BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Subyek Penelitian
Subyek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri Sudirman dan SD Negeri Lodoyong 3 yang merupakan bagian dari Gugus mahesa Jenar yang terletak di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Gugus Mahesa Jenar adalah salah satu Gugus yang ada di Kecamatan Ambarawa. Gugus ini mempunyai terdiri dari 8 SD, yaitu: (1) SD N Sudirman, (2) SD N Lodoyong 1, (3) SD N Lodoyong 2, (4) SD N Lodoyong 3, (5) SD Kanisius Lodoyong, (6) SD N Tambakboyo 1, (8) SD N Bejalen. SD Negeri Sudirman merupakan SD inti dalam Gugus Mahesa Jenar. SD inti yaitu SD yang menjadi pusat kegiatan dalam Gugus tersebut, sementara SD yang lain sebagai anggota yang disebut SD imbas. Seperti yang telah disebutkan pada bab 3, peneliti mengambil sampel penelitian SD inti dan satu SD imbas yaitu SD Negeri Sudirman dan SD Negeri Lodoyong 3.
Besar populasi dari siswa kelas I di SD Gugus Mahesa Jenar berjumlah 198 siswa, dan sampel dalam penelitian ini menggunakan disproportionate
stratified random sampling yaitu, metode pengambilan sampel apabila populasi
berstrata. Sampel yang digunakan adalah selurus siswa kelas 1 SD Negeri Sudirman dan SD negeri lodoyong 3 yang berjumlah 83 siswa
SD Gugus Mahesa Jenar terletak di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Jalan menuju SD Gugus Mahesa Jenar melewati deretan persawahan, perkebunan dan pemukiman penduduk sehingga banyak siswa yang berjalan kaki dan diantar orang tuanya untuk menuju ke sekolah. Letak SD Gugus Mahesa Jenar ini pun ada yang dekat dengan jalan raya dan ada yang jauh dari jalan raya.
Proses belajar-mengajar di Gugus Mahesa Jenar berorientasi pada visi dan misi sekolah dan bersumber pada kurikulum yang ditetapkan (KTSP) yang dijabarkan dalam Silabus, Program Semester, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Sebelum pelaksanaan Proses Belajar-Mengajar, guru wajib
melakukan persiapan meliputi: Menyusun rencana harian, Menyusun program evaluasi, mempersiapkan media pembelajaran dan alat peraga yang diperlukan dan menyusun program remidial (perbaikan) dan pengayaan.
Kegiatan atau skenario harian yang dilakukan di SD Gugus mahesa Jenar yaitu: (1) Guru dan karyawan datang di sekolah paling lambat pukul 06.45 WIB, (2) Pukul 06.50 semua guru dan karyawan mengadakan doa bersama untuk mengawali kegiatan, (3) Sebelum bel tanda masuk dibunyikan, siswa datang berjabat tangan dengan Bapak/Ibu Guru, (4) Siswa piket datang lebih awal untuk melaksanakan tugas piket, Sedangkan siswa yang tidak piket memeriksa perlengkapan yang dibawa, dan selanjutnya melakukan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat, (5) Tepat pukul 7.00 bel tanda masuk dibunyikan, siswa berbaris dengan rapi di depan kelas dipimpin oleh ketua kelas, kemudian masuk kelas dengan tertib, dan (6) Paling lambat pukul 7.00 kegiatan pembelajaran dimulai.
Beberapa alasan peneliti dalam menentukan subyek penelitian adalah karena keperluan peneliti itu sendiri yaitu membutuhkan data tentang pengaruh pendampingan orang tua terhadap kemandirian belajar anak. Selain itu di Gugus Mahesa Jenar belum pernah diadakan penelitian yang serupa, sehingga diharapkan penelitian ini menjadi pengalaman yang baru bagi siswa di SD Gugus Mahesa Jenar.
4.2 Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelas 1 SD Negeri Lodoyong 3 mulai tanggal 27-28 Maret 2012 dan penelitian pada SD Negeri Sudirman mulai tanggal 29-30 Maret 2012. Setelah semua data terkumpul maka langkah selanjutnya adalah melakukan skoring untuk melakukan analisis data yang telah diperoleh. Adapun analisis data yang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: Pengecekan kembali data yang terkumpul, penskoran jawaban, data diinput pada komputer dan diukur menurut tujuan analisis, penghitungan angket pengamatan dengan menggunakan komputer melalui program SPSS versi 15.0 dan Analisis data dan interprestasi data yang telah diperoleh.
4.2.1 Uji validitas
Berdasarkan data penelitian dari uji validitas angket pendampingan orang tua pada orang tua siswa kelas I SD Negeri Sudirman dan SD Negeri Lodoyong 3 yang terdiri dari 40 item pertanyaan (lampiran ) terdapat 20 item pertanyaan yang tidak valid yaitu nomor (3,4,5,6,7,8,9,12,15,17,18,20,23,24,27,28,29,33,35,39) jadi item angket pendampingan orang tua yang valid dan digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 . Dari semua pertanyaan yang valid sudah mewakili setiap indikator, sehingga seluruh item pertanyaan yang valid digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan untuk uji angket kemandirian belajar belajar yang terdiri dari 40 item pertanyaan terdapat 18 item pertanyaan yang tidak valid, yaitu nomer (3,4,6,10,14,15,16,17,18,19,21,22,27,30,34,35,37,38) jadi item pertanyaan kemandirian belajar yang valid berjumlah 22 item, namun yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20. Dari semua item pertanyaan yang valid sudah mewakili setiap indikator, sehingga seluruh item yang valid digunakan dalam penelitian ini.
4.2.2 Uji Reliabilitas
Hasil analisis koefisien reliabilitas dari pendampingan orang tua dan kemandirian belajar pada siswa kelas I SD Negeri Sudirman dan SD Negeri Lodoyong 3 menunjukan koefisien reliabilitas pendampingan orang tua dan kemandirian belajar. Dari instrumen pendampingan orang tua sebesar 0,886 yang termasuk dalam kategori dapat diterima dan koefisien instrumen kemandirian belajar sebesar 0,873 yang termasuk dalam kategori dapat diterima menunjukan bahwa kedua instrumen reliabel atau dapat dipercaya.
Tabel 4.1
Reliabilitas Instrumen Angket Pendampingan Orang Tua dengan 40 item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .886 .896 20 Tabel 4.2
Reliabilitas Instrumen Angket Kemandirian Belajar dengan 40 item Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .873 .882 22 4.3 Analisis Data
Data angket yang telah terkumpul langkah selanjutnya adalah memberikan skoring dengan memperhatikan pertanyaan positif dan negatif. Pertanyaan positif pada angket mengunakan penulisan biasa sedangkan pertanyaan negatif mengunakan penulisan tebal (terlampir). Pada soal positif apabila responden menjawab “ Ya” maka diberi skor 1,dan apabila menjawab “Tidak” maka diberi skor 0. Sedangkan pertanyaan negatif apabila responden menjawab “Ya” maka diberi skor 0 dan apabila menjawab “Tidak maka diberi skor 1.
Pada angket pendampingan orang tua yang merupakan pertanyaan positif terdapat pada nomer (3,5,6,8,9,10,11,12,13,14,15, 19,19,20) dan pertanyaan negatif terdapat pada nomer (1,4,7,16,17). Pada angket kemandirian belajar,
pertanyaan positif terdapat pada nomer (4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20) dan pertanyaan negatif terdapat pada nomer (1,2,3,11).
4.3.1 Analisis Deskriptif
4.3.1.1 Analisis Deskriptif Pendampingan Orang Tua
Data angket pendampingan orang tua dapat dideskripsikan dengan bantuan program SPSS for Windows Ver. 15.0 menunjukan bahwa skor maksimal angket pendampingan orang tua adalah 17 sedangkan skor minimal sebesar 6 dengan rata-rata sebesar 13.86 dan standar deviasi 1.795.
Tabel 4.3
Statistik Deskriptif Hasil Pengukuran
Variabel Pendampingan Orang Tua dan Kemandirian Belajar Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Sum Mean Std. Deviation
pendampingan orang tua 83 6 17 1150 13.86 1.795
kemandirian belajar 83 7 19 1145 13.80 2.246
Valid N (listwise) 83
Untuk menentukan tinggi rendahnya variabel pendampingan orang tua digunakan 4 kategori, yakni: sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah. Sehingga lebar interval dapat dihitung sebagai berikut:
kategori banyak minimum skor -maximum Skor Interval 3 75 , 2 4 6 -17 Interval
Dengan demikian, tinggi rendahnya hasil pengukuran dikategorikan sebagai berikut:
Tabel 4.4
Distribusi Pendampingan Orang Tua Kelas I Gugus Mahesa Jenar ( SD Negeri Sudirman dan Lodoyong 3 ) Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Tahun
Pelajaran 2011/2012
Interval Kriteria F Prosentase (%) 14-17 Sangat tinggi 60 72 %
10-13 Tinggi 20 24 %
6-9 Rendah 3 4 %
< 6 Sangat Rendah 0 0 %
Total 83 100 %
Dari Tabel 4.4 deskripsi pengukuran pendampingan orang tua di atas, dapat di lihat bahwa 1 % responden memiliki skor pendampingan orang tua yang berada pada kategori sangat tinggi, 87 % pada kategori tinggi, 10 % berada pada kategori rendah dan 2 % berada pada kategori sangat rendah. Dalam bentuk diagram lingkaran, prosentase pendampingan orang tua dapat digambar sebagai berikut:
Gambar 4.1 Diagram lingkaran hasil pengukuran angket pendampingan orang tua
72% 24%
4% 0%
Pendampingan Orang Tua
4.3.1.2 Analisis Deskriptif Kemandirian Belajar
Data angket disiplin belajar dapat dideskripsikan dengan bantuan program
SPSS for Windows Ver. 15.0 menunjukan bahwa skor maksimal angket
kemandirian belajar adalah 19 sedangkan skor minimal sebesar 7 dengan rata-rata sebesar 13.80 dan standar deviasi 2.246. Untuk menentukan tinggi rendahnya variabel kemandirian belajar digunakan 4 kategori, yakni: sangat mandiri , mandiri, kurang mandiri, dan tidak mandiri. Sehingga lebar interval dapat dihitung sebagai berikut:
kategori banyak minimum skor -maximum Skor Interval 3 4 7 -19 Interval
Dengan demikian, tinggi rendahnya hasil pengukuran dikategorikan sebagai berikut
Tabel 4.5
Distribusi Kemandirian Belajar Siswa Kelas I Gugus Mahesa Jenar (SD Negeri Sudirman dan SD Negeri Lodoyong 3)Kecamatan Ambarawa Kabupaten
Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012 Interval Kriteria N Prosentasi (%)
16-19 Sangat mandiri 18 22 %
12-15 Mandiri 55 66 %
8-11 Kurang Mandiri 9 11 % ≤ 7 Tidak Mandiri 1 1 %
Total 83 100 %
Dari Tabel 4.5 deskripsi pengukuran kemandirian belajar diatas, dapat di lihat bahwa 22 % responden memiliki skor kemandirian belajar yang berada pada kategori sangat mandiri, 66 % pada kategori mandiri, 11 % berada pada kategori kurang mandiri dan 1 % berada pada kategori tidak mandiri. Dalam bentuk diagram lingkaran, prosentase kemandirian belajar dapat digambar sebagai berikut:
Gambar 4.2 Diagram lingkaran kemandirian belajar siswa kelas I Gugus Mahesa Jenar
4.3.2 Analisis Korelasi.
Dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment. korelasi product moment digunakan mencari hubungan dan membuktikan hipotesis dua variable bila data kedua variable berbentuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua variable atau lebih adalah sama menurut Sugiyono (2005:212). Untuk signifikansinya:
a. Ho = Tidak ada hubungan (korelasi) atau angka korelasi 0. b. Ha = Ada hubungan (korelasi) atau angka korelasi tidak 0. Dasar pengambilan keputusan adalah berdasarkan probabilitasnya: a. Jika probabilitas > 0,05, Ho diterima dan Ha ditolak.
b. Jika probabilitas < 0,05, Ho ditolak dan Ha diterima.
4.3.2.1 Korelasi antara Pendampingan Orang Tua dengan Kemandirian Belajar
Penghitungan korelasi menggunakan program penghitungan data statistik
SPSS 15.0 for Windows antara pendampingan orang tua dengan kemandirian
22%
66% 11%
1%
Kemandirian Belajar
belajar adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6
Hasil Analisis Korelasi product moment antara Pendampingan Orang Tua dengan Kemandirian Belajar Siswa Kelas I SD
Gugus Mahesa Jenar (SD Negeri Sudirman dan SD Negeri Lodoyong 3) Correlations Pendampinga n orangtua Kemandirian siswa Pendampingan orangtua Pearson Correlation 1 -.001
Sig. (2-tailed) .990
N 83 83
Kemandirian siswa Pearson Correlation -.001 1
Sig. (2-tailed) .990
N 83 83
Dari Tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa hasil pengujian menggunakan teknik product moment di diketahui koefisien korelasi antara pendampingan orang tua dengan kemandirian belajar sebesar r = - 0.001 dengan nilai signifikan = 0.990. Berdasarkan pedoman interprestasi koefisien korelasi yang dikemukakan oleh Sugiyono ( 2005:216) maka korelasi tersebut masuk dalam kategori sangat kuat.
4.4 Uji Hipotesis
Berdasarkan analisis hasil uji korelasi product moment maka dilakukan uji hipotesis penelitia. Menguji hipotesis dilakukan dengan menguji hipotesis nol yang menyatakan ketiadaan antar variabel. Oleh karena itu untuk menguji hipotesis sebagaimana dirumuskan dalam bab 2, maka dirumuskan hipotesis nol untuk diuji signifikannya. Rumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ho: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendampingan orang tua dengan kemandirian belajar anak
Ha: Ada pengaruh yang signifikan antara pendampingan orang tua dengan kemandirian belajar anak
hipotesis dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: 1. Jika probabilitas atau signifikan < 0,05 Ho ditolak dan Ha diterima. 2. Jika probabilitas atau signifikan > 0,05 Ho diterima dan Ha ditolak
Berdasarkan analisis antara pendampingan orang tua dengan kemandirian belajar anak menunjukan angka probabilitas dari hasil analisis data signifikan sebesar = 0,990 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak dengan nilai r = -0,001. Jadi tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendampingan orang tua dengan kemandirian belajar anak pada siswa kelas I SD Negeri Gugus Mahesa Jenar (SD Negeri Sudirman dan SD Negeri Lodoyong 3) Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang karena tingkat pendampingan orang tua sangat tinggi yaitu 72% namun tingkat kemandirian belajar anak juga tinggi yaitu 66% .
4.5 Pembahasan
Di bawah ini akan dibahas mengenai ada tidaknya hubungan positif signifikan antara pendampingan orang tua dengankemandirian belajar pada siswa kelas I SD Gugus Mahesa Jenar Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang tahun Pelajaran 2011/2012.
Hasil dari pengukuran pendampingan orang tua pada wali murid siswa kelas I SD Gugus Mahesa Jenar (SD Negeri Sudirman dan SD Negeri lodoyong 3) kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang berada pada kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 60 siswa dengan prosentase 72 %, siswa yang memiliki pendampingan orang tua pada kategori tinggi berjumlah 20 siswa dengan prosentase 24 %, siswa yang memilki pendampingan orang tua pada kategori rendah berjumlah 3 dengan prosentase 4 % . Sedangkan untuk kemandirian belajar, 18 siswa dengan prosentase 22 % berada pada kategori sangat mandiri, siswa yang memiliki kemandirian belajar pada kategori mandiri berjumlah 55 siswa dengan prosentase 66 %, siswa yang memiliki kemandirian belajar pada kategori kurang mandiri berjumlah 9 siswa dengan prosentase 11 % dan siswa yang memiliki kemandirian belajar pada kategori tidak mandiri berjumlah 1 orang siswa dengan prosentase 1 %. Data ini menggambarkan bahwa tingkat
pendampingan orang tua dalam penelitian ini masuk dalam kategori tinggi, sedangkan kemandirian belajar anak dalam ketegori mandiri.
Berdasarkan hasil analisis korelasi, diketahui bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendampingan orang tua dengan kemandirian belajar belajar anak pada siswa kelas I SD Gugus Mahesa Jenar Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang tahun Pelajaran 2011/2012.
Dari Tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa hasil pengujian menggunakan teknik
product moment di diketahui koefisien korelasi antara pendampingan orang tua
dengan kemandirian belajar sebesar r = -0,001 dengan nilai signifikan = 0,990. Berdasarkan pedoman interprestasi koefisien korelasi yang dikemukakan oleh Sugiyono maka korelasi tersebut masuk dalam kategori sangat kuat.
Seperti yang dikatakan Naomi Soetikno (dalam blog Reno Eva) orang tua sangat berpengaruh penting dalam proses menjadikan anak yang mandiri, melalui pengawasan dan melatih anak secara ekstra. Orang tua harus bisa menjadi partner anaknya, selain itu orang tua juga harus bisa menjadi sahabat, teman dekat/karib, sebagai guru, dan sebagai tempat curahan hati anaknya, agar anak selalu merasa aman bila berada di dekat orang tuanya. Kemandirian seorang anak tergantung pada cara orang tua dalam mendidik. Sebagai orang tua tidak harus selalu menuruti kehendak/kemauan anaknya, karena bila kehendak/kemauan anaknya selalu dituruti maka akan membuat anak menjadi manja dan tidak akan bisa membuat anaknya lebih mandiri.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pendampingan orang tua dengan kemandirian belajar anak pada siswa kelas I SD di Gugus Mahesa Jenar dengan arah hubungan yang positif, artinya semakin tinggi pendampingan orang tua pada siswa kelas I SD di Gugus Mahesa Jenar semakin tinggi pula tingkat kemandirian belajar anak pada siswa kelas I SD di Gugus Mahesa Jenar. Sebaliknya semakin rendah pendampingan orang tua siswa kelas I SD di Gugus Mahesa Jenar semakin rendah pula kemandirian belajar anak pada siswa kelas I SD di Gugus Mahesa Jenar. Hal ini dikarenakan orang tua siswa kelas I SD Gugus mahesa Jenar (SD Negeri
Sudirman dan SD Negeri lodoyong 3) memberikan pendampingan pada anak tanpa terlalu memanjakan anak, dalam arti orang tua memberikan pendampingan secara positif, sehingga anak menjadi mandiri.