• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMBANG DAERAH DAN LOGO DPRD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAMBANG DAERAH DAN LOGO DPRD"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

LAMBANG DAERAH DAN LOGO DPRD

Di dalam Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Lambang Daerah Kota Serang, dijelaskan bahwa selain Bendera daerah, Bendera jabatan Walikota dan Wakil Walikota, Hymne dan Mars daerah, jenis lambang daerah juga meliputi Logo daerah dan Logo DPRD. Logo DPRD

berbentuk segi enam dengan 7 (tujuh) warna yaitu, kuning, hijau , biru, putih, merah, hitam dan emas. Logo DPRD terdiri dari 4 (Empat) bagian yaitu:

a. bagian atas terdapat gambar Bintang segi lima berwarna emas; b. bagian tengah terdapat gambar Gapura Kaibon dengan warna

putih;

c. bagian bawah terdapat tulisan KOTA SERANG dengan warna putih dan moto MADANI dengan warna hitam di atas pita warna emas;

d. bagian paling bawah terdapat tulisan DPRD dengan warna hitam diatas pita warna putih;

e. bagian kiri terdapat gambar Padi; dan f. bagian kanan terdapat gambar Kapas.

Bentuk dan warna logo DPRD mempunyai arti yang sama dengan logo Daerah, dengan rincian sebagai berikut:

1. Perisai Segi 6 ( Enam ) dengan 7 ( Tujuh ) Warna : a. Perisai segi 6 ( Enam ) melambangkan :

 Awal berdirinya Kota Serang dibentuk oleh 6 (Enam) Kecamatan, yaitu Kecamatan Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan Curug, Kecamatan Kasemen, Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Walantaka.

 6 (Enam) Rukun Iman, yaitu :

1) Menunjukan komitmen Pemerintah kota Serang yang dalam menjalankan tugasnya tidak akan lepas dari koridor agama; 2) Menunjukan kereligiusan masyarakat Kota Serang dan

kehidupan bermasyarakat yang selalu berlandaskan pada sendi-sendi agama.

 Kegigihan dan ketahanan masyarakat Banten dalam memperjuangkan kemerdekaan pada masa penjajahan.

(2)

 Kegigihan dan ketahanan masyarakat Kota Serang dalam menghadapi semua tantangan di masa yang akan datang.

b. 7 (tujuh) jenis warna pada perisai memberi makna yaitu:

 Warna kuning melambangkan kemuliaan, kesejahteraan dan menunjukan masa depan Kota Serang yang cerah;

 Warna hijau melambangkan sumber daya alam, menunjukan daerah pertanian dan holtikultura yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah serta sosial ekonomi masyarakat Serang pada umumnya;  Warna biru selain melambangkan sumber daya manusia yang

berkualitas baik dari segi pendidikan maupun agama, juga melambangkan sumber daya alam perikanan baik dari laut maupun tambak ikan air tawar yang menjadi salah satu andalan perekonomian masyarakat Kota Serang;

 Warna putih melambangkan Pemerintaha Kota Serang yang bersih;  Warna merah putih menegaskan bahwa Kota Serang merupakan

bagian Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI);

 Warna Hitam melambangkan ketegasan, keteguhan dan ketabahan Pemerintah Kota Serang dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengemban amanat rakyat;

 Warna Emas selain melambangkan keberhasilan Pemerintah Kota Serang dalam mencapai tujuan Pemerintahannya untuk mewujudkan masyarakat Kota Serang yang MADANI juga melambangkan Pemerintahan Kota yang adil, agung, dan berwibawa;

2. Bintang segi 5 (lima) memiliki makna melambangkan Rukun Islam dan asas Ketuhanan Yang Maha Esa;

3. Gapura (Kaibon) memiliki makna sebagai berikut :

a. Ciri khas Banten yang sudah menjadi bagian sejarah Banten dan dengan sendirinya merupakan ciri khas dan bagian yang tidak akan terpisahkan dari Kota Serang

b. Pintu gerbang, pintu menuju kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kota Serang di semua bidang

c. Kota Serang sebagai pintu gerbang Provinsi Banten, karena Kota Serang merupakan Ibukota Provinsi Banten

(3)

 Menegaskan bahwa tujuan Pemerintah Kota Serang adalah untuk mewujudkan Kota Serang yang MADANI, yang memepunyai prinsip sebagai berikut :

a. Menghormati kebebasan beragama;

b. Menjaga persaudaraan antar umat beragama; c. Menjaga perdamaian dan kedamaian;

d. Menjaga persatuan;

e. Etika politik yang bebas dan bertanggung jawab;

f. Pemerintahan yang melindungi hak dan kewajiban masyarakat;

g. Konsistensi penegakan hukum berdasarkan kebenaran dan Keadilan; h. Terciptanya masyarakat yang demokratis;

i. Menghormati hak-hak asasi individu; j. Selalu berada dalam koridor agama.

k. Semua itu diharapkan bisa terwujud dalam Pemerintahan Kota Serang yang bersih, adil, bertanggungjawab, agung dan berwibawa sehingga dapat menciptakan masyarakat Kota Serang yang sejahtera di semua bidang (sosial, politik, budaya dan pendidikan).  Arti dari Tulisan DPRD memiliki makna menegaskan bahwa DPRD Kota Serang sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

 Arti dari gambar padi dan kapas memiliki makna:

a. 10 (sepuluh) butir bunga padi melambangkan Tanggal terbentuknya Kota Serang dan melambangkan kesuburan di bidang pangan.

b. 8 (Delapan) bunga kapas melambangkan Bulan terbentuknya Kota Serang pada bulan agustus Tahun 2007 dan melambangkan kesuburan di bidang sandang.

(4)

PROGRAM DAN RENCANA KERJA DPRD

KOTA SERANG

(5)

1. PENDAHULUAN

A. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN RENCANA KERJA DPRD

DPRD sebagai unsur penyelengara pemerintahan daerah diharapkan mampu bersinerji dengan pemerintah daerah dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat.

DPRD selaku mitra sejajar pemerintah daerah, diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan wewenang DPRD pada pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah (Perda) melalui penetapan perda yang dibahas dengan kepala daerah untuk mendapat persetujuan bersama, pelaksanaan fungsi anggaran melalui pembahasan dan persetujuan bersama rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD bersama dengan kepala daerah dan pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan daerah dan kerja sama internasional di daerah.

Sejalan dengan hal tersebut, penegasan kedudukan DPRD sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Selanjutnya terkait penegasan tugas, fungsi, wewenang, hak dan kewajiban DPRD diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Dalam rangka mendukung kelancaran tugas dan wewenang DPRD, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, perlu disediakan belanja penunjang yang disusun berdasarkan rencana kerja (Renja) yang ditetapkan oleh pimpinan DPRD.

(6)

Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 25 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004, menegaskan bahwa : ”Sekretariat DPRD menyusun belanja DPRD yang terdiri atas belanja penghasilan pimpinan dan anggota DPRD, tunjangan kesejahteraan pimpinan dan anggota DPRD dan belanja penunjang kegiatan DPRD yang diformulasikan ke dalam renja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Sekretariat DPRD”.

Landasan hukum dalam menyusun Renja DPRD Tahun 2017 adalah sebagai berikut :

a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

d. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2007 Tentang Pembentukan Kota Serang di Provinsi Banten;

e. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah;

f. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

g. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

(7)

h. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan dan Pengendalian Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah;

i. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

j. Peraturan DPRD Kota Serang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Serang.

Atas dasar penjabaran di atas, maka disusun RENCANA

KERJA (RENJA) DPRD KOTA SERANG TAHUN 2017.

B. MAKSUD DAN TUJUAN (SASARAN DAN TUJUAN) 1. Maksud

Renja DPRD Tahun 2017 disusun dengan maksud :

a. Sebagai penjabaran tahapan pencapaian Visi dan Misi DPRD Masa Jabatan 2014-2019 pada Tahun 2017; b. Merupakan pedoman penyusunan Renja bagi alat kelengkapan DPRD dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya pada Tahun 2017;

c. Merupakan pedoman penyusunan Renja bagi Sekretariat DPRD dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan DPRD Tahun 2017.

2. Tujuan

Tujuan penyusunan Renja DPRD Tahun 2017, yaitu :

a. Tersedianya alat ukur untuk melakukan evaluasi tahapan pencapaian Visi dan Misi DPRD Masa Jabatan 2014-2019 pada Tahun 2017;

(8)

b. Tersedianya pedoman penyelenggaraan tugas, fungsi dan kewenangan alat kelengkapan DPRD secara terarah dan terukur pada Tahun 2017;

c. Tersedianya instrumen penyusunan renja dan penyusunan anggaran bagi Sekretariat DPRD Tahun Anggaran 2017 dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan DPRD Tahun 2017.

2. GAMBARAN UMUM DPRD KOTA SERANG DAN

ISU-ISU STRATEGIS PENYELENGGARAAN FUNGSI DPRD A. Kondisi Umum DPRD Kota Serang

Kinerja DPRD menitikberatkan pada upaya peningkatan pranata pembangunan dan upaya untuk mendorong peningkatan peran serta DPRD dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan yang pada penjabarannya dilaksanakan oleh alat-alat kelengkapan DPRD.

DPRD dalam kedudukannya sebagai mitra kerja sejajar bagi Pemerintah Kota Serang selaku penyelenggara pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, agar dapat bersinerji dengan Pemerintah Kota Serang dalam mencapai arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kota Serang sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2013 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah di Kota Serang baik kerangka RPJPD, RPJMD dan RKPD.

Dalam rangka menunjang kinerja DPRD, perlu menyusun strategi guna memantapkan kapabilitas dan sinergi. Alat Kelengkapan DPRD dalam menjalankan fungsi, tugas dan wewenang disertai dengan dukungan fasilitasi dari Sekretariat DPRD.

(9)

1. Komposisi Keanggotaan DPRD Periode Tahun 2014 – 2019

Sebagai dasar pembentukan fraksi DPRD Kota Serang mengacu kepada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD. Pembentukan fraksi DPRD Kota Serang menyesuaikan jumlah komisi, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 48 ayat (3) huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD, yang menyatakan bahwa DPRD kabupaten/kota yang beranggotakan lebih dari 35 orang di bentuk 4 (empat) Komisi, atas dasar ketentuan tersebut, maka pembentukan fraksi DPRD Kota Serang paling sedikit beranggotakan 4 (empat) orang.

Anggota DPRD Kota Serang Masa Jabatan Tahun 2014– 2019 terdiri dari 45 (empat puluh lima) orang anggota, sehingga komposisi keanggotaan DPRD Kota Serang berdasarkan fraksi adalah sebagai berikut, yaitu :

a. Fraksi Partai Golongan Karya, berjumlah 7 (tujuh) orang;

b. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, berjumlah 6 (enam) orang;

c. Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya,

berjumlah 5 (lima) orang;

d. Fraksi Partai Demokrat, berjumlah 5 (lima) orang;

e. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, berjumlah 6 (enam) orang;

f. Fraksi Partai Nasdem, berjumlah 4 (empat) orang;

g. Fraksi Gabungan Amanat Hanura,

(10)

h. Fraksi Gabungan Madani, berjumlah 6 (enam) orang.

2. Capaian Kinerja Penyelenggaran Fungsi DPRD

Beberapa catatan penting dalam menilai kinerja keanggotaan DPRD Kota Serang dapat dilihat pada beberapa indikator pencapaian penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan fungsi DPRD, antara lain :

a. Capaian Pada Fungsi Pembentukan Peraturan Daerah ;

Dalam penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah Kota Serang, Badan Pembentukan Peraturan DPRD Kota Serang telah memperhatikan serta berpedoman terhadap hal-hal sebagai berikut :

1) Memperhatikan amanat/perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi;

2) Menyesuaikan dengan rencana pembangunan daerah Kota Serang, RJPD, RPJMD dan RKPD;

3) Memperhatikan tugas pembagian dari

penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan; 4) Memperhatikan terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat;

5) Mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan konsultasi publik dengan narasumber/professional/pakar/staf ahli/serta kegiatan dengar pendapat umum dengan masyarakat; serta 6) Mengikutsertakan instansi vertikal baik dari Kementerian Hukum dan HAM maupun dengan kementrian teknis lainnya menyesuaikan dengan pokok bahasan raperda, termasuk Pemerintah Provinsi Banten selaku wakil Pemerintah Pusat.

(11)

1) Dalam menyusun, membahas dan menetapkan Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan telah dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan; 2) Melakukan pembahasan anggaran terhadap program dan kegiatan secara proporsional pada bidang-bidang yang telah diprioritaskan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah;

3) Menetapkan belanja daerah secara efektif dan efisien; serta

4) Mendorong peningkatan pendapatan daerah sesuai dengan potensi daerah.

c. Capaian Pada Fungsi Pengawasan

1) Meningkatnya kinerja pengawasan DPRD Kota serang terhadap seluruh penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom yang implementasinya dalam perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan pemerintah daerah dengan penekanannya kepada kegiatan-kegiatan yang strategis, memiliki nilai yang besar dan menyangkut kepentingan masyarakat secara umum;

2) Terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan, senantiasa melakukan dan mencari solusi terhadap hal-hal yang diindikasikan pada isu-isu strategis penyeleggaraan pemerintah daerah;

3) Menindaklanjuti dan mengawal terhadap proses penyerahan dan pemindahan aset beserta dokumennya dari Pemerintah Kabupaten Serang kepada Pemerintah Kota Serang.

(12)

3. Sarana dan Prasarana Pendukung Penyelenggaraan Fungsi DPRD

Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Kota Serang, dibentuk Sekretariat DPRD Kota Serang berdasarkan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Serang yang memiliki tugas pokok sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Peraturan Walikota Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Sekretariat DPRD, yaitu :

a. Penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD; b. Penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD; c. Fasilitasi Penyelenggaraan rapat DPRD; dan

d. Penyediaan dan pengkordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD.

(13)

B. Isu-isu Strategis Penyelenggaran Fungsi DPRD

Perumusan isu–isu strategis

ditujukan untuk mengetahui peran dan fungsi DPRD. Berikut adalah perumusan isu–isu strategis

berdasarkan fungsi–fungsi yang dilaksanakan oleh DPRD :

(14)

a. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan bahwa Rancangan Peraturan Daerah yang berasal dari DPRD atau Walikota dapat disertai dengan penjelasan atau keterangan dan/atau Naskah Akademik;

b. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mencabut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, maka Peraturan Daerah yang telah ditetapkan perlu dilakukan penyesuaian;

c. Diperlukannya perda–perda yang memihak kepada kepentingan masyarakat serta tidak membebani terhadap masyarakat;

d. Diperlukannya evaluasi terhadap perda yang belum memiliki aturan pelaksananya, yaitu berupa peraturan walikota maupun keputusan walikota;

e. Perlunya optimalisasi keterlibatan tenaga perancang peraturan perundang-undangan, peneliti dan tenaga ahli sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 98 ayat (1) dan Pasal 99 Undang-undang 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

f. Perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Peraturan Daerah;

g. Dilaksanakannya konsultasi dengan mengikutsertakan OPD terkait sesuai dengan substansi/materi pembahasan Raperda.

2. Fungsi Anggaran

a. Masih terjadi keterlambatan penyusunan dokumen anggaran;

b. Terdapatnya pos anggaran yang kurang efisien sehingga manfaatnya belum maksimal;

c. Alokasi anggaran bidang pendidikan dan kesehatan masih belum sepenuhnya dapat memenuhi sesuai dengan amanat UUD 1945;

(15)

d. Belum optimalnya pendapatan asli daerah (PAD) sesuai dengan potensi yang dimiliki Kota Serang.

3. Fungsi Pengawasan

a. Belum optimalnya pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan daerah sesuai dengan dokumen perencanaan; b. Belum optimalnya pengawasan DPRD terhadap perda yang telah ditetapkan;

c. Belum optimalnya pengawasan terhadap pelaksanaan APBD khususnya pada pelaksaan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui OPD dilingkungan Pemerintah daerah;

d. Belum optimalnya pengawasan terhadap pelaksanaan kerjasama pemerintah daerah.

Disamping isu-isu strategis tentang fungsi penyelenggaraan DPRD, pada kelembagaan DPRD masih terdapat beberapa kelemahan dalam pelaksanakan tugas, fungsi dan kewenangan DPRD, yang disebabkan beberapa faktor, antara lain :

a. Perubahan peraturan perundang–undangan yang dinamis;

b. Beragamnya aspirasi masyarakat yang belum ditindaklanjuti karena keterbatasan waktu dan pembiayaan;

c. Belum optimalnya kegiatan pemantauan lapangan untuk melihat kondisi pelaksanaan program pembangunan daerah;

d. Masih kurangnya implementasi hasil pelaksanaan studi banding ke daerah yang telah dianggap berhasil dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

3. VISI, MISI DAN TUJUAN PENYELENGGARAAN FUNGSI DPRD A. VISI

(16)

Visi DPRD merupakan kristalisasi norma kelembagaan yang menjadi arah dalam membangun komitmen pemangku kepentingan lembaga perwakilan dengan pemerintah daerah guna mewujudkan peningkatan pelayanan dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta dapat memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah.

DPRD Kota Serang Masa Jabatan Tahun 2014 – 2019 mempunyai Visi :

“TERWUJUDNYA SINERJITAS DPRD KOTA SERANG DENGAN PEMERINTAH KOTA SERANG DALAM RANGKA MENCAPAI VISI DAN MISI KOTA SERANG TAHUN 2014 - 2018”.

Visi Kota Serang Tahun 2014-2018 sebagaimana dimaksud adalah :

“TERWUJUDNYA KOTA SERANG MADANI SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN YANG BERTUMPU PADA POTENSI PERDAGANGAN JASA, PERTANIAN DAN BUDAYA”

B. MISI

Misi DPRD Masa Jabatan Tahun 2014-2019 pada hakekatnya merupakan upaya penjabaran Visi DPRD agar lebih fokus dan terarah dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan kebijakan, peraturan perundang-undangan, tanggungjawab pokok, dan kelembagaan DPRD.

Berdasarkan Visi DPRD, dirumuskan Misi DPRD sebagai berikut:

1. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi Pembentukan Peraturan Daerah yang efisien dan efektif melalui program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) dengan Pemerintah Kota Serang untuk pencapaian Visi dan Misi Kota Serang Tahun 2014-2018;

(17)

2. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi Penganggaran Daerah yang akuntabel dan transparan melalui pembahasan dan persetujuan APBD dengan Pemerintah Kota Serang untuk menunjang pencapaian Visi dan Misi Kota Serang Tahun 2014-2018;

3. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi Pengawasan yang transparan, efektif dan akuntabel melalui pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD, sehingga tercapai Visi dan Misi Kota Serang Tahun 2014-2018;

4. Meningkatkan sinerjitas kelembagaan melalui harmonisasi dan sinkronisasi program kerja antar Alat Kelengkapan DPRD; dan 5. Mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas

penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bersih dan berwibawa melalui peningkatan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan lembaga.

C. TUJUAN PENYELENGGARAAN FUNGSI DPRD

DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD mempunyai kedudukan yang sama dengan pemerintah daerah dalam membangun dan mengusahakan dukungan dalam penetapan kebijakan pemerintahan daerah, yang dapat menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat sehingga kebijakan dimaksud dapat diterima oleh masyarakat luas.

Kedudukan dan fungsi yang seimbang antara DPRD dan pemerintah daerah juga dimaksudkan agar hubungan DPRD dengan pemerintah daerah dapat berjalan secara serasi dan tidak saling mendominasi satu sama lain, sehingga pola keseimbangan pengelolaan pemerintahan daerah yang dilakukan dapat memberikan manfaat secara signifikan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah.

(18)

Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 4 Peraturan DPRD Kota Serang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib DPRD Kota Serang, disebutkan bahwa DPRD memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu :

a. Fungsi Pembentukan Peraturan Daerah (Perda); b. Fungsi Anggaran; dan

c. Fungsi Pengawasan.

Ketiga fungsi tersebut diselenggarakan oleh DPRD dalam kerangka representasi rakyat di daerah, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 5 Peraturan DPRD Kota Serang Nomor 1 Tahun 2014, bahwa untuk menyelenggarakan fungsi dan hak, DPRD diberikan tugas dan wewenang antara lain yaitu :

1. Fungsi Pembentukan Peraturan Daerah

a. Memperhatikan dan mendalami landasan filosofis, sosiologis dan yuridis setiap raperda yang akan diusulkan, disusun dan dibahas bersama dengan Pemerintah Kota Serang;

b. Mengupayakan setiap peraturan daerah yang akan ditetapkan sesuai dengan perintah peraturan perundang-undangan lebih tinggi, rencana pembangunan daerah, penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan serta aspirasi masyarakat daerah;

c. Menyelenggarakan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri maupun kementerian teknis lainnya sesuai dengan substansi/materi muatan raperda, serta Instansi vertikal pada setiap pembahasan raperda termasuk dengan Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah provinsi daerah lain;

d. Melaksanakan rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Kota Serang dan/atau melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota lainnya sesuai dengan substansi materi/muatan raperda;

(19)

e. Mengupayakan kegiatan rapat dengar pendapat umum dengan masyarakat/pemangku kepentingan/Stakeholders pada setiap pembahasan raperda;

f. Mengikutsertakan narasumber, perancang perundang-undangan, peneliti dan tenaga ahli serta Kelompok Pakar/Tim Ahli DPRD.

2. Fungsi Anggaran

a. Menyusun, membahas dan memberikan persetujuan mengenai APBD yang diajukan oleh walikota secara tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. Mengupayakan terlaksananya penganggaran program dan kegiatan secara proporsional, pada bidang-bidang yang telah diprioritaskan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

c. Menetapkan belanja daerah secara efektif dan efisien;

d. Mendorong peningkatan pendapatan daerah sesuai dengan potensi yang ada.

3. Fungsi Pengawasan

1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perda, APBD, serta peraturan pelaksanaannya;

2. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK-RI Tahun 2016;

3. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah;

4. Meminta Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Serang Tahun 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui persepsi masyarakat petambak terhadap perubahan iklim lokal di Kecamatan Muara Badak; (2) mengidentifikasi

Pada pemeriksaan palpasi, didapatkan dinding posterior kanalis inguinalis yang keras dan tegang pada hernia indirek dan dinding yang relaks atau tidak teraba pada

Isofluran digunakan sebagai anestesi inhalasi pada mamalia dan burung, dapat juga untuk ikan dengan cara dicampurkan ke dalam air meskipun ada juga efek sampingnya (Harms

Taman Meruya Ilir Blok K, Kembangan.. SMA KRISTEN ABDI

Dari delapan kegiatan yang dilaksanakan pada program kampung ramah anak hanya beberapa program yang bisa dilihat langsung mengenai transformasi nilai yang terjadi yaitu

Lebih lanjut perlu adanya penambahan ukuran atau indikator lainnya yang dapat juga bersifat indikator kualitatif seperti pelayanan atau penerapan tata kelola perusahaan yang

Diawali kelompok bahan makanan yang pada bulan Maret mencatat deflasi sebesar 1,79 persen yang tertinggi diantara kelompok pengeluaran yang lain.. Deflasi juga terjadi pada

Berdasarkan pengertian tentang prestasi belajar geografi yang telah dikemukakan di atas maka diperoleh pengertian prestasi belajar geografi adalah kegiatan yang telah