BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Gambaran Umum Atas Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Bridgestone Tire Indonesia merupakan perusahaan patungan antara swasta nasional Indonesia dengan swasta Jepang.
Perusahaan ini didirikan berdasarkan undang-undang Pemerintah Republik Indonesia No. 1/1967, tentang Penanaman Modal Asing. PT. Bridgestone Tire Indonesia didirikan pada tanggal 8 September 1973, dengan berlandaskan hukum :
a. Surat izin Presiden, No. B-84/PRES/8/1973 tanggal 1 Agustus 1973.
b. Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 295/M/SK/8/1973, tanggal 11 Agustus 1973.
PT. Bridgestone Tire Indonesia memiliki luas area ± 30 Ha, di Bekasi dengan memiliki tenaga kerja hampir 2.250 an orang. Sedangkan di kerawang memiliki area ± 35 Ha, dengan memiliki tenaga kerja hampir 850 an orang.
PT. Bridgestone Tire Indonesia merupakan perusahaan manufaktur dengan menghasilkan produk Automatic Tires, tubes (ban dalam) dan flaps (karet pelapis pelek)
Perkembangan perusahaan PT. Bridgestone Tire Indonesia dari tahun 1975 sampai dengan 1996 adalah sebagai berikut :
a. Tahun 1975 : Produksi pertama dimulai pada tanggal 1 Oktober
b. Tahun 1976 : Tanggal 1 januari produk komersial dimulai. Pada tanggal 5 Februari perusahaan diresmikan oleh menteri perindustrian dan Gubernur Jawa Barat.
c. Tahun 1977 : Bridgestone mulai menjual produknya ke perusahaan perakitan kendaraan bermotor.
d. Tahun 1979 : Perusahaan mulai memproduksi ban dengan kontruksi radial e. Tahun 1980 : Perluasan pabrik tahun ke 2 selesai dilakukan.
f. Tahun 1982 : Bulan Januari diresmikan loka latihan keterampilan(LLKBS) sebagai sumbangsih perusahaan kepada masyarakat di bidang pendidikan untuk membantu para lulusan STM menjadi tenaga kerja siap pakai.
g. Tahun 1983 : Jaringan pemasaran diperluas sampai ke luar negeri. Ekspor perdana ke New Caledoria dimulai pada bulan Juni.
h. Tahun 1990 : perusahaan memprkuat jaringan pemasarannya dengan mendirikan Model Shop Bridgestone.
i. Tahun 1994 : Perusahaan memperoleh sertifikat kecelakaan nihil dari menteri Tenaga Kerja.
j. Tahun 1995 : Bulan Januari perusahaan memperoleh seritifikat ISO 9002 dari Lloyd’s Register Quality Assurance Limited Inggris
k. Tahun 1996 : Perusahaan memperingati hari ulang tahunnya yang ke-20
3.1.2 Lokasi Penelitian
Perusahaan tempat penulis melakukan penelitian adalah di PT. Bridgestone Tire Indonesia yang terletak di Desa Harapan Jaya, jl raya Bekasi, Km 27 Jawa Barat.
3.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur merupakan kerangka dasar dari suatu manajemen badan usaha yang menjelaskan bagaimana tugas serta tanggung jawab setiap bagian organisasi. Sedangkan organisasi merupakan suatu bentuk kerjasama antar sekelompok orang-orang berdasarkan suatu perjanjian untuk bekerja sama guna mencapai tujuan yang diinginkan, dimana didalamnya terdapat tanggung jawab dan wewenang antara departmen. Jadi struktur organisasi merupakan suatu kerangka kerja yang mengendalikan berbagai fungsi bersama dengan pola yang ditetapkan oleh manager.
Adapun struktur organisasi PT. Bridgestone Tire Indonesia adalah sebagai berikut :
a. Direktur/ Presiden Direktur b. Wakil Direktur
c. Staff Ahli d. Bagian Produksi
e. Bagian Pembelian
f. Bagian Administrasi dan Keuangan g. Bagian Marketing dan Pemasaran
3.2 Fungsi Ban
Ada empat fungsi utama ban antara lain : a. Sebagai penampung beban
b. Traction dan braking
c. Mengurangi gaya karena benturan / Shock dari permukaan jalan d. Menetapkan dan merubah arah
3.3 Proses Pembuatan Ban
Secara garis besar, pembuatan ban dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu : 1. Tahap Persiapan (preparation)
Langkah awal yang dilakukan dalam pembuatan ban, dimana diperlukan penyediaan seluruh ataupun sebagaian komponen-komponen dari ban seperti compound, bead, tread, chafer, breaker dan lain-lain.
2. Tahap Pembentukan Ban (Green Tire Building)
Langkah dimana pembentukan ban mentah (green tire) yang merupakan proses penggabungan dari seluruh komponen ban yang telah dipersiapkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
3. Tahap Pemasakan (Curing)
Merupakan langkah akhir dalam pembuatan ban, yang mana dilakukan dengan 2 jenis mesin press, yaitu bom press dan planted press. Tekanan dan
temperatur serta waktu yang diperlukan pada proses pemasakan untuk masing-masing mesin press berlainan sesuai ukuran atau jenis ban. Ban yang telah selesai dimasak, diberi udara untuk memperoleh model yang baik kemudian diperiksa sebelum dimasukan ke gudang.
1. Tahap Persiapan
A. Proses Banbury Mixer
Percampuran dilakukan pada mesin banbury Mixer yang mana karet sintesis, karet alam, karbon, minyak dan bahan-bahan kimia ditimbang dahulu menurut spesifikasi yang telah ditentukan, dan dengan suhu dan waktu tertentu kemudian dimasukan kedalam mesin banbury mixer.
Hasil dari mesin ini adalah PC (Productive Compound) kemudian hasil kompon ini dibawa ke mesin setting roll dan diolah membentuk lembaran. Setelah itu karet yang telah jadi berbentuk lembaran kemudian dilakukan pencelupan dalam semacam larutan kapur (dusting) supaya tidak lengket satu sama lain, setelah itu didinginkan di cooling batch, dan disimpan sampai dipakai oleh seksi yang berikutnya.
B. Proses Bead (Proses Kawat Ban)
Bead adalah bagian dari ban yang menempel pada pelek roda, yang dibuat dari kawat baja yang menjamin pemasangan yang kuat antara ban dan pelek ketika mendapat goncangan dan tekanan yang besar.
Gambar 3.2 Proses Bead
1) Pelapisan kawat Bead
Pelapisan kawat bead dilakukan pada mesin Bead Extruder dimana kawat baja yang dilapisi dengan komponen karet, kemudian dilanjutkan kedalam gulungan roll yang dilengkapi oleh filter yang berfungsi untuk membersihkan kotoran .
2) Pembentukan Bead
Kawat bead yang sudah dilapisi karet kemudian didinginkan kedalam cooling drum untuk pendinginan. Setelah itu dibentuk pada alat yang namanya Bead Builder (mesin pencetak kawat bead yang telah dilapisi karet dengan bentuk lingkaran).
C. Proses Cord ( Proses benang kawat) 1) Pemintalan benang
Benang nylon harus dipintal dengan mesin pintal untuk dijadikan benang cord (benang kawat).
2) Penenunan cord
Kemudian benang cord ditenun pada mesin tenun dengan menghasilkan Fabric cord
3) Pencelupan (Dipping)
Fabric cord (tenunan benang) yang dicelup dalam larutan kimia, kemudian dimasukan kedalam high tension machine. Disini diberikan tegangan tarik constant pada suhu tinggi selama jangka waktu tertentu yang gunanya untuk mempertinggi kekuatan cord dan daya lengket cord dengan karet
4) Pelapisan Cord (Coating)
Disini dipped cord (Fabric cord yang telah diberi tegangan tarik konstan pada suhu tinggi) dilapisi dengan karet dan menjadi ply. Berikut ini gambar dari proses cord.
D. Proses Tread (Proses Komponen Karet Menjadi Telapak Ban) 1) Pemanasan (Warming-Up)
Kompon karet sebelum dipakai dipanaskan Warming-Up Roll (mesin penggiling komponen karet) dan untuk memudahkan pekerjaan, kemudian dikirim ke bagian pengangkutan barang (convenyor) ke bagian pembentukan di mesin extruder
2) Pembentukan (extruding)
Disini komponen karet dibentuk pada mesin tread extruder untuk menjadi tread yaitu bagian telapak ban, setelah berbentuk tread maka didinginkan dalam colling bath supaya dimensinya tidak berubah-ubah.
3) Pemotongan (cutting)
Bentuk tread (telapak ban) yang masih panjang kemudian dipotong-potong pada alat potong tread skiver (alat pemotong ban).
2 Tahap Pembentukan Ban (Green Tire )
Komponen kerja dari mesin building digerakan oleh tenaga listrik dan pneumatik, untuk memproduksi ban mentah mesin ini hanya memerlukan satu orang operator kerja saja.
Gambar 3.5 Mesin Building Bagian-bagian utama mesin building :
1) Kereta Daisha adalah suatu bagian yang diperlukan untuk penempatan ply cord.
2) Kereta material adalah suatu bagian yang yang menggulungkan ply cord/inner liner (I/L)
3) Tuct roll guide adalah untuk menarik ply cord ke ply servicer 4) Ply servicer adalah untuk penempatan ply cord sebelum building 5) Drum adalah untuk mencetak green tire sesuai ukuran
6) USR L/R adalah untuk menekan ply cord / inner liner yang ada pada drum, untuk menghilangkan udara yang terjebak pada sisi kiri dan kanan
7) Center Roll adalah untuk menghilangkan udara yang terjebak pada sisi tengah
8) Bead setter adalah untuk penempatan bead dan pengantar bead terhadap drum atau mendorong blader pada waktu exspan untuk melipat sisa ply cord menutupi bead
9) Roll tread servicer adalah penempatan side tread sebelum assembling 10) Roll tread guide adalah untuk mensetting garis tengah side tread terhadap
center lampu
11) Panel proses building adalah untuk operator, step-step dari bagian mesin
Komponen-komponen yang harus di persiapkan untuk proses Green Tire yaitu :
Gambar 3.6 Komponen-komponen untuk proses green tire - Mesin building dihidupkan
- Bead ke 1,2,3, dan 4 dimasukan ke ring
- Obal pertama (ply 4) dipasang pada drum building
- Bead 1 dan 2 ditekan, mesin secara otomatis akan melipat bagian yang lebih - Obal ke 2 (ply 3) dipasang ke drum building
- Bead ke 3 dan ke 4 ditekan, mesin secara otomatis akan melipat bagian yang melebihi
- Obal ke 3 (ply 2) dipasang, drum building diputar sambil diberi gosokan lilin untuk membantu pemasangan selanjutnya
- Setelah obal ke 3 dipasang breaker
- Kemudian chaffer dipasang pada bagian kiri dan kanan - Dan tread dan side dipasang
- Lapisan-lapisan tersebut ditekan pada bagian kiri dan kanan yang merupakan sambungan ply dan bead sehingga pada akhirnya terbentuk green tire
Gambar 3.7 Proses Green Tire
3 Tahap Pemasakan (Curing)
Green tire dimasak kedalam mesin press yang dilengkapi dengan cetakan ban yang sesuai dengan ukuran ban yang diinginkan.
Proses pemasakan ban adalah sebgai berikut : - Green tire ditempatkan pada support chuck
- Tombol chuck loeder ditekan sehingga dengan otomatis chuck mengambil gren tire kemudian dimasukan kedalam cetakan
- Shaping steam dimasukan dengan bersamaan itu pula chuck loeder kembali ke tempat semula
- Press ditutup dan shaping penuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku - Temperatur hot weter antara 183-185 o C. tergantung pada besar kecilnya
ban. Disini green tire ditekan dengan tekanan 9,2 kgf/cm2
- Mesin press akan terbuka dengan otomatis sesuai dengan waktu yang telah diprogram sehingga chuck loeder akan mengeluarkan ban dari cetakannya. Setelah pemasakan ban, langsung diberi tekanan udara didalamnya agar dapat menarik tegangan pada benang-benang ban untuk dapat membentuk dan kekuatan benang yang lebih baik. Setelah ban sudah jadi kemudian di cukur pada mesin timming proses, lalu tahap terakhir yang dilakukan adalah pemeriksaan di mesin uniformity (mesin pencetak ban) selain itu juga dilakukan balancing (keseimbangan) dan garis putih pada dinding ban.
3.4. Pengumpulan Data
Setelah dilakukan pengumpulan data, maka dilakukan pengolahan data dengan analisis jam-jam operasi yang dimulai dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Menghitung jam beban
b. Menghitung jam operasi bersih c. Menghitung jumlah produksi
d. Menghitung cycle time (waktu standart)
Dari perhitungan langkah-langkah diatas, selanjutnya dapat diketahui seberapa besar nilai efektivitas mesin, dengan menggunakan parameter-parameter dibawah ini antara lain :
• Availiblity (ketersediaan) • Performance (kinerja)
• Quality rate (produk bermutu)
Dari ketiga parameter diatas, maka akan diperoleh seberapa besar nilai efektivitas dari mesin tire building maupun mesin tire curing.
Untuk lebih jelasnya, langkah-langkah pemecahan masalah dapat dilihat pada kerangka pemecahan masalah dibawah ini :
Tujuan Pemecahan Masalah Pengumpulan Data Jam kerja Jumlah produk Brekdown terencana Brekdown Tak terencana
Jumlah Produk Cacat
Standar Cycle Time
Pengolahan Data
Ketersediaan Efisiensi Kerja Nilai Produk Bermutu
Efektivitas Mesin
Gambar 3.9 Kerangka Pemecahan Masalah
3.4.1 Data Proses Produksi
Berikut ini adalah tabel waktu operasi yang diperoleh dari bagian produksi untuk mesin tire building dan mesin tire curing dari bulan Juli sampai bulan September 2006, dan untuk tiga bulan berikutnya yaitu bulan Oktober, Nopember dan Desember ditaruh dilampiran.
Tabel (3.1) Data Waktu Operasi Untuk Mesin Tire Building Pada Bulan Juli 2006
Tgl Jam Kerja (menit) Downtime (menit) Jam Bersih (menit) Jml. Produk (Pcs) Jml Prod Cacat (Pcs) Cycle Time (menit) 1 1260 - 1260 193 5 6,25 2 1260 - 1260 195 3 6,25
3 Libur Libur Libur Libur Libur Libur
4 libur Libur Libur Libur Libur Libur
5 Libur Libur Libur Libur Libur Libur
6 1260 - 1260 197 6 6,25 7 1260 30 1230 190 6 6,25 8 1260 - 1260 196 4 6,25 9 1260 - 1260 194 6 6,25 10 1260 - 1260 191 6 6,25 11 1260 - 1260 198 3 6,25 12 1260 - 1260 198 3 6,25 13 1260 - 1260 188 5 6,25 14 1260 - 1260 194 4 6,25 15 1260 120 1140 177 3 6,25 16 1260 - 1260 199 5 6,25 17 1260 - 1260 191 3 6,25 18 1260 - 1260 193 6 6,25 19 1260 - 1260 190 3 6,25 20 1260 - 1260 198 3 6,25 21 1260 45 1215 192 4 6,25 22 1260 - 1260 195 4 6,25 23 1260 - 1260 197 5 6,25 24 1260 - 1260 187 4 6,25 25 1260 - 1260 189 7 6,25 26 1260 - 1260 192 5 6,25 27 1260 - 1260 196 3 6,25 28 1260 - 1260 198 3 6,25 29 1260 60 1200 184 4 6,25 30 1260 - 1260 190 3 6,25 31 1260 - 1260 193 6 6,25
Tabel (3.1a) Data Waktu Operasi Untuk Mesin Tire Building Pada Bulan Agustus 2006
Tgl Jam Kerja (menit) Downtime (menit) Jam Bersih (menit) Jml. Produk (Pcs) Jml Prod Cacat (Pcs) Cycle Time (menit) 1 1260 - 1260 196 3 6,25 2 1260 - 1260 193 4 6,25 3 1260 - 1260 191 4 6,25 4 1260 45 1215 186 3 6,25 5 1260 - 1260 194 5 6,25 6 1260 - 1260 198 3 6,25 7 1260 - 1260 182 5 6,25 8 1260 - 1260 195 5 6,25 9 1260 - 1260 190 3 6,25 10 1260 - 1260 196 7 6,25 11 1260 - 1260 191 5 6,25 12 1260 60 1200 184 4 6,25 13 1260 - 1260 194 6 6,25 14 1260 - 1260 197 3 6,25 15 1260 - 1260 193 3 6,25 16 1260 - 1260 189 3 6,25
17 Libur Libur Libur Libur Libur Libur
18 1260 45 1215 185 5 6,25 19 1260 - 1260 192 4 6,25 20 1260 - 1260 198 5 6,25 21 1260 - 1260 189 3 6,25 22 1260 - 1260 187 3 6,25 23 1260 - 1260 198 4 6,25 24 1260 - 1260 195 4 6,25 25 1260 - 1260 191 3 6,25 26 1260 - 1260 197 3 6,25 27 1260 - 1260 194 5 6,25 28 1260 - 1260 190 3 6,25 29 1260 - 1260 196 4 6,25 30 1260 - 1260 189 4 6,25 31 1260 30 1230 188 3 6,25
Tabel (3.1b) Data Waktu Operasi Untuk Mesin Tire Building Pada Bulan September 2006
Tgl Jam Kerja (menit) Downtime (menit) Jam Bersih (menit) Jml. Produk (Pcs) Jml Prod Cacat (Pcs) Cycle Time (menit) 1 1260 - 1260 198 5 6,25 2 1260 - 1260 192 3 6,25 3 1260 90 1170 192 3 6,25 4 1260 - 1260 194 4 6,25 5 1260 - 1260 196 3 6,25 6 1260 - 1260 187 5 6,25 7 1260 - 1260 190 4 6,25 8 1260 - 1260 195 4 6,25 9 1260 - 1260 193 5 6,25 10 1260 - 1260 191 7 6,25 11 1260 30 1230 193 3 6,25 12 1260 - 1260 197 3 6,25 13 1260 - 1260 194 3 6,25 14 1260 - 1260 193 5 6,25 15 1260 - 1260 189 4 6,25 16 1260 - 1260 192 6 6,25 17 1260 - 1260 196 4 6,25 18 1260 - 1260 199 4 6,25 19 1260 - 1260 198 5 6,25 20 1260 90 1170 184 5 6,25 21 1260 - 1260 190 6 6,25 22 1260 - 1260 193 3 6,25 23 1260 - 1260 191 4 6,25 24 1260 - 1260 195 3 6,25 25 1260 - 1260 196 3 6,25 26 1260 - 1260 195 3 6,25 27 1260 - 1260 192 4 6,25 28 1260 45 1215 193 5 6,25 29 1260 - 1260 189 4 6,25 30 1260 - 1260 192 4 6,25
Tabel (3.2) Data Waktu Operasi Untuk Mesin Tire Curing Pada Bulan Juli 2006
Tgl Jam Kerja (menit) Downtime (menit) Jam Bersih (menit) Jml. Produk (Pcs) Jml Prod Cacat (Pcs) Cycle Time 2 pcs (menit) 1 1260 45 1215 84 2 27,05 2 1260 - 1260 89 2 27,05
3 Libur Libur Libur Libur Libur Libur
4 Libur Libur Libur Libur Libur Libur
5 Libur Libur Libur Libur Libur Libur
6 1260 - 1260 88 2 27,05 7 1260 - 1260 89 1 27,05 8 1260 - 1260 90 2 27,05 9 1260 - 1260 91 1 27,05 10 1260 60 1200 84 1 27,05 11 1260 - 1260 92 3 27,05 12 1260 - 1260 89 2 27,05 13 1260 - 1260 91 2 27,05 14 1260 - 1260 87 3 27,05 15 1260 - 1260 86 1 27,05 16 1260 - 1260 88 1 27,05 17 1260 - 1260 91 2 27,05 18 1260 - 1260 90 2 27,05 19 1260 - 1260 90 2 27,05 20 1260 - 1260 89 2 27,05 21 1260 - 1260 89 1 27,05 22 1260 60 1200 82 2 27,05 23 1260 - 1260 87 2 27,05 24 1260 - 1260 92 2 27,05 25 1260 - 1260 90 1 27,05 26 1260 - 1260 90 3 27,05 27 1260 - 1260 91 1 27,05 28 1260 30 1230 85 2 27,05 29 1260 - 1260 91 2 27,05 30 1260 - 1260 89 2 27,05 31 1260 - 1260 90 1 27,05
Tabel (3.2a) Data Waktu Operasi Untuk Mesin Tire Curing Pada Bulan Agustus 2006
Tgl Jam Kerja (menit) Downtime (menit) Jam Bersih (menit) Jml. Produk (Pcs) Jml Prod Cacat (Pcs) Cycle Time 2 pcs (menit) 1 1260 - 1260 90 2 27,05 2 1260 - 1260 89 2 27,05 3 1260 - 1260 87 1 27,05 4 1260 - 1260 90 2 27,05 5 1260 60 1200 85 1 27,05 6 1260 - 1260 87 2 27,05 7 1260 - 1260 88 2 27,05 8 1260 - 1260 90 2 27,05 9 1260 - 1260 92 2 27,05 10 1260 - 1260 91 3 27,05 11 1260 - 1260 88 1 27,05 12 1260 - 1260 89 2 27,05 13 1260 - 1260 87 3 27,05 14 1260 - 1260 88 2 27,05 15 1260 - 1260 89 2 27,05 16 1260 60 1200 84 1 27,05
17 Libur Libur Libur Libur Libur Libur
18 1260 - 1260 88 1 27,05 19 1260 - 1260 87 2 27,05 20 1260 - 1260 90 2 27,05 21 1260 - 1260 89 1 27,05 22 1260 - 1260 91 2 27,05 23 1260 - 1260 90 2 27,05 24 1260 - 1260 86 2 27,05 25 1260 - 1260 92 2 27,05 26 1260 - 1260 88 1 27,05 27 1260 45 1215 84 2 27,05 28 1260 - 1260 87 3 27,05 29 1260 - 1260 90 2 27,05 30 1260 - 1260 90 2 27,05 31 1260 - 1260 91 1 27,05
Tabel (3.2b) Data Waktu Operasi Untuk Mesin Tire Curing Pada Bulan September 2006
Tgl Jam Kerja (menit) Downtime (menit) Jam Bersih (menit) Jml. Produk (Pcs) Jml Prod Cacat (Pcs) Cycle Time 2 pcs (menit) 1 1260 - 1260 91 2 27,05 2 1260 - 1260 86 2 27,05 3 1260 - 1260 89 1 27,05 4 1260 - 1260 87 1 27,05 5 1260 - 1260 91 2 27,05 6 1260 - 1260 90 2 27,05 7 1260 60 1200 83 2 27,05 8 1260 - 1260 86 1 27,05 9 1260 - 1260 88 2 27,05 10 1260 - 1260 89 1 27,05 11 1260 - 1260 89 3 27,05 12 1260 - 1260 87 1 27,05 13 1260 - 1260 87 3 27,05 14 1260 - 1260 91 2 27,05 15 1260 - 1260 91 2 27,05 16 1260 - 1260 90 1 27,05 17 1260 - 1260 88 2 27,05 18 1260 60 1200 81 1 27,05 19 1260 - 1260 91 2 27,05 20 1260 - 1260 90 2 27,05 21 1260 - 1260 89 2 27,05 22 1260 - 1260 92 3 27,05 23 1260 - 1260 91 1 27,05 24 1260 - 1260 88 2 27,05 25 1260 - 1260 87 1 27,05 26 1260 - 1260 90 2 27,05 27 1260 - 1260 89 2 27,05 28 1260 - 1260 86 2 27,05 29 1260 60 1200 84 3 27,05 30 1260 - 1260 90 2 27,05
3.5 Pengolahan Data
3.5.1 Perhitungan Kinerja dan Efektivitas Mesin
Untuk mengetahui mengetahui nilai Efektivitas Mesin Tire Building dan Mesin Tire Curing, maka dapat dihitung dengan menggunakan parameter-parameter yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu :
3.5.1.1 Menghitung Ketersediaan (Availability)
Sebagaimana persamaan (2) pada Bab II, maka dapat dihitung ketersediaan dengan menggunakan data yang ada pada tabel diatas. Sebagai contoh perhitungan maka diambil dari tabel (3.1) untuk mesin tire building pada tanggal 1 Juli 2006 dengan menggunakan rumus availability yaitu :
Availability (A) = = x 100 % Waktu beban
Dimana :
Waktu Pembebanan = 1260 menit Downtime = 0 menit Maka : Availability (A) = x 100 % = = 1 x 100 % = 100 % 1260 Waktu beban
Waktu beban - Downtime
Waktu beban - Downtime
3.5.1.2 Menghitung Efisiensi Kinerja (Performance)
Sesuai dengan persamaan (3) pada Bab II maka efisiensi kinerja dapat dihitung dengan menggunakan data yang diperoleh, sebagai contoh perhitungan maka diambil dari data pada tanggal 1 Juli 2006 untuk mesin tire building dengan menggunakan rumus performance sebagai berikut :
Performance (P) = x 100 %
Dimana :
Jumlah Produksi = 193 Pcs Cycle Time = 6,25 menit Waktu Operasi = 1260 menit Maka :
Performance (P) = x 100 % Waktu Operasi
Jumlah Produksi x Cycle Time
Jumlah Produksi x Cycle Time Waktu Operasi = = 193 x 6,25 1206,25 1260 1260 = 0,957 x 100 % = 95,7 %
3.5.1.3 Menghitung Produk Bermutu (Quality Rate)
Sesuai dengan persamaan (4) pada Bab II, maka dapat dihitung nilai produk bermutu dengan menggunakan data yang telah diperoleh sebelumnya, sebagai
contoh perhitungan dari data pada tanggal 1 Juli 2006 untuk mesin tire building menggunakan rumus Quality Rate sebagai berikut :
Jumlah Produksi - Jumlah produk cacat
Quality Rate (Q) = x 100 %
Dimana :
Jumlah Produksi = 193 Pcs Jumlah Produk Cacat = 5 Pcs Maka :
Jumlah Produksi - Jumlah produk cacat
Quality Rate (Q) = x 100 % 193 - 5 188 = = Jumlah Produksi 193 Jumlah Produksi 193 = 0,974 x 100 % = 97,4 %
3.5.1.4 Menghitung Efektivitas Mesin
Setelah mendapatkan hasil dari perhitungan ketiga parameter diatas, maka kita dapat menggunakan persamaan (5) pada Bab II. Maka nilai efektivitas mesin dapat diketahui. Berikut ini contoh perhitungan yang diambil pada tanggal 1 Juli 2006 untuk mesin tire building :
Efektivitas Mesin = Availability x Efisiensi Kinerja x Produk bermutu x 100 % Dimana :
Availability = 1 Efisiensi Kinerja = 0,957 Produk Bermutu = 0,974 Maka :
Efektivitas Mesin = Avalability x Efisiensi Kinerja x Produk Bermutu x 100 % = 1 x 0,957 x 0,974 x 100 %
= 93,2 %
Untuk mendapatkan nilai availability, kinerja mesin, produk bermutu, dan efektivitas Mesin pada hari dan bulan berikutnya untuk mesin tire curing dan mesin tire building, maka dapat digunakan cara perhitungan yang sama dengan di atas. Hasil-hasil perhitungan pada hari dan bulan berikutnya untuk mesin Tire building dan Tire Curing dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah ini :
Tabel (3.3) Nilai Perhitungan Parameter dan Efektivitas Mesin Untuk Mesin Tire Building Pada Bulan Juli 2006
Tgl Ketersediaan % Efisiensi Kinerja % Nilai Produk Bermutu % Efektivitas Mesin % 1 100 95,7 97,4 93,2 2 100 96,7 98,4 95,1
3 Libur Libur Libur Libur
4 Libur Libur Libur Libur
5 Libur Libur Libur Libur
6 100 97,7 96,9 94,7 7 97,6 96,5 96,8 90,2 8 100 97,2 97,8 95,5 9 100 96,3 96,7 93,2 10 100 94,7 97 92 11 100 98,2 98,5 96,7 12 100 98,2 98,2 94,4 13 100 93,2 97,3 90,6 14 100 96,2 97,7 93,9 15 90,4 97 98,3 86,2 16 100 98,7 97,6 96,3 17 100 94,7 98,1 92,9 18 100 95,7 96,9 92,7 19 100 94,2 98,4 92,6 20 100 98,2 98,5 97,1 21 96,4 98,7 97,9 93,1 22 100 96,8 98 94,8 23 100 97,8 97,6 95,4 24 100 92,7 98,4 91,2 25 100 93,7 97,3 94 26 100 95,3 97,4 92,8 27 100 97,2 98,6 95,8 28 100 98,2 97,7 96 29 95,2 95,8 98,3 89,6 30 100 94,2 96,4 91 31 100 95,7 96,3 92,2
Tabel (3.3a) Nilai Perhitungan Parameter dan Efektivitas Mesin Untuk Mesin Tire Building Pada Bulan Agustus 2006
Tgl Ketersediaan % Efisiensi Kinerja % Nilai Produk Bermutu % Efektivitas Mesin % 1 100 97,2 98,4 96,4 2 100 95,7 97,9 93,6 3 100 94,7 98,4 92,8 4 96,4 95,6 98,3 90,6 5 100 96,2 97,4 93,6 6 100 98,2 98,5 96,7 7 100 90,3 97,3 87,8 8 100 96,8 97,5 94,4 9 100 94,2 98,2 92,5 10 100 97,4 95,9 93,4 11 100 94,8 97,6 92,6 12 95,2 95,8 97,8 89,2 13 100 96,4 96,9 93,5 14 100 97,7 98,4 95,7 15 100 95,8 98,4 94,3 16 100 93,7 98,2 92
17 Libur Libur Libur Libur
18 96,4 92,8 97,2 86,9 19 100 95,6 97,7 93,4 20 100 96,7 97,1 93,9 21 100 96,2 97,5 93,7 22 100 95,7 98,6 94,2 23 100 98,2 97,9 96,2 24 100 96,4 97,6 94 25 100 94,6 97,3 92 26 100 97,8 98,5 96,3 27 100 96,3 97,1 93,5 28 100 94,4 98,6 93,1 29 100 97 98,3 95,4 30 100 93,8 97,8 91,7 31 97,6 95,6 97,9 91,3
Tabel (3.3b) Nilai Perhitungan Parameter dan Efektivitas Mesin Untuk Mesin Tire Building Pada Bulan September 2006
Tgl Ketersediaan % Efisiensi Kinerja % Nilai Produk Bermutu % Efektivitas Mesin % 1 100 98,2 97,4 95,6 2 100 95,2 98,4 93,6 3 91,8 96,6 98,3 87,2 4 100 96,2 97,9 94,2 5 100 97,2 98,6 95,8 6 100 92,7 97,3 90,3 7 100 96,1 97,8 93,9 8 100 94,2 97,9 92,2 9 100 95,7 97,4 93,7 10 100 94,7 96,3 91,2 11 97,6 96 98,4 92,2 12 100 97,7 98,5 96,2 13 100 96,3 98,4 94,7 14 100 95,7 97,2 93 15 100 93,7 97,8 91,6 16 100 95,3 94,8 90,3 17 100 97,2 97,9 95,1 18 100 98,7 97,9 96,6 19 100 98,2 97,4 95,6 20 92,8 98,3 97,2 88,6 21 100 94,2 96,8 91,2 22 100 95,7 98,4 94 23 100 94,8 97,9 92,8 24 100 96,7 98,5 95,2 25 100 97,4 98,4 95,8 26 100 96,7 98,4 95,2 27 100 95,3 97,9 93,3 28 96,4 96,2 97,3 90,2 29 100 93,8 97,8 91,7 30 100 95,2 97,9 92,1
Tabel (3.4) Nilai Perhitungan Parameter dan Efektivitas Mesin Untuk Mesin Tire Curing Pada Bulan Juli 2006
Tgl Ketersediaan % Efisiensi Kinerja % Nilai Produk Bermutu % Efektivitas Mesin % 1 96,4 93,5 97,6 88 2 100 95,5 97,7 93,3
3 Libur Libur Libur Libur
4 Libur Libur Libur Libur
5 Libur Libur Libur Libur
6 100 94,4 97,7 92,2 7 100 95,5 98,8 94,3 8 100 96,6 97,7 94,3 9 100 97,6 98,9 96,5 10 97,6 94,6 98,8 91,2 11 100 99,8 96,6 96,4 12 100 95,5 97,7 93,3 13 100 97,6 97,8 95,4 14 100 93,3 96,5 90 15 100 92,3 98,8 91,2 16 100 94,4 98,8 93,2 17 100 97,6 98,7 95,4 18 100 96,6 97,7 93,4 19 100 99,8 97,7 97,4 20 100 95,5 97,7 93,3 21 100 95,5 98,8 94,3 22 95,2 90,1 96,3 82,6 23 100 93,3 97,7 91,2 24 100 98,7 97,8 96,4 25 100 96,6 98,8 95,4 26 100 96,6 96,6 93,2 27 100 97,6 98,9 96,5 28 97,6 93,4 97,6 89 29 100 99,8 98,9 98,7 30 100 95,5 97,8 93,4 31 100 97,6 98,9 96,5
Tabel (3.4a) Nilai Perhitungan Parameter dan Efektivitas Mesin Untuk Mesin Tire Curing Pada Bulan Agustus 2006
Tgl Ketersediaan % Efisiensi Kinerja % Nilai Produk Bermutu % Efektivitas Mesin % 1 100 99,6 97,7 97,3 2 100 95,5 97,7 93,3 3 100 93,3 98,8 92 4 100 96,6 97,7 94,3 5 95,2 95,8 98,8 90,1 6 100 93,3 97,7 91,1 7 100 94,4 97,7 92,3 8 100 96,6 97,7 94,3 9 100 98,7 97,8 93,3 10 100 97,6 96,7 96,5 11 100 94,4 98,8 93,2 12 100 95,5 97,8 95,4 13 100 93,3 96,5 90,1 14 100 94,4 97,7 92,2 15 100 95,5 97,7 93,3 16 95,2 94,6 98,8 89
17 Libur Libur Libur Libur
18 100 94,4 98,8 93,2 19 100 93,3 97,7 91,2 20 100 96,6 97,7 94,3 21 100 95,5 98,8 94,3 22 100 97,6 97,8 95,4 23 100 96,6 97,5 94 24 100 92,3 95,2 87,8 25 100 98,7 97,6 96,3 26 100 94,4 98,8 93,2 27 96,4 93,5 97,6 87,9 28 100 93,3 97,7 91,1 29 100 96,6 97,7 94,3 30 100 96,6 97,7 94,3 31 100 97,6 98,9 96,5
Tabel (3.4b) Nilai Perhitungan Parameter dan Efektivitas Mesin Untuk Mesin Tire Curing Pada Bulan September 2006
Tgl Ketersediaan % Efisiensi Kinerja % Nilai Produk Bermutu % Efektivitas Mesin % 1 100 97,6 97,8 95,4 2 100 95,5 93,5 90 3 100 95,5 98,8 94,3 4 100 93,3 98,8 92,1 5 100 97,6 97,8 95,4 6 100 96,6 97,7 94,3 7 95,2 93,6 97,6 88 8 100 92,3 98,8 91 9 100 94,6 97,7 92,4 10 100 95,5 98,8 94,3 11 100 90,2 97,7 88 12 100 93,3 98,8 92,1 13 100 93,3 96,5 90 14 100 97,6 97,8 95,4 15 100 97,6 97,8 95,4 16 100 96,6 98,8 95,4 17 100 94,6 97,7 92,4 18 95,2 91,3 98,7 85,7 19 100 97,6 97,8 95,4 20 100 96,6 97,6 94,3 21 100 95,5 97,7 93,3 22 100 98,7 97,8 96,5 23 100 97,6 94,5 92,2 24 100 94,6 97,7 92,4 25 100 93,3 98,8 92,1 26 100 96,6 97,7 94,3 27 100 95,5 97,7 93,3 28 100 92,3 97,6 90 29 95,2 94,7 96,4 86,9 30 100 96,6 97,7 94,4