PROV. ACEH
KOTA SUBULUSSALAM
Pindai & Unduh
Tim Penyusun
Pengarah
: Haryono (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian)
Penanggungjawab Program
: Dedi Nursyamsi (Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian)
Penanggungjawab Kegiatan
: Haris Syahbuddin (Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi)
Inventor
: Irsal Las, Haris Syahbuddin, dan Eleonora Runtunuwu
Peneliti
: Eleonora Runtunuwu, Haris Syahbuddin, Irsal Las, Aris Pramudia, Kharmila Sari Hariyanti, Yayan Apriyana, Erni Susanti, Diah
Setyorini, Haryono Purwadinata, A. Kasno, Nurjaya, Ibrahim Adamy, Suciantini, Elza Surmaini, Woro Estiningtyas, Nani Heryani, Yeli
Sarvina, Setyono Hari Adi, Sidik H. Tala’ohu, Budi Kartiwa, Hendri Sosiawan, Agus Guswara, Fadjry Djufry, Moh. Ismail Wahab,
Nandang Sunandar, M. Hardiyanto, Dedi Sugandi, Masganti, Dahono, Endrizal, Muhammad Yusron, Rubiyo, Tri Sudaryono,
Sudarmaji, A. A. N. B Kamandalu, D. Praptomo S, Amir Pohan, Hatta Muhammad, Soeharsono, Muh. T. Ratule, Muh Asaad, M. S.
Mokhtar, Jiyanto, Muhammad Yasin, M. Hidayanto, A. A Rivaie, Syafruddin Kadir, dan Abdul Wahid Rauf, Basri A. Bakar, Catur
Hermanto, Wiratno, Etty Herawati, Andriko Noto Susanto, Hiasinta Fransisca Jaqueline, Demas Wamaer, Muslimin, dan
Didik Harnowo
Perekayasa
: Uning Budiharti, Dedy Nasution, Elita Rahmarestia, Anjar Suprapto, Mulyani, Daragantina, dan Ana Nurhasanah
Gugus Tugas (GT) Kalender Tanam Terpadu
dan Perubahan Iklim
: GT BPTP Sumut, GT BPTP Sulsel, GT BPTP Maluku Utara, GT BPTP Jabar, GT BPTP Aceh, GT BPTP Sumbar, GT BPTP Bengkulu,
GT BPTP Riau, GT LPTP Kep. Riau, GT BPTP Jambi, GT BPTP Kep. Bangka Belitung, GT BPTP Sumsel, GT BPTP Lampung, GT BPTP
Banten, GT BPTP DKI Jakarta, GT BPTP Jateng, GT BPTP Yogyakarta, Gugus Tugas BPTP Jatim, GT BPTP Bali, GT BPTP NTB, GT
BPTP NTT, GT BPTP Sulawesi Utara, GT BPTP Sulbar, GT BPTP Sulteng, GT BPTP Sultra, GT BPTP Gorontalo, GT BPTP Kalteng, GT
BPTP Kalbar, GT BPTP Kalsel, GT BPTP Kaltim dan Kaltara, GT BPTP Maluku, GT BPTP Papua, dan GT BPTP Papua Barat.
Programmer dan Database
: Fadhlullah Ramadhani, Anindito Adi Nugroho, Muchamad Wahyu Tri Nugroho, Adang Hamdani, Budi Rahayu, Husna Alfiani,
Argo Baroto, Catur Nengsusmoyo, Irwan Arfiansyah, dan Muhammad Nur Imansyah
Litkayasa
: Ganjar Jayanto, Aris Dwi Saputra, Rasta Sujono, Asda, Slamet Effendi, Eko Prasetyo, Gina Maulana, Endang Hidayat, Rahmat
Hidayat, Suwandi, Koko Kusumah, Cahyana, Gatiyoga, Darsana, Suhartono, V. Kasmini, Dhany Hendra, Sulistyawati, Safitri,
dan Jojon Suryono
Nara sumber
: Agung Hendriadi, Kasdi Subagyono, Muhrizal Sarwani, Made Jane Mejana, Hasil Sembiring, Astu Unadi, Abdul Basit, Edi
Husen, Mas Teddy, Ali Djamil, Herman Subagyo, Prihasto Setyanto, Ade Ruskandar, Siti Nurhayati (BMKG), Evi Lutfiati
(BMKG), Erwin Makmur (BMKG), Arief Harsono, Syafruddin, Ardasena (BMKG), Amsari Setiawan (BMKG), dan Gatot Ari
Putranto
2
07-Mei-2015 Dicetak :
Menteri Pertanian
Andi Amran Sulaiman
SAMBUTAN
Menteri Pertanian Republik Indonesia
Bagi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, penyediaan dan kecukupan pangan
menjadi sangat strategis dan menentukan stabilitas dan ketahanan nasional. Oleh sebab itu, ketahanan pangan merupakan
sasaran utama pembangunan nasional. Dengan dukungan ketahanan pangan yang mantap, dampak berbagai krisis dapat
dihindari, seperti krisis ekonomi 10 tahun yang lalu dan krisis pangan dua tahun yang lalu. Saat ini, di depan kita
terbentang tantangan yang tidak ringan, sehingga dibutuhkan upaya penyelamatan dan pengamanan untuk melestarikan
dan memantapkan ketahanan pangan.
Di sisi lain, kita dihadapkan pada kondisi iklim yang tidak menentu, sehingga kita perlu bekerja lebih keras dalam memacu peningkatan
dan kontinuitas produksi di tengah ancaman dampak perubahan iklim. Perubahan iklim berimplikasi terhadap pergeseran awal musim
tanam dan pola tanam, ancaman kekeringan, banjir, dan serangan organisme penggangu tanaman (OPT).
Upaya peningkatan produksi memerlukan strategi yang cermat berdasarkan prakiraan iklim yang akurat, antara lain melalui percepatan
tanam di beberapa lokasi, terutama di wilayah yang masih tinggi curah hujannya. Untuk memandu upaya ini diperlukan alat bantu
antisipatif, berupa Kalender Tanam yang telah dikembangkan sejak 2007 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
(Balitbangtan), kemudian disempurnakan menjadi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu yang memuat rekomendasi teknologi dan
kebutuhan sarana produksi. Dengan adanya Kalender Tanam Terpadu untuk setiap kecamatan, petani diharapkan dapat menentukan
waktu tanam terbaik dan sekaligus menetapkan varietas yang sesuai dan pemupukan yang rasional.
Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Balitbangtan yang terus berupaya menghasilkan inovasi handal dan memperbarui
informasi iklim yang dikeluarkan BMKG, terkait dengan penentuan waktu tanam yang tepat. Saya berharap Sistem Infomasi Kalender
Tanam Terpadu ini dapat disosialisasikan secara intensif kepada seluruh pengguna, khususnya penyuluh pertanian untuk segera
disampaikan kepada petani dan diimplementasikan dengan baik di lapangan.
3
07-Mei-2015 Dicetak :
PENGANTAR
Keragaman (variabilitas) dan perubahan iklim merupakan proses alami yang terjadi secara dinamis dan terus-menerus. Hal ini
dicirikan oleh ketidakmenentuan pola curah hujan dan musim, serta peningkatan frekuensi kejadian anomali (penyimpangan) iklim.
Pada sektor pertanian, dampak perubahan iklim sudah semakin terasa, terutama pada sub-sektor tanaman pangan, seperti
ancaman banjir dan kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), penurunan kuantitas dan kualitas produksi.
Oleh sebab itu, diperlukan strategi dan upaya antisipasi dampak perubahan iklim agar tidak berpengaruh terhadap produksi
pangan nasional, termasuk pencapaian target swasembada pangan.
Kepala,
Haryono
Upaya yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan atau adaptasi kegiatan, teknologi, dan pengembangan pertanian yang toleran (resillience)
terhadap perubahan iklim, antara lain melalui penyesuaian waktu dan pola tanam, penggunaan varietas yang adaptif, tahan terhadap OPT, dan
pengelolaan air secara efisien.
Agar para pemangku kebijakan, penyuluh, petani, dan pengguna inovasi lainnya dapat melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim, Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menyusun Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu untuk padi, jagung, dan kedelai di lahan
sawah di Indonesia. Kalender Tanam Terpadu tersebut merupakan pedoman bagi Dinas Pertanian, penyuluh, dan petani dalam menetapkan pola
dan waktu tanam yang tepat, sesuai dengan kondisi iklim di setiap kecamatan, yang kini telah dipadukan dengan rekomedasi penggunaan
varietas, pemupukan, dan kebutuhan sarana produksi. Sosialisasi penggunaan Kalender Tanam Terpadu ini diyakini dapat menekan dampak
perubahan iklim, termasuk anomali iklim, terhadap produksi padi nasional.
Sebagai suatu inovasi yang dinamis, pada tahap awal penyusunan Kalender Tanam Terpadu lebih difokuskan pada agroekosistem lahan sawah
irigasi, dan saat ini sedang dipersiapkan untuk agroekosistem lahan rawa. Kepada Tim Penyusun dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam
menyusun Kalender Tanam Terpadu dan menginformasikan kepada seluruh pengguna inovasi termasuk petani, disampaikan penghargaan dan
terima kasih.
Jakarta, Mei 2015
4
07-Mei-2015 Dicetak :
SAMBUTAN
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Kondisi ini semakin dirasakan, antara lain dalam bentuk ancaman
banjir dan kekeringan, serangan hama penyakit, dan penurunan
rendemen dan kualitas hasil pertanian.
Saya menghargai upaya Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian yang telah memanfaatkan data prakiraan iklim Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam menyusun Kalender
Tanam. Dokumen Kalender Tanam Terpadu ini memuat informasi pola
dan waktu tanam yang tepat, sesuai dengan kondisi iklim dan
perubahannya di setiap kecamatan dan kabupaten di Indonesia.
Semoga Kalender Tanam Terpadu ini dapat digunakan sebagai dasar
implementasi usahatani di lapangan dalam upaya memacu
produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan
Kepala Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika,
Andi Eka Sakya
Iklim merupakan sumberdaya yang sangat berharga
dan memainkan peranan penting dalam
pembangunan pertanian. Ketidak menentuan pola
curah hujan dan musim serta anomali (penyimpangan)
iklim merupakan dampak dari perubahan iklim yang
sudah dan akan terjadi.
organisme pengganggu tanaman, penurunan kuantitas dan kualitas
produksi.
Kami sangat mengapresiasi upaya Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), yang berkoordinasi dengan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan institusi lainnya
dalam menyusun Kalender Tanam. Dengan adanya Kalender Tanam
ini dapat disusun pola dan waktu tanam yang tepat, sesuai dengan
kondisi iklim di setiap kecamatan di Indonesia. Informasi tersebut
sangat diperlukan oleh stakeholders dan petani dalam waktu cepat.
Pemanfaatan Kalender Tanam yang dipadukan dengan informasi lain
seperti varietas unggul yang tepat, rekomendasi pemupukan yang
rasional, dan pengawalan yang intensif dalam pengendalian OPT,
kami yakin target produksi tersebut dapat dicapai. Selamat dan terima
kasih kepada Balitbangtan yang telah menyusun Kalender Tanam
Terpadu yang merupakan instrumen penting bagi stakeholders dan
petani.
Pemerintah Indonesia telah mencanangkan surplus
beras sebesar 10 juta ton pada tahun 2014. Untuk
mencapai target tersebut tentu diperlukan kerja keras
semua pihak, apalagi kita dihadapkan kepada berbagai
tantangan, diantaranya dampak perubahan iklim yang
menyebabkan banjir dan kekeringan, serangan
SAMBUTAN
Direktur Jenderal Tanaman Pangan
Direktur Jenderal Tanaman Pangan,
Hasil Sembiring
5
07-Mei-2015 Dicetak :
PETUNJUK UMUM
1. Pengantar
Menyikapi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, antara
lain perubahan awal waktu tanam (onset) dan panen, pola tanam, dan
luas tanam, maka diperlukan suatu panduan kalender tanam bagi
petani pada skala nasional.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangkan
Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu untuk mendukung Program
Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Sistem Informasi ini dapat
memandu penyuluh dan petani hingga level kecamatan dalam
mengelola kegiatan budidaya tanaman pangan.
2. Definisi
Kalender Tanam Terpadu adalah pedoman atau alat bantu yang
memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal
tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan banjir dan
kekeringan, serangan OPT, serta rekomendasi varietas dan kebutuhan
padi dan palawija, serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk dan
rekomendasi alsintan berdasarkan prediksi variabilitas dan perubahan
iklim.
3. Manfaat
a. Menentukan waktu tanam setiap musim (MH, dan MK). Periode MH
adalah Oktober sampai Maret tahun berikutnya dan MK adalah April
sampai dengan September
b. Menentukan pola, rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada
skala kecamatan.
c. Menduga potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan
tanam dan produksi tanaman pangan.
d. Mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi serta kerugian
petani akibar kekeringan, banjir dan serangan OPT.
Kalender Tanam ini ditampilkan secara sederhana agar mudah dibaca
dan dipahami oleh penyuluh, petugas dinas pertanian, kelompok tani,
dan petani dalam mengatur pola dan rotasi tanam, sesuai dengan
kondisi iklim.
4. Keunggulan
a. Dinamis, karena disusun menurut kondisi iklim berdasarkan prediksi
iklim tahunan dan musiman.
b. Operasional dan spesifik lokasi karena didasarkan pada potensi
sumberdaya iklim, air dan tanah, wilayah rawan bencana (banjir,
kekeringan, OPT) tingkat kecamatan
c. Terpadu karena diintegrasikan dengan rekomendasi teknologi (pupuk,
benih, PHT, dan alsintan).
d. Mudah diperbaharui/
updatable
.
e. Mudah dipahami pengguna, karena disusun secara spasial dan
tabular dengan uraian yang jelas.
f. Informatif karena dikomunikasikan dengan sistem informasi website
yang dapat diunduh setiap saat.
5. Informasi yang bisa diperoleh dari Kalender Tanam
a. Prediksi curah hujan dan musim
b. Estimasi awal waktu tanam tanaman padi dan palawija
c. Pola tanam
d. Potensi luas tanam padi dan palawija
e. Potensi banjir dan kekeringan padi
f. Potensi OPT padi dan palawija
g. Rekomendasi benih dan varietas padi dan palawija
h. Rekomendasi dosis pupuk padi dan palawija
i. Rekomendasi alat dan sarana pertanian (Alsintan)
6
07-Mei-2015 Dicetak :
7
07-Mei-2015 Dicetak :
8
07-Mei-2015 Dicetak :
PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
KALENDER TANAM PADI
MUSIM TANAM : MK 2015 No Kecamatan IndekAdm Sawah (ha)Luas Baku
Waktu Tanam
(dasarian) Luas (ha)
Tanam Pertama Tanam Kedua
Luas (ha) Waktu Tanam
(dasarian)
Potensi Tanam Padi
Prediksi Sifat Hujan
1175050 LONGKIB
1 255 ATAS NORMAL MASIH ADA TANAMSEBELUMNYA 0 BERA 0
1175020 PENANGGALAN
2 163 ATAS NORMAL MASIH ADA TANAMSEBELUMNYA 0 BERA 0
1175030 RUNDENG
3 116 ATAS NORMAL JUN II-III 48 MASIH ADA TANAMSEBELUMNYA 0
1175010 SIMPANG KIRI
4 11 ATAS NORMAL MASIH ADA TANAMSEBELUMNYA 0 BERA 0
1175040 SULTAN DAULAT
5 1.263 ATAS NORMAL BERA 0 BERA 0
1.808
Jumlah 48 0
9
07-Mei-2015
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175) PROVINSI : ACEH (11)
MUSIM TANAM : MK 2015
KALENDER TANAM PALAWIJA
AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
Luas Baku
Sawah (ha) Waktu Tanam
(dasarian) Luas (ha) No Kecamatan IndekAdm
Waktu Tanam (dasarian)
Potensi Tanam Palawija
Prediksi Sifat Hujan Tanam Pertama Tanam Kedua
Luas (ha)
1 LONGKIB 1175050 255 ATAS NORMAL SEPANJANG TAHUN 0 BERA 0
2 PENANGGALAN 1175020 163 ATAS NORMAL JUL I-II 0 BERA 0
3 RUNDENG 1175030 116 ATAS NORMAL JUN II-III 68 BERA 0
4 SIMPANG KIRI 1175010 11 ATAS NORMAL BERA 0 BERA 0
5 SULTAN DAULAT 1175040 1.263 ATAS NORMAL JUL I-II 0 BERA 0
Jumlah 1.808 68 0
Dicetak : 07-Mei-2015
10
Jika ada pertanyaan, segera hubungi SMS Center Katam Terpadu di 082-123-456-500 / 08-123-565-1111
MUSIM TANAM : MK 2015 PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
KOMODITAS : PADI SAWAH AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
No Kecamatan IndekAdm Sawah (ha)Luas Baku
Prakiraan Waktu dan Luas Tanam Tanam Pertama
Curah Hujan Rata-rata (mm)
1 2 3 4 5 6 7
Awal Waktu Tanam Luas (ha)
Tanam Kedua
Awal Waktu Tanam Luas (ha)
8 9
MASIH ADA TANAM SEBELUMNYA 1175050
LONGKIB
1 255 246 0 BERA 0
MASIH ADA TANAM SEBELUMNYA 1175020 PENANGGALAN 2 163 246 0 BERA 0 JUN II-III 1175030 RUNDENG
3 116 246 48 MASIH ADA TANAMSEBELUMNYA 0
MASIH ADA TANAM SEBELUMNYA 1175010 SIMPANG KIRI 4 11 246 0 BERA 0 BERA 1175040 SULTAN DAULAT 5 1.263 247 0 BERA 0 1.808 Jumlah 246 48 0
11
07-Mei-2015MUSIM TANAM : MK 2015 PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
KOMODITAS : PALAWIJA AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
No Kecamatan IndekAdm Sawah (ha)Luas Baku
Prakiraan Waktu dan Luas Tanam Tanam Pertama
Curah Hujan Rata-rata (mm) 1 2 3 4 5 6 7 Awal Waktu Tanam Luas (ha) Tanam Kedua Awal Waktu Tanam Luas (ha) Kedelai 8 9 10 Jagung Jagung Kedelai 11 SEPANJANG TAHUN 1175050 LONGKIB 1 255 246 0 0 BERA 0 0 JUL I-II 1175020 PENANGGALAN 2 163 246 0 0 BERA 0 0 JUN II-III 1175030 RUNDENG 3 116 246 68 0 BERA 0 0 BERA 1175010 SIMPANG KIRI 4 11 246 0 0 BERA 0 0 JUL I-II 1175040 SULTAN DAULAT 5 1.263 247 0 0 BERA 0 0 1.808 Jumlah 246 68 0 0 0
12
07-Mei-2015MUSIM TANAM : MK 2015 PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175) AGROEKOSISTEM : LAHAN RAWA
No Kecamatan IndekAdm
Pasang Surut
Prakiraan Waktu dan Luas Tanam Musim Hujan (MH)
1 2 3 4
Awal Waktu
Tanam Luas(ha) Lebak 5 Lainnya 6 Total 7 8 9 Musim Kemarau (MK) Awal Waktu
Tanam Luas(ha)
10 11 Rekomendasi Pupuk Urea SP 36 KCl 12 13 14 Rekomendasi Varietas 16 Luas Rawa (ha)
Do-lomit 15 KERING 1175050 LONGKIB
1 0 0 10 10 0 - 0 150 100 100 PUNGGUR, MENDAWAK,INPARA 1, INPARA 2,
INPARI 13 0 0 Jumlah 0 10 10 0 0
13
07-Mei-2015MUSIM TANAM : MK 2015 PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
KOMODITAS : PADI SAWAH DAN PALAWIJA AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
No Kecamatan IndekAdm
Kebutuhan Benih
Padi Sawah (ton) Eksisting VUB Padi Sawah Padi Sawah, Jagung, dan KedelaiRekomendasi VUB
1 2 3 4 5 6
1175050 LONGKIB
1 INPARI 1, SITUBAGENDIT, INPARI 3, INPARI 6,CIHERANG (Lihat Informasi Kerentanan dan Rekomendasi Varietas) 12,25 1175020
PENANGGALAN
2 INPARI 1, SITUBAGENDIT, INPARI 3, INPARI 6,CIHERANG (Lihat Informasi Kerentanan dan Rekomendasi Varietas) 8,15 1175030
RUNDENG
3 INPARI 1, SITUBAGENDIT, INPARI 3, INPARI 6,CIHERANG (Lihat Informasi Kerentanan dan Rekomendasi Varietas) 2,9 1175010
SIMPANG KIRI
4 INPARI 1, SITUBAGENDIT, INPARI 3, INPARI 6,CIHERANG (Lihat Informasi Kerentanan dan Rekomendasi Varietas) 0,55 1175040
SULTAN DAULAT
5 INPARI 1, SITUBAGENDIT, INPARI 3, INPARI 6,CIHERANG (Lihat Informasi Kerentanan dan Rekomendasi Varietas) 31,575 Jumlah
14
07-Mei-2015
INFORMASI KERENTANAN DAN REKOMENDASI VARIETAS
MUSIM TANAM : MK 2015 PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
KOMODITAS : PADI SAWAH AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
No Kerawanan KerusakanTingkat Kerusakan LahanPerkiraan Luas Rekomendasi VUB (%)
3,3 RENDAH
1 BANJIR INPARI 11, INPARI 12, INPARI 13, INPARI 17, INPARI 21, INPARI 22, INPARI 23, INPARI 24, INPARA1, INPARA 2, INPARA 3, INPARA 4, INPARA 5, INPARA 6, INPARA 7, INPARI 29, INPARI 30
0,0 AMAN
2 INPARI 1, INPARI 10, INPARI 13, INPARI 14, INPARI 15, INPARI 16, INPARI 18, INPARI 19, INPARI20, SITU PATENGGANG, LIMBOTO, BATUTEGI, SITUBAGENDIT, SILUGONGGO DAN INPAGO 5, INPAGO 6, INPAGO 7, INPAGO 8.
KEKERINGAN
0,0 AMAN
3 WERENG BATANG COKLAT INPARI 1, INPARI 2, INPARI 3, INPARI 5, INPARI 6, INPARI 10, INPARI 13, INPARI 18, INPARI 19,WIDAS, CISANTANA, KONAWE, MEKONGGA, INPARI 31, INPARI 32, INPARI 33
0,0 AMAN
4 TIKUS SAWAH
-0,0 AMAN
5 PENGGEREK BATANG PADI
-0,0 AMAN
6 TUNGRO INPARI 4, INPARI 5, INPARI 7, INPARI 8, INPARI 9, INPARI 21, INPARI 31, INPARI 33, TUKAD UNDA,TUKAD PETANU, KALIMAS, BONDOYUDO
0,0 AMAN
7 BLAST INPARI 14, INPARI 15, INPARI 20, SITU BAGENDIT INPARI 12, INPARI 13, INPARI 16, INPARI11,INPARI 17, BATANG PIAMAN, INPARI 32 HDB
0,0 AMAN
8 INPARI 1, INPARI 3, INPARI 4, INPARI 6, INPARI 7 LANRANG, INPARI 8, INPARI 11, INPARI 15,INPARI 16, INPARI 17, INPARI 18, INPARI 19, INPARI 20, MEKONGGA, CONDE, ANGKE, INPARI 32 HDB
KRESEK (HDB)
-DATA TIDAK
TERSEDIA
9 REKOMENDASI UMUM INPARI 1, SITUBAGENDIT, INPARI 3, INPARI 6, CIHERANG TOTAL
15
07-Mei-2015 Dicetak :
Kategori ringan termasuk dalam kategori aman
INFORMASI KERENTANAN DAN REKOMENDASI VARIETAS
MUSIM TANAM : MK 2015 PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
KOMODITAS : JAGUNG AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
No Kerawanan KerusakanTingkat Kerusakan LahanPerkiraan Luas Rekomendasi VUB (%) 0,8 SEDANG 1 BANJIR -0,0 AMAN 2 KEKERINGAN -0,0 AMAN
3 BULAI JAGUNG PALAKKA, PROVIT-A1, PROVIT-A2, SHS-1, SHS-2, NK 22, NK 55, NK 81, PIONEER11, PIONEER23, PAC759, BIMA-4, BIMA-11, BIMA PUTIH-1, BIMA PUTIH-2
0,0 AMAN
4 LALAT BIBIT JAGUNG
-0,0 AMAN
5 PENGGEREK BATANG JAGUNG
-0,0 AMAN 6 PENGGEREK TONGKOL -0,0 AMAN 7 TIKUS JAGUNG -0,0 AMAN
8 ULAT GRAYAK JAGUNG
-DATA TIDAK
TERSEDIA
9 REKOMENDASI UMUM C-5, C-6, C-7,C-8, C-9, C-1, BISI-6, BISI-7,BISI-8, BISI-9, BISI-1, BISI-11, BISI-12 (MH), BISI-13, BISI-14, BISI-15 , C-5 TOTAL
16
07-Mei-2015 Dicetak :
Kategori ringan termasuk dalam kategori aman
INFORMASI KERENTANAN DAN REKOMENDASI VARIETAS
MUSIM TANAM : MK 2015 PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
KOMODITAS : KEDELAI AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH
No Kerawanan KerusakanTingkat Kerusakan LahanPerkiraan Luas Rekomendasi VUB (%) 0,0 RENDAH 1 BANJIR -0,0 AMAN 2 KEKERINGAN -0,0 AMAN
3 LALAT KACANG KEDELAI BURANGRANG, ANJASMORO, ARGOMULYO, GROBOGAN
0,0 AMAN
4 PENGGULUNG DAUN KEDELAI
-0,0 AMAN
5 PENGGEREK POLONG KEDELAI BURANGRANG, ANJASMORO, ARGOMULYO, GROBOGAN, SINABUNG,WILIS, TANGGAMUS, DETAM 1,DETAM2 ,DETAM-3, GEMA
0,0 AMAN
6 TIKUS KEDELAI
-0,0 AMAN
7 ULAT GRAYAK KEDELAI BURANGRANG, ANJASMORO, ARGOMULYO, IJEN, PANDERMAN
0,0 AMAN
8 ULAT JENGKAL KEDELAI BURANGRANG, ANJASMORO, ARGOMULYO, IJEN, PANDERMAN
-DATA TIDAK
TERSEDIA
9 REKOMENDASI UMUM ANJASMORO, BALURAN, DIENG, IJEN, KIPAS PUTIH, KIPAS UNGU, RINJANI, SUMBING, SEMERU,SINABUNG, TIDAR, TK5, ARGOMULYO, GROBOGAN, KABA, WILIS, VARIETAS LOKAL TOTAL
17
07-Mei-2015 Dicetak :
Kategori ringan termasuk dalam kategori aman
PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
REKOMENDASI PUPUK PADI SAWAH BAGIAN I
No Kecamatan IndekAdm
Pupuk Tunggal (kg/ha)
Tanpa bahan organik Jerami 2 ton/ha Pupuk Organik 2 ton/ha Urea SP-36 KCl
NPK
NPK Phonska 15-15-15 (kg/ha) NPK+Jerami 2
ton/ha Organik 2 ton/haNPK+Pupuk Urea NPK
SP-36
Urea KCl Urea SP-36 KCl NPK Urea NPK Urea
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1175050 LONGKIB 1 200 100 50 180 100 0 175 50 30 250 125 225 100 125 150 1175020 PENANGGALAN 2 200 75 50 180 75 0 175 25 30 200 150 200 125 125 150 1175030 RUNDENG 3 200 100 50 180 100 0 175 50 30 250 125 225 100 125 150 1175010 SIMPANG KIRI 4 200 75 50 180 75 0 175 25 30 200 150 200 125 125 150 1175040 SULTAN DAULAT 5 200 75 50 180 75 0 175 25 30 200 150 200 125 125 150
18
07-Mei-2015 Dicetak :Data (-) meliputi lahan kering, perkotaan, dan data belum tersedia
PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
REKOMENDASI PADI SAWAH PUPUK BAGIAN II
No Kecamatan IndekAdm NPK
NPK Pelangi 20-10-10 (kg/ha) NPK+Pupuk Organik 2 ton/ha Urea NPK NPK+Jerami 2 ton/ha Urea NPK NPK Urea NPK Kujang 30-6-8 (kg/ha) NPK+Pupuk Organik 2 ton/ha NPK+Jerami 2 ton/ha NPK Urea NPK SP 36 NPK SP6 NPK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1175050 LONGKIB 1 350 50 325 100 200 100 400 50 400 50 350 0 1175020 PENANGGALAN 2 300 75 250 150 175 100 400 0 400 0 250 25 1175030 RUNDENG 3 350 50 325 100 200 100 400 50 400 50 350 0 1175010 SIMPANG KIRI 4 300 75 250 150 175 100 400 0 400 0 250 25 1175040 SULTAN DAULAT 5 300 75 250 150 175 100 400 0 400 0 250 25
19
07-Mei-2015 Dicetak :Data (-) kosong meliputi lahan kering, perkotaan, dan data belum tersedia
PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
REKOMENDASI PUPUK JAGUNG
No Kecamatan IndekAdm
1 2 3
Urea
Tanpa bahan organik
Pupuk Tunggal (kg/ha)
4 NPK NPK NPK Phonska 15-15-15 (kg/ha) 13 Urea 14 NPK+Jerami 2 ton/ha NPK 15 Urea 16 NPK+Pupuk Organik 2 ton/ha NPK 17 Urea 18 NPK NPK NPK Pelangi 20-10-10 (kg/ha) 19 Urea 20 NPK+Jerami 2 ton/ha NPK 21 Urea 22 NPK+Pupuk Organik 2 ton/ha NPK 23 Urea 24 SP 3 5 KCl 6 Jerami 2 ton/ha Urea 7 SP 3 8 KCl 9 Pupuk Organik 2 ton/ha Urea 10 SP 3 11 KCl 12 1175050 LONGKIB 1 350 150 75 330 150 25 325 100 55 350 250 350 200 250 250 500 125 500 100 350 175 1175020 PENANGGALAN 2 350 125 75 330 125 25 325 75 55 300 250 300 250 225 250 450 150 450 150 300 200 1175030 RUNDENG 3 350 150 75 330 150 25 325 100 55 350 250 350 200 250 250 500 125 500 100 350 175 1175010 SIMPANG KIRI 4 350 125 75 330 125 25 325 75 55 300 250 300 250 225 250 450 150 450 150 300 200 1175040 SULTAN DAULAT 5 350 125 75 330 125 25 325 75 55 300 250 300 250 225 250 450 150 450 150 300 200
20
07-Mei-2015PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175)
REKOMENDASI PUPUK KEDELAI
No Kecamatan IndekAdm
1 2 3
Urea
Tanpa bahan organik
Pupuk Tunggal (kg/ha)
4
NPK Pelangi 20-10-10 (kg/ha) NPK+Jerami 2 ton/ha NPK
13 Jerami 2 ton/ha Pupuk Organik 2ton/ha
SP 36 14 KCl 15 NPK Phonska 15-15-15 (kg/ha) NPK+Jerami 2 ton/ha NPK 10 SP 36 11 KCl 12 SP 36 5 6 KCl Urea 4 SP 36 5 6 KCl Urea 7 SP 36 8 9 KCl 1175050 LONGKIB 1 50 100 75 30 100 25 25 50 55 100 75 0 100 75 0 1175020 PENANGGALAN 2 50 75 75 30 75 25 25 25 55 100 50 0 100 50 0 1175030 RUNDENG 3 50 100 75 30 100 25 25 50 55 100 75 0 100 75 0 1175010 SIMPANG KIRI 4 50 75 75 30 75 25 25 25 55 100 50 0 100 50 0 1175040 SULTAN DAULAT 5 50 75 75 30 75 25 25 25 55 100 50 0 100 50 0
21
07-Mei-2015Dicetak :
Jika ada pertanyaan, segera hubungi SMS Center Katam Terpadu di 082-123-456-500 / 08-123-565-1111
PROVINSI : ACEH (11)
KABUPATEN/KOTA : KOTA SUBULUSSALAM (1175) KOMODITAS : PADI SAWAH
AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH DATA ALAT DAN SARANA PERTANIAN BAGIAN IV
No Kecamatan IndekAdm
ALAT DAN SARANA PERTANIAN (ALSINTAN)
1 2 3 4 Paddy Mower KETERSEDIAAN (UNIT) 5 Reaper Streaper 6 7 Combine Harvester 9 Vertical Dryer 8
Bed Dryer Penggilingan Padi
10 11 Kecil Besar 12 Menengah 1175050 LONGKIB 1 - - - -1175020 PENANGGALAN 2 - - - 3 - -1175030 RUNDENG 3 - - - 6 - -1175010 SIMPANG KIRI 4 - - - 1 - -1175040 SULTAN DAULAT 5 - - - 9 2 -Jumlah 19 2
22
07-Mei-2015Dicetak :
Jika ada pertanyaan, segera hubungi SMS Center Katam Terpadu di 082-123-456-500 / 08-123-565-1111
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
1. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Jl. Ragunan 29, Pasarminggu, Jakarta 12540, Kotak Pos 76 PSM Telp : 021-7806202, Fax : 021-7800644
e-mail : [email protected] website : www.litbang.deptan.go.id
2. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Jl. Tentara Pelajar 12, Bogor 16114
Telp : 0251-8323011, 8323012, Fax : 0251-8311256 e-mail : [email protected]
website : www.bbsdlp.litbang.deptan.go.id
3. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Jl. Tentara Pelajar No. 10 Bogor 16114
Telp : (0251) 8351277, Fax : (0251) 8350928 e-mail : [email protected],
website : www.bbp2tp.litbang.deptan.go.id
4. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Jl. Merdeka No. 147, Kota Bogor
Telp : 0251 - 8334089, 8331718, Fax : 0251 - 8312755
e-mail : [email protected], [email protected] website : www.pangan.litbang.deptan.go.id
5. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Jl. Raya 9, Sukamandi, Subang 41256, Jawa Barat Telp : 0260 - 520157, 8331718, Fax : 0260 - 520158 e-mail : [email protected]
website : www.bbpadi.litbang.deptan.go.id/
6. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Tromol Pos 2 Serpong, Tengerang, Banten - 15310 Telp : 021 - 70936787, Fax : 021 - 71695497
e-mail : [email protected], [email protected] website : www.mekanisasi.litbang.deptan.go.id
7. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Jl. AUP No.3 Pasar Minggu Jakarta Selatan Kotak Pos 7264 & 7301 / JKPS PM
Telp : 021 -780 6213, Fax : 021-780 5652 e-mail : [email protected]
website : tanamanpangan.deptan.go.id/index.php
8. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi
Jl. Tentara Pelajar 1A, Bogor 16111 PO Box 830 Telp : 0251-8312760, Fax : 0251-8323909
e-mail : [email protected], [email protected] website : www.balitklimat.litbang.deptan.go.id
9. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa
Jl. Kebun Karet, Lok Tabat, Banjarbaru, Kalsel, Kotak Pos 31 Telp : 0511 - 4772534, 4773034, Fax : 0511 - 4773034, 4783742
e-mail : [email protected], [email protected] website : www.balittra.litbang.deptan.go.id
11. Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12, Bogor 16114, Jawa Barat Telp : (0251) 8336757, Fax : (0251) 8321608
e-mail : [email protected], [email protected] website : www.balittanah.litbang.deptan.go.id
10. Balai Penelitian Tanaman Serealia
Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros 90514 - Sulawesi Selatan Kotak Pos 173
Telp : 0411 - 318148, 371529, 371016, Fax : 0411 - 371961 e-mail : [email protected], [email protected] website : www.balitsereal.litbang.deptan.go.id
12. Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-umbian Jl. Raya Kendal Payak, Malang 65101 - Jawa Timur, Kotak Pos 66 Telp : 0341 - 801468, 801075, Fax : 0341 - 801496
e-mail : [email protected], [email protected] website : www.balitkabi.litbang.deptan.go.id
23
07-Mei-2015 Dicetak :
SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO
Sistem tanam jajar legowo (jarwo) adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman
padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata ”lego” berarti luas dan ”dowo” berarti memanjang.
Legowo diartikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya
ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan.
Pola sistem tanam jarwo, seperti pada gambar 1. Pola jarwo cocok diterapkan pada kondisi lahan yang kurang subur. Pola jarwo dapat menambah
populasi tanaman mencapai 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25)cm.
Sistem jarwo merupakan salah satu komponen utama PTT pada padi sawah yang memberi keuntungan sebagai berikut:
(1.) Terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap
rumpun tanaman padi sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman.
(2.) Sistem tanaman berbaris ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan susulan, penyiangan,
pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). Disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus.
(3.) Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas
tanaman akibat peningkatan populasi.
(4.) Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan,
dan bebek).
(5.) Meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10-15%.
Gambar 1. Jajar legowo tipe 2:1 (kiri) dan jajar legowo tipe 4:1 (kanan)
24
Informasi Kalender tanam Terpadu dapat diperoleh menggunakan SMS dan Android
A. FORMAT SMS
Pengguna cukup mengirimkan pesan/sms ke nomor SMS-Center 082-123-456-500 atau 08-123-565-1111 , dengan format sebagai berikut: a. Informasi cuaca, tersedia pada level kecamatan, kabupaten, provinsi, pulau dan nasional
Format SMS : Info cuaca [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten/ provinsi/ pulau, nasional] Contoh : Info cuaca slawi
Balasan : Info Cuaca terdekat dari Kec. SLAWI : Mendung Sebagian;suhu 29 celsius;kelembaban udara 69%;.Info dari Stasiun Tegal,sejauh 15 km,diperbaruhi Maret 21,
4:00 PM WIB. Sumber:wunderground.com @BALITBANGTAN/web: katam.litbang.pertanian.go.id
b. Informasi kalender tanam, tersedia pada level kecamatan, kabupaten, provinsi, pulau dan nasional Format SMS : Info katam [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten/ provinsi/ pulau/ nasional] Contoh : info katam slawi
Balasan : MK 2015: Prakiraan Katam di KEC. SLAWI/KAB. TEGAL: Prediksi sifat hujan: NORMAL, Tanam Padi I: MAR III-APR I, ; 589 ha, Tanam Padi II: MASIH ADA
TANAM SEBELUMNYA, ; 0 ha, Tanam Palawija I: MAR III-APR I, Jagung/Kedelai: 0 ha, Kedelai: 56 ha, Tanam Palawija II: BERA, Jagung/Kedelai: 0 ha, Kedelai: 0 ha @BALITBANGTAN/web: katam.litbang.pertanian.go.id
c. Informasi lokasi BPTP, tersedia pada level kecamatan, kabupaten, dan provinsi Format SMS : Info bptp [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten/ provinsi] Contoh : info bptp slawi
Balasan : Info Lokasi BPTP terdekat dari Kec. SLAWI,KAB. TEGAL : BPTP Jateng,Alamat: Bukit Tegalepek, Sidomulyo, Kotak Pos 101, Ungaran 50501,Telp:024-6924965,
024-6924967,Fax:024-6924966, sejauh 143 km,arah:100 derajat,arah angin:TIMUR @BALITBANGTAN/web: katam.litbang.pertanian.go.id
d. Informasi varietas per kerawanan pada level kecamatan dan kabupaten Format SMS :
info varietas padi [banjir/ kekeringan/ wbc/ tikus/ penggerek/ tungro/ blast/ kresek/ umum] [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten]
info varietas jagung [banjir/ kekeringan/ bulai/ lalat/ gerekbatang/ gerektongkol/ tikus/ ulat/ umum] [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten] info varietas kedelai [banjir/ kekeringan/ lalat/ penggulung/ pagar/ tikus/ulatgrayak/ ulatjengkal/ umum] [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten]
Contoh : info varietas padi kekeringan slawi
Balasan : MK 2015: Info Varietas Rekomendasi Padi Sawah di KEC. SLAWI/KAB. TEGAL: STATUS KERAWANAN KEKERINGAN :SANGAT TINGGI. VARIETAS REKOMENDASI:
INPARI 10, INPARI 18, INPARI 19, SITU PATENGGANG, LIMBOTO, BATUTEGI, SITUBAGENDIT, INPAGO 6 DAN INPAGO 8 @BALITBANGTAN/web: katam.litbang.pertanian.go.id
e. Informasi rekomendasi pupuk, tersedia pada level kecamatan
Format SMS : Info pupuk [padi/ jagung/ kedelai] [tunggal/ phonska/ pelangi/ kujang] [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten/ provinsi/ pulau/ nasional] Contoh : info pupuk padi tunggal slawi
Balasan : MK 2015: Info Rekomendasi Pupuk Tunggal di KEC. SLAWI/KAB. TEGAL: Tunggal Tanpa Bahan Organik: Urea: 300 kg/ha, SP36: 50 kg/ha, KCl: 50 kg/ha, .
Untuk Tunggal + Kompos Jerami 2 ton/ha: Urea: 280 kg/ha, SP36: 50 kg/ha, KCl: 0 kg/ha, . Untuk Tunggal + Pupuk Organik 2 ton/ha: Urea: 275 kg/ha, SP36: 0 kg/ha, KCl: 30 kg/ha @BALITBANGTAN/web: katam.litbang.pertanian.go.id
25
07-Mei-2015 Dicetak :
B. APLIKASI ANDROID
Aplikasi Android untuk kalender tanam terpadu tersedia di Google Play Store dengan nama aplikasi “Kalender Tanam Versi Ringan”.
f. Informasi alsintan, tersedia pada level kecamatan dan kabupaten Format SMS :
Info alsin [traktor/ thresher/ pompa/ transplanter/ weeder/ mower/ reaper/ streaper/ harvester/ dryer/ penggilingan] [nama kecamatan] Info alsin [traktor/ thresher/ pompa/ transplanter/ harvester/ dryer/ penggilingan] [nama kabupaten]
Contoh : info alsin traktor selogiri
Balasan : MK 2015: Info Alsin TRAKTOR (unit) di KEC. SELOGIRI/KAB. WONOGIRI: Kebutuhan (137), Ketersediaan (79), Kekurangan (58), Kecukupan (58%), Status
(KURANG), Rekomendasi: MANYARAN, JATIROTO @BALITBANGTAN/web: katam.litbang.pertanian.go.id
g. Informasi standing crop, tersedia pada level kecamatan, kabuaten, dan provinsi Format SMS : info sc [nama administrasi tingkat kecamatan/ kabupaten/ provinsi] Contoh : info sc indramayu1
Balasan : Prakiraan Standing Crop Padi Sawah (Tgl 6 - 13 MARET 2015 /Sumber:LAPAN) di KEC. SLAWI/KAB. TEGAL: Fase Vegetatif 1 : 90 ha, Fase Vegetatif 2 : 188 ha,
Fase Generatif 1 : 134 ha, Fase Generatif 2 : 48 ha, Luas Total : 471 ha @BALITBANGTAN/web: katam.litbang.pertanian.go.id
Jika nama administrasi yang dimasukkan ternyata memiliki nama yang sama dengan lokasi lain, maka sistem akan meminta informasi lebih spesifik.
Contoh: Info katam depok
Balasan : Mohon lebih spesifik, ada 2 administrasi dengan nama yang sama 'DEPOK' : DEPOK1|KAB. CIREBON, DEPOK2|KAB. SLEMAN Kirimlah kembali, jika menginginkan Kec. Depok, Kab. Cirebon :
Contoh : Info katam depok1