja.” Menurut
Bacon (dalam kasmir, 2010:191) arti dalam kas adalah“Uang seperti pupuk, tidak
berguna kecuali digunakan. Artinya uang harus digunakan dahulu baru memiliki
nilai. Apabila digunakan, maka uang akan menyuburkan investasi sehingga
tumbuh sudah dan berkembang terus.”
Jadi manajemen aliran kas artinya suatu sistem pengelolaan perusahaan
serta memanfaatkan idle cash dan perencanaan cash, yang pelaksanaanya
dilakukan manajer.
Manajemen aliran kas mengatur bagaimana aliran kas selama periode
tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi dan pendanaan perusahaan
menyajikan aliran kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara
yang paling sesuai dengan bisnis atau usaha perusahaan tersebut.
Manajemen aliran kas perusahaan merupakan salah satu bagian yang
cukup bermasalah jika manajer kurang mampu sebab apabila jumlah kas terlalu
kecil akan berbahaya bagi perusahaan, karena akan mengakibatkan hambatan bagi
pengeluaran untuk berbagai pembayaran perusahaan, sebaliknya apabila uang kas
terlalu besar, ketimbang pengeluaran kas yang dibutuhkan juga kurang baik
karena kemungkinan ada uang mengganggur, atau tidak memberikan penghasilan
kepada perusahaan.
Teori Analisa Manajemen Aliran Kas
Perusahaan dalam menajalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas
diperlukan baik untuk membiayai perusahaan sehari-hari maupun mengadakan
operasi baru dalam aktiva tetap. Pengeluaran kas suatu perusahaan dapat bersifat
terus-menerus (continue).
Oleh karena itu pihak manajemen pihak manajemen perlu mengatur baik
arus kas masuk dan arus kas keluar. Hal-hal yang perlu diatur misalnya agar
jumlah yang masuk selalu lebih besar ketimbang uang keluar. Dengan demikian,
dibuatkan secara detail dalam anggaran kas yang membuat penerimaan dan
pengeluaran kas untuk satu periode.
Menurut Kasmir (2010:190) hal-hal yang menjadi pokok perhatian di
dalam penyusunan kas, adalah harus memuat unsur-unsur sebagai berikut :
1. Penerimaan kas.
2. Pengeluaran kas.
3. Perubahan kas bersih dalam periode yang bersangkutan.
4. Kebutuhan kas baru.
Dalam manajemen kas terdapat istilah ketidaksolvenan artinya perusahaan
tidak mampu untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya.
Perusahaan akan berhenti jika pembayaran bahan baku terus menerus terlambat
atau tak terbayar sama sekali dan penyedia utama akan menghentikan pengiriman
selanjutnya. Mengingat bahwa kas mempunyai pengaruh besar dan sangat penting
bagi kelancaran aktivitas perusahaan maka pimpinan perusahaan dituntut untuk
mampu mengelola dan mendayagunakan kas dengan efisiensi. Dalam arti tidak
terjadi kelebihan dan kekurangan kas, serta kas digunakan dengan tepat untuk
menghasilkan laba atau profit yang optimal.
Menurut Syahyunan (2013:59) tujuan manajemen kas adalah menjaga
jumlah kas minimum yang menempatkan perusahaan adalam posisi likuid dan
profitable, artinya bahwa manajer keuangan harus memandang kedua arah dengan
seimbang, yaitu meminimalkan kas demi meminimumkan biaya serta menjaga
Menurut syahyunan (2013:59) untuk mencapai tujuan ini ada 2 (dua)
macam pendekatan yang berbeda dalam memperlakukan kas yaitu :
1. Kas diperlakukan sebagai aset financial (financial asset)
Tujuan pendekatan ini adalah meminimumkan biaya yang timbul dari
pengguna kas.
2. Kas dianggap sebagai aset fisik (physical asset)
Dalam pendekatan ini, dipakai model persediaan untuk menetapkan
jumlah persediaan kas yang layak bagi perusahaan.
Menurut Margaretha (2011:16) Arus kas akan memberikan informasi
tentang arus kas masuk dan arus kas keluar dalam suatu periode pelaporan.
1. Arus kas masuk
Segala sesuatu yang menyebabkan jumlah uang bertambah contoh : upah, gaji,
fee, komisi, bonus, tips, penghasilan pensiun, uang tambahan dan lain.
2. Arus kas keluar
Segala sesuatu yang menyebabkan uang berkurang contoh : pengeluaran tetap
/pengeluaran rutin, pengeluaran variable (tidak tetap).
3. total kas masuk dikurangi kas keluar
Ada tiga kemungkinan :
1.Surplus, ketika kas masuk > kas keluar
2.Defisit, ketika kas masuk < kas keluar
B.Tujuan dan Manfaat Informasi Aliran Kas
Menurut Sumarsan (2010:36) tujuan utama penyajian data mengenai aliran
kas yaitu menyediakan informasi yang diasumsikan akan :
a. Untuk mengetahui kinerja perusahaan dan sekaligus untuk mengetahui
apakah perusahaan berada dalam likuiditas yang baik untuk membayar
atas produk yang dijual.
b. Kreditur untuk mengetahui kinerja perusahaan yang titik fokusnya adalah
membayar kembali pokok pinjaman dan bunga.
c. Penanam modal untuk mendapatkan informasi apakah modal yang
ditanam layak untuk diperbesar atau untuk memperkecil penanaman modal
pada perusahaan.
d. Calon penanam modal untuk mmendapatkan informasi apakah layak atau
tidaknya untuk melakukan investasi didalam perusahaan.
e. Badan pemerintah untuk mengetahui besarnya pertumbuhan ekonomi
regional dan pertumbuhan ekonomi nasional yang sekaligus untuk
mengawasi ketertiban pembayaran dan administrasi perpajakan.
Informasi aliran kas merupakan langkah awal dalam program manajemen
kas efektif yang biasanya dihasilkan dengan mengevaluasi fungsi keuangan data
yang disediakan oleh fungsi pemasaran dan produksi diperusahaan. Dalam salah
satu bentuk model ini pengharapan akan peningkatan deviden dimasa mendatang
diasumsikan sebagai salah satu faktor yang paling penting dalam mengevaluasi
Manfaat Informasi Aliran Kas
Mengingat bahwa kas mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi
kelancaran aktivitas perusahaan, maka pimpinan perusahaan dituntut untuk
mempunyai kelancaran atau mendayagunakan kas dengan efisien.
Menurut Kasmir (2010:190) manfaat dari informasi aliran arus kas adalah
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan
memungkinkan para pemakai mengembangkan modal untuk menilai dan
membandingkan nilai sekarang dan arus kas masa depan dari berbagai
perusahaan. Informasi tersebut juga untuk meningkatkan daya banding pelaporan
kinerja operasi bagi perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan
perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
Manajemen kas mencakup pengumpulan yang efesien terhadap
pembayaran dan investasi sementara kas. Demikian juga anggaran kas dapat
memberitahukan berapa banyak yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan untuk
berapa lama. Oleh karena itu anggaran kas merupakan dasar peramalan dan
pengawasan kas.
Disamping anggaran kas, perusahaan juga membutuhkan informasi yang
sistematis semacam sistem pengawasan informasi yang berguna jika perusahaan
ingin mengelola kas secara efisien, yang menjamin ketersediaan kas serta
C. Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Kas
Seiring dengan perubahan kas yang terjadi dalam suatu periode, maka
jumlah uang kas juga dari waktu ke waktu akan selalu berubah. Perubahan ini
dimulai dari adanya perolehan kas dari berbagai sumber yang dimiliki. Dalam
menyusun arus kas, FASB agar arus kas masuk dan arus kas keluar digolongkan
dan dilaporkan menurut tiga kategori :
1.Aktivitas Operasional
Merupakan jumlah arus kas yang berhubungan dengan laba yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi. Jumlah aliran kas berasal dari aktivitas
operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasi PT.PLN
(PERSERO) Area Medan dapat menghasilkan aliran kas cukup untuk melunasi
pinjaman pemeliharaan kemampuan tersebut untuk membayar deviden dan
melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar.
2. Aktivitas Investasi
Merupakan seluruh arus kas dari aktivitas yang berhubungan dengan
penerimaan pinjaman, hutang dan surat-surat berharga atau modal aktiva tetap,
dan aktiva produktif lainnya yang digunakan dalam proses produksi.
Pengelompokkan berdasarkan kegiatan ini perlu dilakukan, sebab arus kas
tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas dari sumber dana yang
dimiliki untuk tujuan menghasilkan pendapatan kas untuk masa yang akan
3 Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan
jumlah satu komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Kegiatan pendanaan
merupakan kegiatan untuk mendapatkan sumber-sumber dana dari pemilik dengan
memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut, meminjamkan dan
membayar hutang kembali atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk
membayar hutang tertentu.
Menurut Kasmir (2010:193) beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
jumlah uang kas :
1. Adanya penerimaan dari hasil penjualan barang dan jasa artinya
perusahaan melakukan penjualan barang, baik secara tunai maupun secara
kredit.
2. Adanya pembelian barang dan jasa artinya perusahaan membeli sejumlah
barang, baik bahan baku, bahan tambahan, atau barang keperluan lainnya.
3. Adanya pembayaran biaya-biaya operasional. Dalam hal ini perusahaan
mengeluarkan sejumlah biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan
untuk membiayai perusahaan.
4. Adanya pengeluaran untuk membayar angsuran pinjaman artinya jika
dalam memperoleh sumber dana perusahaan melakukan pinjaman ke bank
atau lembaga lain, maka perusahaan tentu akan membayar angsuran
pinjaman tersebut, selama beberapa waktu, maka akan mengakibatkan kas
5. Adanya pengeluaran untuk investasi artinya jika perusahaan hendak
melakukan penambahan kapasitas produksi seperti mesin-mesin atau
pembangunan gedung.
6. Adanya penerimaan dari pendapatan artinya perusahaan memperoleh
tambahan kas dari pendapatan baik yang berkaitan langsung atau tidak
langsung.
Menurut James C. van Horne (dalam Kasmir 2010: 196) , cara untuk
mempercepat penerimaan kas perlu dilakukan beberapa hal :
1. Mempercepat persiapan dan pengiriman faktur tagihan
2. Mempercepat pengiriman pembayaran pelanggan kepada perusahaan.
3. Mengurangi waktu di mana pembayaran yang diterima perusahaan tetap
menjadi dana tidak tertagih.
D. Manajemen Kas dan Surat-surat Berharga
Manajemen kas akhir-akhir ini terlihat semakin penting karena tingkat
suku bunga investasi jangka pendek yang relatif tinggi telah meningkatkan biaya
kesempatan atau opportunity cost dan kas di tangan perusahaan. Oleh karena itu
sangat diperlukan teknik-teknik penagihan dan pengeluaran kas terutama untuk
mengoptimumkan tersedianya dana dan mengurangi biaya bunga atau sumber
dana dari luar perusahaan.
Fungsi dari manajemen kas sangat berkaitan erat dengan menajemen surat
berharga portofolio dari investasi yang sangat cair serta dapat mendukung
berharga merupakan aktiva yang resikonya lebih kecil dari pada investasi barang
dalam bentuk peralatan dan proyek-proyek maka penerimaan atau return relative
kecil. Dalam hal ini investasi berupa surat-surat berharga diharapkan akan dapat
menutupi biaya modal serta fungsi likuditas dari saham.
Menurut Syahyunan (2013:59) motif yang mendasari perusahaan atau
perseorangan untuk memiliki kas dan surat-surat berharga adalah :
1.Motif Transaksi (Transactions Motive)
Pada suatu bidang tertentu dimana pada saat pemasukan tagihan bisa
diramalkan maka arus kas masuk bisa dijadwalkan dan diselaraskan dengan arus
kas keluarnya dan biasanya rasio kas terhadap penjualan dan rasio kas total aktiva
pada perusahaan yang seperti ini relative rendah, begitu juga sebaliknya terhadap
perusahaan dagang dimana tingkat penjualan berfluktuasi. Sejumlah transaksi bisa
saja terjadi tanpa diperkirakan sebelumnya, maka rasio kas terhadap penjualan
atau aktiva relatif tinggi.
2. Motif Berjaga-jaga (safety motive/Precautionary Motive)
Motif ini berkaitan dengan bisa atau tidaknya arus kas masuk dan arus kas
keluar diperkirakan, biasanya arus kas masuk yang makin diperkirakan
sebelumnya akan menyebabkan semakin kecilnya arus kas. Faktor lain yang
sangat berpengaruh pada motif berjaga-jaga ialah bagaimana kemampuan
meminjam tambahan kas secara mendadak dan ini tentu saja berhubungan dengan
3.Motif Spekulasi (Speculative Motive)
Dimana kas yang dipegang untuk memenuhi kebutuhan dimasa yang akan
datang dan bertujuan untuk mengambil keuntungan dari kesempatan sementara
ataupun situasi pontensial yang menghasilkan laba, seperti penurunan tiba-tiba
pada harga bahan mentah.
E.Arus Kas Pada PT.PLN (PERSERO) Area Medan
Ada motif yang mendasari perusahaan dalam menyimpan kasnya. Motif
yang digunakan PT.PLN (PERSERO) Area Medan adalah motif transaksi, dimana
pada satu bidang tertentu perusahaan dapat memperoleh masukan yang besar
seperti pada penjualan tenaga listrik. Arus kas bisa diselaraskan dengan arus kas
keluarnya rasio kas terhadap penjualan dan total aktivanya dapat dperkirakan.
Motif transaksi ini juga motif yang memiliki tingkat penjualan berfluktuasi.
PT.PLN (PERSERO) Area Medan dalam membuat laporan arus kas
menggunakan metode tidak langsung. Dari laporan arus kas dapat diketahui
bahwa perusahaan mengalami peningkatan atau penurunan pada arus kas dalam
satu periode, dan arus kas PT.PLN (PERSERO) Area Medan dapat dilihat pada
Tabel 3.1
Realisasi Cash Flow (Laporan Arus Kas) Tahun 2014
URAIAN Tahun 2014
Aktivitas Operasi
1. Pendapatan Penjualan
a. Tenaga Listrik
b. Sambungan Pesta
c. Penambah Daya
2. Subsidi Listrik Pemerintah
3. Penerimaan Biaya Penyambungan
4. Penerimaan Unit Jual Listrik
5. Pendapatan Operasi Lainnya :
6. Biaya Operasi
A. Pembelian Tenaga Listrik
B. PSKSK
C. Sewa Disel
D. Bahan Bakar
E. Ongkos Angkot Bahan Bakar
F. Minyak Pelumas
G. Pemeliharaan
a. Material
b. jasa
H. Biaya Kepegawaian
I. Penyusutan Aktiva tetap
J. Biaya Administrasi dan lain-lain
7. Pendapatan (Pengeluaran) diluar operasi
Jumlah Kas bersih dari Akuntansi Operasi
Rp. 4,475,706,434,999
Dari tabel di atas akan diuraikan tentang komposisi kas (sumber dan
penggunaan kas) pada tahun 2014 terhadap masing-masing aktivitas perusahaan.
I.Aktiva Operasi
Jumlah sumber kas dari pendapatan usaha :
a.Pendapatan penjualan Rp 3.741.325.489.404
b.Subsidi Pemerintah Rp 715.882.125.184
c.Penerimaan biaya penyambungan Rp 17.632.053.454
d.Pendapatan operasi lainnya
Jumlah kas dari pendapatan usaha Rp 4.475.706.434.999 Rp 866.766.957
Persentasi masing-masing sumber kas tersebut adalah :
a.Pendapatan penjualan = 3.741.325.489.404
4.475.706.434.999 X 100% = 83,60%
b.Subsidi Pemerintah = 715.882.125.184
4.475.706.434.999 X 100% = 1,60 %
c.Penerimaan biaya penyambungan = 17.632.053.454
4.475.706.434.999 X 100% = 0,39%
d.Pendapatan Operasi Lainnya = 866.766.957
4.475.706.434.999X 100% = 0,19%
Dengan demikian dapat dilihat jumlah sumber kas dari pendapatan usaha pada
aktiva operasi PT.PLN (PERSERO) Area Medan pemerintah, sebesar Rp
pemerintah 1,60%, panerimaan biaya penyambungan 0,39%, dan biaya operasi
lainnya sebesar 0,19%.
Jumlah sumber kas dari beban usaha atau biaya operasi dapat di lihat dari tabel
laporan laba rugi per unsur di bawah ini :
Tabel 3.2
LAPORAN LABA / RUGI PER UNSUR (SIFAT)
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 2014 dan 2013
K E T E R A N G A N PER 31 DESEMBER 2014 PER 31 DESEMBER 2013
PENDAPATAN USAHA 4,475,706,434,999 6,173,242,827,437
- Penjualan Tenaga Listrik 3,741,325,489,404 3,457,278,278,850
- Penjualan Tenaga Listrik (Bruto) 3,741,325,489,404 3,457,278,278,850
- Discount - -
- Subsidi Listrik Pemerintah 715,882,125,184 2,690,557,894,130
- Penyambungan Pelanggan 17,632,053,454 25,630,079,662
- Lain-lain 866,766,957 776,574,796
BEBAN USAHA 7,810,683,536,351 7,965,503,002,982
- Pembelian Tenaga Listrik 7,624,858,281,621 7,7687,508,258,543
- Beban Penggunaan Transmisi
- Bahan Bkar dan Minyak Pelumas - -
- Campuran Bahan Bakar dll
- Meniyak Pelumas 60,405,655,796 57,814,655,569
- Pemeliharaan 20,530,766,861 20,654,586,498
- Pemakaian Material 39,874,888,935 37,160,069,071
- Jasa Borongan 55,974,454,916 71,389,430,476
- Kepewgawaian 44,266,521,353 42,043,055,146
- Penyusutan Aset Tetap 25,178,622,666 25,747,603,247
- Administrasi (3,334,977,101,353 (1,792,260,175,544)
LABA (RUGI) USAHA 25,154,727,857 23,036,545,060
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - 69,766
- Pendapatan Bunga 25,010,083,407 22,140,560,714
- Pendapatan Lain-lain - -
- Beban Pinjaman ( ) (7,167,332,010) (2,705,112,083)
- Beban Pensiun ( ) 7,311,976,460 3,601,026,663
- Beban Lain-lain ( ) - Beban Selisih Kurs ( )
LABA (RUGI) Sebelum PPH BADAN (3,309,822,373,496) (1,769,223,630,484)
-BEBAN PAJAK - -
a.Pembelian tenaga listrik Rp 7.624.858.281.621
b.Biaya pemeliharaan Rp 60.405.655.796
c.Biaya kepegawaian Rp 55.974.454.916
d.Penyusutan aktiva tetap Rp 44.266.521.353
e.Biaya lain-lain
Jumlah kas dari beban usaha atau biaya operasi Rp 7.810.683.536.352 Rp 25.178.622.666
Persentasi masing-masing suber kas tersebut adalah
a.Pembelian tenaga listrik = 7.624.858.281.621
7.810.683.536.352 X 100% = 9,76%
b.Biaya pemeliharaan = 60.405.655.796
7.810.683.536.352= X 100% = 0,77%
c.Biaya kepegawaian = 55.974.454.916
7.810.683.536.352 X 100% = 0,19%
d.Penyusutan aktiva tetap = 44.266.521.353
7.810.683.536.352 X 100% = 0,56%
e.Biaya lain-lain = 25.178.622.660
7.810.683.536.352 X 100% = 0,32%
Dengan demikian jumlah kas pada PT.PLN (PERSERO) Area Medan pada
tahun 2014 dapat dihitung dengan cara aktivitas operasi atau pendapatan usaha
dikurangi dengan beban dan beban lain-lain. Aktivitas operasi sebesar Rp
4.475.706.434.999 dan Rp 25.010.083.407 Maka dapat dihitung laba bersih
perusahaan pada tahun 2014 Sebesar Rp 3.309.822.373.496.
F.Likuiditas PT.PLN (PERSERO) Area Medan
Berikut ini akan diuraikan mengenai likuiditas PT.PLN (PERSERO) Area
Medan untuk tahun 2013 Dan tahun 2014. Data yang lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel neraca. Likuiditas perusahaan adalah kemampuan perusahaan
Tabel 3.3 N E R A C A
Periode 31 Desember 2014 dan 2013
K E T E R A N G A N PER 31 DESEMBER 2014 PER 31 DESEMBER 2013
A S E T
ASET TETAP (NETTO) 790,460,177,454 732,077,066,291
Aset Tetp (Bruto) 1,307,840,636,786 1,208,440,292,696
Akumulasi Penyusutas (517,380,459,332) (476,363,863,405)
PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN 9,496,802,635 15,480,007,390
PROPERTI INVESTASI - -
INVESTASI JANGKA PANJANG - -
ASET TIDAK LANCAR LAIN 1,328,198,403 1,190,095,592
Aset Tidak Beroperasi -
Piutang Lain-lain (Jk. Panjang) 1,190,075,074 1,065,960,592
- Pihak Yang Berelasi 1,190,075,074 1,065,960,592
- Pihak Ketigas - -
Biaya Yang Ditangguhkan - -
Biaya Yang Dibayar Dimuka & Uang Muka (Jk. Panjang) 138,123,329 124,135,000
- Pihak Yang Berelasi 138,123,329 124,135,000
- Pihak Ketigas - -
DANA PELUNAS GLOBALIASASI - -
ASET PAJAK TANGGUHAN - -
REKENING YANG DIBATASI PENGGUNAANYA - -
ASET LANCAR 424,372,841,848 389,627,692,740
Kas dan Setara Kas - -
Investasi Sementara - -
Piutang Usaha (Netto) 396,031,384,000 369,475,176,750
- Pihak Yang Berelasi (Bruto) 12 ,977,188,457 10,393,766,463
- Penyisihan (Hubungan Berelasi) () - (8,527,580)
12,977,188,457 10,385,238,884
- Pihak Ketiga (Bruto) 391,207,111,097 363,553,508,218
Penyisihan (Pihak Ketiga) () (8,152,915,554) (4,463,570,352)
383,054,195,543 359,089,937,866
Piutang Lain-lain (Jangka Pendek) 1,142,903,704 793,284,977
- Pihak Yang Berelasi 275,118,764 298,248,977
- Pihak Ketigas 867,784,940 495,000,000
Biaya Yang Dibayar Dimuka & Uang Muka (Jk, Pendek) 126.324.855 2.636.247.562
- Pihak Yang Berelasi - 2,541,909,579
- Pihak Ketigas 126,324,855 94,337,983
Aset Tidak Lancar Yabg Tersedia Untuk Dijual - -
1,225,658,020,341 1,138,374,862,014
PER 31 DESEMBER 2014 PER 31 DESEMBER 2013 EKUITAS LIABILITAS
T O T AL E K U I T A S (3,309,822,373,496) (1,769,223,630,484)
Ekuitas Entitas Induk (3,309,822,373,496) (1,769,223,630,484)
Modal Saham -
-Tambahan Modal -
-Ekuitas Lainnya (Akum Pendapatan Komprehensif Lain) -
-Saldo Laba (3,309,822,373,496) (1,769,223,630,484)
Kepentingan Non-Pengendali -
-AKUN ANTAR SATUAN ADMINISTRASI 4,181,703,372,889 2,292,813,297,398
LIABILITAS JANGKA PANJANG 74,147,941,450 344,536,655,887
Pendapatan Ditangguhkan 74,147,941,450 344,536,655,887
Liabilitas Pajak Tangguhan -
-Pinjaman Jangka Panjang :
- Pihak Yang Berelasi -
-Penerusan Pinjaman -
-Utang kepada Pemerintah -
-Utang Bank -
-Liabilitas Manfaat Pekerja (Jk. Panjang) -
LIABILITAS JANGKA PENDEK 279,629,079,498 270,248,539,213
Utang Usaha 36,252,330,615 20,457,291,874
- Pihak Yang Berelasi 36,252,330,615
- Pihak Ketiga -
-Utang Dana Pensiun - 14,355,991
Utang Pajak 4,339,237,663 4,009,807,433
Utang Lain-Lain (Jangka Pendek) 46,773,760,711 37,954,483,812
- Pihak Yang Berelasi -
-- Pihak Ketiga 46,773,760,711 37,954,483,812
-Biaya Yang Masih Harus dibayar 4,207,876,628 26,456,810,284
Uang Jaminan Langganan 188,055,873,882 181,355,789,814
Utang Biaya Proyek -
-Liabilitas Jangka Panjang Jatuh Tempo -
-- Pihak Yang Berelasi -
-Penerusan Pinjaman -
-Utang kepada Pemerintah -
-Utang Bank -
-Liabilitas Manfaat Pekerja (Jk. Pendek) -
--
-SAMBUNGAN TABEL 3.3
PER 31 DESEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013
Dari tabel neraca tersebut ada tiga cara yang dapat digunakan untuk menghitung
likuiditas perusahaan yaitu :
a.Current Ratio
Current Ratio mengukur kesanggupan dari suatu perusahaan dalam
melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan membandingkan antara aktiva
lancar dengan kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan antara aktiva
dengan kewajiban lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi
kewajiban jangka pendeknya.
Rumus Current Ratio adalah :
Current Ratio =
Aktiva lancar
kewajiban lancar X 100%
Current Ratio PT.PLN tahun 2013 dan tahun 2014 adalah
Tahun 2013 = 389.627.692.740
270.248.539.213
x
100%= 14,42%Tahun 2014 = 424,372,841,848
279.629.079.498 X 100% = 15,18%
Likuiditas Current Ratio PT.PLN (PERSERO) Area Medan pada tahun 2014
mengalami peningkatan sebesar 0,76% dari tahun 2013.
b.Quick Ratio atau Acid Test Ratio
Ratio ini merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban-kewajiban dengan tidak memperhitungkan persediaan dan biaya yang dibayar
relatif lama untuk diubah menjadi uang tunai. Semakin tinggi nilainya maka
likuditas perusahaan semakin baik.
Rumus Quick Ratio adalah
Quick Ratio = Aktiva lancar−(Persediaan +Biay a dibayar dimuka )
Kewajiban Lancar
X 100%
Quick Ratio PT PLN tahun 2013 dan tahun 2014 adalah :
Tahun 2013 = 389.627.692.740−(16.723.019.451+2.636.247.562)
270,248,539,213 X 100%
= 137,01%
Tahun 2014 = 424.372.841.848−(27.072.229.290+126.324.855)
279.629.079.498 X 100%
= 524,28%
Likuiditas Quick Ratio atau Acid Test Ratio PT.PLN (PERSERO) Area Medan
pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 387,27% dari 2013.
c.Working Capital to Total Assets Ratio
Rasio ini mengukur likuiditas perusahaan dari total aktiva dan posisi
modal kerja neto. Rumus Working Capital to Total Assets Ratio adalah :
Working Capital to Total Assets Ratio= Aktiva lancar−kewajiban Lancar
Total Aktiva X 100%
Tahun 2013 = 389.627.692.740−270.248.539.213
1.138.374.862.013 X 100% = 10,48%
Tahun 2014 = 424.372.841.848−279.629.079.498
1.225.658.020.341 X 100% = 11,80%
Likuiditas Working Capital to Total Assets PT.PLN (PERSERO) Area Medan
pada tahun 2014 mengalami peningkatan 1,32% dari tahun 2013.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan arus
kas. Dimana arus kas tersebut terdiri dari beberapa unsur yang dapat membuat
arus kas tersebut berubah-ubah. Laporan arus kas terdiri dari beberapa unsur yaitu
: aktivitas operasi dimana aktivitas operasi ini dapat diuraikan atas beberapa
bidang seperti pendapatan penjualan, penerimaan unit jual listrik, pendapatan
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Sebagai bab terakhir dalam tugas akhir ini, maka akan dikemukakan
kesimpulan dari apa yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya, yang telah
dilakukan terhadap unsur-unsur dari kategori aktivitas perusahaan seb
1. Berdasarkan Laporan arus kas dalam realisasi cash flow yang
mengklasifikasikan Arus kas dari aktivitas dapat dihitung dengan
menggunakan metode tidak langsung dengan jumlah sumber kas dari
pendapatan usaha pada aktiva operasi PT.PLN (PERSERO) Area Medan
pada tahun 2014, sebesar Rp 4.475.706.434.999 dengan persentasi pada
pendapatan penjualan 83,60%, subsidi pemerintah 1,60%, panerimaan
biaya penyambungan 0,39%, dan biaya operasi lainnya sebesar 0,19%.
2. PT.PLN (PERSERO) Area Medan pada tahun 2014 dapat dihitung dengan
cara aktivitas operasi atau pendapatan usaha dikurangi dengan beban dan
beban lain-lain. Aktivitas operasi sebesar Rp 7.810.683.536.351 Dikurangi
beban usaha dan beban lain-lain sebesar Rp 4.475.706.434.999 dan Rp
25.010.083.407 Maka dapat dihitung laba bersih perusahaan pada tahun
2014 Sebesar Rp 3.309.822.373.496.
3. Berdasarkan hasil laporan neraca PT.PLN (PERSERO) Area Medan dapat
peningkatan sebesar 0,76% dari tahun 2013 , Likuiditas Quick Ratio atau
Acid Test Ratio PT.PLN (PERSERO) Area Medan pada tahun 2014
mengalami peningkatan sebesar 387,27% dari 2013, dan likuiditas
Working Capital to Total Assets PT.PLN (PERSERO) Area Medan pada
tahun 2014 mengalami peningkatan 1,32% dari tahun 2013
B. Saran
Adapun saran-saran yang dituliskan atas hasil penelitian yang telah
dilakukan pada PT.PLN (PERSERO) Area medan adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan harus terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja serta
harus dapat mempertahankannya guna memperoleh laba yang lebih besar
dan menghindari agar tidak terjadi kerugian.
2. Pengurangan terhadap biaya-biaya yang dapat membuat perusahaan sulit
untuk memperoleh laba tertutama pada biaya-biaya yang tidak
mempengaruhi efektivitas perusahaan.
3. Menjaga agar jumlah kas ditangan sesuai dengan standar yang telah
diperkirakan.
4. Jika perusahaan memperoleh laba yang lebih besar dengan tujuan agar
Kasmir. 2010. Pengantar manajemen keuangan : Edisi Pertama, Jakarta : Kencana
Margaretha, Farah. 2011. Manajemen keuangan : untuk manager non keuangan, Jakarta : Penerbit Erlangga
Sadalia, Isfenti. 2010. Manajemen keuangan , Medan : USU Press
Samryn, L.M. 2014. Pengantar Akuntansi : mudah membuat jurnal dengan pendekatan siklus transaksi : Edisi Ketiga, Jakarta : PT.Raja Grafindo Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan : teori dan Praktik.
Jakarta : Penerbit Erlangga
Sumarsan, Thomas. 2010. Sistem Pengendalian manajemen : konsep, aplikasi dan pengukuran kinerja, Edisi pertama, Jakarta Barat : Permata Puri Media Syahyunan. 2013. Manajemen keuangan : perencanaan, analisis, dan