• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengolahan Limbah Garam (Bittern) menjadi Pupuk Multinutrisi Yang Ramah Lingkungan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengolahan Limbah Garam (Bittern) menjadi Pupuk Multinutrisi Yang Ramah Lingkungan."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

LSP Educade Journal : E01, Vol. 1, No. 19, December 2015

LINGKAR STUDI PENDIDIKAN – FKIP UNS

Category : Chemistry; Type : Scientific Article, Languange : Indonesian; Student ID Card: Inayah Adi Oktaviana (K3311040/ 2011), Arief Eko Priyo Atmojo (K2211016/2011), Larasati (M0313034/2013); Archives : 2014

Homepage : www.lsp.fkip.uns.ac.id

Scientific

Article

a

Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, Indonesia b

Faculty of Mathematics and Science, Sebelas Maret University, Indonesia

ABSTRACT

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki kekuatan dibidang maritim. Hal ini dapat dibuktikan dengan luas laut yang dimiliki Indonesia yang mencapai 5,8 juta km2, terdiri dari 0,3 juta km2 perairan teritorial, 2,8 juta km2 perairan pedalaman dan kepulauan, 2,7 juta km2 Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), serta terdiri lebih dari 17.500 pulau, menyimpan kekayaan yang luar biasa.Namun pada kenyataannya potensi maritim di Indonesia belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah.Salah satu potensi laut yang perlu dikembangkan di Indonesia adalah pemanfaatan sari air laut (Bittern).

Salah satu alternatif dalam meningkatkan potensi kelautan khususnya berkaitan dengan garam adalah pemanfaatan Bittern menjadi pupuk multinutrisi yang ramah lingkungan. Limbah hasil pengolahan garam ini dapat diubah menjadi pupuk sehingga memiliki daya jual yang lebih baik. Limbah garam ini dapat diolah antara lain menjadi pupuk Multinutrien Phosphat Base dan Pupuk Struvite. Kedua jenis pupuk ini adalah pupuk yang bersifat slow release sehingga bersifat ramah lingkungan, karena pupuk tersebut dapat terserap ke dalam tanah secara berkala.

Referensi

Dokumen terkait

Pupuk tersebut merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik dengan proses pembuatan yang cukup mudah karena tidak membutuhkan tempat yang luas, peralatan yang

1) Memanfaatkan dan mengelola limbah jarak pagar dan pertanian menjadi biobriket. 2) Mengkombinasikan komposisi limbah jarak pagar, limbah sekam padi dan jerami yang

Kegiatan yang direncanakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pembuatan biodigester. Biodigester pada awalnya akan dibangun di 2 tempat yaitu di Kampung