III. METODE PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu
Penelitian dilakukan di Dusun Jurangkuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ketinggian tempat 1700 m dpl, Suhu rerata berkisar 24-27oC dan curah hujan ±195,83 mm/tahun (BMKG Karangploso, 2017). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari – Juni 2017.
3.2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah tray, nampan, timba, gunting, silet, hand sprayer, sungkup, jangka sorong, penggaris, kamera, kertas label, dan alat tulis.
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah kentang kultivar Madisu AP-4 hasil kultur jaringan yang telah di aklimatisasi, NAA (Naphthaleneacetic Acid), BAP (6 benzylaminopurine), GA3, unsur makro, lidah buaya, rebung, kecambah, air kelapa, arang sekam, cocopeat, agar-agar, dan desinfektan.
3.3. Metode Penelitian
Rancangan Percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah faktorial yang disusun dengan menggunakan RKTL (Rancangan Kelompok Teracak Lengkap) atau Randomized Complete Block Design (RCBD) yang terdiri dari 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah macam Bioroot, terdiri dari 3 taraf yaitu, BA =
Bioroot A (Kombinasi; NAA, GA3, dan BAP), BB = Bioroot B (kombinasi;
NAA, GA3, BAP, dan unsur makro), BC = Bioroot C (Kombinasi ZPT organik;
rebung, lidah buaya, kecambah dan air kelapa). Faktor kedua adalah konsentrasi Bioroot yang terdiri 5 taraf yaitu, K = konsentrasi 5%, K = konsentrasi 10%,
K15 = konsentrasi 15%, K20 = konsentrasi 20%, K25 = konsentrasi 25%, serta di
ulang sebanyak 3 (tiga) kali, sehingga didapatkan 15 kombinasi perlakuan ditambah 1 kontrol (Tabel 1).
Tabel 1. Kombinasi Perlakuan
No Kode perlakuan Keterangan No Kode perlakuan Keterangan 1. BAK5 Bioroot A dengan konsentrasi 5% 9. BBK20 Bioroot B dengan konsentrasi 20% 2. BAK10 Bioroot A dengan konsentrasi 10% 10. BBK25 Bioroot B dengan konsentrasi 25% 3. BAK15 Bioroot A dengan konsentrasi 15% 11. BCK5 Bioroot C dengan konsentrasi 5% 4. BAK20 Bioroot A dengan konsentrasi 20% 12. BCK10 Bioroot C dengan konsentrasi 10% 5. BAK25 Bioroot A dengan konsentrasi 25% 13. BCK15 Bioroot C dengan konsentrasi 15% 6. BBK5 Bioroot B dengan konsentrasi 5% 14 BCK20 Bioroot C dengan konsentrasi 20% 7. BBK10 Bioroot B dengan konsentrasi 10% 15. BCK25 Bioroot C dengan konsentrasi 25% 8. BBK15 Bioroot B dengan konsentrasi 15% 16. Kontrol Rootone F Keterangan : Macam Bioroot; BA = Bioroot A BB = Bioroot B BC = Bioroot C
Berbagai Konsentrasi Bioroot; K5 = Konsentrasi 5%
K10 = Konsentrasi 10%
K15 = Konsentrasi 15%
K20 = Konsentrasi 20%
3.4. Denah Percobaan
Denah percobaan yang dilakukan sebagai berikut :
I II III BBK5 O O O O O BCK10 O O O O O BCK15 O O O O O BBK15 O O O O O BCK15 O O O O O BBK25 O O O O O BCK10 O O O O O BBK15 O O O O O BCK10 O O O O O BAK5 O O O O O BBK25 O O O O O BCK20 O O O O O BAK20 O O O O O BAK20 O O O O O BAK20 O O O O O BBK20 O O O O O BBK5 O O O O O BAK15 O O O O O BCK15 O O O O O BAK5 O O OO O BBK5 O O O O O BCK20 O O O O O BBK20 O O O O O BAK25 O O O O O BBK10 O O O O O BAK25 O O O O O BBK15 O O O O O BAK25 O O O O O BCK20 O O O O O BAK5 O O O O O BCK25 O O O O O BBK10 O O O O O BAK10 O O O O O BAK10 O O O O O BCK25 O O O O O BBK20 O O O O O BBK25 O O O O O BCK5 O O O O O BCK25 O O O O O BAK15 O O O O O BAK10 O O O O O BBK10 O O O O O BCK5 O O O O O BAK15 O O O O O BCK5 O O O O O Kontrol O O O O O Konrol O O O O O Kontrol O O O O O Kerangan: O : Tanaman sampel O : Tanaman cadangan U
3.5. Pelaksanaan Penelitian
3.5.1. Persiapan Pembuatan Bioroot
Proses pembuatan Bioroot yang pertama dipersiapkan adalah agar-agar yang berfungsi sebagai perekat Bioroot. Kedua yaitu menghitung kebutuhan Bioroot dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap agar yang dibutuhkan terhadap tiap-tiap konsentrasi.
3.5.2. Persiapan Media Tanam
Media yang digunakan berupa arang sekam dan coccopeat. Kemudian mencampur media arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1:1. Persiapan media tanam ini dilakukan 1 minggu sebelum tanam, kemudian media disiram dengan desinfektan berupa antrakol untuk menyeterilkan media tanam. selanjutnya media yang telah tercampur dimasukkkan ke dalam tray.
Gambar 1. Tray yang Digunakan Untuk Penanaman Tunas 3.5.3. Persiapan Bahan Tanam
Bahan stek kentang yang digunakan yaitu, tunas tanaman kentang kultivar Madisu AP-4 hasil kultur jaringan yang telah di aklimatisasi dan berumur 1 bulan. Bagian tunas tanaman dipotong menggunakan silet yang telah disterilkan dengan
desinfektan/fungisida, kemudian tunas diberi perlakuan sesuai macam Bioroot dan konsentrasi Bioroot, setelah itu bagian tunas yang telah diberi perlakuan ditanam pada tray yang berisi media yang telah disterilkan.
3.5.4. Penanaman Stek Pucuk Pada Tray
Penanaman tunas kentang berasal dari kentang kultivar Madisu AP 4 yang telah diaklimatisasi. Penanaman tunas dilakukan setelah 1 minggu media disterilkan. Tunas yang dipotong memiliki tinggi 5 cm. Pemotongan Tunas dilakukan sebagai berikut;
1. Silet disterilkan dengan larutan desinfektan. 2. Pemotongan bagian tunas tanaman kentang.
3. Tunas yang telah dipotong, dioleskan pada Bioroot sesuai dengan perlakuan macam Bioroot dan konsentrasi Bioroot.
4. Tunas ditanam pada tray.
5. Tunas yeng telah ditanam dibiarkan tanpa terkena sinar matahari kemudian di letakkan didalam sungkup.
3.5.5. Pemiliharaan
Perawatan tanaman stek yang dilakukan berupa: a. Penyiraman
Penyiraman dilakukan menggunakan handsprayer, penyiramana air hanya sampai media terlihat lembab.
b. Pemberian Pupuk
Jenis pupuk yang diberikan yaitu D1 (unsur mikro berupa Fe) dan D2 (unsur makro berupa N, P, K, Mg, Ca, dan S). Dosis yang digunakan D1 sebanyak 3 ml
dan D2 sebanyak 3 ml per liter air. Pengaplikasian pupuk ini dilakukan 2 hari sekali.
c. Pengendalian hama dan penyakit
Tanaman yang tereserang hama apid dikendalikan menggunakan insektisida berupa, decis yang berbahan aktif deltrametrin dan penyakit dikendalikan dengan pemberian fungisida berupa, antrakol atau dithane yang berbahan aktif propined dan mankozeb.
3.6. Variabel Pegamatan
Pengamatan dilakukan terhadap peubah vegetatif secara non-destruktif (tanpa merusak tanaman), yang dilakukan secara periodik dengan interval waktu 1 minggu sekali selama 4 minggu. Variabel yang diamati sebagai berikut;
1. Saat muncul akar
Pengamatan dilakukan mulai 3 hari setelah tanam sampai pembentukan akar terlihat, dengan cara menggali media stek dan dilihat secara langsung, apakah pembentukan akar sudah terjadi atau belum. Pengamatan saat muncul akar dilakukan sekali diawal pertumbuhan stek.
2. Pertambahan tinggi tunas
Pengamatan pertambahan tinggi tunas (cm) diukur mulai dari pangkal batang sampai pucuk tunas termuda / titik tumbuh tunas menggunakan penggaris pada tiap sampel, pengamatan dilakukan dengan interval waktu 7 hari sekali selama 4 kali.
3. Pertambahan jumlah daun
Pengamatan jumlah daun (helai) yang dihitung adalah daun yang telah terbuka sempurna pada tiap sampel, pengamatan dilakukan dengan interval waktu 7 hari sekali selama 4 kali.
4. Diameter batang
Pengamatan diameter batang (cm) dilakukan dengan menggunakan jangka sorong diukur mulai dari bagian pangkal batang pada tiap sampel, pengamatan dilakukan dengan interval waktu 7 hari sekali selama 4 kali. 5. Panjang akar
Pengamatan panjang akar (cm) menggunakan penggaris diukur mulai dari pangkal sampai ujung akar pada tiap sampel, dilakukan diakhir pengamatan yaitu, bulan Juni 2017.
3.7. Analisis Data
Data dianalisis dengan uji F. Taraf 5% dan 1%, apabila terdapat pengaruh nyata dilakukan analisis lanjut dengan uji BNJ taraf 5%, dilakukan juga uji ortogonal kontras untuk mengetahui perbedaan perlakuan dengan kontrol. Analisis data menggunakan program Excel versi 2010.