LAPORAN KINERJA
TAHUNAN
BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN BIAK NUMFOR
TAHUN ANGGARAN 2014
BADAN PUSAT STATISTIK
2015
Laporan Kinerja Tahunan 2014 Page ii
Kata Pengantar
Laporan Kinerja Tahunan Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor ini dibuat sesuai Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan tindak lanjut TAP MPR RI Nomor : XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan mengindahkan prinsip-prinsip Clean Government dan Good Governance.
Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan kegiatan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, dipandang perlu adanya pelaporan kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor untuk mengetahui kemampuan unit-unit kerja dalam pencapaian visi, misi dan tujuan penyelenggaraan kegiatan dan pekerjaan bidang statistik.
Laporan Kinerja Tahunan BPS Kabupaten Biak Numfor ini dimaksudkan untuk memberi gambaran mengenai penyelenggaraan kegiatan pelaksanaan tugas yang diberikan pemerintah kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor, melaksanakan koordinasi dan kerjasama serta mengembangkan dan membina hubungan dan kerjasama dalam bidang statistik dengan instansi lain, baik pemerintah maupun swasta, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Laporan Kinerja Tahunan ini juga sebagai masukan bagi pemerintah dalam mengevaluasi kegiatan tahun anggaran 2014 dan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pusat Statistik.
Kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan sampai penerbitan laporan ini, pimpinan Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor mengucapkan terima kasih. Kritik dan saran untuk perbaikan laporan ini dimasa datang sangat kami hargai.
Biak, 23 Februari 2015 Kepala Badan Pusat Statistik
Kabupaten Biak Numfor
Yunus Wakum, SE NIP. 19650317 199610 1 001 K e p a l a
D A F T A R I S I
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Ringkasan Eksekutif iii
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi 2
1.3 Landasan Hukum 4
Bab II Rencana Strategis dan Penetapan Kinerja
2.1 Rencana Strategis 2010-2014 5
2.2 Indikator Kinerja Utama 10
2.3 Rencana Kinerja Tahunan 2014 12
2.4 Anggaran Tahun 2014 14
2.5 Penetapan Kinerja Tahun 2014 15
Bab III Akuntabilitas Kinerja
3.1 Analisis Pencapaian Kinerja Tahun 2014 22
3.2 Evaluasi Kegiatan Tahun 2014 32
3.3 Akuntabilitas Keuangan Tahun 2014 34
Bab IV Penutup
4.1 Tinjauan Umum 36
4.2 Permasalahan dan Kendala 36
4.3 Saran Tindak Lanjut 37
Lampiran-lampiran :
1 Struktur Organisasi 39
2 Rencana Strategis (RS) 40
3 Indikator Kinerja Utama (IKU) 45
4 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 49
5 Pengukuran Kinerja Sasaran (PKS) 56
6 Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) 60
7 Sumber Daya Manusia (SDM) 66
Laporan Kinerja Tahunan 2014 Page iv
RINGKASAN EKSEKUTIF
Sesuai Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) mempunyai wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan statistik melalui sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lainnya, serta mengumumkan hasilnya secara berkala atau sewaktu-waktu dan terbuka kepada masyarakat baik instansi pemerintah, lembaga swasta, lembaga swadaya masyarakat ataupun perorangan. Visi BPS Kabupaten Biak Numfor adalah
penyediaan informasi statistik yang obyektif, akurat, dapat dipercaya, tepat waktu, dan lengkap. Pengejawantahan visi BPS Kabupaten Biak Numfor tersebut
dilakukan dengan melaksanakan Pembangunan Perstatistikan.
Selanjutnya Misi BPS Kabupaten Biak Numfor ini dilaksanakan melalui strategi dan arah kebijakan pembangunan statistik sebagai berikut :
a. Meningkatkan ketersediaan informasi statistik yang akurat dan mutakhir di seluruh bidang pada seluruh aspek kehidupan masyarakat terutama yang menyangkut dengan tugas konstitusional pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program pembangunan;
b. Mewujudkan Sistem Statistik Nasional (SSN) tingkat Kabupaten Biak Numfor yang handal;
c. Meningkatkan kapasitas BPS Kabupaten Biak Numfor sebagai lembaga pengelola kebijakan perstatistikan agar koordinasi untuk mewujudkan SSN dapat efektif.
Sasaran pembangunan perstatistikan yang ingin dicapai adalah: a. Menyediakan data statistik pada tingkat Kabupaten Biak Numfor;
b. Meningkatkan koordinasi kegiatan statistik dengan instansi lain untuk menghindari terjadi duplikasi kegiatan statistik yang serupa;
c. Mengembangkan sistem informasi statistik,
Guna mencapai tujuan dan sasaran dari pembangunan perstatistikan yang telah ditetapkan, maka pada tahun 2014 BPS Kabupaten Biak Numfor menetapkan tiga program utama, terdiri dari :
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelakasanakan Tugas Teknis Lainnya (DMPTL),
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara ( PPSPAN) 3. Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS)
Pelaksanaan program-program tersebut dibiayai melalui APBN yang dituangkan ke dalam DIPA Nomor : DIPA-054.01.2.429482/2014 Tanggal 05
Desember 2013 Bagian Angga ran 054 dengan nilai sebesar Rp. 2.253.396.000,00. Realisasinya mencapai Rp. 2.135.241.296,00 atau sebesar 94,76 persen. Dalam melaksanakan program-program BPS tersebut terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan keterlambatan dan/atau tidak selesainya pelaksanaan kegiatan teknis dan anggaran. Secara umum kendala ini disebabkan oleh :
a. Keterbatasan tenaga untuk menangani pekerjaan teknis yang mendukung penyusunan kebijakan pemerintah kabupaten termasuk dalam pengembangan metodologi dan melakukan pengawasan pelaksanaan survei;
b. Sarana transportasi yang belum memadai, khususnya di distrik dengan kondisi geografis yang jauh dan sulit, misalnya di Kepulauan Numfor, Padaido dan Aimando. Di Kepulauan Numfor, transportasi reguler melalui pesawat dan kapal laut, namun jadwalnya tidak menentu tergantung cuaca dan kepadatan penumpang.
c. Responsibilitas masyarakat terhadap kegiatan pengumpulan data oleh BPS semakin lama relatif meningkat, namun dari kalangan dunia usaha belum menunjukkan perkembangan berarti. Munculnya anggapan masyarakat umum bahwa setiap pendataan BPS terkait dengan pemberian bantuan langsung, belakangan menyulitkan petugas dalam memperoleh data yang berkualitas. d. Jumlah dan sebaran sampel yang masih terkendala oleh keterbatasan
Laporan Kinerja Tahunan 2014 Page vi kalangan pemerhati dan pengguna data BPS semakin menginginkan cakupan sampel meliputi wilayah terkecil (small area statistics).
e. Waktu antara pelaksanaan kegiatan statistik oleh BPS Kabupaten Biak Numfor dengan kebutuhan data semakin pendek.
f. Karena keterbatasan anggaran, menyebabkan BPS Biak Numfor kurang dapat menyesuaikan kebutuhan sarana dan prasarana untuk mengikuti kecepatan pemekaran wilayah sehingga kebutuhan berbagai kegiatan BPS tidak sepenuhnya tercukupi.
g. Kurangnya dukungan dari tenaga administrasi yang handal dalam penatausahaan seluruh kegiatan teknis BPS Kabupaten Biak Numfor.
Berbagai upaya yang telah dilakukan BPS Kabupaten Biak Numfor untuk mengatasi kendala yang dihadapi yaitu dengan merekrut tenaga mitra yang handal dan berdedikasi, memaksimalkan sarana dan prasarana yang dimiliki, serta memperbanyak komunikasi dengan masyarakat misalnya melalui sosialisasi kegiatan.
Penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas sebagai tujuan utama BPS dalam Rencana Strategis Tahun 2010-2014, pada periode tahun 2014 ditandai dengan pencapaian sasaran-sasaran yang mendukungnya. Data yang lengkap, akurat dan tepat waktu dapat terpenuhi.
Sasaran Strategis Indikator Kerja Utama Target Realisai Tingkat Pencapaian Tersedianya data dan informasi statistik ekonomi makro yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kelengkapan data statistik ekonomi makro
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik ekonomi makro Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik ekonomi yang tepat waktu
80 80 100 80 80 100 100 % 100 % 100 %
Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kelengkapan data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang tepat waktu
80 80 100 80 80 100 100 % 100 % 100 % Meningkatkan metodologi sensus dan survei, serta pemasukan dokumen
Persentase konsumen yang merasa puas terhadap cakupan data BPS
Persentase pemasukan dokumen/response rate Dari kegiatan survei statistik
80 100 80 99,89 100 % 99,89 % Meningkatkan dan mengembangkan analisis statistik
Jumlah judul publikasi statistik Jumlah fungsional statistisi dengan kualifikasi tingkat ahli
43 7 29 7 67,44 % 100 % Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS Kabupaten
Jumlah pengunjung berulang yang menggunakan data BPS Kabupaten
Jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan BPS Kabupaten 1.500 10 100 1.500 8 97 100 % 80 % 97 % Meningkatkan hubungan dengan pengguna data
Persentase konsumen data yang merasa terpenuhi kebutuhan datanya
Jumlah instansi pemerintah
80 60 80 38 100 % 63,33 %
Laporan Kinerja Tahunan 2014 Page viii dan lembaga lainnya yang
menerima publikasi BPS Meningkatnya kualitas pengolahan data dan Informasi statistik
Persentase hasil pengolahan data yang dikirim ke BPS Provinsi tepat Waktu
Jumlah petugas fungsional pranata komputer 100 1 100 0 100 % 0 % Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
Jumlah pegawai yang
memangku jabatan fungsional tertentu
1 1 100 %
Hasil evaluasi atas pelaksanaan fungsi dan tugas BPS sesuai dengan visi-nya, menyimpulkan bahwa secara umum pencapaian kinerja dan akuntabilitas BPS menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup memuaskan. Kesimpulan ini tercermin dari angka rata-rata pencapaian indikator kinerja utama sebesar 84,61 persen (rata-rata dari sembilan belas indikator kinerja utama dari empat tujuan), dan output dan outcome yang ditargetkan dapat dicapai. Tingkat pencapaian kinerja tersebut memberi arti bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan BPS sudah memenuhi program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana strategis dan sekaligus telah mampu memenuhi Misi BPS.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang mengemban tugas dari pemerintah untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat, dan mutakhir dalam rangka mewujudkan terciptanya Sistem Statistik Nasional yang handal, efektif dan efisien guna mendukung pembangunan nasional. Dalam menyajikan statistik dasar, BPS menyelenggarakan sensus, survei, kompilasi produk administrasi dan cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dilakukan secara berkala, terus menerus atau sewaktu-waktu yang periode pelaksanaannya ditetapkan oleh Kepala BPS dengan memperhatikan kebutuhan data baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Sebagai perwujudan pelaksanaan tata kepemerintahan yang baik sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPR Nomor XI Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN, serta UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang hal yang sama telah diterbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (AKIP). Peraturan perundang-undangan tersebut bertujuan untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Sistem AKIP meliputi Rencana Strategis, Rencana Kinerja Tahunan, Penetapan Kinerja, Pengukuran Kinerja dan Laporan Pertanggungjawaban Kinerja. Sistem ini merupakan suatu instrumen untuk menciptakan transparansi instansi pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional, serta dapat menjaga terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Badan Pusat Statisik Kabupaten Biak Numfor Tahun 2014, adalah perwujudan kewajiban Badan Pusat Statistik untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahunan dan Penetapan Kinerja Tahun 2014 serta akan digunakan sebagai umpan balik untuk memicu perbaikan kinerja BPS Kabupaten Biak Numfor di tahun yang akan datang.
1.2 Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi
Tugas, fungsi, dan susunan organisasi Badan Pusat Statistik berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik dan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008, Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik, sebagai berikut:
1) Tugas
Badan Pusat Statistik mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan.
2) Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Badan Pusat Statistik menyelenggarakan fungsi :
a) Pengkajian, penyusunan, dan perumusan kebijakan dibidang statistik; b) Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional;
c) Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar; d) Penetapan sistem statistik nasional;
e) Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah dibidang kegiatan statistik; dan
f) Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi, tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan, dan rumah tangga.
3) Susunan Organisasi
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, sesuai Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 dan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008, susunan organisasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor terdiri dari :
a) Kepala
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor mempunyai tugas memimpin BPS Kabupaten Biak Numfor dalam menjalankan tugas dan fungsi Badan Pusat Statistik serta membina aparatur BPS kabupaten agar berdaya guna dan berhasil guna.
b) Sub Bagian Tata Usaha
Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan dan melakukan penyusunan rencana dan program, administrasi, urusan kepegawaian dan hukum keuangan, perlengkapan, serta urusan dalam di lingkungan Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor.
c) Seksi Statistik Sosial
Seksi Statistik Sosial mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi dan pelaporan statistik sosial.
d) Seksi Statistik Produksi
Seksi Statistik Produksi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi dan pelaporan statistik produksi.
e) Seksi Statistik Distribusi
Seksi Statistik Distribusi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi dan pelaporan statistik distribusi dan jasa. f) Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
Seksi Neraca dan Analisis Statistik mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi dan pelaporan neraca wilayah dan analisis statistik lintas sektor.
g) Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik
Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik mempunyai tugas melaksanakan pengintegrasian pengolahan data, pengelolaan jaringan dan rujukan statistik, serta diseminasi dan layanan statistik.
h) Kelompok Jabatan Fungsional
Jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing
1.3 Landasan Hukum
Dalam menyelenggarakan pelaksanaan tugas dan fungsinya, Badan Pusat Statistik dilindungi oleh perangkat hukum, yaitu :
1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik menjamin kepastian hukum bagi penyelenggara dan pengguna statistik baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan adanya Undang-Undang ini maka kepentingan masyarakat pengguna statistik akan terjamin terutama atas nilai informasi yang diperolehnya.
2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik yang mengamanatkan bahwa BPS berkewajiban menyelenggarakan kegiatan statistik dasar.
3) Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik. 4) Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008, Tentang
BAB II
RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA 2.1 Rencana Strategis 2010-2014
Dalam rangka memberikan arah dan sasaran yang jelas, serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan pembangunan statistik yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Pembangunan Jangka Panjang (PJP) 2005-2025 dan Pembangunan Jangka Menengah (PJM) 2010-2014, Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor mengacu pada Renstra BPS 2010-2014 dalam menjalankan tugasnya masing-masing guna mencapai tujuan jangka panjang BPS yang sekaligus mencapai tujuan pemerintah.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kewenangan dalam melaksanakan tugas tersebut tertuang dalam Peraturan Kepala BPS nomor 7 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Badan Pusat Statistik. Adapun kebijakan yang dijalankan Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor diarahkan untuk mendukung tugas pokok tersebut.
Rencana Strategis Pembangunan Statistik BPS Kabupaten Biak Numfor adalah dokumen perencanaan pembangunan di bidang statistik yang berskala regional yang berlaku selama kurun waktu 2010-2014.
1) Visi Badan Pusat Statistik
Visi dari Badan Pusat Statistik adalah ”Pelopor data statistik terpercaya untuk semua”.
Untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan misi Badan Pusat Statistik yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan. Misi dari Badan Pusat Statistik dapat dirumuskan sebagai berikut :
a) Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggara statistik yang efektif dan efisien;
b) Menciptakan insan statistik yang kompeten dan professional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan Indonesia;
c) Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap penyelenggaraan statistik;
d) Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak; e) Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik
yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.
Dalam rangka mencapai visi dan melaksanakan misi tersebut, Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor mempunyai tujuan dan sasaran sebagai berikut:
3) Tujuan Badan Pusat Statistik
Tujuan 1: Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang Berkualitas
Tujuan 2: Meningkatkan Pelayanan Prima dalam Rangka Mewujudkan SSN yang Andal, Efektif, dan Efisien
Tujuan 3: Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Sarana Kerja Tujuan 4: Peningkatan Kapasitas SDM dan Penataan Kelembagaan
4) Sasaran Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor
Sasaran merupakan target jangka pendek atau tahunan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, BPS Kabupaten Biak Numfor
mempunyai empat tujuan yang dicanangkan dalam rencana strategis periode 2010 sampai dengan 2014. Tujuan BPS Kabupaten Biak Numfor selanjutnya dijabarkan dalam beberapa sasaran yang merupakan tahapan untuk memudahkan mengukur dan mencapai tujuan tersebut.
Tujuan 1 Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang Berkualitas
Mencakup tiga sasaran strategis yang ditetapkan yaitu:
1.1 Tersedianya data dan informasi statistik ekonomi makro yang lengkap, akurat, dan tepat waktu.
1.2 Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu.
1.3 Meningkatkan metodologi sensus dan survei, serta pemasukan dokumen.
Tujuan 2 Meningkatkan Pelayanan Prima dalam Rangka Mewujudkan SSN yang Andal, Efektif, dan Efisien
Meliputi tiga sasaran strategis yaitu:
2.1 Meningkatkan dan mengembangkan analisis statsitik.
2.2 Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik.
2.3 Meningkatkan hubungan dengan pengguna data
Tujuan 3 Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Sarana Kerja
Dijabarkan dalam satu sasaran strategis yang meliputi:
3.1 Meningkatnya kualitas pengolahan data dan Informasi statistik.
Tujuan 4 Peningkatan Kapasitas SDM dan Penataan Kelembagaan
Dijabarkan dalam satu sasaran strategis yaitu: 4.1 Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
5) Kebijakan Badan Pusat Statistik
Arah kebijakan penyelenggaraan Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor mengacu pada strategi pembangunan statistik yang terkait dengan visi dan misi Badan Pusat Statistik sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Pembangunan Statistik Badan Pusat Statistik Tahun 2010-2014, sebagai berikut:
a) Meningkatkan penyediaan statistik berkualitas diberbagai tingkat dengan melakukan kegiatan pengumpulan data melalui sensus, survei, dan metode lainnya;
b) Mengembangkan sistem statistik wilayah dan spesifik daerah secara bertahap untuk mendukung otonomi daerah;
c) Meningkatkan kerja sama dengan sumber, produsen, dan pengguna data, dengan memberikan apresiasi, serta melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) berbagai kegiatan statistik;
d) Meningkatkan jumlah, ragam ketrampilan dan kemampuan SDM terutama di daerah dengan mengupayakan penambahan dan melakukan pendidikan, pelatihan serta pembinaan karir pegawai;
e) Melaksanakan manajemen yang efisien, efektif, bersih dan bertanggungjawab, transparan serta bebas KKN melalui sistem pengawasan yang ketat berbasis teknologi informasi yang mutakhir dengan menciptakan pelayanan prima;
f) Mengefektifkan fungsi Forum Masyarakat Statistik (FMS) dengan memperbanyak pertemuan, diskusi, dan kunjungan lapangan.
6) Program yang dilaksanakan oleh BPS Kabupaten Biak Numfor
Sebagai Lembaga Pemerintan Non-Kementrian, BPS Kabupaten Biak Numfor mempunyai satu Program Teknis dan dua Program Generik. Program Teknis BPS Kabupaten Biak Numfor adalah Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (P2IS). Adapun Program Generik BPS Kabupaten Biak Numfor adalah Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Kegiatan
Teknis Lainnya BPS Kabupaten Biak Numfor dan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara (PSPAN).
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (P2IS) bertujuan untuk menyediakan dan memberi pelayanan informasi statistik yang berkualitas dalam rangka memenuhi kebutuhan pengguna data. Untuk menyediakan data dan informasi statistik, BPS Kabupaten Biak Numfor secara berkesinambungan menyempurnakan dan mengembangkan kegiatan pengumpulan, pengolahan, pengkajian dan analisis, serta diseminasi data dan informasi statistik.
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Kegiatan Teknis Lainnya BPS bertujuan untuk memberi dukungan manajemen dan kelancaran pelaksanaan kegiatan teknis di bidang penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. Dasar kebijaksanaan dalam rencana anggaran program ini diarahkan untuk kegiatan-kegiatan operasional penyelenggaraan lembaga seperti perencanaan program dan kegiatan, pemantauan dan evaluasi kegiatan, penyediaan gaji pegawai, peningkatan kapasitas SDM, dan fungsi kehumasan.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara (PSPAN) bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana kerja BPS Kabupaten secara bertahap untuk mendukung kelancaran administrasi kegiatan operasional pengumpulan data. Sasaran program peningkatan sarana dan prasarana adalah tersedianya sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan tugas dan administrasi BPS Kabupaten Biak Numfor.
Setiap program dijabarkan menjadi kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing unit Eselon IV di BPS Kabupaten Biak Numfor. Program Teknis BPS Kabupaten Biak Numfor adalah Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (P2IS), sedangkan untuk Program Generik, pada BPS Kabupaten Biak Numfor disediakan dua program, yaitu Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Kegiatan Teknis Lainnya BPS Kabupaten Biak
Numfor dan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara (PSPAN).
Dari 31 Kegiatan yang menjadi tanggungjawab unit Eselon IV BPS Kabupaten, ditentukan 11 prioritas kegiatan. Penentuan prioritas didasarkan kepada:
(i) Amanat UU No 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yakni penyelenggaraan Sensus, meliputi Sensus Penduduk 2010, Sensus Pertanian 2013 dan persiapan Sensus Ekonomi 2016.
(ii) Penyediaan data strategis yang mendukung Visi dan Misi RPJM Nasional, meliputi kegiatan statistik berskala besar dan lintas sektor: Penyediaan dan Pengembangan Statistik Neraca Nasional dan Regional, Penyediaan dan Pengembangan Statistik Harga, Penyediaan dan Pengembangan Statistik Rumah Tangga melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), Penyediaan dan Pengembangan Data Kemiskinan, Penyediaan dan Pengembangan Data dan informasi statistik Industri Besar/Sedang, serta Sensus Potensi Desa 2014.
2.2 Indikator Kinerja Utama
Dalam rangka pengukuran dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatkan akuntabilitas kinerja, Badan Pusat Statistik menetapkan indikator kinerja utama tahun 2014 sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, sebagai berikut :
INDIKATOR KINERJA UTAMA
(Peraturan Kepala BPS Nomor 48 Tahun 2014)
No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA
1. Tersedianya data dan informasi
No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA akurat, dan tepat waktu ekonomi makro
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik ekonomi makro
Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik ekonomi yang tepat waktu
2. Tersedianya data dan informasi Statistik Sosial dan Kesejahteraan Rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kelengkapan data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang tepat waktu 3. Meningkatkan metodologi sensus
dan survei serta pemasukan dokumen
Persentase konsumen yang merasa puas terhadap cakupan data BPS
Persentase pemasukan
dokumen/response rate dari kegiatan survei statistik
4. Meningkatkan dan mengembangkan
analisis statistik Jumlah judul publikasi statistikJumlah fungsional statistisi dengan kualifikasi tingkat ahli
5. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS Kabupaten
Jumlah pengunjung berulang yang menggunakan data BPS
Jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan BPS Kabupaten 6. Meningkatkan hubungan dengan
pengguna data Persentase konsumen data yang merasaterpenuhi kebutuhan datanya Jumlah instansi pemerintah dan lembaga
No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA lainnya yang menerima publikasi BPS 7. Meningkatnya kualitas pengolahan
data dan informasi statistik Persentase hasil pengolahan data yangdikirim ke BPS Provinsi tepat waktu Jumlah petugas fungsional pranata komputer
8. Meningkatkan kapasitas sumber
daya manusia Jumlah pegawai yang memangku jabatanfungsional tertentu
Indikator Kenerja Utama dimaksudkan untuk lebih fokus dalam melihat kenerja BPS sebagai Lembaga, sehingga pengukuran bisa lebih mudah dan didukung fakta pencapaian yang terukur. Untuk memperoleh pengukuran target pencapaian sudah semestinya didahului oleh data dan informasi yang sesuai kondisi lapangan, hal ini sebagai dasar penghitungan realisasi yang telah dicapai.
Pada masing masing indikator kinerja sudah ditentukan unit kerja yang bertanggung jawab atau unit yang dapat menyediakan data dasar penghitungan IKU BPS. Sumber data dan unit kerja yang memonitor pencapaian target dapat dilihat pada Lampiran 3 IKU sesuai Perka BPS No. 148 Tahun 2014
2.3 Rencana Kinerja Tahunan 2014
Mengacu pada RENSTRA Badan Pusat Statistik Tahun 2010-2014, disusun Rencana Kinerja Tahunan Badan Pusat Statistik yang terdiri dari dua program dan beberapa kegiatan.
Program utama di BPS kabupaten Biak Numfor adalah Program Penyedia dan Pelayanan Informasi Statistik. Untuk melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya khususnya pada tahun 2014 telah disusun perencanaan berbagai kegiatan yang ditetapkan sebagai RKT Tahun 2014. Indikator Kinerja pada
masing-masing kegiatan akan dijadikan dasar penghitungan pencapaian Sasaran Strategis.
Mengacu pada RENSTRA BPS Tahun 2010-2014, disusun Rencana Kinerja Tahunan BPS Kabupaten Biak Numfor yang terdiri dari dua program dan beberapa kegiatan. Adapun kegiatan pada masing-masing program yang ditetapkan pada tahun anggaran 2014 masih menggunakan numenklatur program-program pada RENSTRA yang lama, sehingga pada tahun 2014 ini merupakan transisi dari restrukturisasi program dan kegiatan.
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik
a) Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik Distribusi
- Kompilasi Data Transportasi - Kompilasi Data Ekspor Impor
- Pengadaan Data Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) dalama rangka
Kebijakan Dana Perimbangan 2015
- Survei Harga Perdagangan Besar - Survei Harga Pedesaan
- Survei Statistik Badan Usaha dan Pasar Modal - Survei Statistik Keuangan Pemerintah Daerah - Survei Bidang Jasa dan Pariwisata
b) Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik Sosial
- Survei Angkatan Kerja Nasional Triwulanan Tahun 2014 - Survei Angkatan Kerja Nasional Tahunan Tahun 2014 - Survei Sektor Informal
- Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2014 - Pendataan Potensi Desa Tahun 2014
- Penyusunan Statistik Politik dan Keamanan - Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan
c) Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik Produksi
- Survei Perusahaan Perkebunan
- Survei Perusahaan Perikanan, TPI/PPI/PP - Survei Perusahaan Peternakan dan RPH - Survei Hortikultura dan Indikator Pertanian - Survei Konstruksi
- Survei Pertambangan dan Energi
- Survei Industri Besar/Sedang Bulanan dan Tahunan
- Sensus Pertanian Tahun 2013 Pencacahan Sampel Subsektor
d) Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik
- Penyusunan PDRB Tahunan dan Triwulanan Menurut Lapangan Usaha - Penyusunan PDRB Tahunan dan Triwulanan Menurut Pengeluaran - Percepatan Perhitungan PDRB per Kapita 2014 untuk indikator DAU - Penyusunan Matriks PMTB Institusi Pemerintah dan Non Pemerintah - Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen
- Penyusunan Statistik Indonesia
e) Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik
- Pemutakhiran MFD dan MBS
Sedangkan program lainnya seperti Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur BPS dan Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS merupakan program untuk membantu kegiatan-kegiatan yang dicakup dalam Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik sebagaimana diuraikan di atas.
Untuk lebih jelasnya RKT yang memuat indikator kinerja dan rencana tingkat capaiannya dapat dilihat pada Lampiran 4 RKT.
2.4 Anggaran Tahun 2014
Pelaksanaan berbagai program kegiatan Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor pada tahun 2014 dibiayai dengan APBN yang di tuangkan kedalam
Bagian Anggaran 54 DIPA Tahun 2014, dengan nilai pagu sebesar Rp. 2.253.396.000,00,- ( Dua milyar dua ratus lima puluh tiga juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu rupiah ).
PAGU ANGGARAN BELANJA BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BIAK NUMFOR TAHUN 2014
No. Jenis Anggaran/Program/Belanja Pagu 2014
(1) (2) (3)
1 Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik 621.519.000
2 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Kegiatan Teknis Lainnya 1.631.877.000
TOTAL 2.253.396.000
2.5 Penetapan Kinerja Tahun 2014
Selama periode 2014 telah ditetapkan target yang harus dipenuhi oleh Badan Pusat Statistik yang menjadi ukuran keberhasilan dalam memenuhi tugas sebagai lembaga pemerintahan. Berikut pada tabel ditampilkan perjanjian kinerja yang menjadi tanggung jawab Kepala BPS Kabupaten Biak Numfor. Target yang dicanangkan menjadi tolok ukur Indikator Kinerja yang akan di evaluasi pada akhir tahun yakni dengan membandingkan capaian atau realisasi sampai dengan akhir tahun 2014 terhadap target.
PENETAPAN KINERJA BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BIAK NUMFOR TAHUN 2014
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3)
Tujuan I:
Meningkatkan ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas Tersedianya data dan informasi
statistik ekonomi makro yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kelengkapan data statistik ekonomi makro
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik ekonomi makro
Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik ekonomi yang tepat waktu
80 80 100
Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan
kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Persentase konsumen yang merasa puas dengan kelengkapan data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik sosial dan
kesejahteraan rakyat yang tepat waktu
80 80 100
Meningkatkan metodologi sensus dan survei, serta pemasukan dokumen
Persentase konsumen yang merasa puas terhadap cakupan data BPS Persentase pemasukan
dokumen/response rate dari kegiatan survei statistik
80
100 Tujuan II:
Meningkatkan Pelayanan Prima dalam Rangka Mewujudkan SSN yang Andal, Efektif, dan Efisien
Meningkatkan dan mengembangkan analisis statistik
Jumlah judul publikasi statistik
Jumlah fungsional statistisi dengan kualifikasi tingkat ahli
43 7
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3)
efisiensi diseminasi data dan
informasi statistik mengakses data dan informasi statistikmelalui website BPS Kabupaten Jumlah pengunjung berulang yang menggunakan data BPS Kabupaten Jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan BPS Kabupaten
10 100
Meningkatkan hubungan dengan
pengguna data merasa terpenuhi kebutuhan datanyaPersentase konsumen data yang Jumlah instansi pemerintah dan lembaga lainnya yang menerima publikasi BPS
80 60
Tujuan III:
Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Sarana Kerja Meningkatnya kualitas
pengolahan data dan Informasi statistik
Persentase hasil pengolahan data yang dikirim ke BPS Provinsi tepat Waktu Jumlah petugas fungsional pranata komputer
100 1 Tujuan IV: Peningkatan Kapasitas SDM dan Penataan Kelembagaan
Meningkatkan kapasitas sumber
daya manusia Jumlah pegawai yang memangkujabatan fungsional tertentu 1
Sebagai penyedia data dan informasi maka fokus BPS Kabupaten Biak Numfor adalah meyediakan data yang berkualitas, dengan kata lain kualitas data memegang peranan penting dalam penyediaan statistik resmi yang menjadi tugas dan wewenang BPS Kabupaten Biak Numfor. Sehingga dalam membuat indikator kinerja semaksimal mungkin dapat memenuhi ukuran dari berbagai dimensi data berkualitas. Ada beberapa dimensi data berkualitas yaitu:
Data dikatakan mempunyai relevansi jika memenuhi kebutuhan pengguna, untuk mengukur secara kuantitatif dilakukan dengan Survei Kepuasan Pengguna
2) Akurasi
Akurasi adalah kedekatan antara nilai perkiraan dengan nilai populasi sebenarnya (yang tidak diketahui,) indikator yang menunjukkan akurasi yaitu besarnya kesalahan sampling dan kesalahan non sampling.
3) Ketepatan
Sebagian besar pengguna ingin data terkini yang secara periodik disajikan dan tepat waktu sesuai jadwal. Ukuran ketepatan waktu yaitu perbedaan waktu antara tanggal tersedianya dengan tanggal yang seharusnya tersedia.
4) Mudah diakses
Data statistik sangat tinggi nilainya jika mudah diakses dalam bentuk yang diinginkan pengguna, dan dokumentasi yang cukup untuk memahami data tersebut. Indikator yang menunjukan kemudahan akses data dapat diketahui dari banyaknya media yang digunakan dan jenis-jenis media untuk menyebarluaskan data.
5) Keterbandingan
Statistik karakteristik tertentu sangat bermanfaat jika nilainya dapat dibandingkan dengan karakteristik antar waktu dan antar tempat. Indikator untuk keterbandingan antar tempat yaitu jumlah dan persentase produk statistik yang menunjukkan perbedaan pengukuran unit untuk area yang berbeda. Indikator untuk keterbandingan antar waktu yaitu jumlah periode deret waktu dari data atau variabel.
6) Konsistensi
Data statistik dapat dikatakan konsisten apabila dapat digabung secara reliabel dengan cara berbeda untuk tujuan berbeda, tanpa harus melihat apakah berasal dari satu sumber. Indikator konsistensi meliputi konsistensi antara data provinsi dan data nasional, data bulanan dengan data tahunan.
Kelengkapan statistik adalah ketersediaan data dan informasi dengan statistik yang seharusnya tersedia menurut keperluan pengguna. Indikator kelengkapan yaitu persentase statistik yang tersedia dibandingkan dengan yang seharusnya tersedia. Selain itu juga kelengkapan referensi terhadap dokumen penting yang seharusnya ada di tingkat nasional.
Selain dimensi kualitas maka BPS Kabupaten Biak Numfor yang merupakan lembaga penyelenggara perstatistikan khususnya statistik dasar yang dibutuhkan pemerintah, harus mengacu pula pada Prinsip Dasar Statistik Resmi yang telah disepakati secara internasional. Adapun prinsip-prinsip tersebut yaitu:
1) Berikan Keterangan Lengkap Secukupnya Saja
Statistik-resmi menyediakan unsur yang mutlak diperlukan dalam sistem informasi suatu masyarakat demokratis, serta melayani pemerintah, perekonomian dan umum dengan data mengenai keadaan ekonomi, demografi, sosial, dan lingkungan. Pada akhirnya statistik-resmi yang ternyata memiliki manfaat praktis harus dirangkum dan disediakan untuk umum oleh lembaga perstatistikan tanpa pilih kasih, untuk menghormati hak warganegara mendapatkan informasi tentang masyarakat.
2) Statistik Hanya Menyediakan Informasi yang Terpercaya Saja
Untuk memperoleh kepercayaan dalam statistik-resmi, lembaga perstatistikan perlu menentukan atas dasar pertimbangan profesional, termasuk prinsip-prinsip ilmiah dan etika, tentang metode dan prosedur pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan penyajian data statistik.
3) Statistik Harus Dapat Dipahami Dengan Mudah Oleh Pengguna
Agar data yang dikumpulkan dalam kegiatan perstatistikan dapat ditafsirkan oleh pengguna dengan benar, lembaga perstatistikan harus menyediakan informasi terkait standar ilmiah mengenai sumber data, metode dan prosedur yang digunakan.
4) Statistik Hanya Menyediakan Keterangan Yang Benar Saja
Lembaga perstatistikan berhak menunjukkan terjadinya salah tafsir tentang statistik-resmi serta penyalahgunaan statistik.
5) Statistik Ganda-Sumber, Ganda-Manfaat, dan Ganda-Pakai
Data untuk keperluan kegiatan perstatistikan dapat dipetik dari berbagai jenis sumber, bisa berasal dari survei atau catatan administrasi. Lembaga perstatistikan bertugas memilih sumber itu dengan mempertimbangkan mutu, kemuktahiran, biaya serta beban yang ditanggung oleh responden survei.
6) Kerahasiaan Data Individu
Data individu yang dikumpulkan oleh lembaga perstatistikan untuk kompilasi statistik, baik merupakan perseorangan atau badan legal, harus diperlakukan secara rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan perstatistikan.
7) Transparansi Tatacara Perstatistikan
Undang-undang, peraturan dan proses pengolahan/penghitungan sesuai sistem statistik yang digunakan harus diumumkan.
8) Koordinasi Antar Lembaga Pengumpul Informasi
Koordinasi antara berbagai badan dan lembaga yang mengumpulkan statistik di dalam suatu negara adalah persyaratan mutlak agar diperoleh konsisensi (ketaat-asasan) dan efisiensi dalam sistem perstatistikan.
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor merupakan perwujudan kewajiban Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi Badan Pusat Statistik Kabupaten Biak Numfor dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Selama satu tahun anggaran 2014, akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi yang dituangkan dalam program kegiatan disampaikan dalam laporan ini.
Visi BPS sebagai Pelopor data statistik terpercaya untuk semua, sudah menjadi komitmen seluruh pegawai BPS. Kepercayaan pemangku kepentingan terlihat terus meningkat, ini ditunjukkan dengan indikator banyaknya pengunjung yang datang langsung atau melalui media komunikasi. Kondisi ini juga menjadikan semakin meningkatnya tuntutan pengguna data BPS tersebut.
3.1 Analisis Pencapaian Kinerja Tahun 2014
Tujuan-1
Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang
Berkualitas
Tujuan utama yang ingin dicapai BPS Kabupaten Biak Numfor adalah tersedianya data dan informasi statistik yang berkualitas. Kualitas data sangat dipengaruhi kelengkapan data dan jumlah sampel yang mewakili, pemasukan dokumen/response rate baik dari perusahaan maupun rumah tangga merupakan indikator dari kualitas data yang dihasilkan, pada tahun ini target tersebut tercapai 84,61 persen. Besaran ini menunjukan kinerja BPS Kabupaten Biak Numfor dalam penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas.
Sasaran 1.1
Tersedianya data dan informasi statistik ekonomi yang lengkap,
akurat, dan tepat waktu
Tingkat pencapaian Sasaran 1.1 tercapai sesuai target yang diharapkan. Sasaran 1.1 ini tercapai sesuai target disebabkan tingkat capaian kepuasan konsumen dan pelaksanaan pencacahan sesuai jadwal, sehingga sasaran ini hanya mencapai 100 persen.
Masalah/kendala yang dihadapi
1) Dokumen survei tidak datang tepat waktu sehingga menyebabkan keterlambatan pula pada proses selanjutnya yaitu editing, coding, data entry dan validasi di Kabupaten.
2) Respon rate perusahaan masih kurang termasuk dalam hal kelengkapan dan konsistensi isian kuesioner. Dari perusahaan muncul kesulitan karena ada kekuatiran data yang dilaporkan digunakan untuk kepentingan lain yang dapat merugikan perusahaan, misalnya dibajak perusahaan lain yang merupakan pesaing dalam kegiatan usaha yang serupa. Khususnya survei transportasi, pelabuhan laut dan darat sampai akhir tahun baru ada pemasukan dokumen sedangkan bandara hanya masuk sampai bulan Oktober 2014. Demikian juga dengan industri besar sedang tahunan dan hotel, tidak semua perusahaan mau memberikan data perusahaan sebagaimana yang dibutuhkan.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Mengatasi tidak konsistennya data lapangan dilakukan melalui revisit dan memperbaiki isian dokumen. Pengawas lapangan harus cermat agar kesalahan pengisian oleh pencacah dapat segera diperbaiki di lapangan.
2) Melakukan berbagai upaya untuk memberikan penjelasan kepada perusahaan tentang pentingnya data statistik, di antaranya dengan memasyarakatkan
Undang-undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yaitu dengan mengirimkan leaflet dan data yang diperlukan oleh perusahaan.
3) Mengatasi keterlambatan dokumen, Provinsi mengupayakan mengirimkan soft copy dokumen pencacahan, sehingga bisa diperbanyak sendiri oleh BPS Kabupaten Biak Numfor.
Berkembangnya statistik di Indonesia tak lepas dari dorongan pemerintah yang menjadikan data BPS sebagai data resmi pemerintah, sehingga menjadi acuan untuk berbagai kebutuhan baik perencanaan dan monitoring maupun evaluasi. Untuk mengevaluasi capaian sasaran, tabel berikut ini meyajikan capaian dimaksud dengan indikator kinerjanya :
Indikator Kinerja Target Realisasi CapaianTingkat Keterangan Persentase konsumen yang merasa puas
dengan kelengkapan data statistik ekonomi makro
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik ekonomi makro Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik ekonomi yang tepat waktu
80 80 100 80 80 100 100 % 100 % 100 % IKU IKU IKU
Sasaran 1.2
Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan kesejahteraan
rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Di bidang statistik sosial target penyajian data dapat dilakukan sesuai dengan jadwal. Survei Angkatan Kerja Nasional dan Survei Sosial Ekonomi Nasional dijadwalkan secara periodik triwulanan di mulai bulan Pebruari dan Maret setiap tahunnya. Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2014 terbit di akhir tahun. Namun, respon rate baik dari rumah tangga maupun perusahaan belum memenuhi target yang diharapkan. Dengan demikian penyajian data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat mencapai 98,00 persen.
Masalah/kendala yang dihadapi
1) Jangkauan kegiatan BPS yang cukup luas, mencakup seluruh kecamatan dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Daerah yang sulit dijangkau mengakibatkan biaya transportasi yang mahal karena harus sewa kendaraan, 2) Masyarakat di pedesaan yang mengusahakan ladang perkebunan yang
letaknya jauh dari rumah, sehingga petugas harus melakukan wawancara pada malam hari bahkan sampai tengah malam.
3) Besarnya beban kerja dibandingkan dengan jumlah pegawai organik yang ada di BPS Kabupaten Biak Numfor, sehingga kegiatan bidang sosial sering tidak memenuhi target waktu yang sudah ditetapkan.
4) Munculnya kebebasan individu yang merasa tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab kuesioner dari suatu kegiatan survei. Selain itu juga sulitnya menjumpai responden karena berbagai alasan, sehingga walaupun dilakukan beberapa kali kunjungan ulang tetap sulit melakukan wawancara langsung
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Mengoptimalkan segala prasarana dan sarana yang dimiliki BPS dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk mengatasi kendala di lapangan termasuk kendala geografis.
2) Petugas direkrut dari masyarakat setempat, sehingga diharapkan dapat mengetahui kebiasaan masyarakat yang dicacah.
3) Untuk mengurangi beban kerja pegawai organik, BPS Kabupaten merektrut tenaga mitra dengan kualifikasi yang memadai demi menjaga kualitas data. 4) Untuk meningkatkan pemasukan dokumen diusahakan dengan berbagai
pendekatan, misalnya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pendekatan kepada aparat pemerintah daerah.
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran yang dirinci menurut indikator kinerjanya:
Capaian Persentase konsumen yang merasa puas
dengan kelengkapan data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
Persentase konsumen yang merasa puas dengan akurasi data statistik sosial dan kesejahteraan rakyat
Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang tepat waktu
80 80 100 80 80 100 100 % 100 % 100 % IKU IKU IKU
Sasaran 1.3 Meningkatkan metodologi sensus dan survei serta pemasukan dokumen
Survei/sensus baik dibidang statistik ekonomi makro maupun statistik sosial dan kesejahteraan rakyat bertujuan untuk mendapatkan data/informasi yang dapat mewakili suatu daerah tertentu. Untuk mendapatkan data/informasi tersebut diperlukan pemasukan dokumen dengan batas minimal tertentu agar data/informasi yang didapatkan tidaklah bias. Pemasukan dokumen yang kurang memadai dapat mengakibatkan salahnya informasi yang didapat yang akan berimbas pada salahnya perencanaan kegiatan/pembangunan oleh pengguna data yang menggunakan data tersebut.
Masalah/kendala yang dihadapi
1) Internal, terbatasnya biaya yang tersedia untuk memfasilitasi petugas
melakukan pendataan, sementara ada beberapa sampel/responden yang terletak pada wilayah sulit atau remote area yang cukup berjauhan dan sulit dijangkau dari wilayah kabupaten bila menggunakan sarana transportasi reguler.
2) Eksternal, adanya beberapa sampel/responden yang berkeberatan untuk
memberikan data yang dibutuhkan baik dengan alasan kerahasiaan, kesibukan dan lainnya.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Menyusun matriks seluruh kegiatan berdasarkan wilayah untuk dapat di lakukan beberapa kegiatan survei/sensus secara bersamaan sehingga efisiensi penggunaan biaya dapat diterapkan.
2) Memberikan pemahaman kepada responden mengenai pentingnya data yang diberikan serta meningkatkan semangat para petugas agar dapat melakukan pendataan mengikuti waktu yang memungkingkan untuk dapat dilakukan pendataan.
Indikator Kinerja Target Realisasi CapaianTingkat Keterangan Persentase konsumen yang merasa puas
terhadap cakupan data BPS
Persentase pemasukan dokumen/response rate dari kegiatan survei statistik
80 100 1 99,89 100 % 99,89 IKU IKU
Tujuan-2
Meningkatkan Pelayanan Prima dalam Rangka Mewujudkan Sistem
Statistik Nasional yang Andal, Efektif, dan Efisien
Tujuan utama yang ingin dicapai BPS Kabupaten Biak Numfor adalah peningkatan pelayanan yang prima dalam rangka mewujudkan SSN yang andal, efektif, dan efisien. Terwujudnya SSN dalam menunjang kelancaran tugas dan fungsil lembaga-lembaga statistik yang ada baik di instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat yang tercermin pada persentase kepuasan konsumen data pada layanan BPS Kabupaten Biak Numfor pada tahun ini tercapai sesuai target.
Sasaran 2.1
Meningkatkan dan mengembangkan analisis statistik
Kemudahan akses adalah salah satu dimensi kualitas, untuk mengukurnya didekati dengan indikator hubungan dengan pengguna data, yaitu banyaknya
sosialisasi, banyaknya tamu yang hadir untuk berdialog tentang data BPS Kabupaten Biak Numfor.
Secara umum, beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi hingga tidak tercapainya target sasaran yang ditetapkan di antaranya adalah:
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Kegiatan pada sasaran ini bersinggungan langsung dengan pelayanan publik, menyebabkan banyaknya kegiatan ad hoc yang bersifat harus segera diselesaikan, sehingga mengganggu jadwal kegiatan yang telah direncanakan. 2) Jumlah SDM yang memahami substansi kegiatan masih belum optimal,
sehingga seringkali tidak dapat mendukung kelancaran kegiatan dalam memberikan sumbangan pemikiran dan pemecahan masalah.
3) Kerjasama dengan unit lain masih belum sesuai harapan, karena kesibukan unit tersebut sehingga menghambat pelaksanaan kegiatan.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Melakukan antisipasi jadwal dan rencana kegiatan agar kegiatan ad hoc tidak mengganggu kelangsungan pekerjaan utama sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal dan rencana.
2) Mengoptimalkan SDM yang sudah ada dengan melakukan peningkatan kemampuan staf diantaranya mengikuti pelatihan dan pendidikan.
3) Melakukan koordinasi dengan pihak lain, terutama dalam membuat kesepakatan jadwal kegiatan, berikut berbagai alternatif kegiatan, sehingga ketidakhadiran pihak lain dalam kegiatan tersebut tidak mengganggu kelancaran jadwal dan rencana kerja.
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi CapaianTingkat Keterangan Jumlah judul publikasi statistik
Jumlah fungsional statistisi dengan kualifikasi tingkat ahli
43 7 29 7 67,44 100 % IKU IKU
Sasaran 2.2
Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan
informasi statistik
Dengan mengusung visi BPS sebagai “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” maka penyebarluasan data kepada pemangku kepentingan menjadi ukuran yang sangat penting. Pada sasaran meningkatkan efektifitas dan efisensi diseminasi data digunakan indikator pengunjung yang datang mencari informasi baik tatap muka langsung ataupun melalui media komunikasi lainnya. Sasaran ini mencapai target yang memuaskan yaitu 105,33 persen, karena meningkatnya jumlah instansi pemerintah dan lembaga lainnya yang menerima publikasi BPS Kabupaten Biak Numfor.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Panjangnya rentang waktu antara bulan dokumen dengan bulan penyajian data, hal ini menjadi keluhan pengguna data karena informasi yang tersedia sudah kurang up to date untuk digunakan.
2) Dengan adanya undang-undang Keterbukaan Informasi Publik masyarakat menginginkan semua informasi harus bebas dan gratis. Sedangkan BPS dibatasi oleh Peraturan Presiden No. 54 tahun 2009 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di instansi BPS.
3) Keterbatasan sarana dan prasarana kantor, sehingga belum ada ruang khusus untuk perpustakaan yang diharapkan menjadi tempat untuk mengakses data dan informasi statistik.
Strategi untuk mengatasi masalahan/Kendala
1) Berusaha untuk mempercepat penerbitan publikasi sehingga timeliness dari data dan informasi yang dihasilkan BPS tidak terlalu lama.
2) Melakukan penjelasan atau sosialisasi tentang PP No. 54 Tahun 2009, juga memperbaharui peraturan tersebut untuk menetapkan beberapa produk BPS
yang tidak dipungut biaya sehingga masyarakat dapat memperoleh secara gratis.
3) Mengajukan penambahan sarana dan prasarana untuk dipertimbangkan sehingga tersedia tempat yang layak untuk perpustakaan BPS Kabupaten Biak Numfor.
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi CapaianTingkat Keterangan Jumlah pengunjung eksternal yang
mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS Kabupaten
Jumlah pengunjung berulang yang menggunakan data BPS Kabupaten
Jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan BPS Kabupaten 1.500 10 100 1.500 8 97 100 % 80 % 97 % IKU IKU IKU
Tujuan-3
Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Sarana Kerja
Tujuan utama yang ingin dicapai BPS Kabupaten Biak Numfor adalah peningkatan kualitas pelayanan publik dengan dukungan Information and Communication Technology (ICT) yang handal, salah satunya dengan pemutakhiran data yang ditampilkan di website kabupaten sehingga memudahkan pengguna data BPS Kabupaten Biak Numfor. Akan tetapi target dari indikator utama tujuan 3 tidak dapat tercapai dikarenakan tidak adanya SDM yang menguasai keahlian yang dibutuhkan untuk membuat website di Kabupaten Biak Numfor.Sasaran 3.1
Pengolahan data memegang peranan penting dalam penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. Teknologi Informasi sudah menjadi kelaziman dalam proses di berbagai kegiatan.
Penyelesaian pengolahan data yang merupakan rangkaian dari pemasukan data ke media komputer, pengecekan konsistensi data, kewajaran data, hingga mengirimkan data yang telah tervalidasi. Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh seksi pengolahan data di BPS Kabupaten Biak Numfor sesuai dengan yang diharapkan. Semua kegiatan pengolahan terlaksana tepat waktu.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Program pengolahan yang dikirim ke BPS Kabupaten banyak mengalami revisi, kadangkala data yang sudah dimasukkan ke media komputer dengan program versi sebelumnya tidak dapat digunakan pada versi terbaru.
2) Rendahnya konsistensi data hasil survei yang diolah sehingga menghambat proses pengolahan yang tepat waktu.
3) Terbatasnya SDM sebagai tenaga pengolah di BPS Kabupaten.
Strategi mengatasi masalah/kendala
1) Pengembangan sistem pengolahan data harus mengikuti standar yang telah ditentukan oleh BPS hingga program yang di instal di BPS Daerah dapat lancar dan tidak mengakibatkan konflik dengan sistem lainnya.
2) Sebelum proses pengolahan dimulai, telah dipastikan dokumen hasil survei yang masuk ke ruang pengolahan telah diperiksa oleh pengawas konsistensi maupun akurasinya sehingga tdk menyulitkan petugas pengolah data.
3) Mengoptimalkan SDM yang ada melalui pelatihan yang memadai tentang sistem pengolahan data.
Pada tabel berikut ini disajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi CapaianTingkat Keterangan Persentase hasil pengolahan data yang
dikirim ke BPS Provinsi tepat waktu
Jumlah petugas fungsional pranata komputer dengan klasifikasi tingkat ahli
100 1 100 -100 % 0 % IKU IKU
Tujuan-4
Peningkatan Kapasitas SDM dan Penataan Kelembagaan
Sasaran 4.1
Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
Kemampuan teknis dan manajerial sangat mendukung kelancaran tugas, sehingga beberapa indikator untuk mengukur peningkatan kapasitas SDM dipilih untuk menunjukkan tingkat pencapaian memperbaiki SDM.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan SDM dalam jajaran BPS, dimaksudkan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Di samping menggunakan berbagai forum resmi para pegawai juga diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam berbagai keterampilan
Tabel berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian KeteranganTingkat Persentase pegawai yang sudah pernah
mengikuti diklat prajabatan
Persentase pejabat yang sudah mengikuti dan lulus Diklat Kepemimpinan sesuai Eselon 100 100 100 60 100 % 60 % IKU IKU
Jumlah pegawai yang memangku jabatan
fungsional tertentu 1 100 % IKU
Sasaran 4.2
Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS
Penilaian terhadap lembaga BPS oleh instansi pemerintah yang mempunyai wewenang pengawasan, menjadi perhatian pimpinan dan seluruh pegawai BPS. Pencapaian yang belum memuaskan menjadi pemicu untuk lebih sungguh-sungguh mencapai target yang diharapkan.Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Sistem pelaporan yang hirarki dari satker BPS Kabupaten Biak Numfor ke BPS provinsi hingga Kantor Pusat BPS memerlukan waktu. Di sisi lain tenggat waktu harus dipenuhi sehingga satker di tingkat lebih tinggi kekurangan waktu untuk mengevaluasi laporan.
Strategi mengatasi masalah/kendala
1) Untuk mengatasi sempitnya tenggat waktu, satker yang laporannya harus dikompilasi maka diusahan kertas kerja pembantu yang memuat berbagai informasi yang harus dimasukkan kedalam laporan. Hingga memudahkan operator dan mempersingkat waktu pengisian.
2) Membangun sistem pelaporan yang berbasis program online, dengan sistem ini memudahkan monitoring satker mana saja yang terlambat, sehingga dapat segera dibantu untuk segera menyelesaikan laporan.
Tabel berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian KeteranganTingkat Penyusunan Renstra, RKT, LAKIP, dan PK 100 100 100 % IKU
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian KeteranganTingkat yang tepat waktu
Penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja BPS
Kabupaten oleh Inspektorat Utama 60 65,2 108,67 % IKU Penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas sebagai tujuan utama BPS dalam Rencana Strategis Tahun 2010-2014, pada periode tahun 2014 ditandai dengan pencapaian sasaran-sasaran yang mendukungnya. Data yang lengkap, akurat dan tepat waktu dapat terpenuhi. Pada Tujuan-1, terlihat seluruh indikator kinerjanya telah memenuhi target kecuali persentase pemasukan dokumen/respon rate perusahaan dan rumah tangga hanya mencapai mencapai 92,36 persen. Adapun dimensi kualitas lainnya dijabarkan dalam Tujuan-2, yaitu Meningkatkan Pelayanan Prima, sasaran-sasaran strategis yang ditargetkan seperti kontrol kualitas dan penyebarluasan data mencapai hasil yang sangat memuaskan yakni hanya rata-rata 119,37 persen.
Sedangkan Tujuan-3, dan Tujuan-4 merupakan pendukung untuk mencapai visi BPS sebagi Pelopor data statistik terpercaya untuk semua masing-masing mencapai 50,00 persen dan 89,73 persen. Untuk mencapai kinerja yang handal jelas dibutuhkan peralatan yang mendukung serta kapasitas SDM yang mampu secara teknis dan manajerial. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan diusahakan dapat dipenuhi pada periode tahun 2014 ini, sehingga selanjutnya upaya dalam pencapaian visi BPS pada akhir periode dapat diwujudkan sesuai dengan harapan.
Sajian rinci tentang target dan realisasi pengukuran kinerja dapat dilihat pada Lampiran 5 (PKS).
3.2 Evaluasi Kegiatan Tahun 2014 Sub Bagian Tata Usaha
BPS Kabupaten Biak Numfor diwajibkan menyusun Renstra wilayah masing-masing dengan berpedoman kepada Renstra yang telah diterbitkan BPS RI.
Renstra BPS Kabupaten Biak Numfor harus memperhatikan kebutuhan lingkungan setempat, hal ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan daerah.
Dalam rangka usaha mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan dari BPS, maka seluruh satuan kerja BPS secara bersama-sama harus memperbaiki administrasi Barang Milik Negara (BMN) dan mengelola Sistem Informasi Manajemen dan Akutansi Keuangan BMN atau SIMAK BMN secara profesional. Langkah awal yang mudah dan dapat segera dilakukan antara lain membenahi inventaris barang di setiap ruangan, serta segera menatausahakan pengadaan BMN. Di samping itu buku-buku publikasi yang berada di perpustakaan baik di kantor pusat maupun daerah yang merupakan aset BPS mulai dikelola dengan baik sebagai BMN.
Seksi Statistik Sosial
Untuk kebutuhan sensus dan survei, wilayah administrasi terkecil desa/kelurahan dibagi habis menjadi blok sensus yang merupakan wilayah tugas petugas pengumpul data. Peta Blok Sensus yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan pada saat pembentukan Blok Sensus harus diperbaiki karena akan dipakai dan selalu dimutakhirkan terus menerus untuk survei dan sensus lainnya.
Data hasil Susenas dan Sakernas digunakan oleh pemerintah dan lembaga lainnya untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi program dan kegiatan yang dilaksanakan. Data yang dihasilkan dari kegiatan bidang statistik sosial antara lain jumlah penduduk miskin, pengangguran, angkatan kerja, upah minimum daerah dan sebagainya.
Seksi Statistik Produksi
Data utama yang dihasilkan dari kegiatan bidang statistik produksi antara lain angka ramalan produksi padi dan palawija, indeks produksi industri besar dan sedang, produksi ikan dari tempat pelelangan ikan, dan sebagainya.
Beberapa data statistik pertanian sangat tergantung kepada instansi/ kementerian dan perusahaan terkait sehingga komunikasi menjadi faktor penting.
Untuk itu perlu dijalin hubungan yang intensif dan kondusif dengan instansi/dinas dan perusahaan terkait di provinsi dan kabupaten/kota.
Seksi Statistik Distribusi
Produk utama kegiatan bidang statistik distribusi antara lain indeks harga konsumen untuk menghitung inflasi, nilai tukar petani, ekspor impor barang, kunjungan wisatawan asing, dan sebagainya.
Keterlambatan pengiriman data, kuesioner atau dokumen masih sering terjadi yang menyulitkan pengolahan data statistik distribusi yang seharusnya tanpa time-lag. Untuk itu perlu pemantauan dan kepedulian terhadap pengumpulan dan pengiriman dokumen tersebut.
Seksi Neraca dan Analisis Statistik
Hasil kegiatan bidang neraca dan analisis lintas sektor antara lain, pertumbuhan ekonomi, PDRB dan sebagainya. Pertumbuhan ekonomi dan PPDRB disajikan setiap tahun.
Tahun dasar PDRB telah diubah dari tahun 2000 menjadi 2010. Sedikitnya ada 4 alasan yang mendasari: (i) sudah terjadi perubahan struktur ekonomi dibandingkan dengan struktur ekonomi tahun 2000; (ii) perekonomian 2010 dianggap stabil; (iii) tersedia data hasil SP2010 dan data dasar lainnya; dan (iv) mengikuti standar internasional yang tertuang dalam system of National Account 2008.
3.3 Akuntabilitas Keuangan Tahun 2014
Realisasi penggunaan anggaran tahun 2013 mencapai 95,54 persen, dengan rincian yaitu: Program Penyempurnaan dan Pengembangan Statistik (P2S) menyerap dana sebesar 99,41 persen, Program Penerapan Kepemerintahan yang sebesar 88,94 persen, dan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara seebesar 100 persen. Realisasi tersebut disajikan pada tabel berikut menurut jenis belanja Tahun 2013.
REALISASI SAMPAI DENGAN DESEMBER 2014 Menurut jenis belanja
No. Jenis Anggaran/Program/Belanja Pagu 2014 Realisasi Anggaran %
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Program Penyempurnaan danPengembangan Statistik 1.839.772.000 1.828.994.527 99,41
A. Belanja Pegawai - -
-B. Belanja Barang 1.839.772.000 1.828.994.527 99,41 2 Program PenerapanKepemerintahan Yang Baik 1.079.709.000 960.248.580 88,94 A. Belanja Pegawai 819.299.000 702.204.707 85,71 B. Belanja Barang 260.410.000 258.043.873 99,09 3. Program Peningkatan Sarana danPasarana Aparatur Negara 1.500.000 1.500.000 100,00
Belanja Modal 1.500.000 1.500.000 100,00
TOTAL 2.920.981.000 2.790.743.107 95,54 Laporan Keuangan BPS disusun dan disampaikan secara berjenjang dimulai dari tingkat satuan kerja (Satker), wilayah, Eselon I sampai tingkat Kementerian/Lembaga. Laporan Keuangan BPS pada tahun 2013 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan menargetkan perolehan opini yang sama pada tahun 2014.
Untuk dapat menghasilkan Laporan Keuangan BPS yang lengkap, akurat, dan konsisten perlu dilakukan rekonsiliasi data keuangan dan barang menjelang penyampaian Laporan Keuangan BPS semesteran dan tahunan, sehingga konsistensi data keuangan dan barang tingkat satker, wilayah, eselon 1 hingga sampai tingkat Kementerian/Lembaga akan memperoleh opini wajar.
BAB IV PENUTUP 4.1 Tinjauan Umum
Hasil evaluasi atas pelaksanaan fungsi dan tugas Badan Pusat Statistik menyimpulkan bahwa secara umum pencapaian kinerja Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat keberhasilan. Kesimpulan ini tercermin dari Indikator Kinerja Utama sebagai acuan tingkat keberhasilan. Sepuluh sasaran strategis yang telah ditetapkan mempunyai tingkat pencapaian indikatornya secara rata
rata sebesar 97,34 persen. Sebanyak empat belas dari dua puluh IKU dicapai sesuai bahkan ada yang melampaui target.
Sedangkan yang masih perlu diperbaiki adalah penyusunan statistik kecamatan dalam angka, demikian juga laporan kegiatan BPS harus terintegrasi mulai dari penyusunan rencana, penyusunan anggaran dan monitoring evaluasi pelaksanaan kegiatan oleh unit kerja BPS sehingga dapat menggambarkan akuntabilitas kinerja.
4.2 Permasalahan dan Kendala Utama
Meskipun program kegiatan sudah sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, namun masih memerlukan beberapa langkah perbaikan guna lebih menyempurnakannya. Secara umum, beberapa penyebab atau kendala yang mengakibatkan tidak tercapainya target sasaran dan tujuan yang ditetapkan, diantaranya adalah kendala yang bersifat non teknis, seperti masalah koordinasi, kerjasama internal maupun eksternal, dan kondisi geografis. Selain itu juga terjadi kendala yang bersifat teknis yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, seperti perekrutan petugas mitra yang belum baik, tingkat pendidikan mitra yang belum memenuhi standar yang ditetapkan. Masalah lain yaitu pemahaman yang terbatas tentang manfaat data statistik. 1) Keterbatasan tenaga untuk menangani pekerjaan teknis yang mendukung
penyusunan kebijakan pemerintah kabupaten termasuk dalam pengembangan metodologi dan melakukan pengawasan pelaksanaan survei;