1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Blood 4 Life merupakan salah satu dari sekian banyak organisai yang memanfaatkan media sosial Twitter sebagai media komunikasinya. Melalui akunnya @blood4lifeID, menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh para pendonor serta memotivasi bagi para follower-nya. Penulis memperhatikan beberapa pengguna Twitter yang juga merupakan, mereka mendapatkan informasi yang mereka dapatkan dari posting akun @blood4lifeID dan me-retweet posting tersebut dan dilanjutkan kembali agar informasi tersebut dapat diketahui oleh teman mereka yang lainnya. Pemanfaatan Twitter inilah yang menjadi suatu bahan pemikiran penulis. Penulis mempertanyakan efektifitas pesan dari tindak komunikasi Blood 4 Life dengan memanfaatkan akun Twitter @blood4lifeID.
Penulis menemukan bahwa penggunaan Twitter sebenarnya cukup efektif yang dianalisis melalui penggunaan Twitter sebagai media jejaring penggalangan Donor Darah. Pada akhirnya, penulis memutuskan untuk mempelajari dan membahas mengenai “Strategi Komunikasi Penyampaian Pesan Blood For Life Pada Twitter”.
2
Donor darah secara universal dibutuhkan untuk menangani pasien anemia berat, pasien dengan kelainan darah bawaan, pasien yang mengalami kecelakaan parah, pasien yang hendak menjalankan tindakan bedah operatif dan pasien yang mengalami penyakit liver ataupun penyakit lainnya yang mengakibatkan tubuh pasien tidak dapat memproduksi darah atau komponen darah sebagaimana mestinya.
Pada negara berkembang, Donor darah juga diperlukan untuk menangani keadaan darurat melahirkan dan anak-anak malnutrisi yang berujung pada anemia berat.
Dari berbagai sumber, angka kematian akibat dari tidak tersedianya cadangan tranfusi darah pada negara berkembang relatif tinggi. Hal tersebut dikarenakan ketidakseimbangan perbandingan ketersediaan darah dengan kebutuhan rasional. Di negara berkembang seperti Indonesia, persentase donasi darah lebih minim dibandingkan dengan negara maju padahal tingkat kebutuhan darah setiap negara secara relatif adalah sama. Indonesia memiliki tingkat penyumbang enam hingga sepuluh orang per 1.000 penduduk.
Indonesia membutuhkan sedikitnya satu juta pendonor darah guna memenuhi kebutuhan 4,5 juta kantong darah per tahunnya. Sedangkan unit transfusi darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) menyatakan bahwa pada
3
tahun 2012 darah yang terkumpul sejumlah 1.283.582 kantong. Hal tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan akan darah di Indonesia yang tinggi tetapi darah yang terkumpul dari donor darah 2 masih rendah dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk menjadi pendonor darah sukarela masih rendah.
Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kendala misalnya karena masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang masalah transfusi darah, persepsi akan bahaya bila seseorang memberikan darah secara rutin. Selain itu, kegiatan donor darah juga terhambat oleh keterbatasan jumlah UTD PMI di berbagai daerah, PMI hanya mempunyai 188 UTD. Mengingat jumlah kota/kabupaten di Indonesia mencapai sekitar 440. Dari hasil wawancara pada pihak PMI Kebutuhan darah di Indonesia secara normal adalah 3 juta labu pertahun, akan tetapi yang baru terpenuhi adalah 1,2 juta labu per tahun. Data PMI tahun 2009 menyebutkan bahwa kebutuhan darah pada tahun tersebut adalah 4 juta labu, akan tetapi sampai akhir tahun hanya terkumpul sebanyak 1,7 juta kantong saja.
Berdasarkan data tersebut maka mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia masih kurang kesadarannya untuk mendonorkan darah, bila berdasarkan kepada data pendonor tadi.
4
Perkembangan tekhnologi sangat pesat di jaman era globalisasi saat ini. Tekhnologi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam mempermudah setiap pekerjaan manusia. Salah satunya dalam hal komunikasi. Mudahnya setiap orang untuk berkomunikasi saat ini dimana pun dan kapan pun membawa dampak besar bagi kehidupan.
Komunikasi tanpa strategi ibarat orang berjalan tanpa mengetahui seluk beluk jalan yang dilalui. Sebaliknya, komunikasi yang dilakukan dengan strategi yang relevan ibarat orang berjalan dengan mengetahui betul peta jalan dan rambu lalu lintas yang dilaluinya. Dengan demikian strategi komunikasi sangat menentukan adanya efektivitas komunikasi. Salah satunya penggunaan media sosial yang semakin menjamur dikalangan masyarakat. Banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dengan menggunakan strategi komunikasi salah satunya ialah menggalang bakti sosial Donor Darah.
Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfuse darah. Selama ini sudah banyak UDD (Unit Donor Darah) di setiap daerah yang menyelenggarakan aksi donor darah. Namun mengapa masih saja kita menemukan broadcast message atau kabar melalui media sosial yang berisikan tentang permintaan donor darah karena stock darah di PMI habis atau tidak mencukupi, atau belum menemukan kriteria donor yang dibutuhkan. Oleh
5
karena itu dibutuhkan kesadaran dalam diri masyarakat untuk bersedia mendonorkan darah agar stok darah di PMI tersedia dalam jumlah cukup dan korban yang sedang dalam keadaan darurat bisa segera ditangani. Pada usia generasi muda umumya takut melakukan donor darah karena percaya pada mitos-mitos yang beredar, seperti donor darah bisa membuat pendonor pingsan, donor darah membuat mual, donor darah menyebabkan gemuk, donor darah bisa menularkan penyakit, dan lain-lain. Padahal selain bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan darah, donor darah juga memiliki manfaat bagi pendonornya seperti menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh, membantu penurunan berat badan, mendeteksi penyakit serius, membantu memperbaharui sirkulasi peredaran darah dalam tubuh, dan lainnya.
Sosial media sangatlah berperan penting dalam menggalang donor darah sehingga banyak calon pendonor yang mendapatkan info secara menyeluruh, efektif dan efisien. Hal ini dilakukan untuk menjangkau orang-orang baru yang tidak dikenalnya secara pribadi sehingga dapat membuka peluang untuk mengajak orang lain mau mendonasikan darah kepada pasien-pasien yang membutuhkan.
Pada saat ini perkembangan teknologi dan komunikasi mengalami perkembangan yang cukup menakjubkan. Khususnya pada perkembangan
6
media massa, yang diawali dengan munculnya surat kabar, radio dan televisi. Dan hingga pada hari ini, terbentuklah sebuah bentuk media massa baru yang dikenal dengan sebutan new media, yang mencakup teknologi informasi dan teknologi telekomunikasi dimana keduanya membentuk suatu mata rantai yang tak dapat terpisahkan. New media yang dimaksud disini adalah jaringan internet yang dapat menghubungkan seluruh pengguna internet di seluruh dunia di dalam suatu jaringan dimanapun dan kapanpun mereka berada. Dalam melakukan aktivitasnya melalui new media, para pengguna internet kerap mengakses media sosial yang merupakan suatu akun sosial dimana para anggota akun dapat saling berkomunikasi, berbagi informasi baik tulisan, gambar, grafik, suara, video dan bentuk lainnya. Salah satu contoh media sosial yang sedang popular saat ini adalah Twitter, dimana tweeps dapat membagikan informasi, opini, status dan gambar dengan batasan 140 karakter untuk setiap update. Dikarenakan format update dari Twitter yang singkat seperti halnya opini singkat seseorang akan 2 suatu kejadian dan didukung dengan tingkat penyebarannya yang cepat, menyebabkan populasi pengguna akun Twitter semakin bertambah. Isi dari tweet biasanya memuat mengenai kejadian terkini di wilayah internasional, regional nasional maupun lokal. Isi tweet pun bisa saja berisi mengenai kejadian di sekitar si pengguna Twitter yang akhirnya di-update
7
dan disebarkan kepada para pengguna Twitter khususnya follower-nya sendiri sebagai audiens.
Penyampaian Pesan yang dilakukan oleh Blood For Life pada sosial media Twitter membutuhkan sosialisasi pada masayarakat agar ada sinkronisasi antara harapan dengan realitas yang ada di masyarakat. Hal-hal yang harus dilakukan atau dipersiapkan sebelum melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran khalayak dalam mendonorkan darahnya melalui Blood For Life dengan menentukan strategi pesan apa yang harus mempertimbangkan tiga aspek yaitu pertama, aspek komunikator.
Komunikator dalam sosialisasi sosialisasi dalam rangka meningkatkan kesadaran khalayak dalam mendonorkan darahnya melalui Blood For Life harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa dengan disampaikannya pesan melalui akun twitter mampu memberi semangat lain dalam melakukan bakti sosial terhadap orang yang membutuhkan donor darah, keterampilan berkomunikasi dan kemampuan komunikator memperhitungkan harapan komunikan sesuai dengan yang disampaikan. Kedua, aspek materi pesan. Pesan yang akan disampaikan harus sesuai dengan harapan komunikan. Teknik penyampaian pesan harus sesuai dengan sesuai bahasa yang bersifat persuasive (mengajak secara halus). Ketiga, aspek media yang digunakan. Media yang digunakan dalam penyampaian pesan harus yang dapat terjangkau oleh masyarakat yaitu twitter. Strategi komunikasi
8
yang harus dilakukan dalam sosialisasi meningkatkan kesadaran khalayak dalam mendonorkan darahnya melalui Blood For Life menggunakan strategi komunikasi fast respond dengan menitikberatkan teknik komunikasi persuasif dan informatif.
1.2 Fokus Penelitian
Dalam penelitian kualitatif pembatasan masalah disebut dengan fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. Dalam penelitian ini penulis ingin mengkaji beberapa focus Penelitian sebagai berikut: Bagaimana aktifitas timeline Blood For Life melalui akun Twitter?
1.3 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana aktifitas timeline yang terdapat pada akun twitter Blood For Life?
1.4 Tujuan Penelitian
Berkaitan dengan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seperti apa aktifitas yang Blood 4 Life lakukan pada timeline akun Twitternya.
9 1.5 Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis / Akademik
Penelitian ini diharapkan dapat member konstribusi terhadap studi mengenai aktivitas dengan partisipasi, yakni dengan memperhatikan teori-teori yang selama ini telah digunakan dalam penelitian sebelumnya.
b. Manfaat Praktis
Sebagai masukan dalam mempertahankan dan menambah jumlah anggota pendonor sukarela melalui jejaring social dan sebagai pedoman dalam mengevaluasi kegiatan komunikasi social media yang telah dilakukan.
c. Manfaat Sosial
Sebagai informasi tentang donor darah dan manfaatnya. Dapat membantu bagi para pembutuh darah tertentu yang sulit didapatkan di PMI. Dapat menjalin relasi persaudaraan antara pendonor dan penerima donor darah. Dapat memotiasi para khalayak mengenai banyaknya hal positif yang didapat dengan menginformasikan kebutuhan darah tertentu melalui akun twitter serta dalam memberikan sumbangsih nya kepada masyarakat.